Peran Duta Wisata Dalam Mempromosikan Kebudayaan dan ... ?· dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…

  • Published on
    17-Jun-2018

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>eJournal llmu Komunikasi, 2014, 2 (4) : 154-170 ISSN 0000-0000, ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id Copyright 2014 </p><p>Peran Duta Wisata Dalam Mempromosikan Kebudayaan dan </p><p>Pariwisata di Kalimantan Timur </p><p>Leliyana Andriyani1 </p><p>Abstrak </p><p>Artikel ini membahas Peran Duta Wisata dalam Mempromosikan </p><p>Kebudayaan dan Pariwisata di Kalimantan Timur yang menggunakan analisis </p><p>data Kualitatif yang dimulai dari analisis berbagai data yang berhasil </p><p>dikumpulkan peneliti di lapangan. Data tersebut baik dari studi pustaka, dan </p><p>penelitian lapangan. Analisis data dalam penelitian ini juga mengacu pada model </p><p>analisis interaktif yang di kembangkan oleh Matthew B. Miles dan A. Michael </p><p>Huberman, dimana data hasil observasi akan dianalisis dengan cara </p><p>pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil </p><p>dari penelitian ini, menunjukkan fokus peran duta wisata dalam mempromosikan </p><p>kebudayaan dan pariwisata di Kalimantan Timur dilihat dari tiga unsur yaitu: (1) </p><p>Duta wisata sebagai aktifis muda pariwisata dan budaya. Duta wisata berperan </p><p>langsung dalam kegiatan komunikasi pemasaran terkait dengan pengembangan </p><p>pariwisata dan pelestarian budaya, termasuk fungsi advokasi, menjadi edukator </p><p>sekaligus fasilitator kelompok masyarakat ataupun mengadakan kegiatan-</p><p>kegiatan kepariwisataan dan kebudayaan sesuai dengan fungsi dari komunikasi </p><p>pemasaran yang menginginkan adanya tahapan perubahan pengetahuan </p><p>(knowledge) yang diharapkan akan membangkitkan keinginan akan suatu </p><p>kategori produk (2) Duta wisata sebagai promotor pariwisata dan budaya. Duta </p><p>wisata berperan menjadi promotor pariwisata melalui pameran pariwisata, </p><p>melalui media cetak maupun elektronik, ataupun media sosial, yang bertujuan </p><p>memberikan informasi dan membentuk citra pariwisata positif dimata wisatawan. </p><p>Hal ini diharapkan dapat merubahan sikap dalam consumen behavior karena </p><p>setelah berperan dalam setiap tugasnya duta wisata mampu menunjukkan adanya </p><p>kecenderungan terhadap sebuah perubahan (kognitif, afektif, dan konatif).(3) </p><p>Duta wisata sebagai ikon Negara atau daerah. Duta wisata dapat berfungsi </p><p>sebagai ikon negara atau daerah seperti saat mendampingi pejabat dalam acara </p><p>resmi, menghadiri berbagai acara baik yang bersifat adat tradisi maupun </p><p>seremonial. Dalam komunikasi pemasaran fokus ini bertujuan dalam knowledge </p><p>social yang digunakan dalam Brand Awardness. </p><p>Kata Kunci : Duta Wisata, Pariwisata dan Kebudayaan, Kalimantan Timur </p><p> 1Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman. Email: leliyana.andriyani@gmail.com </p></li><li><p>Peran Duta Wisata Kebudayaan Pariwisata Kalimantan Timur (Leliyana Andriyani) </p><p>155 </p><p>Pendahuluan </p><p>Pariwisata dewasa ini merupakan suatu kebutuhan sekunder yang akan </p><p>dipenuhi oleh manusia ketika kebutuhan primer telah tercapai. Pariwisata sendiri </p><p>pada dasarnya adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia </p><p>terutama menyangkut kegiatan sosial dan juga ekonomi. Perkembangan </p><p>pariwisata ini dilihat sebagai suatu cara yang tepat dan efisien dalam penggerak </p><p>ekonomi rakyat karena sektor ini dianggap paling siap dari segi fasilitas, sarana </p><p>prasarana dibandingkan sektor lainnya. Dengan harapan pariwisata ini dapat </p><p>dikembangkan dalam suatu strategi pemberdayaan masyarakat melalui </p><p>pengembangan pariwisata berbasis kerakyatan atau community-based tourism </p><p>development. </p><p>Hal ini juga terjadi di salah satu provinsi terbesar ke 2 di Indonesia </p><p>sebelum pemekarannya menjadi provinsi Kalimantan Utara. Dengan luas 129.066 </p><p>km2, provinsi Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi </p><p>dan Selat Makasar ini memiliki kekayaan