Click here to load reader

PP kejang kejang

  • View
    243

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of PP kejang kejang

Case Report

KEJANGPembimbing: dr. Robert Sirait, Sp. An Disusun oleh: Ajeng Rizki Paramita Sari ( 05 071) Sabrina Septiani Purba (06 183 )

Gangguan membran sel

Gangguan keseimbangan ion

Gangguan pompa Na - K

Depolarisasi Potensial aksi Pelepasan neurotransmiter di ujung akson Reseptor GABA & As. Glutamat di pre sinap Eksitasi > Inhibisi Depolarisasi post sinap

KEJANG

Non Cerebral (selama kejang sadar)

Tetanus Keracunan Botulismus Tetani

KD simpleks Ekstrakranial KD Kompleks Intrakranial

Infeksi KEJANG Akut sesaat Cerebral (selama kejang tak sadar) Kronik berulang

Gg metabolik Gg elektrolit Gg kardiovaskuler Keganasan Malformasi Keracunanbahan toksik Withdrawl obat Epilepsi : - umum / general - partial - tak terklasifikasi

Infeksi intrakranial

Meningitis

Purulenta / bakteri Serosa Virus TBC

Ensefalitis Meningoensefalitis Abses otak

KEJANGKardiovaskuler( 30 menit )

Respirasi

Metabolisme

- Hipertensi- Takikardi Kardiak output CBF( 30 60 menit )

Suplai O2

Konsumsi O2 Glukosa uptake

Hipoksia ATP

- Autoregulasi rusak - Hipotensi - CPP - CBF

Asam laktat Udem serebri Glutamat ekstra sel Sintesa makromolekul, lipid

TIK Hipertermi Kejang Free radikal

Sel mati

Tipe kejanganak Tonik Klonik Tonik klonik Mioklonik neonatus Subtle Klonik fokal / multifokal Tonik Mioklonik

Etiologi kejang neonatus Intrakranial Asfiksia Trauma kepala / perdarahan Infeksi intrakranial Cacat bawaan Ekstrakranial Gangguan metabolik Gangguan elektrolit Kernikterus Withdrawal obat Kekurangan piridoksin

Hubungan tipe kejang dan etiologiFokal klonik Trauma fokal Gangguan metabolik Multifokal klonik Tonik Mioklonik Gangguan metabolik Perdarahan intraventrikuler Kerusakan otak luas

Jitteriness bukan kejang

Kejang status1. Serangan kejang lebih dari 30 menit 2. Di antara dua serangan kejang tanpa pulihnya kesadaran Etiologi 1. Infeksi intrakranial 2. Gangguan metabolik / elektrolit 3. Hipoksi Iskemik 4. Ensefalopathi 5. Hiperpireksi 6. With drawl obat

Pengelolaan kejang status1. Mencari penyebab 2. Menjaga tanda vital optimal 3. Pasang I V line, periksa glukosa darah,elektrolit, analisa gas darah 4.Pemberian antikonvulsan : Pemberian I V Terdiri dua paduan obat Perhatikan depresi pernafasan

Diazepam 0,3 0,5 mg/KgBB (> 2 mg/menit) Kejang 5 Phenytoin 10 mg/kgBB (> 25 mg/menit) Kejang (+) Kejang (+) Kejang (-) 1 jam Phenytoin 5 mg/kgBB Oral Phenytoin 10 mg/kgBB/hr Diazepam 0,3 0,5 mg/kgBB Piridoksin 100 mg Diazepam drip 5 7 mg/kgBB/hr PICU Diazepam drip 10 24 mg/kgBB/hr Kejang (-) 5- 20

Kejang (-)

PICU Phenobarbital 15 20 mg/kgBB

Phenobarbital 8 10 mg/kgBB/hr 24 jam Phenobarbital 5 mg/kgBB/hr

Infeksi intrakranialMeningitis Purulenta / bakteri

Serosa klinis

virus tuberkulosis aseptik lain

LP: Warna Sel Protein glukose

Ensefalitis

virus bakteri jamur parasite

Meningoensefalitis Abses otak

Case ReportIdentitas Pasien Nama: Usia : BB : An. Selli Rahmawati 15 bulan 8 Kg 93.43.02.00 ICU : 9 juni 2011 ( Jam 10.00 WIB)

