of 113 /113
EVALUASI PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA PASCA KEMOTERAPI DI RSUP. Dr. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2005 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S. Farm.) Program Studi Ilmu Farmasi Oleh : Irene Megantari N.I.M : 03.8114.010 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2007 i PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

Embed Size (px)

Text of PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di...

Page 1: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

EVALUASI PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA PASCA KEMOTERAPI

DI RSUP. Dr. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2005

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S. Farm.)

Program Studi Ilmu Farmasi

Oleh :

Irene Megantari

N.I.M : 03.8114.010

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2007

i

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 2: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

PERSETUJUAN PEMBIMBING

EVALUASI PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA PASCA KEMOTERAPI

DI RSUP. Dr. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2005

Yang diajukan oleh :

Irene Megantari

N.I.M : 03.8114.010

Telah disetujui oleh :

ii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 3: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 4: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

TERIMA KASIH

TUHAN YESUS KRISTUS &

BUNDA MARIA

KAU SERTAI dan NAUNGI HAMBAMU SELALU

KUPERSEMBAHKAN untuk :

Bapak- Ibuku

Adik dan seluruh Keluarga Besar-ku

iv

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 5: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarata, 31 Juli 2007

Penulis

Irene Megantari

v

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 6: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

INTISARI

Kanker payudara merupakan penyakit kanker yang paling banyak diderita oleh kaum wanita. Sel kanker tersebut merupakan hasil mutasi gen. Pasien kanker payudara pasca kemoterapi lebih mudah terinfeksi sebab pemberian kemoterapi dapat menimbulkan myelosuppression. Oleh karena itu, pemberian antibiotika dibutuhkan untuk mengatasi infeksi yang terjadi

Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005. Penelitian ini termasuk non-ekperimental dengan rancangan penelitian evaluatif yang bersifat retrospektif dengan menggunakan data rekam medik pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosentase penderita kanker berdasarkan kelompok umur adalah: <30 tahun 3%, 30-39 tahun 13%, 40-49 tahun 40%, 50-59 tahun 26%, 60-69 tahun 8%, 70-79 tahun 3%, dan tidak diketahui 7,14%. Ada 3 kasus punya riwayat kanker pada keluarga. Stadium kanker : stadium I 1 kasus, IIA 2 kasus, IIB 4 kasus, IIIA 9 kasus, IIIB 21 kasus, IV 25 kasus, dan tidak diketahui 8 kasus. Frekuensi pemberian kemoterapi paling banyak 8 kali (1,4%) dan paling sedikit 1 kali (31,4%). Komplikasi paling banyak leukositosis 7,1% dan paling sedikit neutropenia 2,8%. Penyakit penyerta: Diabetes Melitus 5.7%, hipertensi 1,4% dan asma 1,4%. Terdapat 12 kelas terapi obat yang digunakan, dan ada 5 golongan serta 7 jenis antibiotika. Kasus Drug Related Problems yang terjadi terkait penggunaan antibiotika: 3 kasus butuh antibiotika, 4 kasus tidak perlu antibiotika, 1 kasus obat tidak tepat, dan 1 kasus dosis terlalu rendah. Dampak/outcome yang terjadi: 50 kasus pasien membaik dan 22 kasus pasien belum sembuh.

Kata kunci : kanker payudara, pasca kemoterapi, antibiotik, komplikasi, penyakit

penyerta, drug related problems (DRPs)

vi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 7: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

ABSTRACT

Breast cancer is the highest frequency cancer suffered by female. This cancer cell is the result of the gene mutation. Post-chemotherapy breast cancer patients are more susceptible to get infection because chemotherapy treatment can cause mylosuppression. That is why antibiotic treatment is needed to prevent and cure the infection occurred.

The research was conducted to evaluate the selection and using of the antibiotics for the post-chemotherapy breast cancer patients in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta in 2005. This research was non-experimental research with the retrospective-evaluative research draft using post-chemotherapy breast cancer patients’ medical record in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta in 2005.

Post-chemotherapy breast cancer patients in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta in 2005 were 70 patients. Percentages of the Cancer-sufferers’ based on age are: <age 30 was 3%, age 30-39 was 13%, age 40-49 was 0%, age 50-59 was 26%, age 60-69 was 8%, age 70-79 was 3%, and unknown was 7,14%. There were three cases which have cancer history in the family. Cancer stadium: Stadium I was 1 case, stadium IIA were 2 cases, stadium IIB were 4 cases, stadium IIA were 9 cases, stadium IIB were 21 cases, stadium IV were 25 cases, and unknown were 8 cases. Chemotherapy treatment frequency: the most was 8 times (1, 4%) and the least was 1 time (31,4%). Complication: the most was leukositosis (7,1%) and the least was neutropenia (2,8%). Concurrent diseases: Diabetes Melitus (5,7%), Hypertension (1,4%), and Asthma (1,4%). There were 12 drugs therapy classes used, 5 classification and 7 types of antibiotics. Drug Related Problems cases happened dealing with antibiotics treatment: 3 cases needed antibiotics, 4 cases didn’t need antibiotics, 1 case inappropriate drugs, and 1 case too-low dosage. Outcome happened: 50 cases of recoving patient got well and 22 cases patients have not been cured yet.

Keyword: breast cancer, post-chemotherapy, antibiotics, complication,

accompanied diseases, drug-related problems (DRPs)

vii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 8: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria di Surga,

karena berkat dan kuasa Roh KudusNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh

gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari

bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya kepada :

1. Direktur RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta, yang berkenan memberikan izin

penelitian di rumah sakit tersebut.

2. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, yang berkenan

memberikan izin penelitian.

3. Rita Suhadi, M.Si., Apt. selaku dosen pembimbing skripsi atas waktu,

kesabaran, bimbingan , masukan, pengarahan, nasihat dan dorongan yang

diberikan selama penyusunan skripsi sampai selesai.

4. dr. Luciana Kuswibawati, M.Kes., selaku dosen penguji, atas kritik dan saran

yang telah diberikan sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

5. Aris Widayati, M.Si., Apt., selaku dosen penguji, atas kritik dan saran yang

telah diberikan sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

6. Seluruh staf di bagian pendidikan dan penelitian RSUP. Dr. Sardjito

Yogyakarta atas bantuannya kepada penulis.

viii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 9: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

7. Seluruh staf di bagian rekam medik RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta atas

bantuan dan kemudahannya dalam memberikan informasi kepada penulis.

8. Segenap dosen dan karyawan di fakultas farmasi Universitas Sanata Dharma.

9. Bapak dan Ibuku tercinta atas doa, kasih sayang, nasihat, dukungan serta

kesabarannya.

10. Tunanganku FX. Truli Saputro Atmojo atas cinta, kasih sayang, waktu,

kesabaran dan pengertiannya yang telah diberikan kepada penulis selama ini.

11. Kakek-nenekku semua, atas doa dan nasihatnya.

12. Adikku tercinta Reni dan Ndaru atas keceriaan dan kebersamaannya.

13. Keponakkanku Wahyu, Ganda, Diki dan Puput atas keceriaan dan

kebersamaannya.

14. Pak Lik dan Bu Lik semua atas doa, nasihat dan dukungannya.

15. Keluarga besar tunanganku (Bapak, Ibu, Bu Lik, Pak Lik, Simbah) atas doa,

nasihat dan dukungannya selama ini.

16. Vera, Nia, Komang, Lusi, Devi, Endah, Diah, Rosa “Muntilan”, Silih,

Yohana, Sakundita, Dita “kecil”, Sinta, Ari, Rani, Lintang atas kebersamaan,

kekonyolan, keceriaan dan dukungannya.

17. Teman-teman angkatan 2001-2002 : Vero, Fitri, Rendeng, Weni, Muli, Ulin,

atas kebersamaan dan dukungannya.

18. Teman-teman KKN “Pasca Gempa” : Okik, Maya, Tante Leli, Marin, Melia,

Nia, Anggi, Om Adit, Jevi, Titin atas kebersamaan dan berbagi pengalaman

selama ini.

19. Titin dan Johan atas waktu dan terjemahannya.

ix

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 10: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

20. Teman-teman praktikum kelompok A angkatan 2002.

21. Teman kelas A angkatan 2003.

22. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Kiranya Bapa di Surga membalas semua kebaikan anda sekalian dan

senantiasa melimpahkan berkat dan karunia Roh KudusNya. Amin. Akhirnya,

dengan segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh

dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran

yang membangun demi kesempurnaan penelitian ini. Akhir kata, semoga tulisan

ini bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Yogyakarta, Juli 2007

Penulis

x

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 11: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... v INTISARI......................................................................................................... vi ABSTRACT ....................................................................................................... vii KATA PENGANTAR ..................................................................................... viii DAFTAR ISI.................................................................................................... xi DAFTAR TABEL............................................................................................ xv DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 1

A. Latar Belakang Masalah....................................................................... 1

1. Perumusan masalah.......................................................................... 3 2. Keaslian penelitian........................................................................... 3 3. Manfaat penelitian............................................................................ 4

B. Tujuan Penelitian................................................................................... 4

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA............................................................... 5

A. Kanker ................................................................................................... 5 B. Kanker Payudara ................................................................................... 6

xi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 12: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

1. Definisi............................................................................................. 6 2. Epidemiologi .................................................................................... 7 3. Etiologi............................................................................................. 7 4. Patofisiologi ..................................................................................... 8 5. Tanda dan Gejala Klinis................................................................... 11 6. Diagnosis.......................................................................................... 11

C. Kemoterapi........................................................................................... 12

D. Netropenia ............................................................................................ 14

E. Tanda Infeksi........................................................................................ 15

F. Antibiotika ........................................................................................... 16

1. Definisi............................................................................................. 16 2. Mekanisme Kerja ............................................................................. 18 3. Resistensi ......................................................................................... 19

G. Evaluasi Penggunaan Antibiotika ........................................................ 19

H. Keterangan Empiris.............................................................................. 21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN......................................................... 22

A. Jenis dan Rancangan Penelitian ........................................................... 22

B. Definisi Operasional ............................................................................ 22

C. Subyek, Bahan, dan Lokasi Penelitian................................................. 24

D. Jalannya Penelitian............................................................................... 24

1. Analisis situasi dan penentuan masalah ........................................... 24 2. Tahap penelusuran data.................................................................... 25

3. Tahap pengambilan data .................................................................. 25

xii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 13: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

4. Tahap analisis data ........................................................................... 25

E. Tata Cara Analisis Hasil....................................................................... 26

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................. 29

A. Gambaran Umum................................................................................. 29

1. Prosentase kasus kanker payudara berdasarkan kelompok umur .... 29 2. Riwayat kanker dalam keluarga ....................................................... 31 3. Stadium kanker payudara................................................................. 32

4. Frekuensi pemberian kemoterapi ..................................................... 33

5. Komplikasi dan penyakit penyerta................................................... 35

B. Pola Penggunaan Obat ......................................................................... 36

1. Obat antibiotika................................................................................ 36

2. Obat antineoplastik/sitotoksik.......................................................... 39 3. Obat untuk saluran cerna.................................................................. 40 4. Obat untuk saluran nafas.................................................................. 41 5. Obat untuk sistem syaraf pusat ........................................................ 41 6. Obat analgesik.................................................................................. 42 7. Obat hormonal.................................................................................. 42 8. Obat antialergi.................................................................................. 43 9. Obat gizi ........................................................................................... 43 10. Obat untuk penyakit otot skelet dan sendi ..................................... 44 11. Obat untuk sistem endokrin dan metabolik.................................... 45 12. Obat untuk kardiovaskuler ............................................................. 45

C. Drug Related Problems (DRPs) penggunaan antibiotik ...................... 46

xiii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 14: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

D. Dampak atau Outcome Pasien.............................................................. 54

E. Rangkuman Pembahasan ..................................................................... 54

1. Gambaran umum kanker payudara pasca kemoterapi ..................... 54 2. Pola penggunaan obat pada kanker payudara .................................. 55 3. Drug Related Problems (DRPs) penggunaan antibiotik .................. 56 4. Dampak atau outcome pasien........................................................... 58

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................... 59

A. Kesimpulan .......................................................................................... 59

B. Saran..................................................................................................... 60 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 61 LAMPIRAN..................................................................................................... 64 LAMPIRAN KOMPOSISI OBAT BRAND NAME......................................... 92 BIOGRAFI PENULIS ..................................................................................... 94

xiv

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 15: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel I. Tingkat stadium kanker dan keparahan pada kasus kanker

payudara berdasarkan The American Joint Committee on Cancer tahun 1992 ................................................................... 10

Tabel II. Pilihan Obat Tunggal, untuk kemoterapi kanker payudara...... 12 Tabel III. Pilihan Obat Kombinasi, kemoterapi Neoadjuvant dan

Adjuvant untuk kanker payudara (Anonim, 2007)................ 13 Tabel IV. Penggolongan antibiotik berdasarkan fungsinya. .................... 17 Tabel V. Frekuensi pemberian kemoterapi pada pasien kanker

payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005......... 34 Tabel VI. Komplikasi pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi di

RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 20005 .......................... 35 Tabel VII. Penyakit penyerta pada kasus kanker payudara pasca

kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ..... 36 Tabel VIII. Golongan dan jenis antibiotika yang digunakan pasien kanker

payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ............................................................ 37

Tabel IX. Golongan obat dan jenis obat antineoplastik/sitotoksik pada

kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 .............................................. 39

Tabel X. Golongan dan jenis obat saluran cerna pada kasus kanker

payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ............................................................ 40

Tabel XI. Golongan dan jenis obat untuk saluran pernafasan pada

kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 .............................................. 41

Tabel XII. Golongan dan jenis obat untuk sistem syaraf pusat pada

kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 .............................................. 41

xv

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 16: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

Tabel XIII. Golongan dan jenis obat analgesik pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ............................................................ 42

Tabel XIV. Golongan dan jenis obat hormonal pada kasus kanker

payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ............................................................ 43

Tabel XV. Golongan dan jenis obat antialergi pada kasus kanker

payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ............................................................ 43

Tabel XVI. Golongan dan jenis obat gizi pada kasus kanker payudara

pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.......................................................................................... 43

Tabel XVII. Golongan dan jenis obat untuk penyakit otot skelet dan sendi

pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 .............................................. 44

Tabel XVIII. Golongan dan jenis obat untuk sistem endokrin dan

metabolik pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ............................ 45

Tabel XIX. Golongan dan jenis obat untuk kardiovaskuler pada kasus

kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ............................................................ 45

Tabel XX. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca

kemoterapi pada kasus 10 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 .............................................. 47

Tabel XXI. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca

kemoterapi pada kasus 15 dan 66 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ........................................ 48

Tabel XXII. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca

kemoterapi pada kasus 69 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 .............................................. 49

Tabel XXIII. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca

kemoterapi pada kasus 20 dan 27 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ........................................ 50

xvi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 17: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

Tabel XXIV. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca kemoterapi pada kasus 29 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ........................................ 51

Tabel XXV. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca

kemoterapi pada kasus 35 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ........................................ 52

Tabel XXVI. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca

kemoterapi pada kasus 37 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ........................................ 53

Tabel XXVII. Dampak/Outcome yang terjadi setelah pasien

mendapatkan perawatan di rumah sakit ............................. 54 Tabel XXVIII. Pengelompokan obat berdasarkan kelas terapi untuk

penangan kanker payudara................................................. 55 Tabel XXIX. Golongan dan jenis antibiotika yang digunakan pasien

kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ...................................................... 56

Tabel XXX. Drug Related Problems antibiotika tidak tepat.................. 56 Tabel XXXI. Drug Related Problems tidak perlu antibiotika ................. 57 Tabel XXXII. Drug Related Problems butuh antibiotika ........................ 57 Tabel XXXIII. Drug Related Problems dosis antibiotika rendah .............. 57 Tabel XXXIV. Ringkasan kasus Drug Related Problems .......................... 58 Tabel XXXV. Dampak/Outcome yang terjadi setelah pasien

mendapatkan perawatan di rumah sakit ............................. 58

xvii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 18: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Proses pembentukan sel kanker ............................................... 5 Gambar 2. Perbedaan sel normal dengan sel kanker ................................. 6

Gambar 3. Hasil mamografi payudara normal (gambar kiri) dengan kanker payudara (gambar kanan) ............................................. 6

Gambar 4. Anatomi Payudara.................................................................... 9 Gambar 5. Efek samping kemoterapi ringan sampai berat. ....................... 14 Gambar 6. Distribusi kelompok umur pasien kanker payudara di RSUP.

Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ....................................... 30 Gambar 7. Distribusi pasien yang mempunyai riwayat kanker dalam

keluarga .................................................................................... 31 Gambar 8. Distribusi kelompok stadium kanker payudara yang diderita

pasien yang dirawat di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005................................................................................ 33

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiaran 1. Data pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ..................................... 64

Lampiran 2. Daftar obat brand name dengan komposisinya..................... 92

xviii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 19: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kanker merupakan salah satu penyakit yang banyak menimbulkan

kematian (Rugo, 2001). Berdasarkan data dari National Cancer Institute (2005)

kasus baru kanker payudara pada wanita di Amerika Serikat tahun 2005 adalah

211.240 dengan kematian 40.410 sedangkan di Indonesia terdapat 114.649

penderita.

Kanker payudara muncul sebagai akibat sel-sel yang abnormal terbentuk

pada payudara dengan kecepatan yang tidak terkontrol. Sel tersebut merupakan

hasil mutasi gen dengan perubahan bentuk, ukuran maupun fungsinya (Lippman,

1998). Penyebab utama kanker tersebut belum diketahui secara pasti, namun ada

berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan kanker payudara. Faktor risiko

tersebut antara lain riwayat kanker payudara dalam keluarga (hereditas), umur

menarche dan menopause, tidak menyusui, serta umur (Lippman, 1998).

Pengobatan yang dapat diberikan kepada penderita kanker payudara ialah

pembedahan, radioterapi, kemoterapi, dan terapi hormonal. Kemoterapi

merupakan pengobatan untuk membunuh sel kanker dengan menggunakan obat

antikanker yang diberikan dalam bentuk pil (secara per oral), injeksi atau infus

(Rugo, 2001).

Efek samping kemoterapi adalah mual-muntah, diare, konstipasi,

malnutrisi, pendarahan, kardiotoksik, hepatotoksik, nefrotoksik, rambut rontok,

dan myelosuppresion. Myelosuppresion yakni penurunan kemampuan sumsum

1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 20: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

2

tulang dalam menghasilkan sel darah merah, sel darah putih dan trombosit

(Lippman, 1998).

Penurunan jumlah netrofil dan leukosit akan mempermudah terjadinya

risiko infeksi serta akan memberi peluang untuk pertumbuhan tumor (Djoerban,

2004). Pasien kanker bersifat immunosuppresion karena kankernya sendiri

maupun karena kemoterapi yang diterima pasien sehingga mudah terinfeksi berat

dan pasien meninggal. Sekitar 90% penderita kanker meninggal akibat infeksi,

pendarahan, atau infeksi dengan pendarahan. Oleh karena itu perlu antibiotika

untuk mengatasi infeksi yang terjadi dengan didukung pemilihan serta

penggunaan antibiotika yang tepat untuk mengurangi risiko kematian (Koda-

Kimble, 2001).

Mengingat pentingnya penggunaan antibiotika untuk penanganan infeksi,

maka dirancang suatu penelitian untuk mengevaluasi pemilihan dan penggunaan

antibiotika pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito

Yogyakarta pada tahun 2005. Jumlah pasien kanker payudara yang dirawat di

RSUP. Dr. Sardjito pada tahun itu secara keseluruhan berjumlah 252 orang.

Dipilih RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta karena rumah sakit tersebut

merupakan rumah sakit pendidikan dan penelitian yang memiliki pelayanan

spesialis kanker terpadu, yang mempunyai visi menjadi rumah sakit unggulan

dalam bidang pelayanan, pendidikan dan pelatihan di kawasan Asia Tenggara

tahun 2010 yang bertumpu pada kemandirian, serta misi untuk menyelenggarakan

penelitian dan pengambangan iptekdok kesehatan yang berwawasan global

(Anonim, 2003a).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 21: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

3

1. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka dapat dirumuskan

permasalahan sebagai berikut :

a. seperti apakah profil pasien kanker payudara pasca kemoterapi yang dirawat

di RSUP Dr. Sardjito meliputi umur, riwayat kanker pada keluarga, stadium,

frekuensi kemoterapi, komplikasi, dan penyakit penyerta ?

b. seperti apakah pola penggunaan obat pada penanganan kanker payudara,

khususnya golongan dan jenis antibiotika ?

c. apakah dalam kasus kanker payudara pasca kemoterapi timbul “kejadian

masalah berkenaan obat” (drug related problems atau DRPs) yang terkait

dengan penggunaan antibiotika ?

d. seperti apakah dampak atau outcome yang terjadi terhadap infeksi maupun

pada kankernya sendiri ?

2. Keaslian Penelitian

Berdasarkan penelusuran pustaka, pernah dilakukan penelitian mengenai

“Evaluasi Penggunaan Antibiotika pada Pasien Kanker Payudara Pasca

Kemoterapi di RS. Panti Rapih Yogyakarta tahun 2004” (Revianti, 2005) dan

“Evaluasi Penggunaan Antibiotika Pasca Kemoterapi pada Pasien Leukemia di

RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2004” (Lestari, 2005). Penelitian tentang

evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pada pasien kanker payudara di

RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 sejauh ini belum pernah dilakukan.

Penelitian ini berbeda dengan yang dilakukan Revianti (2005) yaitu dalam hal

lokasi dan periode sedangkan dengan Lestari (2005) pada subyek penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 22: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

4

3. Manfaat Penelitian

Manfaat teoritis untuk memberikan informasi mengenai pola pengobatan

menggunakan antibiotika pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi di

RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta. Manfaat praktis sebagai dasar evaluasi farmasis

di RSUP.Dr. Sardjito dalam memberikan pertimbangan kepada dokter dalam hal

pemberian terapi antibiotika kepada pasien kanker payudara pasca kemoterapi

sehingga penggunaan antibiotika semakin rasional demi meningkatkan pelayanan

kesehatan.

B. Tujuan Penelitian

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemilihan

dan penggunaan antibiotika pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi yang

dirawat di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta pada tahun 2005. Adapun tujuan

khususnya yaitu untuk mengetahui :

1. profil pasien kanker payudara meliputi umur, riwayat kanker pada keluarga,

stadium, frekuensi kemoterapi, komplikasi dan penyakit penyerta,

2. pola penggunaan obat pada penanganan kanker payudara, khususnya golongan

dan jenis antibiotika,

3. “kejadian masalah berkenaan obat” atau drug relates problems (DRPs) yang

timbul, terkait dengan penggunaan antibiotika pada pasien kanker payudara

pasca kemoterapi,

4. dampak atau outcome yang terjadi terhadap infeksi dan kankernya sendiri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 23: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

5

BAB II

PENELAAHAN PUSTAKA

A. Kanker

Kanker atau tumor ganas merupakan penyakit sel yang dicirikan dengan

perubahan mekanisme kontrol yang mengatur proliferasi dan diferensiasi sel. Sel

kanker dan racun yang dihasilkan akan menyebar ke seluruh organ tubuh

melewati aliran darah maupun sistem getah bening (Anonim, 2001).