dari keanekaragaman flora dan fauna </p><p>(www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/40/kalimantan-timur). </p><p>Di provinsi ini dapat ditemukan sekitar 1.000-189.000 jenis tumbuhan, dengan </p><p>visi wisata terwujudnya Kalimantan Timur sebagai daerah tujuan wisata minat </p><p>khusus yang berbasis alam dan budaya menuju kesejahteraan masyarakat yang </p><p>berkesinambungan. (www.pariwisatakaltim.com) </p><p>Provinsi Kalimantan Timur memiliki kondisi pariwisata yang beragam, </p><p>baik wisata alam, agrowisata maupun wisata budayanya. Dari kekayaan wisata </p><p>alamnya sendiri (ecotourism), potensi hutan tropis mendapat dukungan dalam </p><p>pengembangan dan juga pembangunannya sebagai kepariwisataan daerah. Bahkan </p><p>setelah pemerintah menetapkan tahun kunjungan wisata bagi Kalimantan Timur </p><p>atau Visit Kaltim Years, pemerintah provinsi Kalimantan Timur akan menjadikan </p><p>sektor kepariwisataan daerahnya sebagai potensi wisata unggulan daerah. Selain </p><p>dari wisata alam, wisata bahari yang tidak kalah menarik adalah Pulau Derawan </p><p>sebagai wisata bahari terbaik ke 3 setelah Raja Ampat dan Pulau Bali. Dan untuk </p><p>wisata budaya sendiri, Kalimantan Timur memiliki Kabupaten Kutai Kartanegara </p><p>yang merupakan Kerajaan Hindu pertama di Indonesia. Begitu juga dengan </p><p>kebudayaan yang masih kental dengan kedaerahannya dimana penduduk asli </p><p>Kalimantan Timur sendiri terbagi atas 3 suku besar yaitu: Dayak, Kutai, dan </p><p>Banjar. Adapun suku pendatang dari luar seperti Bugis, Jawa dan Makasar. </p><p>(www.vivaborneo.com/kondisi-alam-kaltim-dukung-potensi-wisata.htm) </p><p>Kondisi yang menunjang dalam pengembangan sektor pariwisata dan </p><p>kebudayaan di provinsi Kalimantan Timur tentunya belum cukup jika tata </p><p>kelolanya tidak dimaksimalkan. Hal ini berhubungan dengan 4 faktor yang </p><p>menjadi permasalahan dalam pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan di </p><p>provinsi Kalimantan Timur ini, yaitu: </p><p>1. Pengembangan pariwisata di Kalimantan Timur belum menjadi icon dalam sektor pembangunan, dikarenakan provinsi Kalimantan Timur </p><p>sendiri lebih condong ke sektor pertanian secara luas </p><p>http://www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/40/kalimantan-timur</p></li><li><p>eJournal Ilmu Komunikasi, Volume 2, Nomor 4, 2014: 154-170 </p><p>156 </p><p>2. Belum adanya penyediaan anggaran pemerintah yang maksimal dalam pembangunan sektor pariwisata dan kebudayaan di Kalimantan Timur </p><p>3. Peran swasta yang masih sangat minim pada perannya dalam menginvestasikan dunia pariwisata sebagai wadah pembangunan ekonomi </p><p>di Kalimantan Timur </p><p>4. Sumber daya alam yang tersedia tidak sebanding dengan sumber daya manusia yang ada. Sumber daya manusia yang dimaksud di sini adalah </p><p>sumber daya manusia yang memiliki basic di dunia kepariwisataan baik </p><p>secara akademis maupun praktisnya. (Sumber: Hasil Wawancara bersama </p><p>Bapak Ubadin selaku Pembina duta wisata Kalimantan Timur, 15 April </p><p>2014 ). </p><p>Dilihat dari 4 permasalahan yang tentunya akan menghambat </p><p>perkembangan pariwisata di Kalimantan Timur, Dinas Kebudayaan dan </p><p>Pariwisata Kalimantan Timur memikirkan bagaimana langkah tepat untuk </p><p>mengatasi permasalahan yang ada di Kalimantan Timur. Salah satu solusinya </p><p>adalah membangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak lain agar potensi </p><p>kepariwisataan ini dapat diketahui oleh masyarakat, bahkan ditawarkan kepada </p><p>investor-investor untuk berinvestasi pada sektor pariwisata yang ada di </p><p>Kalimantan Timur. Salah satu bentuk dari komunikasi tersebut adalah kegiatan </p><p>promosi yang selama ini sering dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata </p><p>Kalimantan Timur. </p><p>Promosi ini dilakukan dalam pengenalan pariwisata di Kalimantan Timur </p><p>baik didalam negeri maupun diluar negeri. Banyak kegiatan promosi yang </p><p>dilaksanakan setiap tahunnya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan </p><p>Timur yang bekerjasama dengan