Pkmk Ari Krutuk

  • View
    56

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah PKMK

Text of Pkmk Ari Krutuk

ABSTRAK

PENDAHULUAN

A. JUDULKRUTUKKeripik Daun Katuk

B. LATAR BELAKANG MASALAH

Sebagai cairan alami yang diproduksi tubuh ibu melahirkan, ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Organisasi Kesehatan Sedunia WHO menilai ASI adalah sumber gizi terbaik bagi bayi dan batita atau bayi di bawah usia tiga tahun. Manfaat menyusui bukan hanya baik untuk bayi, namun juga untuk ibu. Dengan memberikan ASI Ibu dapat menyentuh dan memberi kehangatan, kasih sayang, rasa aman, dan perlindungan terhadap bayi. ASI juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu mengembalikan kondisi hormon ibu setelah melahirkan. Saat ibu menyusui, tubuh akan mengeluarkan hormon oksitosin yang membantu menghentikan pendarahan serta membantu kontraksi rahim untuk kembali ke ukuran semula, dan mempercepat prosesnya.Bagi ibu menyusui, gizi juga berperan dalam produksi ASI. Pemenuhan nutrisi untuk ibu menyusui sangat penting. Menurut para ahli, produksi air susu ibu dipengaruhi oleh dua hal yakni faktor hormonal dan keseimbangan gizi. Kabar baiknya, keseimbangan hormon bisa didapatkan jika asupan gizi ibu cukup dan baik. Namun sayang, mengatur asupan gizi inilah yang terkadang sulit diakukan oleh seorang ibu.Sudah menjadi hal yang biasa jika wanita lebih suka ngemil dari pada makan secara teratur. Hal ini menyebabkan asupan gizi seorang ibu yang sedang menyusui menjadi terganggu, karena seringkali cemilan identik dengan makanan yang tidak sehat dan berkalori tinggi. Namun ternyata cemilan juga bisa sehat jika tepat dalam memilihnya. Cemilan yang tepat untuk ibu yang sedang menyusui adalah cemilan yang mengandung nutrisi yang dapat memberikan asupan gizi yang baik bagi Ibu dan produksi ASI-nya. Belum adanya cemilan sehat untuk ibu menyusui menjadi peluang bagi para wirausaha untuk mengisi pasar cemilan sehat. Cemilan yang dapat membantu para ibu yang sedang menyusui untuk memenuhi kebutuhan asupan nutrisi serta memperlancar ASI. Selain itu, para ibu tetap dapat menikmati kebiasaan ngemilnya.

C. PERUMUSAN MASALAHBerdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah yaitu:1. Bagaimanakah menyediakan asupan nutrisi yang bergizi bagi para ibu menyusui?2. Bagaimanakah memanfaatkan kebiasaan ngemil para ibu untuk memenuhi kebutuhan asupan nutrisi yang bergizi?

D. TUJUAN

Tujuan umum dari program kreativitas mahasiswa bidang kewirausahaan ini adalah meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa sebagai generasi muda Indonesia yang penuh kreativitas dan inovasi sehingga dapat digunakan sebagai bekal untuk menghadapi hidup mandiri setelah selesai studi nanti.Tujuan khusus dari program kreativitas mahasiswa ini adalah turut serta dalam kampanye ibu menyusui serta mengubah paradigm ngemil menjadi ngemil sehat.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

1. Membantu para ibu memenuhi asupan nutrisi.2. Menciptakan cemilan kreatif bernutrisi.3. Membantu para Ibu memperlancar produki ASI.

F. KEGUNAAN PROGRAMBerdasarkan permasalahan diatas, maka program kreativitas mahasiswa ini diharapkan memberikan manfaat :1. Bagi mahasiswa, mampu menumbuhkan jiwa wirausaha yang dimulai dengan menuangkan kreativitasnya dalam melihat peluang usaha, sehingga tercipta jiwa kemandirian yang semakin mantap untuk meraih masa depan yang lebih baik.2. Bagi konsumen, dapat bermanfaat menjadi cemilan sehat bernutrisi bagi ibu menyusui.

