Peran Pariwisata Dalam Pengembangan Dan Pelestarian ?· PELESTARIAN KERIS INDONESIA Surakarta, 24 Maret…

  • Published on
    20-Jun-2018

  • View
    213

  • Download
    1

Transcript

  • Disampaikan pada: SEMINAR NASIONAL PERUMUSAN GRAND AKSI

    PELESTARIAN KERIS INDONESIA Surakarta, 24 Maret 2016

    Ni Wayan Giri Adnyani

    Sekretaris Deputi BP3M Kementerian Pariwisata

    Peran Pariwisata Dalam Pengembangan Dan Pelestarian Budaya Keris Indonesia

  • A. Pengertian Kepariwisataan

    B. Kode Etik Kepariwisataan Dunia

    C. Kepariwisataan Indonesia

    D. Keris dan Karya Budaya lainnya sbg

    Atraksi Pariwisata

    OUTLINE

    2

  • Di seluruh dunia peninggalan sejarah dan

    pariwisata mempunyai hubungan yang tidak terpisahkan.

    Pariwisata digunakan sebagai alasan ekonomi, untuk

    pelestarian warisan juga membantu pelestarian benda-

    benda ar te fak dan keh idupan rakyat d i mata

    wisatawan (Hewison dalam Hall. 1999)

    3

  • A. Pengertian Kepariwisataan

    4

  • APAKAH KEPARIWISATAAN ITU ?

    BERDASARKAN PENGETAHUAN ANDA ? BERDASARKAN PENDENGARAN ANDA ? BERDASARKAN PENGALAMAN ANDA ?

  • Mengapa orang berwisata ? lUntuk mencari, menikma1, mengalami, menghargai budaya dan alam yang berbeda, unik, menarik

    lUntuk memenuhi Hak Dasar/ Azasi manusia dari sekedar mengisi waktu luang untuk meningkatkan kualitas hidup dan derajat kemanusiaan.

  • Tujuan berwisata

    Wisatawan

    Daya Tarik Wisata (Budaya & Alam) beda, unik, menarik

    Perjalanan (darat,laut,udara)

    Hotel

    Restoran

    BPW

    WISATA

    Atraksi

    Hiburan

    Cenderamata

    KUALITAS HIDUP

  • TUJUAN ORANG BERWISATA

    lBerlibur, tamasya, rekreasi, melancong lMengunjungi keluarga & teman, lBisnis, lRapat, Pertemuan, Konperensi, Pameran, lKesehatan, lZiarah, dll l(kecuali untuk bekerja atau menetap)

    PENINGKATAN KUALITAS HIDUP

  • RESTORAN

    Produk Komposit Kepariwisataan

    WISATAWAN

    JASA INFORMASI

    TRANSPORTASI

    BIRO PERJALANAN

    AKOMODASI JASA HIBURAN

    CENDERAMATA

    DAYA TARIK WISATA

    JASA C.I.Q. JASA PERBANKAN

    PERTANIAN

    HORTIKULTURA

    PETERNAKAN

    PRODUK INDUSTRI

    LISTRIK JALAN&AIR TELEKOMUNIKASI

    JASA KONSTRUKSI

  • Pengertian Kepariwisataan

    World Tourism Organization memberikan pengertian bahwa: Tourism comprises the activities of persons traveling to and staying in places outside their usual environment for not more than one consecutive year for leisure, business and other purposes .

  • PARIWISATA ADALAH KUNCI PEMBANGUNAN, KESEJAHTERAAN DAN KEBAHAGIAAN

    PARIWISATA ADALAH SEKTOR UNGGULAN (TOURISM IS A LEADING SECTOR)

    - Meningkatnya des1nasi dan investasi pariwisata, menjadikan Pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur;

    - Pariwisata telah mengalami ekspansi dan diversifikasi berkelanjutan, dan menjadi salah satu sektor ekonomi yang terbesar dan tercepat pertumbuhannya di dunia;

    - Meskipun krisis global terjadi beberapa kali, jumlah perjalanan wisatawan internasional tetap menunjukkan pertumbuhan yang posiNf 25 juta (1950) 278 juta (1980) 528 Juta (1995) 1138 Juta (2014).

