of 17 /17
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Menurut WHO, sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Banyak sampah organik masih mungkin digunakan kembali atau pendaurulangan (re – using). Sampah dalam ilmu kesehatan lingkungan sebenarnya hanya sebagian dari benda atau hal – hal yang dipandang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau harus dibuang, sedemikian rupa sehingga tidak sampai mengganggu kelangsungan hidup. Dari segi ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sampah ialah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi yang bukan biologis (karena human waste tidak termasuk di dalamnya) dan umumnya bersifat padat (karena air bekas tidak termasuk di dalamnya). Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan manusia. Setiap hari, bahkan setiap detik, selalu ada saja benda yang terbuang dan menjadi sampah. Dari sisa makanan, plastik wadah makanan, botol minuman, hingga kaleng bekas. Jika pengelolaan sampah tidak dilakukan dengan baik dapat menyebabkan semakin menumpuknya sampah dan dapat berakibat fatal terhadap kesehatan manusia. Menurut penelitian Masa Golden Age merupakan masa dimana tahap perkembangan otak pada anak usia dini menempati posisi yang paling vital yakni mencapai 80% perkembangan otak. Pada masa usia dini kemampuan memori otak mencapai tingkat maksimal. Anak yang mendapatkan pesan kesehatan yang intens semenjak usia 0 – 6 tahun memiliki harapan lebih besar untuk berperilaku sehat di masa mendatang. Sebaliknya anak yang tidak mendapatkan pesan kesehatan yang tidak intens maka perilaku sehat sulit terbentuk. Pendidikan kesehatan pada usia ini adalah peletak dasar bagi pendidikan kesehatan selanjutnya. Ajaran untuk membuang sampah pada tempatnya yang diterapkan pada usia dini dapat membantu 1

PKMM-12-UNDIP-WINDA –MENDIDIK ANAK USIA

Embed Size (px)

Text of PKMM-12-UNDIP-WINDA –MENDIDIK ANAK USIA

I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Menurut WHO, sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Banyak sampah organik masih mungkin digunakan kembali atau pendaurulangan (re using). Sampah dalam ilmu kesehatan lingkungan sebenarnya hanya sebagian dari benda atau hal hal yang dipandang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau harus dibuang, sedemikian rupa sehingga tidak sampai mengganggu kelangsungan hidup. Dari segi ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sampah ialah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi yang bukan biologis (karena human waste tidak termasuk di dalamnya) dan umumnya bersifat padat (karena air bekas tidak termasuk di dalamnya). Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan manusia. Setiap hari, bahkan setiap detik, selalu ada saja benda yang terbuang dan menjadi sampah. Dari sisa makanan, plastik wadah makanan, botol minuman, hingga kaleng bekas. Jika pengelolaan sampah tidak dilakukan dengan baik dapat menyebabkan semakin menumpuknya sampah dan dapat berakibat fatal terhadap kesehatan manusia.Menurut penelitian Masa Golden Age merupakan masa dimana tahap perkembangan otak pada anak usia dini menempati posisi yang paling vital yakni mencapai 80% perkembangan otak. Pada masa usia dini kemampuan memori otak mencapai tingkat maksimal. Anak yang mendapatkan pesan kesehatan yang intens semenjak usia 0 6 tahun memiliki harapan lebih besar untuk berperilaku sehat di masa mendatang. Sebaliknya anak yang tidak mendapatkan pesan kesehatan yang tidak intens maka perilaku sehat sulit terbentuk. Pendidikan kesehatan pada usia ini adalah peletak dasar bagi pendidikan kesehatan selanjutnya. Ajaran untuk membuang sampah pada tempatnya yang diterapkan pada usia dini dapat membantu mereka untuk disiplin membuang sampah sehingga dapat mengurangi penimbunan sampah yang dapat berefek pada kesehatan mereka. Ajaran membuang sampah bisa melalui penyuluhan tentang sampah yang dilakukan dengan menarik dan adanya kegiatan melukis tempat sampah sesuai kreasi mereka agar mereka dapat antusias dalam membuang sampah pada tempatnya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi penimbunan sampah yang tidak terkendali yang dapat menyebabkan sakit pada kesehatan tubuh mereka.

B. PERUMUSAN MASALAH Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang masih sulit diatasi karena kurangnya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan sejak dini agar terbiasa dalam disiplin dalam membuang sampah yang pada akhirnya dapat mempunyai efek positif terhadap kesehatan. Kondisi perilaku hidup bersih sehat pada siswa SD N Milir 2 sendiri masih kurang. Timbulan sampah yang ada juga cukup banyak melihat perilaku siswa yang konsumtif serta kebiasaan mereka yang belum memanfaatkan tempat sampah secara optimal untuk menjaga kebersihan dan keindahan linkungan di sekitar SD. Hal ini juga diupayakan untuk memotifasi siswa sebagai generasi muda untuk membiasakan diri mengelola sampah serta tahu alasan atau manfaatnya.

