3
PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI Sesuai dengan protap yang telah dibuat oleh depkes. Langkah- langkah yang harus dilakukan dianaranya: 1. Pemberantasan Vektor Pemberantasan vektor yang bisa dilakukan diantaranya: a. Pengasapan(fogging) di seluruh wilayah dengan kriteria desa dengan KLB pada rumah/lingkungan pada radius 200m dari penderita. Pada proses fogging pintu dan jendela rumah ditutup kecuali pintu yang yang dilalui oleh petugas. Pintu dan jendela rumah baru dibuka sedikitnya setelah 15 menit setelah penyemprotan. b. Pemberantasan sarang nyamuk dilakukan dengan cara 3M yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan. 2. Penyuluhan di seluruh wilayah terjangkit Kegiatan penyuluhan dikoordinasikan dengan kepala wilayah setempat (lurah,RW,RT). Selain itu dilakukan juga koordinasi dengan bidan desa serta kader wilayah setempat untuk membantu memberikan pengetahuan serta penyuluhan kepada warga setempat. 3. Perlindungan individu Untuk melindungi pribadi dan resiko penularan virus DBD dapat dilakukan secara individu dengan menggunakan pakaian panjang, menggunakan lotion anti nyamuk, serta dengan menggunakan kelambu pada tempat tidur.

Perencanaan Dan Pemilihan Intervensi

Embed Size (px)

DESCRIPTION

internship

Citation preview

Page 1: Perencanaan Dan Pemilihan Intervensi

PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI

Sesuai dengan protap yang telah dibuat oleh depkes. Langkah-langkah yang harus dilakukan

dianaranya:

1. Pemberantasan Vektor

Pemberantasan vektor yang bisa dilakukan diantaranya:

a. Pengasapan(fogging) di seluruh wilayah dengan kriteria desa dengan KLB pada

rumah/lingkungan pada radius 200m dari penderita. Pada proses fogging pintu dan

jendela rumah ditutup kecuali pintu yang yang dilalui oleh petugas. Pintu dan

jendela rumah baru dibuka sedikitnya setelah 15 menit setelah penyemprotan.

b. Pemberantasan sarang nyamuk dilakukan dengan cara 3M yakni menguras bak

mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang dapat

menampung air hujan.

2. Penyuluhan di seluruh wilayah terjangkit

Kegiatan penyuluhan dikoordinasikan dengan kepala wilayah setempat

(lurah,RW,RT). Selain itu dilakukan juga koordinasi dengan bidan desa serta kader

wilayah setempat untuk membantu memberikan pengetahuan serta penyuluhan

kepada warga setempat.

3. Perlindungan individu

Untuk melindungi pribadi dan resiko penularan virus DBD dapat dilakukan secara

individu dengan menggunakan pakaian panjang, menggunakan lotion anti nyamuk,

serta dengan menggunakan kelambu pada tempat tidur.

Page 2: Perencanaan Dan Pemilihan Intervensi

ALUR PENANGGULANAGAN KLB-DBD

4. Penyelidikan Epidemiologi

Jika ada penderita/tersangka DBD yang dilaporkan langsung oleh masyarakat atau

oleh RS, maka petugas P2M Puskesmas perlu melakukan penyelidikan epidemiologi.

Adapun langkah-langkah Penelitian Epidemiologi sebagai berikut:

a. Mencatat identitas penderita/tersangka DBD pada buku harian penderita DBD.

b. Menyiapkan peralatan PE (tensimeter anak,senter,form,dan abate)

c. Petugas datang ke wilayah dengan didampingi tokoh atau kader wilayah setempat.

d. Menanyakan ada tidaknya penderita panas dalam kurun waktu 1 minggu

sebelumnya. Bila ada, dilakukan uji Rumple leeds

Penderita/Tersangka DBD

Ditemukan 1 atau lebih penderita DBD lainnya dan atau ada penderita

panas ≥3 orang tersangka DBD

Ditemukan jentik (≥5%)

Penyelidikan Epidemiologi

tidakya

- PSN- Penyuluhan

- Fogging radius 200m

- PSN- Penyuluhan

Page 3: Perencanaan Dan Pemilihan Intervensi

e. Memeriksa jentik di tempat penampungan air didalam dan di luar rumah( radius

20 rumah disekitar kasus atau radius 100 m dari rumah penderita)

f. Hasil pemeriksaan jentik dicatat dalam formulir penyelidikan epidemiologi