Click here to load reader

PLENO SKENARIO 1 kelompok 10.pptx

  • View
    221

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of PLENO SKENARIO 1 kelompok 10.pptx

PLENO SKENARIO 1

PLENO SKENARIO 1OLEH KELOMPOK 10Anisa Ika Pratiwi1118011009Anisa Nuraisa Djausal1118011010Berta Yolanda Selviana1118011022Diah Septia Liantari1118011023Muhamad Yogie Fadli1118011082Pratiwi Wulandari1118011098Ratih Nur Indah Siregar1118011106 Rosseane Maria1118011116Rozi K Warganegara1118011117Sugma Suwito1118011128

ANGGOTA KELOMPOKNafas si kecil yang Kembang Kempis

Pasien, bayi laki berusia 8 bulan datang diantar ibunya ke UGD Puskesmas Rawat Inap Rajabasa dengan keluhan sesak napas dan demam tinggi sejak 2 hari yang lalu. Dr. A yang sedang berjaga di UGD puskesmas tersebut melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Menurut pengakuan ibu pasien sebelumnya ada riwayat batuk pilek sejak 1 minggu yang lalu. Sesak 2 hari yang lalu, sekarang sesak dirasakan makin lama makin berat.Pada pemeriksaan fisik didapatkan Respiratory Rate (RR): 60x/menit, Temperatur (T): 39oC, nadi (N): 110x/menit. Inspeksi terlihat bayi sianosis, dispneu, napas cuping hidung, retraksi dinding dada. Perkusi didapatkan sonor dan auskultasi terdengar ronki basah halus nyaring di basal paru dan tidak ditemukan mengi. Dokter A memberikan penatalaksanaan awal dan kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi.

SKENARIO Ronki Basah Halus : Merupakan suara tambahan yang timbul dari paru dan bunyinya seperti suara gesekan antar rambut. Ronki adalah bunyi singkat tidak kontinu, tidak musical, dan terbanyak terdengar saat inspirasi. Ronki timbul bila terdapat cairan di bagian dalam bronkus dan terdapat kolaps saluran napas distal dan alveolus.

STEP 1Intrepertasi pemeriksaan fisik ?Difrential diagnosis ?Hubungan batuk pilek dengan sesak nafas?Penyakit apa saja yang dapat menyebabkan penderita seperti ini? (Faktor Predesposisi)Tatalaksana awal pada pasien? (LO+TALAK Lanjutan)

STEP 2STEP 3&4Inspeksi : pernafasan cuping hidung(+), sianosis sekitar hidung dan mulut, dispneu, napas cuping hidung, retraksi dinding dada. respirasi rate (RR): 60x/menit Palpasi : Stem fremitus yang meningkat pada sisi yang sakitNadi: 110x/menit. Normalnya berdasarkan umur adalah 0-1 bulan :70-130 x / menit1-11 bulan : 80-160x/menit1-2 tahun : 80-130x / menit3-4 tahun : 80-120x/menit5-6 tahun : 75-115x/menitJadi kalau dari skenario dengan umur 8 bulan nadi 110x/menit ini dikatakan normal

1. Interpretasi Hasil Pemeriksaan

Perkusi : Sonor memendek sampai beda (normal)Auskultasi : Suara pernafasan mengeras ( vesikuler mengeras )disertai ronki basah halus sampai sedang . Auskultasi terdengar ronki basah halus nyaring di basal paru dan tidak ditemukan mengi.Ronki basah merupakan suara nafas tambahan berupa vibrasi terputus putus ( x kontinue) akibat getaran yang disebabkan oleh adanya cairandalam jalan nafas yang dilalui udara. Jadi kondisi ini dikatakan abnormal.

