Power Point Bu Titik Print - Copy

  • View
    73

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Power Point Bu Titik Print - Copy

1. Maemunah 09010150612. Lilik Hikmayati 090105058 3. Intan Laily Qadariah 09010150

4. Muhammad Romli 09010150

Terapi Rasional Emotif (TRE) yang dikembangkan oleh Albert Ellis ini sebagai bahan pembahasan berdasarkan pemikiran bahwa TRE bias menantang para mahasiswa untuk berpikir tentang sejumlah masalah dasar yang mendasari konseling dan psikoterapi.

Pandangan teoritis tentang cirri-ciri tertentu kepribadian dan tingkag laku berikut gangguangangguannya memisahkan terapi rasional emotif dari teori yang melandasi sebagian besar pendekatan terapi yang lainnya. Rangkungan pandangan tRE tentang manusia adalah sebagai berikut. Neurosis, yang didefinisikan sebagai berpikir dan bertingkah laku irasional adalah suatu keadaan alami yang pada taraf tertentu menimpa kita semua. Keadaan ini berakar dalam pada penyataan bahwa kita adalah manusia dan hidup dengan manusia-manusia lain dalam masyarakat.

Teori A-B-C tentang Kepibadian Terapi rasional emotif dimulai dengan ABC: a. Activating experiences b. Beliefs c. Consequence C adalah konsekuensi atau reaksi emosional seseorang. Reaksi ini bisa layak dan bisa pula tidak layak. A (peristiwa yang mengakifkan) bukan penyebab timbulnya C (konsekuensi emosional). Alih-alih, B yaitu keyakinan individu tentang A yang menjadi penyebab C, yakni reaksi emosional.

Hubungan antara terapis dan Klien Masalah hubungan pribadi antara terapis dank lien dalam TER memiliki arti yang berbeda dengan arti yang terdapat dalam kebanyakan bentuk terapi lainnya. Menurut Ellis kehangatan pribadi, afeksi, dan hubungan pribadi antara terapis dan klien yang intens memiliki arti yang sekunder. Menurut Ellis para pempraktek Rasional Emotif cenderung tampil Informal dan menjadi dirinya sendiri, Mereka sangat aktif dan direktif sertasering memberikan pandangan-pandangan sendiri tanpa ragu.

Ellis menyatakan bahwa TRE menekankan pentingnya para terpis sebagi model bagi klien.terapis memainkan sebagai model yang tidak terganggu secara emosional. Dan hidup secara rasional

Dalam terapi rasional emotif, terdapat tiga teknik yang besar: 1.Teknik-TeknikKognitif Teknik-teknik kognitif adalah teknik yang digunakan untuk mengubah cara berfikir klien. Ada empat teknik besar dalam teknik-teknik kognitif a. Teknik Pengajaran -. b. Teknik Persuasif c. Teknik Konfrontasi d. Teknik Pemberian Tugas 2.Teknik-TeknikEmotif Teknik-teknik emotif adalah teknik yang digunakan untuk mengubah emosi klien. Antara teknik yang sering digunakan ialah; a. Assertive Training, b. Sosiodrama, c. Self Modeling, d. Imitas 3.Teknik-TeknikBehavioristik Teknik ini khusus untuk mengubah tingkah laku pelajar yang tidak diingini. Antara teknik ini ialah: a. Teknik Reinforcement b. Teknik Social Modelling

Penerapan pada terapi individualTRE yang diterapkan pada penanganan seorang kepadasebaiknya menjalani terapi individual maupun kelompok dalam periode tujuh bulan sampai 1 Tahun kepada orang orang yang memiliki suatu masalah yang spesifik atau yang ingin menjalani terapi singkat dengan cara melakukan sepuluh kali pertemuan terapi. Dalam penerapan TRE pada suatu individu terapis mengajak klien untuk melihat keyakinan keyakinan irasional yang diasosiasikan dengan kejadian kejadian pencetus dan mengajak klien untuk mengatasi keyakinan keyakinan irasionalnya. seorang pada umumnya, waktunya relative singkat yang mengalami gangguan emosional berat

Penerapan pada terapi kelompok TRE sangat cocok untuk diterapkan pada terapi kelompok karena semua anggota diajari untuk menerapkan prinsip prinsip TRE pada rekan rekannya dalam setting kelompok. Dalam setting kelompok para anggota juga memiliki kesempatan untuk menjalani latihan asertif, permainan peran, mereka juga dapat belajar berinteraksi dengan orang lain

Kebaikan dan Kelemahan Terapi Rasional EmotifKebaikan 1. Pendekatan ini cepat sampai kepada masalah yang dihadapi oleh klien. Dengan itu perawatan juga dapat dilakukan dengan cepat. 2. Kaedah pemikiran logik yang diajarkan kepada klien dapat digunakan dalam menghadapi gejala yang lain. 3. Klien merasakan diri mereka mempunyai keupayaan intelektual dan kemajuan dari cara berfikir Kelemahan 1. Ada klien yang boleh ditolong melalui analisa logik dan falsafah, tetapi ada pula yang tidak begitu geliga otaknya untuk dibantu dengan cara yang sedemikian yang berasaskan kepada logika. 2. Ada setengah klien yang begitu terpisah dari realiti sehingga usaha untuk membawanya ke alam nyata sukar sekali dicapai. 3. Ada juga klien yang terlalu berprasangka terhadap logik, sehingga sukar untuk mereka menerima analisa logik.

Tujuan TRE

Membantu klien untuk membebaskan diri dari gagasanggasan yang tidak logis dan untuk belajar gagasan-gagasan yang logis sebagai penggantinya. Sasarannya adalah menjadikan klien menginternalisasi suatu filsafat hidup yang rasional sebagaimana dia menginternalisasi keyakinankeyakinan dagmatis yang irasional dan takhyul yang berasal dari orang tuanya maupun dari kebudayaannya.Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, terapis memiliki tugastugas yang spesifik. Langkah pertama adalah menujukkan kepada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinan-keyakinan irasionalnya, menunjukkan secara kognitif bahwa klien telah memasukkan banyak keharusan, sebaiknya, dan semestinya. Klien harus belajar memisahkan keyakinankeyakinannya yang rasional dari keyakinan-keyakinan irasionalnya. Agar klien mencapai kesadaran

Terimakasih Di Persilahkan Untuk Bertanya..