No. MR:

Tanggal Masuk:

WD/ Pneumonia simpleks sinistra + encephalopati e.c asidosis metabolic

AnamnesisKeluhan Utama Keluhan Tambahan: : Kejang demam, mencret, sesak napas

Pasien sejak tadi pagi pukul 05.00 WIB mengalami kejang. Kejang berlangsung kurang dari 5 menit. Kejang dialami di seluruh tubuh, kaku, kelojotan, dan mata mendelik ke atas. Setelah kejang berhenti, pasien langsung tertidur , tetapi jika diberikan ransangan pasien bangun dan tidur kembali.

Pasien dibawa ke RS X lalu kembali kejang kurang dari 5 menit dengan sifat kejang yang sama dengan sebelumnya, lalu diberi stesolid . Kemudian pasien langsung tertidur. Penurunan kesadaran terjadi sampai pukul 23.00 WIB pasien hanya menggerakkan mata. ketika dibawa ke RS UKI pasien masuh kejang. 2 hari sebelum masuk RS, pasien mencret. Sejak pagi pasien juga sesak napas

Status GeneralisKeadaan umum : tampak sakit berat Kesadaran : E2 Vx M2 TD : 80/60 mmHg Nadi : RR: 45 x/menit Suhu :

146 x/menit 39,3 0c

Airway: Terpasang ETT no. 4 terhubung ke ventilator mode SIMV dengan 02 70% 5 peep. Terpasang NGT di lubang hidung kanan. Breathing : I : pergerakkan dinding dada simetris P: sulit dinilai P: sulit dinilai A: BND bronchial, Rhonki +/+ kering, Wheezing -/Circulation : akral hangat, CRT < 2, sianosis (-), BJ I & II normal, gallop (-), murmur (-), Edema

Balance : In : Infus

: 1255 cc

Out : Urine : 410 cc Muntah : 200 cc IWL : 250 cc Total balance : + 375 cc Disability Therapy :

860 cc

: GCS E2VxM2 , pupil isokor 1 mm/ 1mm, RCL +/+, RCTL +/+ diet : Puasa IVFD : I Ka-en 3A + KCL 10 meq I RL SP Midazolam 8 mg/ jam MM : Suntikan : Cefxon Dexamethason Rantin Zidiflex Farmadol Dumin supp Transfusi whole blood 80 cc

2 x 500 mg 3 x 1,25 mg 2 x 8 mg 2 x 750 mg 3 x 200 mg 3 x 125 mg

Laboratorium8 Juni 2011 Jam 01:00 WIB

Jam 10:59 WIB

09 Juni 2011 Jam 00:00 WIB

Jam 08:23 WIB

Jam 12:58 WIB

Jam 23:03 WIB

10. 06. 2011Status GeneralisKeadaan umum: tampak sakit berat Kesadaran TD : RR: : E2 Vx M4 Nadi Suhu : : 142 x/menit 39 0c

80/60 mmHg 42 x/menit

Airway :

Terpasang ETT no. 4 terhubung ke ventilator mode SIMV dengan 02 65% 8 peep. Terpasang NGT di lubang hidung kanan.

Breathing

: inspeksi : Palpasi Perkusi : :

pergerakkan dinding dada simetris sulit dinilai sulit dinilai BND bronchial, Rhonki +/+ kering, Wheezing -/-

Auskultasi : Circulation

: akral hangat, CRT < 2, sianosis (-), BJ I & II normal, gallop (-), murmur (-), Edema

Balance :

In : Infus

: 1235 cc

Out : Urine : 410 cc Diare : 200 cc 860 cc IWL : 250 cc Total balance : + 375 cc Urine / jam : 20,5 cc/jam Disability Therapy : GCS E2VxM4 , pupil isokor 1 mm/ 1mm, RCL +/+, RCTL +/+ : diet : Dex 5% 5 x 10 cc IVFD : I Ka-en 3A + KCL 10 meq I RL 14 tetes/menit SP Midazolam 0,8 mg/ jam MM : Suntikan : Dexamethason 3 x 1,25 mg Rantin 2 x 8 mg Zidiflex 2 x 750 mg Farmadol 3 x 200 mg Proris supp 3 x 100 mg

Laboratorium

11. 06. 2011 Status GeneralisKeadaan umum: tampak sakit berat Kesadaran TD RR : : : E1 Vx M1 80/60 mmHg 40 x/menit Nadi Suhu : : 115 x/menit 36,9 0c

Airway :

Terpasang ETT no. 4 terhubung ke ventilator mode SIMV dengan 02 40% 8 peep. Terpasang NGT di lubang hidung kanan.