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHAAnalisis aspek finansial dalam membuka sebuah usaha sangat diperlukan, terutama untuk melihat kelayakan usaha tersebut.

1. Analisis peluang usaha a. Jenis produk i. Nama Produk : KRUTUK (Keripik Daun Katuk)KRUTUK adalah Keripik yang berbahan dasar daun katuk sebagai asupan bergizi bagi ibu yang sedang menyusui. Daun kauk dipercaya dapat memperlancar produksi ASI. Selain itu daun katuk juga penuh nutrisi yang cukup tinggi. Menurut prawiranegara (1999 : 19), daun katuk memiliki komposisi gizi sebagai berikut:Komposisi%(gr)

KaloriProteinLemakKarbohidratKalsiumFosforBesiVitamin AAir59,04,81,011,0204,083,02,710370,075,0KalgrgrgrmgmgmgSIGr

ii. Bentuk produk : cemilan (keripik sayuran)iii. Karakteristik produk : makanan ringaniv. Keunggulan produk :a. Belum ada produk sejenis yang beredar di pasaranb. Bermanfaat bagi Ibu menyusuic. Bergizi tinggi.

b. Analisis Potensi PasarSTP (Segmentation, Targetting & Positioning)1. SegmentationSegmentasi, yakni cara memilah-milah kelompok konsumen berdasarkan potensial penawaran produk yang berbeda-beda. Kelompok konsumen dibagi menjadi tiga segmen, yaitu Ibu menyusui, Ibu Hamil dan masyarakat pada umumnya.2. TargettingTarget utama adalah Ibu yang sedang menyusui untuk mengakomodir pemenuhan gizi serta kebiasaan ngemil.3. PositioningKonsumen melihat produk KRUTUK ini merupakan sebuah inovasi baru variasi makanan ringan yang sehat.

c. Teknik dan strategi produksi dan pemasaran1. Strategi pemasaranKonsep cemilan sehat akan dikemas dengan informasi yang kuat mengenai pentingnya memberikan ASI serta dilakukan penjualan di POSYANDU, Bidan, supermarket dan mimi market.

2. Promosi onlinePromosi online akan dilakukan melalui situs-situs marketing, blog, maupun situs jejaring sosial, oleh divisi Pemasaran.

3. Katalog dan poster produkKatalog dan poster produk akan disebarkan di lingkungan sekitar konsumen target (POSYANDU dan Bidan), sehingga mereka dapat mengetahui info lebih lanjut mengenai produk ini: dimana bisa mendapatkannya, kegunaannya, harga, dan sebagainya.

2. Analisis pesaingPersaingan bisnis bagi program ini dapat dianggap tidak ada, karena belum pernah ada produk yang sejenis.

3. Analisis SWOT Sebelum melaksanakan suatu usaha baru kita perlu mengetahui hal-hal/aspek-aspek yang berpengaruh terhadap usaha tersebut. Hal tersebut diantaranya adalah aspek kekuatan (strenght), kelemahan (waekness), kesempatan (opportunities), dan ancaman (threath). Dengan melakukan analisis terhadap hal-hal tersebut diharapkan usaha akan berjalan lancar dan sukses.Berikut adalah beberapa hal dari masing-masing aspek diatas:

1. Strenght1. Kebiasan ngemil para perempuan (para ibu)2. Fakta bahwa daun katuk efektif untuk memperlancar produksi ASI.

2. Weakness1. Rasa daun katuk yang tidak terlalu enak.2. Masa daluarsa tidak selama cemilan-cemilan lain.

3. Opportunities1. Masih ada peluang memanipulasi rasa dengan penambahan bumbu.2. Pengelolaannya cukup mudah.

4. Threath1. Sulitnya mencari pasokan daun katuk.2. Proses pembuatan yang salah dapat meningkatkan efek samping daun katuk.

