of 135/135
PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR DI RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM BERBASIS WEB TUGAS AKHIR Oleh: Diana Hasudungan Nainggolan 21000588 PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) GICI BATAM 2018

PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA …library.stmikgici.ac.id/tugas_akhir/21000588.pdfmembedakan penyakit demam berdarah atau penyakit-penyakit demam biasa. Akibatnya penyakit tersebut

  • View
    11

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA …library.stmikgici.ac.id/tugas_akhir/21000588.pdfmembedakan...

  • PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT

    DEMAM BERDARAH DENGAN METODE CERTAINTY

    FACTOR DI RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN

    BATAM BERBASIS WEB

    TUGAS AKHIR

    Oleh: Diana Hasudungan Nainggolan

    21000588

    PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN

    KOMPUTER (STMIK) GICI BATAM

    2018

  • i

    PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT

    DEMAM BERDARAH DENGAN METODE CERTAINTY

    FACTOR DI RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN

    BATAM BERBASIS WEB

    TUGAS AKHIR

    Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya

    Oleh: Diana Hasudungan Nainggolan

    21000588

    PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN

    KOMPUTER (STMIK) GICI BATAM

    2018

  • iv

    HALAMAN PERNYATAAN

    Nama Mahasiswa : Diana Hasudungan Nainggolan

    NIM : 21000588

    Judul Tugas Akhir : Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit

    Demam Berdarah Dengan Metode Certainty

    Factor Di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam

    Berbasis Web

    Dengan ini menyatakan bahwa:

    1. Tugas Akhir ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan

    gelar akademik (Ahli Madya), baik di Sekolah Tinggi Manajemen

    Informatika dan Komputer (STMIK) GICI maupun di Perguruan Tinggi

    lain kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan sebagai acuan dalam

    naskah dengan disebutkan nama pengarang dan dicantumkan dalam daftar

    pustaka;

    2. Tugas Akhir ini adalah murni gagasan, rumusan, dan penelitian saya

    sendiri, tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan Pembimbing;

    3. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian

    hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini,

    maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar

    yang telah diperoleh, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma dan

    ketentuan yang berlaku.

    Batam, 20 Agustus 2018

    Yang membuat pernyataan,

    Diana Hasudungan Nainggolan

    21000588

  • v

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena

    berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul

    Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Demam Berdarah Dengan

    Metode Certainty Factor Di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam Berbasis

    Web sesuai dengan yang direncanakan.

    Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa adanya bantuan dari berbagai

    pihak, Penulis akan banyak menemui kesulitan dalam penyusunan Tugas Akhir

    ini. Untuk itu Penulis mengucapkan terima kasih kepada:

    1. Alm Bapak Kiatwansyah, selaku Ketua Pembina Yayasan Permata Harapan

    Bangsa Batam

    2. Bali Dalo, S.H. selaku Ketua Yayasan Permata Harapan Bangsa

    3. Bapak Zainul Munir, ST.,MeTC, selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen

    Informatika dan Komputer GICI

    4. Sandy Suwandana, S.Kom., M.Kom, selaku Pembimbing yang telah

    mengarahkan dan membimbing penulis selama mengerjakan Tugas Akhir ini

    5. Bapak Dedi Rahman Habibie, S.Kom., M.Kom, selaku Ketua Program Studi

    Manajemen Informatika, serta seluruh Staff Dosen dan Karyawan STMIK

    GICI, yang telah banyak memberikan ilmu dan kemudahan dalam

    penyelesaian Tugas Akhir ini.

    Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh

    sebab itu, dengan segala kerendahan hati, kritik dan saran yang bersifat

    membangun dari pembaca, Penulis sangat mengharapkan kritik dan sarannya

    demi kesempurnaan Tugas Akhir ini.

    Batam, 20 Agustus 2018

    Penulis,

    Diana Hasudungan Nainggolan

  • vi

    ABSTRAK

    Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus

    dengue. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty dan Aedes

    albopictus. Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit menular yang

    sering menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian. Biasanya penyakit

    demam berdarah dengue terlambat didiagnosa. Tujuan dari penelitian ini adalah

    untuk merancang dan membuat sistem pakar yang mampu mendiagnosa secara

    klinis serta memberikan solusi untuk penyakit demam berdarah dengue sesuai

    dengan pengetahuan dari seorang pakar. Sistem pakar ini berbasis web

    menggunakan bahasa pemograman PHP dan MySQL sebagai basis data. Metode

    yang digunakan adalah certainty factor yaitu dengan memberikan nilai kepastian

    dari setiap gejala-gejala demam berdarah dengue. Hasil pengujian berdasarkan

    perhitungan manual dan perhitungan sistem memperoleh hasil yang sesuai

    sehingga sistem mampu mendiagnosa secara klinis dan sistem mampu

    memberikan informasi dan solusi tentang penyakit demam berdarah dengue

    berdasarkan pengetahuan dan kemampuan dari dokter.

    Kata Kunci: Certainty factor, demam berdarah dengue, sistem pakar, sistem

    informasi.

  • vii

    ABSTRACT

    Dengue hemorrhagic fever is a disease caused by dengue virus. The disease

    is spread through bite Aedes aegepty and Aedes albopictus mosquitoes. Dengue

    hemorrhagic fever is one of the most common infectious diseases that causes

    epidemics and causes death. Dengue hemorrhagic fever is diagnosed late. The

    purpose of this study is to design and create an expert system capable of clinical

    diagnosis and provide solutions for dengue hemorrhagic fever according to expert

    knowledge. This expert system is web based using PHP and MySQL

    programming language as database. The method used is a certainty factor that

    gives the certainty value of every symptom of dengue hemorrhagic fever

    symptoms. The results of the tests based on manual calculations and system

    calculations get the appropriate results so that the system can diagnose clinically

    and the system can provide information and solutions about dengue-inflammatory

    disease based on the knowledge and capabilities of a physician.

    Keywords: Certainty factor, dengue hemorrhagic fever, expert system,

    information system.

  • viii

    DAFTAR ISI

    JUDUL HALAMAN

    HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

    HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... ii

    HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii

    HALAMAN PERNYATAAN ........................................................................ iv

    KATA PENGANTAR .................................................................................... v

    ABSTRAK ...................................................................................................... vi

    ABSTRACT ..................................................................................................... vii

    DAFTAR ISI ................................................................................................... viii

    DAFTAR TABEL .......................................................................................... xi

    DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xii

    BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1

    1.1 Latar Belakang .............................................................................. 1

    1.2 Rumusan Masalah ......................................................................... 3

    1.3 Batasan Masalah ............................................................................ 3

    1.4 Tujuan Penelitian........................................................................... 4

    1.5 Manfaat Penelitian......................................................................... 4

    1.6 Sistematika Penulisan .................................................................... 5

    BAB II LANDASAN TEORI .................................................................... 7

    2.1 Teori Pendukung ........................................................................... 7

    2.1.1 Sistem .................................................................................. 8

    2.1.2 Informasi .............................................................................. 9

    2.1.3 Sistem Informasi .................................................................. 10

    2.2 Analisa Sistem ............................................................................... 11

    2.3 Perancangan Sistem....................................................................... 12

    2.4 Aliran Sistem Informasi ................................................................ 13

    2.5 Flowchart ...................................................................................... 14

  • ix

    2.6 Data Flow Diagram (DFD) .......................................................... 17

    2.7 Diagram Konteks........................................................................... 18

    2.8 ERD ............................................................................................... 19

    2.9 Sistem Pakar .................................................................................. 20

    2.10 Definisi Diagnosa .......................................................................... 21

    2.11 Certainty Factor ............................................................................ 22

    2.12 WEB .............................................................................................. 31

    2.13 Database........................................................................................ 32

    2.14 Database Mysql ............................................................................. 33

    2.15 Personal Home Page (PHP) .......................................................... 33

    2.16 HyperText Markup Language (HTML) ........................................ 34

    2.17 Xampp ........................................................................................... 34

    2.18 Java Script ..................................................................................... 35

    2.19 Penelitian Terdahulu ..................................................................... 35

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................. 39

    3.1 Kerangka Kerja ............................................................................. 39

    3.2 Gambaran Umum Perusahaan ....................................................... 42

    3.3 Visi dan Misi Perusahaan .............................................................. 44

    3.4 Logo Perusahaan ........................................................................... 45

    3.5 Denah Lokasi................................................................................. 46

    3.6 Struktur Organisasi Perusahaan .................................................... 47

    BAB IV ANALISIS DAN IMPLEMENTASI ........................................... 52

    4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan ...................................................... 52

    4.2 Analisis Sistem Yang Diusulkan ................................................... 54

    4.2.1 Analisis Peran Pengguna ..................................................... 55

    4.2.2 Perancangan Sistem ............................................................. 56

    4.2.3 Perancangan Design Interface ............................................. 60

    4.3 Implementasi ................................................................................. 69

    4.4 Pengujian Sistem (Testing)............................................................ 75

  • x

    BAB V PENUTUP ...................................................................................... 78

    5.1 Kesimpulan.................................................................................... 78

    5.2 Saran .............................................................................................. 79

    DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 80

    LAMPIRAN .................................................................................................... 81

  • xi

    DAFTAR TABEL

    TABEL HALAMAN

    Tabel 2.1 Simbol-Simbol ASI ...................................................................... 13

    Tabel 2.2 Simbol-Simbol Flowchart ............................................................ 15

    Tabel 2.3 Simbol-Simbol DFD .................................................................... 17

    Tabel 2.4 Simbol-Simbol Diagram Konteks ................................................ 18

    Tabel 2.5 Simbol-Simbol ERD .................................................................... 19

    Tabel 2.6 Nilai User ..................................................................................... 24

    Tabel 4.1 Hasil Pengujian Sistem ................................................................ 75

  • xii

    DAFTAR GAMBAR

    GAMBAR HALAMAN

    Gambar 2.1 Simbol Mysql............................................................................ 33

    Gambar 2.2 Simbol Xammp ......................................................................... 34

    Gambar 3.1 Kerangka Kerja ........................................................................ 39

    Gambar 3.2 Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam ...................................... 43

    Gambar 3.3 Logo Perusahaan ...................................................................... 45

    Gambar 3.4 Denah Lokasi............................................................................ 46

    Gambar 3.5 Struktur Organisasi ................................................................... 47

    Gambar 4.1 Aliran Sistem Informasi Yang Berjalan ................................... 53

    Gambar 4.2 Flowchart Sistem Pakar ........................................................... 57

    Gambar 4.3 Diagram Konteks...................................................................... 58

    Gambar 4.4 Entity Relationship Diagram .................................................... 59

    Gambar 4.5 Perancangan Menu Utama ....................................................... 60

    Gambar 4.6 Perancangan Menu Data Pasien ............................................... 61

    Gambar 4.7 Perancangan Menu Check Up .................................................. 62

    Gambar 4.8 Perancangan Hasil Diagnosa .................................................... 63

    Gambar 4.9 Perancangan Data Pakar ........................................................... 65

    Gambar 4.10 Perancangan Menu History ...................................................... 67

    Gambar 4.11 Perancangan Login Pakar ......................................................... 68

    Gambar 4.12 Menu Utama ............................................................................. 70

    Gambar 4.13 Menu Data Pasien..................................................................... 70

    Gambar 4.14 Menu Check Up ........................................................................ 71

    Gambar 4.15 Menu Check Up ........................................................................ 72

    Gambar 4.16 Menu Hasil Diagnosa ............................................................... 72

    Gambar 4.17 Menu Data Pakar ...................................................................... 73

    Gambar 4.18 Menu History............................................................................ 74

    Gambar 4.19 Menu Login .............................................................................. 74

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Masalah

    Munculnya suatu penyakit telah menjadi kecemasan yang menakutkan yang

    selalu menghantui manusia. Karena sampai saat ini resiko adanya suatu penyakit

    masih menjadi penyebab utama kematian seseorang. Meningkatnya

    perkembangan teknologi di berbagai bidang telah mendorong ditemukannya

    berbagai hal baru di bidang kedokteran, misalnya penyakit infeksi, ginjal, dan

    sebagainya. Untuk dapat mengetahui seseorang dalam keadaan sehat atau sakit,

    banyak hal yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan memeriksa diri

    secara berkala dan berkonsultasi ke dokter. Hal ini sangat bermanfaat bagi

    kesehatan, dikarenakan bila terdapat penyakit yang berbahaya dapat segera

    melakukan tindakan pencegahan dengan cepat.