Breathing

: I: P: P: A:

pergerakkan dinding dada simetris sulit dinilai sulit dinilai BND bronchial, Rhonki +/+ kering, Wheezing -/-

Circulation

: akral hangat, CRT < 2, sianosis (-), BJ I & II normal, gallop (-), murmur (-), Edema

Balance : In : Infus

: 765 cc

880 cc

Minum : 85 cc Out : Urine : 500 cc IWL Total balance Balance komulatif Urine /jam Disability : 250 cc : + 130 cc : + 260 cc : 20,8 cc/jam : GCS E1VxM1 , pupil isokor 1 mm/ 1mm, RCL +/+, RCTL +/+ Therapy :750 cc

diet : Dex 5% 5 x 10 ccIVFD : I RL 12 tetes/menit MM : Suntikan :Dexamethason Rantin Zidiflex Farmadol Proris supp 10 tetes/menit 3 x 1,25 mg 2 x 8 mg 2 x 750 mg 3 x 200 mg 3 x 100 mg

Laboratorium

12.06.2011 Status GeneralisKeadaan umum: tampak sakit berat Kesadaran : E2 Vx M3 Nadi : TD : 70/50 mmHg Suhu : RR: 38 x/menit 118 x/menit 36,6 0c

Airway: Terpasang ETT no. 4 terhubung ke ventilator mode SIMV dengan 02 40% 8 peep.Terpasang NGT di lubang hidung kanan. Breathing: I: pergerakkan dinding dada simetris P : sulit dinilai P : sulit dinilai A: BND bronchial, Rhonki +/+ kering, Wheezing -/Circulation : akral hangat, CRT < 2, sianosis (-), BJ I & II normal, gallop (-), murmur (-), Edema

Balance : In : Infus : 600 cc Minum : 170 cc

770 cc

Out : Urine : 300 cc 660 cc IWL : 360 cc Total balance : + 110 cc Balance komulatif : + 370 cc Urine /jam : 12 cc/jam Disability : GCS E2VxM3 , pupil isokor 1 mm/ 1mm, RCL +/+, RCTL +/+ Therapy : diet : SV 6 x 30cc IVFD : I Ka-en 3A 8 tetes/menit I RL 10 tetes/menit stop MM : Suntikan : Rantin 2 x 8 mg Zidiflex 2 x 750 mg Farmadol 3 x 200 mg Proris supp 3 x 100 mg k/p

Laboratorium

13.06.2011

Status GeneralisKeadaan umum: tampak sakit berat Kesadaran : E1 Vx M2 Nadi : TD : 70/50 mmHg Suhu : RR: 38 x/menit

142 x/menit 36,5 0c

Airway: Terpasang ETT no. 4 terhubung ke ventilator mode SIMV dengan 02 45% 8 peep.Terpasang NGT di lubang hidung kanan. Breathing: I: P: P: A: pergerakkan dinding dada simetris sulit dinilai sulit dinilai BND bronchial, Rhonki +/+ kering, Wheezing -/-

Circulation : akral hangat, CRT < 2, sianosis (-), BJ I & II normal, gallop (-), murmur (-), Edema

Balance : In : Infus : 400 cc Minum : 330 cc

730 cc

Out : Urine : 280 cc Diare : 475 cc 1115 cc IWL : 360 cc Total balance : - 385 cc Balance komulatif : - 15 cc Urine /jam : 11,6 cc/jam Disability Therapy : GCS E1VxM2 , pupil isokor 1 mm/ 1mm, RCL +/+, RCTL +/+ : diet : SV 6 x 40 cc IVFD : I Ka-en 3A 8 tetes/menit MM : Suntikan : Rantin 2 x 8 mg Zidiflex 2 x 750 mg Farmadol 3 x 200 mg Proris supp 3 x 100 mg k/p

