Click here to load reader

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN ... · PDF filetugas menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan pantai tentu tidak dapat ... sebagai contoh alat peraga yang dapat

  • View
    230

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN ... · PDF filetugas menulis karangan...

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN

PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PADA SISWA KELAS IV

SEKOLAH DASAR NEGERI PAJANG 1 SURAKARTA

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Oleh

BAMBANG WASIATMOKO

NIM: K7106011

Skripsi

Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2010

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari empat keterampilan

berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan

menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat kompleks.

Pembelajaran menulis mengarahkan siswa untuk dapat menuangkan ide dan

gagasan ke dalam tulisan.

Menurut Henry Guntur Tarigan (1986: 3) menulis merupakan

keterampilan bahasa yang digunakan secara tidak langsung, tidak secara tatap

muka dengan orang lain. Menulis merupakan kegiatan yang produktif dan kreatif.

Sedangkan menurut Weayer dalam Henry Guntur Tarigan (1986: 28) klasifikasi

menulis terbagi menjadi empat yaitu: narasi, persuasi, argumentasi dan deskripsi.

Menulis deskripsi merupakan salah satu bentuk keterampilan menulis. Menulis

deskripsi bermaksud memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu hal.

Asep Saefullah dalam http//:www.asep.wordpress.com menulis deskripsi

merupakan salah satu teknik menulis menggunakan detail dengan tujuan membuat

pembaca seakan-akan berada di tempat kejadian, ikut merasakan, mengalami,

melihat dan mendengar mengenai suatu peristiwa atau adegan. Menulis deskripsi

membuat karakter yang digambarkan menjadi lebih hidup di benak pembaca.

Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap siswa kelas IV Sekolah Dasar

Negeri Pajang 1 Surakarta kemampuan menulis deskripsi masih rendah. Siswa

mengalami kesulitan di dalam menulis karangan deskripsi. Berdasarkan daftar

nilai hasil ulangan harian siswa tentang menulis deskripsi, dari lima puluh siswa

masih terdapat 24 siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal

(KKM). Di kelas IV Sekolah Dasar Negeri pajang 1 KKM untuk menulis

deskripsi adalah 61.

Kesulitan ini muncul karena dipengaruhi beberapa faktor. Faktor tersebut

meliputi faktor intern dari siswa sendiri dan faktor ekstern atau faktor luar. Faktor

yang berasal dari dalam diri siswa atau intern yaitu ketidakmampuan di dalam

menuangkan ide atau gagasan ke bentuk tulisan. Kesulitan yang dialami siswa

terlihat pada saat peneliti mengamati pembelajaran menulis deskripsi di Sekolah

Dasar Negeri Pajang 1 Surakarta. Hasil karangan siswa banyak menggunakan kata

setelah, selanjutnya, kemudian, lalu, terus. Siswa masih kesulitan di

dalam membedakan karangan deskripsi dengan karangan narasi. Terbukti dengan

seringnya anak menggunakan kata pada suatu hari atau pada suatu tempat

untuk mengawali paragraf.

Ada pula faktor ekstern berasal dari guru kelas. Proses kegiatan belajar

mengajar yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Pajang 1 Surakarta masih

dilakukan secara konvensional. Pada saat materi menulis deskripsi guru

menggunakan metode ceramah dan penugasan saja. Faktor ini mengakibatkan

kesulitan karena siswa hanya menggunakan imajinasi saja pada saat mengarang

deskripsi.

Mendeskripsikan sesuatu dengan tidak melihat objek secara langsung

akan menyebabkan kesulitan bagi siswa Sekolah Dasar. Pada usia Sekolah Dasar

konsep yang abstrak harus dikongkritkan dengan media yang sesuai. Akan tetapi

selama ini pembelajaran menulis deskripsi di kelas IV Sekolah Dasar Negeri

Pajang 1 belum menggunakan media. Di dalam menulis deskripsi guru meminta

siswa membayangkan objek yang akan ditulis, sehingga siswa mengalami

kesulitan dalam mengorganisasikan kata-kata ke dalam kalimat. Karangan yang

dihasilkan siswa cenderung pendek. Karangan siswa hanya terdiri dari satu atau

dua paragraf dan yang masing-masing berisi tiga sampai empat kalimat saja.

Media pembelajaran pada saat ini telah berkembang pesat. Salah satu

media yang saat ini mulai banyak digunakan di Sekolah Dasar adalah multi media.