    Penyakit demam berdarah merupakan masalah kesehatan di Indonesia.

    Seluruh wilayah di Indonesia mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit demam

    berdarah, penyebab virus maupun nyamuk penularnya sudah tersebar luas di

    perumahan penduduk maupun fasilitas umum diseluruh Indonesia. Tidaklah aneh

    apabila kita sering kali membaca di media cetak tentang adanya berita

    berjangkitnya penyakit demam berdarah di berbagai wilayah Indonesia hampir di

    sepanjang waktu dalam satu tahun.

    Penyakit demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh

    virus dengue dan ditularkan melalui gigitan Nyamuk Aedes aegepty dan Aedes

    albopictus. Penyakit ini merupakan salah satu jenis kesehatan yang mengganggu

  • 2

    produktivitas setiap orang dan merupakan salah satu penyakit menular yang sering

    menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian. Seorang yang menderita

    penyakit demam berdarah pada awalnya akan menderita demam tinggi. Dalam

    keadaan demam ini tubuh banyak kekurangan cairan karena terjadinya penguapan

    yang lebih banyak dari pada biasanya. Gejala penyakit demam berdarah selama

    ini hanya di diagnosa masyarakat awam berdasarkan ciri-ciri yang diketahui tanpa

    fakta dan tindakan medis lainnya. Sehingga masyarakat atau penderita sulit

    membedakan penyakit demam berdarah atau penyakit-penyakit demam biasa.

    Akibatnya penyakit tersebut di tangani dengan cara yang salah.

    Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan

    pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang

    biasanya hanya di pecahkan oleh seorang pakar didalam bidang tersebut. Dan

    pada dasarnya sistem pakar tersebut di terapkan untuk mendukung aktivitas

    pemecahan masalah. Sistem pakar biasanya digunakan untuk konsultasi, analisis,

    diagnosis dan membantu mengambil keputusan.

    Metode Certainty Factor merupakan salah satu teknik yang digunakan

    untuk mengatasi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Faktor kepastian

    atau Certainty Factor menyatakan kepercayaan dalam sebuah kejadian

    berdasarkan bukti atau penilaian pakar. Certainty Factor menggunakan suatu nilai

    untuk mengasumsi derajat keyakinan seorang pakar terhadap suatu data.

    Agar tidak terjadi kesalahan diagnosa dan untuk mempermudah masyarakat

    atau penderita mengetahui sejak dini penyakit yang diderita dan agar tidak

    terlambat mendapatkan pengobatan dikarenakan seorang dokter atau pakar

    memiliki keterbatasan waktu. Maka dibangun suatu sistem yang dapat membantu

  • 3

    menyelesaikan masalah tersebut berupa sistem pakar dengan metode Certainty

    Factor.

    Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti memilih judul penelitian

    yaitu “PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT DEMAM

    BERDARAH DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR DI RUMAH SAKIT

    BUDI KEMULIAAN BATAM BERBASIS WEB”.

    1.2 Rumusan Masalah

    Dengan adanya masalah yang telah dijelaskan pada latar belakang diatas

    maka diperlukan suatu jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut. Maka

    rumusan masalah yang akan dijadikan dasar pembahasan dalam tugas akhir ini

    adalah:

    1. Bagaimana proses diagnosa penyakit demam berdarah pada Rumah Sakit

    Budi Kemuliaan Batam?

    2. Bagaimana cara menerapkan metode Certainty Faktor dalam proses diagnosa

    penyakit demam berdarah pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam?

    3. Bagaimana implementasi sistem pakar diagnosa penyakit demam berdarah

    berdasarkan rancangan sesuai dengan metode Certainty Faktor?

    1.3 Batasan Masalah

    Agar batasan masalah terarah dan menghindari pembahasan menjadi terlalu

    luas, maka perlu membatasinya. Maka dapat diuraikan batasan masalahnya

    sebagai berikut:

  • 4

    1. Proses yang dibuat hanya meminta data gejala-gejala yang diderita pasien

    demam berdarah.

    2. Menerapkan sistem pakar dengan metode Certainty Faktor yang dapat

    memberikan hasil pengambilan keputusan dari gejala pasien.

    3. Hanya laporan gejala-gejala pasien dan nilai dari pakar sebagai pencatatan

    data.

    1.4 Tujuan Penelitian

    Tujuan dari penelitian, perancangan serta pengimplementasian Sistem Pakar

    Diagnosa Penyakit Demam Berdarah pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam

    yaitu:

    1. Untuk mengetahui proses diagnosa penyakit yang ada di Rumah Sakit Budi

    Kemuliaan Batam.

    2. Untuk menerapkan sistem yang dirancang sesuai kebutuhan Rumah Sakit

    Budi Kemuliaan Batam.

    3. Untuk mengimplementasikan sistem yang dirancang telah sesuai dengan

    metode Certainty Faktor.

    1.5 Manfaat Penelitian

    Manfaat yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui

    apakah sistem yang sudah di rancang dapat memberikan kontribusi positif bagi

    Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, adapun manfaatnya sebagai berikut:

    1. Dapat mendiagnosa penyakit demam berdarah secara cepat dan tepat.

  • 5

    2. Dapat meningkatkan kinerja dalam menyediakan informasi tentang diagnosa

    penyakit demam berdarah.

    3. Mampu mengimplementasikan sistem secara optimal.

    4. Dapat meningkatkan kinerja pada proses diagnosa di Rumah Sakit Budi

    Kemuliaan Batam.

    5. Mengetahui sejak dini tentang penyakit yang dialami agar tidak semakin

    parah.

    6. Dapat membantu untuk mengetahui penyakit demam berdarah pada pasien

    dan penanganannya.

    1.6 Sistematika Penulisan

    Untuk mempermudah dalam memahami isi dari penelitian ini maka

    dikelompokkan menjadi beberapa bab yang secara ringkas dapat dijelaskan

    sebagai berikut:

    BAB I PENDAHULUAN

    Bab ini membahas mengenai masalah umum dari masalah yang

    ada, diantaranya adalah latar belakang, rumusan masalah, batasan

    masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika

    penulisan.

    BAB II LANDASAN TEORI

    Bab ini berisi beberapa teori–teori dasar yang mendukung pada

    proses permasalahan diatas yang di ambil dari berbagai sumber

    seperti buku, jurnal, atau artikel-artikel lain yang mendukung

    dalam proses penelitian serta pembahasan mengenai penelitian-

  • 6

    penelitian terdahulu. Uraian tersebut diantaranya berkaitan tentang

    sistem pakar diagnosa penyakit demam berdarah.

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN

    Bab ini menjelaskan kerangka kerja, visi dan misi, struktur

    organisasi, dan gambaran umum perusahaan.

    BAB IV ANALISIS DAN IMPLEMENTASI

    Bab ini berisi tentang analisis sistem pakar diagnosa penyakit

    demam berdarah dengan metode Certainty Factor yang sedang

    berjalan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, merancang sistem

    yang akan dibuat, serta mengimplementasikan sistem yang telah

    dirancang sesuai dengan kebutuhan.

    BAB V PENUTUP

    Bab ini berisi kesimpulan dari hasil pembahasan serta saran untuk

    pengembangan sistem selanjutnya.

  • 7

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1 Teori Pendukung

    Landasan teori adalah rujukan suatu masalah yang akan anda teliti, dengan

    kata lain yakni sebuah artikel atau paragraf yang berbentuk sebuah teks informasi

    (bisa berupa catatan) yang mendasari suatu eksperimen atau penelitian.

    Landasan teori bisa diartikan sebagai pemahaman para ahli akan sebuah teorinya

    yang terkait dengan penelitian yang sedang anda lakukan.

    Landasan adalah tempat atau wadahnya penelitian dan sedangkan arti teori

    adalah berupa pendapat dari para ahli mengenai apa yang sedang anda teliti.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa landasan teori bisa diartikan sebagai

    pemahaman para ahli akan sebuah teorinya yang terkait dengan penelitian yang

    sedang anda lakukan.

    Menurut pendapat Emory Cooper (dalam Umar, 2004:50) mengatakan teori

    adalah suatu kumpulan konsep, definisi, proposisi, dan variabel yang berkaitan

    satu sama lain secara sistematis dan telah digeneralisasi sehingga dapat

    menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena (fakta-fakta) tertentu. Menurut

    Siswoyo (dalam Mardalis, 2003:42) bahwa teori diartikan sebagai seperangkat

    konsep dan definisi yang saling berhubungan yang mencerminkan suatu

    pandangan sistematik mengenai fenomena dengan menerangkan hubungan antar

    variabel, dengan tujuan untuk menerangkan dan meramalkan fenomena. Menurut

    Hoy & Miskel (dalam Sugiyono, 2010:55) teori adalah seperangkat konsep,

  • 8

    asumsi, dan generalisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan

    menjelaskan perilaku dalam berbagai organisasi.

    2.1.1 Sistem

    Menurut Tata Sutabri (2012) sistem dapat diartikan sebagai kumpulan atau

    himpunan dari unsur, kompenen, atau variabel yang terorganisasi, saling

    berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Menurut Agus

    Mulyanto (2009) yang dimaksud dengan sistem adalah sebagai sekelompok

    komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan

    bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses

    transformasi yang teratur.

