25
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Matahari merupakan salah satu dari sekitar 100.000.000 bintang dalam kelompok bintang kita, atau rasi bintang Bimasakti. Sebenarnya matahari adalah sebuah bintang yang biasa. Artinya ternyata banyak bintang yang jauh lebih besar, lebih berat, dan lebih panas dari pada matahari. Matahari tampak labih besar dan lebih panas dikarenakan kedudukannya sebagai bintang terdekat dengan bumi. Jarak bumi dengan matahari kira-kira 149.600.000 km (Darmodjo & Kaligis, 2004). Para Ahli memperkirakan umur bumi telah kira- kira 5 milyar tahun (Campbell, Reece-Mitchell, 2004). Pada mulanya dalam atmosfer bumi tidak terdapat oksigen (O2), sedangkan kadar karbondioksida (CO2) tinggi. Susunan kimia atmosfer dan kondisi lingkungan lainnya pada waktu itu menunjukkan belum adanya kehidupan di bumi, baru kira-kira 4,5 milyar tahun yang lalu mulai terdapat zat air cair di permukaan bumi dan terbentuk kehidupan yang sederhana dalam bentuk molekul organik, antara lain yang mengandung zat hijau 1

Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Matahari merupakan salah satu dari sekitar 100.000.000 bintang dalam

kelompok bintang kita, atau rasi bintang Bimasakti. Sebenarnya matahari

adalah sebuah bintang yang biasa. Artinya ternyata banyak bintang yang jauh

lebih besar, lebih berat, dan lebih panas dari pada matahari. Matahari tampak

labih besar dan lebih panas dikarenakan kedudukannya sebagai bintang

terdekat dengan bumi. Jarak bumi dengan matahari kira-kira 149.600.000

km (Darmodjo & Kaligis, 2004).

Para Ahli memperkirakan umur bumi telah kira-kira 5 milyar

tahun (Campbell, Reece-Mitchell, 2004). Pada mulanya dalam atmosfer bumi

tidak terdapat oksigen (O2), sedangkan kadar karbondioksida (CO2) tinggi.

Susunan kimia atmosfer dan kondisi lingkungan lainnya pada waktu itu

menunjukkan belum adanya kehidupan di bumi, baru kira-kira 4,5 milyar

tahun yang lalu mulai terdapat zat air cair di permukaan bumi dan terbentuk

kehidupan yang sederhana dalam bentuk molekul organik, antara lain yang

mengandung zat hijau daun (klorofil). Dengan adanya klorofil mulailah

berlangsung proses fotosintesis di bumi.

Dalam proses fotosintesis, mahluk hidup yang berklorofil menyerap

CO2, dan dengan menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi,

menghasilkan karbohidrat dan melepas O2, dengan makin berkembangnya

organisme yang berklorofil, proses fotosintesis pun makin banyak terjadi dan

seiring dengan itu kadar CO2 dalam atmosfer berkurang dan kadar

O2 bertambah.

Intensitas energi matahari yang mencapai bumi dan atmosfernya

bervariasi pada garis lintang. Daerah tropis menerima masukan yang paling

tinggi. Sebagian besar radiasi matahari diserap, terpencar, atau dipantulkan

1

Page 2: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

oleh atmosfer dalam suatu bola asimetris yang ditentukan oleh variasi dalam

tutupan awan dan jumlah debu di udara sepanjang wilayah yang berbeda-beda.

Jumlah radiasi matahari yang mencapai bumi akhirnya membatasi hasil

fotosintesis, meskipun produktivitas fotosintesis juga dibatasi oleh air, suhu,

dan ketersediaan nutrien.

Dalam tulisan ini, kami akan menyampaikan topik dengan judul

B. BATASAN PENGERTIAN

1. Matahari adalah salah satu Bintang pada Tata Surya galaksi Bima Sakti

yang pengaruhnya meliputi pada delapan planet yaitu : Merkurius, Venus,

Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.

2. Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan

kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk

keseimbangan, stabilitas dan produktivitas lingkungan hidup (UULH

nomor 23 tahun 1997).

