Click here to load reader

Pleomorfik Adenoma (2)

  • View
    102

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Pleomorfik Adenoma (2)

Adenoma Pleomorfik

9/19/2012

1

Kelompok 13 Rizki Yulita Rahmah Basuni M. Fauzan Anshari

2

DefinisiAdenoma pleomorfik merupakan tumor kelenjar liur yang paling banyak ditemukan, berkisar 60%-80% dari seluruh tumor jinak di kelenjar liur. Tumor ini sering disebut tumor campur jinak ( benign mixed tumor )

Carroll WR, et all; 20023

kelenjar saliva mayor : kelenjar parotid 85% kelenjar saliva minor : palatum dan bibir atas

Carroll WR, et all; 20024

Adenoma pleomorfik (mixed tumor) adalah tumor jinak yang terdiri dari komponen epitel, mioepitel dan mesenkim

Spiro Ronald, et all: 2001

5

Etiologi Belum diketahui secara pasti Diduga karena keterlibatan lingkungan dan faktor genetik Simian virus (SV 40) memainkan peranan penting dalam perkembangan Adenoma Pleomorfik Ekspresi berlebih rasP-21, C-erbB-2, dan P-53

Spiro Ronald, et all: 2001

6

PatofisiologiEkspresi berlebih rasP-21, C-erbB-2, dan P53 akan menyebabkan ketidaktepatan regulasi perkembangan siklus sel, akibatnya terjadi kekacauan pengaturan sinyal-sinyal inisiator apoptosis, sehingga perkembangan apoptosis menjadi terhambat dan terjadi perkembangan klon-klon sel APP neoplastik yang membawa sifat borderline malignancy.

Jurnal Kedokteran Gigi, FKG UNPAD, Vol. 15, 2003

7

Gambaran klinis Berupa benjolan pada depan bawah daun telinga atau angulus mandibula tidak memberikan gejala Pada perabaan : - massa kenyal padat - permukaan licin - kadang berbenjol-benjol dengan batas yang tegas , tidak nyeri tekan dan dapat digerakkanDe Zinis LOR, et all: 20088

Bermetastase dan dapat berubah menjadi ganas jarang massa tumor tunggal, keras, bulat, bergerak (mobile), pertumbuhan lambat, tanpa rasa sakit, nodul tunggal

De Zinis LOR, et all: 2008

9

9/19/2012

10

CT scan parotis

9/19/2012

11

Adenoma Pleomorfik pada kelenjar saliva minor di palatum

12

HPASecara makroskopis tampak berkapsul kenyal padat berlobus-lobus batas yang tegas

Eisele DW, et all: 2001

13

Sumber : Ellis GL dan Auclair PL. Atlas of tumor pathology. 3rd series. Fasicles 17: Tumors of the salivary glands. Armed forces Institute Of 14 9/19/2012 Pathology.1996. Washington D.C.

Secara mikroskopik terlihat sel-sel tumor dan penonjolan kecil tumbuh pada permukaan luar

9/19/2012

15

16

Secara histopatologi terdiri dari campuran unsur epitel, mesenkim yang diduga berasal dari mioepitel dan stroma, dengan pola yang bervariasi Selnya dapat sedikit sampai banyak Stroma ini pada tumor yang sama dapat berbentuk miksoid, kondroid, fibroid atau osteoid tumor campur (mixed tumor)Eisele DW, et all: 200117

Pada kelenjar parotid, Adenoma Pleomorfik dikelilingi sebuah kapsul yang fibrous, dengan bermacam-macam ketebalan yang tidak sempurna Pada kelenjar saliva minor tidak adanya kapsul bisa di lihat

9/19/2012

18

Komponen Penyusun Jaringan Tumor APP Komponen terdiri dari komponen epitelial, komponen miksomatosa, dan komponen serupa khondroid; sehingga tumor APP memiliki gambaran histologis yang sangat pleomorfik dan disebut sebagai tumor campur kelenjar parotis.Sumber : arsip sediaan bagian patologi anatomi fak. kedokteran/gigi unpad rumah sakit hasan sadikin bandung.19