4. Analisis kelayakan usaha1. Belum ada produk semacam ini di pasaran2. Keripik merupakan cemilan yang laku di pasaran.3. Produk ini menawarkan cemilan yang bernutrisi , baik juga untuk ibu menyusui.4. Profit menjanjikan sebagai penghasilan tambahan

5. Strategi pengembangan usaha1. Strategi pemasaran Pemasaran dilakukan di POSYANDU dan Bidan dimana Ibu Menyusui sebagai target konsumen utama akan sering datang ke tempat ini. Pengembangan wilayah distribusi Membuat produk bundling.

2. Strategi produksi Pembuatan 2 macam keripik , bentuk asli (daun yang ditambah tepung crispy), dan bentuk olah. Diversifikasi rasa : Original, daun jeruk, barbeque, pedas.

3. Strategi organisasi Penarikan tenaga kerja Pengembangan SDM tenaga kerja

4. Strategi keuangan Penambahan investasi modal usaha Pengendalian sistem keuangan

H. METODE PELAKSANAANA. Rencana UsahaSusunan Organisasi Usaha

Diagram alir usaha

B. Proses Produksi1. Pencucian dan pemilahanPencucian bertujuan untuk memperoleh produk yang bersih, memiliki syarat kesehatan, dan menjamin rasa. Pemilahan juga menjamin hanya daun yang bbaik yang akan lolos ke tahap selanjutnya2. Perebusan dan penghalusanPerebusan dan penghalusan hanya dilakukan pada daun untuk keripik yang akan diolah dengan bentuk khusus. Sedangkan keripik dengan bentuk daun hanya akan direbus saja.3. Perlakuan pra-penggorenganTahap ini bertujuan untuk menghasilkan bahan baku dengan karakteristik dan kwalitas tertentu. Untuk keripik yang akan diolah dengan bentuk khusus, daun yang telah dihaluskan dicampur dengan air, tepung sagu serta bumbu. Dicetak kemudian dikukus. Setelah itu diiris dan di keringkan. Sedangkan untuk keripik bentuk daun yang telah direbus dicelupkan ke adonan tepung beras dan telur.4. Pengorengan Metode penggorengan yang tepat untuk keripik adalah deep fat frying, yaitu proses penggorengan dengan cara seluruh bagian yang digoreng benar benar terendam minyak.Untuk menggoreng keripik,suhu diatas titik didih air ( sekitar 160-169 0 c). 5. PenirisanPenirisan bertujuan untuk memisahkan minyak dengan hasil olahan.6. Pengemasan Pengemasan bertujuan memelihara kualitas produk hasil olahan. Pengemasan dilakukan dengan memasukkan produk kedalam kemasan berupa plastik. Pengemasan dilakukan setelah keripik benar-benar kering, sebab jika tidak kering minyak akan merembes ke plastik sehingga berdampak negatif terhadap kualitas hasil olahan, bahkan akan mengurangi keindahan kemasan produk.

C. PemasaranPromosi dan pemasaran dilakukan di POSYANDU serta Bidan dimana konsumen utama (Ibu Menyusui) berkonsentrasi. Selain itu, kerja sama dengan supermarket dan minimarket yang jumlahnya kian banyak akan sangat membantu pemasaran produk.

D. Tempat ProduksiTempat produksi dilakukan di rumah saya yang beralamat di Gg. Desa No. 105 A, Kiaracondong, Bandung.

E. Jadwal Kegiatan

F. Rancangan BiayaBiaya Modal

Biaya Produksi

Biaya produksi KRUTUK per gram = Rp.75,375Biaya Promosi Awal

Biaya KRUTUK per gram = Rp.88.528,-

Penetuan Harga Jual ProdukBiaya Produksi KRUTUK per gram + margin keuntungan 40%Rp.88.528,- + Rp.35.411,- = Rp. 123.94Harga KRUTUKHarga Jual setelah pembulatan

Kemasan Plastik 30grRp4000.

Kemasan Plastik 50grRp6500.

Kemasan Plastik 100grRp12500.

Rekapi