PERENCANAAN JEMBATAN PRATEKAN PADA ?· Konstruksi jembatan beton prategang. Konstruksi jembatan balok menerus. Konstruksi jembatan gantung. Konstruksi jembatan Box Girder. 3 2.1.3 Pemilihan Tipe Jembatan

Embed Size (px)

Text of PERENCANAAN JEMBATAN PRATEKAN PADA ?· Konstruksi jembatan beton prategang. Konstruksi jembatan...

  • 0

    TUGAS AKHIR - RC 091380

    PERENCANAAN JEMBATAN PRATEKAN PADA SIMPANG SUSUN AK SES TOL SURABAYA-MOJOKERTO DI SISI MOJOKERTO DENGAN BALOK M ENERUS I GIRDER DESIGN OF PRESTRESS BRIDGE OF INTERSECTION ACCESS HIGHWAY SURABAYA MOJOKERTO AT MOJOKERTO WITH CONTINOUS BEA M I GIRDER

    ACHMAD FITRONI CHILMI NRP 3105 100 053 Dosen Pembimbing : Prof.Dr.Ir. I.G.P Raka, M.Sc Dr.Techn. Pujo Aji, ST,.MT JURUSAN TEKNIK SIPIL Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2010

  • 1

    PERENCANAAN JEMBATAN PRATEKAN PADA SIMPANG SUSUN AK SES TOL SURABAYA-MOJOKERTO DI SISI MOJOKERTO DENGAN BALOK M ENERUS I

    GIRDER

    Nama Mahasiswa : Achmad Fitroni Chilmi NRP : 3105 100 053 Jurusan : Teknik Sipil FTSP-ITS Dosen Pembimbing : Prof.Dr.Ir. I.G.P Raka, M.Sc Dr.Techn. Pujo Aji, ST,.MT.

    ABSTRAK Dalam tugas akhir ini dilakukan perencanaan jembatan pada akses tol Surabaya-Mojokerto disisi Mojokerto dengan I girder sebagai struktur utamanya. Panjang sungai yang menjadi rintangan ini mencapai 80 meter. Lebar jembatan yang direncanakan 2 lajur 1 arah, dengan lebar per arah 3,5 meter. Disisi kanan kiri jalan terdapat concrete barrier dengan lebar 0,6 meter. Perencanaan ini dimulai dengan pengumpulan data-data teknis yang diperlukan dalam perencanaan. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai latar belakang pemilihan jembatan, perumusan tujuan perencanaan, pembahasan, dan dasar-dasar perencanaan yang mengacu pada peraturan perencanaan jembatan RSNI T-02-2005, SNI T-12-2004, dan ASTM A-416. setelah itu barulah dilakukan preliminary design dengan menentukan dimensi-dimensi utama jembatan. Pada tahap awal perencanaan dilakukan perhitungan terhadap struktur sekunder jembatan seperti : pagar pembatas dan lantai kendaraan yang nantinya akan digunakan untuk analisa beban yang terjadi. Analisa beban yang terjadi seperti : analisa berat sendiri, beban mati tambahan, beban lalu lintas, dan analisa pengaruh waktu seperti creep dan kehilangan gaya prategang. Kemudian dari hasil analisa tersebut dilakukan kontrol tegangan yang terjadi pada struktur. Tahap yang terakhir dari perencanaan ini adalah perencanaan perletakan. Akhir dari perencanaan ini adalah didapat bentuk dan dimensi penampang I girder yang mampu menahan beban-beban yang bekerja pada jembatan, sehingga didapat suatu struktur jembatan yang aman. Kata kunci : Jembatan Akses tol, I Girder, Prategang.

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Transportasi merupakan salah satu sarana yang digunakan oleh manusia dalam melakukan berbagai interaksi. Mengingat pentingnya peran sarana transportasi dalam kehidupan manusia maka diperlukan sarana penunjang transportasi yang baik diantaranya adalah jalan dan jembatan.