3. Ekosistem merupakan aliran energi dapat terlihat pada struktur makanan,

keragaman biotik dan siklus bahan yakni pertukaran bahan-bahan antara

bagian yang hidup dan tidak hidup, (Prof. Dr. Zoer’aini Djamal Irwan,

M.Si)

4. Ekosistem merupakan tingkat organisme yang lebih tinggi dari

komunitas. (Prof. Dr. Zoer’aini Djamal Irwan, M.Si).

5. Produktivitas primer adalah Jumlah energi cahaya yang diubah menjadi

energi kimia(senyawa organik) oleh autotrof suatu ekosistem selama suatu

periode waktu tertentu.

6. Produktivitas sekunder adalah laju pertumbuhan energi kimia pada

makanan yang dimakan oleh konsumen ekosistem menjadi biomassa

barunya sendiri.

2

Page 3: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

BAB II

MATAHARI

A. DATA FISIK MATAHARI

Menurut Majalah Insani (edisi September,2005), matahari merupakan

bola gas yang menyala dengan diameter 1.400.000 km, lebih dari 100 kali

diameter bumi. Massa matahari diperkikrakan sekitar 333.420 kali massa

bumi. Karena jumlah gas yang sangat besar ini, maka tekanan pada pusat

matahari lebih besar dari satu juta metrik ton per cm². Kepadatan matahari

hanya 1,4 kali lebih besar daripada kepadatan bumi, lebih kecil daripada

kepadatan bumi yang 5,5 kali lebih padat dari pada air. Hal ini dapat

diterangkan karena di luar pusat matahari yang merupakan bagian terbesar

tersusun dari gas yang seringkali lebih tipis dari pada atmosfer bumi.

Walaupun tekanan di pusat matahari lebih dari 100 kali tekanan di pusat bumi,

tapi jika dihitung rata-ratanya, maka kerapatan matahai jauh lebih kecil dari

pada kerapatan bumi.

Suhu pada pusat matahari (pada inti)diperkirakan mencapai lebih dari

14.000.000 ºC, sedangkan suhu permukaannya relatif dingin, yaitu sekitar

5.000 - 6.000 ºC. Struktur matahari terdiri atas beberapa bagian, yaitu yang

ada di pusat disebut "inti matahari", kemudian bagian antara inti matahari

sampai dengan permukaan matahari disebut "photosphere". Pada permukaan

terdapat bagian yang disebut dengan "sunspots"yang tampak lebih gelap,

karena suhunya relatif lebih dingin yaitu sekitar 4000 ºC (Iwan Permana

Kusuma, 2000).

B. STRUKTUR MATAHARI

1.  Matahari tersusun atas lapisan-lapisan. Tiap lapisan terdiri atas gas pijar yang

mempunyai kecepatan yang berbeda. Lapisan matahari yang paling dalam

disebut inti matahari. Lapisan berikutnya adalah fotosfer dan atmosfer yang

terdiri atas dua lapisan, yaitu kromosfer dan korona, yang secara rinci

dijelaskan sebagai berikut (White, Oran. R. et.al. TT. 1995) :

3

Page 4: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

a. Inti matahari mempunyai suhu sekitar 15.000.000° Kelvin. Di dalam

inti inilah terjadi reaksi termonuklir, yaitu reaksi fusi (penggabungan)

dua inti hidrogen menjadi helium. Energi yang sangat besar yang

dihasilkan dari reaksi ini berpindah ke permukaan secara radiasi

melalui gas-gas yang sangat rapat di dalam matahari.. Permukaan

matahari meradiasikan energi ini ke dalam ruang angkasa.

b. Lapisan fotosfer dapat dilihat dengan menggunakan teleskop. Lapisan

ini selalau memancarkan cahaya, seperti gas-gas yang selalu bergerak.

Gerakan gas-gas ini disebabkan oleh dorongan energi yang datang dari

inti matahari.

c. Atmosfer matahari dari dua lapisan, yaitu (1) lapisan bawah, atau

sebelah dalam, terletek kromosfer, atau “bola warna”. Lapisan ini

menjulang sejauh 12.000 km diatas permukaan matahari, dan (2)

lapisan atas,atau sebelah luar, terdapat korona atau“mahkota’ yang

membentuk lingkaran cahaya putih yang mengelilingi keseluruhan

matahari, dan menyorotkan pita cahaya yang panjangnya berjuta-juta

kilometer ke arah luar angkasa.