    Dari pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem

    adalah suatu kumpulan atau kelompok dari elemen atau komponen yang saling

    berhubungan atau saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain untuk

    mencapai tujuan tertentu.

    Menurut Mustakini (2009), suatu sistem mempunyai karakteristik.

    Karakteristik sistem adalah sebagai berikut:

    1. Suatu sistem mempunyai komponen-komponen sistem (components) atau

    subsitem-subsistem. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa

    suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang

    menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara

    keseluruhan.

    2. Suatu sistem mempunyai batas system (Boundary). Ruang lingkup sistem

    merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain

  • 9

    atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan

    suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    3. Suatu sistem mempunyai lingkungan luar (Environment). Bentuk apapun

    yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi

    operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar

    sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan

    sistem tersebut.

    4. Suatu sistem mempunyai penghubung (Interface). Media yang

    menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut penghubung

    sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya

    mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu

    subsistem akan menjadi masukan untuk subsitem lain melalui penghubung

    tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang

    membentuk satu kesatuan.

    5. Suatu sistem mempunyai tujuan (goal). Suatu sistem mempunyai tujuan dan

    sasaran yang pasti dan bersifat deterministik. Kalau suatu sistem tidak

    memiliki sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem

    dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

    2.1.2 Informasi

    Menurut Jogianto (2011), informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk

    yang berguna bagi pemakainya. dari definisi diatas maka penulis menyimpulkan

    bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi informasi yang akan berguna

    bagi para pemakainya untuk mengambil sebuah keputusan terhadap hal tertentu.

  • 10

    Menurut Jogiyanto (2005), informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk

    yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya.

    2.1.3 Sistem Informasi

    Menurut Robert A. Leitch (2008), sistem informasi adalah suatu sistem di

    dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi

    harian. Menurut Jogianto (2005), Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam

    suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan data transaksi

    harian, mendukung oprasi, bersifat majerial dari kegiatan strategi dari suatu

    organisasi yang menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang

    diperlukan.

    Sistem Informasi juga mempunyai komponen-komponen yang disebut

    dengan blok bangunan (building Block) yaitu:

    1. Blok Masukkan (Input Block)

    Blok masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi.

    2. Blok Model (Model Block)

    Kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi

    data input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara yang sudah

    ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

    3. Blok Keluaran (Output Block)

    Produk dari sistem informasi yang berupa informasi yang berkualitas dan

    dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta pemakai

    sistem.

    4. Blok Teknologi (Technology Block)

  • 11

    Teknologi merupakan kotak alat (tool box) dalam sistem informasi.

    Teknologi yang digunakan untuk menerima input, menjalankan model,

    menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran

    serta membantu pengendalian dari sistem secara menyeluruh. Teknologi

    terdiri dari tiga bagian utama, yaitu teknisi (humanware/brainware),

    perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

    5. Blok Basis data (Database Block)

    Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama lain,

    tersimpan di dalam perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak

    untuk memanipulasinnya. Basis data diakses dan dimanipulasi dengan

    menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database

    Management System).

    6. Blok Kendali (Control Block)

    Beberapa pengendali dirancang dan diterapkan secara khusus untuk

    menanggulangi gangguan-gangguan terhadap sistem.

    2.2 Analisa Sistem

    Menurut McLeod (2001) yang diterjemahkan oleh Teguh Analisis Sistem

    adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang

    sistem yang baru atau diperbarui. Menurut McLeod (2001) tahap-tahap analisis

    sistem adalah sebagai berikut:

    a. Mengumpulkan penelitian sistem.

    b. Mengorganisasikan tim proyek.

    c. Mendefinisikan kebutuhan sistem informasi.

  • 12

    d. Mendefinisikan kriteria kinerja sistem.

    e. Menyiapkan usul rancangan.

    f. Menyetujui atau menolak rancangan sistem.

    Menurut Jones dan Rama (2006) Systems analysis is the next phase of

    systems development. Yang diterjemahkan sebagai berikut Analisis sistem adalah

    tahap lanjutan dari pengembangan sistem. Berdasarkan pendapat-pendapat diatas,

    dapat disimpulkan bahwa analisis sistem adalah tahap lanjutan dari

    pengembangan sistem untuk merancang sistem yang baru atau yang diperbaharui.

    Menurut Bodnar dan Hopwood (2002) tujuan analisis sistem dapat diikhtisarkan

    sebagai berikut:

    a. Untuk memperbaiki kualitas informasi.

    b. Untuk memperbaiki pengendalian intern.

    c. Untuk meminimalkan biaya yang berkaitan.

    2.3 Perancangan Sistem

    Penentuan proses data yang diperlukan oleh sistem baru. Jika sistem itu

    berbasis komputer, rancangan dapat menyertakan spesifikasi jenis peralatan yang

    digunakan. Menurut Whitten, Bentley dkk (2004) System design is the

    specification or construction of a technical , computer based solution for the

    business requirements identified in a system analysis. Yang diterjemahkan sebagai

    berikut: Perancangan sistem adalah spesifikasi atau perwujudan dari solusi teknis

    berbasiskan komputer untuk kebutuhan bisnis yang diidentifikasikan di sistem

    analisis. Menurut Romney dan Steinbart (2006) System design is the process of

    preparing detail specifications for development of a new information system.

  • 13

    Yang diterjemahkan sebagai berikut: Perancangan sistem adalah suatu proses

    detail spesifikasi untuk mengembangkan sebuah sistem informasi yang baru.

    Berdasarkan pendapat-pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa

    perancangan sistem adalah proses mengimplementasikan hasil-hasil dari analisis

    sistem ke dalam suatu rancangan sistem yang baru. Menurut McLeod yang

    diterjemahkan oleh Teguh, (2001) tahap-tahap perancangan sistem informasi

    adalah sebagai berikut:

    a. Menyiapkan rancangan sistem yang terinci.

    b. Mengidentifikasi berbagai alternatif konfigurasi sistem.

    c. Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem.

    d. Memilih konfigurasi terbaik.

    e. Menyiapkan usulan penerapan.

    f. Menyetujui atau menolak penerapan sistem.

    2.4 Aliran Sistem Informasi

    Menurut Rety Handayani (2016) Aliran Sistem Informasi (ASI) merupakan

    bagan yang menunjukan arus pekerjaan serta keseluruhan dari sistem. Bagan ini

    menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada dalam sistem Adapun

    simbol-simbol yang dapat digunakan pada Aliran Sistem Informasi (ASI) ini

    adalah sebagai berikut:

    Tabel 2.1 Simbol-Simbol ASI

    No Gambar Nama Fungsi

    1. Proses

    (proces)

    Menunjukkan kegiatan proses dari

    operasi program komputer

  • 14

    2. Dokumen

    (Document)

    Menunjukkan dokumen input dan

    output untuk proses manual, mekanik

    atau computer

    3. Kegiatan

    manual

    Menunjukkan kegiatan manual

    4. Terminator Permulaan (start) atau akhir (stop)

    dari suatu kegiatan

    5. Garis alir Menunjukkan jalur dari proses

    6. Input/output Proses input dan output data,

    perameter, informasi

    7. Keputusan

    (decisiona)

    Menunjukkan penyeleksian data yang

    memberikan pilihan untuk langkah

    selanjutnya

    8. Drum

    magnetic

    Menunjukkan input/output yang

    menggunakan drum magnetic

    9. Pengarsipan Persiapan data non komputer yang

    diurutkan berdasarkan historical/

    penanggalan

    2.5 Flowchart

    Bagan alir sistem (flowchart system) merupakan bagan yang menunjukkan

    arus pekerjaan dari sistem secara keseluruhan, menjelaskan urutan dari prosedur-

    prosedur yang ada di dalam sistem serta menunjukkan apa yang dikerjakan di

  • 15

    dalam sistem. Menurut Anhar (2012), Flowchart adalah penyajian yang sistematis

    tentang proses dan logika dari kegiatan penanganan informasi atau penggambaran

    secara grafik langkah-langkah dan urutan-urutan prosedur dari suatu program.

    Menurut Community (2011), dalam jurnal Sistem Informasi Pengolahan

    Data Pembelian Dan Penjualan Pada Toko Koloncucu Ternate Flowchart adalah

    simbol-simbol pekerjaan yang menunjukkan bagan aliran proses yang saling

    terhubung. Jadi, setiap simbol flowchart melambangkan pekerjaan dan

    instruksinya. Simbol-simbol flowchart adalah standar yang ditentukan oleh

    Amerika National Standard Institute Inc. Adapun simbol-simbol flowchart adalah

    sebagai berikut:

    Tabel 2.2 Simbol-Simbol Flowchart

    No

    Simbol

    Nama

    Fungsi

    1.

    Terminator

    Pemula/akhir program.

    2.

    Garis Alir

    (Flow Line)

    Arah Aliran Program.

    4

    3.

    3

    Input/Output Data

    Proses Input/Output Data.

  • 16

    4.

    Process

    Proses Pengolahan Data

    6

    5.

    Decision

    Perbandinagn Pernyataan,

    Penyeleksian Data Yang

    Memberikanpilihan Untuk

    Langkah Selanjutnya.

    6.

    On Page Connector

    Penghubung Bagian-Bagian

    Flowchart Pada Halaman

    Yang Sama.

    7.

    Off Page Connector

    Penghubung Bagian-Bagian

    Flowchart Pada Halaman

    Yang Berbeda.

    9

    8.

    Document

    Merupakan Simbol Untuk

    Data Yang Berbentuk Kertas

    Maupun Informasi

    9.

    Magnetic disk

    Simbol Untuk Database

    Yang di gunakan Dalam

    Program.

  • 17

    2.6 Data Flow Diagram (DFD)

    Menurut Sutabri, 2012:116 Data Flow Diagram adalah suatu network yang

    menggambarkan suatu system automatic atau komputerisasi, manualisasi, atau

    gabungan dari keduanya, yang penggambaranya disusun dalam bentuk kumpulan

    komponen sitem yang saling berhubungan sesuai aturan mainnya.

    Salah satu keuntungan menggukan DFD adalah memudah kan pemakai

    yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang sedang

    dikerjakan, simbol- simbol dapat dilihat pada tabel dibawah:

    Table 2.3 Simbol-simbol DFD

    No Gambar Nama Fungsi

    1

    Kesatuan luar

    ( External Entity)

    Merupakan kesatuan diluar

    sistem yang memberikan input

    atau menerima output dari

    sistem

    2

    Proses (process)

    Menggambarkan bagian dari

    sistem yang mentransformasikan

    input dan output data

    3 Aliran data (data

    flow)

    Dipakai untuk menunjukkan

    arus data yang dapat berupa

    masukan atau hasil dari proses

    4

    Penyimpanan data

    (Data storage)

    Merupakan sarana yang

    digunakan untuk menyimpan

    data

  • 18

    2.7 Diagram Konteks

    Didalam penelitiannya, Putra, 2009 menuliskan bahwa diagram konteks

    merupakan diagram yang paling awal, yang digunakan untuk menggambarkan

    sistem dan lingkungan luar sistem yang saling berhubungan, yang digambarkan

    dengan lingkaran tunggal yang mewakili seluruh sistem. Diagram konteks

    merupakan alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan

    dikembangkan.

    Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan diagram konteks yaitu:

    1. Memberikan gambaran seluruh sistem.

    2. Terminal yang memberikan masukan kesistem disebut source.

    3. Terminal yang menerima keluaran disebut sink

    4. Hanya ada satu proses.

    5. Tidak boleh ada store.

    Table 2.4 Simbol-Simbol Diagram Konteks

  • 19

    2.8 ERD

    Menurut Putra,2009 dalam jurnal Sistem Informasi Penggajian Karyawan

    Pada Commenditaire Vennontschap (CV) RGLBordir Dan Konveksi Pacitan

    Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan suatu diagram yang digunakan

    untuk menghubungkan antar elemen (relational condition), dimana pada tahap

    selanjutnya dapat diimplementasikan ke dalam. ERD merupakan gambaran dua

    data yang dimodelkan dalam suatu diagram yang digunakan untuk

    mendokumentasikan data dengan cara menentukan apa saja yang tedapat pada

    entity dan bagaiman hubungan antara entity satu dengan yang lainnya. Simbol-

    simbol ERD dapat dilihat dari tabel dibawah :

    Table 2.5 Simbol-Simbol ERD

    NO Gambar Nama Fungsi

    1 Entitas (entity) Suatu objek yang dapat

    diidentifikasi dalam lingkungan

    pemaka

    2 Relasi

    (Relationship)

    Menunjukkan adanya hubungan

    diantara sejumlah entitas yang

    berbeda

    3 Atribut (Attribute)

    Mendeskripsikan karakter entitas

    4 Garis

    Penghubung antara relasi dengan

    entitas, relasi dan entitas dengan

    atribut

  • 20

    2.9 Sistem Pakar

    Menurut Sutojo dkk. (2011) dan Siswanto (2010), sistem pakar disusun oleh

    dua bagian utama, yaitu bagian lingkungan pengembangan (development

    environment) dan lingkungan konsultasi (consulation environment). Lingkungan

    pengembang digunakan oleh pembuat sistem pakar untuk membangun komponen-

    komponennya dan memperkenalkan pengetahuan ke dalam knowledge base (basis

    pengetahuan). Sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna untuk

    berkonsultasi sehingga pengguna mendapatkan pengetahuan dan nasihat dari

    sistem pakar layaknya berkonsultasi dengan seorang pakar.

    Menurut Jusak (2007) sistem pakar dapat didefinisikan sebagai sebuah

    program komputer yang mencoba meniru atau mensimulasikan pengetahuan

    (knowledge) dan ketrampilan (skill) dari seorang pakar pada area tertentu.

    Selanjutnya sistem ini akan mencoba memecahkan suatu permasalahan sesuai

    dengan kepakarannya. Sistem pakar dibuat dibuat pada wilayah pengetahuan

    tertentu untuk suatu kepakaran tertentu yang mendekati kemampuan manusia di

    satu bidang. Sistem pakar mencoba mencari solusi yang memuaskan sebagaimana

    yang dilakukan seorang pakar Kusrini (2006).

    1. Struktur Sistem Pakar

    Menurut Jusak (2007) secara umum struktur sebuah sistem pakar terdiri atas

    tiga komponen utama, yaitu: knowledge base, working memory dan inference

    engine.

    a. Knowledge base (basis pengetahuan) adalah bagian dari sebuah sistem

    pakar yang mengandung/menyimpan pengetahuan (domain knowledge).

    Knowledge base yang dikandung oleh sebuah sistem pakar berbeda

  • 21

    antara satu dengan yang lain tergantung pada bidang kepakaran dari

    sistem yang dibangun. Misalnya, medical expert sistem akan memiliki

    basis pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan medis.

    Knowledge base dipresentasikan dalam berbagai macam bentuk, salah

    satunya adalah dalam bentuk sistem berbasis aturan (ruled-based system).

    b. Working memory mengandung/menyimpan fakta-fakta yang ditemukan

    selama proses konsultasi dengan sistem pakar. Selama proses konsultasi,

    user memasukkan fakta-fakta yang dibutuhkan. Kemudian sistem akan

    mencari padanan tentang fakta tersebut dengan informasi yang ada dalam

    knowledge base untuk menghasilkan fakta baru. Sistem akan

    memasukkan fakta baru ini ke dalam working memory. Jadi working

    memory akan menyimpan informasi.

    c. Inference engine bertugas mencari padanan antara fakta yang ada di

    dalam working memory dengan fakta-fakta tentang domain knowledge

    tertentu yang ada di dalam knowledge base, selanjutnya inference engine

    akan menarik/mengambil kesimpulan dari masalah yang diajukan kepada

    sistem.

    2.10 Definisi Diagnosa

    Istilah diagnosa sering kita dengar dalam istilah medis. Menurut Thorndike

    dan Hagen dalam Suherman (2011), diagnosa dapat diartikan sebagai:

    1. Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (weakness, disease)

    apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang

    seksama mengenai gejala-gejalanya (symptons).

  • 22

    2. Studi yang seksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan

    karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial.

    3. Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang seksama atas

    gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal

    Dari ketiga pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa di dalam konsep

    diagnosa, telah tercakup pula konsep prognosanya. Dengan demikian dalam

    proses diagnosa bukan hanya sekadar mengidentifikasi jenis dan karakteristiknya,

    serta latar belakang dari suatu kelemahan atau penyakit tertentu, melainkan juga

    mengimplikasikan suatu upaya untuk meramalkan kemungkinan dan

    menyarankan tindakan pemecahannya. Diagnosis memiliki beberapa manfaat,

    antara lain:

    1. Untuk menemukan atau mengidentifikasi kelemahan atau penyakit

    (weakness, disease) apa yang dialami seseorang.

    2. Untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan atas gejala-gejala

    atau fakta tentang suatu hal.

    3. Sebagai pertimbangan dalam upaya pengendalian penyakit di lapangan.

    4. Salah satu upaya untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran suatu

    penyakit atau wabah.

    2.11 Certainty Factor

    Menurut Sutojo, dkk (2010) awal mula teori certainty factor (CF) diusulkan

    oleh Shortlife dan Buchanan pada 1975 untuk mengakomodasi ketidakpastian

    pemikiran seorang pakar. Seorang pakar/ahli dalam hal ini biasanya dokter sering

    kali menganalisis informasi yang ada dengan ungkapan seperti “mungkin”,

  • 23

    “kemungkinan besar”, “hampir pasti”. Untuk mengakomodasi hal ini kita

    menggunakan certainty factor guna menggambarkan tingkat keyakinan pakar

    terhadap masalah yang sedang dihadapi. Kelebihan metode certainty factor

    adalah:

    1. Metode ini cocok dipakai dalam sistem pakar yang mengandung

    ketidakpastian.

    2. Dalam sekali proses perhitungan hanya dapat mengolah data saja sehingga

    keakuratan data tetap terjaga.

    Sedangkan kekurangan metode certainty factor adalah:

    1. Permodelan ketidakpastian proses perhitungan yang menggunakan

    perhitungan metode certainty factor biasanya masih diperdebatkan.

    2. Untuk data lebih dari 2 buah, harus dilakukan beberapa kali pengolahan data.

    Certainty factor menggunakan suatu nilai untuk mengasumsikan derajat

    keyakinan seorang pakar terhadap suatu data.

    CF[H,E] = MB[H,E] – MD[H,E] [1]

    Keterangan:

    CF(H,E)= certainty factor hipotesa yang dipengaruhi oleh evidence e diketahui

    dengan pasti

    MB(H,E)= measure of belief terhadap hipotesa H, jika diberikan evidence E

    (antara 0 dan 1)

    MD(H,E)= measure of disbelief terhadap evidebce H, jika diberikan evidance E

    (antara 0 dan 1) Certainty factor untuk kaidah premis tunggal

  • 24

    CF[H,E]1= CF[H] * CF[E] [2]

    Certainty Factor untuk kaidah dengan kesimpulan yang serupa (similarly

    concluded rules):

    CFcombineCF[H,E]1,2= CF[H,E]1 + CF[H,E]2 * [1CF[H,E]1] [3]

    CFcombineCF[H,E]old,3=CF[H,E]old +CF[H,E] 3 * (1CF[H,E] old] [4]

    Adapun logika metode certainty factor pada pada sesi konsultasi sistem,

    pengguna konsultasi diberi pilihan jawaban yang masing-masing memiliki bobot

    sebagai berikut:

    Tabel 2.6 Tabel Nilai User

    No Keterangan Nilai

    1 Tidak 0

    2 Tidak Tahu 0.2

    3 Sedikit Yakin 0.4

    4 Cukup Yakin 0.6

    5 Yakin 0.8

    6 Sangat Yakin 1

    Nilai 0 menunjukkan bahwa pengguna konsultasi menginformasikan bahwa

    user tidak mengalami gejala seperti yang ditanyakan oleh sistem. Semakin

    pengguna konsultasi yakin bahwa gejala tersebut memang dialami manusia, maka

    semakin tinggi pula hasil persentase keyakinan yang diperoleh. Proses

    penghitungan prosentase keyakinan diawali dengan pemecahan sebuah kaidah

  • 25

    yang memiliki premis majemuk, menjadi kaidah-kaidah yang memiliki premis

    tunggal. Kemudian masing-masing aturan baru dihitung certainty factornya,

    sehingga diperoleh nilai certainty factor untuk masing-masing aturan, kemudian

    nilai certainty factor tersebut dikombinasikan. Sebagai contoh, proses pemberian

    bobot pada setiap gejala hingga perolehan persentase keyakinan untuk penyakit

    demam berdarah.