    9.5% Dari PDB Dampak Langsung, Dampak Tidak Langsung, dan Dampak Ikutan (2014)

    1 dari 11 Lapangan Kerja

    US$ 1.4 Triliun Ekspor

    5% Dari Ekspor Dunia 2014 25

    Juta Wisatawan pada tahun 1950

    1184 Juta Wisatawan pada tahun 2015

    5 s.d. 6 Miliar Wisatawan Domestik

    Sumber: UNWTO Tourism Highlights, 2014 UNWTO World Tourism Barometer, Jan. 2015 WTTC, Jan. 2015

    PARIWISATA DI DUNIA

  • B. KODE ETIK KEPARIWISATAAN DUNIA

  • Kepariwisataan Multi Dimensi *

    Kepariwisataan

    Ideologi

    Ekonomi

    Sosial Budaya Pertahanan

    Keamanan

    * Pendekatan Komprehensif Integral

  • GLOBAL CODE OF ETHICS FOR TOURISM

    14

    1. Untuk membangun sa l ing penger t ian dan menghormati,

    2. Untuk memenuhi kebutuhan kualitas hidup,

    3. Faktor pembangunan berkelanjutan, 4. Pemakai dan pelestari Warisan Budaya,

    5. Kegiatan yg menguntungkan bagi negara dan masyarakat,

    6. Kewajiban bagi para pemangku kepentingan,

    7. Hak azasi berwisata, 8. Kebebasan bergerak wisatawan, 9. Hak para pekerja dan pengusaha,

    10.Implementasi Prinsip-prinsip Kode Etik

  • 4) Kepariwisataan sebagai pemakai dan penyumbang pelestarian warisan budaya

    Sumberdaya kepariwisataan yg berupa warisan budaya kemanusiaan umat manusia, maka masyarakat yg berada di tempat itu, memiliki hak dan kewajiban khusus terhadap warisan kemanusiaan itu;

    Kebijakan pembangunan kepariwisataan dan kegiatan kepariwisataan harus dilaksanakan dengan memperhatikan keindahan, nilai arkeologis dan budaya yang harus dilindungi, untuk diteruskan kepada generasi mendatang;

    Uang pendapatan dari lokasi warisan budaya, paling sedikit sebagian dipergunakan untuk memlihara, menjaga, mengembangkan dan memperindah warisan budaya tersebut.

    Kegiatan kepariwisata hrs dapat menjamin agar produk budaya tradisional, kerajinan dan foklor tetap dapat berkembang dan tidak menjadi produk standar.

  • 16

    C. KEPARIWISATAAN INDONESIA

  • Hakekat Kepariwisataan Indonesia

    Kemanusiaan bahwa yang bergerak dan bertemu itu adalah manusia dengan semua aspeknya.

    berbeda, unik, menarik budaya dan alam kebhinekaan dan multikultur adalah jiwa kepariwisataan. alam dan budaya adalah modal yg harus dilestarikan kepariwisataan telah memiliki jiwa melestarikan (bukan merusak)

  • Perbedaan untuk dipersandingkan, bukan untuk dipertandingkan

    (Prof.Dr.Fuad Hassan)

    SALINGMENGHORMATI BERBEDA

    PENUHTOLERAN&DAMAI

    SALING MENGERTISESAMA

    1) PERBEDAAN, KEUNIKAN, KELOKALAN

    2) KEMANUSIAAN

    HAKEKAT KEPARIWISATAAN

    MENARIK

  • UU Kepariwisataan (10, 2009) Konsideran

    a. Bahwa keadaan alam, flora, dan fauna, sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa, serta peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni, dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan sumber daya dan modal pembangunan kepariwisataan untuk peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat sebagaimana terkandung dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

    b. Bahwa kebebasan melakukan perjalanan dan memanfaatkan waktu luang dalam wujud berwisata merupakan bagian dari hak asasi manusia;

    c. Bahwa kepariwisataan merupakan bagian intergral dari pembangunan nasional yang dilakukan secara sistematis, terencana, terpadu, berkelanjutan, dan bertanggung jawab dengan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai agama, budaya yang hidup dalam masyarakat, kelestarian dan mutu lingkungan hidup, serta kepentingan nasional;

    d. Bahwa pembangunan kepariwisataan diperlukan untuk mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global;

    e. . f. .