C. TUJUANTujuan umum dari kegiatan PKM M ini adalah melatih anak anak usia dini untuk membuang sampah pada tempatnya. Tujuan ini dapat dijabarkan secara khusus, sebagai berikut:1. Mengurangi penimbunan sampah yang tidak terkendali di SD N Milir 2.2. Sosialisasi akan pentingnya pemanfaatan dan pengelolaan sampah secara dini3. Memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap siswa dalam pengelolaan sampah secara baik4. Melatih anak usia dini di SD N Milir 2 untuk bersikap disiplin untuk tidak membuang sampah sembarangan sehingga dapat menerapkan pola hidup sehat.

D. TARGET LUARANLuaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah mahasiswa mampu menumbuhkan perilaku hidup bersih sehat dikalangan siswa siswi SD Negeri Mlilir 2 dengan mengadakan sosialisasi mengenai sampah serta melatih cara pengelolaan sampah. Hal ini diharapkan anak anak usia dini dapat membuang sampah pada tempatnya, agar sikap yang terbiasa hidup bersih dapat terbawa sampai dewasa. Hal ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan tentang seputar sampah dan adanya kegiatan melukis tempat sampah bersama sesuai dengan kreatifitas masing masing sehingga dapat meningkatkan semangat mereka untuk menjaga kebersihan lingkungan

E. KEGUNAAN PROGRAMKegiatan PKM M ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sehingga dapat menjadi lingkungan yang produktif bagi pertumbuhan anak anak usia dini selain itu, dapat mendidik anak anak agar mereka terbiasa melakukan pola hidup bersih dan sehat.

II. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARANSasaran dari PKM M ini ialah siswa siswi SD N Milir 2, banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya yang menyebabkan lingkungan menjadi kotor sehingga dapat berdampak terhadap kesehatan lingkungan dan juga kesehatan siswa siswi tersebut. Maka diperlukan kerja sama dari pihak sekolah dan murid setempat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar terciptanya lingkungan yang sehat dan dapat mendukung proses belajar dan mengajar. Cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah dengan mendidik dan melatih siswa siswi untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan memberikan penyuluhan tentang apa itu sampah dan apa efek negatif dari sampah terhadap kesehatan serta bagaimana cara untuk mengelola sampah organik maupun non organik, selain itu dengan mendayagunakan kreatifitas siswa siswi dalam kegiatan lomba melukis tong sampah yang pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan motivasi mereka untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, dan cara yang terakhir adalah adanya sosialisasi kepada para guru SD Negeri mlilir 2 mengenai cara pembuatan pupuk kompos. Para guru dapat memberikan ilmu pembuatan kompos ke dalam mata pelajaran, agar para murid dapat menerapkan langkah pembuatan kompos tersebut. Pupuk kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman di wilayah sekolah maupun sebagai kegiatan wirausaha dari para murid dengan menjual pupuk tersebut di sekitar wilayah tempat tinggal mereka.

III. METODE PENDEKATAN1. Persiapan Dalam tahap ini dilakukan analisis terhadap pelaksanaan kegiatan. Dengan melibatkan pihak pihak terkait dan pengurus sekolah dalam menentukan rencana kegiatan ke depan. Pemilihan sarana prasarana serta fasilitas didasarkan pada kondisi lingkungan sekitar dan masukan dari pengurus sekolah.2. Pelaksanaan a. Penyuluhan Memberikan penyuluhan mengenai apa itu sampah dan dampak dari sampah yang pembuangannya tidak terkendali. Selain itu perlu diberikan penyuluhan mengenai beda sampah organik dan non organik agar mereka dapat membedakan jenis sampah dan dapat mengelompokkan sampah sesuai dengan jenis tersebut.b. Kegiatan Melukis Tong SampahKegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas sekaligus agar mereka mempunyai antusias yang tinggi untuk membuang sampah pada tong sampah yang mereka lukis. Sehingga terwujudnya lingkungan yang bersih. Setiap kelas diberi tugas untuk melukis masing masing 2 tong sampah (organik dan non organik). Para guru membantu untuk memantau keberlangsungan kegiatan tersebut untuk melihat partisipasi dari tiap siswa siswi di SD N Mlilir 2. Untuk keberlanjutan kegiatan tersebut sampah yang sudah dipisah menjadi organik dan non organik dikumpulkan. Selanjutnya untuk sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos yang berguna untuk pupuk tanaman pada SD N Mlilir 2 dan dapat juga menjadi usaha bagi siswa siswi dengan menjual pupuk kompos yang telah mereka buat. Untuk sampah non organik dapat dipilih untuk selanjutnya dapat dibuat kerajinan tangan yang bermanfaat.c. Memberi pengetahuan untuk pengolahan sampah organik yaitu dengan membuat pupuk kompos.3. Evaluasi Tahap ini merupakan tahap terakhir yang meliputi ulasan permasalahan yang timbul selama pelaksanaan kegiatan serta kebutuhan yang perlu ditambahkan dalam keberlangsungan kegiatan ini agar bias berlangsung secara optimal. Setelah dievaluasi dimungkinkan adanya perbaikan. Evaluasi dilakukan dalam setiap tahap pelaksanaan:NOKegiatanTargetKetercapaian

