Peran Perbankan dalam Pengembangan Industri Semen di

  • View
    222

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  • Koalisi ResponsiBank Indonesia

    Koalisi ResponsiBank (d/a Perkumpulan Prakarsa)Jln. Rawa Bambu I Blok A No. 8E RT 010 RW 06 Kel/Kec. Pasar Minggu

    Jakarta Selatan 12520 - Indonesia

    Ph. +62 (21)7811-798 Fax. +62 (21)7811-897E-mail to: perkumpulan@theprakarsa.org

    Peran Perbankan Dalam Pengembangan

    Industri Semen Di Cekungan Air Tanah (CAT)

    Watuputih Rembang

  • Laporan PenelitianWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI),

    2015

    Peran Perbankan Dalam Pengembangan Industri Semen Di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih Rembang

  • Kata Pengantar

    Koalisi ResponsiBank Indonesia adalah sekelompok organisasi masyarakat sipil di Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap peranan lembaga keuangan di Indonesia dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan. Koalisi ini terdiri dari tujuh organisasi masyarakat sipil, yaitu: Perkumpulan Prakarsa, INFID (International NFO Forum on Indonesia), ICW (Indonesia Corruption Watch), PWYP (Publish What You Pay), Walhi (Wahana Lingkungan Hidup), YLKI (Yayasan Lembaga Konsu-men Indonesia) dan TuK (Tranformasi untuk Keadilan) Indonesia.

    Industri keuangan sama sekali tidak dapat dipisahkan dari tanggungjawab sosial dan lingkungan hidup melalui kebijakan kredit dan investasi. Berdasarkan latar belakang inilah maka Responsibank Indonesia membuat penelitian studi kasus yang bertujuan untuk membandingkan kebijakan dan praktek perbankan melalui hasil pemeringkatan Bank yang telah dilakukan oleh Responsibank sejak 2014 silam.

    Studi Kasus yang berjudul Peran Perbankan Dalam Pengembangan Industri Semen di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih Rembang merupakan penelitian yang dikerjakan oleh Walhi. Penelitian ini menilai apakah industri keuangan memegang teguh komitmen mereka untuk mengurangi dampak pembiayaan yang mereka lakukan terhadap kerusakan lingkungan dengan mengurangi investasi di sektor pertambangan.

    Laporan studi kasus ini juga berisi mengenai peran dan kebijakan perbankan, khususnya pemberi pinjaman yakni PT. Bank Mandiri, Tbk untuk rencana proyek pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, terutama pada tahapan penambangan gamping dari kawasan karst. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa banyak persoalan lingkungan dan sosial yang ditimbulkan dari rencana pembangunan industri semen di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih Kabupaten Rembang ini.

    Penelitian yang bersifat kualitatif ini menggunakan metode pengumpulan data berupa studi literatur, observasi lapangan, wawancara mendalam serta diskusi kelompok terfokus. Melalui hasil penelitian ini diharapkan kepada pihak industri keuangan agar kedepannya melakukan sinergi dan kordinasi antar instansi terkait perijinan lingkungan sehingga tidak memberi dampak buruk bagi pembangunan yang bersifat berkelanjutan.

    Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada seluruh Tim Peneliti WALHI yang telah mencurahkan waktu dan pemikiran untuk menyelesaikan laporan studi kasus ini. Semoga laporan studi kasus investasi tambang di Jawa Tengah ini menjadi referensi bagi paradigma berpikir setiap pembacanya.

    Setyo Budiantoro

    Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa

    Perwakilan ResponsiBank Indonesia

  • Implementasi program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi In-donesia (MP3EI) telah menyebabkan kebutuhan industri properti, pangan, pertambangan dan infrastruk-tur semakin meningkat. Investasi sektor industri semen semakin marak dan mengalami peningkatan signi-fikan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kebutuhan semen meningkat hingga 10 %, dari 55 juta ton per tahun (2012) menjadi 60 juta ton (2013). Kondisi ini menjadikan beberapa daerah yang kaya sumber alam untuk bahan baku semen menjadi sasaran pembangunan tambang dan pabrik semen di In-donesia, salah satunnya di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.

    Sejak tahun 2010, PT. Semen Indonesia (Persro) Tbk. yang dulunya bernama PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. telah merencanakan pembangunan tambang batu gamping (bahan baku semen) di kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih. Industri ini berkapasitas produksi 3 juta ton per tahun dengan nilai proyek sebesar 3,7 trilun rupiah.