dinas lain maupun pemerintah dalam ambil </p><p>bagian dalam pengembangan pariwisata daerah di Kalimantan Timur ini dimulai </p><p>dari pameran seperti Kaltim Fair, Kaltim Expo maupun kegiatan promosi yang </p><p>dilakukan dievent-event yang dilaksanakan oleh provinsi lain. Hal ini tentunya </p><p>akan berdampak pada pengembangan pariwisata yang 90% pariwisatanya </p><p>disediakan oleh alam dan 10%nya adalah objek wisata buatan. </p><p>(http://www.kaltimprov.go.id/potensi-3-pariwisata.html) </p><p>Maka Pemerintah bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi </p><p>Kalimantan Timur tentunya sudah paham akan hal tersebut, maka di tahun ke 8 ini </p><p>pengembangan kreatifitas generasi muda sebagai sumber daya manusia yang </p><p>dibudidayakan dalam hal-hal potensi Kalimantan Timur disektor pariwisata </p><p>dijadikan dalam satu wadah yaitu duta wisata. Peran generasi muda terutama putra-</p><p>putri daerah sangat dibutuhkan dalam pengembangan dan peningkatan sektor </p><p>pariwisata didaerahnya untuk membantu tugas dari Dinas Kebudayaan dan </p><p>Pariwisata provinsi Kalimantan Timur. </p><p> Kegiatan dan pembangunan kepariwisataan bukan hanya milih pemerintah </p><p>saja, melainkan ada peran swasta dan juga peran masyarakat hal ini tertuang dalam </p><p>UU Inpres Nomor 16 tahun 2005 tentang pengembangan kepariwisataan. Sehingga </p><p>beracuan dari UU Inpres Nomor 16 Tahun 2005 tersebut peran duta wisata </p></li><li><p>Peran Duta Wisata Kebudayaan Pariwisata Kalimantan Timur (Leliyana Andriyani) </p><p>157 </p><p>merupakan peran masyarakat yang ikut mengambil andil dalam pembangunan </p><p>kepariwisataan disetiap daerah. Wadah ini dibentuk dengan tujuan para putra-putri </p><p>daerah dapat mempromosikan potensi kekayaan wisata yang ada di daerahnya agar </p><p>lebih dikenal oleh khalayak luas dan yang diharapkan dapat menjadi pribadi kreatif, </p><p>inovatif, percaya diri, berpengalaman serat berjati diri. </p><p>Duta wisata sendiri merupakan atraksi wisata yang bertujuan melestarikan </p><p>budaya daerah, sekaligus sarana pengembangan potensi bakat, kreativitas, </p><p>kecerdasan para generasi muda untuk menjadi figur yang dapat berperan dalam </p><p>mempromosikan kekayaan seni, budaya dan pariwisata. Namun sekarang yang </p><p>menjadi permasalahnya adalah apa sebenarnya peran kongkrit seorang duta wisata </p><p>terhadap promosi pariwisata yang berada didaerahnya? (Jejakwisata.com: </p><p>Menjadi Duta Wisata Tidaklah Mudah. Diunduh Tanggal 28 Januari 2014. 18:55). </p><p>Permasalahan ini tentunya bukan masalah mudah karena duta wisata yang </p><p>menjadi ikon untuk pariwisata di Kalimantan Timur ini harus mengetahui kearah </p><p>mana mereka akan bergerak. Selain itu duta wisata adalah sosok yang baru </p><p>muncul di beberapa tahun belakangan ini dalam perannya membantu pemerintah </p><p>sehingga untuk khalayak umum sendiri masih ada yang merasa tabu dengan ikon </p><p>duta wisata ini. Namun, seiring berjalannya waktu Dinas Kebudayaan dan </p><p>Pariwisata Kalimantan Timur bersama Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif </p><p>serta Asosiasi Duta Wisata Indonesia menyadari bahwa kontribusi duta wisata </p><p>memiliki dampak yang baik untuk kegiatan dan pembangunan kepariwisataan. </p><p>Karena jika dibiarkan terus menerus tanpa adanya kejelasan dan kesepekatan </p><p>dalam tugas para putra-putri daerah ini maka akan mengakibatkan kurangnya </p><p>minat para generasi muda kedepannya akan pengembangan sektor pariwisata. Hal </p><p>tersebut tentunya akan ikut mempengaruhi promosi dan peningkatan ekonomi </p><p>serta minta pariwisata sendiri karena ikut berkurangnya media dalam </p><p>mensosialisasikan pariwisata di Kalimantan Timur. </p><p>Hal ini menjelaskan bahwa Kalimantan Timur merupakan provinsi yang </p><p>sangat berpotensi besar dalam pengembangan promosi pariwisatanya namun </p><p>adanya miss comunication dalam ketidakpahaman peran para Duta Wisata </p><p>Kalimantan Timur sebenarnya dalam menjalankan tugas dan perannya bersama </p><p>dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Kalimantan