PERDARAHAN SUBARAKHNOID

  • View
    215

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of PERDARAHAN SUBARAKHNOID

PERDARAHAN SUBARAKHNOID

PERDARAHAN SUBARAKHNOIDADIMAS RATMANHANA KESUMA1220221126

definisiKeadaan yang akut, karena terjadi perdarahan ke dalam ruangan subarachnoid.

Biasanya disebabkan oleh aneurisma yang pecah (50%), pecahnya malformasi arteriovena (5%), asalnya primer dari perdarahan intraserebral (20%) dan cedera kepala.

Patofisiologi Akselerasi angular yang merupakan kombinasi akselerasi translasional dan rotasional adalah bentuk proses cedera yang paling sering. Pada akselerasi angular, pusat gravitasi kepala bergerak terhadap poros di pusat angulasi, yaitu vertebra servikal bawah atau tengah. Akselerasi berkecepatan tinggi dalam durasi singkat menyebabkan kerusakan pembuluh darah superficial seperti vena-vena jembatan dan pembuluh-pembuluh pial. Akselerasi berkecepatan tinggi dengan durasi yang lebih lama dapat menyebabkan kerusakan aksonal. SAHt dihubungkan dengan robeknya pembuluh darah kecil yang melintas dalam ruang subarachnoid karena teregang saat fase akselerasi atau deselerasi. Terkumpulnya darah di ruang subarachnoid dapat berasal dari darah akibat kontusio serebrral dan perluasan perdarahan intra ventikrl ke ruang subarachnoid.

Gejala klinisNyeri kepala mendadak seperti meledak, dramatis, berlangsung dalam 1 2 detik sampai 1 menit. Vertigo, mual, muntah, banyak keringat, mengigil, mudah terangsang, gelisah dan kejang.Dapat ditemukan penurunan kesadaran dan kemudian sadar dalam beberapa menit sampai beberapa jam.Dijumpai gejala-gejala rangsang meningenGangguan fungsi otonom berupa bradikardi atau takikardi, hipotensi atau hipertensi, banyak keringat, suhu badan meningkat, atau gangguan pernafasan.

diagnosisAnamnesis:Keluhan sakit kepala dan Riwayat penurunan kesadaran. Riwayat cedera kepala yang dialaminya. Pemeriksaan fisikPada pemeriksaan neurologis ditemukan tanda iritasi meningeal (kaku kuduk)Tahanan yang disertai nyeri terhadap fleksi pasif maupun aktif pada kaku kuduk disebabkan iritasi meningen servikal oleh darah dalam ruang subarakhnois atau inflamasi. Iritasi pada meningen yang menimbulkan tanda klinis berupa kaku kuduk ini biasanya timbul dalam 3 hingga 12 jam. Pemeriksaan penunjangCT scan kepalaPunksi lumbal. Punksi lumbal Dilakukan pada pasien dengan riwayat penyakit yang sangat mengarah ke SAH namun pada pemeriksaan pencitraan tidak ditemukan gambaran SAH.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

CT Scan Kepala:

Mid line shift tidak bergeserVentrikel lateral menyempitSylvian fissure terbukaTerdapat gambaran lesi salt and pepper a/r frontal dextra dan sinistraSulcus dan gyrus menyepitTerdapat soft tissue sweeling pada regio fronto-tempero-parietalTidak terdapat diskontuinitas tulang

Kesan :Perdarahan SubarachnoidKonstusio cerebri a/r frontalis dextra et sinistraEdema serebri

penatalaksanaanVasospasmePemberian nimodipin dimulai dengan dosis 1-2 mg/jam IV pada hari ke-3 Oral 60 mg setiap 6 jam selama 21 hari. Pemakaian nimodipin oral terbukti memperbaiki deficit neurologi yang ditimbulkan oleh vasospasme. AntifibrinolitikDapat mencegah perdarahan ulang. Epsilon aminocaproic acid dengan dosis 36 g/hari atau tranexamid acid dengan dosis 6-12 g/hari.

Antihipertensidiberikan bila TDS lebih dari 160 mmHg dan TDD lebih dari 90 mmHg atau MAP diatas 130 mmHg.Labetalol (IV) 0,5-2 mg/menit sampai mencapai maksimal 20 mg/jam atau esmolol infuse dosisnya 50-200 mcg/kg/menit.

KejangPemberian antikonvulsan tidak direkomendasikan secara rutin, hanya dipertimbangkan pada pasien-pasien yang mungkin timbul kejang

PrognosisPrognosis pada pasien-pasien dengan SAHt sangat bergantung pada klasifikasi keparahan cedera kepalanya, banyaknya volume perdarahan dan distribusi SAh. Adanya perdarahan subarachnoid pada sisterna basal dan konveksitas serebri mengindikasikan keluaran yang buruk.

SEKIAN