  • TUJUAN PEMBANGUNAN PARIWISATA UU Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan a. meningkatkan pertumbuhan ekonomi, b. meningkatkan kesejahteraan rakyat, c. menghapus kemiskinan, d. mengatasi pengangguran, e. melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya, f. memajukan kebudayaan, g. mengangkat citra bangsa, h. memupuk rasa cinta tanah air, i. memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa, j. mempererat persahabatan antar bangsa.

    20

    HARUS DILIHAT SECARA HOLISTIK

  • Prinsip-prinsip Kepariwisataan Indonesia

    Kepariwisataan berbasis masyarakat

    Kepariwisataan berwawasan budaya Kepariwisataan berkelanjutan

  • 22

    Keanekaragaman bahasa dan suku bangsa,

    peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni,

    dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia

    merupakan sumber daya dan modal pembangunan

    kepariwisataan untuk peningkatan kemakmuran

    dan kesejahteraan rakyat.

    N i l a i s p i r i t u a l i t a s , k e a r i f a n l o k a l , d a n keanekaragaman budaya menjadi salah satu

    kekuatan utama untuk meningkatkan dan

    memantapkan citra pariwisata nasional.

    ARAH PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA BUDAYA

    UU No. 17 Tahun 2007 Tentang RPJPN 2005-2025 UU No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan PP No. 50 Tahun 2011 Tentang RIPPARNAS 2010-2025 RPJMN 2015-2019

  • 23

    Salah satu tujuan kepariwisataan adalah untuk

    memajukan kebudayaan.

    Kepariwisataan diselenggarakan dengan prinsip menjunjung tinggi nilai agama dan budaya,

    keragaman budaya, serta kearifan lokal.

    Pengembangan pariwisata budaya diarahkan pada

    pariwisata heritage dan religi, pariwisata kuliner

    dan belanja, serta pariwisata perkotaan dan

    perdesaan.

    ARAH PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA BUDAYA

    UU No. 17 Tahun 2007 Tentang RPJPN 2005-2025 UU No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan PP No. 50 Tahun 2011 Tentang RIPPARNAS 2010-2025 RPJMN 2015-2019

  • PARIWISATA BUDAYA

    24

    Pariwisata budaya merupakan bentuk pariwisata yang

    menyatukan kegiatan pendidikan, wisata, pelestarian budaya

    maupun alam dan aktifitas ekonomi. Karena budaya lokal dalam

    konteks aslinya adalah atraksi utama, maka keresahan akan

    pudarnya budaya lokal bisa diatasi. Alam/budaya tidak perlu lagi

    dieksploitasi untuk menghasilkan uang akan tetapi justru akan

    menghasilkan uang dengan cara dipertahankan

    kelestariannya.

  • B. KERIS DAN KARYA BUDAYA LAINNYA SEBAGAI ATRAKSI PARIWISATA

    25

  • UNESCO

    26

    UNESCO menyatakan Keris sebagai

    Masterpiece of the Oral and Intangible

    Heritage of Humanity pada

    tanggal 25 November 2005.

  • Makna pengakuan UNESCO:

    Iden1tas bangsa Indonesia Pelestarian dan pengembangan Pemanfaatan ------- kepentingan pendidikan, agama,

    sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan itu sendiri (Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. 42 tahun 2009/40 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelestarian Kebudayaan)

    27

  • SURAT MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

    1. Memajang Wayang Indonesia dan K e r i s I n d o n e s i a s e b a g a i decorative diberbagai tempat strategis seperti ruang lobby kantor lembaga pemerintah/swasta, hotel, restoran, bandara, stasiun, balai pertemuan serta tempat-tempat lainnya.

    2. Mengenakan produk atau atribut batik warisan budaya Indonesia di lingkungan masing-masing baik pada instansi pemerintah/swasta, dan lingkungan masyarakat.

    28

  • 29

  • 30

    Padepokan Brojobuwuono, Karanganyar Jawa Tengah

  • 31

    Pameran Keris

  • 32

    Souvenir Keris

  • 33

  • 34

    Pengrajin Warangka Keris di Kediri, Jawa Timur. Sumber: www.antarafoto.com

  • Terima Kasih

Recommended

View more >