Pokok Bahasan 1

  • View
    438

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Pokok Bahasan 1

Pokok Bahasan 1 PENGENALAN DAN KEGIATAN-KEGIATAN PERSIAPAN CORPORATE PLANNING

Tujuan:PROSES CORPORATE PLANNINGPERSIAPAN

Menyamakan pemahaman di kalangan Tim Teknis BUMD / Unit Usaha Daerah yang akan bertugas menyusun Corporate Plan (1) Pengertian, kegunaan Corporate Plan / Business Plan (Rencana Korporat / Rencana Bisnis) bagi sebuah korporasi/badan usaha; (2) Perbedaan paradigmatik antara perencanaan BUMD di era reformasi dan otonomi daerah dengan perencanaan di era sebelumnya; (3) Kandungan pokok, proses/tahapan kegiatan dan jangka waktu pengerjaan; (4) Peran Konsultan pendamping, jika diperlukan; (5) Tugas, struktur dan mekanisme kerja Tim Teknis Penyusunan Corporate Plan. Metode Pendekatan: Pemaparan Diskusi Audiensi

PENJARINGAN ASPIRASI STAKEHOLDER PENETAPAN MISI DAN VISI

ANALISIS SWOT

PENETAPAN SASARAN DAN PILIHAN STRATEGI PENYUSUNAN PROGRAM PERUSAHAAN EVALUASI KELAYAKAN PROGRAM PELAKSANAAN DAN AKUNTABILITAS

Produk / Sasaran: Kesepahaman mengenai prinsip-prinsip perencanaan strategis dan corporate planning, kegunaan Corporate Plan serta terbangunnya komitmen untuk menyusun dan memfungsikan Corporate Plan sebagai acuan dalam pengusahaan dan pengembangan BUMD / Unit Usaha Daerah ke depan; Kesepahaman mengenai dan proses penyusunan sebuah Corporate Plan, dan perlunya dokumen tersebut disusun sendiri oleh perusahaan / unit usaha yang bersangkutan; Tersusunan outlinenya dan lingkup bahasan dokumen Corporate Plan yang hendak disusun; Kesepahaman mengenai pengertian dan posisi stakeholder bagi suatu organisasi, dan perlunya menyerap aspirasi: kebutuhan, keluhan, harapan dan impian para stakeholder dalam perumusan misi, visi,

Pokok Bahasan 1

1

identifikasi SWOT, penetapan sasaran dan penyusunan program perusahaan ; Pemahaman mengenai tugas-tugas pokok Tim Teknis Penyusun Corporate Plan; Pemahaman mengenai lingkup Bantuan Teknis Konsultan Rencana kerja dan dan anggaran operasional Tim Teknis Penyusun Corporate Plan Penulisan Dokumen: Pendahuluan biaya

Pokok Bahasan 1

2

Masukan / Referensi: Pedoman Corporate Plan BUMD dan referensi lainnya; Corporate Plan periode sebelumnya, jika ada Rencana Induk (Master Plan), terutama bagi BUMD-BUMD yang mengelola infrastruktur publik, jika ada; Studi-studi yang pernah dilakukan, jika ada; Corporate Plan BUMD sejenis

Jangka Waktu Penyelesaian Tahap Ini: 2 pekan

Tindak Lanjut: visi Penyusunan kerangka kerja perumusan misi dan

Penyusunan kerangka kerja evaluasi kondisi internal dan eksternal Pengumpulan data dasar, seperti data sosialekonomi, demografi dan lain-lain. Penjaringan aspirasi stakeholder

Bahan Bacaan: (1) Dasar-Dasar Corporate Planning BUMD; (2) Tujuan dan Lingkup pendampingan Konsultan Lampiran; A. Rencana tindak Tim Teknis selama periode persiapan B. Outline dan Syllabus Corporate Plan

Pokok Bahasan 1

3

PenjelasanTujuanCorporate Plan adalah dokumen rencana strategik jangka menengah (36 tahun) sebuah perusahaan pada level organisasi/korporasi , yang akan digunakan perusahaan tersebut sebagai acuan dalam penyusunan

Pengertian Corporate Plan di sini ialah dokumen rencana strategik jangka menengah (36 tahun) sebuah perusahaan / unit usaha pada level korporasi/organisasi, yang akan digunakan perusahaan tersebut sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran tahunan perusahaan. Secara lebih spesifik, Corporate Plan memuat misi dan visi organisasi, sasaran dan strategi serta program yang diperlukan guna mewujudkan misi organisasi tersebut sesuai dengan visi yang disepakati, dengan mempertimbangkan kondisi dan dinamika eksternal yang dihadapi serta kompetensi, kapasitas dan potensi sumber daya yang dimiliki perusahaan. Dengan adanya Corporate Plan yang disusun dengan baik, maka rencana kerja dan anggaran tahunan perusahaan dapat disusun secara terfokus, terarah dan realistik Pada waktu pembahasan sub-modul persiapan ini dilakukan, Tim Teknis Penyusunan Corporate Plan sudah terbentuk. Selain membahas, mendalami dan menyepakati berbagai aspek dalam penyusunan Corporate Plan yang disajikan dalam modul ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Tim Teknis. Pertama, adanya perbedaan paradigmatik yang cukup signifikan antara pendekatan perencanaan perusahaan yang yang dijadikan landasan keseluruhan modul ini dengan perencanaan BUMD pra-reformasi dan pra-otonomi. Perbedaan-perbedaan tersebut adalah. .

perencanaan yang disusun sendiri akan lebih realistik dan lebih menimbulkan rasa memiliki, sehingga lebih mungkin dan cenderung untuk dilaksanakan