2. Unsur kimia yang terdapat di matahari tersebut, sekitar 80% berupa gas

Hidrogen. Sedangkan unsur kedua yang banyak terdapat di matahari adalah

gas Helium, kurang lebih sebanyak 19 % dari seluruh massa matahari. Sisanya

yang 1 % terdiri atas unsur-unsur Oksigen, Magnesium, Nitrogen, Silikon,

Karbon, Belerang, Besi, Sodium, Kalsium dan Nikel.

3. Matahari memancarkan energi hampir pada seluruh panjang gelombang

dimana kita hanya melihat gelombang cahaya. Bentuk lain radiasi hanya dapat

kita deteksi dengan menggunakan instrumen khusus dan film. Radiasi

matahari yang kuat meng-ion kan banyak gas atmosfer bumi bagian atas, yang

menghasilkan lapisan-lapisan yang bermuatan listrik. Yang disebut

lapisan ionosfer.

4

Page 5: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

C. SIFAT-SIFAT ALAMI CAHAYA MATAHARI

Cahaya merupakan bentuk energi yang dikenal sebagai energi

elektromagnetik, yang juga disebut radiasi. Model cahaya sebagai gelombang

menerangkan banyak sifat-sifat cahaya, tetapi dalam hal tertentu cahaya itu

berperilaku seperti tersusun atas partikel-partikel diskret, yang disebut foton.

Foton bukanlah objek kasat mata, tetapi foton itu bertindak seperti objek yang

memiliki jumlah energi yang tetap. Dan foton cahaya ungu (violet) berisi

hampir dua kali energi foton cahaya merah.

D. HUBUNGAN MATAHARI DENGAN BUMI

Sinar Matahari yang mencapai atmosfer sebagian akan direfleksikan

dan diabsorbsi oleh atmosfer itu sendiri, oleh awan dan partikel padat yang

ada di atmosfer, vegetasi serta permukaan bumi. Sepertiga dari total radiasi

matahari yang diterima akan direfleksikan kembali ke angkasa. Pada saat

mendung, banyak dari radiasi ini yang ditahan oleh lapisan atmosfer sehingga

bumi tetap hangat. Suhu malam di permukaan bumi juga relatif sejuk karena

efek pemanasan radiasi di lapisan awan ini.

Total sinar matahari yang mencapai atmosfer adalah 1,95 g.cal per

cm2 per menit yang disebut solar constant. Panjang gelombang sinar matahari

yang mempengaruhi kehidupan di bumi terbagi menjadi 3 yaitu : ultra violet,

sinar tampak, dan infra merah. Sinar matahari dengan panjang gelombang

yang lebih pendek (ultra violet) akan diabsorbsi oleh atmosfer sedangkan sinar

matahari dengan panjang gelombang 0,4 – 0,7 µm disebut sebagai cahaya

tampak. Setengah dari total energi matahari yang mencapai permukaan bumi

merupakan sinar tampak.

Pancaran energi matahari yang keluar, akan mempengaruhi dinamika

atmosfer dan kehidupan di Bumi. Angin matahari yang berhembus dari

matahari dapat menyebabkan fluktuasi kelimpahan dan komposisi kimia

planet-planet dalam jangkauan matahari. Energi yang datang ke Bumi

sebagian besar merupakan pancaran radiasi matahari. Energi ini kemudian

5

Page 6: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

ditransformasikan menjadi bermacam-macam bentuk energi yang sangat

bermanfaat bagi bumi diantaranya :

1. Matahari mempunyai fungsi yang sangat penting bagi bumi. Energi

pancaran matahari telah membuat bumi tetap hangat bagi kehidupan,

membuat udara dan air di bumi bersirkulasi, tumbuhan bisa berfotosintesis

2. Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung

dalam batu bara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari

karena batu bara dan minyak bumi pada hakekatnya adalah fosil dari

tumbuhan yang telah tertimbun pada waktu yang sangat lama. Sebagai

tumbuhan, maka karbohidrat dan energi yang disimpan dalam batang

(yang kemudian menjadi fosil) tersebut adalah karena adanya sinar

matahari yang berperan dalam fotosintesis sehingga menghasilkan

karbohidrat tersebut.

3. Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol

terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet lainnya. Tanpa

matahari, sulit membayangkan kalau akan ada kehidupan di bumi.

6

Page 7: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

BAB III

EKOSISTEM

A. PENGERTIAN DAN FUNGSI

Suatu konsep sentral dalam ekologi ialah ekosistem, yaitu suatu sistem

ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahluk hidup

dengan lingkungannya (Dyah Aryulina dkk, 2006) . Menurut pengertian, suatu

sistem terdiri atas komponen-komponen yang bekerja secara teratur sebagai

suatu kesatuan. Ekosistem terbentuk oleh komponen hidup dan tak hidup di

suatu tempat yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur.

Keteraturan itu terjadi oleh adanya arus materi dan energi yang

terkendalikan oleh arus informasi antara komponen dalam ekosistem.Masing-

masing komponen itu mempunyai fungsi atau relung. Selama masing-masing

komponen itu melakukan fungsinya dan bekerja sama dengan baik,

keteraturan ekosistem itu pun terjaga.Keteraturan ekosistem menunjukkan,

ekosistem tersebut ada dalam suatu keseimbangan tertentu. Keseimbangan itu

tidaklah bersifat statis, melainkan dinamis.

Ekosistem memiliki fungsi secara ekologis bila dikaitkan dengan

kehidupan flora, fauna dan kehidupan manusia. Dari berbagai kepentingan

fungsi terhadap komponen ekologi tersebut maka ekosistem berperan penting

dalam mengatur keseimbangan hidup setiap ekosistem darat di hulu dan

sekitarnya serta setiap ekosistem kelautan di bagian hilirnya (Mursid Raharjo,

2006).

B. BATAS DAN UKURAN EKOSISTEM

Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar dalam ekologi, karena

ekosistem meliputi mahluk hidup dengan lingkungan organisme (komunitas

biotik) dan lingkungan abiotik, masing-masing mempengaruhi sifat-sifat

lainnya dan keduanya perlu untuk memelihara kehidupan sehingga terjadi

keseimbangan, keselarasan dan keserasian alam di bumi.

7

Page 8: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

Ekosistem dapat dipahami dan dipelajari dalam perbagai ukuran.

Apakah itu sebuah kolam, danau atau sebidang kebun, hutan dan bahkan

laboratorium pun merupakan satuan ekosistem yang dapat diamati, selama

komponen-komponen pokok ada dan berinteraksi membentuk kerja sama

untuk mencapai suatu kemantapan fungsional, walaupun hanya dalam waktu

singkat, kesatuan tersebut dapat dianggap suatu ekosistem.

Kita dapat membuat batas ekosistem yang kecil atau besar. Suatu

Akuarium, ekosistem itu terdiri atas ikan, tumbuhan air, dan plankton yang

terapung dan melayang dalam air sebagai komponen mahluk hidup, serta

pasir, air, mineral, dan oksigen yang terlarut dalam air sebagai komponen tak

hidup. Sebuah hutan yang luasnya beberapa puluh ribu hektar merupakan juga

suatu ekosistem. Demikian pula seluruh bumi ini dapat dianggap sebagai

ekosistem yang besar.

Perbedaan ekosistem dapat ditentukan oleh (Otto Soemarwoto, 1995) :

1. Jumlah jenis organisme produsen,

2. Jumlah jenis organisme konsumen,

3. Jumlah keanekaragaman mikroorganisme,

4. Jumlah dan macam komponen abiotik,

5. Kompleksitas interaksi antar komponen, dan

6. Berbagai proses yang berjalan dalam ekosistem.

Ekosistem bumi kita dapat dibagi dalam :