Gambar 1. Proses pembentukan sel kanker (Weaver, 2002).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 24: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

6

B. Kanker Payudara

1. Definisi

Kanker payudara muncul sebagai akibat sel-sel yang abnormal terbentuk

pada payudara dengan kecepatan tidak terkontrol dan tidak beraturan. Sel tersebut

merupakan hasil mutasi gen dengan perubahan bentuk, ukuran maupun fungsinya

(Lippman, 1998). Lebih dari 70% penderita kanker payudara ditemukan sudah

dalam stadium lanjut (Moningkey, 2000).

Gambar 2. Perbedaan sel normal dengan sel kanker (Weaver, 2002)

Gambar 3.

Hasil mamografi (gambar kiri) payudara normal dengan (gambar kanan)kanker payudara

(Anonim, 2000a).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 25: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

7

2. Epidemiologi

Di Indonesia setiap tahunnya diperkirakan terdapat 100 penderita kanker

baru setiap 100.000 penduduk seiring peningkatan angka harapan hidup, sosial

ekonomi serta perubahan pola penyakit (Tjindarbumi, 2000). Kasus baru kanker

payudara pada wanita di Amerika Serikat tahun 2005 adalah 211.240 dengan

kematian 40.410, di Indonesia terdapat 114.649 penderita (National Cancer

Institute, 2005). Di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta pasien kanker payudara yang

dirawat ada 252 orang pada tahun 2005. Pada tahun 2006 di Amerika Serikat,

kasus kanker payudara (wanita saja) menempati urutan pertama (32%) dan

penyebab kematian kedua setelah kanker paru (Anonim, 2007).

3. Etiologi

Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Faktor risiko

yang sangat berpengaruh terhadap timbulnya kanker payudara antara lain genetik,

faktor endokrin, dan faktor lingkungan.

a. Faktor Endokrin

Faktor endokrin akan mempengaruhi insidensi pada kanker payudara,

diantaranya adalah total durasi lamanya menstruasi, early menarche (menstruasi

di umur dini), nulliparity (wanita yang tidak memiliki anak) dan melahirkan anak

pertama di umur >30 tahun akan meningkatkan risiko lama hidup pada

perkembangan kanker payudara (Dipiro, 2003).

b. Faktor Genetik

Sekitar 5-10% kanker payudara terjadi akibat adanya kelainan genetik

yang diturunkan anggota keluarga. Hal ini akan meningkatkan risiko timbulnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 26: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

8

kanker tipe tertentu misalnya sindroma Li-Fraumeni, mutasi pada kromosom 1q,

3p, 13q, 17p menimbulkan kanker payudara pada umur lebih muda. Lebih dari 50-

85% wanita dengan mutasi gen BRCA-1 atau BRCA-2 akan terkena kanker

payudara (Anonim, 2003b).

c. Faktor Lingkungan

Makanan, nutrisi, dan terpapar senyawa radioaktif dapat memicu

timbulnya kanker payudara (Anonim, 2003b).

4. Patofisiologi

Identifikasi subtipe histopatologi kanker payudara penting karena ada

hubungannya dengan aspek klinik yaitu prediksi metastasis, terapi dan prognosis.

a. Dasar klasifikasi subtipe histopatologi kanker payudara yang sering digunakan

adalah WHO tahun 1981. Menurut WHO subtipe histopatologi kanker

payudara ada 2 macam yaitu :

1). carcinoma noninvasive

Carcinoma noninvasive artinya sel yang membahayakan mengikat

kelenjar lain pada lobus, dengan tidak ada bukti penetrasi pada sel tumor

menyambung dengan dasar membran di sekitar 2 tipe pada struktur yang

dikelilingi jaringan fibrous. Umumnya kanker payudara adalah

adenocarcinoma yang berasal dari sel epitel pada pembuluh atau kelenjar.

Ada dua bentuk pada carcinoma noninvasive yaitu ductal carcinoma insitu

dan lobular carcinoma insitu.

2). carcinoma invasif

Carcinoma invasif adalah sel yang rusaknya melewati dasar membran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 27: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

9

di sekeliling struktur payudara, dimana sel tersebut muncul dan menyebar di

sekeliling jaringan. Ukuran carcinoma bermacam-macam, kurang dari

10mm dan kedalaman lebih dari 80mm, namun yang sering dijumpai yakni

kedalaman 20-30mm. Secara klinis akan terlihat kuat dan jelas serta kulit

nampak bersisik dengan punting susu tertarik ke dalam (Underwood, 2001).

b. Anatomi payudara

Payudara manusia berbentuk kerucut tetapi sering kali berukuran tidak

sama. Payudara memanjang dari tulang rusuk kedua atau ketiga sampai tulang

rusuk keenam atau ketujuh, dari tepi sentral ke garis aksilaris anterior. “Ekor”

payudara memanjang sampai ke aksila dan cenderung lebih tebal ketimbang

daerah payudara lainnya. Payudara normal mengandung jaringan kelenjar, duktus,

jaringan otot penyokong, lemak, pembuluh darah, saraf, dan pembuluh limfe

(Guiliano, 2001).

Gambar 4. Anatomi Payudara (Anonim, 2000a)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 28: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

10

Tabel I. Tingkat stadium kanker dan keparahan pada kasus kanker payudara berdasarkan The American Joint Committe on Cancer tahun 1992.

Kelompok Stadium T N M

Stadium O TIS N0 M0 Stadium I T1 N0 M0 Stadium II A T0 N1 M0

T1 N1 M0 T2 N0 M0

Stadium II B T2 N1 M0 T3 N0 M0 Stadium III A T0 N2 M0

T1 N2 M0 T2 N2 M0

T3 N1, N2 M0 Stadium III B T4 Tanpa N M0 Tanpa T N3 M0 Stadium IV Tanpa T Tanpa N M1

Tumor Utama (T) Keterangan T0 Tidak ada tanda utama adanya tumor TIS Carcinoma in situ (terbatas pada tempat asal) T1 Tumor ≤ 2 cm T2 Tumor > 2 cm tetapi ≤ 5 cm T3 Tumor > 5 cm T4 Perluasan ke dinding dada, peradangan, luka dan

bernanah Nodus Limfaticus (N) Keterangan

N0 Tidak ada benjolan N1 Pertumbuhan dengan benjolan yang dapat

digerakkan pada sisi yang sama N2 Pertumbuhan dengan benjolan yang sulit

digerakkan pada sisi yang sama N3 Pertumbuhan benjolan pada sisi dalam kelenjar

susu Jarak pertumbuhan (M) Keterangan

M0 Tidak ada pertumbuhan atau penyebaran ke organ lain

M1 Jarak pertumbuhan (termasuk penyebaran pada sisi yang sama di atas klavula getah bening)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 29: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

11

5. Tanda dan Gejala Klinis

Berupa benjolan pada payudara, eksema punting susu atau pendarahan

pada punting susu, tetapi umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri. Benjolan itu

mula-mula kecil, makin lama makin besar lalu melekat pada kulit dan

menimbulkan perubahan kulit payudara atau punting susu.

Kulit atau punting susu akan tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah

kecoklatan sampai menjadi udema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk,

mengkerut dan timbul ulkus. Ulkus tersebut makin lama akan semakin membesar

dan akhirnya akan menghancurkan seluruh payudara dengan bau yang busuk dan

menjadi mudah berdarah (Anonim, 2000a).

6. Diagnosis

Secara umum diagnosis kanker payudara dibedakan menjadi 2 yaitu

skrining dan diagnostik. Yang termasuk skrining antara lain :

a. pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang dilakukan setahun sekali

setelah umur 20 tahun,

b. pemeriksaan payudara oleh dokter yang dimulai pada umur 20 tahun, setiap 3

tahun sekali pada umur 20-39 tahun dan setiap tahun sekali setelah umur 40

tahun,

c. mammografi skrining yang dilakukan pada pasien tanpa gejala untuk

mendeteksi adanya kanker payudara yang samar (Ramli, 2000).

Yang termasuk diagnostik (Ramli, 2000) :

a. anamnesa meliputi tanda, gejala dan faktor risiko,

b. pemeriksaan fisik meliputi keadaan umum, dan tanda metastasis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 30: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

12

C. Kemoterapi

Kemoterapi adalah obat yang sangat toksik terhadap sel kanker yang

bertujuan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi diberikan dalam bentuk pil,

injeksi atau infus. Kemoterapi dapat diberikan sebelum atau sesudah terapi utama.

Pemberian kemoterapi sebelum terapi utama disebut neoadjuvant kemoterapi

sedangkan sesudah terapi utama disebut adjuvant kemoterapi (Anonim, 2007).

Jangka waktu pemberian kemoterapi dilakukan selama 6 bulan.

Berdasarkan penelitian terdahulu dapat dipastikan bahwa pemberian kemoterapi

kombinasi lebih efektif untuk mematikan sel kanker. Dalam pemberian

kemoterapi harus memperhitungkan kondisi pasien terlebih nilai hemoglobin

pasien (Anonim, 2002).

Tabel II. Pilihan Obat Tunggal, untuk kemoterapi kanker payudara (Anonim, 2007).

Obat-obat kemoterapi yang biasa digunakan untuk

terapi kanker payudara

Brand Name Generic Name

Adriamycin Doxorubicin

Cytoxan Cyclophosphamide

Ellence Epirubicin

Gemzar Gemcitabine

Navelbine Vinorelbine

Taxol Paclitaxel

Taxotere Docetaxel

Xeloda Capecitabine

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 31: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

13

Tabel III. Pilihan Obat Kombinasi, kemoterapi Neoadjuvant dan Adjuvant untuk kanker payudara (Anonim, 2007).

Pilihan Kemoterapi Neoadjuvant dan Adjuvant

FAC/CAF FEC/CEF

fluorouracil/doxorubicin/cyclophosphamid or cyclophosphamide/epirubicin/fluorouracil

AC doxorubicin/cyclophosphamide dengan atau tidak dikombinasi dengan paclitaxel

EC epirubicin/cyclophosphamide TAC docetaxel/doxorubicin/cyclophosphamide

diikuti pemberian filgrastim A CMF doxorubicin diikuti pemberian

cyclophosphamide/methotrexate/fluorouracil E CMF epirubicin diikuti pemberian

cyclophosphamide/methotrexate/fluorouracil CMF cyclophosphamide/methotrexate/fluorouracil

AC x 4 doxorubicin/cyclophosphamide berikutnya diikuti dengan paclitaxel 4 kali, setiap 2 minggu ditambah pemberian filgrastim

A T C doxorubicin diikuti paclitaxel diikuti dengan cyclophosphamide, setiap 2 minggu ditambah pemberian filgrastim

FEC T flourouracil/epirubicin/cyclophosphamide diikuti pemberian docetaxel

Kemoterapi kanker sifatnya tidak selektif, maka kemoterapi juga

mengenai sel bukan sel kanker misalnya sumsum tulang (myelosuppression),

saluran cerna, sistem reproduksi, folikel rambut, diare, konstipasi, dan secara

berurutan dapat menyebabkan infeksi bakteri, fungi, dan virus (Noorwati, 2003

dan Rugo, 2001).

Myelosuppresion yaitu penurunan kemampuan sumsum tulang dalam

menghasilkan sel darah merah, sel darah putih dan trombosit akibat pemberian

kemoterapi (Anonim, 2007). Selama mengalami myelosuppresion, risiko pasien

terkena infeksi meningkat atau mengalami tanda-tanda anemia (Weaver, 2002).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 32: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

14

Kemoterapi

↓ Netropenia

↓ Demam Netropeni

↓ Komplikasi

Infeksi Bakteremi ↓

Memperpanjang perawatan RS ↓

Meninggal

Gambar 5. Efek samping kemoterapi ringan sampai berat.

D. Netropenia

Netrofil adalah tipe sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan

tubuh primer terhadap infeksi. Netropenia ialah penurunan jumlah sel netrofil dari

batas normal. Jumlah netrofil normal dalam darah sekitar 2500-6000 sel/ml dan

lama hidupnya sekitar 10-20 hari. Netropenia merupakan faktor predisposisi

terjadinya infeksi, risiko infeksi mulai meningkat jika jumlah netrofil <1000sel/ml

dan mencapai puncaknya bila mencapai ≤500 sel/ml. Infeksi dengan jumlah

netrofil ≤500 sel/ml dan kenaikan suhu tubuh >38,5°C dinamakan demam

netropenia. Netropenia dan risiko infeksi akan membatasi dosis kemoterapi yang

diberikan, bahkan mungkin menghentikan kemoterapi (Finberg, 1998).

Faktor risiko netropenia selama kemoterapi tergantung pada :

1. jenis dan dosis kemoterapi,

2. pasien lanjut umur,

3. pasien dengan status performance buruk,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 33: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

15

4. nutrisi pasien buruk,

5. adanya penyakit penyerta misalnya gangguan fungsi hati, ginjal, darah tinggi

atau infeksi (Anonim, 2006a).

Terapi yang dapat diberikan untuk mengatasi netropenia/infeksi selama

pasien menjalani kemoterapi ialah dengan pemberian antibiotika, transfusi

leukosit dan penurunan atau penundaan siklus kemoterapi. Tetapi pilihan terapi

tersebut saat ini dihindari karena transfusi leukosit berisiko komplikasi transmisi

infeksi, reaksi alergi dan toksisitas pulmonal, penurunan dosis atau penundaan

kemoterapi akan mengurangi hasil akhir kemoterapi (Anonim, 2006a).

Strategi terbaru adalah menggunakan sitokin faktor pertumbuhan sel

granulosit untuk profilaksis atau terapi netropenia akibat kemoterapi dikenal

dengan nama Recombinant Human Granulocyte Colony Stimulating Factors

(rHu-GCSFs) atau filgastrim. Recombinant Human Granulocyte Colony

Stimulating Factors (rHu-GCSFs) merupakan protein non-glikosilat yang

dihasilkan dari teknologi rekombinan gen bakteri Escherichia coli. Granulocyt

Colony Stimulating Factors (G-CFSs) berperan sebagai faktor pertumbuhan

hematopoiesis terhadap pertumbuhan dan proliferasi sel netrofil. Uji praklinik

menunjukkan rHu-GCSF mampu meningkatkan aktivitas netrofil, memproduksi

netrofil sumsung tulang dan melepaskan ke peredaran darah tepi. Produksi netrofil

akan meningkat 9,4 kali lipat (Anonim, 2006a).

E. Tanda Infeksi

Komplikasi infeksi pada penderita kanker payudara dapat diketahui

berdasarkan tanda-tanda berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 34: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

16

1. suhu badan >38°C (Normal : 37°C-38°C)

2. nadi >120 x/menit (Normal : 100-120 x/menit)

3. jumlah leukosit >12 x103 sel/ml (Normal : 4-10 x103sel/ml)

4. risiko infeksi meningkat jika jumlah netrofil <1000 sel/ml dan mencapai

puncaknya bila mencapai ≤500 sel/ml.

5. kenaikan jumlah limfosit disebabkan oleh infeksi virus seperti rubella, hepatitis

dan infeksi mononukleosis.

6. infeksi dapat menyebabkan kenaikan jumlah monosit misalnya tifoid,

endokarditis subakut, infeksi mononukleosis dan tuberkolosis (Walker dan

Edwards, 1999).

F. Antibiotika

1. Definisi

Antibiotika adalah senyawa kimia khas, dihasilkan oleh mikroorganisme

hidup termasuk struktur analognya yang dibuat secara sintetik, serta mempunyai

kemampuan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme

lain (Archer, 1998). Berdasarkan sifat toksisitas selektif, dikenal antibiotika yang

mempunyai aktivitas untuk menghambat pertumbuhan mikroba (antibiotik

bakteriostatik), dan ada yang bersifat pembunuh mikroba (antibiotik bakterisid).

Kadar minimal yang diperlukan untuk menghambat pertumbuhan mikroba atau

membunuhnya masing-masing dikenal sebagi kadar hambat minimal/KHM dan

kadar bunuh minimal/KBM (Setiabudi dan Gan, 1995).

Obat yang digunakan untuk membasmi mikroba penyebab infeksi pada

manusia harus mempunyai sifat toksisitas selektif setinggi mungkin, artinya obat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 35: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

17

tersebut haruslah bersifat sangat toksik untuk mikroba, tetapi relatif tidak toksik

untuk hospes (Setiabudi dan Gan, 1995).

Tabel IV. Penggolongan antibiotik berdasarkan fungsinya.

Antibiotik

Profilaksis Kuratif

Potensi infeksi Infeksi

Empirik

≠ dilakukan tes kultur kuman Absolut

Kultur Kuman

Antibiotik profilaksis adalah antibiotik yang diberikan ketika terjadi

potensi terinfeksi. Antibiotik profilaksis juga diberikan pada pasien pra operasi

dan immunocompromized. Potensi terinfeksi ditandai dengan penurunan jumlah

leukosit dari batas normal yakni ≤2000 sel/ml. Oleh karena itu, untuk

pengobatannya digunakan antibiotika dengan spektrum luas yakni antibiotik yang

sensitif terhadap bakteri gram negatif maupun positif. Pada penderita kanker

payudara antibiotika profilaksis yang sering digunakan misalnya golongan

sefalosporin dan kuinolon (Guiliano, 2001).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 36: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

18

Antibiotika kuratif adalah antibiotika yang diberikan ketika terjadi

infeksi. Positif terinfeksi ditandai dengan peningkatan jumlah leukosit dari batas

normal yakni >12.000 sel/ml. Antibiotika empirik dan absolut merupakan bagian

dari antibiotika kuratif, yang membedakan kedua antibiotika ini adalah dilakukan

atau tidaknya tes kultur kuman. Penggunaan antibiotika empirik didasarkan pada

pengalaman dengan unit klinis khusus, dengan harapan penanganan awal akan

memperbaiki hasil. Contoh antibiotika empirik yang sering digunakan dalam

terapi kanker payudara ialah golongan sefalosporin generasi ketiga dan

aminoglikosida.

Antibiotika absolut ialah antibiotika yang pemilihan dan

penggunaannya didasarkan pada jenis kuman hasil kultur, sehingga memiliki

tingkat selektifitas yang sangat tinggi. Contoh antibiotika absolut yakni

metronidazol (antiprotozoa) yang dalam penggunaannya biasa dikombinasi

dengan sefalosporin (Katzung, 2004).

2. Mekanisme Kerja

Berdasarkan mekanisme kerjanya, antimikroba dibagi 5 kelompok yaitu

a. memblok enzim-enzim esensial dalam metabolisme folat (antara lain :

sulfonamid-trometoprim, dan sulfon),

b. menghambat sintesis dinding sel (antara lain : penisilin, sefalosporin,

basitrasin, vankomisin, dan sikloserin),

c. mempengaruhi permeabilitas membran sel (antara lain : polimiksin, dan

golongan polien),

d. beraksi pada subunit ribosom 30S atau 50S dan menghambat sintesis protein–

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 37: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

19

secara reversibel (antara lain : aminoglikosida, makrolid,linkomisin, tetrasiklin

dan kloramfenikol),

e. mempengaruhi metabolisme asam nukleat bakteri (antara lain : rifampisin, dan

golongan kuinolon).

3. Resistensi

Penggunaan antibiotika yang memiliki ruang lingkup luas sebenarnya

tidak perlu karena dapat berakibat berkembangnya strain resistensi dan

meningkatnya efek samping. Oleh karena itu, untuk memutuskan pemberian

antibiotika pada kasus infeksi/potensial infeksi, perlu memperhatikan gejala

klinik, jenis patogenitas mikrobanya, kesanggupan mekanisme daya tahan tubuh

hospes serta efektifitas dan kerugiannya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari

timbulnya resistensi kuman dan efek toksisitas kumulatif (Archer, 1998).

G. Evaluasi Penggunaan Antibiotika

Drug related problems (DRPs) adalah kejadian atau efek yang tidak

diharapkan yang dialami pasien dalam proses terapi dengan obat dan secara aktual

atau potensial bersamaan dengan outcome (dampak) yang diharapkan pada saat

mendapat perawatan dari suatu penyakit (Cipolle, Strand and Morley, 1998).

Masalah-masalah dalam kajian DRPs menurut Cipolle dkk. (1998) ialah :

1. butuh obat (need for additional drug therapy), pasien akan mendapatkan risiko

tinggi bila tidak mendapatkan terapi tambahan, meliputi kondisi medis yang

membutuhkan terapi obat baru, keadaan kronis yang membutuhkan kelanjutan

terapi, kondisi yang membutuhkan kombinasi obat untuk mendapatkan efek

sinergis atau potensi, kondisi dengan risiko dan butuh obat untuk mencegahnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 38: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

20

2. tidak perlu obat (unnecessary drug therapy), pasien mengalami komplikasi atau

penyulit akibat obat tidak dibutuhkan, meliputi tidak ada indikasi pada saat itu,

menelan obat dengan jumlah yang toksik, kondisi akibat drug abuse, lebih baik

disembuhkan dengan non-drug therapy, pemakaian dosis ganda yang

seharusnya sukup dengan terapi dosis tunggal, minum obat untuk mencegah

efek samping lain yang seharusnya dapat dihindarkan;

3. obat salah (wrong drug), komplikasi atau penyulit yang terjadi akibat salah

obat, meliputi kondisi menyebabkan obat tidak efektif, alergi obat tertentu,

obat yang bukan paling efektif untuk indikasi, faktor risiko yang kontraindikasi

dengan obat, efektif tetapi bukan yang paling murah, efektif tetapi bukan yang

paling aman, antibiotika resisten terhadap infeksi pasien, penyakit sukar

disembuhkan, kombinasi yang tidak perlu;

4. pasien mendapat obat yang tidak mencukupi atau kurang (dosage too low),

meliputi terlalu rendah untuk memberikan respon, konsentrasi obat di bawah

therapeutic range (obat, dosis rute, atau konversi formula obat tidak cukup),

pemberian terlalu awal,

5. munculnya efek yang tidak diinginkan atau efek samping obat (adverse drug

reaction) dan adanya interaksi obat (drug interaction), meliputi diberikan

terlalu tinggi kecepatannya, alergi, faktor risiko, interaksi obat-obat atau

makanan, hasil laboratorium berubah akibat obat;

6. pasien mendapat dosis obat yang berlebih (dosage too high), meliputi dosis

terlalu tinggi, kadar serum terlalu tinggi, dosis terlalu cepat dinaikkan,

akumulasi obat karena penyakit kronis, obat, dosis, rute, konversi formula tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 39: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

21

sesuai bagi pasien, dosis dan interval tidak cukup;

7. ketidakpatuhan pasien pada penggunaan obat yang diresepkan (uncomplience),

karena tidak menerima obat sesuai regimen karena medication error, tidak taat

instruksi, harga obat mahal dan tidak memahami aturan penggunaan obat.

