PKP DARMAWAN

  • View
    19

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL(PKP)PEMANFAATAN KERIKIL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARANUNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKAPADA MATERI PERKALIAN DENGAN MENERAPKAN METODE KOOPERATIF DI SD TEMUIRENG IIPANGGANG GUNUNGKIDUL

Transcript

PEMANFAATAN KERIKIL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARANUNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKAPADA MATERI PERKALIAN DENGAN MENERAPKAN METODEPEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SD TEMUIRENG IIPANGGANG GUNUNGKIDUL

Oleh DARMAWAN822425284

ABSTRAK

Matematika merupakan salah satu dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendahuluan (KTSP) yang diberikan kepada siswa mulai dari SD untuk membekali siswa dengan kemampuan berfikir secara logis, analisis, sistematis dan kritis. Jika dilihat dari segi keuangan suatu ilmu dalam kehidupan sehari-hari, maka matematika mempunyai peranan penting dalam bidang perdagangan, pertanian, pembagunan dan lain sebagainya.Seiring dengan perkembangannya strategi pembelajaran dari berpusat pada guru (teacher centered) maka berkembang pula cara pandang terhadap bagaimana peserta didik belajar dan memperoleh pengetahuan. Kenyataan bahwa peserta didik adalah mahluk hidup yang mempunyai kemampuan berpikir maka tentu mereka mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar dan lingkungan hidup. Tujuan penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah untuk mengetahui cara peningkatan prestasi hasil belajar siswa kelas II SD Temuireng II dalam mengalikan bilangan dengan cara penjumlahan berulang bilangan 1 sampai 100. Penelitian ini menerapkan media penjumlahan berulang dalam kegiatan pembelajaran khususnya materi perkalian, dengan alat bantu kerikil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media penjumlahan berulang dengan alat bantu kerikil dalam kegiatan pembelajaran khususnya materi perkalian dapat meningkatkan prestasi belajar siswa baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Secara kualitatif terjadi peningkatan minat siswa terhadap pembelajaran meningkat dari sedang menjadi tinggi. Minat siswa terhadap materi pembelajaran mningkat dari rendah menjadi tinggi. Keberanian siswa bertanya meningkat dari rendah menjadi sedang. Sedangkan secara kuantitatif, prestasi belajar siswa dari nilai rata-rata 59,5 pada prasiklus menjadi 72 pada siklus 1 dan nilai rata-rata menjadi 84,5 pada siklus 2 dan 80% siswa telah mencapai nilai KKM.

Kata kunci: prestasi belajar, materi perkalian, media penjumlahan berulang.

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangMatematika merupakan salah satu muatan pembelajaran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendahuluan (KTSP) yang diberikan kepada siswa mulai dari SD untuk membekali siswa dengan kemampuan berfikir secara logis, analisis, sistematis dan kritis. Jika dilihat dari segi ilmu ekonomi dalam kehidupan sehari-hari, maka matematika mempunyai peranan penting dalam bidang perdagangan, pertanian, pembagunan dan lain sebagainya.Guru adalah kunci pokok tercapainya tujuan pembelajaran. Guru harus peka terhadap keadaan, kondisi, dan minat siswa, termasuk bagaimana minat siswa terhadap mata pelajaran Matematika. Kompetensi tersebut diperlukan agar siswa dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk kehidupan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Untuk mempelajari matematika diperlukan suatu kecerdasan dan keuletan yang matang, dikarenakan mata pelajaran ini dianggap oleh sebagian siswa sebagai pelajaran yang sulit, sehingga siswa malas mempelajarinya. Penyebab lain adalah cara penyampaian materi oleh guru terhadap siswa kurang menarik, sehingga siswa malas untuk mengikuti pelajaran tersebut. Oleh karena itu, prestasi pada mata pelajaran Matematika siswa selalu berada dibawah mata pelajaran lainnya. Akan tetapi perbaikan terhadap prestasi matematika siswa terus dilakukan, baik dari segi materi maupun dari segi metode pengajarannya.Penerapan strategi pembelajaran dengan model kooperatif serta menggunakan metode yang bervariasi dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar. Keaktifan dalam proses belajar sangat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran, selain itu penggunaan metode yang bervariasi, pendekatan kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan sekolah juga sangat mendukung kelancaran proses pembelajaran siswa yang minatnya tinggi akan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Dari pengamatan penulis sebagai guru kelas II, SD Temuireng II, UPT TK dan SD Kecamatan Panggang, nilai matematika siswa kelas II lebih rendah dibandingkan mata pelajaran yang lainnya.Dengan penerapan strategi ini, pembelajaran dengan model pembelajaran cooperative , penggunaan media dan metode yang bervariasi serta pendekatan kontekstual dapat meningkatkan keaktifan, minat dan perhatian siswa terhadap proses pembelajaran matematika, diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang kolektif dan memiliki spesifikasi model spiral, dimulai dari rencana, tindakan ,dan refleksi diri yang mempunyai dasar untuk memecahkan masalah juga melanjutkan prestassi belajar siswa (Kemis dan Turgant dalam Kasbalah, 2007)1. Identifikasi MasalahProses identifikasi dilakukan berdasarkan pengalama penulis dalam melaksanan pembelajaran lebih dari 20 tahun. Dalam beberapa kali ulangan,dari 20 siswa, sebanyak 7 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM, kegiatan saat pembelajaran saat itu guru tidak menerapkan cooperative dan tidak menggunakan alat peraga secara maksimal. Kecerdasan dan keaktifan siswa sangat umum sehingga penguasaan materi masih sangat kurang dan hasil prestasi siswa tidak sesuai dengan apa yang diharapkan guru.Berdasar nilai yang belum memuaskan itu, guru meminta bantuan kepada kepala sekolah dan teman sejawat untuk mengidentifikasi permasalahan dalam proses belajar mengajar tersebut. Dari hasil diskusi dengan kepala sekolah dan teman sejawat ditemukan beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran, yaitu sebagai berikut: a. Adanya 7 anak yang nilainya: 30, 50,60,60,60,65 dan 65 belum mencapai KKMb. Penguasaan materi masih rendahc. Media yang digunakan kurang bervariasid. Keaktifan siswa dalam belajar masih kurange. Banyak siswa yang tidak memperhatikan saat proses pembelajaran sehingga hasil formatif masih rendah.Berdasarkan masalah di atas, guru menitikberatkan penelitian pada permasalahan bagaimana cara siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, penguasaan materi meningkat, dan hasil ulangan formatif lebih baik.

