Peralatan Tangan Pekerjaan Konstruksi Kayu

  • View
    493

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Peralatan Tangan Pekerjaan Konstruksi Kayu

Peralatan Tangan Pekerjaan Konstruksi KayuPosted on June 10, 2011 by sei_risap 2.1. Peralatan Tangan Pekerjaan Konstruksi Kayu 2.1.1. Mengenal Peralatan Tangan Pekerjaan Konstruksi Kayu 1. GERGAJI Didalam pekerjaan-pekerjaan menukang kayu, gergaji termasuk salah satu perkakas yang sangat penting sebagai alat potong dan belah untuk membagi-bagi kayu dalam beberapa bentuk potongan yang dikehendaki. Juga sering sekali dipergunakan orang mulai sejak penebangan pohon sampai dijadikan bahan kayu ramuan, bahkan sampai pada bagian yang sekecil-kecilnya. Gergaji terbuat dari sebilah baja tipis, yang salah satu tepinya dibuat bergigi tajam dan diberi tangkai pemegang dari kayu. Ditinjau dari penggunaannya, gergaji dibuat dalam dua bentuk yaitu gergaji pemotong dan gergaji pembelah. Dalam gambar 1-1 dan 1-2 diperlihatkan dua bentuk dasar dari gigi-gigi gergaji itu. 1.1. Gergaji Tangan Daun gergaji tangan dibuat dari semacam baja yang berkwalitas baik, dan cukup kaku mengingat gerak dorong dalam menggergaji, dan disamping itu mempunyai daya pegas agar tidak dapat menjadi bengkok. Selain berkwalitas baik dan mempunyai daya pegas, daunnya tidak boleh terlalu tebal (gambar 1.3). Panjang gergaji tangan yang terdapat dalam perdagangan adalah dari 10 sampai 30 atau 25 cm sampai 75 cm. Untuk mengetahui kwalitas yang baik dari daun gergaji tangan, harus dipergunakan bunyi nyaring yang terjadi, jika dipukul dengan sepotong besi sambil dipegang tangkai pemegangnya. Dan untuk mencoba gaya pegas dari daunnya bisa dipegang kedua ujung daunnya Ialu dilengkungkan sampai kirakira 90 sesudah itu dilepaskan, daun gergaji harus kembali tetap dalam keadaan semula. Selain itu daunnya harus rata dan gigi-giginya harus rapih dan Iurus. Ada dua macam gergaji tangan: a. Gergaji tangan pemotong. b. Gergaji tangan pembelah. Gergaji tangan pemotong dipergunakan untuk memotong kayu, dengan arah menggergaji adalah tegak Iurus terhadap arah urat kayu, sedangkan posisi gergaji berbentuk sudut 45 terhadap permukaan kayu (gambar 1.4). Sedangkan gergaji pembelah dipergunakan pembelah kayu dan arah menggergaji searah dengan arah urat kayu. Sedangkan posisi gergaji berbentuk sudut 60 terhadap permukaan kayu (gambar 1.5). Dilihat dari kegunaan gergaji tangan ini maka bentuk giginya pun berlainan pula. Untuk gergaji pemotong geriginya dikikir miring, karena untuk memotong (mengarat) urat-urat kayu, dan miringnya dikikir kira-kira 60 sampai 80 terhadap daun gergaji (gambar 1,6). Dan untuk gergaji tangan pembelah, giginya dikikir tegak, jadi dikikir 90 terhadap daun gergaji (gambar 1.7). Kikir yang dipergunakan untuk mengikir gergaji tangan ialah kikir halus yang berbentuk segi tiga sama sisi. Untuk mencegah daun gergaji terjepit pada waktu dipakai, maka ujung gerigi itu, baik untuk gergaji pemotong maupun gergaji pembelah, selang satu gig dibengkokkan ke kiri

