pewarnaan lengkap

  • View
    116

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

m

Text of pewarnaan lengkap

  • Pewarnaan Bakteri Praktikum Mikrobiologi

    XI-4/

    Kementrian Perindustrian Republik Indonesia

    Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri

    Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor

    2011

    XI-4/

    Arrovi Septian

  • Pewarnaan Bakteri Praktikum Mikrobiologi

    XI-4/

    PEWARNAAN BAKTERI

    Pewarnaan bakteri adalah proses mewarnai sel bakteri dengan suatu zat warna untuk memperjelas

    morfologi sel bakteri.

    Tujuan Pewarnaan Bakteri :

    Melihat struktur, bentuk dan ukuran sel mikroorganisme

    Memperjelas bentuk dan ukuran sel mikroorganisme

    Mempermudah melihat bentuk dan ukuran sel mikroorganisme

    Melihat sifat fisik dan kimia m.o berdasarkan reaksinya terhadap zat warna

    Teknik Pewarnaan :

    Pewarnaan Sederhana : Pewarnaan sel bakteri dengan menggunakan 1 zat warna saja.

    Contoh :

    1. Pewarnaan positif (badan sel yang diwarnai)

    2. Pewarnaan negatif (lapang pandang yang diwarnai)

    Pewarnaan Bertingkat/Differensial : Pewarnaan sel bakteri dengan menggunakan >1 zat warna.

    Contoh :

    1. Pewarnaan Gram

    2. Pewarnaan Spora

    3. Pewarnaan BTA/BTTA

    Zat Pewarna

    Zat pewarna adalah zat yang digunakan untuk mewarnai sel bakteri agar dapat lebih mudah

    diamati di bawah mikroskop. Macam-macam zat warna : Kristal violet, karbol fuchsin, metilena biru,

    malasit hijau, safranin, nigrosin (tinta cina), metil lembayung, dll. Zat warna yang memiliki daya

    afinitas (daya gabung) paling kuat yaitu : Kristal violet, metilena biru, dan karbol fuchsin.

    Zat Warna menurut Erchlich :

    Zat Warna Basa : karbol fuchsin, safranin, metilena biru, metil lembayung, malasit hijau, Kristal

    violet.

    Zat Warna Asam : fuchsin asam, eosin, merah congo, nigrosin.

    Zat Warna Netral : campuran eosin dan metilena biru.

    Zat Warna Indifferent : Sudan III (merah).

  • Pewarnaan Bakteri Praktikum Mikrobiologi

    XI-4/

    Pewarnaan Positif Sederhana

    Dasar: Pewarnaan positif sederhana menggunakan salah satu zat warna untuk mewarnai sel,

    sedangkan lapang pandangnya transparan. Perlakuan ini menggunakan mikroskop dengan

    pembesaran 1000x.

    Bagan Kerja:

    Fungsi Tahapan:

    1. Kaca alas dibersihkan dengan kapas beralkohol untuk menghilankan kotoran dan lemak.

    2. Dikeringkan di atas pembakar spiritus agar kaca alas cepat kering.

    3. Dibagi 3 bagian dengan pencil glass untuk mempermudah pengamatan.

    4. Diberi suspensi bakteri 24 jam sebagai bakteri yang akan diamati.

    5. Difiksasi untuk mematikan bakteri dan melekatkan bakteri pada kaca alas.

    6. Diwarnai dengan kristal violet untuk memberikan warna pada bakteri.

    7. Dibilas dengan air suling untuk membilas kelebihan kristal violet

    8. Dikeringkan dengan kertas saring untuk mengeringkan kaca alas agar tidak menganggu

    pengamatan.