H. Keterangan Empiris

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pemilihan dan penggunaan

antibiotika pasca kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito

Yogyakarta tahun 2005 yang terkait dengan kasus DRPs (Drug Related Problems)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 40: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

22

BAB III

METODOLOG1 PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian

Penelitian mengenai “Evaluasi Pemilihan dan Penggunaan Antiboitika

pada Pasien Kanker Payudara Pasca Kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito

Yogyakarta Tahun 2005” merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan

rancangan penelitian deskriptif evaluatif yang bersifat retrospektif. Non-

eksperimental karena tidak ada perlakuan terhadap subyek uji. Rancangan

dekriptif evaluatif karena data disajikan apa adanya. Bersifat retrospektif karena

bahan yang digunakan adalah data rekam medik yang lampau pasien kanker

payudara pasca kemoterapi dan masih hidup pada tahun 2005.

B. Definisi Operasional

1. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika adalah menilai dan

mengkoreksi tata cara pelayanan kesehatan dalam memilihkan antibiotika

yang tepat, yang akan diberikan kepada pasien untuk penyembuhan meliputi

golongan, jenis, dan dosis antibiotika.

2. Kasus adalah pasien kanker payudara berdasarkan diagnosis, yang dicatat di

rekam medik RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

3. Karakteristik pasien meliputi jumlah pasien, distribusi umur, riwayat kanker

dalam keluarga, stadium, frekuensi pemberian kemoterapi, komplikasi,

penyakit penyerta, tanggal masuk dan tanggal keluar perawatan, tanda vital,

riwayat pengobatan, tindakan yang dilakukan, diagnosa masuk dan diagnosa

keluar, data hematologi pasien, keluhan ketika masuk dan selama perawatan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 41: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

23

terapi farmakologi dan nonfarmakologi yang diberikan, lama pemberian obat

dan dampak/outcome.

4. Antibiotika profilaksis atau preventif adalah antibiotika yang diberikan pada

pasien ketika terjadi potensial infeksi yakni ditandai penurunan jumlah

leukosit <2.000 sel/ml atau ketika terjadi netropenia.

5. Antibiotika kuratif adalah antibiotika yang diberikan pada saat pasien

terinfeksi, yang ditandai dengan peningkatan jumlah sel leukosit yang sangat

bermakna >12.000 sel/ml.

6. Golongan antibiotika adalah pengelompokan antibiotika berdasarkan

pendekatan struktur kimia, spektrum kerja, mekanisme kerja, daya kerja, dan

berdasarkan farmakokinetikanya.

7. Pasca kemoterapi adalah suatu kondisi pasien setelah-segera diterapi dengan

obat penggunaan obat antikanker.

8. Frekuensi kemoterapi adalah banyaknya pemberian kemoterapi untuk tiap

bulannya.

9. Penyakit penyerta adalah penyakit yang menyertai selama proses pengobatan

dan tidak terikat dalam satu sistem. Akan terdeteksi bersama-sama pada awal

pemeriksaan.

10. Komplikasi adalah penyakit yang menyertai penyakit utama dan masih dalam

satu sistem.

11. Drug Related Problems (DRPs) adalah permasalahan yang muncul terkait

pemakaian obat meliputi : pemilihan antibiotika yang tidak tepat, dosis

kurang, dosis lebih, interaksi obat, efek samping, indikasi yang tidak dirawat,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 42: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

24

gagal menerima obat, dan obat tanpa indikasi.

12. Dampak atau outcome adalah hasil yang diperoleh setelah menjalani

perawatan di rumah sakit. Hasil yang didapatkan yakni membaik atau belum

sembuh.

13. Lembar rekam medik kanker payudara adalah kumpulan catatan dokter, dan

perawat yang berisi data klinis pasien kanker payudara meliputi nomor rekam

medik, nama, umur, diagnosa, stadium, keluhan masuk, keluhan pasca

kemoterapi, dosis dan aturan pakai, jumlah obat, jenis obat yang digunakan

serta data laboratorium dan data non laboratorium.

C. Subyek, Bahan dan Lokasi Penelitian

Subyek penelitian yang digunakan adalah pasien kanker payudara pasca

kemoterapi pada tahun 2005 yang dirawat di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta.

Bahan penelitian adalah data rekam medik yang lampau pasien kanker payudara

pasca kemoterapi dan masih hidup pada tahun itu. Lokasi penelitian dilakukan di

Instalasi Rekam Medik RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta, Jalan Kesehatan 01 Sekip

Yogyakarta 587333.

D. Jalannya Penelitian

1. Analisis situasi dan penentuan masalah

Dimulai dengan melihat pola penyakit kanker payudara yang ada di

RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 yang diperoleh di Instalasi Catatan

Medis. Jumlah pasien kanker payudara yang dirawat di RSUP. Dr. Sardjito tahun

2005 keseluruhannya ada 252 pasien. Pasien tersebut ada yang diterapi dengan

kemoterapi, pemilihan dan penggunaan antibiotika pada pasien kanker payudara -

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 43: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

25

pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta belum pernah dilakukan.

2. Tahap Penelusuran Data

Penelusuran data dilakukan dengan melihat laporan pada lembar catatan

medis yang ada di Instalasi Catatan Medis RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun

2005. Dari total pasien kanker payudara yang ada yakni 252 pasien, yang

mendapatkan kemoterapi dan pada tahun itu masih hidup ada 70 kasus.

3. Tahap Pengambilan Data

Pengambilan data dilakukan di bagian rekam medik RSUP. Dr. Sardjito

Yogyakarta dan dilakukan secara retrospektif karena data yang diambil adalah

data lampau. Data yang akan diambil hanya kasus kanker payudara pasca

kemoterapi yang terjadi pada awal Januari 2005 sampai akhir Desember 2005

dengan kriteria bahwa pasien pada tahun tersebut masih hidup.

Dalam proses ini data yang diambil meliputi nomor rekam medis pasien,

umur, riwayat kanker dalam keluarga, stadium, frekuensi pemberian kemoterapi,

komplikasi, penyakit penyerta, tanggal masuk dan tanggal keluar perawatan, tanda

vital, riwayat pengobatan, tindakan yang dilakukan, diagnosa masuk dan diagnosa

keluar, data hematologi pasien, keluhan ketika masuk dan selama perawatan,

terapi farmakologi dan nonfarmakologi yang diberikan, lama pemberian obat dan

dampak/outcome.

4. Tahap Analisis Data

Data yang diperoleh dikelompokkan berdasarkan prosentase kelompok

umur pasien, riwayat kanker dalam keluarga, stadium kanker, frekuensi

pemberian kemoterapi, komplikasi dan penyakit penyerta, jenis dan golongan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 44: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

26

antibiotika yang digunakan, serta outcome pasien. Data tersebut disajikan dalam

bentuk tabel atau grafik dan didukung dengan penjelasan secara deskriptif. Pada

tahap akhir evaluasi mengenai drug related problems (DRPs) yang terkait

pemilihan dan penggunaan antibiotika dilakukan menggunakan metode

Subjectives, Objectives, Assessment, Plan (SOAP) yang dimodifikasi.

E. Tata Cara Analisis Hasil

Analisis hasil dalam penelitian ini dikelompokkan menurut diagnosis

pasien. Data dibahas secara evaluatif dengan bantuan tabel atau grafik.

Analisis hasil dalam penelitian ini mencakup :

1. distribusi umur pasien pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi

dikelompokkan menjadi 7 kelompok yaitu umur <30 tahun, 30-39 tahun, 40-49

tahun, 50-59 tahun, 60-69 tahun, 70-79 tahun dan >80 tahun. Kemudian dibuat

prosentasenya, cara menghitungnya yakni dengan menggunakan rumus berikut

70n

x 100%

Keterangan; n = jumlah kasus 70 = jumlah semua kasus 2. riwayat kanker dalam keluarga, dihitung berdasarkan jumlah kasus yang

memiliki masalah tersebut,

3. prosentase kasus berdasarkan stadium yang diderita, dihitung berdasarkan

dengan rumus berikut,

70n

x 100%

Keterangan; n = jumlah kasus tiap stadium, 70 = jumlah semua kasus.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 45: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

27

4. prosentase frekuensi pemberian kemoterapi dihitung berdasarkan jumlah kasus

dengan frekuensi kemoterapi tertentu kemudian dibagi dengan jumlah

keseluruhan kasus dan dikalikan 100%,

5. komplikasi dan penyakit penyerta dihitung berdasarkan seringnya muncul dari

tiap kasus,

6. prosentase pola penggunaan obat berdasarkan kelas terapi dihitung dengan

menjumlahkan berapa kali golongan dan jenis obat yang digunakan kemudian

dibagi dengan jumlah semua kasus dan dikalikan 100%,

7. evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pada kasus kanker payudara

pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta 2005 dilakukan dengan

mengidentifikasi drug related problems (DRPs) yang terkait dengan

pemakaian antibiotika. Pengelompokan kasus yang berkaitan dengan

pemakaian antibiotika dapat didasarkan pada kategori DRPs (drug related

problems) berikut ini :

a) butuh antibiotika,

b) tidak perlu antibiotika,

c) antibiotika yang diberikan tidak sesuai atau salah,

d) pasien mendapat dosis antibiotika yang kurang,

e) timbul efek samping atau interaksi antar antibiotika dan antibiotika dengan

obat lain sebagai akibat penggunaan secara bersamaan,

f) pasien mendapat dosis antibiotika yang berlebih,

g) ketidakpatuhan pasien akan penggunaan antibiotika.

8. prosentase dampak/outcome yang terjadi dihitung berdasarkan jumlah kasus -

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 46: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

28

yang hasilnya membaik atau belum sembuh kemudian dibagi dengan jumlah

keseluruhan kasus yang ada dan dikalikan 100%.

Standar terapi pemilihan dan penggunaan antibiotika pada kasus kanker

payudara pasca kemoterapi yang digunakan dalam penelitian ini adalah National

Comprehensive Cancer Network (NCCN) tahun 2005, penggolongan obatnya

berdasarkan Informatorium Obat Nasional Indonesia tahun 2002 dan MIMS 2006.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 47: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

29

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini bersifat retrospektif yakni dengan melihat catatan medis

pasien kanker payudara pasca kemoterapi yang dirawat di RSUP. Dr. Sardjito

Yogyakarta tahun 2005. Data yang digunakan ialah data rekam medik perawatan

terakhir pasien kanker payudara pasca kemoterapi. Hasil penelitian dan

pembahasan “Evaluasi Pemilihan dan Penggunaan Antibiotika Pasca Kemoterapi

pada Pasien Kanker Payudara Di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2005”

dibagi menjadi 5 bagian.

A. Gambaran Umum

Gambaran umum hasil penelitian disajikan dalam 5 bagian. Bagian

pertama berisi prosentase kasus kanker payudara berdasarkan kelompok umur,

kedua berisi riwayat kanker dalam keluarga, ketiga berisi stadium kanker

payudara, keempat berisi frekuensi kemoterapi, kelima berisi komplikasi dan

penyakit penyerta. Pasien kanker payudara yang dirawat dan menjalani

kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito pada tahun 2005 ada 70 orang dan semuanya

wanita

1. Prosentase kasus kanker payudara berdasarkan kelompok umur

Umur pasien dapat dijadikan kriteria dalam pemilihan jenis obat, dosis

obat, bentuk sediaan obat, dan jumlah obat. Pemberian obat pada lansia harus

memperhitungkan jumlah obat dan dosis karena adanya penurunan fungsi faal

tubuh pasien tersebut. Kelompok umur pasien kanker payudara dibedakan

menjadi 6 kelompok yakni <30 tahun dengan jumlah kasus 2, 30-39 tahun dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 48: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

30

jumlah kasus 9, 40-49 tahun dengan jumlah kasus 28, 50-59 tahun dengan jumlah

kasus 18, 60-69 tahun dengan jumlah kasus 6, 70-79 tahun dengan jumlah kasus 2

dan tidak diketahui umurnya dengan jumlah kasus 5. Berikut ini disajikan

prosentase kelompok umur kasus kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito

Yogyakarta tahun 2005 pada gambar 6.

ProsentaseKelompok Umur Pasien Kanker Payudara

di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2005

7%

3%

8%

26%

40%

13%

3%

0

5

10

15

20

25

30

<3030

-3940

-4950

-5960

-6970

-79

tidak

dike

tahui

Umur Pasien (tahun)

Jum

lah

Pasie

n

Gambar 6. Distribusi kelompok umur pasien kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa proporsi kasus kanker

payudara berdasar kelompok umur paling banyak diderita pada umur 40 tahun

hingga 49 tahun, hal ini sudah sesuai dengan teori. Menurut teori, umur 30-40

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 49: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

31

tahun kemungkinan terkena kanker payudara yakni 1 dari 252 orang, umur 40-50

tahun yakni 1 dari 68 orang, umur 50-60 tahun yakni 1 dari 35 orang dan umur

60-70 tahun 1 dari 27 orang.

Menurut Yuliani (2000) hal ini disebabkan oleh faktor keturunan dan

faktor endokrin. Faktor keturunan sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan

risiko terkena kanker payudara. Faktor endokrin yakni pada umur 40 tahun ke atas

merupakan masa menjelang menopause sedangkan umur di atas 50 tahun

disebabkan oleh faktor risiko akibat terlambatnya menopause, sehingga pada

masa-masa ini ada penyesuaian produksi hormon. Hal ini akan memicu

peningkatkan risiko kanker payudara.

2. Riwayat kanker dalam keluarga

RIWAYAT KANKER PAYUDARA DALAM KELUARGA PASIEN

3

63

0

10

20

30

40

50

60

70

ada riw ayat tidak ada riw ayat

Pasien kanker payudara

Jum

lah

pasi

en k

anke

r pa

yuda

ra

Gambar 7. Distribusi pasien yang mempunyai riwayat kanker dalam keluarga.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 50: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

32

Dari tujuh puluh (70) pasien yang dirawat hanya 3 kasus yang memiliki

riwayat kanker payudara dalam keluarga. Faktor genetik-kanker (hereditas) yang

ada dalam keluarga (riwayat kanker pada keluarga) merupakan faktor risiko yang

paling utama dalam menyebabkan kanker. Menurut teori, riwayat kanker dalam

keluarga memiliki peranan sebesar 90% untuk diturunkan kepada anak perempuan

atau saudara perempuannya, dan ± 5-10% kanker payudara dapat terjadi akibat

kelainan genetik yang diturunkan anggota keluarga.

3. Stadium kanker payudara pasca kemoterapi

Penentuan stadium kanker payudara dimulai dengan pemeriksaan medis

yang lengkap. Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa stadium kanker yang

paling banyak diderita pasien ialah stadium lanjut, yakni stadium III dan IV.

Prosentase pasien pada stadium IV yakni 36% atau 25 kasus dan stadium IIIB

30% atau 21 kasus, artinya pasien datang untuk berobat sudah pada tingkat

keparahan yang tinggi.

Menurut Sukardja (1995) tingkat stadium sangat mempengaruhi hasil

terapinya semakin dini stadium terdeteksi dan diobati maka akan semakin besar

kemungkinan untuk sembuh. Kemungkinan sembuh pada stadium 0: 95%, I: 90%,

II: 55%, III: 40% dan IV: 1%. Kanker stadium III dan IV (stadium lanjut) sangat

sulit untuk disembuhkan, oleh karenanya pemberian kemoterapi pada stadium

tersebut bersifat paliatif yakni tidak menghilangkan kausanya, melainkan

memperbaiki kondisi pasien yang mengganggu, misalnya mengurangi rasa nyeri

dengan morfin. Berikut disajikan distribusi kelompok stadium kanker payudara

pada gambar 8.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 51: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

33

Distribusi Kelompok Stadium Kanker Payudara

12

4

9

21

25

8

0

2

4

6

8

10

12

14

16

18

20

22

24

26

28

Stadium kanker

Jum

lah

pasie

n

IIIAIIBIIIAIIIBIVTidak diketahui

Gambar 8. Distribusi kelompok stadium kanker payudara yang diderita pasien

yang dirawat di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005. 4. Frekuensi pemberian kemoterapi

Kesembuhan penyakit kanker ditentukan oleh kontinyunitas melakukan

pengobatan. Salah satu pengobatan yang diberikan ialah kemoterapi. Saat ini

kemoterapi merupakan pilihan pengobatan yang paling efektif untuk

menyembuhkan kanker, karena kemoterapi dapat mematikan sel-sel kanker yang

menyebar sehingga tingkat keparahan pasien dapat diturunkan. Berikut disajikan

prosentase frekuensi pemberian kemoterapi pada tabel V.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 52: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

34

Tabel V. Frekuensi pemberian kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Frekuensi Jumlah Prosentase

1x 22 kasus 31,4 %

2x 12 kasus 17,1 %

3x 15 kasus 21,4 %

4x 6 kasus 8,5 %

5x 4 kasus 5,7 %

6x 9 kasus 12,8 %

7x - -

8x 1 kasus 1,4 %

Tidak diketahui 1 kasus 1,4 %

Dari 70 kasus kanker payudara, frekuensi pemberian kemoterapi yang

paling banyak dilakukan yaitu 8 kali dengan 1 kasus dan paling sedikit 1 kali

dengan 22 kasus. Menurut teori, jangka waktu pemberian kemoterapi ialah 6

bulan. Frekuensi pemberian kemoterapi disesuaikan dengan tingkat stadium.

Semakin tinggi tingkatan stadium kanker maka pemberian kemoterapi akan sering

dilakukan. Namun teori tersebut memiliki kelemahan yakni bahwa pemberian

kemoterapi yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko infeksi atau penekanan

sumsum tulang, karena frekuensi pemberian berhubungan dengan dosis dan efek

samping obat. Obat kemoterapi bersifat tidak selektif terhadap sel kanker. Obat

kemoterapi dapat membunuh sel-sel lain yang mempunyai kecepatan membelah

seperti sel kanker misalnya sel darah dan folikel rambut.

Jumlah kasus yang menderita pada tingkat stadium lanjut (IIIA, IIIB &

IV) ada 55 kasus, sedangkan yang menjalani kemoterapi di atas 3 kali ada 20

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 53: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

35

kasus. Dan yang di bawah 4 kali ada 49 kasus. Artinya kesadaran pasien akan

pentingnya pengobatan kanker secara dini masih kurang.

5. Komplikasi dan penyakit penyerta

Komplikasi adalah penyakit yang menyertai penyakit utama dan masih

dalam satu sistem. Berikut ini tabel jumlah penyakit komplikasi pada pasien

kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Tabel VI. Komplikasi pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Komplikasi Jumlah kasus Prosentase (%) 1 Netropenia 2 2,8 2 Leukositosis 5 7,1 3 Limfositosis 3 4,2

Kondisi yang umumnya akan memperparah keadaan pasien adalah

netropenia dan leukositosis. Leukositosis adalah indikasi terinfeksi, sedangkan

netropenia sebagai indikasi potensial infeksi, kalau parah serta tidak segera diobati

dapat menyebabkan kematian. Pada kasus seperti ini perlu diberikan terapi

antibiotika profilaksis atau kuratif yang tepat untuk mengatasinya. Antibiotika

profilaksis diberikan jika pasien potensial terinfeksi sedangkan kuratif jika pasien

positif terinfeksi. Antibiotika profilaksis yang sering digunakan pada kasus kanker

payudara yaitu antibiotika dengan spektrum luas misalnya β-laktam (sefalosporin

generasi 1 & 2) dan kuinolon, sedangkan kuratifnya yakni sefalosporin generasi

ketiga, aminoglikosida dan metronidasol.

Penyakit penyerta yang diderita pasien kanker payudara pasca kemoterapi

yaitu diabetes melitus, hipertensi dan asma. Berikut ini tabel jumlah penderita

kanker payudara yang disertai penyakit penyerta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 54: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

36

Tabel VII. Penyakit penyerta pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Penyakit penyerta Jumlah kasus Prosentase (%) 1 Diabetes melitus 4 5,7 2 Hipertensi 1 1,4 3 Asma 1 1,4

B. Pola Penggunaan Obat

Obat yang digunakan pada penanganan kanker payudara ada 12

golongan berdasarkan kelas terapinya. Obat-obat tersebut meliputi obat

antineoplastik, obat antibiotika, obat untuk saluran cerna, obat untuk saluran

pernafasan, obat untuk sistem syaraf pusat, obat analgesik, obat hormonal, obat

gizi, obat antialergi, obat untuk penyakit otot skelet dan sendi, obat untuk sistem

endokrin dan metabolik, serta obat untuk kardiovaskular.

1. Obat antibiotika

Ada lima (5) golongan antibiotika yang digunakan yaitu : β-laktam

(penisilin & sefalosporin generasi ke-3), kuinolon, aminoglikosida dan

antiprotozoa. Ada tujuh (7) jenis antibiotika dari kelima golongan tersebut yaitu

ampisilin, amoksisilin klavulanat, seftriakson, seftasidim, siprofloksasin,

gentamisin dan antiprotozoa (metronidasol).

Dari tujuh puluh (70) pasien kanker payudara pasca kemoterapi hanya 9

pasien yang mendapatkan antibiotika. Sembilan pasien tersebut termasuk pasien

yang potensial infeksi, infeksi dan salah obat. Namun pada kenyataannya ada 3

pasien yang potensial infeksi, 5 pasien terinfeksi dan 4 pasien tidak potensial

infeksi atau infeksi tetapi diberikan antibiotika dalam terapinya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 55: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

37

Tabel VIII. Golongan dan jenis antibiotika yang digunakan pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan

Antibiotika Jenis Antibiotika Jumlah Prosentase

(%) Ampisilin 1 1,4 1. Penisillin

Amoksisilin klavulanat

1 1,4

Seftriakson 3 4,2 2. Sefalosporin Seftasidim 2 2,8

3. Kuinolon Siprofloksasin 2 2,8 4. Aminoglikosida Gentamisin 1 1,4 5. Antibiotika anaerob Metronidasol 4 5,7

Penentuan status pasien potensial infeksi atau infeksi dimulai dengan

pemeriksaan data laboratorium yang lengkap yakni pada data hematologi serta

tanda-tanda vital yang dimiliki pasien. Pasien yang mengalami potensial infeksi

ditandai dengan penurunan jumlah leukosit (<2.000 sel/ml) atau penurunan

jumlah neutrofil (<1.000 sel/ml), sedangkan bila terjadi infeksi ditandai dengan

peningkatan jumlah leukosit (>12.000 sel/ml). Pengobatan kondisi potensial

infeksi yakni dengan pemberian antibiotik profilaksis contohnya sefalosporin dan

kuinolon. Untuk kasus infeksi, dapat diberikan antibiotika kuratif contohnya

sefalosporin generasi ketiga, aminoglikosida, dan metronidasol.

