Perdarahan Post Partum

  • View
    462

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

perdarahan

Text of Perdarahan Post Partum

Perdarahan post partumPosted onAugust 15, 2010byObginPerdarahan post partumadalah perdarahan lebih 500-600 ml selama 24 jam setelah anak lahir. Termasuk perdarahan karena retensio plasenta. Perdarahan post partum adalah perdarahan dalam kala IV lebih 500-600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir.

Pembagian perdarahan post partum :1. Perdarahan post partum primer (early postpartum hemorrhage) yang terjadiselama 24 jam setelah anak lahir.2. Perdarahan post partum sekunder (late postpartum hemorrhage) yang terjadisetelah 24 jam anak lahir. Biasanya hari ke 5-15 post partum.Tiga hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan komplikasi perdarahan post partum :1. Menghentikan perdarahan.2. Mencegah timbulnya syok.3. Mengganti darah yang hilang.Frekuensi perdarahan post partum 4/5-15 % dari seluruh persalinan. Berdasarkan penyebabnya :1. Atoni uteri (50-60%).2. Retensio plasenta (16-17%).3. Sisa plasenta (23-24%).4. Laserasi jalan lahir (4-5%).5. Kelainan darah (0,5-0,8%).Etiologi perdarahan post partum :1. Atoni uteri.2. Sisa plasenta dan selaput ketuban.3. Jalan lahir : robekan perineum, vagina, serviks, forniks dan rahim.4. Penyakit darahKelainan pembekuan darah misalnya afibrinogenemia atau hipofibrinogenemiayang sering dijumpai : Perdarahan yang banyak. Solusio plasenta. Kematian janin yang lama dalam kandungan. Pre eklampsia dan eklampsia. Infeksi, hepatitis dan syok septik.Faktor predisposisi terjadinya atonia uteri :- Umur- Paritas- Partus lama dan partus terlantar.- Obstetri operatif dan narkosa.- Uterus terlalu regang dan besar misalnyaa pada gemelli, hidramnion atau janinbesar.- Kelainan pada uterus seperti mioma uterii, uterus couvelair pada solusio plasenta.- Faktor sosio ekonomi yaitu malnutrisi.Cara membuat diagnosis perdarahan post partum :1. Palpasi uterus : bagaimana kontraksi uterus dan tinggi fundus uterus.2. Memeriksa plasenta dan ketuban : apakah lengkap atau tidak.3. Melakukan eksplorasi kavum uteri untuk mencari : Sisa plasenta dan ketuban. Robekan rahim. Plasenta suksenturiata.4. Inspekulo : untuk melihat robekan pada serviks, vagina dan varises yang pecah.5. Pemeriksaan laboratorium : periksa darah, hemoglobin, clot observation test(COT), dan lain-lain.Perdarahan post partumadakalanya merupakan perdarahan yang hebat maupun perdarahan perlahan-lahan tetapi terus-menerus. Keduanya dapat menyebabkan perdarahan yang banyak dan dapat menjadi syok. Oleh karena itu penting sekali pada setiap ibu bersalin dilakukan pengukuran kadar darah secara rutin; serta pengawasan tekanan darah, nadi dan pernapasan ibu, kontraksi uterus dan perdarahan selama 1 jam.Beberapa menit setelah janin lahir, biasanya mulai terjadi proses pelepasan plasenta disertai sedikit perdarahan. Bila plasenta sudah lepas dan turun ke bagian bawah rahim maka uterus akan berkontraksi untuk mengeluarkan plasenta (his pengeluaran plasenta).Related Post: Penanganan Perdarahan Post PartumCara mencegah perdarahan post partum yaitu memeriksa keadaan fisik, keadaan umum, kadar hemoglobin, golongan darah dan bila mungkin tersedia donor darah. Sambil mengawasi persalinan, dipersiapkan keperluan untuk infus dan obat-obatan penguat rahim (uterotonika). Setelah ketuban pecah, kepala janin m...

http://obstetriginekologi.com/pENDAHULUAN1.1Latar Belakang MasalahIndonesia belum memiliki data statistik vital yang langsung dapat menghitung Angka Kematian Ibu (AKI). Estimasi AKI dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) diperoleh dengan mengumpulkan informasi dari saudara perempuan yang meninggal semasa kehamilan, persalinan, atau setelah melahirkan. Meskipun hasil survei menunjukkan bahwa AKI di Indonesia telah turun dari 307 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, hal itu perlu ditafsirkan secara hati-hati mengingat keterbatasan metode penghitungan yang digunakan. Dari lima juta kelahiran yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya, diperkirakan 20.000 ibu meninggal akibat komplikasi kehamilan atau persalinan.Perdarahan, yang biasanya tidak bisa diperkirakan dan terjadi secara mendadak, bertanggung jawab atas 28 persen kematian ibu. Sebagian besar kasus perdarahan dalam masa nifas terjadi karena retensio plasenta dan atonia uteri. Hal ini mengindikasikan kurang baiknya manajemen tahap ketiga proses kelahiran dan pelayanan emergensi obstetrik.Perdarahan setelah melahirkan ataupost partum hemorrhagic(PPH) adalah konsekuensi perdarahan berlebihan dari tempat implantasi plasenta, trauma di traktus genitalia dan struktur sekitarnya, atau keduanya.Diperkirakan ada 14 juta kasus perdarahan dalam kehamilan setiap tahunnya paling sedikit 128.000 wanita mengalami perdarahan sampai meninggal. Sebagian besar kematian tersebut terjadi dalam waktu 4 jam setelah melahirkan dan kebanyakan terjadi pada wanita dengan usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun serta wanita dengan jarak persalinan yang dekat yaitu kurang dari 2 tahun. Di Inggris (2000), separuh kematian ibu hamil akibat perdarahan disebabkan oleh perdarahan post partum.Di Indonesia, Sebagian besar persalinan terjadi tidak di rumah sakit, sehingga sering pasien yang bersalin di luar kemudian mengalami perdarahan postpartum dan terlambat sampai ke rumah sakit, saat datang keadaan umum/hemodinamiknya sudah memburuk, akibatnya mortalitas tinggi. (Yayan Akhyar)1.2Batasan MasalahAdapun batasan masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah perdarahan postpartum.1.3Tujuan Penulisan1.3.1Tujuan UmumAdapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang perdarahan postpartum.1.3.2Tujuan Khusus1.Diketahuinya definisi perdarahan postpartum2.Diketahuinya epidemiologi dari perdarahan postpartum3.Diketahuinya etiologi dari perdarahan postpartum4.Diketahui klasifikasi dari perdarahan postpartum5.Diketahui diagnosa dari perdarahan postpartum6.Diketahui penanganan dari perdarahan postpartum1.4Manfaat Penulisan1.4.1Untuk menambah wawasan bagi penulis dan mahasiswa akademi lainnya, khususnya dalam masalah perdarahan postpartum.1.4.2Masukkan pada pihak-pihak terkait dalam bidang obstetri dan ginekologi terutama bidan tentang perdarahan postpartum.BAB IIPERDARAHAN POSTPARTUM2.1DefinisiPerdarahan postpartum adalah perdarahan yang terjadi dalam 24 jam setelah persalinan berlangsung. (Manuaba, 1998)Perdarahan postpartum adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml dalam masa 24 jam setelah anak lahir. (Rustam Mochtar, 1998)Perdarahan post partum didefinisikan sebagai hilangnya 500 ml atau lebih darah setelah anak lahir. Pritchard, dkk mendapatkan bahwa sekitar 5% wanita yang melahirkan pervaginam kehilangan lebih dari 1000 ml darah.Perdarahan postpartum adalah perdarahan yang berjumlah lebih dari 500 ml dan terjadi dalam batas waktu 24 jam pertama setelah anak lahir.2.2EpidemiologiPerdarahan karena kontraksi rahim yang lemah setelah anak lahir meningkat insidennya pada kehamilan dengan pembesaran rahim yang berlebihan seperti pada kehamilan ganda, hidramnion, anak terlalu besar ataupun pada rahim yang melemah daya kontraksinya seperti pada grandemultipara, interval kehamilan yang pendek, atau pada kehamilan usia lanjut, induksi partus dengan oksitosin, his yang terlalu kuat sehingga anak dilahirkan terlalu cepat dan sebagainya.Perdarahan post partum dini jarang disebabkan oleh retensi potongan plasenta yang kecil, tetapi plasenta yang tersisa sering menyebabkan perdarahan pada akhir masa nifas. Kadang-kadang plasenta tidak segera terlepas. Bidang obstetri membuat batas-batas durasi kala tiga secara agak ketat sebagai upaya untuk mendefenisikan retensio plasenta shingga perdarahan akibat terlalu lambatnya pemisahan plasenta dapat dikurangi. Combs dan Laros meneliti 12.275 persalinan pervaginam tunggal dan melaporkan median durasi kala III adalah 6 menit dan 3,3% berlangsung lebih dari 30 menit. Beberapa tindakan untuk mengatasi perdarahan, termasuk kuretase atau transfusi, menigkat pada kala tiga yang mendekati 30 menit atau lebih. (yayanakhyar.com, 2008)Efek perdarahan banyak bergantung pada volume darah pada sebelum hamil dan derajat anemia saat kelahiran. Gambaran perdarahan post partum yang dapat mengecohkan adalah nadi dan tekanan darah yang masih dalam batas normal sampai terjadi kehilangan darah yang sangat banyak.2.3Klasifikasi2.3.1Perdarahan post partum primer / dini(early postpartum hemarrhage)Perdarahan yang terjadi dalam 24 jam pertama. Penyebab utamanya adalah atonia uteri, retention plasenta, sisa plasenta dan robekan jalan lahir. Banyaknya terjadi pada 2 jam pertama.2.3.2Perdarahan Post Partum Sekunder / lambat(late postpartum hemorrhage)Perdarahan yang terjadi setelah 24 jam pertama. Penyebab utamanya adalah robekan jalan lahir dan sisa plasenta atau membrane.2.4Etiologi2.4.1Atonia uteriperdarahan-post-partum

Pendarahan post partum

pendarahan post partum sekunderPerdarahan post partumadalah perdarahan lebih 500-600 ml selama 24 jam setelah anak lahir. Termasuk perdarahan karena retensio plasenta. Perdarahan post partum adalah perdarahan dalam kala IV lebih 500-600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir.

Pembagian perdarahan post partum :1. Perdarahan post partum primer (early postpartum hemorrhage) yang terjadiselama 24 jam setelah anak lahir.2. Perdarahan post partum sekunder (late postpartum hemorrhage) yang terjadisetelah 24 jam anak lahir. Biasanya hari ke 5-15 post partum.Tiga hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan komplikasi perdarahan post partum :1. Menghentikan perdarahan.2. Mencegah timbulnya syok.3. Mengganti darah yang hilang.Frekuensi perdarahan post partum 4/5-15 % dari seluruh persalinan. Berdasarkan penyebabnya :1. Atoni uteri (50-60%).2. Retensio plasenta (16-17%).3. Sisa plasenta (23-24%).4. Laserasi jalan lahir (4-5%).5. Kelainan darah (0,5-0,8%).Etiologi perdarahan post partum :1. Atoni uteri.2. Sisa plasenta dan selaput ketuban.3. Jalan lahir : robekan perineum, vagina, serviks, forniks dan rahim.4. Penya