of 2/2
o Selasa 0 Rabu Kamis 0 Jumat Pikiran Rakyat 0 Sabtu 456789 @11 20 21 22 23 24 25 26 12 13 27 28 29 30 31 o Mar OApr eMei OJun OJul 0 Ags ..•. _--- OSep OOkt ONov ODes pendapatan pasien secara rutin. Celakanya lagi, depresi dan stres merupakan pemicu kambuhnya lupus yang diikuti rasa sakit luar biasa, atau disebut flare. "Lupus memiliki dimensi permasala- han yang begitu kompleks. Yang dibu- tuhkan penderita lebih dari sekadar obat. Ini adalah perkara membuat mere- , ka tetap termotivasi menjalani hidup. Badan boleh sakit, tapijiwajangan," tu- rek api dan faktor pencetus yang dilam- tur Eko Pratomo, pendiri Syamsi Dhuha bangkan kepala korek apik. Nyala api, Foundation (SDF), lembaga swadaya atau menjangkitnya lupus, terjadi jika masyarakat (LSM) nirlaba yang mem- kedua faktor tersebut berternu. beri perhatian khusus pada odapus. "Berdasarkan pengalaman menangani Sejak 2004, SDF gencar menyosial- Lupus di Bandung sejak 1999 lalu den- isasikan lupus ke berbagai kalangan gan total pasien 720 orang berusia 14-65 dengan cara-caranya yang kreatif. tahun, diperoleh data persentase keter- Tahun ini, misalnya, mereka melun- jangkitan bagi perempuan 1:40 sedang- curkan novel inspiratif Sunrise Sere- kan persentase bagi pria 1:200. Angka- nade dan buku pegangan bagi odapus, angka ini hanya menggambarkan gu- berjudul Catatan Si Luppy. nung es saja. Artinya, jumlah penderita "Ini adalah buku harian medis bagi yang belum tercatat diduga kuatjauh odapus. Mereka bisa mencatat rincian lebih banyak," katanya. setiap perkembangan penyakitnya di si- ni agar terus terkontrol. Selama ini Lebih dari sekadar obat masih banyak odapus yang kurang Lupus atau nama lengkapnya sys- peduli pada proses pengobatannya temic lupus erythematosus (SLE), meru- sendiri. Nania obat saja.tidak tahu. pakan penyakit sistem day».tahan atau Tahunya yang bulat-bulat, kuning, dan autoimun. Tubuh penderita lupus mem- pahit,' ucap Dian Syarief, Ketua SDF bentuk antibodi yang berlebih dan lan- yangjuga odapus. tas menjadi salah arah, turut merusak Selain menyosialisasikan lupus, SDF berbagai organ tubuh. Toleransi sistem juga rajin mendorong berdirinya kelom- imun terhadap sel tubuh sendiri hilang. pok-kelompok pendukung bagi odapus Gejala umum penyakit ini di an- di daerah-daerah. Salah satunya dengan taranya adalah demam berkepanjangan, memberikan penghargaan tahunan. nyeri sendi, lelah, lemas, serta anoreksia Berbagai unsur masyarakat, termasuk (lenyapnya nafsu makan). Sedangkan para dokter, diajakterlibat dalam gejala khas berupa ruam pada wajah, kelompok-kelompok tersebut. Sasaran ruam pada kulit, rambut rontok, ulser di utamanya adalah peningkatan persen- selaput lendir seperti sariawan tetapi tase kualitas dan kuantitas deteksi dini tidak terasa sakit, serta peradangan di odapus serta pemberian pendampingan beberapa bagian organ tubuh. secara berkesinambungan. Karena belum ditemukan obat yang "Untuk berbuat sesuatu yang kita menjanjikan kesembuhan total bagi yakini benar dan bermanfaat, kadang ki- penyakit ini, odapus membutuhkan ta tidak perlu terlalu banyak berpikir. dukungan yang besar agar bisa mem- Pokoknya lakukan saja. Yang lain nanti pertahankan kualitas hidup mereka. Lu- akan ditambahkan dengan sendirinya. pus membuat penderitanya menang- Menular seperti magnet. Itu yang kami gung beban psikologis dan sosial yang lakukan sejauh ini,' kata Dian yang tidak ringan. Ruam di muka membuat bakal menerima penghargaan Sasakawa penderita menanggung malu. Tidak Health Prize oleh WHO untuk lembaga sedikit perkawinan gagal karena "cacat" yang dia pimpin pada 24 Mei nanti. ini. Belum lagi tuntutan biaya peng- (MayangAyu Lestarl/Ag Tri Joko obatan atau terapi yang m.~e~n~gg~e~ru=s ..:H;:e:::r:..,;Ri==· a~di::::·'L'...:'P~R~")l-*_*_*_~~_~_ Lupus tak melulu datang dengan ruam berbentuk kupu- kupu di kedua pipi yang menjadi ciri klasiknya. Dengan qe- jala-gejala awal yang begitu umum, berupa demam dan nye- ri sendi, ia terbukti piawai mengecoh orang. Tak terkecuali para dokter yang buru-buru salah menanganinya sebagai penyakit tifus, demam berdarah, atau bahkan cikungunya. m AGI orang dengan lupus (odapus), penyakit ini memiliki kepiawaian I mengecoh yang berdaya rusak tinggi. Dengan mu- dah, odapus dan keluarganya akan dibu- at patah arang dengan melihat predikat palsu yang serba menyeramkan yang disematkan pada penyakit ini: menular, menurun, dan tak tersembuhkan! Ketekunan sosialisasi, di samping pem- bentukan kelompok-kelompok pen- dukung dan penelitian obat, karenanya masih menjadi isu krusial dalam upaya penanganan penyakit ini. Menurut pemerhati lupus dari Fakul- tas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung Rachmat Gunadi, meski pe- ngetahuan masyarakat atas penyakit ini relatif terus berkembang dari tahun ke vtahun, masih banyak kekeliruan men- dasar yang terjadi di lapangan. Aktif mengelola Klinik Lupus di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, ia tak jarang menerima pasien yang pada pe- meriksaan awal oleh dokter-dokter umum divonis menderita tifus atau cikungunya. Pemahaman sebagian besar pasien dan keluarga mengenai penyakit lupus juga belum memadai. Akibatnya, rasa takut menjadi begitu dominan. "Lupus bukanlah penyakit menular dan sama sekali bukan penyakit ketu- runan, tetapi setiap orang mempunyai kemungkinan terserang. Ada dua faktor penyebab utama, yakni faktor kepekaan dan faktor pencetus, seperti infeksi dan sinar matahari," ujarnya, di sela-sela peringatan Hari Lupus Sedunia di Aula Timut Institut Teknologi Bandung (ITE), Sabtu (5/5) lalu. Analogi yang disukai Rachmat untuk menggambarkan proses ini adalah fak- tor ke ekaan ang diibaratkan kotak ko-