    Pembangunan tambang dan pabrik semen PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. telah memicu konflik sosial akibat perampasan tanah dan perpecahan antar kelompok masyarakat di Kab. Rembang, khususnya di desa-desa yang menjadi wilayah pertambangan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Hal ini disebabkan oleh proses pembebasan lahan yang tidak adil dan transparan. Masyarakat terpecah menjadi kelompok Pro dan Kontra pembagunan pabrik semen.

    Keputusan Bupati Rembang No. 545/0230/2013 Tentang Pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Batuan Tanah Liat Kepada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. dengan luas lokasi 900 ha yang mencakup 4 desa di kecamatan Gunem dan 1 desa di kecamatan Bulu. Keputusan ini didasari oleh Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 660.1/17 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen oleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Namun, ditemukan bahwa penerbitan Izin Lingkungan ini didasari oleh proses yang tidak transparan, tidak partisipatif dan mengandung unsur kekeliruan, penyalahgunaan, serta ketidakbenaran dan/atau pemalsuan data, dokumen, dan/atau informasi dalam dokumen ANDAL PT. Semen Gresik (Persero) Tbk/PT. Semen Indoensia (Persero) Tbk.

    Lokasi pertambangan PT. Semen Indonesia (Persero) berada di kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih yang merupakan kawasan lindung geologi (tipe bentang alam karst) yang mesti dilindungi oleh pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan. Di sekitar wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih terdapat sekitar 49 goa yang tersebar (4 diantaranya adalah goa yang memiliki sungai bawah tanah aktif). Selain itu, terdapat 109 mata air yang tersebar di wilayah CAT Watuputih sebagai mata air parenial yang mengalir di sepanjang musim kemarau dan penghujan.

    Dengan demikian, aktivitas tambang dan pabrik semen PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. di kawasan CAT Watuputih akan menyebabkan rusaknya gugusan karst Watuputih dan berakibat hilangnya sumber-sumber air yang menopang kehidupan dan mata pencaharian masyarakat kab. Rembang.

    Pertimbangan besarnya risiko dan dampak buruk dari aktivitas tambang dan pabrik semen tidak menjadikan PT. Semen Indonesia (Persero) membatalkan rencana mereka. PT. Semen Indonesia (Persero)

    Ringkasan Eksekutif

  • iv

    Tbk justru mendapat dukungan investasi dari PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. untuk pembangunan tambang dan pabrik semen di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Dukungan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. memberikan Non cash loan (pinajam non tunai) sebesar Rp. 1,4 triliun berjangka 42 bulan kepada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Proses pembangunan pabrik PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk dimulai pada bulan Juni 2014 atau tiga bulan pasca keputusan pemberian pinjaman PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dengan demikian, peran PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. merupakan satu mata rantai penting dalam aktivitas tambang dan produksi semen di kawasan CAT Watuputih Rembang.

  • KATA PENGANTAR ........................................................................................................................... i

    RINGKASAN EKSEKUTIF .................................................................................................................. ii

    DAFTAR ISI ..................................................................................................................................... iii

    DAFTAR TABEL ............................................................................................................................... iv

    DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................................... v

    DAFTAR GRAFIK ............................................................................................................................. vi

    BAB 1. PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang 1

    1.2. Tujuan Penelitian 3

    1.3. Metodologi 3

    1.4. Lingkup Penelitian 3

    BAB 2. TINJAUAN ASPEK LINGKUNGAN HIDUP DAN SOSIAL

    2.1. Kondisi wilayah dan kependudukan Kabupaten Rembang 5

    2.2. Tinjauan Regulasi Pengembangan Industri Semen di Rembang 8

    BAB 3. TINJAUAN ASPEK PEMBIAYAAN PERBANKAN

    3.1. Perkembangan Industri Semen di Indonesia 13

    3.2. Struktur Perusahaan PT Semen Indonesia dan PT Semen Gresik.................................14

    3.3. Syarat Normatif Tanggung Jawab dan Tata Kelola Lingkungan PT Semen Indonesia 15

    3.4. Bank-bank Pemberi Pinjaman bagi PT. Semen Indonesia 16

    3.5. Penyaluran Pinjaman Bank Mandiri di Sektor Industri yang Relevan 17

    Daftar Isi

    Kata Pengantar ........................................................................................................................................ii

    Ringkasan Eksekutif .................................................................................................................................iii

    Daftar Isi ..................................................................................................................................................v

    Daftar Tabel .............................................................................................................................................vii

    Daftar Gambar .........................................................................................................................................viii

    Daftar Grafik ............................................................................................................................................ix

    BAB 1. Pendahuluan

    1