4
1. Pada kasus ini perawat menemukan gejala positif dan negative klien, bagaimana cara mengetahui gejala tersebut? a. Gejala positif, terdiri dari : 1) Delusi/waham, yaitu keyakinan yang tidak masuk akal. Contohnya berpikir bahwa dia selalu diawasi lewat televisi, berkeyakinan bahwa dia orang terkenal, berkeyakinan bahwa radio atau televisi memberi pesan-pesan tertentu, memiliki keyakinan agama yang berlebihan. 2) Halusinasi, yaitu mendengar, melihat, merasakan, mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Sebagian penderita, mendengar suara/ bisikan bersifat menghibur atau tidak menakutkan. Sedangkan yanng lainnya mungkin menganggap suara/bisikan tersebut bersifat negatif/ buruk atau memberikan perintah tertentu. 3) Pikiran paranoid, yaitu kecurigaan yang berlebihan. Contohnya merasa ada seseorang yang berkomplot melawan, mencoba mencelakai atau mengikuti, percaya ada makhluk asing yang mengikuti dan yakin dirinya diculik/ dibawa ke planet lain. b. Gejala negative Gejala negatif skizofrenia biasanya sudah muncul beberapa tahun sebelum penderitanya mengalami episode akut pertama dari kondisi tersebut. Gejala negatif berkembang secara bertahap atau perlahan-lahan, hingga akhirnya menjadi semakin memburuk. Gejala negatif bisa berupa: 1) Motivasi rendah (low motivation). Penderita akan kehilangan ketertarikan pada semua aspek kehidupan. Energinya terkuras sehingga mengalami kesulitan melakukan hal-hal biasa dilakukan, misalnya bangun tidur dan membersihkan rumah.

Pertanyaan Dian

Embed Size (px)

DESCRIPTION

skizop

Citation preview

1. Pada kasus ini perawat menemukan gejala positif dan negative klien, bagaimana cara mengetahui gejala tersebut?a. Gejala positif, terdiri dari :1) Delusi/waham, yaitu keyakinan yang tidak masuk akal. Contohnya berpikir bahwa dia selalu diawasi lewat televisi, berkeyakinan bahwa dia orang terkenal, berkeyakinan bahwa radio atau televisi memberi pesan-pesan tertentu, memiliki keyakinan agama yang berlebihan.2) Halusinasi, yaitu mendengar, melihat, merasakan, mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Sebagian penderita, mendengar suara/ bisikan bersifat menghibur atau tidak menakutkan. Sedangkan yanng lainnya mungkin menganggap suara/bisikan tersebut bersifat negatif/ buruk atau memberikan perintah tertentu.3) Pikiran paranoid, yaitu kecurigaan yang berlebihan. Contohnya merasa ada seseorang yang berkomplot melawan, mencoba mencelakai atau mengikuti, percaya ada makhluk asing yang mengikuti dan yakin dirinya diculik/ dibawa ke planet lain.

b. Gejala negativeGejala negatif skizofrenia biasanya sudah muncul beberapa tahun sebelum penderitanya mengalami episode akut pertama dari kondisi tersebut. Gejala negatif berkembang secara bertahap atau perlahan-lahan, hingga akhirnya menjadi semakin memburuk. Gejala negatif bisa berupa:1) Motivasi rendah (low motivation). Penderita akan kehilangan ketertarikan pada semua aspek kehidupan. Energinya terkuras sehingga mengalami kesulitan melakukan hal-hal biasa dilakukan, misalnya bangun tidur dan membersihkan rumah.2) Menarik diri dari masyarakat (social withdrawal). Penderita akan kehilangan ketertarikan untuk berteman, lebih suka menghabiskan waktu sendirian dan merasa terisolasi.