Pikiran Rakyat - pustaka.unpad.ac.idpustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/pikiranrakyat... · han yangbegitu kompleks. ... ulserdi utamanya adalah peningkatan persen-

  • View
    221

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of Pikiran Rakyat -...

  • o Selasa 0 Rabu Kamis 0JumatPikiran Rakyat

    0 Sabtu456789 @1120 21 22 23 24 25 26

    12 1327 28 29 30 31

    oMar OApr eMei OJun OJul 0Ags..._--- OSep OOkt ONov ODes

    pendapatan pasien secara rutin.Celakanya lagi, depresi dan stresmerupakan pemicu kambuhnya lupusyang diikuti rasa sakit luar biasa, ataudisebut flare."Lupus memiliki dimensi permasala-

    han yang begitu kompleks. Yang dibu-tuhkan penderita lebih dari sekadarobat. Ini adalah perkara membuat mere-, ka tetap termotivasi menjalani hidup.Badan boleh sakit, tapijiwajangan," tu-

    rek api dan faktor pencetus yang dilam- tur Eko Pratomo, pendiri Syamsi Dhuhabangkan kepala korek apik. Nyala api, Foundation (SDF), lembaga swadayaatau menjangkitnya lupus, terjadi jika masyarakat (LSM) nirlaba yang mem-kedua faktor tersebut berternu. beri perhatian khusus pada odapus."Berdasarkan pengalaman menangani Sejak 2004, SDF gencar menyosial-

    Lupus di Bandung sejak 1999 lalu den- isasikan lupus ke berbagai kalangangan total pasien 720 orang berusia 14-65 dengan cara-caranya yang kreatif.tahun, diperoleh data persentase keter- Tahun ini, misalnya, mereka melun-jangkitan bagi perempuan 1:40 sedang- curkan novel inspiratif Sunrise Sere-kan persentase bagi pria 1:200. Angka- nade dan buku pegangan bagi odapus,angka ini hanya menggambarkan gu- berjudul Catatan Si Luppy.nung es saja. Artinya, jumlah penderita "Ini adalah buku harian medis bagiyang belum tercatat diduga kuatjauh odapus. Mereka bisa mencatat rincianlebih banyak," katanya. setiap perkembangan penyakitnya di si-

    ni agar terus terkontrol. Selama iniLebih dari sekadar obat masih banyak odapus yang kurangLupus atau nama lengkapnya sys- peduli pada proses pengobatannya