Laboratorium

14.06.2011

Status GeneralisKeadaan umum: tampak sakit berat Kesadaran : E1 Vx M1 Nadi : TD : tidak teraba Suhu : RR : 38 x/menit

85 x/menit 34,9 0c

Airway: Terpasang ETT no. 4 terhubung ke ventilator mode V-CMV dengan 02 80% 3 peep. Terpasang NGT di lubang hidung kanan. Breathing: I: P: P: A: pergerakkan dinding dada simetris sulit dinilai sulit dinilai BND bronchial, Rhonki +/+ kering, Wheezing -/-

Circulation : akral hangat, CRT < 2, sianosis (-), BJ I & II normal, gallop (-), murmur (-), Edema

Balance

Infus : 700 cc 750 cc Minum : 50 cc Out : Urine : Diare : 100 cc 460 cc IWL : 360 cc Total balance : + 290 cc : GCS E1VxM1 , pupil isokor 1 mm/ 1mm, RCL +/+, RCTL +/+ : diet : puasa IVFD : I Ka-en 3A 8 tetes/menit MM : Suntikan : Rantin Zidiflex Farmadol Proris supp

In:

Disability

Therapy

2 x 8 mg 2 x 750 mg 3 x 200 mg 3 x 100 mg k/p

Laboratorium

15.06.2011

Status GeneralisKeadaan umum: tampak sakit berat Kesadaran : E1 Vx M1 TD : tidak teraba RR : 38 x/menit

Nadi : Suhu :

85 x/menit 34,9 0c

Airway: Terpasang ETT no. 4 terhubung ke ventilator mode V-CMV dengan 02 80% 3 peep. Terpasang NGT di lubang hidung kanan. Breathing : I: P: P: A: pergerakkan dinding dada simetris sulit dinilai sulit dinilai BND bronchial, Rhonki +/+ kering, Wheezing -/-

Circulation : akral hangat, CRT < 2, sianosis (-), BJ I & II normal, gallop (-), murmur (-), Edema

Balance

In: Transfusi darah : 50 cc Infus : 305 cc Out : Urine : Diare : IWL : 360 cc Total balance Balance Komulatif

355 cc

360 cc : - 5 cc : + 270 cc

Disability

: GCS E1VxM1 , pupil isokor 1 mm/ 1mm, RCL +/+, RCTL +/+ : diet : puasa IVFD : I Ka-en 3A 8 tetes/menit MM : Suntikan : Zidiflex Farmadol Proris supp

Therapy

2 x 750 mg 3 x 200 mg 3 x 100 mg k/p

Laboratorium

16.06.2011

Status GeneralisKeadaan umum: tampak sakit berat Nadi : Kesadaran : E1 Vx M1 Suhu : TD : 40/palpasi 102 x/menit 34 0c

Airway: Terpasang ETT no. 4 terhubung ke ventilator mode V-CMV dengan 02 80% 3 peep. Terpasang NGT di lubang hidung kanan. Breathing: I: P: P: A: pergerakkan dinding dada simetris sulit dinilai sulit dinilai BND bronchial, Rhonki +/+ kering, Wheezing -/-

Circulation : akral hangat, CRT < 2, sianosis (-), BJ I & II normal, gallop (-), murmur (-), Edema

Balance

In: Infus Out : Urine BAB (melena) IWL Total balance

: 402 cc : : 20 cc : 360 cc : + 42 cc

380 cc

Disability

: GCS E1VxM1 , pupil isokor 1 mm/ 1mm, RCL +/+, RCTL +/+ : diet : Dextrose 6 x 10 cc IVFD : I Ka-en 1B 8 tetes/menit Albumin 20% 50 cc Sp Dobuject 250 mg MM : Suntikan : Zidiflex Farmadol Cimetidine Proris supp

Therapy

2 x 750 mg 3 x 200 mg 2 x 10 mg 3 x 100 mg k/p

Laboratorium