Ketika penderita sedang mengalami gejala negatif, dia akan terlihat apatis dan datar secara emosi. Karena tidak sadar atau tidak tahu mengenai gejala negatif skizofrenia ini, kadang-kadang orang lain bisa menyalah artikanitusebagai sikap malas atau tidak sopan. Mereka juga menjadi tidak peduli terhadap penampilan dan kebersihan diri mereka serta semakin menarik diri dari sosial. Karena itu gejala negatif skizofrenia bisa menjadi pemicu rusaknya hubungan penderita dengan keluarganya atau pun dengan teman-temannya.Sumber :http://www.alodokter.com/skizofrenia/gejalahttp://tutorialkuliah.blogspot.com/2013/07/gejala-positif-negatif-serta-kognitif.html2. Pada kasus Ny. W berusia 40 tahun, apakah jenis kelamin dan usia merupakan factor predisposisi penyakit ini?Skizofrenia mempunyai prevalensi yang hampir sama pada pria dan wanita. Tapi kedua jenis kelamin ini menunjukkan perbedaan permulaan dan perjalanan penyakitnya. Laki-laki mempunyai permulaan yang lebih cepat daripada wanita. Lebih dari separuh penderita adalah laki-laki. Umur puncak terjadinya pada laki-laki antara 15-25 tahun, sedangkan pada wanita 25-35 tahun. Onset skizofrenia sebelum umur 10 tahun dan sesudah 50 tahun jarang terjadi. Kurang lebih 90% pasien skizofrenia yang dirawat dalam RSJ berumur antara 15-55 tahun.Sumber : Pakpahan, SH. 2012. Pengertian Skizofrenia. repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/34099/4/Chapter%20II.pdf 3. Apakah penyakit yang dialami klien dapat disembuhkan?Ada beberapa cara untuk menyembuhkan penderita. Pengobatannya terbagi atas psikofarmaka dan psikososial. Psikofarmaka menggunakan obat-obatan anti psikotik sedangkan psikososial adalah terapi perilaku, dr Ashwin Kandow, SpKJ, dari Sanatorium Dharmawangsa mengatakan, "Penyakit skizofrenia itu perlu diobati, bisa diobati, dan harus diobati."Obat-obatan sejatinya bisa membentengi tubuh agar gangguan fungsi otak tidak kambuh. Sejumlah gejala positif yang bisa dicegah dengan obat-obatan kimia modern adalah, waham (timbulnya keyakinan yang tidak realistis tetapi dipertahankan dan diyakini), halusinasi (mendengar suara atau melihat sesuatu). Semenatra itu, gejala negatif yang bisa ditangkal dengan obat adalah penumpulan perasaan, kecenderungan menarik diri, gejala afektif, depresi, cemas, selalu merasa bersalah, tegang, mudah marah, dan gejala agresif seperti gangguan pengendalian impuls seperti gampang melampiaskan kemarahan dengan melempar barang.

Pengobatan berkelanjutan penting bagi ODS. Hal itu berfungsi mencegah kerusakan sel-sel otak akibat kekambuhan penyakit. Sering munculnya kekambuhan, bakal makin besar merusak sel-sel otak. Alhasil, proses pemulihan akan lebih lama dan lebih sulit, di samping menyebabkan peningkatan dosis obat yang harus digunakan. Dengan pengobatan pasien tidak cepat kambuh dan tidak perlu cemas dengan masalah ketergantungan. Pasalnya, obat skizofrenia bekerja memperbaiki kadar neurotransmitter otak tanpa menimbulkan ketergantungan.

Jika dibiarkan menahun, efek skizofrenia dapat menyebabkan gangguan fungsi pekerjaan, fungsi sosial, fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri. Perubahan- perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman.

Sebaiknya orang yang memiliki gejala atau diduga mengalami skizofrenia segera mendatangi psikiater atau dokter spesialis kesehatan jiwa. Khusus bagi penderita skizofenia yang berpotensi mengancam keselamatan diri dan lingkungannya sebaiknya dirawat di instansi rehabilitasi psikiatri (rumah sakit jiwa, dll). Untuk skizofrenia ringan dapat berobat jalan dengan mengonsumsi obat-obatan teratur dan melakukan terapi psikososial. Walaupun kasus kesembuhan pada skizofrenia itu ada, kebanyakan orang mempunyai gejala sisa dengan keparahan yang bervariasi. Secara umum 25% individu sembuh sempurna, 40% mengalami kekambuhan dan 35% mengalami perburukan. Sampai saat ini belum ada metode yang dapat memprediksi siapa yang akan menjadi sembuh siapa yang tidak, namun sebaiknya faktor pencetus dapat terus dikontrol.

Sumber :https://www.facebook.com/klikdokter/posts/10152854816875650http://klikdokter.com/healthnewstopics/health-topics/sakit-jiwa-tapi-tetap-mandiri