Sumber : Ellis GL dan Auclair PL. Atlas of tumor pathology. 3rd series. Fasicles 17: Tumors of the salivary glands. Armed forces Institute Of Pathology. 1996. Washington D.C.20

TerapiPerawatan tumor pleomorfic adenoma adalah dengan pembedahan dengan mengupayakan seluruh jaringan tumor terangkat. Jika pengambilan tumor tidak hati-hati dan meninggalkan sel tumor di dalam jaringan mesenkim glandula, maka dapat terjadi kekambuhanSyafriadi, M : 200821

Parotidektomi total mengenai kedua lobus kelenjar parotis - Terapi pilihan APP rekuren disertai diseksi jaringan parut, dengan tetap memelihara keutuhan nervus fasialis

Parotidektomi superfisial hanya mengenai lobus superfisial dari parotis.Modul Kelenjar Ludah Parotis. Edisi I. 200822

Parotidektomi medial hanya mengenai lobus profunda dari kel. parotis Parotidektomi subtotal Kelenjar yang diangkat kurang dari parotidektomi superfisial

Modul Kelenjar Ludah Parotis. Edisi I. 2008

23

Enukleasi - Pembukaan kapsul tumor diikuti dengan pengelupasan atau aspirasi isinya - Pengangkatan tumor tanpa melakukan pengangkatan terhadap kelenjar parotis jika tumor memungkinkan terangkat secara komplit pada tumor yang ukurannya kecilModul Kelenjar Ludah Parotis. Edisi I. 200824

Prosedur radioterapi merupakan kontra-indikasi terapi APP primer, meskipun beberapa peneliti menemukan ia bermanfaat untuk APP rekuren yang selektif.

9/19/2012

25

- Radioterapi diberikan pada kasus yang mengalami kekambuhan atau pada kasus pengangkatan adenoma pleomorfik yang dikhawatirkan tidak terangkat secara adekuat sehingga ditakutkan terjadinya kekambuhan. - Prosedur radioterapi merupakan kontra-indikasi terapi APP primer bermanfaat untuk APP rekuren yang selektif.Carroll WR, et all:200226

Pasca operasi

27

Penilaian fungsi motorik saraf fasialis

9/19/2012

28

TERIMA KASIH

29

Daftar pustaka1. Carroll WR, Morgan CE, DMD, MD. Diseases of the Salivary Glands. In: Balanger editor. Otorhinolaryngology head and neck surgery. BL.Dekler, London; 2002. p.1441-54. De Zinis LOR, Piccioni M, Antonelli AR, Nicolai P. Management and Prognostic Factors of Recurrent Pleomorphic Adenoma of Parotid Gland: Personal Experience and Review of the Literature. Eur Arch Otorhinolaryngolog 2008; 265: 447-452. Eisele DW, Johns ME. Salivary Glan Neoplasms. In : Bailey BJ, Calhoun KH, editors. Head and Neck SurgeryOtolaryngology. 3rd ed vol 2. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2001. p. 1279-97 Kolegium Ilmu THT- bedah Kepala dan Leher Indonesia. Modul Kelenjar Ludah Parotis. Edisi I. Jakarta. 2008.30

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Spiro Ronald, Lim, Dennis. Malignant Tumor of Salivary Gland. Dalam: Springer, Surgical Oncology An Algorithmic Approach. Departement og General Surgey Rich Medical College. Chicago:2001;62-67 Perkembangan Sifat Borderline Malignancy Tumor Adenoma Pleomorfik Parotis oleh Ekspresi Berlebih rasP-21, c-erbB-2 dan P-53, Jurnal Kedokteran Gigi, FKG UNPAD, Vol. 15, No. 3, hal 261-4, Juli 2003 Syafriadi, M. 2008. Patologi Mulut Tumor Neoplastik dan Non Neoplastik Rongga Mulut. Yogyakarta : Andi Yogyakarta. 31-82.

9/19/2012

31

Search related