1. Sub ekosistem lautan,

2. Sub ekosistem daratan, yang dapat pula dibagi dalam bagian-bagian

yaitu : a). sub ekosistem hutan, b). sub ekosistem belukar, c). sub

ekosistem padang pasir

3. Sub ekosistem danau, dan

4.  Sub ekosistem sungai.

8

Page 9: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

Antara masing-masing sub ekosistem itu terdapat arus materi,

energi, dan informasi. Dengan adanya konsep ekosistem itu, kita

memandang unsur-unsur dalam lingkungan hidup kita tidak secara

tersendiri, melainkan secara terintegrasi sebagai komponen yang berkaitan

dalam suatu sistem. Pendekatan ini disebut pendekatan ekosistem, atau

pendekatan holistik (Prof. Dr. Ir. Karden Eddy Sontang Manik, M.S,

2007).

C. KOMPONEN/FAKTOR DAN TIPE-TIPE EKOSISTEM

1. Komponen atau faktor ekosistem dapat dibagi menurut :

a. Komponen ekosistem dari segi makanan(trophik) :

Komponen autotrophik (memberi makan sendiri), disinilah terjadi

proses pengikatan energi sinar matahari.

Komponen heterotrophik (memakan yang lainnya), disini terjadi

pemakaian, pengaturan kembali dan perombakan bahan-bahan yang

kompleks.

b. Komponen ekosistem dari segi keperluan deskriptif :

Komponen abiotik terdiri dari senyawa organik, anorganik, Iklim,dan

Air.

Komponen biomas terdiri dari Produsen dan Konsumen.

2. Tipe-tipe ekosistem

a. Ekosistem air (Akuatik) :

Ekosistem air tawar antara lain terdiri dari : Sungai, kolam, danau,

rawa air tawar, dan rawa gambut.

Ekosistem laut antara lain terdiri dari : Hutan bakau, rawa payau,

Estuari, pantai berpasir, pantai berbatu, laut dangkal, dan laut dalam.

b. Ekosistem darat (terestrial)

Ekosistem darat terdiri dari : Hutan hujan tropis, savana, padang

rumput, gurun, hutan gugur, taiga, dan tundra.

9

Page 10: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

c. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk

memenuhi kebutuhannya, yaitu bendungan, hutan tanaman, sawah

tadah hujan, pemukiman.

10

Page 11: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

BAB IV

PERANAN MATAHARI TERHADAP KEBERLANGSUNGAN SUATU

EKOSISTEM

A. PERANAN MATAHARI TERHADAP TUMBUHAN DAN ORGANISME

BERKLOROFIL

Tidak diragukan bahwa tumbuhan dan organisme berklorofil

memegang peran utama dalam menjadikan bumi sebagai tempat yang dapat

dihuni. Tumbuhan membersihkan udara untuk kita, menjaga suhu bumi tetap

konstan, dan menjaga keseimbangan proporsi gas-gas di atmosfer. Oksigen

yang kita hirup di udara dihasilkan oleh tumbuhan. Bagian penting dari

makanan kita juga disediakan oleh tumbuhan. Setiap tahun, seluruh tumbuhan

di muka bumi dapat menghasilkan zat-zat atau bahan-bahan sebanyak 200

miliar ton.

Berbeda dari sel manusia dan hewan, sel tumbuhan dan organisme

berklorofil dapat memanfaatkan langsung energi matahari. Tumbuhan dan

organisme berklorofil mengubah energi matahari menjadi energi kimia dan

menyimpannya sebagai nutrisi dengan cara yang sangat khusus. Proses ini

disebut "fotosintesis".

Fotosintesis merupakan proses biologi yang dilakukan tanaman dan

organisme berklorofil untuk menunjang proses hidupnya yakni dengan

memproduksi gula (karbohidrat)pada tumbuhan hijau dengan bantuan energi

sinar matahari, yang melalui sel-sel yang ber-respirasi, energi tersebut akan

dikonversi menjadi energi ATP sehingga dapat digunakan bagi

pertumbuhannya. Reaksi umum dari proses fotosintesis adalah :

6 H2O + 6 CO2 C6H12O6 + 6 O2

cahaya

11

Page 12: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

Proses fotosintesis adalah reaksi yang hanya akan terjadi dengan

keberadaan sinar matahari, baik kualitas maupun kuantitasnya. Hasil

dari fotosintesis seperti yang sudah tersebut di atas adalah C6H12O6 atau

dengan sebutan umum yaitu gula (karbohidrat).