PneumoniaBronkitisBronkiolitisAsma2. Diagnosis Banding

PNEUMONIABRONKIOLITISASMABRONKITIS AKUTDEFINISIinfeksi akut parenkim paru yang meliputi alveolus dan jaringan interstisiilpenyakit IRA bawah yang ditandai dengan adanya inflamasi pada bronkiolusmengiberulang dan/atau batuk persisten dengan karakteristik sebagai berikut; timbul secara episodik, cenderung pada malam / dini hari (nokturnal), musimanProses inflamasi yang mengenai trakea, bronkus utama, dan menengah, yang bermanifestasi sebagai batuk, serta biasanya akan membaik tanpa terapi dalam 2 mingguETIOLOGIRSV, campak, variselazooster, parainfluenza,influenza, adenovirus,Streptococcuspneumoniae, S.aureus,M.tuberculosisRSV, parainfluenza,virus influenza,adenovirus, rhinovirus,M.pneumoniaeDisebabkan oleh berbagai faktor pencetus (alergen dalam ruangan seperti tungau, debu rumah, binatang berbulu,dll) dan faktor pemacu (rhinovirus, ozon, pemakaian 2 agonist).Virus 90% kasus Rhinovirus, RSV, virus Influenza, virus Paraifluenza, Adenovirus, virus Rubeola, Paramyxovirus

GEJALA KLINISdidahului ISPA selama beberapa hari. Demam 39-40oc sering kejang dispnu, pernafasan cepat dan dangkal ,pernafasan cuping hidung dan sianosis di sekitar hidung dan mulut. Batuk awalnya kering kemudian menjadi produktif.

Gejala awal ISPA akibat virusKemudian timbul batuk yang disertai dengan sesak nafas.wheezing, merintih, nafas berbunyi, muntah setelah batuk, rewel dan penurunan nafsu makan.

Adanya batuk dan atau mengi yang progresifSesak napas ringan sedangNocturnalEpisodikRiwayat atupi dalam keluargDemam, nyeri kepala, nyeri otot selama 3-4 hari diikuti dengan batuk. Awalnya batuk bersifat kering dan keras, kemudian berkembang menjadi batuk yang produktif, dahak bisa jernih atau purulen. Batuk biasanya berlangsung 7-10 hari, tetapi dapat juga berlangsung sampai 3 minggu. Pada anak kecil,usaha untuk mengeluarkan dahak yang lengket dan kental dapat merangsang muntah

Bakteri patogen yang biasa masuk lewat inhalasi merusak epitel mukus-destruksi bronkus infiltrasi alveolus terjadi gangguan di paru paru dan akhirnya terjadi sesak nafas.

3.Hubungan Batuk Pilek dan Sesak NafasInfeksi : pada bagian parenkim paru yang disebabkan oleh mikroorganisme.Seperti Batuk,influenza,faringitis,laringitis,rinitis

Juga bisa disebabkan oleh PPOK, kejang, penyakit kronis, penurunan imunitas, perawatan rumah sakit dll4.FAKTOR PREDESPOSISI1.Macam macam Ronki ?2.Denyut nadi normal bayi 8 bulan ?3.Tatalaksana awal dan lanjutan pada skenario?4.Penyebab demam dan sesak nafas?5.Patofisiologi efusi pleura ?6.Perbedaan DD Bronkitis BronkiolitisPneumonia

STEP 5STEP 7Ronki ada 2 macam Ronki Basah: terdengar terputus-putus, terutama saat inspirasi dlm, dibagi menjadi 2 yaitu :

Ronki basah kasar: suara gelembung udara besar yg pecah, byk sekret di sal.napas besar, batuk tdk adekuat Ronki basah sedang:suara gelembung udara kecil yg pecah, byk sekret di sal.napas kecil, bronkiektasi, brpneumoniaRonki basah halus:krepitasi/gesekan rambut, early lung edema & pneumonia1. Macam-macam RonkiRonki Kering:Terdengar kontinyu/terus menerus, lebih terdengar saat ekspirasi dan dibedakan menjadi 2 berdasarkan nadanyaBernada rendah: suara org mengerang, obst. parsial sal. napas besarBernada tinggi : wheezing, obst. sal. napas kecil

Bayi dan anak berusia 2 bulan 5 tahunPneumonia beratBila ada sesak napasHarus dirawat dan diberikan antibiotikPneumoniaBila tidak ada sesak napasAda napas cepatTidak perlu dirawat, diberikan antibiotik oral

Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Untuk Pelayanan Kesehatan Primer :Bukan pneumoniaBila tidak ada napas cepat dan sesak napasTidak perlu dirawat dan tidak perlu antibiotik, hanya diberikan pengobatan simptomatis seperti penurun panasPedoman Diagnosis dan Tata Laksana Untuk Pelayanan Kesehatan PrimerBayi berusia dibawah 2 bulanPneumoniaBila ada napas cepat atau sesak napasHarus dirawat dan diberikan antibiotikBukan pneumoniaTidak ada napas cepat atau sesak napasTidak perlu dirawat, cukup diberikan pengobatan simptomatis

Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Untuk Pelayanan Kesehatan PrimerDasar tatalaksana pneumonia rawat inap adalah pengobatan kausal dengan antibiotika yang sesuai, serta tindakan suportifAntibiotik dipilih berdasarkan pengalaman empiris, yaitu kemungkinan etiologi penyebab dengan mempertimbangkan usia dan keadaan klinis pasien serta faktor epidemiologisTatalaksanaPada pneumonia rawat jalan diberikan antibiotik lini pertama secara oral misalnya amoksisilin atau kotrimoksazolDosis amoksisilin yang diberikan adalah 25 mg/KgBBDosis kotrimoksazol adalah 4 mg/kgBB TMP 20 mg/kgBB sulfametoksazol).

Pneumonia rawat jalan Pilihan antibiotika lini pertama dapat menggunakan beta-laktam atau kloramfenikolPada pneumonia yang tidak responsif terhadap obat diatas, dapat diberikan antibiotik lain seperti gentamisin, amikasin, atau sefalosporinTerapi antibiotik diteruskan selama 7-10 hari pada pasien dengan pneumonia tanpa komplikasi

Pneumonia rawat inapPada neonatus dan bayi kecil, terapi awal antibiotik intravena harus dimulai sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya sepsis atau meningitisAntibiotik yang direkomendasikan adalah antibiotik spektrum luas seperti kombinasi beta-laktam/klavunalat dengan aminoglikosid, atau sefalosporin generasi ketigaBila keadaan sudah stabil, antibiotik dapat diganti dengan antibiotik oral selama 10 hariPneumonia rawat inap

4. Penyebab Demam dan Sesak NafasPenyebab sesak nafas :

Penyakit saluran nafasAsma Bronkitis kronis Emfisema Sumbatan laringTertelan benda asingPerubahan permeabilitas membran pleura (proses inflamasi, penyakit keganasan, emboli paru )Penurunan tekanan onkotik intravaskular (hipoalbuminemia, sirosis hepatis)Meningkatnya permeabilitas kapiler atau kerusakan vaskular (trauma, penyakit neoplasma, proses inflamasi, infeksi, infark paru, hipersensitivitas obat,uremia,pankreatitis)Meningkatnya tekanan hidrostatik kapiler sistemik atau sirkulasi paru (misal: CHF, Sindroma vena cava superior)Berkurangnya tekanan pada rongga pleura sehingga paru tidak dapat mengembang (misal : atelektasis, mesotelioma )5.Patogenesis Efusi PleuraKetidakmampuan paru untuk mengembangPenurunan atau blokade aliran limfatik, termasuk sumbatan duktus torasikus ataupun ruptur (misal : keganasan , trauma )Meningkatnya cairan pada rongga peritonium sehingga cairan tersebut berpindah ke rongga diafragma melalui kelenjar limf (misal: sirosis hepatis, peritonial dialisis)Perpindahan cairan dari edema paru ke pleura viseralisPeningkatan tekanan onkotik cairan pleura yang menetap akibat dari efusi pleura menyebabkan penumpukan cairan yang lebih banyakPenyebab iatrogenik

Bronkitis akut bakteriMerupakan lanjutan infeksi virus Bakteri penyebab: Staph A, Strep P, H Inf. Chlamydia Sp. Gejala: tidak khas Terapi: antibiotika, suportifBronkitis akutPeradangan jar.interstisial dan bronkiolus95% disebabkan oleh RSVPaling sering terjadi umur 2-24 bln (2-8bln)Sembuh dalam 2-4 hariPatofisiologi: Infeksi virus radang/edema ggn pertu karan g