    temic lupus erythematosus (SLE), meru- sendiri. Nania obat saja.tidak tahu.pakan penyakit sistem day.tahan atau Tahunya yang bulat-bulat, kuning, danautoimun. Tubuh penderita lupus mem- pahit,' ucap Dian Syarief, Ketua SDFbentuk antibodi yang berlebih dan lan- yangjuga odapus.tas menjadi salah arah, turut merusak Selain menyosialisasikan lupus, SDFberbagai organ tubuh. Toleransi sistem juga rajin mendorong berdirinya kelom-imun terhadap sel tubuh sendiri hilang. pok-kelompok pendukung bagi odapusGejala umum penyakit ini di an- di daerah-daerah. Salah satunya dengan

    taranya adalah demam berkepanjangan, memberikan penghargaan tahunan.nyeri sendi, lelah, lemas, serta anoreksia Berbagai unsur masyarakat, termasuk(lenyapnya nafsu makan). Sedangkan para dokter, diajakterlibat dalamgejala khas berupa ruam pada wajah, kelompok-kelompok tersebut. Sasaranruam pada kulit, rambut rontok, ulser di utamanya adalah peningkatan persen-selaput lendir seperti sariawan tetapi tase kualitas dan kuantitas deteksi dinitidak terasa sakit, serta peradangan di odapus serta pemberian pendampinganbeberapa bagian organ tubuh. secara berkesinambungan.Karena belum ditemukan obat yang "Untuk berbuat sesuatu yang kita

    menjanjikan kesembuhan total bagi yakini benar dan bermanfaat, kadang ki-penyakit ini, odapus membutuhkan ta tidak perlu terlalu banyak berpikir.dukungan yang besar agar bisa mem- Pokoknya lakukan saja. Yang lain nantipertahankan kualitas hidup mereka. Lu- akan ditambahkan dengan sendirinya.pus membuat penderitanya menang- Menular seperti magnet. Itu yang kamigung beban psikologis dan sosial yang lakukan sejauh ini,' kata Dian yangtidak ringan. Ruam di muka membuat bakal menerima penghargaan Sasakawapenderita menanggung malu. Tidak Health Prize oleh WHO untuk lembagasedikit perkawinan gagal karena "cacat" yang dia pimpin pada 24 Mei nanti.ini. Belum lagi tuntutan biaya peng- (MayangAyu Lestarl/Ag Tri Jokoobatan atau terapi yang m.~e~n~gg~e~ru=s ..:H;:e:::r:..,;Ri==a~di::::'L'...:'P~R~")l-*_*_*_~~_~_

    Lupus tak melulu datang dengan ruam berbentuk kupu-kupu di kedua pipi yang menjadi ciri klasiknya. Dengan qe-jala-gejala awal yang begitu umum, berupa demam dan nye-ri sendi, ia terbukti piawai mengecoh orang. Tak terkecualipara dokter yang buru-buru salah menanganinya sebagaipenyakit tifus, demam berdarah, atau bahkan cikungunya.

    mAGI orang dengan lupus (odapus), penyakit inimemiliki kepiawaianI mengecoh yang berdayarusak tinggi. Dengan mu-dah, odapus dan keluarganya akan dibu-at patah arang dengan melihat predikatpalsu yang serba menyeramkan yangdisematkan pada penyakit ini: menular,menurun, dan tak tersembuhkan!Ketekunan sosialisasi, di samping pem-bentukan kelompok-kelompok pen-dukung dan penelitian obat, karenanyamasih menjadi isu krusial dalam upayapenanganan penyakit ini.Menurut pemerhati lupus dari Fakul-

    tas Kedokteran Universitas PadjadjaranBandung Rachmat Gunadi, meski pe-ngetahuan masyarakat atas penyakit inirelatif terus berkembang dari tahun kevtahun, masih banyak kekeliruan men-dasar yang terjadi di lapangan. Aktifmengelola Klinik Lupus di Rumah SakitHasan Sadikin (RSHS) Bandung, ia takjarang menerima pasien yang pada pe-meriksaan awal oleh dokter-dokterumum divonis menderita tifus ataucikungunya.Pemahaman sebagian besar pasien

    dan keluarga mengenai penyakit lupusjuga belum memadai. Akibatnya, rasatakut menjadi begitu dominan."Lupus bukanlah penyakit menular

    dan sama sekali bukan penyakit ketu-runan, tetapi setiap orang mempunyaikemungkinan terserang. Ada dua faktorpenyebab utama, yakni faktor kepekaandan faktor pencetus, seperti infeksi dansinar matahari," ujarnya, di sela-selaperingatan Hari Lupus Sedunia di AulaTimut Institut Teknologi Bandung(ITE), Sabtu (5/5) lalu.Analogi yang disukai Rachmat untuk

    menggambarkan proses ini adalah fak-tor ke ekaan ang diibaratkan kotak ko-