(1) Perencanaan dilakukan sendiri oleh BUMD / unit usaha yang bersangkutan. Bantuan konsultan, jika ada, hanya sebagai fasilitator dan bersifat komplementer. Selain perencanaan memang merupakan salah satu fungsi manajemen, perencanaan yang disusun sendiri akan lebih sesuai dengan kebutuhan, realistik serta lebih menimbulkan rasa memiliki, sehingga lebih mungkin dan cenderung untuk dilaksanakan;(2) Perencanaan tidak lagi difokuskan pada hal-hal fisik dan

atau berorientasi proyek, tetapi pada peningkatan kemampuan kelembagaan secara menyeluruh (capacity building), karena tanpa peningkatan kemampuan kelembagaan, maka pemanfaatan investasi fisik sering tidak optimal. Perencanaan yang dilakukan sendiri pada dasarnya juga merupakan bagian dari peningkatan kemampuan kelembagaan BUMD / unit usaha yang bersangkutan;

Pokok Bahasan 1

4

agar berbagai aspirasi stakeholder terakomodasi dalam perencanaan, karena pada dasarnya keberadaan suatu organisasi adalah untuk memenuhi kebutuhan

(3) Perencanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, yaitu dengan melibatkan pihak-pihak yang sangat berkepentingan kepada perusahaan (stakeholder), utamanya konsumen, masyarakat, pemilik, manajemen dan karyawan. Hal ini bertujuan: (a) agar berbagai aspirasi stakeholder terakomodasi dalam perencanaan, karena pada dasarnya keberadaan suatu organisasi adalah untuk memenuhi kebutuhan stakeholdernya, dan (b) agar perusahaan mendapat dukungan yang maksimal dari para stakeholder, karena tanpa dukungan mereka sangat sukar bagi perusahaan untuk melaksanakan program-programnya dengan baik. Kedua, anggota Tim Teknis biasanya terdiri dari berbagai disiplin ilmu, pengalaman, dan di antaranya sudah ada pernah mengikuti lokakarya dan pelatihan mengenai rencana strategis untuk instansi pemerintah, yang umumnya mengacu kepada Inpres No. 7/1999 mengenai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang pada dasarnya tidak bisa diterapkan begitu saja kepada perencanaan strategik untuk entitas bisnis yang mempunyai sifat-sifat dasar yang berbeda dengan sebuah instasi Pemerintah. Prinsip-prinsip mengenai konsep dan kandungan Corporate Plan pada modul ini mengacu kepada konsep-konsep yang digunakan dalam literatur manajemen strategik serta pedoman penyusunan Rencana Jangka Panjang / Corporate Plan BUMN dan BUMD yang disiapkan oleh instansi pemerintah terkait, antara lain. (1) Pedoman Penyusunan Corporate Plan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang disiapkan oleh Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum Pemerintahan Daerah Departemen Dalam Negeri, 2000 (2) Guidelines for Preparation of Corporate Plan by Indonesian Regional Drinking Water Enterprises (PDAMs) yang disiapkan oleh proyek kerjasama Pemerintah Indonesia (Bappenas, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Dalam Negeri dan Departemen Keuangan) dengan World Bank di bawah Proyek National Water Supply Sector Project, April 1995. (3) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No 102 tahun 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang Badan Usaha Milik Negara

Pokok Bahasan 1

5

Perbedaan yang cukup prinsipil misalnya pada pengertian misi. Dalam perencanaan strategik instansi pemerintah misi umumnya diartikan sebebagai langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan visi, sedangkan Misi dirumuskan dalam kepustakan manajemen strategik yang juga dengan dengan digunakan dalam pedoman-pedoman di atas ialah alasan menjawab fundamental dari keberadaan atau raison dtre pertanyaan: Apa bisnis kita?, sebuah organisasi, dirumuskan dengan dengan menjawab sementara Visi pertanyaan: Apa bisnis kita?, sementara Visi menjawab menjawab pertanyaan Kita ingin seperti apa. Dalam perspektif ini pertanyaan Kita misi harus dittentukan terlebih dahulu sebelum penetapan ingin seperti apa visi, sekalipun dalam pelaksanaanya bisa terdapat interaksi dan saling pengaruh antar keduanya. Untuk lebih jelasnya hal tersebut dapat dilihat pada The vocabulary of strategy dari Gerry Johnson dan Kevan Scholes berikut ini.Istilah Misi Definisi Contoh Pada Perorangan

Maksud utama dari Menjadi sehat dan bugar keberadaan suatu organisasi yang mencerminkan nilainilai atau harapan dari para stakeholder Keadaan masa depan yang diinginkan: aspirasi dari suatu organisasi Pernyataan umum mengenai maksud atau tujuan Memimpin di London marathon Mengurangi berat badan sebanyak 10 pounds dalam bulan September dan mengikuti marathon dalam tahun 1998 Mengurangi berat badan dan mengencangkan otototot Kedekatan dengan sebuah fitness center, keluarga dan teman-teman yang mendukung dan keberhasilan menjalani diit di waktu yang lalu Bergabung dengan suatu jaringan kerjasama (misalnya menjadi anggota klub lari, berlatih secara teratur, bertarung di lari maraton setempat, menjalani dengan ketat diit yang sesuai)

Visi atau target strategik Sasaran (Goal)

Tujuan (Objective)

Kuantifikasi (jika memungkinkan) atau pernyataan yang lebih terukur mengenai sasaran

Kompetensi Sumberdaya, cara Inti pengolahan dan keahlian yang menghasilkan keuntungan kompetitif

Strategi

Arahan jangka panjang

Struktur Strategik

Gabungan dari sumberdaya, Latihan khusus dan sistem cara pengolahan dan diit, pelatihan yang tepat kompetensi yang membuat dll. strategi berhasil gun