PERENCANAAN PENGEMBANGAN ARSITEKTUR SISTEM aktivitas operasional pada peternakan, merancang arsitektur

  • View
    3

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PERENCANAAN PENGEMBANGAN ARSITEKTUR SISTEM aktivitas operasional pada peternakan, merancang...

  • Seminar Nasional Mesin dan Industri (SNMI XIII) 2019 Seminar Nasional Teknologi Komputer dan Telekomunikasi (SNTKT IX) 2019 Riset

    Multidisiplin untuk Menunjang Pengembangan Industri Nasional Jakarta, 25- 26 April 2019

    PERENCANAAN PENGEMBANGAN ARSITEKTUR SISTEM

    INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN PROMOSI EDUWISATA

    PETERNAKAN WILAYAH PONDOK RANGON

    Tri Retnasari, Eva Rahmawati, Hani Harafani Teknik Informatika STMIK Nusa Mandiri e-mail: haniharafani@gmail.com

    Abstrak Saat ini Eduwisata merupakan salah satu sub-tipe pariwisata yang terkenal, yang mana

    banyak Negara di dunia menggunakan eduwisata sebagai salah satu sumber penghasilan

    utama. Namun upaya dalam mempromosikan pariwisata berbasis edukasi pada peternakan

    dinilai masih kurang, dikarenakan belum adanya perencanaan yang baik dan dukungan

    infrastruktur yang baik sehingga membuat Eduwisata di bidang peternakan kurang diminati.

    Pada penelitian ini, kami mencoba membangun perencanaan untuk mengembangkan arsitektur

    sistem informasi pada peternakan wilayah Pondok Rangon untuk menganalisa aktivitas-

    aktivitas operasional pada peternakan, merancang arsitektur pengembangan sistem informasi

    menggunakan TOGAF ADM, dan membuat model rancangan arsitektur enterprise sistem

    informasi yang dapat digunakan sebagai salah satu fasilitas untuk mengoptimalkan

    pengembangan promosi industri pariwisata edukatif pada peternakan wilayah pondok rangon.

    TOGAF ADM digunakan pada penelirian ini untuk melaksanakan perencanaan arsitektur

    infomasi, akan tetapi masih bersifat generik. TOGAF memberikan panduan untuk

    mendefinisikan arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi dan arsitektur bisnis.

    Semua arsitektur tersebut dipersiapkan untuk menjadi suatu proses kerangka arsitektur

    Kata kunci: TOGAF, TOGAF ADM, Arsitektur Enterprise, Peternakan Pondok Rangon.

    PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu industri yang terbesar dan yang paling potensial

    didunia saat ini [1]. Pariwisata telah memperlihatkan pertumbuhan yang konsisten dari

    tahun ketahun, apalagi didukung oleh cepatnya proses globalisasi yang menyebabkan

    hubungan antar bidang, bangsa dan individu di dunia. Pada industri pariwisata terkandung

    berbagai sumber daya untuk mempersiapkan kekayaan dalam pertukaran budaya di antara

    negara-negara [2], [3]. sehingga peningkatan kualitas pada industri pariwisata yang

    terhubung langsung dengan masyarakat dapat membuat industri pariwisata mudah

    dijangkau oleh wisatawan[2]. Terdapat banyak segmentasi dalam pariwisata seperti

    pengajaran alam[1], pedesaan dan peternakan [4], kesadaran lingkungan, alat untuk

    pembangungan berkelanjutan dan pencaharian, menciptakan peluang kerja, kemajuan

    sosial dan budaya [1] [3], enterpreneur[5], dan masih banyak lagi. Saat ini Eduwisata merupakan salah satu sub-tipe dari pariwisata yang terkenal [1].

    Banyak Negara di Dunia menggunakan Eduwisata sebagai salah satu sumber penghasilan

    utama. Rodger dalam [6] menyatakan bahwa Eduwisata merupakan semua jenis program

    wisata dimana pesertanya melakukan perjalanan ke lokasi baik secara individu maupun secara

    berkelompok dengan motif utama terlibat dalam atau memiliki pengalaman belajar, sehingga

    kombinasi pariwisata dan pendidikan telah meningkatkan kinerja industri pariwisata. Dalam

    dunia pedesaan dan peternakan misalnya, konsumen pariwisata pedasaan dan pertanian

    mencari jenis pariwisata baru seperti hiburan pertanian, kelas memasak di pertanian,

    menyiapkan obat herbal, demonstrasi secara tradisional dan lain-lain dengan tujuan

    memberikan rekreasi yang menyenangkan dan mendidik bagi anak-anak[4].