B. PERANAN MATAHARI TERHADAP KEBERLANGSUNGAN

EKOSISTEM

Karbohidrat merupakan jenis molekul yang paling banyak ditemukan

di alam. Karbohidrat terbentuk pada proses fotosintesis sehingga merupakan

senyawa perantara awal dalam penyatuan karbon dioksida, hidrogen, oksigen,

dan energi matahari kedalam bentuk hayati. Pengubahan energi matahari

menjadi energi kimia dalam reaksi biomolekul menjadikan karbohidrat

sebagai sumber utama energi metabolit untuk organisme hidup.

Dari karbohidrat hasil fotosintesis dalam tanaman inilah yang

merupakan dasar dari perkembangan kehidupan makhluk hidup dalam suatu

ekosistem yang kemudian masuk pada piramida makanan dan rantai makanan

dalam suatu ekosistem yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Komunitas dari suatu ekosistem berinteraksi satu sama lain dan juga

berinteraksi dengan lingkungan abiotik. Interaksi suatu organisme dengan

lingkungannya terjadi untuk kelangsungan hidupnya. Kelangsungan hidup

organisme memerlukan energi.

2. Energi untuk kegiatan hidup diperoleh dari bahan organik yang

disebut energi kimia. Bahan organik dalam komponen biotik awalnya

terbentuk dengan bantuan energi cahaya matahari dan unsur-unsur hara,

seperti karbon dan nitrogen.

3. Bahan organik yang mengandung energi dan unsur-unsur kimia ditransfer

dari suatu organisme ke organisme lain melalui interaksi makan dan

dimakan. Peristiwa makan dan dimakan antar organisme dalam suatu

ekosistem membentuk struktur trofik yang terdiri dari tingkat-tingkat

12

Page 13: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

trofik dimana setiap tingkat trofik merupakan kumpulan berbagai

organisme dengan sumber makanan tertentu.

4. Tingkat trofik pertama adalah kelompok organisme autotrof yaitu

organisme yang dapat membuat bahan organik sendiri dengan bantuan

cahaya matahari yaitu tumbuhan dan fitoplankton. Organisme autotrof

disebutProdusen. Produsen pada ekosistem darat adalah tumbuhan hijau

sedangkan pada ekosistem perairan adalah fitoplankton, ganggang dan

tumbuhan air.

5. Tingkat trofik kedua dari struktur trofik suatu ekosistem ditempati oleh

berbagai organisme yang tidak dapat membuat bahan organik sendiri.

Organisme tersebut tergolong organisme heterotrof. Bahan organik

diperoleh dengan memakan organisme atau sisa-sisa organisme lain

sehingga organisme heterotrof disebut juga konsumen. Pada tingkat trofik

kedua dari struktur trofik suatu ekosestem adalah Konsumen primer

(herbivora).

6. Tingkat trofik yang ketiga adalah konsumen sekunder merupakan

organisme pemakan konsumen primer. Konsumen sekunder

disebut karnivora karena makanannya berupa hewan. Hewan yang

tergolong konsumen sekunder umumnya bertubuh kecil.

7. Tingkat trofik yang keempat adalah konsumen tersier, adalah organisme

pemakan konsumen sekunder. Konsumen tersier disebut juga karnivora

besar.

C.  ALIRAN ENERGI DALAM EKOSISTEM

Cahaya matahari merupakan sumber utama energi bagi

kehidupan. Energi cahaya matahari masuk ke dalam komponen biotik melalui

produsen. Oleh produsen, energi cahaya matahari diubah menjadi energi kima

Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen dari berbagai tingkat trofik

melalui jalur rantai makanan. Energi kimia yang diperoleh organisme

digunakan untuk kegiatan hidupnya sehingga dapat tumbuh dan berkembang.