Dipilih antibiotika golongan sefalosporin karena antibiotik tersebut

memiliki spektrum aktivitas yang luas dan efektif untuk abses jaringan lunak.

Pada pasien kanker payudara, terdapat perlukaan pada payudara sehingga rentan

terhadap infeksi stafilokokkus atau streptokokkus, oleh karena itu antibiotik

sefalosporin merupakan pilihan obat yang tepat untuk kasus potensial infeksi.

Disamping itu, sefalosporin juga dapat dikombinasikan dengan antibiotik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 56: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

38

kuinolon dengan tujuan untuk meningkatkan efek sinergis dalam membunuh agen

penginfeksi. Kuinolon merupakan antibiotik yang sangat peka terhadap bakteri

gram positif maupun negatif, selain itu penggunaan antibiotik kuinolon misalnya

siprofloksasin memang ditujukan untuk infeksi pada kulit dan jaringan lunak.

Aminoglikosida dipilih sebagai antibiotik empirik karena antibiotika

tersebut berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri gram negatif enterik pada

pasien kanker payudara. Aminoglikosida akan memiliki efek yang sinergis bila

dikombinasikan dengan antibiotik golongan β-laktam.

Dari tabel VIII dapat diketahui bahwa golongan dan jenis antibiotika

yang sering digunakan yaitu seftriakson dan seftasidim (sefalosporin generasi

ketiga) dan metronidasol (antiprotozoa). Penggunaan antibiotik tersebut ada yang

tunggal dan kombinasi. Kombinasi antibiotik yang diberikan pada kasus ini yaitu

golongan sefalosporin dengan kuinolon, sefalosporin dengan metronidasol, dan

kuinolon dengan metronidasol.

Kombinasi sefalosporin-kuinolon digunakan pada terapi profilaksis,

tujuan kombinasi tersebut yakni untuk meningkatkan efek sinergis dan juga

memperluas spektrum aktivitas terhadap agen penginfeksi. Pemberian

metronidasol dimaksudkan untuk mengatasi infeksi bakteri anaerob yang

diperoleh di rumah sakit (infeksi yang didapat), oleh karenanya pemberian

metronidasol dalam kasus ini dikombinasikan dengan sefalosporin atau kuinolon.

Pemilihan antibiotika pada kasus ini sudah tepat atau sesuai dengan teori, karena

umumnya bakteri yang menginfeksi pasien dengan kanker payudara ialah bakteri

gram positif (Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus epidermidis,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 57: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

39

Staphylococcus aureus) dan bakteri gram negatif (Escherichia coli, Pseudomonas

aeruginosa). Bakteri-bakteri tersebut akan masuk melalui jaringan yang luka dan

menginfeksi mulai dari jaringan subkutan sampai ke sistemik.

2. Obat antineoplastik/ sitotoksik

Obat antineoplastik atau obat kemoterapi mempunyai kelemahan yakni

dapat merusak sel-sel tubuh normal. Obat kemoterapi digunakan untuk

memperpanjang harapan hidup atau meringankan pasien akibat dari gejala kanker

(paliatif). Beberapa aktifitas antitumor sitotoksik dibedakan atas beberapa kelas.

Berikut ini penyajian prosentase obat antineoplastik yang digunakan.

Tabel IX. Golongan obat dan jenis obat antineoplastik/sitotoksik pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan obat Jenis obat Jumlah

kasus Prosentase

(%) 1 Zat pengalkil Siklofosfamid 47 67

Epirubisin 17 24 2 Antibiotik sitotoksik Doksorubisin 40 57

3 Antikanker hormonal Tamoksifen 2 2,8 4 Antimetabolit 5-Fluorourasil 13 21,4 5 Antineoplastik lain Paklitaksel 18 25,7

Xeloda 3 4,3 Metrotreksat 2 2,8 Fluorourasil 1 1,4

Karboplatin 3 4,3

Pemberian obat kemoterapi di atas dapat menimbulkan efek samping

yaitu suppesi sumsum tulang (myelosuppresion), yakni penekanan/penghentian

aktifitas sumsum tulang yang berakibat pengurangan jumlah trombosit, leukosit,

eritrosit dan netrofil sehingga dapat berakibat menimbulkan anemia maupun

netropenia. Semua obat antineoplastik yang ada dalam penelitian ini dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 58: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

40

menimbulkan gejala-gejala netropenia dan anemia. Sehingga pemberiannya harus

hati-hati dan perlu pengawasan terhadap hasil laboratorium setelah penggunaan

obat ini untuk mengetahui terjadi atau tidaknya anemia dan netropenia.

3. Obat saluran cerna

Gangguan gastrointestinal seperti mual dan muntah sering terjadi pada

pasien kanker payudara pasca kemoterapi. Berikut ini adalah data kelompok

terapi obat saluran cerna yang digunakan pada kasus kanker payudara pasca

kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Tabel X. Golongan dan jenis obat saluran cerna pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan obat Jenis obat Jumlah

kasus Prosentase

(%) 1 Laksatif Duphalak 1 1,4 2 Antitukak (antasida) Ranitidin 8 11,4

Pantoprasol 6 8,6 Pariet 1 1,4

Simetidin 11 15,7

Pemberian obat saluran cerna digunakan untuk mengurangi keluhan

seperti berkurangnya nafsu makan, mulut terasa pahit, diare dan mual-muntah

akibat pemberian kemoterapi maupun pemberian antibiotika. Obat kemoterapi

dapat menimbulkan mual-muntah melalui rangsangan yang berupa stimulus pada

chemoreceptor trigger zone yang terdapat pada medula, korteks serebral, dan

peripheral pada gastrointestinal. Stimulus ini memacu mual-muntah pada medula

dan saraf motorik yang bertanggung jawab pada pengaturan sekretori dan

kontraksi otot yang mengawali muntah. Reseptor yang terkait pada mekanisme ini

ialah dopamine, serotonin, histamin, dan opioid serta reseptor asetilkolin.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 59: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

41

4. Obat saluran nafas

Obat saluran nafas diberikan pada pasien kanker payudara untuk

mengatasi batuk dan sesak nafas yang diakibatkan oleh keadaan netropenia

sehingga paru-paru mudah terinfeksi dan menimbulkan batuk. Obat yang

digunakan pada kasus ini ada 3 golongan yaitu antihistamin sedatif, mukolitik dan

obat batuk-pilek.

Tabel XI. Golongan dan jenis obat untuk saluran pernafasan pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan obat Jenis obat Jumlah kasus Prosentase

(%) 1 Antihistamin

sedatif Dipenhidramin 10 14

2 Mukolitik Ambroksol sirup 1 1,4 3 Batuk dan pilek Levodropropisin 2 2,8

5. Obat sistem syaraf pusat

Tabel XII. Golongan dan jenis obat untuk syaraf pusat pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan obat Jenis obat Jumlah kasus Prosentase

(%) Ondansetron 22 31,4

Metoklopramid 3 4,2 1 Antiemetik dan

antivertigo Domperidon 1 1,4

2 Psikofarmaka Diazepam 2 2,8

Penggunaan obat untuk susunan syaraf pusat harus hati-hati, karena

mempunyai efek adiktif yang sangat kuat bila digunakan dalam jangka waktu

yang lama. Pemberian obat ini biasanya diberikan 30 menit menjelang proses

operasi. Pemberian ondansentron untuk mengatasi mual dan muntah pasca

kemoterapi dengan mekanisme kerja mem-blok serotonin, namum obat ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 60: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

42

harganya mahal. Metoklopramid dan domperidon fungsinya hampir sama dengan

ondansentron, namun kedua obat ini lebih sering digunakan untuk mual muntah

karena gangguan cerna atau insidensi mual muntah rendah.

6. Obat analgesik

Obat analgesik yang digunakan pada kasus ini ada 2 golongan yakni

analgesik non-opioid dan analgesik opioid. Pemberian obat analgesik pada kasus

kanker payudara berfungsi untuk mengatasi rasa demam, nyeri, dan sakit kepala

yang sering dirasakan pada penderita kanker payudara. Berikut ini tabel

pengelompokkan obat analgesik yang digunakan pada pasien kanker payudara di

RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Tabel XIII. Golongan dan jenis obat analgesik pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan obat Jenis obat Jumlah kasus Prosentase

(%) Parasetamol 2 2,8 1 Analgesik non-opioid

Asam Mefenamat

1 1,4

2 Analgesik opioid Garam morfin 5 7 7. Obat hormonal

Fungsi penggunaan obat hormonal pada pasien kanker payudara adalah

sebagai antiinflamasi sistemik akibat peradangan kanker dan juga untuk reaksi

alergi yang ditimbulkan akibat penggunaan obat kemoterapi. Penggunaan obat

golongan kortikosteroid pada kasus ini digunakan secara bersama-sama dengan

obat antineoplastik. Penggunaan antidiabetik oral ditujukan pada pasien dengan

penyakit penyerta diabetes, yang berfungsi untuk menstabilkan gula darah.

Berikut ini tabel data penggunaan obat hormonal pada pasien kanker payudara di -

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 61: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

43

RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Tabel XIV. Golongan dan jenis obat hormonal pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan obat Jenis obat Jumlah kasus Prosentase

(%) 1 Kortikosteroid Deksametason 30 42,8 2 Antidiabetik oral Gliquidone® 1 1,4

8. Obat antialergi

Pemberian obat antialergi sebagai terapi premedikasi. Fungsinya untuk

pengatasan alergi yang timbul setelah pemberian kemoterapi atau setelah transfusi

darah. Obat ini diberikan 30 menit menjelang transfusi darah. Berikut tabel data

penggunaan obat antialergi pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi di

RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Tabel XV. Golongan dan jenis obat antialergi pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan obat Jenis obat Jumlah kasus Prosentase

(%) 1 Antialergi Duradryl® 1 1,4

9. Obat gizi Tabel XVI. Golongan dan jenis obat gizi pada kasus kanker payudara pasca

kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan obat Jenis obat Jumlah kasus Prosentase (%)

Enervon C® 2 2,8 1 Vitamin Lycoxy® 1 1,4

2 Vitamin E Betavit® 3 4,2 3 Vitamin B Roborantin® 6 8,6

Nerviton® 10 14,2 Neurodex® 1 1,4

Neurobion® 1 1,4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 62: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

44

Kejadian malnutrisi sering terjadi pada penderita kanker payudara,

akibatnya pasien akan menjadi mudah terinfeksi dan memperlambat proses

penyembuhan. Penggunaan obat gizi berfungsi untuk meningkatkan atau

menggantikan asupan makanan yang diperoleh dari luar.

10. Obat untuk penyakit otot skelet dan sendi

Nyeri otot dan persendian sering dirasakan pasien kanker payudara. Oleh

karena itu, untuk mengatasinya digunakan obat untuk sakit otot dan sendi. Obat

yang digunakan pada pasien kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito merupakan

kelompok jenis obat Anti Inflamasi Nonsteroid (AINS). Pemilihan obatnya sudah

tepat, karena kelompok obat tersebut memiliki aktifitas yang lebih baik

dibandingkan parasetamol atau analgesik opioid.

Namun, ada beberapa kelemahan penggunaan AINS pada pasien lanjut

usia, karena pasien lanjut usia sangat rentan terhadap peningkatan efek samping

AINS. Oleh karena itu, dokter sebelum meresepkan obat hendaknya perlu

mempertimbangkan rasio manfaat dan efek sampingnya. Pilihan obat pengganti

AINS pada pasien lanjut usia adalah parasetamol dosis tunggal atau kombinasi

parasetamol dengan analgesik opioid. Berikut ini tabel pengelompokkan obat

untuk penyakit otot skelet dan sendi yang digunakan pasien kanker payudara.

Tabel XVII. Golongan dan jenis obat untuk penyakit otot skelet dan sendi pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan obat Jenis obat Jumlah kasus Prosentase

(%) Ibuprofen 1 1,4 1 Obat untuk penyakit

rematik dan guot Ketoprofen 1 1,4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 63: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

45

11. Obat untuk sistem endokrin dan metabolik

Obat untuk sistem endokrin dan metabolik diberikan pada pasien kanker

payudara yang mengalami gangguan yang berhubungan dengan skeletal atau

hiperkalsemia yang diinduksi oleh kanker dengan keganasan tingkat lanjut yang

mengenai tulang. Penggunaan obat Zoledronic acid tidak boleh dikombinasi

dengan antibiotik aminoglikosida karena dapat menimbulkan efek aditif. Tetapi

pada kasus ini penggunaannya sudah tepat.

Tabel XVIII. Golongan dan jenis untuk sistem endokrin dan metabolik pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan obat Jenis obat Jumlah kasus Prosentase

(%) 1 Obat metabolisme

tulang Zoledronic acid 1 1,4

12. Obat untuk kardiovaskuler

Penggunaan obat kardiovaskuler pada pasien kanker payudara ditujukan

pada pasien yang mengalami tekanan darah tinggi. Sebelum mendapatkan

kemoterapi tekanan darah pada pasien darah tinggi harus dinormalkan terlebih

dahulu, dengan tujuan untuk menghindari risiko yang berakibat fatal jika tetap

diberikan kemoterapi. Berikut ini daftar penggunaan obat kardiovaskuler yang

pada pasien kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Tabel XIX. Golongan dan jenis untuk kardiovaskuler pada kasus kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan obat Jenis obat Jumlah kasus Prosentase

(%) 1 Duretika golongan

tiazid HCT 1 1,4

2 Antihipertensi penghambat ACE

Kaptopril 1 1,4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 64: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

46

Sebelum obat tersebut diresepkan, hendaknya dokter perlu

memperhitungkan efek yang ditimbulkan bila obat tersebut dikombinasi dengan

obat lain, karena obat tersebut sangat rentan kontra indikasi terhadap berbagai

jenis obat (misalnya antibiotik aminoglikosida, siklosporin, vankomisin,

antidepresan, antihistamin, anestetik dan masih banyak lagi).

Pada penelitian ini, kasus yang mendapatkan obat tersebut adalah pasien

dengan nomor kasus 7 dan 52 (lihat lampiran I). Pada kasus tersebut

penggunaannya sudah tepat dan tidak terjadi drug reated problems (DRPs).

C. Drug Related Problems (DRPs)

Dalam penelitian ini, dari 70 kasus kanker payudara pasca kemoterapi

yang diteliti, ada 61 kasus yang tidak terjadi Drug Related Problems (DRPs) dan

9 kasus terjadi DRPs terkait dengan penggunaan antibiotika. Sembilan (9) kasus

yang mengalami DRPs tersebut terdiri dari 3 kasus butuh antibiotika, 4 kasus

tidak butuh antibiotika, 1 kasus mendapatkan antibiotik yang tidak tepat, dan 1

kasus pemberian antibiotik dengan dosis kurang. Penyelesaian masalah terapi

pada kasus yang terjadi Drug Related Problems (DRPs) menggunakan metode

Subjectives, Objectives, Assessment, Plan (SOAP) yang dimodifikasi dan

disajikan dalam bentuk tabel. Subyektif berisikan keluhan, riwayat pengobatan

dan umur pasien. Obyektif berisikan tanda-tanda vital, data hematologi, dan

stadium kanker pasien. Assessment berisikan penilaian peneliti terhadap

komponen-komponen yang ada pada bagian subyektif dan obyektif. Plan diganti

menjadi Rekomendasi yakni berisikan anjuran dalam menyelesaikan kasus yang

terjadi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 65: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

47

Tabel XX. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca kemoterapi pada kasus 10 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Subyektif: No RM : 01.19.03.51, 56 th. Pasien mengeluh nyeri sendi, batuk, nyeri tenggorokan, mual, muntah dan rambut rontok.Mendapat antibiotik, yaitu : amoksisilin 3x500 mg selama 1 hari.Mendapatkan kemoterapi dengan inj. siklofosfamid 700mg, inj. epirubisin 100mg, inj. flurourasil 700mg. Obyektif : Ca. Mammae T4N3M1 dengan problem metastase hepar dan tulang. Tanda Infeksi : 1. Suhu : tanggal 26/08/05 : 37°C (Normal) 2. Nadi : tanggal 26/08/05 : 84x/menit (Normal : 100-120 x/menit) Pemeriksaan laboratorium hematologi tanggal 27/08/05 : 1. WBC : 5.7 x103/mL (Normal : 4.0-10.0 x103/mL) 2. Netrofil : 4.0 x103/ mL (Normal : 2.0-6.90 x103/mL atau 35.0-88.7%) 3. Limfosit : 1.0 x103/mL (Normal : 0.60-3.40 x103/mL atau 12.0-44.0%) 4. Monosit : 0.6 x103/mL (Normal : 0.0-0.90 x103/mL atau 0.0-11.2%) 5.Eosinofil : 0.1 x103/mL (Normal : 1-4 %) 6. Basofil : 0.0 (Normal : 0-1%) Assessment :

Hematologi pasien dalam batas normal, pasien immunocompromized dan

berisiko infeksi. Antibiotika yang digunakan berfungsi untuk mengobati radang

tenggorokan. Dosis pemberian antibiotikanya masih kurang, karena aturan

pemakaian amoksisilin ialah selama 4 hari, sehingga kasus ini masuk dalam

kategori drug related problems terkait dosis antibiotik yang terlalu rendah.

Rekomendasi:

1. Penggunaan antibiotika amoksisilin harus ditingkatkan menjadi 4 hari.

2. Monitor hematologi selanjutnya dan tanda-tanda infeksi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 66: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

48

Tabel XXI. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca kemoterapi pada kasus 15 dan 66 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Subyektif: No RM : 01.19.06.82 (pasien 15), 47 th. Mendapat antibiotik, yaitu : seftriakson 2x1 g selama 1 hari Pasien 15 mendapat kemoterapi dengan inj. siklofosfamid 700mg, inj. metotreksat 70mg, dan inj. 5FU 750mg. Pasien 66 mendapat kemoterapi dengan xeloda. Obyektif : Ca Mammae Dextra Tanda Infeksi : 1. Suhu : tanggal 15/11/05: 37°C (Normal) 2. Nadi : tanggal 15/11/05 : 90x/menit (Normal : 100-120 x/menit) Pemeriksaan laboratorium hematologi tanggal 14/11/05 : 1. WBC : 6.61 x103/mL (Normal : 4.0-10.0 x103/mL) 2. Netrofil : 75 % (Normal : 2.0-6.90 x103/mL atau 35.0-88.7%) 3. Limfosit : 17 % (Normal : 0.60-3.40 x103/mL atau 12.0-44.0%) 4. Monosit : 3.6 % (Normal : 0.0-0.90 x103/mL atau 0.0-11.2%) 5. Eosinofil : 4.2 % (Normal : 1-4 %) 6. Basofil : 0.2 % (Normal : 0-1%) Assessment :

Terjadi peningkatan proporsi eosinofil, sedangkan data hematologi lainnya

dalam jumlah normal. Peningkatan eosinofil merupakan respon yang wajar

akibat pemberian kemoterapi. Kasus ini tidak ada indikasi terinfeksi namun

pasien mendapatkan antibiotika seftriakson 2x1 g selama 1 hari, sehingga kasus

ini termasuk dalam kategori DRPs tidak perlu antibiotika.

Rekomendasi :

1. Pada kondisi tersebut pasien tidak perlu mendapatkan terapi antibiotika

sehingga tidak dianjurkan menggunakan antibiotika.

2. Pantau terus hasil laboratorium khususnya hematologi dan tanda-tanda

infeksi.

Hal yang sama juga terjadi pada pasien dengan No RM : 01.19.39.38 (pasien 66).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 67: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

49

Tabel XXII. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca kemoterapi pada kasus 69 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Subyektif: No RM : 01.21.18.40, 42th. Keluhan setelah kemoterapi merasakan mual dan muntah. Mendapatkan kemoterapi dengan inj. paxus 130 mg, dan inj. doksorubisin 530 mg. Obyektif : Ca. Mammae stadium IV Tanda Infeksi : 1.Suhu : tanggal 29/11/05: 37,5°C (Normal) 2.Nadi : tanggal 30/11/05 : 84x/menit (Normal : 100-120 x/menit) Pemeriksaan laboratorium hematologi tanggal 29/11/05 : 1. WBC : 14,7 x103/mL (Normal : 4.0-10.0 x103/mL) 2. Netrofil : - (Normal : 2.0-6.90 x103/mL atau 35.0-88.7%) 3. Limfosit : - (Normal : 0.60-3.40 x103/mL atau 12.0-44.0%) 4. Monosit : - (Normal : 0.0-0.90 x103/mL atau 0.0-11.2%) 5.Eosinofil : - (Normal : 1-4 %) 6. Basofil : - (Normal : 0-1%) Assessment :

Terjadi peningkatan jumlah WBC dari batas normal, peningkatan jumlah WBC

menandakan terjadinya infeksi pada tubuh pasien. Namun demikian, pasien

tersebut tidak mendapatkan antibiotika selama perawatannya. Oleh karena itu,

kasus ini termasuk dalam kategori DRPs pasien butuh antibiotika

Rekomendasi :

1. Pasien perlu mendapatkan terapi antibiotika empirik misalnya sefalosporin

generasi ke-3 yakni seftasidim 1-2 g (i.v) tiap 6-12 jam.

2. Perlu dilakukan tes kultur dan tes sensitifitas bakteri terhadap antibiotik.

3. Pantau terus hasil laboratorium khususnya hematologi dan tanda infeksi lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 68: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

50

Tabel XXIII. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca kemoterapi pada kasus 20 dan 27 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Subyektif: No RM : 01.18.00.33 (pasien 27), 55 th. Pasien 20 mendapatkan kemoterapi dengan inj. doksorubisin 80mg dan inj. paxus 300mg. Pasien 27 mendapatkan kemoterapi dengan inj. epirubisin 70 mg dan inj. endoksan 750mg. Obyektif : Ca Mamae Dextra T2N0M0 Tanda Infeksi : 1.Suhu : tanggal 07/07/05 : 36.5°C (Normal) 2. Nadi : tanggal 07/07/05: 80x/menit (Normal : 100-120 x/menit) Pemeriksaan laboratorium hematologi tanggal 27/08/05 : 1. WBC : 4.0 x103/mL (Normal : 4.0-10.0 x103/mL) 2. Netrofil : 0.65 x103/mL (Normal : 2.0-6.90 x103/mL atau 35.0-88.7%) 3. Limfosit : 0.28 x103/mL (Normal : 0.60-3.40 x103/mL atau 12.0-44.0%) 4. Monosit : 0.03 x103/mL (Normal : 0.0-0.90 x103/mL atau 0.0-11.2%) 5.Eosinofil : 0.0 (Normal : 1-4 %) 6. Basofil : 0.0 (Normal : 0-1%) Assessment :

Terjadi penurunan jumlah netrofil dari batas normal, dengan demikian pasien

potensial mengalami infeksi, namun pasien tidak mendapatkan terapi

antibiotika, sehingga hal ini termasuk dalam kategori DRPs butuh antibiotika.