    Kaidah-kaidah produksi atau rule yang berkaitan dengan penyakit demam adalah

    sebagai berikut:

    Kaidah:

    IF nyeri seluruh tubuh

    AND demam

    AND sakit perut / mual

    AND muntah / muntah darah

    AND bintik-bintik merah pada kulit

    AND sakit kepala / pusing

    AND buang air besar warna hitam (konstipasi)

    AND nafsu makan berkurang

    AND tubuh terasa dingin

    AND lemas, mudah marah dan ngantuk

    AND pendarahan pada gusi atau hidung (epistaktis)

  • 26

    AND batuk dan pilek

    AND sakit tenggorokan

    AND kejang-kejang

    AND cairan bening di telapak kaki

    AND denyut nadi lemah

    THEN sulit bernafas

    Langkah pertama, pakar menentukan nilai CF untuk masing-masing gejala

    sebagai berikut:

    CFpakar (nyeri seluruh tubuh) = 1

    CFpakar (demam) = 1

    CFpakar (sakit perut / mual) = 1

    CFpakar (muntah / muntah darah) = 0.8

    CFpakar (bintik-bintik merah pada kulit) = 1

    CFpakar (sakit kepala / pusing) = 0.6

    CFpakar (buang air besar warna hitam (konstipasi)) = 0.4

    CFpakar (nafsu makan berkurang) = 0.8

    CFpakar (tubuh terasa dingin) = 0.6

    CFpakar (lemas, mudah marah dan ngantuk) = 0.8

  • 27

    CFpakar (pendarahan pada gusi atau hidung (epistaktis) = 1

    CFpakar (batuk dan pilek) = 0.6

    CFpakar (sakit tenggorokan) = 0.2

    CFpakar (kejang-kejang) = 0.4

    CFpakar (cairan bening di telapak kaki) = 0

    CFpakar (denyut nadi lemah) = 0.4

    CFpakar (sulit bernafas) = 0

    Kemudian dilanjutkan dengan penentuan nilai bobot user. Misalkan user memilih

    jawaban sebagai berikut:

    Nyeri seluruh tubuh = Sedikit yakin = 0.4

    Demam = Tidak tahu = 0.2

    Sakit perut / mual = Tidak = 0

    Muntah / muntah darah = Tidak tahu = 0.2

    Bintik-bintik merah pada kulit = Yakin = 0.8

    Sakit kepala / pusing = Tidak tahu = 0.2

    Buang air besar warna hitam (konstipasi) = Cukup yakin = 0.6

    Nafsu makan berkurang = Tidak tahu = 0.2

    Tubuh terasa dingin = Tidak = 0 Muntah = Tidak = 0

  • 28

    Lemas, mudah marah dan ngantuk = Tidak = 0

    Pendarahan pada gusi atau hidung (epistaktis) =Sedikit yakin = 0.4

    Batuk dan pilek = Sedikit yakin = 0.4

    Sakit tenggorokan = Tidak = 0

    Kejang-kejang = Sedikit yakin = 0.4

    Cairan bening di telapak kaki = Tidak Tahu = 0.2

    Denyut nadi lemah = Tidak = 0

    Sulit bernafas = Sedikit yakin = 0.4

    Langkah kedua, kaidah-kaidah tersebut kemudian dihitung nilai CFnya dengan

    mengalikan CFPakar dengan CFUser menjadi:

    CFPakar dengan CFUser menjadi:

    CF[H,E]1 = CF[H]1 * CF[E] = 1 * 0.4 = 0.4

    CF[H,E]2 = CF[H]2 * CF[E]2 = 1 * 0.2 = 0.2

    CF[H,E]3 = CF[H]3 * CF[E]3 = 1 * 0 = 0

    CF[H,E]4 = CF[H]4 * CF[E]4 = 0.8 * 0.2 = 0.16

    CF[H,E]5 = CF[H]5 * CF[E]5 = 1 * 0.8 = 0.8

    CF[H,E]6 = CF[H]6 * CF[E]6 = 0.6 * 0.2 = 0.12

    CF[H,E]7 = CF[H]7 * CF[E]7 = 0.4 * 0.6 = 0.24

  • 29

    CF[H,E]8 = CF[H]8 * CF[E]8 = 0.8 * 0.2 = 0.16

    CF[H,E]9 = CF[H]9 * CF[E]9 = 0.6 * 0 = 0

    CF[H,E]10 = CF[H]10 * CF[E]10 = 0.8 * 0 = 0

    CF[H,E]11 = CF[H]11 * CF[E]11= 1 * 0.4 = 0.4

    CF[H,E]12 = CF[H]12 * CF[E]12 = 0.6 * 0.4 = 0.24

    CF[H,E]13 = CF[H]13 * CF[E]13 = 0.2 * 0 = 0

    CF[H,E]14 = CF[H]14 * CF[E]14 = 0.4 * 0.4 = 0.16

    CF[H,E]15 = CF[H]15 * CF[E]15 = 0 * 0.2 = 0

    CF[H,E]16 = CF[H]16 * CF[E]16 = 0.4 * 0 = 0

    CF[H,E]17 = CF[H]17 * CF[E]17 = 0 * 0 .4 = 0

    Langkah yang terakhir adalah mengkombinasikan nilai CF dari masing-masing

    kaidah. Berikut adalah kombinasikan CF[H,E]1 dengan CF[H,E]2:

    CFcombine CF[H,E]1,2 = CF[H,E]1 + CF[H,E]2 * (1CF[H,E]1]

    = 0.4+ 0.2 * (1-0.4) = 0.4+ 0.12 = 0.52 old

    CFcombine CF[H,E]old,3 = CF[H,E]old + CF[H,E]3 * (1CF[H,E]old]

    = 0.52 + 0 * (1-0.52) = 0.52old2

    CFcombine CF[H,E]old2,4 = CF[H,E]old2 + CF[H,E]4 * (1-CF[H,E]old2]

    = 0.52 + 0.16 * (1-0.52) = 0.52 + 0.07 = 0.59 old3

  • 30

    CFcombine CF[H,E]old3,5 = CF[H,E]old3 + CF[H,E]5 * (1-CF[H,E]old3]

    = 0.59 + 0.8 * (1-0.59) = 0.59 + 0.32 = 0.91 old4

    CFcombine CF[H,E]old4,6 = CF[H,E]old4 + CF[H,E]6 * (1-CF[H,E]old4]

    = 0.91 + 0.12 * (1-0.91) = 0.91 + 0.01 = 0.92 old5

    CFcombine CF[H,E]old5,7 = CF[H,E]old5 + CF[H,E]7 * (1-CF[H,E]old5]

    = 0.92 + 0.24 * (1-0.92) = 0.92 + 0.19 = 1.11 old6

    CFcombine CF[H,E]old6,8 = CF[H,E]old6 + CF[H,E]8 * (1-CF[H,E]old6]

    = 1.11 + 0.16 * (1-1.11) = 1 + (-0.01) = 0.99 old7

    CFcombine CF[H,E]old7,9 = CF[H,E]old7 + CF[H,E]9 * (1-CF[H,E]old7]

    = 0.99 + 0 * (1-0.99) = 0.99 old8

    CFcombineCF[H,E]old8,10 = CF[H,E]old8+ CF[H,E]10 * (1-CF[H,E]old8]

    = 0.99 + 0 * (1-0.99) = 0.99 old9

    CFcombineCF[H,E]old9,11 = CF[H,E]old9+ CF[H,E]11 * (1-CF[H,E]old9]

    = 0.99 + 0.4 * (1-0.99) = 0.99 + 0.004 = 0.99 old10

    CFcombineCF[H,E]old10,12 = CF[H,E]old210+CF[H,E]12 * (1-CF[H,E]old10]

    = 0.99 + 0.24 * (1-0.99) = 0.99 + 0.0024 = 0.99 old11

    CFcombineCF[H,E]old11,13 =CF[H,E]old11 +CF[H,E]13 * (1-CF[H,E]old11]

    = 0.99 + 0* (1-0.99) = 0.99 old12

  • 31

    CFcombine CF[H,E]old12,14 = CF[H,E]old12 + CF[H,E]14 * (1-CF[H,E]old12]

    = 0.99 + 0.16 * (1-0.99) = 0.99 + 0.0016 = 0.99 old13

    CFcombine CF[H,E]old13,15 = CF[H,E]old13 + CF[H,E]15 * (1-CF[H,E]old13]

    = 0.99 + 0.2 * (1-0.99) = 0.99 + 0.002 = 0.99 old14

    CFcombine CF[H,E]old14,16 = CF[H,E]old14 + CF[H,E]16 * (1-CF[H,E]old14]

    = 0.99 + 0 * (1-0.99) = 0.99 old15

    CFcombine CF[H,E]old15,17 = CF[H,E]old15 + CF[H,E]17 * (1-CF[H,E]old15]

    = 0.99 + 0 * (1-0.99) = 0.99 old16

    CF[H,E] old16 * 100 %= 0.99 * 100 % = 0.99 %

    Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perhitungan certainty factor pada

    penyakit demam berdarah memiliki persentase tingkat keyakinan 99 %.

    2.12 WEB

    Menurut Asropudin (2013), Web adalah sebuah kumpulan halaman yang

    diawali dengan halaman muka yang berisikan informasi, iklan, serta program

    aplikasi. Menurut Ardhana (2012), Web adalah suatu layanan sajian informasi

    yang menggunakan konsep hyperlink, yang memudahkan surfer (sebutan para

    pemakai komputer yang melakukan browsing atau penelusuran informasi melalui

    internet). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan Web adalah suatu layanan

    atau kumpulan halaman yang berisi informasi, iklan, serta program aplikasi yang

    dapat digunakan oleh surfer.

  • 32

    2.13 Database

    Menurut Sutarman (2012), Database sekumpulan file yang saling

    berhubungan dan terorganisasi atau kumpulan record-record yang menyimpan

    data dan hubungan diantaranya. Menurut Ladjamudin (2013), Database adalah

    sekumpulan data store (bisa dalam jumlah yang sangat besar) yang tersimpan

    dalam magnetic disk, oftical disk, magnetic drum, atau media penyimpanan

    sekunder lainya.

    Menurut Kustiyaningsih (2011), “database adalah struktur penyimpanan

    data. Untuk menambah, mengakses dan memperoses data yang disimpan dalam

    sebuah database komputer, diperlukan sistem manajemen database seperti MySql

    server”.

    Menurut Anhar (2010), “database adalah sekumpulan tabel-tabel yang

    berisi data dan merupakan kumpulan dari field atau kolom. Struktur file yang

    menyusun sebuah database adalah Data Record dan Field”.

    Menurut Martono, (2009), “database adalah sebagai kumpulan data dari

    penempatan tenaga kerja yang saling terkait dan mempengaruhi sesuai dengan

    tingkat kepentingannya sehingga data tersebut terintegrasi”.

    Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang di kemukakan di atas dapat

    ditarik kesimpulan bahwa database adalah sekelompok data yang mempunyai

    ciri-ciri khusus dan dapat dikelola sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan

    sebuah format data yang baru.

  • 33

    2.14 Database MySql

    Menurut Raharjo (2012), “MySql merupakan RDBMS (atau server

    database) yang mengelola database dengan cepat menampung dalam jumlah

    sangat besar dan dapat diakses oleh banyak user”. Menurut Kadir (2008), “MySql

    adalah sebuah software open source yang digunakan untuk membuat sebuah

    database.

    Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan

    bahwa MySql adalah suatu software atau program yang digunakan untuk

    membuat sebuah database yang bersifat open source. Adapun logo dari Mysql

    dapat dilihat pada gambar 2.1

    Gambar 2.1 Simbol MySql

    Sumber: Mysql verabschiedet sich von Query Cache, yang diteliti oleh Martin Schindler (2017)

    2.15 Personal Home Page (PHP)

    Menurut Bambang Sugiantoro (2008:12) [2], “PHP (Hypertext

    Prepocessor) adalah bahasa pemrograman yang digunakan secara luas untuk

    penanganan pembuatan dan pengembangan sebuah situs web dan bisa digunakan

    bersamaan dengan HTML. PHP diciptakan oleh Rasmus Lerdorf pertama kali

    tahun 1994. Pada awalnya PHP adalah singkatan dari "Personal Home Page

    Tools". Selanjutnya diganti menjadi FI ("Forms Interpreter"). Sejak versi 3.0,

  • 34

    nama bahasa ini diubah menjadi "PHP: Hypertext Prepocessor" dengan

    singkatannya "PHP".

    2.16 HyperText Markup Language (html)

    Menurut Diana Laily (2013:23) [4], “HTML adalah sebuah bahasa markup

    yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai

    informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet dan formating hypertext

    sederhana yang ditulis kedalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan

    tampilan wujud yang terintegerasi.

    2.17 Xampp

    Menurut Nugroho, 2013:1 XAMPP adalah paket program web lengkap yang

    dapat anda pakai untuk belajar pemrograman web, khususnya PHP dan MySQL.

    Menurut Wahana, 2009:30 Xampp adalah salah satu paket instalasi apache, PHP,

    dan MySQL secara instant yang dapat digunakan untuk membantu proses instalasi

    ketiga produk tersebut. Adapun logo dari xampp dapat dilihat pada gambar 2.2

    Gambar 2.2 Simbol Xampp

    Sumber: http://www.artiini.com/2016/02/pengertian-xampp-menurut-para-ahli.html

    http://widuri.raharja.info/index.php?title=SI1012464262#cite_note-Mustakini.2C_Jogiyanto_Hartono._Sistem_Informasi_Teknologi.2C_Yogyakarta:Andi_Offset.2009-2

  • 35

    2.18 Java Script

    Menurut Deitel (2012) Javascript adalah bahasa naskah yang sering

    digunakan terutama untuk menambah program pada halaman web sebagai contoh

    animasi dan interaksi dengan pengguna serta didukung oleh hampir seluruh web

    browser. Menurut William & Sawyer (2011) Javascript adalah bahasa naskah

    berorientasi objek yang digunakan pada web browser dengan menambahkan

    fungsi interaktif pada halaman web. Berdasarkan definisi-definisi dari para pakar

    dapat disimpulkan bahwa Javascript adalah bahasa naskah berorientasi objek pada

    web browser untuk menambahkan fungsi interaktif yang membuat aplikasi web

    bersifat dinamis.

    2.19 Penelitian Terdahulu

    Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian terdahulu sebagai

    tolak ukur dan acuan untuk menyelesaikannya, penelitian terdahulu memudahkan

    peneliti dalam menentukan langkah-langkah yang sistematis untuk penyusunan

    penelitian dari segi teori maupun konsep. Berikut merupakan penelitian terdahulu

    berupa beberapa jurnal terkait dengan penelitian yang dilakukan peneliti:

    1. Nur Anjas Sari (2013)

    Penelitian Nur Anjas Sari (2013) berjudul “SISTEM PAKAR

    MENDIAGNOSA PENYAKIT DEMAM BERDARAH MENGGUNAKAN

    METODE CERTAINTY FACTOR”. Penyakit demam berdarah merupakan

    penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui

    gigitan Nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopictus. Demam berdarah

    dangue merupakan salah satu penyakit menular yang sering menimbulkan

  • 36

    wabah dan menyebabkan kematian. Seringkali penyakit demam berdarah

    terlambat didiagnosa.

    Pada penelitian ini peneliti membuat suatu penerapan metode certainty

    factor agar masyarakat dapat mengenali dan menanggulangi penyakit yang

    dideritanya. Sistem pakar untuk diagnosa penyakit demam berdarah ini

    merupakan suatu sistem pakar yang dirancang sebagai alat bantu untuk

    mendiagnosa penyakit demam berdarah dengan basis pengetahuan yang

    dinamis. Dimana sistem pakar merupakan sistem komputer yang dapat

    melakukan penalaran seorang pakar dengan keahlian pada suatu keahlian

    tertentu. Sistem pakar dapat menggantikan peran seorang pakar yang prinsip

    kerjanya dapat memberikan hasil yang pasti, seperti yang dilakukan oleh

    seorang pakar. Metode sistem pakar yang dipakai adalah certainty factor.

    Sistem pakar ini akan menampilkan pilihan gejala yang dapat dipilih oleh user,

    dimana setiap pilihan gejala akan membawa user kepada pilihan gejala

    selanjutnya sampai mendapatkan hasil akhir. Pada hasil akhir, sistem akan

    menampilkan pilihan gejala user, dan penyakit yang diderita. Sistem tersebut

    memberikan hasil berupa kemungkinan penyakit yang dialami, persentase

    keyakinan, serta nilai keyakinan yang diberikan oleh pengguna dalam

    menjawab pertanyaan selama sesi konsultasi ketika menggunakan sistem ini.

    2. Ahmad Lubis Ghozali, Muhammad Irfan Prakoso, Asrul Azhari Muin (2018)

    Penelitian Ahmad Lubis Ghozali, Muhammad Irfan Prakoso, Asrul

    Azhari Muin (2018) berjudul “PENERAPAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA

    DEMAM BERDARAH DENGUE MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR

    METHODS”. Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang disebabkan

  • 37

    oleh virus dengue. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes

    aegepty dan Aedes albopictus. Demam berdarah dengue merupakan salah satu

    penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan menyebabkan

    kematian. Biasaanya penyakit demam berdarah dengue terlambat didiagnosa.

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat sistem

    pakar yang mampu mendiagnosa secara klinis serta memberikan solusi untuk

    penyakit demam berdarah dengue sesuai dengan pengetahuan dari seorang

    pakar. Sistem pakar ini berbasis web menggunakan bahasa pemograman PHP

    dan MySQL sebagai basis data. Metode yang digunakan adalah certainty factor

    yaitu dengan memberikan nilai kepastian dari setiap gejala-gejala demam

    berdarah dengue. Hasil pengujian berdasarkan perhitungan manual dan

    perhitungan sistem memperoleh hasil yang sesuai sehingga sistem mampu

    mendiagnosa secara klinis dan sistem mampu memberikan informasi dan solusi

    tentang penyakit demam berdarah dengue berdasarkan pengetahuan dan

    kemampuan dari dokter.

    3. Yulianti Paula Bria, Engelbertus Agung S. Takung (2015)

    Penelitian Yulianti Paula Bria, Engelbertus Agung S. Takung (2015)

    berjudul “PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT

    TUBERCULOSIS DAN DEMAM BERDARAH BERBASIS WEB

    MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR”. Penyakit Tubercullosis

    (TBC/TB) dan Demam Berdarah (DBD) merupakan bagian dari 9 penyakit

    mematikan di dunia. Kurangnya pengetahuan terkait gejala penyakit

    merupakan faktor utama penyebab tingginya angka penderita. Oleh karena itu

    perlu adanya sebuah sistem pakar yang dapat membantu mendiagnosis

  • 38

    penyakit TBC dan DBD yang dapat membantu melakukan dignosis awal

    terhadap gejala-gejala yang timbul untuk mendapatkan penanganan lebih dini.

    Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Expert System

    Life Cycle (ESLC). Tahapan-tahapan dari metode ESLC adalah menganalisis

    kebutuhan sistem, mengumpulkan pengetahuan yang akan dijadikan

    knowledge based, membuat rancangan alur sistem, melakukan testing sistem,

    mengevaluasi sistem, dan melakukan pemeliharaan terhadap sistem. Dalam

    perancangan sistem ini digunakan bahasa pemrograman PHP dengan database

    MySQL dan metode Certainty Factor (CF). Hasil dari penelitian ini adalah

    sebuah sistem pakar diagnosis penyakit TBC dan DBD berbasis web dengan

    nilai certainty factor yang akurat yang dapat membantu masyarakat dan dokter

    dalam mendiagnosis pentakit TBC dan DBD

  • 39

    MENGIDENTIFIKASI MASALAH

    MERUMUSKAN MASALAH

    MENGUMPULKAN DATA

    MENGANALISA DATA

    MERANCANGAN SISTEM

    IMPLEMENTASI SISTEM

    MENGUJI SISTEM

    BAB III

    METODOLOGI PENELITIAN

    3.1 Kerangka Kerja

    Untuk membantu dalam penyusunan penelitian ini, maka perlu adanya

    susunan kerangka kerja (frame work) yang jelas tahapan-tahapannya. Kerangka

    kerja ini merupakan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penyelesaian

    masalah yang akan dibahas. Adapun kerangka kerja penelitian yang digunakan

    sebagai berikut:

    Gambar 3.1 Kerangka Kerja Sistem Diagnosa Penyakit Demam Berdarah

  • 40

    Berdasarkan gambar kerangka kerja penelitian diatas, berikut penjelasan

    dari masing-masing kerangka kerja tersebut adalah:

    1. Mengidentifikasi Masalah

    Dari data yang diberikan seorang pakar demam berdarah dan sudah

    dianalisa, peniliti dapat mendefenisikan masalah yang terdapat pada rumah

    sakit yaitu kebutuhan akan sistem pendukung yang dapat membantu

    memudahkan proses diagnosa penyakit demam berdarah

    2. Merumuskan Masalah

    Pada tahapan ini peneliti akan merumuskan masalah yang terjadi pada

    rumah sakit yaitu bagaimana membangun sebuah sistem pakar diagnosa

    penyakit demam berdarah dengan menggunakan metode certainty faktor

    berbasis web.

    3. Melakukan Pengumpulan Data

    Langkah awal peneliti akan menjumpai seorang pakar demam berdarah di

    Rumah Sakit guna mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam

    pengembangan sistem yang akan dibuat. Data-data tersebut seperti data alur

    sistem yang sedang berjalan, data kelemahan-kelemahan sistem yang sedang

    berjalan serta data kebutuhan akan sistem yang diinginkan oleh pakar

    demam berdarah ataupun pihak Rumah Sakit. Disini pakar demam berdarah

    memberikan informasi bahwa membutuhkan sebuah sistem pendukung yang

    dapat membantu dalam proses diagnosa penyakit demam berdarah.

  • 41

    4. Menganalisa Data

    Berdasarkan dari data yang diperoleh pada tahapan sebelumnya, disini

    peneliti akan menganalisa data-data tersebut agar dapat mengidentifikasikan

    masalah yang sedang terjadi, menganalisa alur sistem yang sedang berjalan.