1. Penyuluhan seputar sampahKeikutsertaan siswa siswi SD Negeri Mlilir 2, adanya sikap antusias dari murid SD Negeri Mlilir 2 dan bertambahnya pengetahuan mereka mengenai sampah dan bagaimana cara pengelolaannya.Adanya sikap antusias dari para murid saat mengikuti kegiatan penyuluhan, dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan dapat mengulang materi yang sudah diberikan.

2. Melukis Tong SampahAdanya partisipasi murid SD Negeri Mlilir 2 dalam mengikuti kegiatan lomba melukis tong sampah, dengan harapan adanya rasa memiliki tong sampah sehingga ada kemauan dan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan.Adanya sikap antusias dan saling kerja sama antar siswa dalam melukis tong sampah.

3. Sosialisasi pembuatan pupuk kompos kepada guru SD Negeri Mlilir 2Adanya partisipasi para guru di SD Negeri Mlilir 2, dengan harapan ilmu semakin bertambah serta para guru dapat memberikan ilmu tersebut kepada anak murid dan dapat diberikan pada saat kegiatan belajar mengajar.Adanya partisipasi dari para guru sehingga proses diskusi berjalan dengan baik.

4. Skema Kegiatan

Kegiatan melukis tong sampahPenyuluhan seputar sampahPersiapan Pelaksanaan Kegiatan

Evaluasi KegiatanPendampingan Dan Pemantauan Terhadap Pengelolaan Sampah

Gambar 1. Skema Kegiatan

IV. PELAKSANAAN PROGRAM

A. Waktu dan Tempat PelaksanaanWaktu pelaksanaan: 30 Januari monitoring selesaiTempat pelaksanaan: SD N Mlilir 02, Jln. Jurang Belik Prampelan Mlilir Kec. Bandungan.

B. Tahapan Pelaksanaan/Jadwal Faktual PelaksanaanNoTanggalKegiatan

1.30 Januari 2012Pengarahan awal PKM

2.31 Januari 2012Diskusi awal kelompok

3.07 Februari 2012Diskusi kedua kelompok

4.11 Februari 2012Survey awal tempat pelaksanaan dan sosialisasi kepada pihak sekolah

5.14 Februari 2012Survey tong sampah di daerah semarang bawah

6.05 Maret 2012Pemesanan tong sampah

7.08 Maret 2012 Penyusunan jadwal kegiatan

8.19 Maret 2012Print dan fotocopy gambar tong sampah

9.20 Maret 2012Pembuatan surat izin pelaksanaan

10.23 Maret 2012Pembelian doorprize

11.24 Maret 2012Penyuluhan mengenai sampah

12.28 Maret 2012Pembelian kuas melukis dan hadiah lomba

13.29 Maret 2012Pembelian MMT dan piala

14.30 Maret 2012Pembelian spidol, cat dan tinner

11.31 Maret 2012Kegiatan melukis tong sampah

12.Bulan April 2012Kegiatan monitoring

13.12 Mei 2012Pendampingan pembuatan kompos

C. Instrumen PelaksanaanDalam pelaksanaan penyuluhan menggunakan instrumen pelaksanaan berupa media audio visual, dimana penyuluhan dengan menggunakan LCD, proyektor yang berisi mengenai materi seputar sampah, dan bagaimana cara pengelolaannya serta dilengkapi dengan video animasi yang bertujuan untuk menambah daya ingat anak. Untuk kegiatan lomba melukis tong sampah dengan menggunakan media tong sampah sebagai upaya untuk mendayagunakan kreatifitas siswa siswi SD Negeri Mlilir 2. Pada kegiatan sosialisasi mengenai cara pembuatan kompos kepada para guru, menggunakan media audio visual yang sama dengan media saat penyuluhan mengenai sampah.