Rekomendasi:

1. Pasien membutuhkan antibiotika profilaksis yakni golongan kuinolon

misalnya ofloksasin dengan dosis 2x400mg untuk mencegah keparahan

infeksi yang dialami pasien.

2. Perlu pemberian rHu-GCSF untuk meningkatkan aktivitas netrofil sehingga

dapat menurunkan risiko infeksi dan akan mempercepat kesembuhan.

3. Perlu pemberian Macrophage Colony Stimulating Factor (M-CSF) untuk

meningkatkan jumlah limfosit.

Hal yang sama juga terjadi pada pasien dengan No RM 01.20.35.58 (pasien 20).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 69: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

51

Tabel XXIV. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca kemoterapi pada kasus 29 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Subyektif: No RM : 01.18.42.65, 38 th. Mendapatkan antibiotika Baquinor® 2x500 mg selama 1 hari. Mendapatkan kemoterapi dengan inj. siklofosfamid 600mg, inj. epirubisin 130mg, inj. 5FU 600mg. Obyektif : Carcinoma Mamae Dextra T4N1M0 komplikasi otitis media kronik benigna. Tanda Infeksi : 1.Suhu : tanggal 15/09.05: 37°C (Normal) 2.Nadi : tanggal 15/09/05: 84x/menit (Normal : 100-120 x/menit) Pemeriksaan laboratorium hematologi tanggal 02/05/05 : 1. WBC : 4,6 x103/mL (Normal : 4.0-10.0 x103/mL) 2. Netrofil : 56,9 % (Normal : 2.0-6.90 x103/mL atau 35.0-88.7%) 3. Limfosit : 31,1 % (Normal : 0.60-3.40 x103/mL atau 12.0-44.0%) 4. Monosit : 10,6 % (Normal : 0.0-0.90 x103/mL atau 0.0-11.2%) 5.Eosinofil : 0,1 % (Normal : 1-4 %) 6. Basofil : 0.3% (Normal : 0-1%) Assessment :

Terjadi penurunan proporsi eosinofil sedangkan hematologi lainnya dalam batas

normal. Penurunan proporsi eosinofil merupakan respon yang wajar akibat

pemberian kemoterapi. Namun demikian, pasien mendapatkan antibiotika

Baquinor® 2x500 mg oral selama 1 hari. Oleh karena itu kasus ini termasuk

dalam kategori DRPs tidak perlu antibiotika.

Rekomendasi :

1. Pada kondisi tersebut pasien tidak perlu mendapatkan terapi antibiotika,

sehingga pasien tidak dianjurkan untuk menggunakan antibiotika.

2. Pantau terus hasil laboratorium khususnya hematologi dan tanda-tanda

infeksi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 70: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

52

Tabel XXV. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca kemoterapi pada kasus 35 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Subyektif: No RM : 01.19.88.44, 36 th. Mendapat antibiotik untuk dibawa pulang yaitu siprofloksasin 2 x 500mg, dan metronidasol 3 x 500 mg. Pasien mendapatkan kemoterapi dengan inj. paxus 300mg, dan inj. doksorubisin 70mg. Obyektif : Ca. Mamae Bilateral T4N2Mx dengan metastase paru dan hepar. Tanda Infeksi : 1.Suhu : tanggal 05/10/05: 37°C (Normal)

2.Nadi : tanggal05/10/05 : 84x/menit (Normal : 100-120 x/menit) Pemeriksaan laboratorium hematologi tanggal 04/10/05 : 1. WBC : 6.4 x103/mL (Normal : 4.0-10.0 x103/mL) 2. Netrofil :58.0% (Normal : 2.0-6.90 x103/mL atau 35.0-88.7%) 3. Limfosit : 8.5% (Normal : 0.60-3.40 x103/mL atau 12.0-44.0%) 4. Monosit : 9.7% (Normal : 0.0-0.90 x103/mL atau 0.0-11.2%) 5.Eosinofil : 1.4% (Normal : 1-4 %) 6. Basofil : 1.2% (Normal : 0-1%) Assessment : Terjadi penurunan proporsi eosinofil sedangkan jumlah hematologi lainnya

dalam batas normal. Penurunan proporsi eosinofil merupakan respon yang wajar

akibat pemberian kemoterapi. Namun demikian, pasien mendapatkan antibiotika

siprofloksasin 2 x 500mg, dan metronidasol 3 x 500mg untuk dibawa pulang.

Oleh karena itu kasus ini termasuk dalam kategori DRPs tidak perlu antibiotika.

Rekomendasi:

1. Pada kondisi tersebut pasien tidak perlu mendapatkan terapi antibiotika,

sehingga pasien tidak dianjurkan untuk menggunakan antibiotika.

2. Pantau terus hasil laboratorium khususnya hematologi dan tanda infeksi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 71: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

53

Tabel XXVI. Evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca kemoterapi pada kasus 37 kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

Subyektif: No RM : 01.20.20.20, 44 th. Mendapat obat antiprotozoa yaitu metronidasol 3x500mg selama 1 hari. Pasien mendapatkan kemoterapi dengan inj. siklofosfamid 600mg dan inj. doksorubisin 60mg. Obyektif : Ca. Mammae Sinistra T4N0M0. Tanda Infeksi : 1.Suhu : tanggal 16/11/05 : 38°C (Normal) 2.Nadi : tanggal 16/11/05 : 90x/menit (Normal : 100-120 x/menit) Pemeriksaan laboratorium hematologi tanggal 16/11/05 : 1. WBC : 12,99 x103/mL (Normal : 4.0-10.0 x103/mL) 2. Netrofil : 77.1% (Normal : 2.0-6.90 x103/mL atau 35.0-88.7%) 3. Limfosit : 14.2% (Normal : 0.60-3.40 x103/mL atau 12.0-44.0%) 4. Monosit : 7.9% (Normal : 0.0-0.90 x103/mL atau 0.0-11.2%) 5.Eosinofil : 0.6% (Normal : 1-4 %) 6. Basofil : 0.2% (Normal : 0-1%) Assessment: Terjadi peningkatan jumlah WBC, berarti pasien terinfeksi. Metronidasol yang

diberikan harus dikombinasikan dengan antibiotik golongan β-laktam untuk

meningkatkan efek sinergis, oleh karenanya kasus ini termasuk dalam kategori

DRPs antibiotik yang tidak tepat

Rekomendasi:

1. Metronidasol dikombinasikan dengan sefalosporin generasi ke-3 yakni

seftasidim 1 g (i.v) tiap 6-12 jam. Metronidasol untuk infeksi anaerob dengan

dosis anjuran 3 x 500mg secara per oral selama 7 hari.

2. Perlu dilakukan tes kultur dan tes sensitifitas bakteri terhadap antibiotika

3. Pantau terus hasil laboratorium hematologi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 72: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

54

D. Dampak/Outcome Pasien Dampak/outcome yang diperoleh pasien kanker payudara pasca

kemoterapi dilihat dalam dua hal yakni pada kasus infeksi/potensial infeksi dan

kankernya sendiri. Dampak/outcome yang terjadi disajikan dalam bentuk tabel.

Tabel XXVII. Dampak/Outcome yang terjadi setelah pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kondisi Dampak/Outcome Jumlah kasus Prosentase (%)

Membaik 2 2,8 Infeksi Belum sembuh 3 7,1

Potensial infeksi Membaik 3 7,1 Membaik 50 71,4 Kanker

Belum sembuh 22 31,4

E. Rangkuman Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemilihan dan penggunaan

antibiotika pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito

Yogyakarta tahun 2005. Berdasarkan data rekam medis, ditemukan 70 pasien

kanker payudara pasca kemoterapi.

1. Gambaran umum kasus kanker payudara pasca kemoterapi

Gambaran umum yang dilihat meliputi umur, riwayat kanker dalam

keluarga, stadium, frekuensi pemberian kemoterapi, komplikasi dan penyakit

penyerta. Berdasarkan kelompok umur terdapat 2 kasus umur <30 tahun, 9 kasus

umur 30-39 tahun, 28 kasus umur 40-49 tahun, 18 kasus umur 50-59 tahun, 6

kasus umur 60-69 tahun, 2 kasus umur 70-79 tahun, dan 5 kasus tidak diketahui

umurnya.

Dari tujuh puluh (70) pasien yang dirawat hanya 3 kasus yang memiliki

riwayat kanker payudara dalam keluarga. Berdasarkan tingkat stadiumnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 73: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

55

terdapat 25 pasien stadium IV, 21 pasien stadium IIIB, 9 pasien stadium IIIA, 4

pasien stadium IIB, 2 pasien stadium IIA, dan 1 pasien stadium I. Faktor hereditas

yang ada dalam keluarga (riwayat kanker pada keluarga) merupakan faktor risiko

yang paling utama dalam menyebabkan kanker.

Frekuensi pemberian kemoterapi yang paling banyak dilakukan yaitu 8

kali dengan 1 kasus dan paling sedikit 1 kali dengan 22 kasus. Komplikasi yang

menyertai kasus kanker payudara pasca kemoterapi yakni netropenia, leukositosis,

dan limfosistosis. Penyakit penyerta yang diderita pasien kanker payudara pasca

kemoterapi yaitu diabetes melitus, hipertensi dan asma.

3. Pola Penggunaan Obat

Tabel XXVIII. Pengelompokan obat berdasarkan kelas terapi untuk penangan kanker payudara.

No Obat berdasarkan kelas terapi

1. obat antibiotik

2. obat antineoplastik

3. obat saluran cerna

4. obat saluran nafas

5. obat sistem syaraf pusat

6. obat analgesik

7. obat hormonal

8. obat antialergi

9. obat gizi

10. obat untuk penyakit otot skelet dan sendi

11. obat untuk sistem endokrin dan metabolik

12. obat untuk kardiovaskuler

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 74: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

56

Dari tujuh puluh (70) pasien kanker payudara pasca kemoterapi hanya 9

pasien yang mendapatkan antibiotika. Sembilan (9) pasien tersebut termasuk

pasien yang potensial infeksi, infeksi dan salah obat. Kenyataannya ada 3 pasien

yang potensial infeksi, 5 pasien positif terinfeksi, dan 4 pasien tidak

infeksi/potensial infeksi tetapi diberikan antibiotika dalam terapinya

Tabel XXIX. Golongan dan jenis antibiotika yang digunakan pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005.

No Golongan Antibiotika Jenis Antibiotika

Ampisilin 1. Penisillin Amoksisilin klavulanat

Seftriakson 2. Sefalosporin Seftasidim

3. Kuinolon Siprofloksasin 4. Aminoglikosida Gentamisin 5. Antibiotika anaerob Metronidasol

3. DRPs terkait penggunaan antibiotika

Dari tujuh puluh (70) pasien kanker payudara pasca kemoterapi yang

diteliti, terdapat 9 kasus yang mengalami Drug Related Problems (DRPs) terkait

dengan penggunaan antibiotika. Sembilan (9) kasus tersebut meliputi 3 kasus

butuh antibiotika, 4 kasus tidak butuh antibiotika, 1 kasus pemberian antibiotik

yang tidak tepat, dan 1 kasus pemberian antibiotik dengan dosis kurang.

Tabel XXX. Drug Related Problems antibiotika tidak tepat.

No. RM Permasalahan Penilaian Anjuran 01.20.20.20 pasien

mendapatkan metronidasol 3x500mg selama 1 hari

terjadi peningkatan jumlah WBC, metronidasol perlu dikombinasi

Metronidasol dikombinasi dengan sefalosporin generasi ketiga misalnya seftasidim, lakukan tes kultur kuman.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 75: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

57

Tabel XXXI. Drug Related Problems tidak perlu antibiotika.

No. RM Permasalahan Penilaian Anjuran 01.19.06.82

01.19.39.38

mendapatkan seftriakson 2x1g selama 1 hari

terjadi peningkatan proporsi eosinofil, sedangkan hematologi lainnya normal

pantau terus hasil laboratorium khusunya hematologi dan tanda-tanda infeksi

01.18.42.65 mendapatkan siprofloksasin (Baquinor®) 2x500mg selama sehari

terjadi peningkatan proporsi eosinofil, sedangkan hematologi lainnya normal

pantau terus hasil laboratorium khusunya hematologi dan tanda-tanda infeksi

01.19.88.44 mendapatkan siprofloksasin 2x500mg dan metronidasol 3x500mg

terjadi penurunan proporsi eosinofil, sedangkan hematologi lainnya normal

pantau terus hasil laboratorium khusunya hematologi dan tanda-tanda infeksi

Tabel XXXII. Drug Related Problems butuh antibiotika.

No. RM Permasalahan Penilaian Anjuran 01.21.18.40

Infeksi

terjadi peningkatan jumlah WBC

Berikan antibiotika empirik. Perlu dilakukan tes kultur dan pantau terus hasil laboratorium hematologi selanjutnya

01.18.00.3301.20.35.58

Potensial terinfeksi

terjadi penurunan jumlah netrofil

berikan antibiotika profilaksis, berikan Macrophage Colony Stimulating Factor (M-CSF) untuk meningkatkan jumlah limfosit serta terus memantau hematologi selanjutnya dan tanda infeksi.

Tabel XXXIII. Drug Related Problems Dosis antibiotika yang diberikan rendah.

No. RM Permasalahan Penilaian Anjuran 01.19.03.51 mendapatkan

amoksisilin 3x500mg selama 1 hari

pasien berisiko immunocompromize, dan berisiko infeksi.

penggunaan amoksisilin harus ditingkatkan menjadi 4 hari, dan monitor hematologi selanjutnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 76: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

58

Tabel XXXIV. Ringkasan kasus Drug Related Problems

No Status kondisi pasien No. Rekam Medik DRPs yang terjadi 01.18.00.33 1 POTENSIAL INFEKSI 01.20.35.58

Butuh Antibiotika

2 INFEKSI 01.21.18.40 Butuh Antibiotika 01.19.06.82 01.19.39.38 01.19.88.44

3 TIDAK INFEKSI/POTENSIAL

TERINFEKSI 01.18.42.65

Tidak Perlu Antibiotika

4 INFEKSI 01.20.20.20 Antibiotika Tidak Tepat

5 POTENSIAL INFEKSI 01.19.03.51 Dosis terlalu rendah 4. Dampak/Outcome pasien

Tabel XXXV. Dampak/Outcome yang terjadi setelah pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kondisi Dampak/Outcome Jumlah kasus Prosentase (%)

Membaik 2 2,8 Infeksi Belum sembuh 3 7,1

Potensial infeksi Membaik 3 7,1 Membaik 50 71,4 Kanker

Belum sembuh 22 31,4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 77: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

59

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil evaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pasca

kemoterapi pada kasus kanker payudara di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun

2005, diperoleh kesimpulan sebagai berikut.

1. Profil pasien : kelompok umur terbanyak 40-49 tahun 40%, 3 kasus memiliki

riwayat kanker dalam keluarga; stadium terbanyak diderita stadium IV (25

kasus); frekuensi kemoterapi terbanyak 8x (1 kasus) dan paling sedikit 1x (22

kasus); komplikasi leukositosis 5 kasus, netropenia 2 kasus, dan limfositosis 3

kasus; penyakit penyerta diabetes mellitus 1 kasus, hipertensi 4 kasus, dan

asma 1 kasus .

2. Terdapat 12 kelas terapi obat yang digunakan: antibiotik,

antineoplastik/sitotoksik, obat saluran cerna, obat saluran nafas, obat sistem

syaraf pusat, analgesik, obat hormonal, antialergi, obat gizi, obat untuk otot

skelet dan sendi, obat sistem endokrin dan metabolik, dan obat kardiovaskuler.

Ada 5 golongan dan 7 jenis antibiotika.

3. Drug Related Problems yang terjadi terkait penggunaan antibiotika: 3 kasus

butuh antibiotik, 4 kasus tidak perlu antibiotik, 1 kasus antibiotik tidak tepat,

dan 1 kasus dosis antibiotik terlalu rendah.

4. Dampak/outcome yang terjadi: pada infeksi/potensial infeksi 5 kasus membaik

dan 3 kasus belum sembuh, pada kankernya sendiri 50 kasus membaik dan 22

kasus belum sembuh.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 78: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

60

B. Saran

1. Dapat dilakukan penelitian yang sama namun dengan penanganan kasus yang

berbeda misalnya : mengevaluasi pemilihan dan penggunaan antibiotika pada

kasus kanker payudara pasca mastectomy.

2. Dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan analisa dari segi ekonomi meliputi

biaya perawatan, harga obat yang digunakan, dan kemampuan ekonomi pasien

pada lokasi penelitian yang berbeda agar dapat diketahui jumlah kasus kanker

payudara yang terjadi di tempat tersebut dan kesanggupan pasien untuk

mengupayakan kesembuhan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 79: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

61

DAFTAR PUSTAKA Anonim, 2000a, Artikel Kanker Payudara, http://www.infokes.com, diakses

Januari 2006. Anonim, 2000b, Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000, 4-5, 228-234,

Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Anonim, 2001, Kanker, http://www. litbang.depkes.go.id, diakses Februari 2006. Anonim, 2002, Kemajuan Pengobatan Kanker Payudara, http://www.

Kompas.com, diakses Februari 2006. Anonim, 2003a, RS. Dr. Sardjito, http://www.pdspersi.co.id, diakses Februari

2006. Anonim, 2003b. Penatalaksanaan Kanker Payudara Terkini, RS. Dharmais

Pustaka Populer Obor, Jakarta, 4, 6-7, 78-79, 109-111. Anonim, 2006a, Cermin Dunia Kedokteran : Terapi dan Profilaksis Netropenia

akibat kemoterapi Cermin Dunia Kedokteran, PT. Kalbe Farma, Jakarta, hal 61.

Anonim, 2006b, MIMS Indonesia, Media Asia, Singapore. Anonim, 2007, Cancer, Chemoterapi, Anemia and Fatigue: What’s the

Connection?, http://www.anemia.com/anemia/anemiacancer.html. Diakses pada tanggal 15 Mei 2007.

Archer, G.L. dan Polk, R.E., 1998, Treatment and Profilaksis of Bacterial

Infections in Horrison’s Principle of Internal Medicine, 16th Edition, part seven.

Cipolle, R.S., Strand, L.M., and Morley, P.C., 1998, Pharmaceutical Care

Practise, Mc Graw-Hill, New York, 73-111. Djoerban, 2004, Kanker Payudara Serang 9 Persen Wanita,

http://www.kompas.com/kesehatan/0503/29/084357,htm, diakses Februari 2006.

Finberg, R., 2005, Infection in Patient with Cancer in Horrison’s Principle of

Internal Medicine, 16th Edition, part five.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 80: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

62

Guiliano, M.D.A.E., Breast in Current Medical Diagnosis & Treatment 2002, 41th Edition, Chapter XVI.

Kalantaridou, S., dkk., 1999, Hormone Therapy in Women in Pharmacotherapy A

Pathophysiologic Approach, 6th Edition, 1493-1514, Mc. Graw-Hill Medical Publishing Division, New York.

Katzung, B.G., 2004, Farmakologi Dasar dan Klinik, 180-197, Penerbit Salemba

Medika, Jakarta. Koda Kimble, M.A., Young, L.Y., 2001, Applied Therapeutic The Clinical Use of

Drugs, 7th Ed, Lippincount Williams & Wilkins, Baltimon, Ch 87. Lestari, G.P., 2005, Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pasca Kemoterapi pada

Pasien Leukemia Di RS. Dokter Sardjito Yogyakarta tahun 2004, Skripsi Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Lippman, M.E., 1998, Breast Cancer in Horrison’s Principle of Internal

Medicine, 16th Edition, part six. Moningkey, S. I., 2000, Epidemologi Kanker Payudara, Medika ; Januari 2000,

Jakarta. National Cancer Institute, 2005 General Information,

http://www.nci.nih.gov/cancertopics/pdq/treatment/breast/healthprofessional. Diakses 23 Agustus 20006.

National Comprehensive Cancer Network (NCCN), 2002, Fever and Neutropenia

Treatment Guidelines For Patient with Cancer, NCCN and ACS (American Cancer Society), USA. Diakses 29 September 2006.

Noorwati, 2003, Farmakologi Obat-obat Kemoterapi dan Hubungannya dengan

Siklus Sel, RS. Dharmais, Jakarta. Ramli, Umbas R., Sonar S.P., 2000, Deteksi Dini Kanker, Penerbit Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Revianti, M.K.A.Y., 2005, Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pasca Kemoterapi

pada Pasien Kanker Payudara Di RS. Panti Rapih Yogyakarta tahun 2004, Skripsi Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Rugo, S.H.MD., 2001, Cancer in Current Medical Diagnosis & Treatment 2002,

41th Edition, Chapter IV. Setiabudy, R. dan Gan V.H.S., 1995, Pengantar Antimikroba, Farmakologi dan

Terapi, Edisi 4, 571-572, Gadjah Mada University press, Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 81: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

63

Sukardja, I.D.G., 1995, Terapi Paliatif Kanker Payudara in Pertemuan Ilmiah Nasional ke-1 Perhimpunan Onkologi Indonesia, Bandung.

Tjindarbumi, 2000, Deteksi Dini Kanker Payudara dan Penanggulangannya,

Dalam : Deteksi Dini Kanker, Fakultas Kedokteran UI, Jakarta. Underwood JEC, 2001, House Officer Series Hematology, EGC, Jakaerta, 1-2. Walker, R. dan Edwards, C., 1999, Clinical Pharmacy and Therapeutics,. 2nd

Edition, 58-63 dan 742-743, Churchill Livingstone IN, UK. Weaver, C.H., 2002, Myelosuppression, http://www.411-cancer, diakses 16 Mei

2007. Yuliani, 2000, Faktor Risiko Kanker Payudara, Departemen Kesehatan Republik

Indonesia, Jakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 82: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 83: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

64

Lampiran 1 DATA PASIEN KANKER PAYUDARA PASCA KEMOTERAPI

YANG DIRAWAT DI RSUP. Dr. SARDJITO TAHUN 2005

No Kasus

Data Pasien Diagnosis Data Laboratorium Keluhan Terapi Lama Pemberian Hasil Perawatan

1 No. RM : 00.68.22.34 Usia/ JK : 42 th / W Dirawat ke : 10 Masuk : 10/08/05 Keluar : 11/08/05 R. Penyakit Kelurga : kanker Tanda Vital TD : 130/90 Suhu : 36,5

Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-8

Masuk : Ca Mammae Dextra T3N2M0

Keluar : Ca Mammae Dextra T3N2M0

Tgl 09/ 08/05 WBC: 7.1 x103 Neut : 4.5 x103 Lym : 1.8 x103 Mon : 0.7 x103 Eos : 0.1 x103 Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : resiko muntah dan cemas

Non Farmakologi : - Farmakologi : Inj. Kalmetason 2 amp Inj. Dipenhidramin 5 amp (1x) Inj. Simetidin 1 amp Frazon 10 (3x1) Simetidin 20 (3x1) Neurobion I Ulsikan I Inj. Frazon 8 mg II Paxus 30 mg VII (dlm intralit) Intralit I

Obat yang dibawa pulang : Frazon (3x1)) Simetidin (3x1)

10/8, 11/8 10/8 10/8, 11/8 11/8 11/8 11/8 11/8 10/8, 11/8 10/8

Belum sembuh

2 No. RM : 01.14.92.37 Usia/ JK : 36 th / W Dirawat ke : ke-2 Masuk : 06/06/05 Keluar : 13/06/05 R. Penyakit Kelurga : - Tanda Vital TD : 120/70 Suhu : - Nadi : 88 x/ menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-1 dan post mastectomy Tindakan yang dilakukan : trasfusi PRC dan pada hari ke-5 dilakukan kemoterapi ke-2

Masuk : Ca Mammae Dextra (Progresive Disease) Keluar : Ca Mammae Dextra (Progresive Disease)

Tgl 06/06/05 WBC: 5.18 x103 Neut : 68.6 % Lym : 17.9 % Mon : 8.3 % Eos : 4.6 % Baso: 0.6 % Tgl 09/06/05 WBC: 5.12 x103 Neut : 76.0% Lym : 14.0% Mon : 5.9% Eos : 3.9%

Masuk : Payudara kanan ada luka post operasi. Payudara kiri ada bekas operasi. Lengan : oedem ⊕, hiperemis ⊕, NT ⊕. Pada Px tersebut didapatkan problem anemia (Hb 7.9), Hipoalbuminemia (albumin 2.8). Selama Perawatan : Pada hari ke V perawatan SS dimasukkan, keluhan post SS : mual ⊕, muntah ⊕, rambut

Non Farmakologi : Diet Tinggi Karbohidrat Tinggi Protein Farmakologi : inf. D5% lini Nerviton E 1x1 PRC 1 kolf Paxus 300 mg Karboplatin 450 mg

06/06, 07/06 06/06, 07/06

07/06 11/06 11/06

Belum sembuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 84: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

65

Baso: 0.2% Tgl 12/06/05 WBC: 7.65 x103 Neut : 85.2% Lym : 11.4% Mon : 2.6% Eos : 0.5% Baso: 0.3%

rontok, nafsu makan ↓.