    5. Perancangan Sistem

    Pada tahapan ini, sistem akan dibuat sebagaimana mestinya seperti tujuan

    awal dari pembuatan sistem ini. Perancangan sistem ini mencakup, siklus

    pengembangan sistem, defenisi-defenisi kebutuhan fungsional, serta

    penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa dan pengaturan dari

    beberapa elemen dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi dan

    konfigurasi komponen-komponen perangkat lunak maupun perangkat keras

    dari suatu sistem. Dalam perancangan sistem, peneliti menggunakan

    kebutuhan software dan hardware yang digunakan dalam sistem. Adapun

    kebutuhan software yaitu xampp, browser, yii2, notepad++ dan kebutuhan

    hardware yaitu CPU dual core, RAM 2GB

    6. Implementasi Sistem

    Pada tahapan ini peneliti akan melakukan testing, baik dari test sistem pakar

    diagnosa penyakit demam berdarah. Pengujian dilakukan dengan memilih

    gejala yang ditampilkan oleh sistem kemudian membandingan hasil

    perhitungan nilai CF yang diberikan oleh sistem dengan perhitungan manual

    berdasarkan basis pengetahuan yang sudah ditetapkan. Pengujian dilakukan

    terhadap penyakit demam berdarah dengan masing-masing gejala yang

    diberikan.

  • 42

    7. Pengujian Hasil

    Tahap pengujian dilakukan untuk menjamin kualitas dan juga mengetahui

    kelemahan dari perangkat lunak yang ditimbulkan karena kesalahan

    pembuatan. Tujuannya untuk menjamin bahwa perangkat lunak yang

    memiliki kualitas yang baik yaitu mampu mempersentasikan kajian pokok

    spesifikasi, analisis, perancangan dari perangkat lunak tersebut serta sesuai

    dengan kebutuhan Rumah Sakit.

    3.2 Gambaran Umum Perusahaan

    Bermula dari keperduliaan Ibu Sri Soedarsono yang sangat tinggi sehingga

    beliau telah lama aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan dan kesehatan, maka

    berawal dari 29 tahun lalu ketika ibu Sri Soedarsono mempunyai niat dan

    keinginan untuk membuka Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) di Batam yang

    mendapat tanggapan positif dari (alm) Dr. Soemarno Sosroatmodjo (saat itu

    menjabat sebagai Ketua Dewan Perkumpulan Budi Kemuliaan Jakarta waktu itu)

    dengan kunjungan beliau ke Batam pada tahun 1983. Setahun kemudian , tepatnya

    8 Oktober 1984 berdirilah Rumah Bersalin Budi Kemuliaan Batam yang

    beroperasi di ruko Kampung Pelita-Seraya.

    Pada tahun 2004 RSBK mendapat kepercayaan dari pemerintah menjadi 25

    rumah sakit pertama di Indonesia yang menjadi pusat pelayanan pasien ODHA

    dan kemudian diberi hibah berupa gedung 2 lantai (paviliun anyelir) khusus untuk

    pelayanan pasien HIV/AIDS pada tahun 2006 oleh beberapa yayasan di negeri

    Belanda. Bangunan tersebut saat ini digunakan untuk pelayanan rawat inap pasien

    penyakit menular dan HIV/AIDS dan pusat konsultasi masalah HIV/AIDS

  • 43

    (Kasper). Pada tahun 2011 RS Budi Kemuliaan Batam telah mendapat Sertifikat

    Akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit dan pengakuan Pemerintah

    melalui Kementerian Kesehatan sebagai Rumah Sakit Umum Kelas B.

    Dengan berkembangnya Pulau Batam dan semakin banyaknya rumah sakit

    yang berdiri di Batam maka sejak 5 tahun terakhir, Badan Pengurus Perkumpulan

    Budi Kemuliaan Batam telah memutuskan bahwa RS Budi Kemuliaan Batam

    memfokuskan menjadi rumah sakit umum dengan unggulan di bidang pelayanan

    ibu dan anak, pelayanan penderita HIV/AIDS dan pelayanan Hemodialisis.

    Gambar 3.2 Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam

    Sumber: https://www.facebook.com/rsbkbatam01/

    https://www.facebook.com/rsbkbatam01/

  • 44

    3.3 Visi dan Misi Perusahaan

    Visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian

    sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Menurut

    Wibisono (2006). Misi merupakan langkah/kegiatan yang harus dilaksanakan

    guna merealisasikan tercapainya visi. (DR. Sapta Nirwandar, Makalah Seminar).

    Dengan adanya visi dan misi, perusahaan akan lebih mudah untuk

    mengkomunikasikan alasan keberadaannya, mampu menunjukkan framework

    hubungan antara organisasi dengan stakeholders, dapat menyatakan secara lebih

    jelas sasaran utama kinerja organisasi, dan dapat dijadikan acuan bagi semua

    pihak dalam sebuah organisasi perusahaan. Berikut visi dan misi dalam Rumah

    Sakit Budi Kemuliaan Batam:

    1. Visi Perusahaan

    Visi Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam yaitu “Rumah Sakit Umum dengan

    layanan prima, pilihan masyarakat dan Pusat Rujukan Kesehatan Ibu dan

    Anak di Kepulauan Riau dan sekitarnya”

    2. Misi Perusahaan

    Untuk menunjang visi tersebut Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam

    memiliki misi sebagai berikut:

    a. Memberikan Pelayanan Kesehatan Menyeluruh (paripurna) yang

    bermutu dengan unggulan di bidang pelayanan kesehatan Ibu dan Anak.

    b. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang terus menerus,

    berjenjang dan berkelanjutan dengan penekanan dibidang kesehatan Ibu

    dan Anak sehingga dapat terjaminnya sumber daya manusia yang

    profesional.

  • 45

    c. Mengupayakan terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu,

    dapat dipertanggung jawabkan dan ditanggung gugatkan dengan

    disokong serta memanfaatkan teknologi kesehatan yang tepat guna, demi

    memenuhi kepuasan pasien namun tetap terjangkau khususnya oleh

    lapisan masyarakat menengah ke bawah.

    3.4 Logo Perusahaan

    Logo merupakan sebuah tanda yang secara langsung tidak menjual, tetapi

    memberi suatu identitas yang pada akhirnya sebagai alat pemasaran yang

    signifikan, bahwa logo mampu membantu membedakan suatu produk atau jasa

    dari kompetitornya. Adapun logo Rumah Sakit Budi kemuliaan Batam dapat

    dilihat pada gambar 3.3

    Gambar 3.3 Logo RS Budi Kemuliaan Batam Sumber: https://www.facebook.com/rsbkbatam01/

    https://www.facebook.com/rsbkbatam01/

  • 46

    Arti dari Logo Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam yaitu “Kami Ada

    Untuk Anda”

    3.5 Denah Lokasi

    Rumah sakit Budi Kemuliaan (RSBK) adalah sebuah rumah sakit yang

    berada di Jl Budi Kemuliaan No.1 Kampung Seraya Batam Kepulauan Riau.

    Adapun denah lokasi Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam dapat dilihat pada

    gambar 3.4

    Gambar 3.4 Denah Lokasi RS Budi Kemuliaan Batam Sumber: https://maps.google.com/

    https://id.wikipedia.org/wiki/Batamhttps://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Riauhttps://maps.google.com/

  • 47

    3.6 Stuktur Organisasi Perusahaan

    Struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi

    yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi,

    dikelompokkan, dan dikoordinasikan (Robbins dan Coulter, 2007:284). Struktur

    organisasi yaitu menggambarkan tipe organisasi, pendepartemenan organisasi,

    kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan Universitas

    Sumatera Utara pekerjaan, garis perintah dan tanggungjawab, rentang kendali dan

    sistem pimpinan organisasi (Hasibuan, 2004:128).

    Struktur organisasi perusahaan sangat penting menjadi dasar berdiri dan

    berkembangnya sebuah usaha. Ini akan membuat perusahaan berjalan dengan baik

    dan memiliki kinerja yang optimal. Dengan demikian perusahaan akan

    memberikan hasil keuntungan bagi pemilik dan karyawan yang bekerja. Adapun

    struktur organisasi dalam Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam pada gambar 3.5

    DIREKTUR

    KOMITE MUTU &

    KESELAMATAN

    PASIEN

    KOMITE

    KEPERAWATANKOMITE MEDIK

    SPI (SATUAN

    PENGAWASAN

    INTERN)

    DEWAN PENGURUS

    PERKUMPULAN BUDI

    KEMULIAAN BATAM

    Gambar 3.5 Struktur Organisasi RS Budi Kemuliaan Batam Sumber: Marketing dan Pelayanan Pelanggan Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

  • 48

    Berikut ini tugas dan wewenang masing-masing department dalam struktur

    organisasi adalah:

    1. Direktur

    Direktur Rumah Sakit mempunyai tugas pokok: membantu dalam

    pengelolaan Rumah Sakit dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada

    masyarakat. Dalam menyelenggarakan tugas, direktur RSBK mempunyai

    fungsi sebagai berikut:

    a. Perumusan kebijakan Rumah Sakit.

    b. Penyusunan rencana strategic Rumah Sakit.

    c. Penyelenggaraan pelayanan umum di bidang kesehatan.

    2. Komite Medik

    Tanggung jawab komite medik adalah terkait dengan mutu pelayanan medis,

    pembinaan etik kedokteran dan pengembangan profesi medis. Komite medik

    bertanggung jawab kepada direktur rumah sakit. Berikut ini tugas komite

    medik:

    a. Membantu direktur rumah sakit menyusun standar pelayanan medis dan

    memantau pelaksanaanya

    b. Mengatur kewenangan profesi antar kelompok staf medis

    c. Membantu direktur menyusun medical staff bylaws dan memantau

    pelaksanaanya

    d. Membantu direktur rumah sakit menyusun kebijakan dan prosedur yang

    terkait dengan medik-legal

  • 49

    e. Melakukan koordinasi dengan kepala bidang pelayanan medik dalam

    melaksanakan pemantauan dan pembinaan pelaksanaan tugas kelompok

    staf medis

    f. Meningkatkan program pelayanan, pendidikan dan pelatihan serta

    penelitian dan pengembangan dalam bidang medis

    g. Melakukan monitoring dan evaluasi mutu pelayanan medis antara lain

    melalui monitoring dan evaluasi kasus bedah, penggunaan obat, farmasi

    dan terapi, ketepatan, kelengkapan dan keakuratan rekam medis, tissue

    review, mortalitas dan motdibitas, medical care review/peer review/audit

    medis melalui pembentukan sub komite-sub komite.

    h. Memberikan laporan kegiatan kepada direktur rumah sakit

    3. Komite Keperawatan

    Kepala pelayanan keperawatan, mempunyai tugas pokok: menyiapkan

    perumusan dan fasilitasi pelayanan keperawatan di RS dalam

    menyelenggarakan tugas kepala seksi pelayanan keperawatan mempunyai

    tugas:

    a. Penyusunan program dan kegiatan seksi Pelayanan Keperawatan.

    b. Pelaksanaan program dan kegiatan seksi Pelayanan Keperawatan.

    c. Pembinaan, Pengkoordinasian, pengendaliaan, pengawasan program dan

    kegiatan seksi Pelayanan Keperawatan.