2. Analisis MasalahBerdasarkan hasil identifikasi masalah dalam pembelajaran matematika, siswa tidak dapat mencapai hasil optimal sesuai harapan guru. Hal ini disebabkan karena pada saat proses pembelajaran guru tidak menerapkan pendekatan cooperative , tidak menggunakan media kontekstual tetapi hanya menggunakan metode ceramah dan tidak menggunakan alat peraga. Apabila menerapkan pendekatan cooperative , menggunakan media kontekstual serta alat peraga yang digunakan optimal, diharapkan keaktifan, perhatian, dan kerja sama siswa dalam proses belajar akan efektif sehingga hasil belajar siswa akan meningkat.

3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan MasalahBerdasarkan identifikasi masalah di atas, maka masalah yang paling mendesak dan paling penting untuk segera ditangani adalah penggunaan metode pembelajaran yang sesuai sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Dalam penelitian ini, perbaikan metode pembelajaran yang diterapkan dengan menggunakan media penjumlahan berulang khususnya materi perkalian di SD Temuireng II.Dengan pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu menganalisis materi dan mampu untuk menyelsaikan soal-soal yang terkait dengan materi pembelajaran Matematika khususnya materi perkalian. Pembelajaran akan lebih bermakna dan lebih membekas dalam benak siswa. Siswa mampu memperoleh pemahaman dengan cara mereka sendiri dan tentunya mereka dapat mengerjakan soal-soal dengan baik sehingga siswa Kelas II SD Temuireng II dapat mencapai KKM yang diinginkan.

B. Rumusan MasalahBerdasarkan pada identifikasi dan analisis masalah di atas, permasalahan yang menjadi fokus penelitian adalah sebagai berikut:Bagaimana peningkatan prestasi hasil belajar siswa kelas II SD Temuireng II dalam mengalikan bilangan dengan cara penjumlahan berulang bilangan 1 sampai 100 dengan media kerikil ?

C. Tujuan PenelitianBerdasar pada rumusan masalah di atas, tujuan penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah untuk mengetahui cara peningkatan prestasi hasil belajar siswa kelas II SD Temuireng II dalam mengalikan bilangan dengan cara penjumlahan berulang bilangan 1 sampai 100.

D. Manfaat PenelitianHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi siswa, guru, sekolah, maupun pemerhati pendidikan secara umum. Adapun mamfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:1. Manfaat Bagi Siswaa. Melatih siswa memahami materi pembelajaran Matematika dan menyelesaikan soal-soal yang diberikan.b. Pengetahuan siswa yang didapat menjadi lebih tahan lama.2. Manfaat Bagi Gurua. Mampu memberi sumbangan ilmu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil pembelajaran.b. Sebagai pengenalan kepada guru-guru Sekolah Dasar tentang metode mengajar yang tepat.c. Meningkatkan kualitas kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran.3. Manfaat Bagi Sekolaha. Dapat menciptakan suasana sekolah yang kondusif melalui pengelolaan kelas yang tepat.b. Menjadi informasi penting bagi guru-guru di sekolah tentang pembelajaran yang berkualitas.4. Manfaat Pemerhati Pendidikan.Penelitian ini mampu memberikan andil yang besar dalam dunia pendidikan dalam usaha pengembangan ilmu pengetahuan karena penelitian ini berdasar pada teori-teori keilmuan yang ada.

BAB IIKAJIAN PUSTAKA

A. Proses BelajarDalam proses belajar matematika, Bruner (1982) menyatakan pentingnya tekanan pada kemampuan peserta didik dalam berfikir intuitif dan analitik dan mencerdaskan peserta didik membuat prediksi dan terampil dalam menemukan pola (pattern) dan hubungan/keterkaitan (relations). Pembaruan dalam proses belajar ini, dari proses drill dan practice ke proses bermakna, dan dilanjutkan proses berpikir intuitif dan analitik, merupakan usaha luar biasa untuk selalu meningkatkan mutu pembelajaran matematika. Reaksi-reaksi positif untuk perubahan mempunyai dampa