3 No. RM : 01.19.76.51 Usia/ JK : 58 th / W Dirawat ke : 3 Masuk : 16/11/05 Keluar : 19/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 36,5 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : post mactectomy dan post kemoterpi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mammae Dextra T4NoMo. Ca Mammae Sinistra- Residif. Keluar : Ca Mammae Dextra T4NoMo. Ca Mammae Sinistra- Residif.

Tgl - / - / - WBC: 7.3x103 Neut : 3.6 x103 Lym : 2.7 x103 Mon : 0.7 x103 Eos : 0.3 x103 Baso: 0.0 x103

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inj. Frazon 1 amp Inj. Simetidin 1 amp Inj. Kalmetason 1 amp Inj.Siklofosfamid 700 mg Inj. Epirubisin 60 mg Inj. SFU 750 mg Simetidin 3x1 Frazon 2x1

17/11 17/11 17/11 17/11 17/11 17/11

18/11, 19/11 18/11, 19/11

Membaik

4 No. RM : 01.18.73.85 Usia/ JK : 39 th / W Dirawat ke : 1 Masuk : 20/06/05 Keluar : 16/07/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 37 Nadi : 85 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca ductal infiltratif Mammae S Keluar : Ca ductal infiltratif Mammae S

Tgl - / - / - WBC: 7.2 x103

Neut : 4.2 x103

Lym : 2.2 x103

Mon : 0.4 x103

Eos : 0.4 x103

Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : - Farmakologi : Inj. Siklofosfamid 750 mg Inj. Adriamisin 75 mg Inj. 5FU 750 mg

14/07 14/07 14/07

Belum sembuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 85: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

66

5 No. RM : 01.18.69.90 Usia/ JK : 66 th / W Dirawat ke : 1 Masuk : 19/05/05 Keluar : 04/06/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/80 Suhu : 36,4 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : - Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mammae Dextra Keluar : Ca Mammae Dextra + Hiperglikemi

Tgl - / - / - WBC: 6.2 x103 Neut : 3.8 x103 Lym : 1.9 x103 Mon : 0.2 x103 Eos : 0.3 x103 Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : Hiperglikemia , nafsu makan turun

Non Farmakologi :- Farmakologi : Tamoxifen 2x 10 mg RI 3x2 unit RI 3x6 unit Glurenorm 30 mg 1-1-0 Becom-C 1x1 Inj.Siklofosfamid 750 mg Inj. Adriamisin 75 mg Inj. 5FU 750 mg RI 3x8 unit

23/05, 25/08, 27/05 27/05 30/5

03/06 03/06 03/06 03/06 03/06 03/6

Membaik

6 No. RM : 01.18.58.64 Usia/ JK : 46 th / W Dirawat ke : 1 Masuk : 18/05/05 Keluar : 19/05/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/70 Suhu : 37 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk :Ca Mammae Sinister T3N1M1 Keluar : Ca Mammae Sinister T3N1M1

Tgl - / - / - WBC: 7.8 x103 Neut : 60 % Lym : 32 % Mon : 2 % Eos : 3 % Baso: 3 %

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : - Farmakologi : Inj. Pentotal 1 amp Inj. Dexamet 2 amp Inj. Vomceran 8 mg Inj. Epirubisin 10 mg NaCl 100 cc (2x) Inj. Endoxan 1 gr NaCl 100 cc (2x) Obat yang dibawa pulang : Vomceran 3x1 Qten 2x1

18/05 18/05 18/05 18/05

18/05

Membaik

7 No. RM : 01.18.60.74 Usia/ JK : 50 th / W Dirawat ke : 2 Masuk : 04/06/05 Keluar : 08/06/05 R. Penyakit Keluarga : Hipertensi Tanda Vital TD : 220/110 Suhu : 36,5 Nadi : 108 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi yang ke-1

Masuk : Ca Mammae Dextra T3N4M0 Keluar : Ca Mammae Dextra T3N4M0 dan hipertensi

Tgl - / - / - WBC: 7.1 x103 Neut : 4.8 x103 Lym : 1.7 x103 Mon : - Eos : - Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : mual, muntah, rambut rontok, lemah

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Narfoz 10 mg 1x1 HCT 1x1 Inj. Siklofosfamid 500 mg Inj, Epirubisin 60 mg Inj. 5FU 500 mg

04/06 s.d 07/06

06/06 06/06 07/06 07/06 07/06 07/06

Belum sembuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 86: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

67

8 No. RM : 01.19.37.93 Usia/ JK : 53 th / W Dirawat ke : :2 Masuk : 07/12/05 Keluar : 08/12/05 R. Penyakit Kelurga : - Tanda Vital TD : 130/90 Suhu : 36 Nadi : 84x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke- 6

Masuk : Ca Mammae Sinister Keluar : Ca Mammae Sinister

Tgl - / - / - WBC: 4.6 x 103 Neut : - Lym : - Mon : - Eos : - Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : mual muntah, nafsu makan turun.

Non Farmakologi : Diet Timggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Vomceran 8 mg / iv Siklofosfamid 700 mg/NaCl 100 ml Epirubisin 75 mg/ NaCl 100 ml Fluracedryl 750 mg/ NaCl 100 ml

07/12

07/12 07/12

07/12 07/12

Membaik

9 No. RM : 01.19.47.41 Usia/ JK : 24 th/ W Dirawat ke : 4 Masuk : 13/10/05 Keluar : 15/10/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 36.6 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mammae Sinister ductal infiltratif T4N1Mo Keluar : Ca Mammae Sinister ductal infiltratif T4N1Mo

Tgl - / - / -

WBC: 8.6 x103 Neut : 4.2 x103 Lym : 2.5 x103 Mon : 1.2 x103 Eos : 0.1 x103 Baso: 0.6 x103

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : - Farmakologi : Inj. Siklofosfamid 700 mg Inj. Epirubisin 100 mg Inj. Flurourasil 700 mg

14/10 14/10 14/10

Belum sembuh

10 No. RM : 01.19.03.51 Usia/ JK : 56 th / W Dirawat ke : 2 Masuk : 26/08/05 Keluar : 28/8/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 140/90 Suhu : 37 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post masectomy dan post kemoterapi ke-2

Masuk : Ca Mammae T4N3M1 Keluar : Ca Mammae T4N3M1 dengan problem metastase hepar dan tulang.

Tgl - / - / - WBC: 5.7 x103 Neut : 4.0 x103 Lym : 1.0 x103 Mon : 0.6 x103 Eos : 0.1 x103 Baso: 0.0 x103

Masuk : - Selama Perawatan : nyeri sendi, batuk, nyeri tenggorokan mual, muntah, rambut rontok

Non Farmakologi : Diet Timggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inf. D5% lini Nerviton E 1x1 Amoksisilin 3x500 mg As. Mefenamat 3x1 Inj. Siklofosfamid 600 mg Inj. Epirubisin 60 mg Inj. Flurourasil 600 mg

26/08 s.d 28/08

27/08 27/08 27/08 27/08 27/08 27/08 27/08

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 87: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

68

Tindakan yang dilakukan kemoterapi ke-3

11 No. RM : 01.06.31.52 Usia/ JK : 43 th / W Dirawat ke : 1 Masuk : 22/07/05 Keluar : 23/07/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/60 Suhu : 36 Nadi : 88 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mammae Sinister std IV Keluar : Ca Mammae Sinister std IV

TIDAK ADA DATA LAB.

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : - Farmakologi : Inj. Doksorubisin 80 mg Inj. Paxus 210 mg

22/07 22/07

Membaik

12 No. RM : 01.16.32.23 Usia/ JK : 47 th / W Dirawat ke : 5 Masuk : 03/05/2005 Keluar : 04/06/2005 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 100/70 Suhu : 36.4 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-4 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-5

Masuk : : Ca Mammae T3N2Mx Keluar : : Ca Mammae T3N2Mx

Tgl - / - / - WBC: 4.3 x103 Neut : 3.1 x103 Lym : 0.6 x103 Mon : 0.5 x103 Eos : 0.1 x103 Baso: 0.1 x103

Masuk : - Selama Perawatan : Pasien mengatakan cemas, tiap kali obat masuk mual dan muntah

Non Farmakologi : - Farmakologi : Narvos 8 mg II (2x) Inj. Doksorubisin 50 mg I Inj. Doksorubisin 10 mg I Inj. Paxus 30 mg VI Infus set Intralite I Inj. NaCl I Inj. Zantac I Deksametason I Dipenhidramin I

03/06 03/06 03/06 03/06 03/06 03/06 03/06 03/06 03/06

Membaik

13 No. RM : 01.19.96.49 Usia/ JK : 50 th/ W Dirawat ke : 2 Masuk : 28/09/05 Keluar : 29/09/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 36.2 Nadi : 84 x/menit

Masuk : Ca Mammae Duplex std IV Keluar : Ca Mammae Duplex std IV

Tgl - / - / - WBC: 6.1 x103 Neut : 5.3 x103 Lym : 0.5 x103 Mon : 0.2 x103 Eos : 0.2 x103 Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : mual dan muntah

Non Farmakologi : - Farmakologi : Cedantin 8 mg Inj. Deksametason 2 amp Delladryl 2 cc Inj. Rantin 2 amp NaCl 100 cc Inj. Doksorubisin 70 mg + D5%

28/09 28/09 28/09 28/09 28/09 28/09

Belum sembuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 88: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

69

R. Pengobatan : post kemoterapi ke-1 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-2

100 cc Inj. Paxus 240 mg + Intralite 500 cc

28/09

14 No. RM : 01.19.34.27 Usia/ JK : 38 th/ W Dirawat ke : 4 Masuk : 25/10/05 Keluar : 31/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 105/75 Suhu : 37 Nadi : 88 x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mammae Dextra T4CN0M0 Keluar : Ca Mammae Dextra T4CN0M0 + paru

Tgl - / - / - WBC: 4.2 x103 Neut : 2.0 x103

Lym : 1.5 x103

Mon : 0.6 % Eos : 0.1 % Baso: -

Masuk : pasien mengeluh benjolan bertambah nyeri, keluar cairan, nanah dan darah, nafsu makan dan minum turun, berat badan turun, mual muntah , cepat terasa kenyang, sesak nafas −,batuk −, buang air besar dan buang air kecil tidak ada keluhan. Selama Perawatan : mengalami nyeri

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inj. Siklofosfamid 700 mg Inj. Adriamisin 70 mg Inj. 5FU 700 mg

25/10 s.d. 31/10

26/10 26/10 26/10

Belum sembuh

15 No. RM : 01.19.06.82 Usia/ JK : 47 th / W Dirawat ke : 6 Masuk : 14/11/05 Keluar : 16/11/05 R. Penyakit Kelurga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 37 Nadi : 90 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-4 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-5

Masuk : Ca Mammae Dextra Keluar : Ca Mammae Dextra

Tgl - / - / - WBC: 6.61 x103 Neut : 75 % Lym : 17 % Mon : 3.6 % Eos : 4.2 % Baso: 0.2 %

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : - Farmakologi : Inj. Frazon 1 amp Inj. Simetidin 1 amp Inj. Kalmetason 1 amp Inj. Siklofosfamid 700 mg Inj. Metotreksat 70 mg Inj. 5FU 750 mg Ceftriaxon 2x1 g Tradil 3x1 Inj. Neurosanbe 2x1 amp

15/11 15/11 15/11 15/11 15/11 15/11 15/11 15/11 15/11

Membaik

16 No. RM : 01.17.13.81 Usia/ JK : 47 th / W Dirawat ke : 7 Masuk : 19/10/05 Keluar : 20/10/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital

Masuk : Ca Mammae Dextra T3N0M1 Keluar : Ca Mammae Dextra T3N0M1

Tgl - / - / - WBC: 5.8 x103 Neut : 2.9 x103 Lym : 2.2 x103 Mon : - Eos : -

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : - Farmakologi : Medixon 20 mg (2x) Inj. Dipenhidramin 50 mg Inj. Rantin 50 mg Inj. Paxus 330 mg

19/10 20/10 20/10 20/10

Belum sembuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 89: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

70

TD : 110/70 Suhu : 36.5 Nadi : 88 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke- 5 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-6

Baso: - Deksametason 2x 20 mg 20/10

17 No. RM : 01.20.58.80 Usia/ JK : 50 th / W Dirawat ke : 2 Masuk : 25/10/05 Keluar : 27/10/05 R. Penyakit Keluarga : Tanda Vital TD : 120/70 Suhu : 36.6 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-1 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-2

Masuk : Ca Mammae sinistra std IV Keluar : Ca Mammae sinistra std IV invasi ke pembuluh darah

Tgl - / - / - WBC: 4.52 x103 Neut : 6.05 x103 Lym : 2.4 x103 Mon : 1.1 x103 Eos : 0.33 x103 Baso: 0.11 x103

Masuk : - Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inf. NaCl 0.9 % lini Roborantin 1x1 Nerviton E 1x1 Siklofosfamid 800 mg Doksorubisin 80 mg

25/10 s.d 27/10

25/10 25/10 26/10 26/10 26/10

Belum sembuh

18 No. RM : 01.20.74.94 Usia/ JK : 42 th / W Dirawat ke : 2 Masuk : 08/11/05 Keluar : 12/11/05 R. Penyakit Keluarga : Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 36.5 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-1 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-2

Masuk : Ca Mammae dextra T3N0M0 Keluar : Ca Mammae dextra T3N0M0

Tgl - / - / - WBC: 8.43 x103 Neut : 71.5 % Lym : 2.03 x103

Mon : 0.76 % Eos : 0.05 % Baso: 0.01 %

Masuk : - Selama Perawatan : mual dan rambut rontok

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Grabion 1x1 inf. NaCl 0.9 % lini Inj. Siklofosfamid 750 mg Inj. Doksorubisin 75 mg Roborantin 1x1

09/11 s.d. 12/11

09/11 s.d. 12/11 09/11 s.d. 12/11

12/11 12/11 12/11

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 90: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

71

19 No. RM : 01.19.63.68 Usia/ JK : 46 th / W Dirawat ke : 2 Masuk : 29/09/05 Keluar : 30/09/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/60 Suhu : 36.6 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post kmoterapi ke-3 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-4

Masuk : Ca Mammae Dextra T3N0M1 Keluar : Ca Mammae Dextra T3N0M1

Tgl - / - / - WBC: 4.66 x103 Neut : 3.97 % Lym : 3.43 % Mon : 1.91 % Eos : 0.52 % Baso: 0.17 %3

Masuk : - Selama Perawatan : pusing

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Systenol 1 tab inf. NaCl inj. Frazon 8 mg 1 amp Inj. Simetidin 1 amp Inj. Kalmetason 1 amp Inj. .Neosan 700 mg + D5% 100cc Inj. Carcinocin 70 mg + D5% 100 cc Inj. Curasil 700 mg + D5% 100cc

29/09

29/09 29/09 29/09 29/9

29/09 29/09

29/09

29/09

Belum sembuh

20 No. RM : 01.20.35.58 Usia/ JK : -/ W Dirawat ke : 2 Masuk : 23/11/05 Keluar : 2/12/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 36.4 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : - Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mammae std IV bilateral

Keluar : Ca Mammae std IV bilateral

Tgl - / - / - WBC: 10.2 x103 Neut : 1.3 x103 Lym : 1.7 x103 Mon : - Eos : - Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : nyeri pinggang, luka Ca pada Mammae kanan, nyeri ⊕

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : MST 2x1 Ximede 2x1 Qten 2x1 (10) Legres 2x1 Pariet 2x1 Dupholax Syr I 3xCI Primperan XV 3x1 Inj. Doksorubisin 50 mg Inj. Doksorubisin 30 mg Inj. Deksametason Inj. Paxus 300 mg Solcosoryl Jelly I Intralit I

23/11 s.d 2/12

25/11 s.d 2/12 25/11 s.d 2/12 23/11 s.d 2/12 23/11 s.d 2/12 23/11 s.d 2/12 26/11 s.d 2/12 29/11 s.d 1/12

23/11 23/11 23/11 23/11 23/11 23/11

Membaik

21 No. RM : 01.14.20.43 Usia/ JK : 31 th/ W Dirawat ke : 3 Masuk : 31/12/05 Keluar : 01/01/06 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70

Masuk : Ca Mammae T4N2Mx Keluar : Ca Mammae T4N2Mx

Tgl - / - / - WBC: 2.2 x103 Neut : - Lym : - Mon : - Eos : - Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : cemas, dan pasca kemoterapi mual-muntah.

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Narfoz 8 mg I tab Quino biotic 2x500 mg Inciclor 2x500 mg X Calafen 2x1 X

31/12 s.d 01/01

31/12 s.d 01/01 31/12 s.d 01/01 31/12 s.d 01/01 31/12 s.d 01/01

Belum sembuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 91: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

72

Suhu : 36 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Inj. Taxol 30 mg VII Inj. Doksorubisin 50 mg I Inj. Doksorubisin 10 mg II Inj. NaCl Inj. Dipenhidramin Inj. Deksametason Inj. Zantac 1 amp (i.v)

31/12 31/12 31/12 31/12 31/12 31/12 31//12

22 No. RM : 01.14.10.65

Usia/ JK : 46th/ W Dirawat ke : 1 Masuk : 19/11/05 Keluar : 22/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 36.5 Nadi : 100 x/menit R. Pengobatan : - Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mammae stadium IV metastatis tulang Keluar : Ca Mammae stadium IV metastatis tulang

Tgl 19/ 11/05 WBC: 12.4 x103 Neut : 8.9 x103 Lym : 2.7 x103 Mon : - Eos : - Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Qten 2x1 XIX Betavit 2x1 XIX Inj. Pantozol II Inj.Deksametason IV Inj.Dipenhidramin II Inj.Radin II Inj.Vomceran II Inj.Paxus 30 mg VII Inj. Carboplastin 450 mg

19/11 s.d 22/11

19/11 s.d 22/11 19/11 s.d 22/11

21/11 21/11 21/11 21/11 21/11 21/11 21/11 21/11 21/11

Belum sembuh

23 No. RM : 01.21.41.20 Usia/ JK : 55 th / W Dirawat ke : 1 Masuk : 25/11/05 Keluar : 01/12/06 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 36.7 Nadi : 88 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mammae Sinistra Tipe ductal Infiltratif std I Keluar : Ca Mammae Sinistra Tipe ductal Infiltratif std I

Tgl 30/ 11/05 WBC: 8.45 x103 Neut : 54.4 % Lym : 27.4 % Mon : 4.9 % Eos : 12.9 % Baso: 0.4 %

Masuk : - Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Captopril 25 mg 1 tab Aspar K 1 tab Lactular 1 tab Grabion 1 tab Inj. Vomceran 1 amp/ 24 jam Inj. Siklofosfamid 850 mg (dalam -100 cc NaCl 30 tpm) Inj. Doksorubisin 85 mg (dalam 100 cc NaCl 30 tpm) NaCl 20 tpm

25/11 s.d 01/12

25/11 25/11 25/11

26/11 s.d 01/12 30/11 30/11

30/11

30/11

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 92: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

73

24 No. RM : 01.19.21.96 Usia/ JK : - / W Dirawat ke : 2 Masuk : 16/11/05 Keluar : 19/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 100/70 Suhu : 37 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mammae sinistra T4N2M0 Keluar : Ca Mammae sinistra T4N2M0

metastase ke limfonodi axilla

Tgl - / - / - WBC: 10.99 x103 Neut : - Lym : 14.2% Mon : 7.9 % Eos : 0.6 % Baso: 0.2 %

Masuk : pilek, nyeri pada bekas operasi Selama Perawatan : mengalami hipoalbnuminemia

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Roborantin 1x1 Inj. Siklofosfamid 930mg Inj. Doksorubisin 93mg Inj. Ranitidin

16/11 s.d 19/11

16/11 s.d 19/11 20/11 20/11 20/11

Belum sembuh

25 No. RM : 01.20.66.92 Usia/ JK : 56 th/ W Dirawat ke : 3 Masuk : 30/11/05 Keluar : 02/12/05 R. Penyakit Keluarga : Tanda Vital TD : 130/85 Suhu : 36 Nadi : 92 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mammae Dexter Keluar : Ca Mammae Dexter

Tgl - / - / -

WBC: 8.0 x103 Neut : - Lym : - Mon : - Eos : - Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Narfoz 8 mg 1 tab Inj. Doksorubisin 70 mg (dalam NaCl 500 cc 30 tpm) Inj. Zantac 1 amp (i v) Inj. Deksametason 1 amp Inj. Dipenhidramin 1 amp Inj. Paxus 210 mg (dalam Ecosol 500 cc dengan slang infus Khusus 30 tpm) Obat dibawa pulang : Glisodin 2x1 Clast 2x1 Deksametason 3x1 Enervon C 1x1

30/11 s.d 02/12

01/12 01/12

01/12 01/12 01/12

01/12

Membaik

26 No. RM : 01.17.82.14 Usia/ JK : 41 th/ W Dirawat ke : Masuk : 04/05/05 Keluar : - R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80