Pertumbuhan dan perkembangan organisme menunjukan energi kimia yang

13

Page 14: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

tersimpan dalam organisme tersebut. Jadi, setiap organisme melakukan

pemasukan dan penyimpanan energi. Pemasukan dan penyimpanan energi

dalam suatu ekosistem disebut sebagai Produktifitas ekosistem. Produktifitas

ekosistem terdiri dari produktifitas primer dan produktifitas sekunder.

Semua organisme memerlukan energi untuk pertumbuhan,

pemeliharaan, reproduksi, dan pada beberapa spesies,pengaturan energi suatu

ekosistem bergantung pada produktivitas primer. Produktifitas primer adalah

kecepatan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia dalam

bentuk bahan organik oleh organisme autotrof.

Produktifitas sekunder adalah kecepatan energi kimia mengubah bahan

organik menjadi simpanan energi kimia baru oleh organisme heterotrof. Bahan

organik yang tersimpan pada organisme atotrof dapat digunakan sebagai

makanan bagi organisme heterotrof. Dari makanan tersebut, organisme

heterotrof memperoleh energi kimia yang akan digunakan untuk kegiatan

kehidupan dan disimpan. Aliran energi dalam ekosistem tersebut sumber

utama dan proses pertamanya adalah cahaya matahari.

14

Page 15: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

BAB V

PENUTUP

Dari penjelasan di atas maka kesimpulan yang dapat diambil

adalah bahwa peranan energi matahari untuk kesinambungan ekosistem

sangatlah mendasar sebagai awal dari semua proses kehidupan suatu

ekosistem karena dengan sinar matahari maka tumbuhan dapat melakukan

fotosintesis.

Proses fotosintesis adalah reaksi yang hanya akan terjadi dengan

keberadaan sinar matahari, baik kualitas maupun kuantitasnya. Hasil

dari fotosintesis seperti yang sudah tersebut di atas adalah C6H12O6atau

dengan sebutan umum yaitu gula (karbohidrat).

Karbohidrat terbentuk pada proses fotosintesis sehingga

merupakan senyawa perantara awal dalam penyatuan karbon dioksida,

hidrogen, oksigen, dan energi matahari kedalam bentuk hayati.

Pengubahan energi matahari menjadi energi kimia dalam reaksi

biomolekul menjadikan karbohidrat sebagai sumber utama energi

metabolit untuk organisme hidup.

Dari karbohidrat hasil fotosintesis dalam tanaman inilah yang

merupakan dasar dari perkembangan kehidupan makhluk hidup dalam

suatu ekosistem yang kemudian masuk pada piramida makanan dan rantai

makanan dan terjadi aliran energi dalam suatu ekosistem.

15

Page 16: Peranan Energi Matahari Untuk Keberlangsungan Suatu Ekosistem

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Reece-Mitchell, 2004, Biologi, Edisi kelima-jilid 1 dan 3, Penerbit

Erlangga, Jakarta.

Darmodjo & Kaligis, 2004, Ilmu Alamiah Dasar, Pusat Penerbitan Universitas

Terbuka, Jakarta.

Departemen Lingkungan Hidup, Undang-Undang Lingkungan Hidup Nomor 23

Tahun 1997,Penerbit Permata Press, Jakarta.

Diah Aryulina, dkk, 2006, Biologi , Penerbit Erlangga, Jakarta.

Iwan Permana Kusuma, 2000, Matahari, Penerbit Djambatan, Bandung.

Majalah Insani, edisi September, 2005

Mursid Raharjo, 2006, Memahami Amdal, Penerbit Graha Ilmu, Jakarta.

Otto Soemarwoto, 1995, Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan, cetakan

ke 10, Penerbit Djambatan, Bandung.

Prof. Dr. Ir. Karden Eddy Sontang Manik, M.S, 2007,Pengelolaan Lingkungan

Hidup Edisi Revisi, Jakarta.

Prof. Dr. Zoer’aini Djamal Irwan, M.Si, 1992, Prinsip-prinsip ekologi, ekosistem,

lingkungan dan pelestariannya, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

White, Oran. R. et.al. TT. 1995, Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 1: Astronomi dan

Pengetahuan Ruang Angkasa, Groiler International Inc. Jakarta.

16