7
 PENYAKIT SISTEM PENCERNAAN Diare, sembelit atau beragam macam penyakit yang berhubungan biasanya berhubungan dengan tidak berjalan baiknya sistem pencernaan. Sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (gastrointestinal) dan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Selanjutnya proses penyerapan sari-sari makanan yang terjadi di dalam usus, kemudian proses pengeluaran sisa-sisa makanan melalui anus. Berikut ini berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan bagian bawah, yang dilansir dari berbagai sumber. 1. Diare Sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus- menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Diare akut mucul kalau buang air besar lebih dari empat kali sehari. Penyebabnya bisa infeksi, bisa juga hanya karena salah makan, contohnya makanan yang tidak sesuai dengan usia anak, seperti sudah diberikan makan padat sebelum waktunya. Faktor kebersihan juga menjadi sebab diare. Diare yang disebabkan bakteri atau salah makan adalah penyebab utama gangguan pencernaan pada anak di bawah lima tahun (Balita). 2. Sembelit Sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia (atau mungkin juga pada hewan) mengalami pengerasan feses atau tinja yang berlebihan, sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. Penyebabnya sembelit yang berada disekitar kita antara lain karena kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi, menderita panas dalam, stres dalam pekerjaan, aktivitas yang padat, pengaruh hormon dalam tubuh, Usus kurang elastis (biasanya karena sedang dalam masa kehamilan atau usia lanjut). Selain itu, kelainan anatomis pada sistem pencernaan, gaya hidup yang buruk, efek samping akibat meminum obat tertentu (misalnya obat antidiare, analgesik, dan antasida), kekurangan asupan vitamin C, disebakan oleh penyakit, menahan rangsangan untuk buang air

Penyakit Pencernaan

Embed Size (px)

Citation preview

5/14/2018 Penyakit Pencernaan - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/penyakit-pencernaan 1/7

 

PENYAKIT SISTEM PENCERNAAN

Diare, sembelit atau beragam macam penyakit yang berhubungan biasanya berhubungan

dengan tidak berjalan baiknya sistem pencernaan.

Sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran

pencernaan (gastrointestinal) dan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu proses penghancuran

makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Selanjutnya proses penyerapan sari-sari

makanan yang terjadi di dalam usus, kemudian proses pengeluaran sisa-sisa makanan melalui

anus.

Berikut ini berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan

bagian bawah, yang dilansir dari berbagai sumber.

1. Diare

Sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-

menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Diare akut mucul

kalau buang air besar lebih dari empat kali sehari.

Penyebabnya bisa infeksi, bisa juga hanya karena salah makan, contohnya makanan yang

tidak sesuai dengan usia anak, seperti sudah diberikan makan padat sebelum waktunya. Faktor

kebersihan juga menjadi sebab diare. Diare yang disebabkan bakteri atau salah makan adalah

penyebab utama gangguan pencernaan pada anak di bawah lima tahun (Balita).

2. Sembelit

Sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia (atau

mungkin juga pada hewan) mengalami pengerasan feses atau tinja yang berlebihan, sehingga

sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada

penderitanya.

Penyebabnya sembelit yang berada disekitar kita antara lain karena kekurangan cairan

tubuh atau dehidrasi, menderita panas dalam, stres dalam pekerjaan, aktivitas yang padat,

pengaruh hormon dalam tubuh, Usus kurang elastis (biasanya karena sedang dalam masakehamilan atau usia lanjut).

Selain itu, kelainan anatomis pada sistem pencernaan, gaya hidup yang buruk, efek 

samping akibat meminum obat tertentu (misalnya obat antidiare, analgesik, dan antasida),

kekurangan asupan vitamin C, disebakan oleh penyakit, menahan rangsangan untuk buang air

5/14/2018 Penyakit Pencernaan - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/penyakit-pencernaan 2/7

 

besar dalam jangka waktu yang lama dan seharusnya segera dikeluarkan dan dibuang,

kekurangan makanan berserat, karena usia lanjut, dan masih banyak lainnya.

3. Wasir atau ambeien

Wasir merupakan penyakit atau gangguan pada anus dimana Sphinchter Ani atau bibir anus,

mengalami pembengkakan yang kadang-kadang disertai pendarahan. Penyebabnya utamanya

adalah karena mengejan terlalu keras saat buang air besar dan terlalu banyak duduk atau berdiri,

  juga lebih rawan terjadi pada wanita daripada pria. Itu disebabkan karena wanita lebih sering

mengalami pelebaran pembuluh balik atau pembuluh vena (misalnya saat menstruasi atau hamil)

dibandingkan pria.

4.  Gastritis (Upper Abdominal Syndrome)

Gangguan pencernaan bagian atas yang secara umum dikenal sebagai penyakit “maag”

merupakan gangguan saluran cerna yang cukup sering dikeluhkan. Selain disebabkan oleh faktor

organik seperti adanya luka/peradangan pada saluran cerna bagian atas (lambung), gangguan ini

 juga dihubungkan dengan faktor psikologis mendasarinya. Gangguan ini ditandai antara lain oleh

adanya rasa sakit dan atau rasa penuh di daerah epigastrium (ulu hati), kanan atau kiri di bawah

lengkung iga.