Masuk : Ca Mamae Dextra Keluar : Ca Mamae Dextra

Tgl 05/05/05 WBC: 8,59 x103 Neut : - Lym : 2,1 % Mon : 8,3 % Eos : 0,6 % Baso: 0,2 %

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Nerviton E 1x1 Xelloda 500 mg Xelloda 250 mg

04/05

04/05 04/05 04/05

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 93: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

74

Suhu : 37 Nadi : 84x / menit R. Pengobatan : post radioterapi Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

27 No. RM : 01.18.00.33 Usia/ JK : 55 th /W Dirawat ke : 3 Masuk : 07/07/05 Keluar : 07/07/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 36,5 Nadi : 80x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mamae Dextra T2N0M0 Keluar : Ca Mamae Dextra T2N0M0

Tgl 05/07/05

WBC: 4.0 x103 Neut : 0.65 x103 Lym : 0.28 x103 Mon : 0.03 x103 Eos : 0.03 x103 Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Q-ten 2 x 1 XXX Inj. Pantozol Inj. Kytril Inj. Deksametason Ijn. Epirubisin 70 mg (dalam D5% 100 ) Inj. Endoxan 750 mg (dalam D5% 100)

07/07/05

07/07/05 07/07/05 07/07/05 07/07/05 07/07/05

07/07/05

Membaik

28 No. RM : 01.18.42.64 Usia/ JK : 45 th /W Dirawat ke : 5 Masuk : 12/10/05 Keluar : 15/10/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/70 Suhu : 37 Nadi : 86 x/ menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-4

Masuk : Ca.Mamae Sinistra T4N1M0 Keluar : Ca.Mamae Sinistra T4N1M0

Tgl 11/10/05 WBC: 3,2 x103

Neut : 51,4 % Lym : 27,7 % Mon : 20,6 % Eos : 0,1 % Baso: 0,2 %

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Metochropropamid 1 amp Inj. Vomceran 1 amp (i v) Inj. Deksametason 1 amp Inj.Endoxan 900 mg (dlm NaCl 100 cc 30 tpm) Inj. Doksorubisin 90mg (dlm

NaCl 100 cc 30 tpm)

Roborantin 1 x 1

13/10 s.d 15/10

13/10 15/10 15/10 15/10

15/10

15/10

Membaik

29 No. RM : 1.18.42.65 Usia/ JK : 38 th/ W Dirawat ke : 6 Masuk : 15/09/05 Keluar : 17/09/05 R. Penyakit Keluarga : -

Masuk : Carcinoma Mamae Dextra T4N1M0 Keluar : Carcinoma Mamae Dextra,

Tgl 15/09/05 WBC: 4,6 x103

Neut : 56,9 % Lym : 31,1 % Mon : 10,6 %

Masuk : - Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Baquinor ear drop 3 x 2 tts Tremenza 3 x 1 tab

15/09 s.d 17/09

15/09 15/09

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 94: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

75

Tanda Vital TD : 110/80 Suhu : 37 Nadi : 84 x/ menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-5 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-6

T4N1M0 komplikasi otitis media kronik benigna

Eos : 0,1 % Baso: 0,3 %

Ambroxol 3 x 1 tab Nerviton E 1 x 1 Inj. Siklofosfamid 600mg Inj. Epirubisin 130 mg Inj. SFU 600 mg Inf. NaCl 0,9% lini

15/09 16/09 16/09 16/09 16/09 16/09

30 No. RM : 1.17.55.89 Usia/ JK : 51 th/W Dirawat ke : 3 Masuk : 29/08/05 Keluar : 30/08/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 36 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy danpost kemoterapi ke-5 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-6

Masuk : Carcinoma Mamae Sinistra T2N1M0 Keluar : Carcinoma Mamae Sinistra T2N1M0

Tgl 26/08/05 WBC: 4,4 x103

Neut : 50,8 % Lym : 27,3 % Mon : 17,2 % Eos : 4,2 % Baso: 0,5 %

Masuk : - Selama Perawatan : resiko nutrisi vit. C

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inj. Deksametason 1 amp Inj. Ulsikur 1 amp Inj. Frazon 8 mg Inj. Neosar 650 mg (dlm NaCl 100 cc) Inj. Epirubisin 70 mg (dlm NaCl 100 cc) Inj. Curacil 650 mg (dlm NaCl 100 cc)

29/08 s.d 30/08

29/08 29/08 29/08 29/08

29/08

29/08

Membaik

31 No. RM : 01.03.98.36 Usia/ JK : 49 th /W Dirawat ke : 4 Masuk : 02/05/05 Keluar : 03/05/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 36 Nadi : 88 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-3 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-4

Masuk : Ca Mamae Bilateral, Locally Advanced Asidif Keluar : Ca Mamae Bilateral, Locally Advanced Asidif

Tgl 02/05/05 WBC: 3,79 x103

Neut : 52,9 % Lym : 35,1 % Mon : 8,92 % Eos : 2,54 % Baso: 0,564 %

Masuk : udem pada tangan kiri dan tumor pada leher Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inj. Vomceran 8 mg Inj. Deksametason 2 amp Inj. Rantin 2 amp Inj. Diladril 2 amp Paxus 240 mg (dlm intralit 500cc) Carboplastin 450 mg (dlm NaCl 500 cc) Terapi pulang : Puragesik MST 3 x 1 tab

02/05 s.d 03/05

02/05 02/05 02/05 02/05 02/05

02/05

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 95: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

76

32 No. RM : 1.16.25.23 Usia/ JK : 55 th/W Dirawat ke : 7 Masuk : 17/11/05 Keluar : 18/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 37 Nadi : 80x/menit R. Pengobatan : poat mastectomy dan post kemoterapi ke-5 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-6

Masuk : Carcinoma Mamae Sinistra T4N3M0 Keluar : Carcinoma Mamae Sinistra T4N3M0

Tgl 17/11/05 WBC: 6,2 x103

Neut : - Lym : - Mon : Eos : - Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Frazon 8 mg tab Inj. Deksametason 2 amp Inj. Simetidin 1 amp Inj. Dipenhidramin 1 amp Paxus 210 mg (dlm intralit 500cc)

17/11/05

17/11/05 17/11/05 17/11/05 17/11/05 17/11/05

Membaik

33 No. RM : 1.18.74.58 Usia/ JK : 43 th/ W Dirawat ke : 3 Masuk : 18/07/05 Keluar : 23/07/05 R. Penyakit Keluarga :- Tanda Vital TD : 100/70 Suhu : 37 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-1 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-2. Pada terapi ini pasien tidak diberikan kemoterapi karena pasien mengalami pansitopenia

Masuk : Ca Mamae Sinistra Stadium IV Keluar : Ca Mamae Sinistra Stadium IV metastase tulang-tulang panggul dan pansitopenia

Tgl 20/07/05 WBC: 9.0 x103

Neut : - Lym : - Mon : - Eos : 3,76 Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : pansitopenia dan badan lemas

Non Farmakologi : Transfusi PRC 2 kolf/hari Farmakologi : Inf. Assering 20 tpm Inj. Tyason 1 g/12 jam/iv Q-ten 2x1 VII Betafit 2x1 VII

18/07

20/07 18/07 s.d 23/07 21/07 s.d 23/07 21/07 s.d 23/07

Membaik

34 No. RM : 1.19.16.22 Usia/ JK : 45 th/W Dirawat ke : 5 Masuk : 06/10/05 Keluar : 12/10/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 37

Masuk : Ca Mamae Dextra T4N1M0 Keluar : Ca Mamae Dextra T4N1M0

Tgl 07/10/05 WBC: 4,47 x103

Neut : 63,7 % Lym : 16,8 % Mon : 15,9 % Eos : 2,0 % Baso: 1,6 %

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein, Transfusi darah Farmakologi : Inj. Vomceran 8 mg/iv Inj. Deksametason 2 ampul / iv Doksorubisin 90 mg (dlm D5%

05/10 s.d 12/10

08/10

11/10 11/10 11/10

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 96: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

77

Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke- 4 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-5

100cc 30 tpm) Endoxan 900 mg (dlm D5% 100cc 30 tpm)

11/10

35 No. RM : 01.19.88.44 Usia/ JK : 36 th/W Dirawat ke : 3 Masuk : 05/10/05 Keluar : 07/10/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 37 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post mastectomt dan post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mamae Bilateral T4N2Mx dengan metastase paru dan hepar Keluar : Ca Mamae Bilateral T4N2Mx dengan metastase paru dan hepar

Tgl 04/10/05 WBC: 6,4 x103

Neut : 58,0 % Lym : 30,8 % Mon : 10,1 % Eos : 0,7 % Baso: 0,4 %

Masuk : - Selama Perawatan : mual dan lemas

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Nerviton E 1 x 1 tab Inj. Paxus 300 mg Inj. Doksorubisin 70 mg Roborantin 1 x 1 Obat yang dibawa pulang : Ciprofloxacin 2 x 500 mg Metoklopramid tab (k/p) Metonidazol 3 x 500 mg

05/10 s.d 07/10

07/10 07/10 07/10 07/10

Membaik

36 No. RM : 01.18.21.59 Usia/ JK : 40 th /W Dirawat ke : 6 Masuk : 28/09/05 Keluar : 03/10/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/75 Suhu : 37 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-5 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-6

Masuk : Ca Mamae Sinistra T4N3M0 , metastase tulang Keluar : Ca Mamae Sinistra T4N3M0, metastase tulang

Tgl 28/09/05 WBC: 4,95 x103

Neut : 79,2 % Lym : 8,5 % Mon : 9,7 % Eos : 1,4 % Baso: 1,2 %

Masuk : anemia normositik -normokromik Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein, Transfusi PRC 1 kolf/12 jam Farmakologi : Inj. ondancentron 8 mg (i v) Inj. Deksametason 2 amp (i v) Inj. Siklofosfamid 700 mg (dlm NaCl 0,9% 100 cc) Inj. Epirubisin 130 mg (dlm NaCl 0,9% 100 cc) Inj. SFU 700 mg (dlm NaCl 0,9% 100 cc) Nerviton E 1 x 1

28/09 s.d 03/10

29/10 , 30/09

02/10 02/10 02/10

02/10

02/10

02/10

Membaik

37 No. RM : 01.20.20.20 Usia/ JK : 44 th/W Dirawat ke : 3 Masuk : 09/11/05 Keluar : 16/11/05

Masuk : Ca Mamae Sinistra T4N0M0 Keluar : Ca Mamae Sinistra T4N0M0

Tgl 16/11/05 WBC: 12,99 x103

Neut : 77,1 % Lym : 14,2 %

Masuk : anemia dan hipoalbumin Selama Perawatan : mual dan nyeri pada luka

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Transfusi darah

09/11 s.d 16/11

11/11

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 97: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

78

R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 38 Nadi : 90 x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Mon : 7,9 % Eos : 0,6 % Baso: 0,2 %

Farmakologi : Roborantin 1 x 1 Inj. Siklofosfamid 600 mg Inj. Doksorubisin 60 mg Grahabion 1 x 1 Metronidazol

12/11 s.d 15/11

15/11 15/11 10/11 11/11

38 No. RM : 01.20.37.34 Usia/ JK : 68 th/W Dirawat ke : 1 Masuk : 14/09/05 Keluar : 17/09/05 R. Penyakit Keluarga :- Tanda Vital TD : 100/50 Suhu : 37.8 Nadi : 96 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mamae Sinistra Stadium IV Keluar : Ca Mamae Sinistra Stadium IV, metastase paru bilateral dan hepar

Tgl 14/09/05 WBC: 11,03 x103

Neut : 73,4 % Lym : 17,4 % Mon : 7,5 % Eos : 1,4 % Baso: 0,3 %

Masuk : batuk dan sesak nafas Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Nerviton E 1 x 1 Inj. Paxus 230 mg Inj. Doksorubisin 70 mg Inj. Narfoz 1 amp Inj. Deksametason 2 amp Terapi yang dibawa pulang : Nerviton E 1 x 1

14/09 s.d 17/09

14/09 s.d 16/09 16/09 16/09 16/09 16/09

Belum sembuh

39 No. RM : 1.20.41.34 Usia/ JK : 40 th/W Dirawat ke : 3 Masuk : 15/11/05 Keluar : 19/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/70 Suhu : 37 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mamae Dextra T4N0M0 Keluar : Ca Mamae Dextra T4N0M0

Tgl 15/11/05 WBC: 7,23 x103

Neut : 63,0 % Lym : 22,7 % Mon : 11,3 % Eos : 1,1 % Baso: 1,9 %

Masuk : - Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Neurodex 1x1 Inj. Siklofosfamid 870 mg Inj. Doksorubisin 87 mg

15/11 s.d 19/11

15/11 16/11 16/11

Belum sembuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 98: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

79

40 No. RM : 1.20.20.60 Usia/ JK : 40 th/W Dirawat ke : 3 Masuk : 22/12/05 Keluar : 26/12/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 36 Nadi : 76 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mamae Dextra T4N0M0 Keluar : Ca Mamae Dextra T4N0M0

Tgl 22/12/05 WBC: 6,97 x103

Neut : 43,3 % Lym : 33,0 % Mon : 7,5 % Eos : 15,5 % Baso: 0,7 %

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Ambroxol Syr 3xC I Roborantin 1x1 Inj. Deksametason 2 amp Inj. Siklofosfamid 700 mg (dlm NaCl 0,9% 100 cc 30 tpm) Inj. Doksorubisin 70 mg (dlm (dlm NaCl 0,9% 100 cc 30 tpm) Terapi pulang : Grahabion 1x1

22/12 s.d 25/12

24/12 , 25/12 24/12 , 25/12

26/12 26/12

26/12

Membaik

41 No. RM : 1.20.90.40 Usia/ JK : 46 th/W Dirawat ke : 1 Masuk : 31/10/05 Keluar : 09/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 36 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : - Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mamae Dextra T4N1M1 Keluar : Ca Mamae Dextra T4N1M1

Tgl 27/10/05 WBC: 6,36 x103

Neut : 63,3 % Lym : 25,2 % Mon : 7,7 % Eos : 2,2 % Baso: 1,6 %

Masuk : sesak nafas dan batuk Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Grahabion 1 x 1 Inj. Siklofosfamid 800 mg Inj. Doksorubisin 80 mg

31/10 s.d 09/11

01/11s.d 09/11 08/11 08/11

Membaik

42 No. RM : 1.21.08.21 Usia/ JK : 40 th/W Dirawat ke : 1 Masuk : 10/11/05 Keluar : 15/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 37.5 Nadi : 86 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy

Masuk : Ca Mamae Dextra Std III Keluar : Ca Mamae Dextra Std III

Tgl 10/11/05 WBC: 9,49 x103

Neut : 65,0 % Lym : 26,8 % Mon : 6,2 % Eos : 1,7 % Baso: 0,3 %

Masuk : nyeri pada bekas operasi Selama Perawatan : mual, muntah, badan terasa lemas, dan sakit perut.

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Grahabion 1 x 1 Inj. Siklofosfamid 840 mg Inj. Doksorubisin 84 mg Metoklopramid 3x1(kalau mual) New Diatab 3x2

10/11 s.d 15/11

11/11 s.d 13/11 13/11 13/11 13/11 13/11

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 99: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

80

Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

43 No. RM : 1.21.05.70 Usia/ JK : 29 th/W Dirawat ke : 1 Masuk : 28/10/05 Keluar : 31/10/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 37 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : - Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mamae Bilateral Std. IV Keluar : Ca Mamae Bilateral Std. IV

Tgl 29/10/05

WBC: 7,10.103 Neut : 63,0 % Lym : 23,0 % Mon : 11,1 % Eos : 2,5 % Baso: 0,4 %

Masuk : ulkus, nyeri Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi KaloriTinggi Protein Farmakologi : Roborantin 1x1 Inj. Epirubisin 60 mg Inj. Siklofosfamid 600 mg Inj. SFU 500 mg

28/10 s.d 31/10

29/10, 30/10 31/10 31/10 31/10

Membaik

44 No. RM : 1.20.95.85 Usia/ JK : 55 th/W Dirawat ke : 1 Masuk : 10/10/05 Keluar : 15/10/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 37.8 Nadi : 88 x/menit R. Pengobatan : - Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mamae Stadium IV, metastase tulang dan hepar Keluar : Ca Mamae Stadium IV, metastase tulang dan hepar

Tgl 10/10/05 WBC: 8,8 x103

Neut : 62,2 % Lym : 20,4 % Mon : 8,9 % Eos : 3,4 % Baso: 5,1 %

Masuk : mual, punggung nyeri dan kembung Selama Perawatan : mual dan muntah

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Vometa 3x1 XVI Inpepsa 3x1CT Aldactone2x100 Lanagogom 3x1 X Corsel 3x1 X Prorenal 3x1 X Inj.Rantin 3x1 Inj. Pantozol 2x1 Inj. Primperan 3x1 Inj. Deksametason 2x1 Inj. Deladril 1x1 Inj. Kytril 2x1 Inj. Doksorubisin 50/10 Inj. Paxus 100/30 Inj. Pronalges 1x1 Inj. Diazepam 15 mg Inj. Valisanbe 15 mg Obat yang dibawa pulang: Corsel 3x1

10/10 s.d 15/10

10/10 s.d 12/10 10/10 s.d 15/10 13/10 s.d 15/10 14/10 s.d 15/10 14/10 s.d 15/10 14/10 s.d 15/10 10/10 s.d12/10, 12/10 s.d 15/10 12/10 s.d 15/10

14/10 14/10 14/10 14/10 14/10

11/10 s.d 13/10 10/10 13/10

Belum sembuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 100: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

81

Prorenal 3x1 Lanagogum 3x1 Vometa 2x1 Aldactone 1x100 mg

45 No. RM : 01.20.97.39 Usia/ JK : 52 th/W Dirawat ke : 3 Masuk : 09/12/05 Keluar : 22/12/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 130/80 Suhu : 37.8 Nadi : 87 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mamae Dextra T2N1M0 Keluar : Ca Mamae Dextra T2N1M0

Tgl 09/12/05 WBC : 15,39 x103

Neut : 83,2 % Lym : 10,0 % Mon : 5,8 % Eos : 0,2 % Baso: 0,8 %

Masuk : luka pada payudara Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein, Transfusi darah PRC Farmakologi : Metronidazol Inj. Tramadol 1 amp Inj. Ceftriaxone 1 g Inj. Cylofosfamid 650 mg Inj. SFU 650 mg Inj. Epirubisin 90 mg Terapi pulang : Roborantin 1 x 1

09/12 s.d 22/12

11/12

11/12, 12/12 13/12

14/12, 17/12 21/12 21/12 21/12

Membaik

46 No. RM : 01.17.07.15 Usia/ JK : 72th/W Dirawat ke : 6 Masuk : 22/07/05 Keluar :23/07/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/90 Suhu : 36 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-5 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-6

Masuk : Ca Mamae Bilateral Std IV Keluar : Ca Mamae Bilateral Std IV

Tgl 21/07/05

WBC: 3,6 x 103 Neut : - Lym : - Mon : - Eos : - Baso: -

Masuk : nyeri untuk menelan Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Clanexy Syr 3x1 CII Ibuprofen Syr 2x1 C II Trombopob cream 3x1 Kemicitin cream 3x1

22/07 s.d 23/07

22/07 22/07 22/07 22/07

Belum sembuh

47 No. RM : 01.17.64. 92 Usia/ JK : 53 th/W Dirawat ke : 2 Masuk : 17/03/05 Keluar : 07/04/05

Masuk : Ca Mamae Sinistra Std IV metastase ke pulmo Keluar : Ca Mamae

Tgl 04/03/05

WBC: 6.3 x 103 Neut : -

Masuk : sesak nafas Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi :

17/03 s.d 07/04

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 101: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

82

R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/80 Suhu : 36 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : kemoterapi ke-1 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-2

Sinistra Std IV metastase ke pulmo

Lym : - Mon : - Eos : - Baso: -

Inj. Siklofosfamid 200 mg Inj. Deksametasone Inj. Vomceran 8 mg Inj. Curacil 750 mg Inj. Epirubisin 500 mg Inj. Simetidine Inj. Kalmethazone Vomceran 4 mg X Simetidine

17/03 17/03 17/03 17/03 17/03 17/03 17/03 18/03 18/03

48 No. RM : 01.17.26.89 Usia/ JK : 33 th/W Dirawat ke : 2 Masuk : 26/02/05 Keluar : 27/02/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 37 Nado : 86 x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-1 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-2

Masuk : Ca Mamae Bilateral T4N1M0 Keluar : Ca Mamae Bilateral T4N1M0

Tgl 24/02/05

WBC: 3.0.8 x103 Neut : - Lym : 3.18 x103

Mon : 2.31 % Eos : 0.23 % Baso: 0.355 %

Masuk : leucopenia Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inj. Deksametasone 2 amp 2x1 Inj. Pantosol Inj. Frazon Inj. Dipenhidramin Meisec 2x1 Primperan 3x1 Inj. Paxus 300 mg Inj. Doksorubisin 75 mg

26/02 s.d 27/02

26/02 s.d 27/02 26/02 s.d 27/02 26/02 s.d 27/02 26/02 s.d 27/02 26/02 s.d 27/02 26/02 s.d 27/02

26/02 26/02

Membaik

49 No. RM : 01.17.48.85 Usia/ JK : - Dirawat ke : 1 Masuk : 21/03/05 Keluar : 21/03/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/75 Suhu : 37 Nadi : 87 x/menit R. Pengobatan : - Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mamae tipe duktal T4N3Mx Keluar : Ca Mamae tipe duktal T4N3Mx metastasis ke kelenjar aksila

Tgl 22/02/05 WBC: 7.1 x103 Neut : 5.56 x103 Lym : 58.8 % Mon : 1.5 % Eos : 3.2 % Baso: 0.1 %

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Tertacef 1x1 g Lycoxy 1x1 Muact 2x1 X Mefinal 3x1 X Xclose 2x1 x Inj. Siklofosfamid 96 mg Inj. Metrotrexat 960 mg Inj. SFU 500 mg

21/03

08/03 08/03 21/03 21/03 21/03 08/03 08/03 08/03

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 102: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

83

50 No. RM : 01.16.94.19 Usia/ JK : 46 th/W Dirawat ke : 5 Masuk : 20/07/05 Keluar : 01/08/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 36 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-6 Tindakan yang dilakukan : pleurodesis

Masuk : Ca Mamae T4N2Mx Keluar : Ca Mamae T4N2Mx

Tgl 29/07/05 WBC: 5.2 x103 Neut : - Lym : - Mon : - Eos : - Baso: -

Masuk : sesak nafas Selama Perawatan : merasakan nyeri di punggung, mual dan muntah setelah makan

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Levopront Syr 3x20 cc Tramal R 2x1 MST 2x20mg Inj. Simetidin 2x1 amp Inj. Tramal 1 amp Inj. Vomceran 2x8 mg Cravit 1x0.5 mg

