Click here to load reader

Perdarahan Post Ekstraksi

  • View
    474

  • Download
    85

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Perdarahan Post Ekstraksi

Text of Perdarahan Post Ekstraksi

Blok 18Perdarahan Pasca Ekstraksi GigiDiajukan untuk Tugas Tutorial Modul 3

Oleh,Aulina Refri Rahmi1210342010Kelompok Tutorial 3

Tutor : drg. Ridha Syahri

Fakultas Kedokteran GigiUniversitas Andalas

Bab IPendahuluanTindakan ekstraksi gigi merupakan suatu tindakan yang sehari-hari kita lakukan sebagai dokter gigi. Walaupun demikian tidak jarang kita temukan komplikasi dari tindakan ekstraksi gigi yang kita lakukan. Karenanya kita perlu waspada dan diharapkan mampu mengatasi kemungkinan-kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi.Salah satu komplikasi ekstraksi gigi yang dapat terjadi adalah perdarahan pasca ekstraksi. Dalam mengatasi perdarahan pasca ekstraksi ini, tindakan yang paling utama adalah pencegahan, tetapi bila tetap terjadi kita harus mampu mengatasinya.Mengingat komplikasi perdarahan pasca ekstraksi gigi dapat disebabkan oleh faktor lokal maupun faktor sistemik, maka pencegahan merupakan hal yang penting. Hal ini terutama apabila perdarahan terjadi karena faktor sistemik seperti kelainan darah (blood dyscrasia), hipertensi, gangguan pembekuan darah, dan apabila pasien mengkonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi pembekuan darah, dan lain-lain.Bila perdarahan pasca ekstraksi terjadi karena faktor lokal, sebagai seorang dokter gigi kita harus mampu mengatasinya dengan baik. Prinsip-prinsip penatalaksanaan perdarahan pasca ekstraksi karena faktor-faktor lokal adalah dengan melakukan penekanan atau penjahitan yang baik, dan apabila diperlukan dengan pemberian obat-obatan hemostatic agent baik lokal maupun sistemik.Bab IIPembahasan

Perdarahan Pasca Ekstraksia. Definisi PerdarahanSalah satu komplikasi yang mungkin dapat terjadi saat ekstraksi gigi adalah perdarahan. Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa perdarahan saat ekstraksi dapat terjadi karena faktor lokal maupun karena faktor sistemik. Sebagai seorang dokter gigi, kita dituntut untuk mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang memadai dalam melakukan pencegahan dan penatalaksanaannya.Menurut Woodruff (1974), perdarahan adalah keluarnya darah dari sistem vaskular.Perdarahan mungkin merupakan komplikasi yang paling ditakuti, karena oleh dokter maupun pasiennya, perdarahan dianggap mengancam kehidupan.Perdarahan dapat dikatakan normal apabila terjadi selama 5 hingga 20 menit setelah pencabutan, meskipun dalam beberapa jam setelahnya masih terjadi sedikit perdarahan.Sedangkan Pedlar dan Frame (2001) menyatakan bahwa perdarahan normal pasca ekstraksi akan berhenti setelah tidak lebih dari 10 menit.Perdarahan dikatakan eksternal apabila perdarahan terlihat pada permukaan atau pada salah satu lubang pada tubuh. Sedangkan perdarahan internal merupakan perdarahan yang terjadi kemudian masuk ke dalam jaringan.Perdarahan dibagi menjadi tiga macam, yakni perdarahan primer, reaksioner dan perdarahan sekunder. Perdarahan primer terjadi ketika terjadi injuri pada suatu jaringan sebagai akibat langsung dari rusaknya pembuluh darah.Perdarahan reaksioner terjadi dalam 48 jam setelah operasi. Menurut Starshak (1980), perdarahan reaksioner ini terjadi ketika tekanan darah mengalamipeningkatan lokal, yang membuka dengan paksa pembuluh darah yang dilapisi oleh sesuatu yang natural ataupun artifisial. Sedangkan menurut Woodruff (1974), perdarahan reaksioner terjadi pada 24 jam setelah injuri. Perdarahan ini dapat terjadi akibat tergesernya benang jahit atau pergeseran bekuan darah dan mengakibatkan meningkatnya tekanan darah yang menyebabkan terjadinya perdarahan. Perdarahan sekunder terjadi setelah 7 10 hari setelah luka atau operasi. Perdarahan sekunder ini terjadi akibat infeksi yang menghancurkan bekuan darah atau mengulserasi dinding pembuluh darah. Karena perdarahan ini disebabkan oleh infeksi, maka agen-agen antibakteri perlu diberikan kepada pasien.Woodruff (1974) juga mengemukakan bahwa perdarahan dapat diklasifikasikan menjadi perdarahan pada arteri, vena, ataupun pada pembuluh kapiler. Perdarahan arteri dapat dikenali dari warna darah yang keluar berwarna merah cerah dan semburan darahnya bersamaan dengan detak jantung. Perdarahan vena darahnya berwarna merah gelap, alirannya kontinu, dan ritmenya sesuai pernafasan, bukan detak jantung. Pada perdarahan kapiler darah keluar secara perlahan dari permukaan yang kasar.

b. Etiologi perdarahan: Perdarahan pasca ekstraksi dapat terjadi karena faktor lokal maupun karena faktor sistemik. Sekitar 90% kasus perdarahan pasca ekstraksi diakibatkan oleh faktor lokal. Faktor lokal dapat berupa kesalahan dari operator ataupun juga kesalahan yang dilakukan oleh pasien ekstraksi sendiri. Faktor lokal akibat kesalahan operator dapat berupa trauma yang berlebihan (pada jaringan lunak khususnya) akibat tindakan ekstraksi yang dilakukan secara tidak hati-hati atau traumatik. Sedangkan faktor lokal yang diakibatkan oleh kesalahan pasien dapat berupa tidak dipatuhinya instruksi pasca ekstraksi oleh pasien, tindakan pasien seperti penekanan socket dengan menggunakan lidah atau kebiasaan pasien menghisap-hisap area socket gigi, serta kumur-kumur yang berlebihan oleh pasien pasca ekstraksi.Selain faktor lokal, perdarahan pasca ekstraksi juga dipengaruhi faktor sistemik. Faktor sistemik ini merupakan keadaan pasien dengan kelainan-kelainan Perdarahan pasca ekstraksi dapat terjadi karena faktor lokal maupun karena faktor sistemik. Sekitar 90% kasus perdarahan pasca ekstraksi diakibatkan oleh faktor lokal. Faktor lokal dapat berupa kesalahan dari operator ataupun juga kesalahan yang dilakukan oleh pasien ekstraksi sendiri. Faktor lokal akibat kesalahan operator dapat berupa trauma yang berlebihan (pada jaringan lunak khususnya) akibat tindakan ekstraksi yang dilakukan secara tidak hati-hati atau traumatik. Sedangkan faktor lokal yang diakibatkan oleh kesalahan pasien dapat berupa tidak dipatuhinya instruksi pasca ekstraksi oleh pasien, tindakan pasien seperti penekanan socket dengan menggunakan lidah atau kebiasaan pasien menghisap-hisap area socket gigi, serta kumur-kumur yang berlebihan oleh pasien pasca ekstraksi. Selain faktor lokal, perdarahan pasca ekstraksi juga dipengaruhi faktor sistemik. Faktor sistemik ini merupakan keadaan pasien dengan kelainan-kelainan sistemik tertentu, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan, seperti pasien dengan kelainan hemoragik, seperti: hemofilia atau terjadi gangguan pembekuan darah; pasien Diabetes Mellitus, pasien dengan hipertensi, pasien dengan kelainan kardiovaskular; pasien dengan penyakit hati dan menderita sirosis; pasien yang sedang menkonsumsi obat-obatan anti-koagulan; atau pasien yang sedang mengkonsumsi agen-agen nonsteroid.Secara umum penyebab bleeding post ekstraksi :1. Faktor lokalSetelah tindakan ekstraksi gigi yang menimbulkan trauma pada pembuluh darah, hemostasis primer yang terjadi adalah pembentukan platelet plug (gumpalan darah) yang meliputi luka, disebabkan karena adanya interaksi antara trombosit, faktor-faktor koagulasi dan dinding pembuluh darah. Selain itu juga ada vasokonstriksi pembuluh darah. Luka ekstraksi juga memicu clotting cascade dengan aktivasi thromboplastin, konversi dari prothrombin menjadi thrombin, dan akhirnya membentuk deposisi fibrin.Perdarahan pasca ekstraksi gigi biasanya disebabkan oleh faktor lokal, tetapi kadang adanya perdarahan ini dapat menjadi tanda adanya penyakit hemoragik.2. Faktor Sistemika. HipertensiBila anestesi lokal yang kita gunakan mengandung vasokonstriktor, pembuluh darah akan menyempit menyebabkan tekanan darah meningkat, pembuluh darah kecil akan pecah, sehingga terjadi perdarahan. Apabila kita menggunakan anestesi lokal yang tidak mengandung vasokonstriktor, darah dapat tetap mengalir sehingga terjadi perdarahan pasca ekstraksi.Penting juga ditanyakan kepada pasien apakah dia mengkonsumsi obat-obat tertentu seperti obat antihipertensi, obat-obat pengencer darah, dan obat-obatan lain karena juga dapat menyebabkan perdarahan.b. HemofilliPada pasien hemofilli A (hemofilli klasik) ditemukan defisiensi factor VIII. Pada hemofilli B (penyakit Christmas) terdapat defisiensi faktor IX. Sedangkan pada von Willebrands disease terjadi kegagalan pembentukan platelet, tetapi penyakit ini jarang ditemukan.c. Diabetes MellitusBila DM tidak terkontrol, akan terjadi gangguan sirkulasi perifer, sehingga penyembuhan luka akan berjalan lambat, fagositosis terganggu, PMN akan menurun, diapedesis dan kemotaksis juga terganggu karena hiperglikemia sehingga terjadi infeksi yang memudahkan terjadinya perdarahan.d. Malfungsi AdrenalDitandai dengan pembentukan glukokortikoid berlebihan (Sindroma Cushing) sehingga menyebabkan diabetes dan hipertensi.e. Pemakaian obat antikoagulanPada pasien yang mengkonsumsi antikoagulan (heparin dan walfarin) menyebabkan PT dan APTT memanjang. Perlu dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan internist untuk mengatur penghentian obat-obatan sebelum pencabutan gigi.

c. Klasifikasi Perdarahan Pasca Ekstraksi1. Menurut pembuluh darah yang terluka Pendarahan arterial : pendarahan dari pembuluh arteri. Tanda : warna darah merah terang, darah keluar dengan menyemprot dengan aliran yang intermitten, sesuai dengan denyut jantung. Pendarahan vena, pendarahan dari pembuluh darah vena. Tanda : darah mengalir dengan aliran yang tetap. Warna darah merah gelap. Pendarahan kapiler, ialah pendarahan dari pembuluh adarah kapiler. Tanda : keluarnya darah merembes dari permukaan2. Menurut waktu terjadinya pendarahan Pendarahan primer, ialah pendarahan yang terjadi pada waktu terputusnya pembuluh darah karena kecelakaan atau operasi. Di dalam pendarahan primer darah tidak berhenti setelah 4 -5 menit sesudah operasi selesai. Pendarahan intermediet, terjadi dalam waktu 24 jam setelah kecelakaan atau setelah operasi. Selama operasi tekanan darah pasien mungkin akan turun karena semisyok. Dan ketika tekanan darah kembali normal, sejalan dengan membaiknya pasien, inilah yang disebut pendarahan intermediet atau rekuren. Pendarahan sekunder, pendarahan yang terjadi setelah