D. Rancangan dan Realisasi Biaya1. Rancangan BiayaNOURAIANBIAYA (Rp)

1.Bahan Habis Pakai :Tong besi15 x @30.000TinnerCat besi 250 x @ 10.000 450.000,00 300.000,00 2.500.000,00

Jumlah 3.250.000,00

2.Peralatan :Kuas cat 250 x @ 10.000

2.500.000,00

Jumlah 2.500.000,00

3.Perjalanan :Transportasi pengambilan peralatanTransportasi analisa kondisi sasaranTransportasi lokalPenyuluhan dan pelatihan 300.000,00 150.000,00 250.000,001.000.000,00

Jumlah 1.700.000,00

4.Penggandaan Laporan dan Seminar :Penggandaan Laporan (5 eksemplar x @ Rp. 50.000,00)Kertas A4 (2 rim) @ Rp. 25.000,00)Flash DiskCatridge Printer 1 buah250.000,00

50.000,00 150.000,00 350.000,00

Jumlah 750.000,00

5.Lain-lain :DokumentasiFotocopy literatureSeminar 150.000,00 75.000,00 350.000,00

Jumlah 575.000,00

Jumlah (1+2+3+4+5) 8.775.000,00

2. Realisasi BiayaTanggalPemasukanPengeluaranSaldo

RincianTotalRincianTotal

7 Februari 2012Pinjaman dana Fakultas Rp 1,000,000.00 Rp 1,000,000.00

16 Februari 2012Pinjaman dana Rektorat Rp 1,000,000.00 Rp 2,000,000.00

5 Maret 20126 set tong sampah @ Rp 300,000.00Rp 1,800,000.00Rp 200,000.00

19 Maret 2012Print dan fotocopy gambar untuk sketsa tempat sampahRp 13,000.00Rp 187,000.00

23 Maret 2012DoorpizeRp 36,000.00Rp 151,000.00

24 Maret 2012Snack murid dan guruRp 400,000.00Rp (249,000.00)

28 Maret 2012Dana pribadi Rp 1,500,000.00 Rp 1,251,000.00

28 Maret 2012Kuas 30 pcsRp 75,500.00Rp 1,175,500.00

28 Maret 2012Jam dinding untuk souvenir tiap kelasRp 165,000.00Rp 1,010,500.00

29 Maret 2012MMT dan PialaRp 90,000.00Rp 920,500.00

30 Maret 20122 spidol white boardRp 12,000.00Rp 908,500.00

30 Maret 2012Cat besiRp 246,000.00Rp 662,500.00

30 Maret 2012TinnerRp 48,000.00Rp 614,500.00

31 Maret 2012Snack murid , guru, dan panitiaRp 475,000.00Rp 139,500.00

31 Maret 2012Makan siang panitiaRp 248,000.00Rp (108,500.00)

24 Maret 2012Dana DIKTI Rp 4,000,000.00 Rp 3,891,500.00

24 Maret 2012Penggantian dana RektoratRp 1,000,000.00Rp 2,891,500.00

24 Maret 2012Penggantian dana pribadiRp 1,500,000.00Rp 1,391,500.00

V. HASIL DAN PEMBAHASANNoKegiatanUraianKetercapaian

1. Penyuluhan seputar sampahAdanya kegiatan penyuluhan mengenai sampah, dampak dan cara mengelola sampah, dimana sasaran penyuluhan adalah siswa siswi SD Negeri mlilir 2. Selain materi disertakan video untuk menambah daya ingat dan adanya sesi tanya jawab untuk melihat apakah para murid sudah memahami isi dari materi yang diberikan.Adanya sikap antusias dari para murid saat mengikuti kegiatan penyuluhan, dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan dapat mengulang materi yang sudah diberikan.

2. Melukis Tong SampahKegiatan melukis tong sampah dengan bimbingan dari pelaksana dan para guru. Untuk pelaksanaannya setiap kelas diberikan 2 tong sampah (organik dan anorganik) untuk dilukis dan dilombakan.Adanya sikap antusias dan saling kerja sama antar siswa dalam melukis tong sampah.

3. Sosialisasi pembuatan pupuk kompos kepada guru SD Negeri Mlilir 2Kegiatan sosialisasi kepada para guru SD Negeri Mlilir 2 mengenai cara pembuatan kompos agar para guru dapat memberikan ilmu tersebut kepada para murid melalui mata pelajaran yang diajarkan.Adanya partisipasi dari para guru sehingga proses diskusi berjalan dengan baik.

