perjalanan nervus fasialis (VII)

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • 7/27/2019 perjalanan nervus fasialis (VII)

    1/4

    NERVUS FACIALIS

    Dr. ISKANDAR JAPARDI

    Bagian Bedah

    Fakulats Kedokteran

    Universitas sumatera utara

    Pendahuluan

    Nervus facialis sebenarnya terdiri dari serabut motorik, tetapi dalam

    perjalananya ke tepi nervuls intermedius menggabungkan padanya. Nervusintermedius tersusun oleh serabut sekretomotorik untuk glandula salivatorius dan

    serabut yang menghantarkan impuls pengecap dari 2/3 bagian deran lidah.

    Nervus facialis merupakan saraf cranial yang mempersarafi otot ekspressiwajah dan menerima sensorik dari lidah, dalam perjalanannya bekerja sama dengan

    nervus karnialis yang lain, karena itu dimasukkan ke dalam mix cranial nerve.

    AnatomiNervus Pacialis mempunyai empat buah inti yaitu :

    Nukleus Facialis untuk saraf Somatomotoris Nukleus Salivatorius Superior untuk saraf Viseromotoris Nukleus Solitarius Untuk saraf Viserosensoris NukleuS Sensoris Trigeminus untuk saraf Somatosensoris

    Inti moturik Nervus Facialis terletak pada bagian ventolateral tegmentumPons bagian bawah. Dari sini berjalan kebelakang dan mengelilingi inti N VI dan

    membentuk genu internal nervus facialis, kemudian berjalan ke bagian-lateral batas

    kaudal pons pada sudut ponto serebelar.

    Saraf Inter Medius terletak pada bagian diantara N VII dan N VIII.Serabut motorik saraf Facialis bersama-sama dengan saraf intermedius dan sarafvestibulokoklearis memasuki meatus akustikus internus untuk meneruskan

    perjalanannya didalam os petrosus (kanalis facialis).Nernus Facialis keluar dari os petrosus kembali dan tiba dikavum timpani.

    Kemudian turun dan sedikit membelok kebelakang dan keluar dari tulang tengkorak

    melalui foramen stilomatoideus. Pada waktu ia turun ke bawah dan membelok kebelakang kavum timpani di situ ia tergabung dengan ganglion genikulatum. Ganglion

    tersebut merupakan set induk dari serabut penghantar impuls pengecap, yangdinamakan korda timpani. juluran sel-sel tersebut yang menuju ke batang otak

    adalah nervus intennedius, disamping itu ganglion tersebut memberikan cabang-cabang kepada ganglion lain yang menghantarkan impuls sekretomotorik. Os

    petrosus yang mengandung nervus fasialis dinamakan akuaduktus fallopii atau

    kanalis facialis. Disitu nervus facialis memberikan. Cabang untuk muskulus stapediusdan lebih jauh sedikit ia menerima serabut-serabut korda timpani. Melalui

    kanaliskulus anterior ia keluar dari tulang tengkorak dan tiba di bawah muskuluspterigoideus eksternus, korda timpani menggabungkan diri pada nervus lingualis

    yang merupakan cabang dari nevus mandibularis.Sebagai saraf motorik nervus facialis keluar dari foramen stilomastoideus

    memberikan Cabang yakni nervus auricularis posterior dan kemudian memberikancabang ke otot stilomastoideus sebelum masuk ke glandula Parotis. Di dalam

    2004 Digitized by USU digital library 1

  • 7/27/2019 perjalanan nervus fasialis (VII)

    2/4

    glatldula parotis nervus facialis dibagi atas lima jalur percabangannya yakni

    temporal, servical, bukal, zygomatic dan marginal mandibularis.

    Jaras parasimpatis (General Viceral Efferant) dari intinya di nucleus salivatoriussuperior setelah mengikuti jaras N VII berjalan melalui Greater petrosal nerve dan

    chorda Tympatni.

    Greater petrosal nerve berjalan ke ganglion pterygopalatina berganti neuronlalu mempersarafi glandula lakrimal, nasal dan palatal.

    Chorda tympani berjalan melalui nervus lingualis berganti neuronmempersarafi glandula sublingual dan glatldula submandibular.

    Jaras Special Afferent ( Taste) : dari intinya nukeus solitarius berjalan melalui nervusintennedius ke :

    Greater petrosal Nerve melalui nervus palatina mempersarafi taste daripalatum.

    Chorda Tympani melalui nervus lingualis mempersarafi taste 2/3 bagiandepan lidah.

    Jaras General Somatik different :Nukleus spinalis traktus trigeminal menerima impuls melalui nervus intermedius dari

    MAE dan kulit sekitar telinga.

    Korteks serebri akan memberikan persaratan bilateral pada nucleus N VII yangmengontrol otot dahi, tetapi hanya mernberi persarafan kontra lateral pada otot

    wajah bagian bawah. Sehingga pada lesi LMN akan menimbulkan paralysis otot

    wajah ipsilateral bagian atas bawah, sedangkan pada lesi LMN akan menimbulkankelemahan otot wajah sisi kontta lateral.

    Pada kerusakan sebab apapun di jaras kortikobulbar atau bagian bawah korteksmotorik primer, otot wajah muka sisi kontralateral akan memperlihatkan

    kelumpuhan jenis UMN. Ini berarti otot wajah bagian bawah lebih jelas lumpuh daripada bagian atasnya, sudut mulut sisi yang lumpuh tampak lebih rendah. Jika kedua

    sudut mulut disuruh diangkat maka sudut mulut yang sehat saja yang dapat

    terangkat.

    Lesi LMN : bisa terletak di pons, disudut serebelo pontin, di os petrusus, cavumtympani di foramen stilemastoideus dan pada cabang-cabang tepi nervus facialis.Lesi di pon yang terletak disekitar ini nervus abducens bisa merusak akar nevus

    facialis, inti nervus abducens dan fasikulus longitudinalis medialis. Karena ituparalysis facialis LMN tersebut akan disertai kelumpuhan rektus lateris atau gerakan

    melirik ke arah lesi, Proses patologi di sekitar meatus akuatikus intemus akan

    melibatkan nervus facialis dan akustikus sehingga paralysis facialis LMN akan timbulberbarengan dengan tuli perseptif ipsilateral dan ageusia ( tidak bisa rnengecap

    dengan 2/3 bagian depan lidah).

    2004 Digitized by USU digital library 2

  • 7/27/2019 perjalanan nervus fasialis (VII)

    3/4

    2004 Digitized by USU digital library 3

  • 7/27/2019 perjalanan nervus fasialis (VII)

    4/4

    KEPUSTAKAAN

    De Jong's, The Neurologic Examinition -The facial Nerve 5 th ed, page: 181 200

    Netter F.H : The Ciba Collection of Medical Collection, vol 1, Nervous Systems, PartII, Neurologic and Neuromusculer Disorders, Ciba Geigy, USA,1986, page:

    102 104

    Duus, Peter, Topical Diagnosis In Neurology, Georg Thieme Verlag Stutt, Ed II 1989,

    page: 107 112

    Sami, M, Draft, W, Surgery Of Skull Base, Springer Verlag 1989, page: 81 -83

    2004 Digitized by USU digital library 4