    9. Ditetesi minyak imersi untuk mempermudah pengamatan.

    LF suspensindikeringka

    difiksasi

    lberalkolho kapas

    dengann dibersihka

    glass pencildengan

    bagian 3 dibagi

    menit 1diamkan

    tetes2-1Violet

    Kristaldengan diwarnai sulingair

    dengan bilas

    saring kertas di

    ndikeringka imersiminyak ditetesi 1000x pembesaran

    mikroskopdengan

    pengamatan

  • Pewarnaan Bakteri Praktikum Mikrobiologi

    XI-4/

    Pewarnaan Gram Metode Preston dan Morrel

    Dasar: Pewarnaan ini dilakukan untuk menentukan sifat bakteri, apakah termasuk segolongan

    bakteri Gram positif atau Gram negatif. Yang termasuk golongan Gram positif adalah segolongan

    bakteri yang menahan persenyawaan iodine compleks yang terbentuk dari KI dan I2 dan zat Kristal

    violet sewaktu dicuci (zat pengawawarna). Sedangkan Gram negatif adalah segolongan bakteri yang

    melepaskan persenyawaan iodine compleks dan mengikat zat warna berikutnya yaitu karbol fuchsin

    encer.

    Alat dan Bahan:

    1. Mikroskop

    2. Kapas steril

    3. Pipet

    4. Kaca alas datar

    5. Pembakar spirtus

    6. Tabung reaksi

    7. Ose

    8. Kertas Saring

    9. Pensil gelas

    10. Piala gelas

    1. Alkohol 70%

    2. Larutan fisiologis (LF)

    3. Suspensi bakteri 24 jam

    4. Minyak imersi

    5. Zat warna kristal violet

    6. Zat warna karbol fuchsin

    7. Air suling

    8. Decolorizer (aseton : alkohol = 1:3)

    9. Larutan lugol

  • Pewarnaan Bakteri Praktikum Mikrobiologi

    XI-4/

    Bagan Kerja:

    Fungsi Tahapan:

    1. Kaca alas dibersihkan dengan kapas beralkohol untuk menghilankan kotoran dan lemak.

    2. Dikeringkan di atas pembakar spiritus agar kaca alas cepat kering.

    3. Dibagi 3 bagian dengan pencil glass untuk mempermudah pengamatan.

    4. Diberi suspensi bakteri 24 jam sebagai bakteri yang akan diamati.

    5. Difiksasi untuk mematikan bakteri dan melekatkan bakteri pada kaca alas.

    6. Diwarnai dengan kristal violet untuk memberikan warna pada bakteri terutam Gram +

    7. Ditetesi lugol untuk menghasilkan KI dan I2 yang mengintensifkan zat warna.

    8. Dicelupkan pada decolorizer sebagai pemucat dan pembilas pada bakteri Gram

    9. Ditetesi karbol fuchsin untuk mewarnai Gram

    10. Dibilas dengan air suling untuk membilas kelebihan karbol fuksin

    11. Dikeringkan dengan kertas saring untuk mengeringkan kaca alas agar tidak menganggu

    pengamatan.

    12. Ditetesi minyak imersi untuk mempermudah pengamatan.

    LF suspensindikeringka

    difiksasi

    lberalkolho kapas

    dengann dibersihka

    glass pencildengan

    bagian 3 dibagi

    menit2

    1diamkan

    menit2

    1diamkan

    tetes2-1 lugol +

    dibuangViolet Kristalkelebihan

    3):1 alkolhol(aseton

    rdecolorize pada3x celupkan

    sulingair dengan bilas

    sulingair

    dengan bilas

    tetes2-1Violet

    Kristaldengan diwarnai

    menit2

    1diamkan

    tetes2-1fuksin

    karboldengan diwarnai

    sulingair

    dengan bilas

    saring kertas di

    ndikeringka imersiminyak ditetesi 1000x pembesaran

    mikroskopdengan

    pengamatan

  • Pewarnaan Bakteri Praktikum Mikrobiologi

    XI-4/

    Perbedaan bakteri Gram positif dengan Gram negative :

    Peptidoglikan (lapisan pada dinding sel bakteri yang menahan zat warna)

    Lapisan peptidoglikan bakteri (+) >tebal bakteri (-)

    Lapisan lemak bakteri (-) >tebal bakteri (+), sedangkan decolorizer mengandung

    alcohol sehingga lapisan lemak larut dalam alcohol dan zat warna pada bakteri Gram

    negative mudah dilepas.