dan ka kanan. Pembengkokan ujung geriginya kira-kira 1/3 dari tinggi gerigi. (gambar 1.8). Lebar pembengkokannya juga harus sama besar ke kiri dan ke kanan. Untuk kayu basah lebar bengkokannya sama dengan 2 x tebal daun gergaji. Dan untuk kayu kering lebar bengkokannya sama dengan 1x tebal daun gergaji. Alat untuk membengkokkan gerigi gergaji dipakai sebuah gegep bengkok (zattang) atau alat khusus yang terbuat dari plat baja. Untuk menentukan kasar dan halusnya gigi gergaji dapat dilihat dari nomor gergaji yang terdapat pada tumit daun gergaji. Yang maksudnya nomor tersebut menunjukkan jumlah gigi dalam 1 (inci). Contoh: Gatgaji no. 8 manunjukkan banyaknya gigi dalam 1 tardapat 8 gigi. (gambar 1.8A). 1.2. Gergaji Punggung. Gergaji gunggung terbuat dan baja yang sangat tipis, dan pada bagian atasnya atau punggungnya diberi tulang. Tulang ini berguna supaya daun gergaji cukup kaku. Ukuran panjang daun gergaji dibuat dari 10 sampai 20. Ukuran panjang yang satu `dengan yang lainnya berturut-turut barbeda-beda (misalnya 10 -12 14 dan seterusnya). Gigi-gigi gergaji punggung sangat halus sekali sehingga mempunyai gigi 12 sampai 14 tiap inci. (gambar 1.14). Gergaji punggung sering sekali digunakan pada pekerjaan kayu yang kecil-keciI dan yang halus-halus, misalnya pada pembuatan poros, membuat sarongan 45, membuat sambungan ekor burung dan Iain sebagainya, terutama pada pekerjaan-pekerjaan meubel (gambar 1.16). 1.3. Gergaji Tarik Dan Bentang Di dalam praktek kerja kayu gergaji tarik dan bentang adalah alat untuk mamotong dan membelah kayu, terutama mengiris kayu dolok dan balok besar manjadi balok-balok atau papan-papan dalam ukuran yang dikehendaki. Gergaji semacam ini terdiri dari sebilah daun gergaji dari baja (blade), yang satu bagian sisinya bergigi tajam, gigi-gigi gergaji tersebut ada dua macam yaitu gigi pemotong dan gigi pembelah (gambar 1.20). Gergaji tarik digunakan pada penebangan pohon, memotong batang kayu yang besar-besar, dan pemotongan dolok-dolok dan balok yang besar. Sedangkan gergaji bentang banyak digunakan untuk membalah dolok-dolok atau balok kayu yang besar-besar, dan pekerjaan mengiris kayu yang Iebar-lebar untuk papan. 1.4.Gergaji Bentang Ukuran Kecil Selain daripada gergaji bentang yang telah diutarakan terdahulu, terdapat pula gergaji bentang dalam ukuran kecil yang biasa digunakan untuk membelah dan memotong kayu dalam ukuran yang kecil-kecil pula, pelaksanaan pengerjaan hanya dilakukan oleh satu orang. (gambar1.23). Adapun gunanya selain untuk memotong dan membelah/mengiris kayu dalam ukuran yang kecil-kecil dapat pula digunakan pada pekerjaan-pakerjaan membuat sambungan purus daun pintu/jendela serta pada pekerjaan Iainnya, seperti memotong dada-dada cowakan dalam posisi tegak dan miring, selain untuk