    4. Komite Mutu & Keselamatan Pasien

    Program Peningkatam Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) merupakan

    perumusan strategi komperhensif untuk pengembangan layanan kesehatan

    yang berkesinambungan sesuai standar, perlindungan, keamanan dan

  • 50

    pemenuhan keselamatan pasien Program PMKP ini harus ada di tingkat

    rumah sakit (RS) dan unit kerja. Berikut tugas komite mutu dan keselamatan

    pasien:

    a. Menyusun dan merencanakan pelaksanaan kegiatan program kerja

    PMKP.

    b. Memimpin, mengkoordinir, dan mengevaluasi pelaksanaan operasional

    PMKP secara efektif, efisien dan bermutu.

    c. Mengumpulkan data indikator baik dari koordinator peningkatan mutu

    maupun dari koordinator keselamatan pasien RS dan unit kerja terkait.

    d. Menganalisa data indikator mutu pelayanan baik indikator mutu klinis

    RS maupun indikator mutu manajerial RS serta indikator keselamatan

    pasien.

    Adapun wewenang komite mutu dan keselamatan pasien:

    a. Memerintahkan dan menugaskan staf dalam melaksanakan program

    peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

    b. Meminta laporan pelaksanaan program peningkatan mutu dan

    keselamatan pasien dari unit kerja terkait.

    Melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja di lingkungan RSBK terkait

    pelaksanaan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

    c. Memberikan pengarahan dalam hal penyusunan, pelaksanaan, evaluasi,

    dan tindak lanjut rekomendasi dari program peningkatan mutu dan

    keselamatan pasien.

    d. Meminta data dan informasi yang berhubungan dengan mutu dan

    keselamatan pasien dari unit-unit kerja di lingkungan RSBK.

  • 51

    5. SPI (Satuan Pengawas Intern)

    Satuan Pengawasan Intern (SPI) adalah penyelenggara salah satu unsur

    pengendalian intern yang penting, yaitu merupakan aparat

    pemeriksa/pengawas intern Rumah Sakit. Sebenarnya makna pengawasan ini

    meliputi semua kegiatan baik yang bersifat medis maupun non

    medis/administratif, namun karena untuk hal-hal yang bersifat medis tehnis

    sudah ditangani oleh komite medik, maka tugas atau ruang lingkup tugas SPI

    hanya pada masalah administratif manajerial. Adapun tugas pokok satuan

    pengawasan intern adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas

    semua satuan kerja, baik struktural, fungsional maupun yang non struktural

    seperti panitia, tim dan sebagainya, agar dapat berjalan sesuai dengan rencana

    dan peraturan perundangan yang berlaku.

  • 52

    BAB IV

    ANALISIS DAN IMPLEMENTASI

    4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan

    Salah satu cara untuk mengetahui langkah menentukan prosedur yang

    sedang dirancang yaitu dengan cara melakukan analisis sistem yang berjalan.

    Sistem yang berjalan pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam masih bersifat

    manual, sehingga dalam melakukan pemeriksaan pasien memakan waktu yang

    lama.

    Sistem yang berjalan pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam ialah

    sebagai berikut:

    1. Pasien datang dan melakukan pendaftaran dengan mengisi formulir

    pendaftaran.

    2. Pasien mendapatkan nomor urut pasien.

    3. Setelah nomor urut pasien tiba, dokter melakukan pengecekan gejala penyakit

    yang diderita pasien.

    4. Setelah melakukan pemeriksaan dokter mendiagnosa pasien.

    5. Dokter memberitahukan kepada pasien bahwasahnya pasien terjangkit

    penyakit demam berdarah.

    Agar lebih jelas sistem berjalan pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam

    dapat dipaparkan dalam gambar 4.1

  • 53

    PASIEN

    Formulir Pendaftaran

    Mengisi

    Data Diri

    Data Pasien Data PasienData Pasien

    Menyiapk

    an No

    Antrian

    No Antrian No Antrian

    Konsultasi

    Gejala Pasien

    & Mencatat

    Keluhan

    Data Gejala

    Pasien

    Diagnosa

    Penyakit

    Hasil Diagnosa Hasil Diagnosa

    A

    BAGIAN PENDAFTARAN DOKTER

    Gambar 4.1 Sistem Yang Sedang Berjalan Pada RS Budi Kemuliaan Batam

  • 54

    Beberapa permasalahan yang timbul pada Rumah Sakit Budi Kemuliaan

    Batam yaitu diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Dengan sistem yang masih manual sering menyebabkan keterlambatan dalam

    pengecekan penyakit.

    2. Dengan sistem yang masih manual pasien harus datang kerumah sakit dan

    menyampaikan keluhan-keluhan yang dideritanya.

    3. Dikarenakan dokter penyakit spesialis demam berdarah terbatas, penderita

    mengalami keterlambatan untuk mengetahui penyakit yang sedang diderita

    dan terlambat mendapat pengobatan.

    4.2 Analisis Sistem Yang Diusulkan

    Dari hasil penelitan dan analisa yang telah dilakukan pada tahap

    sebelumnya, usulan prosedur yang akan diterapkan pada Rumah Sakit Budi

    Kemuliaan Batam sebagai pemecahan masalah yaitu sebagai berikut:

    1. Merancang Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Demam Berdarah dengan

    metode Certainty Factor agar mempermudah dan melancarkan diagnosa

    penyakit yang diderita pasien secara cepat dan tidak terjadi keterlambatan

    dalam mengetahui penyakit.

    2. Merancang Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Demam Berdarah dengan

    metode Certainty Factor agar penderita bisa melakukan diagnosa lebih awal

    dengan sistem yang telah dirancang tanpa datang ke dokter spesialis demam

    berdarah.

    3. Dengan adanya Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Demam Berdarah dengan

    metode Certainty Factor penderita mendapat pengobatan lebih cepat dan

  • 55

    tidak terjadi keterlambatan dalam mencari dokter spesialis yang

    bersangkutan.

    Sistem pakar ini dibangun untuk untuk memberikan hasil diagnosa awal

    kepada pengguna/pasien tentang penyakit DBD juga sebagai alat bantu bagi

    seorang dokter untuk dapat mengambil keputusan atau diagnosa yang tepat

    terhadap suatu gejala yang timbul sehingga diperoleh pengobatan yang tepat.

    Perancangan sistem ini meliputi:

    1. Sistem mengadopsi pemikiran pakar/dokter dalam mendiagnosis penyakit

    DBD

    2. Sistem menganalisis masukan pengguna dengan aturan yang ditetapkan

    3. Sistem dapat mengambil keputusan berdasarkan masukan dari pengguna

    4. Sistem memberikan informasi berupa pengetahuan kepada pengguna

    mengenai angka kemungkinan penyakit DBD yang diderita berdasarkan

    keluaran Certainty Factor dari masukan gejala yang dialami.

    Alasan sistem ini dibuat menggunakan bahasa pemrogramman PHP dan

    databases MySQL adalah supaya lebih user friendly atau dalam hal ini mudah

    dalam penggunaannya dan pengembangan selanjutnya.

    4.2.1 Analisis Peran Pengguna

    Sistem ini memiliki tiga kategori pengguna, yaitu administrator, pakar dan

    user.

  • 56

    1. Administrator/admin

    Pada sistem ini admin memiliki fungsi untuk menjaga keamanan database

    dari sistem, memperbaharui database sistem, dan memberi batasan akses

    terhadap sistem.Pakar

    2. Pada sistem ini, pakar/dokter memiliki fungsi untuk menginput data gejala,

    data solusi, data penyebab dari penyakit dan memperbaharui knowledge base

    sistem.

    3. User (Pasien)

    Dalam sistem ini user (pasien) melakukan registrasi, memberikan usulan,

    serta melakukan dignosis.

    4.2.2 Perancangan Sistem

    Perancangan sistem merupakan pemasukan ide atau gagasan guna

    memenuhi tujuan pengembangan sistem informasi sebagai persiapan untuk

    merancang suatu implementasi. Perancangan sistem dibuat untuk menentukan dan

    menggambarkan bagaimana suatu sistem dapat menyelesaikan suatu

    permasalahan.

    1. Perancangan Diagram Alir Sistem (Flowchart)

    Dalam membangun suatu sistem, ada banyak tahapan yang harus Anda

    perhatikan. Salah satu dari tahapan itu adalah perancangan sistem. Flowchart

    atau sering disebut dengan diagram alir merupakan suatu jenis diagram yang

    merepresentasikan algoritma atau langkah-langkah instruksi yang berurutan

    dalam sistem. Perancangan flowchart dari sistem pakar yang dikembangkan

    dapat dilihat pada gambar 4.2

    https://www.nesabamedia.com/pengertian-sistem-komputer/

  • 57

    Start

    Check Up

    Login

    Filter

    Input

    Gejala

    Diagnosa dgn

    Metode CF

    Hasil

    Diagnosa

    input

    Username

    password

    Logout Pakar

    Data pakar

    history list

    List

    sesuai

    filter

    Input

    Nilai

    pakar

    simpan nilai

    keluar

    end

    Menu

    Utama

    y

    y

    Cek username

    password

    n

    y

    Menu

    Utama

    n

    n

    n

    y

    y

    y

    y

    n

    n

    n

    Gambar 4.2 Flowchart Sistem Pakar

    Untuk memulai proses diagnosa setiap user wajib mengisi nama, tanggal

    lahir dan jenis kelamin pada menu check up. Sistem akan menampilkan

  • 58

    form untuk melakukan proses diagnosis. Pada saat proses diagnosis sistem

    akan menampilkan beberapa gejala yang berhubungan dengan penyakit

    demam berdarah. Kemudian user akan diminta untuk mengisi nilai CF dari

    gejala yang dipilih berdasarkan tabel kepastian. Jika semua gejala yang

    dirasakan telah dipillih sistem akan menghitung seberapa besar nilai CF

    penyakit berdasarkan gejala yang dipilih.

    2. Diagram Konteks (Context Diagram)

    Diagram konteks mewakili kegiatan seluruh sistem yang menggambarkan

    hubungan input atau output penggambaran diagram konteks yang digunakan

    pada sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit DBD. Diagram konteks

    untuk sistem pakar dapat dilihat pada gambar 4.3

    CHECK UP

    SISTEM PAKARPAKAR HISTORY

    Informasi Data Pencarian Pasien

    Informasi Data User

    Informasi Hasil Diagnosa

    Informasi Waktu Check Up

    Informasi Nilai Pakar

    Informasi Gelaja Penyakit

    Input Nilai Pakar

    Input Data User

    Input Data Gejala Penyakit

    Input Data Diagnosa

    Input Data Pencarian Pasien

    Informasi Data User

    Informasi Gelaja Penyakit

    Informasi Data Diagnosa

    Gambar 4.3 Diagram Konteks (Context Diagram)