Timur. Oleh </p><p>karena itu peneliti ingin melihat bagaimanakah kontribusi dalam peran yang </p><p>dijalankan oleh para duta wisata Kalimantan Timur selama masa jabatannya </p><p>dalam setiap kegiatan maupun event-event yang menunjang tugasnya, apakah hal </p><p>tersebut berkesinambungan atau tidak dengan apa yang diperlukan oleh Dinas </p><p>Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Kalimantan Timur dan khalayak umum. </p><p>Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian yang dapat dijadikan perumusan </p><p>masalah yaitu : Bagaimana peran duta wisata Kalimantan Timur dalam </p><p>mempromosikan pariwisata dan kebudayaan ? </p></li><li><p>eJournal Ilmu Komunikasi, Volume 2, Nomor 4, 2014: 154-170 </p><p>158 </p><p>Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk: </p><p> Untuk menganalisa peran duta wisata secara kritis dalam mempromosikan pariwisata </p><p>dan kebudayaan serta mendeskripsikan duta wisata sebagai Brand Ambassador yang </p><p>membantu tugas promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Timur. </p><p>Manfaat Penelitian Manfaat praktis Penelitian ini adalah diharapkan dapat memberikan masukan </p><p>kepada Dinas Pariwisatan dan Kebudayaan provinsi Kalimantan Timur dalam </p><p>mempromosikan pariwisata didaerahnya </p><p>1. Manfaat teoritis secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat menambahkan khazanah ilmu pengetahuan khususnya dibidang ilmu </p><p>Marketing Communication (Komunikasi Pemasaran) mengenai </p><p>bagaimana mengkomunikasikan dan mempromosikan pariwisata di </p><p>provinsi Kalimantan Timur </p><p>2. Manfaat akademis diharapkan mampu dijadikan bahan bacaan, referensi, kajian dan rujukan akademis serta menambah wawasan bagi peneliti. </p><p>Kerangka Dasar Teori </p><p>Teori Peran (Role Theory) Teori Peran (Role Theory) adalah teori yang merupakan perpaduan </p><p>berbagai teori, orientasi, maupun disiplin ilmu. Selain dari psikologi, teori peran </p><p>berawal dari dan masih tetap digunakan dalam sosiologi dan antropologi. Teori </p><p>peran adalah perspektif dalam sosiologi dan psikologi sosial yang menganggap </p><p>sebagian besar kegiatan sehari-hari menjadi pemeran dalam kategori sosial </p><p>(misalnya ibu, manajer, guru). Setiap peran sosial adalah seperangkat hak, </p><p>kewajiban, harapan, norma dan perilaku seseorang untuk menghadapi dan </p><p>memenuhi. Model ini didasarkan pada pengamatan bahwa orang berperilaku </p><p>dengan cara yang dapat diprediksi, dan bahwa perilaku individu adalah konteks </p><p>tertentu, berdasarkan posisi sosial dan faktor lainnya. Teater adalah metafora </p><p>sering digunakan untuk menggambarkan teori peran. (Sarwono, SW. 2011.Teori-</p><p>Teori Psikologi Sosial. Jakarta: Rajawali Pers, 20 April 2014) </p><p>Dalam hal ini, suatu organisasi harus memastikan bahwa peran-peran </p><p>tersebut telah didefinisikan dengan jelas. Scott et al. (1981) dalam Kanfer (1987: </p><p>197) menyebutkan lima aspek penting dari peran, yaitu: </p><p>1. Peran itu bersifat impersonal: posisi peran itu sendiri akan menentukan harapannya, bukan individunya. </p><p>2. Peran itu berkaitan dengan perilaku kerja (task behavior) yaitu, perilaku yang diharapkan dalam suatu pekerjaan tertentu. </p><p>3. Peran itu sulit dikendalikan (role clarity dan role ambiguity) 4. Peran itu dapat dipelajari dengan cepat dan dapat menghasilkan beberapa </p><p>perubahan perilaku utama. </p></li><li><p>Peran Duta Wisata Kebudayaan Pariwisata Kalimantan Timur (Leliyana Andriyani) </p><p>159 </p><p>5. Peran dan pekerjaan (jobs) itu tidaklah sama seseorang yang melakukan satu pekerjaan bisa saja memainkan beberapa peran. </p><p>Menurut teori ini, seseorang yang mempunyai peran tertentu misalnya </p><p>sebagai dokter, mahasiswa, orang tua, wanita, dan lain sebagainya, diharapkan </p><p>agar seseorang tadi berperilaku sesuai dengan peran tersebut. Mengapa seseorang </p><p>mengobati orang lain, karena dia adalah seorang dokter. Jadi karena statusnya </p><p>adalah dokter maka dia harus mengobati pasien yang datang kepadanya. Perilaku </p><p>ditentukan oleh per...</p></li></ul>