Click here to load reader

Perdarahan Post Partum

  • View
    48

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

perdarahan post partum

Text of Perdarahan Post Partum

PERDARAHAN POST PARTUM

PERDARAHAN POST PARTUMSISKA SULISTIYOWATI121 0211 120DEFINISIPerdarahan pervaginam 500 cc atau lebih setelah kala III selesai (setelah plasenta lahir setelah plasenta lahir)

Fase dalam persalinan :kala I yaitu serviks membuka kurang dari 4 cm sampai penurunan kepala dimulai kala II dimana serviks sudah membuka lengkap sampai 10 cm atau kepala janin sudah tampakkala III dimulai dengan lahirnya bayi dan berakhir dengan pengeluaran plasenta

ETIOLOGIAtonia uteri 50% - 60%Retensio plasenta 16% - 17% Universitas Sumatera UtaraSisa plasenta 23% - 24%Laserasi jalan lahir 4% - 5% Kelainan darah 0,5% - 0,8% (Mochtar, 1995).

KLASIFIKASIPerdarahan Postpartum Primeryaitu perdarahan pasca persalinan yang terjadi dalam 24 jam pertama kelahiran.Penyebab utama perdarahan postpartum primer adalah atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta, robekan jalan lahir dan inversio uteri. Terbanyak dalam 2 jam pertama.Perdarahan Postpartum Sekunder yaitu perdarahan pascapersalinan yang terjadi setelah 24 jam pertama kelahiran.disebabkan oleh infeksi, penyusutan rahim yang tidak baik, atau sisa plasenta yang tertinggal.

FAKTOR RESIKOUMUR usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun. usia dibawah 20 tahun fungsi reproduksi seorang wanita belum berkembang dengan sempurna,usia diatas 35 tahun fungsi reproduksi seorang wanita sudah mengalami penurunanPARITAS (paritas lebih dari 3) maka uterus semakin lemah sehingga besar risiko komplikasi kehamilan Paritas 2-3 merupakan paritas paling aman.

FAKTOR RESIKOPENDIDIKANWanita dengan pendidikan lebih tinggi cenderung untuk menikah pada usia yang lebih tua, menunda kehamilan, mau mengikuti Keluarga Berencana (KB), dan mencari pelayanan antenatal dan persalinan.JARAK ANTAR PERSALINANJarak antar kelahiran yang terlalu dekat persalinan yang berturut-turut dalam jangka waktu yang singkat mengakibatkan kontraksi uterus menjadi kurang baik. Selama kehamilan berikutnya dibutuhkan 2-4 tahun agar kondisi tubuh ibu kembali seperti kondisi sebelumnya.

FAKTOR RESIKORIWAYAT PERSALINAN BURUKberupa abortus, kematian janin, eklampsi dan preeklampsi, sectio caesarea, persalinan sulit atau lama, janin besar, infeksi dan pernah mengalami perdarahan antepartum dan postpartum.

ANEMIAAnemia dapat mengurangi daya tahan tubuh ibu dan meninggikan frekuensi komplikasi kehamilan serta persalinan. Anemia juga menyebabkan peningkatan risiko perdarahan pasca persalinan. Rasa cepat lelah pada penderita anemia disebabkan metabolisme energi oleh otot tidak berjalan secara sempurna karena kekurangan oksigenGEJALA KLINIS wanita hamil yang sehat dapat kehilangan darah sebanyak 10% dari volume total tanpa mengalami gejala-gejala klinikgejala-gejala baru tampak pada kehilangan darah sebanyak 20%. Gejala klinik berupa perdarahan pervaginam yang terus-menerus setelah bayi lahir. Kehilangan banyak darah tersebut menimbulkan tanda-tanda syok yaitu penderita pucat, tekanan darah rendah, denyut nadi cepat dan kecil, ekstrimitas dingin, dan lain-lain

PENANGANAN PERDARAHAN POST PARTUMPENCEGAHAN POST-PARTUMKunjungan pelayanan antenatal bagi ibu hamil paling sedikit 4 kali kunjungan sekali pada trimester Isekali trimester IIdua kali pada trimester III.Anemia dalam kehamilan harus diobati karena perdarahan dalam batas-batas normal dapat membahayakan penderita yang sudah anemiaKadar fibrinogen perlu diperiksa pada perdarahan yang banyak, kematian janin dalam uterus dan solusio plasenta.

kombinasi 5 satuan sintosinon (sintometrin intravena) Dalam kala III uterus jangan dipijat dan didorong ke bawah sebelum plasenta lepas dari dindingnya. Penggunaan untuk mencegah perdarahan postpartum. Sepuluh satuan oksitosin diberikan intramuskulus segera setelah anak lahir untuk mempercepat pelepasan plasenta.Sesudah plasenta lahir hendaknya diberikan 0,2 mg ergometrin intramuskulus.Setelah plasenta lahir perlu ditentukan apakah disini dihadapi perdarahan karena atonia uteri atau karena perlukaan jalan lahir. Jika plasenta belum lahir (retensio plasenta), segera dilakukan tindakan untuk mengeluarkannya.

MANAGEMEN AKTIF KALA IIIuntuk mempercepat pelepasan plasenta dengan meningkatkan kontraksi rahim dan untuk mencegah perdarahan pasca persalinan dengan menghindari atonia uteri.Memberikan obat uterotonika (untuk kontraksi rahim) dalam waktu dua menit setelah kelahiran bayiMenjepit dan memotong tali pusat segera setelah melahirkanMelakukan penegangan tali pusat terkendali sambil secara bersamaan melakukan tekanan terhadap rahim melalui perut

TERIMA KASIH