Setelah melakukan observasi di SD mlilir 2 bandungan Semarang, dilihat perubahan yang signifikan dari perilaku anak-anak terhadap sampah, mereka semakin peduli dan sadar bagaimana cara mengelola sampah dan mempunyai inisiatif untuk membuang sampah di tempat sampah yang sudah dilukis. Selain itu lingkungan yang sebelumnya terdapat timbunan sampah pada saat observasi menjadi bersih dan tidak ada sampah yang berserakan.Pada saat sosialisasi mengenai kompos berlangsung , terlihat para guru yang antusias mendengarkan materi sosialisasi, terjadi diskusi yang aktif mengenai pembuatan kompos dan pendayagunaan sampah sehingga dapat menjadi komoditi ekonomi. Diharapkan dengan adanya penyuluhan tersebut anak-anak dapat di ajarkan untuk menghasilkan kompos dari sampah sekolah maupun sampah rumah tangga di keluarga mereka. sehingga selain dapat menjadikan minat untuk membuang sampah pada tempatnya juga dapat menjadikan pengahasilan keluarga dengan menghasilkan kompos.

Pada kegiatan ini ditemukan beberapa kendala dan upaya penyelesaiannya seperti berikut :a. Menyesuaikan waktu dengan pihak SD N Mlilir 2 dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan. Upaya penyelesaiannya adalah terus menjaga komunikasi dengan pihak sekolah agar dapat ditentukan waktu yang sekiranya bisa untuk dilakukan penyuluhan dan kegiatan melukis tong sampah.b. Menyesuaikan waktu tiap anggota untuk kumpul dan berdiskusi karena kesibukan yang berbeda. Upaya penyelesaiannya adalah dengan terus menjaga komunikasi antar sesama anggota dengan menanyakan jadwal tiap anggota serta mencari waktu luang yang dapat dipergunakan untuk berdiskusi mengenai PKM.c. Lokasi sekolah yang lumayan jauh serta jalan yang ditempuh tidak dalam kondisi yang baik, hal ini mengakibatkan kurangnya komunikasi secara tatap muka dengan pihak sekolah. Sehingga upaya penyelesaiannya adalah dengan terus menjaga komunikasi melalui telepon.d. Terlambatnya ketersediaan tong sampah yang sudah dipesan, hal ini mengakibatkan panitia atau tim pelaksana kegiatan melukis tong sampah baru dapat mencetak pola dipagi hari, beberapa jam sebelum pelaksanaan. Upaya penyelesaiannya adalah kami datang lebih awal agar persiapan dapat dilakukan sebaik mungkin.

VI. KESIMPULAN DAN SARANA. KESIMPULANKegiatan Program Kreativitas Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di SD Negeri Mlilir 2, dengan beberapa metode pendekatan seperti persiapan, pelaksanaan penyuluhan, lomba lukis tong sampah, sosialisasi mengenai cara pembuatan kompos kepada para guru, serta diadakan monitoring dan evaluasi untuk melihat keberhasilan program. Dari hasil kegiatan tersebut dapat dilihat adanya kesadaran dari para siswa siswi SD Negeri Mlilir 2 dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Selain itu adanya sikap antusias dari para murid dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan dan lomba lukis tong sampah, dan hasil dari monitoring evaluasi melalui wawancara dengan guru, mengatakan bahwa para murid telah menanamkan ilmu yang diberikan dalam keseharian mereka. Dengan hal tersebut penimbunan sampah yang ada disekitar sekolah mereka sudah menurun , dibuktikan dengan hasil monitoring. Hal tersebut dapat menunjang pola hidup yang sehat dan dapat meningkatkan pola perilaku para murid yang harapannya dapat dibawa sampai dewasa.

B. SARAN1. Dari pihak sekolah diharapkan tetap menjalankan kegiatan ini dan memantau keberlanjutannya.2. Untuk para siswa siswi SD N Mlilir 02 diharapkan bukan hanya di sekolah saja dapat menjaga lingkungan sekitarnya salah satunya dengan cara membuang sampah pada tempatnya tetapi juga melakukan kegiatan ini baik di rumah atau dimanapun mereka berada.

LAMPIRAN Gambar 1. lingkungan SD N Mlilir 2 Gambar 2. Foto pelaksanaan penyuluhan

Gambar 3. kegiatan melukis tong sampah

Gambar 4. Hasil monitoring lingkungan SD N Mlilir 2. Gambar 5. Saat berdiskusi mengenai pembuatan kompos

10