Rasa sakit bersifat membakar atau samar-samar, tidak jarang menjalar, intensitasnya sedang,

menghebat karena makanan atau langsung setelah makan, tidak ada hubungannya dengan

kejadian tertentu. Gejala-gejala lain yang timbul antara lain gangguan menelan, eruktasi

(bersendawa), pirosis (merasa terbakar dan rasa asam atau pahit), mual dan muntah, kembung

(meteorismus), dan lain-lain.

Penderita gastritis biasanya menunjukkan perubahan yang cukup mencolok yaitu sikap

depresi. Seringkali penderita menyalahkan lingkungan atau makanannya, tetapi ternyata dengan

diet (makanan) juga tidak mengurangi rasa sakitnya. Mereka memiliki angan-angan untuk 

dirawat, dimanja, dan untuk memiliki objek yang diinginkan sehingga mereka sulit menemukan

kepuasan yang dibutuhkannya. Keseimbangan yang rapuh yang mudah menjadi runtuh dapat

terlihat ketika penderita mengalami keluhan pada saluran cernanya dan jelas terlihat adanya

ketergantungan pada objek yang memanjakannya.

Tetapi penderita merasa takut tergantung pada orang yang menguasainya dan ketergantungan

ini dirasakannya sebagai suatu penghinaan. Rasa takut ketergantungan, dan terhina

mengakibatkan sikap agresif terhadap mereka, yang dapat memberikan kepuasan. Timbulnya

depresi pada penderita gastritis dikarena mereka mengelakkan agresi yang timbul agar tidak 

kehilangan obyek yang memanjanya, dan ini menimbulkan rasa bersalah (guild) yang dirasakan

dirinya sebagai sesuatu yang sangat buruk.

5/14/2018 Penyakit Pencernaan - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/penyakit-pencernaan 3/7

 

5.  Drom Fungsional Hipogastrium (Lower Aabdominal Syndrome)

Gangguan pencernaan yang mengenai saluran cerna bagian bawah ini juga dikenal sebagai

spastic colon, irritable colon, colitis nervosa, dan obstipasi spastic. Tidak ditemukannya

penyebab spesifik (infeksi, peradangan atau gangguan anatomis) dari hasil pemeriksaan pada

saluran cerna bagian bawah, walaupun penderitanya tetap mengeluhkan kelainan pada

pencernaannya, merupakan salah satu petunjuk kecurigaan adanya sindrom fungsional

hipogastrium.

Penderita penyakit ini akan mengeluhkan rasa sakit pada perut, biasanya di bawah pusat,

diare atau obstipasi (sembelit). Bila terjadi obstipasi, feses penderita dapat keluar berbentuk 

seperti potlot atau tahi kambing (obstipasi spastik).

Faktor psikologis yang berperan pada penderitanya yaitu adanya harapan-harapan untuk 

meminta lebih banyak lagi dari orang lain karena mereka telah memberi banyak pada orang

tersebut. Angan-angan utama untuk dimanja telah berhasil diubahnya menjadi mekanisme-

mekanisme pengelak, sehingga tidak timbul reaksi terhadap angan-angan pemanjaan yang tak 

dirasa puas. Mereka secara sadar yakin dapat memberi banyak kepada orang lain namun secara

tidak sadar mereka meminta/mengharapkan lebih banyak lagi.

Penderita gangguan ini pada puncak intelektualitasnya dapat secara terus terang mengakui

bahwa dengan prestasi yang mereka miliki, mereka dapat meminta lebih banyak. Secara tidak 

sadar mereka merasa bahwa mereka telah memberi “terlampau banyak”. Pertahanan di ri mereka

akan runtuh dan dapat mengakibatkan timbulnya gangguan saluran cerna tersebut bila mereka

merasa “tidak dapat membayar” atau ketika meraka merasa dirinya “kurang dibayar”. 

6.  Aerografi

Gejala yang timbul dari gangguan saluran cerna ini adalah berupa rasa sakit perut dan perut

dirasakan penuh dan membengkak, hal ini dibuktikan dengan bersendawa (belching) yang keras

bertubi-tubi. Simtom ini terutama ditemukan pada meraka yang bergantian menelan dan

mengeluarkan udara. Bila tidak dapat bersendawa, maka perut akan terasa kembung

(meteorismus) dan kentut (flatus) yang tidak berbau.

Gejala-gejala tersebut juga sering disebut sebagai sindrom Roemheld yang terdiri dari rasasakit di daerah jantung yang disebabkan oleh diafragma yang tertekan ke atas oleh lambung yang

membengkak karena terisi oleh udara (meteorismus).