Salah satu bentuk multi media yaitu video pembelajaran. Video pembelajaran ini

dikemas dalam bentuk video compact disck (VCD). Video pembelajaran

merupakan suatu media yang menggunakan aspek audio dan visual. Video

memiliki keunggulan jika dibandingkan media lain karena praktis, mudah dibawa

dan dapat diputar berulang-ulang sesuai kebutuhan. Peralatan yang diperlukan

untuk pembelajaran dengan video sudah tersedia di beberapa Sekolah Dasar.

selama ini keberadaan peralatan multi media tersebut belum didukung dengan

kemampuan guru untuk mengoperasikannya. Tidak semua guru di Sekolah Dasar

dapat mengoperasikan perangkat multi media sehingga cenderung tidak dipakai.

Dalam pembelajaran menulis deskripsi guru dapat mengkongkritkan

konsep yang abstrak dengan menggunakan media video. Alat-alat yang diperlukan

untuk pembelajaran dengan video adalah laptop, LCD proyektor, dan screen.

Peralatan multi media seperti laptop, LCD proyektor dan screen sangat praktis

untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Multi media video pembelajaran mampu mengkongkritkan konsep yang

abstrak. Sumber belajar yang tidak mungkin dibawa atau digunakan di dalam

kelas dapat ditunjukkan menggunakan video pembelajaran. Siswa yang diberi

tugas menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan pantai tentu tidak dapat

langsung pergi ke pantai. Pantai yang menjadi objek menulis deskripsi dapat

dibawa ke dalam kelas melalui media video pembelajaran. Dengan menggunakan

media video pembelajaran diharapkan kemampuan menulis deskripsi siswa akan

meningkat, karena objek yang pada awalnya bersifat abstrak dapat diubah

menjadi kongkrit.

Oleh karena itu untuk membuktikan bahwa penggunaan video dapat

meningkatkan kemampuan menulis deskripsi pada siswa kelas IV Sekolah Dasar

Negeri Pajang 1 Surakarta, maka peneliti akan melaksanakan Penelitian Tindakan

Kelas (Classroom Action Research) yang berjudul Peningkatan Kemampuan

Menulis Deskripsi dengan Penggunaan Media Video Pada Siswa Kelas IV

Sekolah Dasar Negeri Pajang 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2009/2010.

B. Identifikasi Masalah

Permalasahan di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pajang 1 dapat

diidentifikasikan sebagai berikut:

1. Guru melaksanakan proses belajar mengajar dengan metode konvensional.

2. Guru belum menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi

menulis deskripsi.

3. Siswa tidak dapat mengorganisasikan ide, gagasan, pendapat dan

pemikirannya ke dalam tulisan.

4. Siswa sering menggunakan kata setelah, selanjutnya, kemudian,

lalu, terus di dalam menulis karangan deskripsi.

5. Siswa masih kesulitan di dalam membedakan karangan deskripsi dengan

narasi.

6. Nilai siswa masih rendah dalam pembelajaran menulis deskripsi.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas,

maka dapat dirumuskan permasalahan yang ada di Sekolah Dasar Negeri Pajang 1

adalah Apakah penggunaan media video dapat meningkatkan kemampuan

menulis deskripsi siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pajang 1 Surakarta?

D. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah yang diungkapkan di atas, maka penelitian

yang akan dilakukan ini bertujuan Untuk meningkatkan kemampuan menulis

deskripsi siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pajang 1 Surakarta dengan

menggunakan media video.

E. Manfaat

Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini antara lain:

1. Secara Teoretis

Secara teoretis hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan

dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. Hasil penelitian ini dapat

menjadi inovasi dalam pembelajaran di sekolah yang sangat penting demi

kemajuan siswa. Selain itu hasil penelitian juga dapat digunakan sebagai

acuan untuk penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan multi media di

dalam kegiatan belajar mengajar.

2. Secara Praktis

a. Bagi Guru

1) Multi media yang digunakan dalam penelitian ini dapat dipakai

sebagai contoh alat peraga yang dapat dimanfaatkan dalam

pembelajaran.

2) Memberikan pengetahuan kepada guru bahwa multi media dapat

digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis deskripsi.

3) Memberi motivasi kepada guru agar mau melakukan inovasi

pembelajaran demi tercapainya siswa yang pandai dan kreatif.

4) Meningkatkan kreativitas guru dalam pembelajaran.

5) Mendorong masuknya teknologi ke dalam dunia pendidikan.

b. Bagi Siswa

1) Memberikan pembelajaran yang menyenangkan.

2) Dapat meningkatkan kemampuan menulis deskripsi.

3) Memberikan pengetahuan baru tentang teknologi dalam pembelajaran.

4) Memberikan suasana baru dalam belajar.

5) Siswa dapat memanfaatkan video untuk belajar.

c. Bagi Sekolah

Memberikan pengetahuan kepada keluarga sekolah untuk

memanfaatkan media pembelajaran yang baru dan i