    Seiring dengan perkembangan jaman, saat ini Surabaya telah menjadi kota metropolitan kedua setelah Jakarta. Sehingga kebutuhan mobilitas di kota Surabaya dan sekitarnya pun semakin meningkat sehingga dibutuhkan sarana transportasi yang memadai untuk mengalihkan volume lalu lintas yang kian padat di jalan kabupaten tersebut seperti, jalan tol dan jalan rel. . Contohnya seperti Surabaya dengan Mojokerto. Sarana transportasi yang sudah ada saat ini yaitu jalan kabupaten dan jalan rel. Untuk itu dibutuhkan perencanaan jalan tol antara Surabaya-Mojokerto. Apabila jalan tol tersebut telah terencana, maka akan memperlancar mobilitas antara Surabaya-Mojokerto sama seperti dengan kota-kota lainnya. Sampai saat ini baru di sisi Surabaya saja yang sudah terencana. Sedangkan

    untuk sisi mojokerto belum ada perencanaan yang pasti. Dalam perencanaan jalan tol Surabaya-Mojokerto di sisi mojokerto akan direncanakan jembatan simpang susun yang berfungsi sebagai akses tol. Jembatan akses tol ini nantinya berfungsi sebagai jalur perlintasan kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan 2 lajur 1 arah. Lebar jembatan akses tol yang direncanakan 9 meter. Hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan jembatan akses tol ini adalah menentukan jenis jembatan yang akan dibangun. Sehingga dibutuhkan kemampuan perencanaan yang benar-benar matang di bidang rekayasa.

    Dalam perencanaan jembatan ini ada dua pilihan yang dapat digunakan dalam perencanaanya yaitu jembatan baja dan jembatan beton pratekan. Tetapi yang digunakan dalam perencanaan jembatan akses tol ini adalah jembatan beton pratekan, karena beton sudah banyak dikenal di dunia konstruksi, karena selain perawatannya yang mudah beton juga dapat menahan beban yang cukup besar bila dibandingkan dengan material lainnya. Seiring dengan kemajuan teknologi dunia konstruksi terus berupaya menciptakan suatu struktur yang kuat dan dapat menekan biaya serta tanpa mengabaikan unsur biaya, mutu, waktu. Dewasa ini telah dikenal beton pratekan, yakni beton yang diberi penekanan terlebih dahulu

  • 2

    melalui proses stressing sebelum dibebani. Ternyata teknik tersebut cukup efektif karena selain beton dapat memikul beban yang lebih besar dari sebelumnya dan dapat memperkecil berat sendirinya dan ukuran penampangnya. Hal ini jelas sangat menguntungkan dunia konstruksi karena volume bahan dapat dikurangi sehingga berat profil menjadi lebih ringan dan beban struktur atas yang dipikulkan ke pondasi juga menjadi lebih kecil.

    Pada jembatan akses tol ini menggunakan struktur beton pratekan tipe I statis tak tentu. Struktur beton pratekan lebih ekonomis, karena pada beban dan bentang yang sama dapat digunakan profil girder yang lebih kecil. Hal ini karena pada beton pratekan memanfaatkan momen sekunder akibat gaya prategang untuk mengimbangi momen yang ditimbulkan akibat beban luar. Penggunaan struktur statis tak tentu digunakan karena memiliki beberapa kelebihan dibanding struktur statis tertentu. Kelebihan tersebut diantaranya adalah momen lentur yang dihasilkan lebih kecil sehingga defleksinya berkurang dan penampang juga jauh lebih kecil. Penggunaan profil I Girder karena dianggap mudah dalam proses pembuatan dan pelaksanaan di lapangan. Jadi pemilihan alternatif struktur bagian atas jembatan tol tersebut dengan menggunakan beton pratekan I statis tak tentu karena dianggap lebih efisien dan mudah dalam pelaksanaannya di lapangan.

    I.2 Permasalahan

    Merujuk pada latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, permasalahan yang dapat dikemukakan : 1. Bagaimana menentukan skema

    pembebanan terhadap struktur jembatan ? 2. Bagaimana analisa perhitungan kekuatan

    profil untuk menahan gaya-gaya yang bekerja ?