Penatalaksanaan sindrom fungsional saluran cerna ini memerlukan kerjasama yang baik dari

penderita dan dokter yang merawatnya serta jika diperlukan dapat meminta bantuan dari seorang

psikiater. Karena penyebab yang mendasari gangguan ini adalah faktor psikologis (setelah hasil

5/14/2018 Penyakit Pencernaan - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/penyakit-pencernaan 4/7

 

pemeriksaan tidak ditemukan adanya penyebab organik yang mendasari nya) dari penderitanya

maka selain memberikan pengobatan yang dapat mengurangi gejala yang dialami penderitanya

maka psikoterapi juga dibutuhkan untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi gangguan

ini. Yang terlebih penting adalah peran serta dari penderita untuk  mengatasi masalah yang

dialaminya dengan petunjuk dan bantuan dari dokter dan psikiaternya.

5/14/2018 Penyakit Pencernaan - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/penyakit-pencernaan 5/7

 

PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN

Alat-alat pernapasan merupakan organ tubuh yang sangat penting. Jika alat ini terganggu karena

penyakit atau kelainan maka proses pernapasan akan terganggu, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Berikut akan diuraikan beberapa macam gangguan yang umum terjadi pada saluran pernapasan

manusia.

1.  Sinusitis

Sinusitis berasal dari akar bahasa Latinnya, akhiran umum dalam kedokteran itis berarti

peradangan karena itu sinusitis adalah suatu peradangan sinus paranasal. Di sekitar rongga

hidung terdapat empat sinus yaitu sinus maksilaris ( terletak di pipi) , sinus etmoidalis ( kedua

mata) , sinus frontalis (terletak di dahi) dan sinus sfenoidalis ( terletak di belakang dahi).

Secara klinis sinusitis dibagi atas :

1.  Sinusitis akut

2.  Sinusitis subakut

3.  Sinusitis Kronis

Sedangkan berdasarkan penyebabnya sinusitis :

  Rhinogenik (penyebab kelainan atau masalah di hidung), Segala sesuatu yang

menyebabkan sumbatan pada hidung dapat menyebabkan sinusitis

  Dentogenik/Odontogenik (penyebabnya kelainan gigi), yang sering menyebabkan

sinusitis infeksi pada gigi geraham atas (pre molar dan molar)

2.  Bronkitis

Bronkitis adalah suatu peradangan pada cabang tenggorok (bronchus) (saluran udara ke paru-

paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi

pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-

paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.

Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan organisme yang menyerupai bakteri

(Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia). Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada

perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan menahun. Infeksi berulang

bisa merupakan akibat dari:

  Sinusitis kronis

  Bronkiektasis

  Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.

5/14/2018 Penyakit Pencernaan - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/penyakit-pencernaan 6/7

 

Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:

  Berbagai jenis debu

  Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur

dioksida dan bromin

  Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida

  Tembakau dan rokok lainnya.

3.  Asma

Asma adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas 

terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat

sementara.

Pada penderita asma, penyempitan saluran pernapasan merupakan respon terhadap

rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan memengaruhi saluran pernapasan.

Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang,

asap, udara dingin dan olahraga. 

Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang

melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan (inflamasi) dan

pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara

(disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat

tenaga supaya dapat bernapas.

Sel-sel tertentu di dalam saluran udara, terutama mastosit diduga bertanggungjawab terhadap

awal mula terjadinya penyempitan ini. Mastosit di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti

histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: - kontraksi otot polos - peningkatan

pembentukan lendir - perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. Mastosit mengeluarkan

bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing

(alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang.

Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama

terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin. Stres dan

kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.

Sel lainnya yakni eosinofil yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma

melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara.

Asma juga dapat disebabkan oleh tingginya rasio plasma bilirubin sebagai akibat dari stres

oksidatif yang dipicu oleh oksidan. 

5/14/2018 Penyakit Pencernaan - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/penyakit-pencernaan 7/7

 

4.  Asidosis Tubulus Renalis

Asidosis tubulus renalis (bahasa Inggris:  Renal tubular acidosis, RTA) adalah suatu penyakit

ginjal (renal) khususnya pada bagian tubulus renalis-nya. Menurut sejumlah literatur ilmiah

bidang kesehatan, penyakit ATR ini memang tergolong penyakit langka, dengan manifestasi

klinis yang tidak spesifik sehingga diagnosis sering terlambat.

Dalam keadaan normal, ginjal menyerap asam sisa metabolisme dari darah dan

membuangnya ke dalam urin. Pada penderita penyakit ini, bagian dari ginjal yang bernama

tubulus renalis tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga hanya sedikit asam yang

dibuang ke dalam urin. Akibatnya terjadi penimbunan asam dalam darah, yang mengakibatkan

terjadinya asidosis, yakni tingkat keasamannya menjadi di atas ambang normal.

Menurut sejumlah literatur ilmiah bidang kesehatan, penyakit ATR ini memang tergolong

penyakit yang jarang terjadi, dengan manifestasi klinis yang tidak spesifik sehingga diagnosis

sering terlambat. Namun menurut Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A (K), dokter spesialis gizi

dan metabolik anak pada Bagian Ilmu Kesehatan Anak di RSCM Jakarta, pasien penyakit ATR

yang dia ditangani semakin hari semakin banyak. Pada tahun 2005 saja, pasien ATR yang dia

tangani ada sekitar 20-an orang anak. Dan setiap tahun angka prevalensinya senantiasa

bertambah.