    177

  • Seminar Nasional Mesin dan Industri (SNMI XIII) 2019 Seminar Nasional Teknologi Komputer dan Telekomunikasi (SNTKT IX) 2019 Riset

    Multidisiplin untuk Menunjang Pengembangan Industri Nasional Jakarta, 25- 26 April 2019

    Perternakan Sapi Pondok Ranggon contohnya merupakan salah satu daerah daerah

    perternakan sapi perah yang berada di kawasan DKI Jakarta tepatnya di daereah Cipayung

    Jakarta Timur dengan luas wilayah 11 hektar. Pada tahun 2006 Bapak Rachmat Albaghory

    mendirikan wahana edukasi yang berkonsep perternakan sapi perah yang dikenal dengan

    Wisata Agro Istana Susu Cibugary. Perternakan Sapi Pondok Ranggon sudah

    memanfaatkan teknologi, namun teknologi yang digunakan belum mampu untuk

    mengembangkan pemasaran industri wisata. Upaya untuk mempromosikan industri pariwisata menjadi hal yang sangat penting

    dilakukan [7], karena industri pariwisata sangat memerlukan strategi pengembangan

    ekonomi untuk menjawab tantangan bisnis. Terdapat beberapa pendekatan dalam

    melakukan perencanaan pengembangan industri pariwisata seperti revitalisasi kota yang

    dilakukan oleh [8], pendekatan teknologi seperti yang dilakukan oleh Liu dan Gao dalam

    [9], dan Internet of Things [10][7][11]. Selain pendekatan dencan cara yang konvensional

    dan teknologi, terdapat juga kerangka untuk menganalisis kebutuhan sistem secara

    terintegrasi dalam melakukan perencanaan secara arsitektur seperti yang dilakukan oleh

    [12] dengan menggunakan The Open Group Architecture Framework (TOGAF) Bussines

    Motivation Model (BBM), [13] The Open Group Architecture Framework (TOGAF)

    Strategic Alignment Model (SAM), dan [14] The Open Group Architecture Framework

    (TOGAF) Architecture Development Method (ADM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan arsitektur sistem informasi

    pada peternakan untuk menganalisa aktivitas-aktivitas operasional pada peternakan,

    merancang arsitektur pengembangan sistem informasi menggunakan TOGAF ADM, dan

    membuat model rancangan arsitektur enterprise sistem informasi yang dapat digunakan

    sebagai salah satu fasilitas untuk mengoptimalkan pengembangan promosi industri

    pariwisata edukatif pada peternakan wilayah pondok rangon.

    METODOLOGI PENELITIAN

    Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran yaitu dua pendekatan utama

    dalam penelitian yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian

    kualitatif berhubungan dengan penilaian subjektif dari sikap, pendapat, dan perilaku. Secara umum teknik yang digunakan adalah interview pada kelompok tertentu dan

    wawancara yang mendalam (Kothari, 2004). Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sample

    tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat

    kuantitatif statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan. Metode penelitian kuantitatif disebut juga dengan metode discovery karena dengan metode ini

    dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru (Sugiyanto, 2008). Pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara pada pemilik pertenakan

    mengenai pemasaran Industri, dan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu dengan meneliti pada populasi atau sample pada pertenakan pondok Rangon.

    Pada penelitian ini, langkah yang dilakukan berdasarkan kerangka penelitian yang dapat dilihat dalam bentuk diagram alir pada gambar berikut ini:

    178

  • Seminar Nasional Mesin dan Industri (SNMI XIII) 2019 Seminar Nasional Teknologi Komputer dan Telekomunikasi (SNTKT IX) 2019 Riset

    Multidisiplin untuk Menunjang Pengembangan Industri Nasional Jakarta, 25- 26 April 2019

    Gambar 1. Langkah-Langkah Penelitian

    Tahapan dalam kerangka penelitian dibagi menjadi 4 bingkai dasar, yaitu:

    Input Pada tahapan input, dilakukan pengumpulan data melalui:

    Studi Lapangan (survey) Observasi

    Dalam metode ini, dilakukan dengan mendatangi peternakan wilayah Pondok Rangon untuk mengetahui proses bisnis yang sedang berjalan di perusahaan tersebut, sehingga dapat mengetahui permasalahan yang terjadi.

    Wawancara Dalam metode ini, dilakukan dengan mendatangi peternakan wilayah Pondok Rangon dan melakukan wawancara kepada koperasi dan peternak yang

    berkepentingan yang sesuai dengan topik penelitian yang diambil. Kuisioner

    Mengumpulkan referensi mengenai Enterprise Architecture dan memberikan

    kuisioner, sehingga dapat ditetapkan definisi dan lingkup yang digunakan dalam penelitian.

    Analisa Evaluasi Enterprise Architecture saat ini dilakukan untuk mengevaluasi dan mengukur tingkat kematangan organisasi dalam Enterprise Architecture. Evaluasi ini dilakukan dengan Enterprise Architecture Capability Maturity Model (ACMM) Score.

    Proses Dilakukan perancangan Enterprise Architecture sebagai usulan meliputi arsitektur visi, arsitektur bisnis, arsitektur sistem informasi dan arsitektur teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dimasa yang akan datang.

    179

  • Seminar Nasional Mesin dan Industri (SNMI XIII) 2019 Seminar Nasional Teknologi Komputer dan Telekomunikasi (SNTKT IX) 2019 Riset

    Multidisiplin untuk Menunjang Pengembangan Industri Nasional Jakarta, 25- 26 April 2019

    Hasil Hasil dari perancangan arsitektur usulan adalah model rancangan enterprise architecture sistem informasi yang dapat digunakan sebagai salah satu fasilitas di

    peternakan wilayah Pondok Rangon untuk penyajian informasi serta mengoptimalkan pengembangan pemasaran industri pariwisata pada peternakan wilayah Pondok Rangon.

    HASIL