    3. Bagaimana menganalisa kehilangan gaya prategang yang terjadi pada balok I girder prestressed ?

    4. Bagimana mengontrol desain balok pratekan tipe I terhadap kekuatan dan kestabilan struktur ?

    5. Bagaimana menuangkan hasil desain dan analisa ke dalam bentuk gambar teknik ?

    6. Bagaimana dengan metode pelaksanaan dari I girder prestressed dengan system balok menerus?

    7. 1.3 Batasan masalah Lingkup bahasan dan pengerjaan dibatasi pada :

    1. Jembatan yang diperhitungkan bangunan atas (struktur primer dan sekunder) dan bawah.

    2. Tidak merencanakan tebal perkerasan dan design jalan pendekat jembatan.

    3. Teknik pelaksanaan dibahas hanya secara umum.

    1.4 Tujuan Adapun tujuan utama yang ingin dicapai, yaitu dapat merencanakan sebuah jembatan batang menerus dengan tiga tumpuan yang sesuai dengan SNI T-12-2004 dan RSNI T-02-2005 1.5 Manfaat Adapun manfaat dari tugas akhir ini yaitu :

    Terhubungnya akses jalan tol disisi Mojokerto yang melewati rintangan sungai dengan jembatan I girder prestressed dengan system batang menerus.

    1.6 Lokasi Adapun lokasi yang akan dijadikan tempat studi adalah sebagai berikut :

    Gambar 1.1 Lokasi Proyek

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Jembatan 2.1.1 Umum Jembatan adalah bagian jalan yang berfungsi untuk menghubungkan antara dua jalan yang terpisah karena suatu rintangan seperti sungai, lembah, laut, jalan raya, dan rel kereta api. Jembatan sangat vital fungsinya terhadap kehidupan manusia, dan mempunyai arti penting bagi setiap orang. Akan tetapi tingkat kepentingannya tidak sama bagi tiap orang, sehingga akan menjadi suatu bahan studi yang menarik (Bambang supriyadi,2007) 2.1.2 Tipe Jembatan

    Konstruksi jembatan busur. Konstruksi jembatan perletakan sederhana Konstruksi jembatan baja. Konstruksi jembatan cable stayed Konstruksi jembatan beton prategang. Konstruksi jembatan balok menerus. Konstruksi jembatan gantung. Konstruksi jembatan Box Girder.

  • 3

    2.1.3 Pemilihan Tipe Jembatan

    Aspek-aspek pemilihan tipe jembatan ( Arie Irianto dan Reza Febriano, 2008) :

    Kekuatan dan stabilitas struktur. Ekonomis. Kenyamanan. Durabilitas ( keawetan dan kelayakan

    jangka panjang). Hemat pemeliharaan. Estetika. Dampak lingkungan pada tingkat yang

    wajar/minimal. Kemudahan dan kecepatan pelaksanaan

    Bentang (m) Tipe Jembatan

    5-25 Gelagar

    15-40 Gelagar Prestressed I

    30-60 Gelagar Box Prismatic Section

    60-200 Box Free Cantilever 50-250 Pelengkung

    40-400 Rangka

    100-250 Cable-Stayed

    100-2000 Gantung 1500-3500 Hybrid ( Gantung plus Cable-Stayed)

    Tabel 2.1 Tabel type jembatan

    2.2 Peraturan Desain Struktur Jembatan 1. Standard Pembebanan untuk jembatan,

    RSNI 2005 Bina Marga Dep. PU. 2. Perencanaan Struktur Beton Untuk

    Jembatan, SNI T-12-2004 Badan Standardisasi Nasional

    3. Spesifikasi ASTM A-416

    2.3 Sifat dan Karakteristik Baja prategang Di dalam perencanaan (konstruksi), kita

    perlu mengetahui sifat sifat material yang akan digunakan (baja), sehingga dapat dihasilkan perencanaan yang optimum

    2.4 Spesifikasi Pembebanan Pada Struktur Utama Jembatan

    Turunnya curah hujan pada suatu areal lahan a. Aksi Tetap