kayu dapat pula dipakai mamotong bambu juga. Untuk pekerjaan halus pada pembuatan perabot rumah tangga dari kayu. 1.5. Gergaji Gerek Gergaji gerek pada umumnya digunakan untuk menggarek kayu yang berbentuk sisi Iengkung dan cekung .atau dalam bentuk Iingkaran, baik Iingkaran Iuar maupun dalam, tidak terbatas tipis dan tebalnya kayu yang dikerjakan, maupun jenis kayu papan atau jenis multiplex / triplex. Punggung daun gergaji garek labih tipis daripada gigi-giginya dalam bentuk tirus ke arah tebalnya. Bentuk gigi dikikir serong berganti-ganti dalam keadaan bolak-balik. (gambar 1.24). Adapun gunanya ialah untuk menggergaji sisi tebal kayu yang cekung, seperti pada pekerjaan membuat kaki kursi / meja antik dan macam-macam pekerjaan Iainnya. Dapat pula digunakan dalam pekerjaan memotong garis Iubang bulat dangan garis tengah ukuran besar, seperti pada pekerjaan membuat Iubang peti pengeras suara dan macam-macam pekerjaan Iainnya. 2. KETAM Ketam ialah sebuah perkakas / alat untuk menghaluskan serta meratakan permukaan kayu. Ketam terdiri dari rumah ketam dan mata ketam. Rumah ketam ada yang dibuat dari kayu dan ada juga dari besi tuang. (gambar 1-29a dan 1-29b). Untuk rumah ketam dari kayu biasanya dipakai kayu berat, misalnya kayu sawo, kayu pasang. Lubang mata ketam bersudut 45, terhadap bidang dasar rumah ketam dan Iebarnya disesuaikan Iebar mata ketam. Untuk mengkokohkan mata ketam dengan rumah ketam digunakan baji. Supaya ketam dapat diatur maka pada mata ketam digagang Iidah, yang berguna pula untuk mematahkan sisa tatal. Ketam yang sederhana terdiri dari rangka kayu, bagian mata ketamnya dibuat dari baja yang Iunak dan sisi tajamnya (cuttingedga) dari baja keras. Pada rangka ini dibuat Iubang bersudut 45 terhadap telapak rangkanya, lebar Iubang disesuaikan dengan mata ketam yang dipergunakan. Karena ketam itu adalah alat untuk menyayat serat kayu, maka harus berat, apalagi kalau menyayat yang berlawanan dengan serat kayu, sehingga mata ketam akan menyayat lebih dalam Iagi. Untuk itu maka pada mata ketam dipasanglah Iidah (pematah sayatan) yang gunanya untuk mematahkan sisa pangetaman (tatal). Dengan dipasang Iidah pematah tatal maka tebal hasil ketaman dapat diatur. Untuk mengokohkan rnata ketam dengan rangka (rumah ketam) dipasang baji. Ukuran ketam ditentukan oleh lebarnya mata ketam yaitu dari ukuran 1 sampai 2. Mata ketam itu mempunyai sudut penajaman di antara 25 sampai 30 (gambar 1.32) atau kirakira 2 X tebal mata ketam. Adapun macam-macam ketam yang sering digunakan ialah: 1. Ketam pendek kasar (jack plane). 2. Ketam pendek halus (smooth plane).

3. Ketam panjanrg (jointer plane). 4. Ketam sponing (rabbet plane). 5. Ketam tongkat (spoke shave). 2.1. Ketam Pendek Kasar (Jack Plane) Sesuai dengan namanya ketam ini gunanya untuk menghilangkan permukaan kayu yang kasar bekas penggergajian atau bekas pemotongan. Jadi hanya meratakan permukaan kayu yang bergelombang-gelombang tinggi saja. Bentuk yang sederhana dari rangka (rumah) ketam inii terbuat dari kayu. Di Indonesia biasanya terbuat dari kayu sawo, pasang dan sebangsanya yang mengandung minyak (gambar 1.29). Ukuran ketam ini panjang 20 cm, tinggi 6 cm dan Iebarnya tergantung dari Iebar mata ketam ditambah 1 cm. Bentuk rumah ketam ini ada bermacam-macam seperti bentuk ketam tanduk, bentuk ketam cina yang pada rangkanya diberi kayu melintang dan ada juga yang terbuat dari besi tuang (gambar 1.30). Untuk ketam yang rumah ketamnya terbuat dari besi tuang selain harganya mahal, pada permukaan kayu hasil pengetaman terdapat goresan-goresan bekas sisi rumah ketam, terutama pada kayu lunak. Lebar mata ketamnya biasanya berukuran dari 1 sampai dengan 2. Sudut penajaman antara 25 sampai dengan 30, atau miring penajaman sama dengan 2 X tebal mata ketam (gambar 1.31.). Bagian sisi tajamnya (cutting edge) untuk ketam ini diasah agak bundar seluruh Iebarnya. 2.2. Ketam Pendek Halus Ketam pendek halus ukuran dan bentuknya hampir sama dengan ketam pendek kasar. (gambar 1.32). Gunanya untuk menghaluskan permukaan kayu yang sudah diketam terlebih dahulu oleh ketam pendek kasar. Hasil pengetaman dengan ketam ini sangat halus, rata dan Iicin. Sudut penajamannya sama dengan ketam pendek kasar, hanya ada sedikit perbedaan, di kedua ujung sisi tajamnya (cutting edge) dibuat Iengkung sedang bagian tengahnya rata dan tegak

View more >