20/07 s.d 01/08

20/07 s.d 01/08 20/07 s.d 22/07, 26/07 s.d 01/08 21/07 s.d 28/07,

01/08 21/07 s.d 01/08 26/07 s.d 01/08 21/07 s.d 25/07 21/07 s.d 29/07

Membaik

51 No. RM : 01.20.91.59 Usia/ JK : 58 th/W Dirawat ke : 2 Masuk : 22/11/05 Keluar : 26/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 37 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-1 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-2

Masuk : Ca Mamae Dextra T4N0Mx Keluar : Ca Mamae Dextra T4N0Mx , komplikasi Diabetes Melitus tipe II

Tgl 24/11/05 WBC: 5.04 x 103 Neut : - Lym : 0.84 x103 Mon : 0.98 x103 Eos : 0.08 x103 Baso: 0.06 x103

Masuk : Diabetes Melitus tipe II, Dislipidemia , Anemia Mikrositik hipokromik Selama Perawatan : pendarahan, lemah dan pasien merasakan nyeri, Anemia Mikrosiitik Hipokromik

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Glunenorm 2x1 MST 2x10 mg Tramandol 3x1 Inj. Tramandol 3x1 amp Grahabion Gemfibrozil 1x 30 mg Inj. Cyclophospamid 840 mg Inj. Doksorubisin 80 mg

22/11 s.d 26/11

22/11 s.d 24/11, 26/11

22/11 s.d 23/11

23/11 24/11 s.d 26/11 22/11 s.d 26/11

26/11 24/11 24/11

Membaik

52 No. RM : 01.18.24.63 Usia/ JK : 66 th/W Dirawat ke : 4 Masuk : 11/08/05 Keluar :186/08/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 130/70 Suhu : 37 Nadi : 89 x/menit

Masuk : Ca Mamae Dextra Std IV Keluar : Ca Mamae Dextra Std IV, komplikasi Hipertensi

Tgl 11/06/05 WBC: 4.44 x103 Neut : - Lym : 1.44 x103 Mon : 0.79 x103 Eos : 0.06 x103 Baso: 0.08 x103

Masuk : benjolan pecah dan mengeluarkan bau Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Nerviton E 1x1 HCT Captopril 2x25 mg Gemfibrozil 1z300 mg Inj. Siklofosfamid 800 mg

11/08 s.d 16/08

11/08 s.d 16/08 14/08 s.d 15/08

13/08 14/08 16/08

Belum sembuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 103: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

84

R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Inj. Doksorubisin 60 mg Inj. SFU 750 mg

16/08 16/08

53 No. RM : 01/.19.42.72 Usia/ JK : 40 th/W Dirawat ke : 1 Masuk :26/07/05 Keluar : 01/08/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 37 Nadi : 86 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mamae Sinistra Std IV komplikasi asma persisten Keluar : Ca Mamae Sinistra Std IV komplikasi asma persisten

Tgl 26/07/05

WBC: 6.25 x 103 Neut : - Lym : 1.77 x103 Mon : 0.93 x103 Eos : 0.32 x103 Baso: 0.05 x103

Masuk : batuk Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inj. Nebulizer 2x2cc Nerviton E 1x1 Sistenol Inj. Doksorubisin 90 mg Inj. Endoxan 900 mg

26/07/05 s.d

01/08/05

26/07 s.d 31/07 26/07 s.d 29/07 26/07 s.d 31/07

30/07 30/07

Membaik

54 No. RM : 01.19.98.47 Usia/ JK : 53 th/W Dirawat ke : 4 Masuk : 10/11/05 Keluar : 14/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 37 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-3 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-4

Masuk : Ca Mamae Dextra T4N1M0 dan Leukopenia Keluar : Ca Mamae Dextra T4N1M0

Tgl 10/11/05 WBC: 3.43 x103 Neut : 2.28 x103 Lym : 0.38 x103 Mon : 0.73 x103 Eos : 0.02 x103 Baso: 0.02 x103

Masuk : - Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Roborantia 1x1 Inj. Doksorubisin 90 mg Inj. Endoxan 900 mg

10/11 s.d 14/11

10/11 s.d 14/11 13/11 13/11

Membaik

55 No. RM : 01.19.91.07 Usia/ JK : 41 th/W Dirawat ke : 4 Masuk : 09/11/05 Keluar : 12/11/05 R. Penyakit Keluarga : -

Masuk : Ca Mamae Dextra T3N0Mx Keluar : Ca Mamae Dextra T3N0Mx

Tgl 09/11/05 WBC: 3.88 x103 Neut : 2.60 x103 Lym : 0.54 x103 Mon : 0.67 x103

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Grahabion 1x1

09/11 s.d12/11

09/11 s.d12/11

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 104: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

85

Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 37 Nadi : 86 x/menit R. Pengobatan :post mastectomy dan post kemoterapi ke-3 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-4

Eos : 0.06 x103 Baso: 0.01 x103

Inj. Siklofosfamid 800 mg Inj. Doksorubisin 70 mg

11/11 11/11

56 No. RM : 00.99.44.84 Usia/ JK : 52 th/W Dirawat ke : 2 Masuk : 02/07/05 Keluar : 09/07/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/70 Suhu : 37 Nadi : 86 x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mamae Sinistra Std IV Keluar : Ca Mamae Sinistra Std IV

Tgl 29/06/05 WBC: 2.0 x103 Neut : - Lym : - Mon : - Eos : - Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inj. Siklofosfamid 750 mg Inj. Epirubisin 165 mg Inj. SFU 650 mg

02/07 s.d 09/07

07/07 07/07 07/07

Membaik

57 No. RM : 01.18.59.10 Usia/ JK : 38 th/W Dirawat ke : - Masuk : 09/06/05 Keluar :27/06/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 37 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mamae Sinistra Std IV Keluar : Ca Mamae Sinistra Std IV

Tgl 09/06/05 WBC: 16.18 x 103 Neut : 12.24 x103 Lym : 2.43 x103 Mon : 1.43 x103 Eos : 0.03 x103 Baso: 0.05 x103

Masuk : nyeri pada paha dan panggul Selama Perawatan : nyeri pada paha dan punggung, pasien tidak bisa bangun

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Nerviton E 1x1 Inj. Ciftazidim 3x1 g Inj. Gentamicin 3x60 mg Inj. Siklofosfamid 600 mg Inj. Epirubisin 60 mg Inj. Fluouracyl 600 mg

09/06 s.d 27/06

09/06 s.d 15/06, 18/06 s.d 27/06 09/06 s.d 15/06, 18/06 s.d 27/06 09/06 s.d 15/06, 18/06 s.d 27/06

15/06 15/06 15/06

Belum sembuh

58 No. RM : 01.19.98.34 Usia/ JK : 31 th/W Dirawat ke : 2

Masuk : Ca Mamae Sinistra T4N1M0

Tgl 13/09/05 WBC: 4.73 x103

Masuk : - Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein

13/09 s.d 15/09

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 105: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

86

Masuk : 13/09/05 Keluar : 15/09/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 37 Nadi : 82 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-1 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-2

Keluar : Ca Mamae Sinistra T4N1M0

Neut : 63,2 % Lym : 28.8 % Mon : 6.6 % Eos : 0.8 % Baso: 0.6 %

Farmakologi : Nerviton E 1x1 Inj. Endoxan 500 mg Inj. Doksorubisin 50 mg

13/09 s.d 14/09 15/09 15/09

59 No. RM : 01.18.78.31 Usia/ JK : 60 th/W Dirawat ke : 3 Masuk : 19/10/05 Keluar : 21/10/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 37 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-5 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-6

Masuk : Ca Mamae T3N1M0

Keluar : Ca Mamae T3N1M0

TIDAK ADA DATA LABORATORIUM

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inj. Deksametason 2 amp Inj. Dipenhidramin 2cc Inj. Rantin 2 amp Inj. Frazon 8 mg Inj. Doksorubisin 75 mg (dlm 100 cc 30 tpm) Inj. Paxs 250 mg (dlm 500 cc)

19/10 s.d 21/10

19/10 19/10 19/10 19/10 19/10

19/10

Membaik

60 No. RM : 01.03.12.02 Usia/ JK : - / W Dirawat ke : 2 Masuk : 04/08/05 Keluar :10/08/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 160/95 Suhu : 37 Nadi : 90 x/menit R. Pengobatan : post radioterapi Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mamae Sinistra T3N1M0 metastase tulang, komplikasi dengan hipertensi Keluar : Ca Mamae Sinistra T3N1M0

Tgl 05/08/05 WBC: 9.48 x103 Neut : 69.2 % Lym : 22.2% Mon : 7.6 % Eos : 0.7 % Baso: 0.3 %

Masuk : - Selama Perawatan : pusing dan batuk

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Captopril 2x12.5 mg Tamofen 1x1 Betavit 2x1 Tromboles 2x1 Gaticin 2x1 Levopront Syr 3xC1 Tanakan 3x1 Inj. Meticobalt 2x1 amp Inj. Zometa Xeloda

04/08 s.d 10/08

05/08 s.d 09/08 05/08 s.d 09/08 06/08 s.d 09/08 06/08 s.d 09/08 08/08 s.d 09/08 08/08 s.d 09/08 08/08 s.d 09/08 06/08 s.d 07/08 06/08 s.d 07/08

06/08

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 106: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

87

61 No. RM : 69.85.46 Usia/ JK : 40 th/W Dirawat ke : 2 Masuk : 10/10/05 Keluar :10/10/05 R. Penyakit Keluarga : kanker Tanda Vital TD : 120/80 Suhu : 37 Nadi : 86 x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-1 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-2

Masuk : Ca Mamae Dextra Std IV Keluar : Ca Mamae Dextra Std IV

Tgl 04/10/05 WBC: 3.0 x103 Neut : 38 % Lym : 52 % Mon : 4 % Eos : 6 % Baso: -

Masuk : - Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inj. Deksametason 2x2 amp Inj. Kitril 1 amp Inj. Pantozol Inj. Deladryl 2 amp Inj. Ranitidin 2 amp Inj. Dosorubicin 75 mg ( dlm 100 cc 30 tpm) Inj. Paxus 260 mg (dlm 500 cc)

10/10

10/10 10/10 10/10 10/10 10/10 10/10

10/10

Membaik

62 No. RM : 01.18.74.84 Usia/ JK : 44 th/W Dirawat ke : 3 Masuk : 19/11/05 Keluar : 23/11/06 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 120/70 Suhu : 37 Nadi : 86 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-4 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-5

Masuk : Ca Mamae Sinistra Std IV Keluar : Ca Mamae Sinistra Std IV

Tgl 22/11/05 WBC: 4.87 % Neut : 50.9 % Lym : 9.0 % Mon : 9.9 % Eos : 2.96 % Baso: 0.6 %

Masuk : leher kiri terasa pegal Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Roborantia 1x1 Inj. Doksorubisin 84 mg Inj. Siklofosfamid 840 mg

19/11 s.d 23/11

22/11, 23/11 22/11 22/11

Membaik

63 No. RM : 01.20.67.39 Usia/ JK : 64 th/W Dirawat ke : 2 Masuk : 24/11/05 Keluar : 28/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/80 Suhu : 37 Nadi : 80 x/menit R. Pengobatan : post radioterapi

Masuk : Ca Mamae Sinistra T3N1M0 Keluar : Ca Mamae Sinistra T3N1M0

TIDAK ADA DATA LABORATORIUM

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Inj. Frazon 1 amp Inj. Simetidine 1 amp Inj. Kalmethazone 1 amp Inj. Epirubisin 50 mg Inj. Siklofosfamid 500 mg Simetidine 3x1

24/11 s.d 28/11

26/11 26/11 26/11 27/11 27/11 28/11

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 107: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

88

Tindakan yang dilakukan : kemotrapi ke-1

Frazone 2x1 28/11

64 No. RM : 01.20.51.99

Usia/ JK : 51 th/ W Dirawat ke : 1 Masuk : 21/09/05 Keluar : 29/09/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 130/80 Suhu : 37 Nadi : 86 x/menit R. Pengobatan : pos mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemopterapi ke-1

Masuk : Ca Mamae Sinistra T4N1M0 Metastasis ke kelenjar getah bening Keluar : Ca Mamae Sinistra T4N1M0

Metastasis ke kelenjar getah bening

Tgl 29/09/05 WBC: 11.23 x103 Neut : 85.2 % Lym : 10.8 % Mon : 3.8 % Eos : 0.1 % Baso: 0.1 %

Masuk : - Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Nerviton E 1x1 Pronolges Inj. Doksorubisin 70 mg Inj. Siklofosfamid 70 mg

21/09 s.d 29/09

21/09 s.d 29/09 21/09 s.d 29/09

28/09 28/09

Membaik

65 No. RM : 01.20.60.29 Usia/ JK : 55 th/ W Dirawat ke : 3 Masuk : 18/11/05 Keluar : 22/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD :110/70 Suhu : 36 Nadi : 84 x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mamae Sinistra T4N1M0

Keluar : Ca Mamae Sinistra T4N1M0

Tgl 18/11/05 WBC: 6.18 x103 Neut : 63.2 % Lym : 18.0 % Mon : 17.2 % Eos : 0.6 % Baso: 1.0 %

Masuk : - Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Roborantia 1x1 Adalat oros 1x30 mg Inj. Siklofosfamid 870 mg Inj. Doksorubisin 87 mg

18/11 s.d 22/11

18/11 s.d 20/11 18/11 s.d 20/11

21/11 21/11

Belum sembuh

66 No. RM : 01.19.39.38 Usia/ JK : 70 th/W Dirawat ke : 1 Masuk : 13/09/05 Keluar : 17/09/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 130/80 Suhu : 37.5 Nadi : 86 x/menit

Masuk : Ca Mamae Sinistra Std IV Keluar : Ca Mamae Sinistra Std IV metastasis paru noduler

Tgl 12/09/05 WBC: 6.1 x103 Neut : - Lym : - Mon : - Eos : - Baso: -

Masuk : nyeri dan pendarahan pada mamae Selama Perawatan : mengeluh nyeri dan anemia

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Infus NaCl Inj.Ceftriaxone 2x1g Trombo Aspilet 2x80 mg Lasix

13/09 s.d 17/09

13/09 s.d 17/09 13/09, 15/09,

18/09 13/09 s.d 17/09 13/09 s.d 17/09

Belum sembuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 108: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

89

R. Pengobatan : post radioterapi Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Nerviton E 1x1 Metronidazole Ceftazidin 2x1 g Xeloda

13/09 s.d 17/09 15/09

15/09 , 16/09 18/09

67 No. RM : 01.20.04.64 Usia/ JK : 48th/W Dirawat ke : 3 Masuk : 08/11/05 Keluar : 12/11/05R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 130/80 Suhu : 37.5 Nadi : 86x/menit R. Pengobatan : post mastectomy dan post kemoterapi ke-2 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-3

Masuk : Ca Mamae Dextra Std IV Keluar : Ca Mamae Dextra Std IV

Tgl 08/11/05 WBC: 2.45x103 Neut : 37.5 % Lym : 14.8 % Mon : 45.3 % Eos : 2.0 % Baso: 0.4 %

Masuk : anemia dan leukopenia Selama Perawatan : -

Non Farmakologi : Transfusi Darah Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Infus NaCl Grahabion 1x1 Inj. Siklofosfamid 900 mg (dlm 100 cc) Inj. Adriamicin 900 mg 9dlm 100 cc)

10/11

08/11 s.d 12/11

08/11 s.d 12/11 08/11 s.d 10/11

11/11

11/11

Membaik

68 No. RM : 01.20.97.65 Usia/ JK : 46th/W Dirawat ke : 1 Masuk : 12/11/05 Keluar : 19/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 200/100 Suhu : 37,5 Nadi : 90x/menit R. Pengobatan : post mastectomy Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mamae Dextra T4N2M0 dengan komplikasi Hipertensi Keluar : Ca Mamae Dextra T4N2M0

Tgl 15/11/05 WBC: 8.38x103 Neut : 57.5 % Lym : 27.5 % Mon : 13.6 % Eos : 0.4 % Baso: 1.0 %

Masuk : hipertensi stage II Selama Perawatan : mual

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Infus NaCl Roborantia 1x1 Captopril 2x25 mg HCT Adalat oros 1x300 mg Inj. Siklofosfamid 600 mg Inj. Doksorubisin 60 mg

12/11 s.d 19/11

12/11 s.d 17/11, 19/11

12/11 s.d 17/11, 19/11

12/11 s.d 17/11, 19/11

12/11 s.d 17/11, 19/11 19/11 18/11 18/11

Belum sembuh

69 No. RM : 01.21.18.40 Usia/ JK : 42th/W Dirawat ke : 2 Masuk : 29/11/05 Keluar : 30/11/05 R. Penyakit Keluarga : kanker Tanda Vital

Masuk : Ca Mamae Std IV Keluar : Ca Mamae Std IV

Tgl 28/11/05 WBC:14.7 x103 Neut : - Lym : - Mon : - Eos : -

Masuk : - Selama Perawatan : mual dan muntah

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Carsel 3x1 Pariet 2x1

29/11 s.d 30/11

29/11 s.d 30/11 29/11 s.d 30/11

Belum sembuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 109: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

90

TD : 120/80 Suhu : 37.5 Nadi : 84x/menit R. Pengobatan : post kemoterapi ke-1 Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-2

Baso: - Glosidin 1x1 Enervon C 1x1 Tamoven 2x1 Infus NaCl Inj. Paxus 130 mg Inj. Doksorubisin 530 mg Inj. Pantozol 2x1 amp Ecosal 500 cc Inj.Ranitidin Inj. Dipenhidramin Inj. Deksametason

29/11 s.d 30/11 29/11 s.d 30/11 29/11 s.d 30/11 29/11 s.d 30/11

29/11 29/11 29/11 29/11 29/11 29/11 29/11

70 No. RM : 01.21.16.62

Usia/ JK : - Dirawat ke : 2 Masuk : 08/11/05 Keluar : 22/11/05 R. Penyakit Keluarga : - Tanda Vital TD : 110/70 Suhu : 37 Nadi : 84x/menit R. Pengobatan : post radioterapi Tindakan yang dilakukan : kemoterapi ke-1

Masuk : Ca Mamae Dextra T2N0M0 Keluar : Ca Mamae Dextra T2N0M0

Tgl 08/11/05 WBC: 7.07x103 Neut : 58.6 % Lym : 31.7 % Mon : 7.1 % Eos : 2.5 % Baso: 0.1 %

Masuk : - Selama Perawatan : merasakan nyeri di dada

Non Farmakologi : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmakologi : Infus NaCl Roborantia Inj. Adriamicyn 60 mg Inj. Siklofosfamid 600 mg

08/11 s.d 22/11

09/11 s.d 22/11 09/11 s.d 22/11

21/11 21/11

Membaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 110: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

Lanjutan LAMPIRAN I

PEMERIKSAAN LABORATORIUM ANGKA NORMAL White Blood Cell (WBC) 4.0-10.0 x103/mL

Netrofil 2.0-6.90 x103/mL atau 35.0-88.7% Limfosit 0.60-3.40 x103/mL atau 12.0-44.0% Monosit 0.0-0.90 x103/mL atau 0.0-11.2% Eosinofil 1-4 % Basofil 0-1%

PEMERIKSAAN TANDA VITAL Nadi 100-120 x/menit Suhu 36,5-38 °C

91

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 111: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

92

LAMPIRAN KOMPOSISI OBAT BRAND NAME

Adriamisin® : Doksorubisin HCL Aldacton®

: Spironolacctone Baquinor ear drop®

: Siprofloksasin Betavit®

: Betain sitrat 220 mg (setara dengan Betaine 83,3 mg), dan vitamin E 66,7 iu

Cravit® : Levoflokxacin

Duphalak® : Laktulosa

Duradryl® : Diphenhidramin HCL. Endoksan® : Siklofosfamid Enervon C®

: Vit.B1 50 mg, Vit.B2 25 mg, Vit. B6 10 mg, Vit. B12 5 mg, Vit.C 500 mg, Niacinamide 50 mg, Ca pantotenat 20mg.

Fluracedryl® : 5-Fluorouracil Frazon®

: Ondansentron Gatisin®

: Gatifloksasin Glisodin®

: Super oksida Dismutase Ekstra Melon dengan gliadin Glurenorm®

: Glikuidon Inpepsa®

: Sukralfate Kalmethason®

: Deksametason Karsinosin®

: Doksorubisin Kemicitin®

: Kloramfenikol Kitril®

: Granisetron HCL Klaneksi®

: Amoksisilin klavulanat Korsel®

: Ubidecarenone 30 mg, levocarnitine 500 mg Kurasil®

: 5-Fluorouracil Lanagogum®

: Ext. chelidonii 40 mg, ext. curcuma 20 mg, ext. spinaceae 50 mg, pure lecithin (PPC 95%), oleum meth. Pip. 5 mg, oleum curcuma 5 mg.

Legres® : Leucoselect phytosome 25 mg. lycopene 2,5 mg

Levopront® : Levodropropizine

Lycoxy® : Leutin 3 mg, lycopene 8 mg, Vit.E 50 mg, Vit.C 250

mg, Zn 20 mg, β-carotene 10,000 iu, selenium yeast 30mcg

Medixon® : Metil prednisolon

MST® : Garam morfin

Narfoz® : Ondansetron

Nerviton E® : Vit. B1 100 mg, Vit. B6 200 mg, Vit. B12 200mcg

Neurobion® : Vit. B1 100 mg, Vit. B6 200 mg, Vit. B12 200 mcg

Neurodex® : Vit. B1 100 mg, Vit. B6 200 mg, Vit. B12 250 mcg

Paxus® : Paklitaksel

Pantosol® : Pantoprasol

Primperan® : Metoklopramid HCL

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 112: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

93

Pronalges® : Ketoprofen

Rantin® : Ranitidin

Roborantin® : Vitamin B kompleks

Sistenol® : Paracetamol 500 mg, n-actylcysteine 200 mg

Tamofen® : Tamoksifen sitrate

Tiason® : Seftriakson Na

Tramal R® : Tramandol hidroklorida

Ulsikur® : Simetidin

Vomceran® : Ondansetron

Vometa® : Domperidone

Valisanbe® : Diazepam

Zantac® : Ranitidin HCL

Zometa® : Zoledronic acid

Xeloda® : Capecitabine

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 113: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI ... · Pasien kanker payudara pasca kemoterapi di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2005 ada 70 pasien. Prosen tase penderita kanker

94

BIOGRAFI PENULIS

Penulis bernama Irene Megantari, anak pertama dari tiga

bersaudara. Lahir di Sleman, 11 Januari 1986 dari

keluarga Robertus Sugiya dengan Maria Ani Sumarah.

Riwayat pendidikan penulis : tahun 1991-1997 lulus dari

SD. Kanisius Klepu, Minggir, Sleman,Yogyakarta; tahun

1997-2000 melanjutkan ke SLTP. Negeri 6 Yogyakarta;

tahun 2000-2003 melanjutkan ke SMU. Stella Duce 1 Yogyakarta dan pada tahun

2003 melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di Fakultas Farmasi Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI