Perawatan Dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masa Kehamilanperawatan Dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masa Kehamilan

Embed Size (px)

Citation preview

  • 5/24/2018 Perawatan Dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masa Kehamilanperawata...

    http:///reader/full/perawatan-dan-pemeliharaan-kesehatan-gigi-dan-mulut-pada-masa-keh

    Perawatan dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Masa

    KehamilanPERAWATAN DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA

    MASA KEHAMILAN

    PROSEDUR PERAWATAN GIGI DAN MULUT Dalam melakukan perawatan gigi dan mulut

    pada masa kehamilan, dokter gigi harus berhati-hati dengan mempertimbangkan perlindungan

    bagi ibu hamil dari calon bayi yang sedang berkembang, khususnya pada trimester pertama

    (Burket, 1971 ; McCarthy, 1979; Lynch, 1984). Pada umumnya perawatan yang dilakukan

    terhadap pasien hamil dibatasi pada prosedur-prosedur operative yang sederhana, seperti

    penambalan karies gigi, pencabutan gigi yang tidak menimbulkan komplikasi dari tindakan

    skeling/root planing (Burket, 1971; Lynch,1984; Barber dan Graber,1974). Perawatan terutama

    ditujukan untuk mengontrol penyakit yang sedang terjadi dan menyingkirkan faktor-faktor yang

    dapat memperburuk keadaan rongga mulut pada akhir kehamilan dan setelah melahirkan.

    Prosedur endodontik standart dapat dilakukan selama masa kehamilan, dilakukan dengan

    menggunakan tehnik yang asepsis dan menghindari keadaan yang dapat menimbulkan stress

    bagi pasien (Barber dan Graber,1974). Perawatan yang dilakukan yaitu dengan melakukan

    eksisi, kauterisasi atau gingivektomi di bawah anestesi lokal (Barber dan Graber, 1974; Killey,

    1979; Sonis dkk,1995). Radiografi gigi. Penggunaan radiograph sebaiknya dihindari terutama

    pada trimester pertama dari kehamilan. Pada saat ini perkembangan janin sangat peka

    terhadap radiasi (Lynch,1984;Scully dan Cawson,1993; Sonis dkk,1995). Bila wanita hamil

    terkena radiasi akan mengakibatkan keguguran, perubahan bentuk atau kelainan pertumbuhan

    pada janin dan kematian pada janin yang sedang dikandung (Lukman,1995). Apabila

    radiograph diperlukan sekali, terutama untuk membantu menegakkan diagnosa yang tepat,

    pada pasien hamil harus diberikan pengamanan untuk menghindari terjadinya pengaruh negatif

    radiasi pada janin. Baju timah atau apron dapat digunakan sebagai perlindungan yang adekuat

    (Lynch,1984; Sonis dkk,1995; Lukman,1995) . Seperti kita ketahui, dalam kedokteran gigi obat-

    obatan berfungsi untuk menyempurnakan hasil perawatan gigi yang dilakukan. Tetapi pada

    pasien hamil sebaiknya pemberian obat-obatan sedapat mungkin dihindari, terutama pada

    trimester pertama (Mc Carthy,1979; Scully dan Cawson,1993; Sonis dkk,1995). Hal ini

    bertujuan untuk menghindari kemungkinan terjadinya pengaruh teratogenik obat pada janin.

    PROGRAM PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DALAM KEHAMILAN.

    Keperluan akan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan untuk

  • 5/24/2018 Perawatan Dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masa Kehamilanperawata...

    http:///reader/full/perawatan-dan-pemeliharaan-kesehatan-gigi-dan-mulut-pada-masa-keh

    diperhatikan. Adanya kerusakan gigi atau pendarahan dan pembengkakan gusi atau gejala

    lainnya di rongga mulut akan menimbulkan berbagai gangguan terutama pada waktu makan

    (Adyatmaka,1992). Untuk mencegah timbulnya ganguan di rongga mulut selama masa

    kehamilan, perlu diciptakan tingkat kebersihan mulut yang optimal. Pelaksanaan program

    kontrol plak penting dilakukan untuk mencegah peradangan pada gingiva akibat iritasi lokal,

    gangguan keseimbangan hormonal dan kelainan-kelainan di rongga mulut selama masa

    kehamilan. Ada beberapa hal yang perlu ditekankan kepada ibu hamil dalam pemeliharaan

    kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut selama masa kehamilan,

    yaitu :

    1. Bila ibu hamil mengalami muntah-muntah, setelah ini segera bersihkan mulut dengan

    berkumur-kumur atau menyikat gigi.

    2. Mengatur pola makanan dan menghindari makanan yang bersitat kariogenik.

    3. Menyikat gigi secara teratur.

    4. Memeriksakan keadaan rongga mulut ke dokter gigi. Kunjungan ke dokter gigi pada masa

    kehamilan bukanlah merupakan hal yang kontraindikasi.

  • 5/24/2018 Perawatan Dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masa Kehamilanperawata...

    http:///reader/full/perawatan-dan-pemeliharaan-kesehatan-gigi-dan-mulut-pada-masa-keh

    Pengembangan Materi

    Definisi

    Gangguan Kesehatan gigi dan mulut saat kehamilan merupakam masalah yang berpengaruh

    terhadap kesehatan gigi dan mulut, diakibatkan perubahan hormone atau juga kebiasaan buruk

    pada masa kehamilan sehingga terjadi penurunan fungsi, rasa tidak nyaman dan juga

    berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin.

    Macam-macam gangguan kesehatan gigi dan mulut saat masa kehamilan

    1. Gingivitis (Radang Gusi)

    Istilah gingivitis kehamilan dibuat untuk menggambarkan keadaan klinis peradangan gingiva

    (gusi) yang terjadi pada kebanyakan wanita hamil. Keadaan ini terjadi kira-kira 5 -25 % dari

    wanita hamil (Barber dari Graber,1974). Perubahan gingiva ini biasanya mulai terlihat sejak

    bulan kedua dari kehamilan dan mencapai puncaknya pada bulan kedelapan (Barber dan

    Graber,1974; Pin borg, 1994; Scully dan Cawson, 1995).

    Keadaan ini disebabkan karena Kenaikan jumlah hormone estrogen dan progesteron pada

    masa kehamilan mempengaruhi rongga mulut (gingiva) sehingga memberikan respon yang

    berlebihan terhadap faktor iritasi lokal). Dalam hal ini faktor iritasi lokal dapat berupa

    rangsangan lunak, yaitu plak bakteri dan sisa-sisa makanan, maupun berupa rangsang keras

    seperti kalkulus. kehamilan bukanlah menjadi penyebab langsung dari gingivitas kehamilan,

    tetapi juga tergantung pada tingkat kebiasaan kebersihan mulut pasien.

    Secara klinis, gingivitis kehamilan ditandai dengan warna merah pada tepi gingiva dan

    papilla interdental. Pada waktu yang sama, ginggiva membesar, disertai pembengkakan yang

    terutama memyerang papilla interdental. Gingiva memperlihatkan kecenderungan yang

    meningkat terhadap pendarahan terutama pada saat menyikat gigi. Kadang-kadang penderita

    mengalami sedikit rasa sakit.

    2. Karies

    Merupakan Lubang gigi yang diakibatkan asam hasil metabolisme bakteri yang dapat

    merusak lapisan gigi. Meningkatnya karies gigi atau menjadi lebih cepatnya proses karies yang

    sudah ada pada rnasa kehamilan lebih disebabkan karena perubahan lingkungan di sekitar gigi

    dan kebersihan mulut yang kurang (Burket, 1971 ; Forest, 1995).

  • 5/24/2018 Perawatan Dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masa Kehamilanperawata...

    http:///reader/full/perawatan-dan-pemeliharaan-kesehatan-gigi-dan-mulut-pada-masa-keh

    Faktor-faktor yang dapat mendukung lebih cepatnya proses karies yang sudah ada pada

    wanita hamil seperti pH saliva wanita hamil lebih asam jika dibandingkan dengan yang tidak

    hamil (Burket, 1971).

    Kemudian waktu hamil biasanya sering memakan-makanan kecil yang banyak mengandung

    gula (Forest,1995).

    Adanya rasa mual dan muntah membuat wanita hamil malas memelihara kebersihan rongga

    mulutnya, akibatnya serangan asam pada plak yang dipercepat dengan adanya asam dari

    mulut karena mual atau muntah tadi dapat mempercepat proses terjadinya karies gigi

    (Forest,1995).

    3. Tumor kehamilan (pregnancy tumor).

    Kehamilan dapat pula menimbulkan suatu pembentukan pertumbuhan pada gingiva yang

    seperti tumor. Istilah yang digunakan untuk keadaan ini adalah pregnancy tumor atau tumor

    kehamilan, epulis gravidarum ataupun granuloma kehamilan.

    Hal ini diakibatkan hormone-hormon yang diperlukan pada masa kehamilan mempengaruhi

    bagian-bagian lain yaitu gusi. Gusi pada waktu ibu hamil ada bagian yang membengkak

    membenjol kecil. Pembengkakan ini merupakan jaringan yang tumbuh. Ini merupakan tumor

    jinak dan tidak nerbahaya namun mesti diangkat karena tidak akan mengempes.

    4. Sariawan

    Sariawan merupakan lesi/benjolan yang timbul dirongga mulut berwarna putih dan disekitarnya

    berwarna putih.ini terjadi karena keadaan hormone tubuh yang tidak seimbang terutama pada

    ibu hamil juga kekurangan vitamin c.

    5. Bau mulut

    Ini terjadi dalam keadaan gigi dan mulut yang kurang dijaga kebersihannya, juga keadaan gigi

    yang buruk seperti karies, karang gigi membuat bakteri bau mulut mengendap didalamnya.

    Akibat Gangguan Kesehatan gigi pada ibu hamil :

    - Sakit gigi yang berkepanjangan

    - Gigi dapat mati apabila gangguan tersebut dibiarkan tidak di obati

    - Membuat rasa tidak enak dimulut

    - Membuat malas makan sehingga nutrisi dapat berkurang

  • 5/24/2018 Perawatan Dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masa Kehamilanperawata...

    http:///reader/full/perawatan-dan-pemeliharaan-kesehatan-gigi-dan-mulut-pada-masa-keh

    Akibat Untuk Janin :

    - PREMATUR

    Ibu dengan penyakit periodontal (jaringan gigi) dikaitkan dengan risiko persalinan prematur.

    (Suharso Edi, 2009) . Bakteri mulut gram negatif menyebabkan respon inflamasi (radang)

    memacu kontraksi uterus. (Suharso Edi, 2010). Penyakit periodontal yang timbul pada umur

    kehamilan 21 -24 minggu dapat menyebabkan kelahiran preterm. (Marjorie, et al, 2001) Fajar

    NoviantoF.Kedokteran Univ. Sebelas Maret (UNS) SoloG0005009

    Menurut penelitian dengan perawatan seperti plak kon trol, scaling, dan berkumur dengan

    chlorhexidine 0,12%, menjaga kebersihan mulut, serta mengurangi timbulnya plak setiap 2

    sampai 3 minggu hingga melahirkan secara signifikan mengurangi tingkat kelahiran prematur.

    Perawatan gigi secara benar tidak menimbul kan bahaya lahir prematur.

    - Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)

    Sebuah penelitian yang dilansir Annals of Periodontology di tahun 1998 mengungkap

    perempuan hamil dengan penyakit gusi yang kronis mempunyai risiko tujuh ka li lebih besar

    memiliki bayi lahir prematur. Riset lain menemukan sebanyak 77 persen ibu yang melahirkan

    bayi prematur menderita penyakit radang gusi. (Abidin Boy, 2009)

    Mekanisme hampir sama dengan yang lahir prematur. Bakteri yang masuk melalui gusi akan

    menyebar dan sampai di pembuluh darah ibu yang menuju ke janin. Akibatnya pembuluh darah

    menjadi sempit sehingga asupan nutrisi pada fetal tergannggu. Bisa sampai nekrosis dan timbul

    keguguran. (Abidin Boy, 2009)

    Penelitian membuktikan bahwa penyakit peri odontal merupakan faktor risiko BBLR. (Shenoy

    R.P, 2009) . Perawatan gigi secara benar tidak menimbulkan bahaya berat bayi lahir rendah

    (Newham J.P. et al, 2009)

    Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil agar terhindar dari penyakit gigi dan

    mulut

    - Bila ibu hamil muntah-muntah maka segeralah berkumur atau menyikat gigi

    - Menyikat gigi minimal 2 kali sehari dengan menggunakan bulu sikat yang lembut dan

    membersihkan sela-sela gigi

    - Mengatur pola makan yang sehat Dengan memenuhi asupan gizi yang diperlukan janin saat

    pembentukan gigi di dalam rahim :

    a. Makanan 4 sehat 5 sempurna

  • 5/24/2018 Perawatan Dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masa Kehamilanperawata...

    http:///reader/full/perawatan-dan-pemeliharaan-kesehatan-gigi-dan-mulut-pada-masa-keh

    b. Vitamin a

    c. Vitamin c

    d. Vitamin d

    e. Magnesium dan

    f. Protein

    - Mengurangi makanan yang manis (mengandung gula)

    - Periksa ke dokter secara rutin

  • 5/24/2018 Perawatan Dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masa Kehamilanperawata...

    http:///reader/full/perawatan-dan-pemeliharaan-kesehatan-gigi-dan-mulut-pada-masa-keh

    Selain keluhan yang umum dirasakan ibu hamil, seperti ngidam, mual dan muntah, keluhan lain

    yang juga bisa menyertai adalah sakit gigi dan sakit di daerah

    sekitar mulut.

    Bila ibu mengalami masalah periodontal (penyakit di pinggiran gigi)atau gigi berlubang, ada baiknya berhati-hari karena berisiko

    mengalami kelainan prematur atau bayi dengan berat badan

    rendah akibat infeksi yang mungkin terjadi.

    Gigi berlubang bila ada infeksi streptococcus atau infeksi kuman,

    juga dapat menginfeksi pada jantung janin ungkap Dr. Indra N.C

    Anwar, SpOG (K). Risiko tersebut, menurut spesialis kandungan dari Klinik Teratai, Rumah

    Sakit Gading Peluit, Jakarta ini, sama kuatnya bila ibu hamil merokok atau mengkonsumsi

    alkohol.

    Hal yang sama juga diungkapkan oleh Heather Jaret, dari University of North Carolina.

    Menurutnya, ibu hamil yang mengalami sakit gigi kronis atau berat, berisiko melahirkan bayi

    dengan berat lahir rendah (BBLR). Sebab bakteri yang masuk melalui pembuluh darah di

    sekitar gigi bermasalah, akan dapat menghambat pertumbuhan janin.

    Ada baiknya ibu hamil juga serius dalam menjaga kesehatan giginya, caranya dengan selalu

    merawat gigi dengan benar. Sebenarnya tidak ada hal yang khusus untuk merawat gigi, ibu

    hamil dapat melakukan perawatan seperti biasanya, tukas Dr. Indra lagi.

    Merawat gigi secara rutin adalah yang paling minimal dilakukan, seperti menyikat gigi dua kali

    sekali, berkumur-kumur dengan obat antiseptik dan menambal gigi yang berlubang.

    Sebaiknya untuk ibu hamil melakukan pemeriksaan gigi dan mulut ke dokter, untuk

    mengurangi risiko yang tidak diinginkan, tandasnya.

    Oleh : Rahmi

    halohalo.co.id