    Perbedaan kecepatan lepasnya zat warna

    Gram positif menunjukkan sifat seperti gram negative apabila :

    o Faktor umur biakan yang terlalu tua, sehingga kemampuan mengikat zat

    warna pada dinding sel (permeabilitas) menjadi lemah.

    o Decolorizing yang terlalu lama

    o Ulasan suspense bakteri yang terlalu tebal

  • Pewarnaan Bakteri Praktikum Mikrobiologi

    XI-4/

    Pewarnaan Kapsul Metode Anthony

    Dasar: Pada umumnya sel bakteri mengandung air 80-85%, protein, karbohidrat, lemak, dan enzim.

    Sel bakteri terdiri dari sel endoplasma/cytoplasma/protoplasma. Cytoplasma ini dikelilingi

    membrane cytoplasma dimana didalamnya terdapat granule-granule inti sel. Granul-granul ini

    merupakan persediaan makanan. Kapsul seluruh sel dibungkus oleh suatu substansi semacam

    slym/gelatin. Kapsul ini befungsi untuk melindungi bakteri terhadap serangan luar.

    Alat dan Bahan:

    1. Mikroskop

    2. Kapas steril

    3. Pipet

    4. Kaca alas datar

    5. Pembakar spirtus

    6. Tabung reaksi

    7. Ose

    8. Kertas Saring

    9. Pensil gelas

    10. Piala gelas

    1. Alkohol 70%

    2. Larutan fisiologis (LF)

    3. Suspensi bakteri 48 jam

    4. Minyak imersi

    5. Zat warna kristal violet

    6. Air suling

    7. Larutan terusi 20%

    Bagan Kerja:

  • Pewarnaan Bakteri Praktikum Mikrobiologi

    XI-4/

    Fungsi Tahapan:

    1. Kaca alas dibersihkan dengan kapas beralkohol untuk menghilankan kotoran dan lemak.

    2. Dikeringkan di atas pembakar spiritus agar kaca alas cepat kering.

    3. Dibagi 3 bagian dengan pencil glass untuk mempermudah pengamatan.

    4. Diberi suspensi bakteri sebagai bakteri yang akan diamati.

    5. Tidak difiksasi agar kapsul bakteri tidak rusak.

    6. Diberi kristal violet untuk mewarnai sel bakteri.

    7. Dibilas larutan terusi 20% untuk peluntur warna + mencuci kelebihannya.

    8. Dikeringkan dengan kertas saring untuk mengeringkan kaca alas agar tidak menganggu

    pengamatan.

    9. Ditetesi minyak imersi untuk mempermudah pengamatan.

    LF suspensindikeringka

    lberalkolho kapas

    dengann dibersihka

    glass pencildengan

    bagian 3 dibagi

    menit2

    1diamkan

    20% terusi

    larutandengan bilas

    tetes2-1Violet

    Kristaldengan diwarnai

    saring kertas di

    ndikeringka imersiminyak ditetesi 1000x pembesaran

    mikroskopdengan

    pengamatan

  • Pewarnaan Bakteri Praktikum Mikrobiologi

    XI-4/

    Pewarnaan Spora Metode Schaeffer-Fulton

    Dasar: Spora adalah mekanisme pertahanan dari bakteri dimana keadaan lingkungannya ekstrim.

    Spora dilapisi oleh lilin sehingga ketika dipanaskan lilin akan meleleh dan zat warna akan masuk,

    ketika didinginkan lilin kembali mengeras dan membeku. Zat warna akan terperangkap dalam

    lapisan tersebut sedangkan bentuk sel vegetatifnya diwarnai oleh zat warna kedua.

    Alat dan Bahan:

    1. Mikroskop