PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK SAPI SECARA SEDERHANA ?· drat dalam ½ inci, shock drat luar ½ inci, sambungan…

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK SAPI SECARA SEDERHANA

DI DESA PATTALASSANG KABUPATEN SINJAI

SULAWESI SELATAN

A. CAKRA ADITYAWARMAN MUS P

DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2014

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA*

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Pengolahan Limbah

Ternak Sapi Secara Sederhana di Desa Pattalassang Kabupaten Sinjai Sulawesi

Selatan adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan

belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber

informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak

diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam

Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut

Pertanian Bogor.

Bogor, Februari 2014

A. Cakra Adityawarman Mus P

NIM D14090060

ABSTRAK

A CAKRA ADITYAWARMAN. Pengolahan Limbah Ternak Sapi Secara

Sederhana di Desa Pattalassang Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan. Dibimbing

oleh SALUNDIK dan LUCIA CYRILLA.

Limbah kotoran ternak sapi jika tidak diolah dengan baik akan berdampak

buruk pada lingkungan. Perlakuan yang tepat pada limbah kotoran ternak akan

memberikan nilai tambah dari kotoran ternak tersebut. Pengolahan limbah kotoran

ternak menjadi biogas, pupuk padat dan pupuk cair merupakan cara yang tepat

untuk mengurangi dampak pencemaran kotoran ternak. Biogas digunakan sebagai

bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah atau gas LPG untuk memasak.

Bahan keluaran biogas (sludge) selanjutnya dapat diolah kembali menjadi pupuk

padat dan cair dengan memisahkan bagian padatan dengan cairnya. Proses

pengolahan limbah kotoran ternak ini saling berkesinambungan sehingga tidak

ada limbah yang dihasilkan (zero waste). Penerapan teknologi pengolahan limbah

kotoran ternak tersebut selain dapat meminimalkan dampak pencemaran

lingkungan juga memberi tambah penghasilan bagi peternak. Data diolah

menggunakan analisis margin kotor yaitu perbandingan besar manfaat yang

diperoleh dengan tambahan biaya/kerugian dengan adanya teknologi biogas. Hasil

perhitungan menunjukkan, dengan adanya teknologi biogas 1.6 m3

hari-1

memberikan keuntungan tambahan sebesar Rp 1 300 184 per bulan.

Kata kunci: analisis margin kotor, biogas, pupuk padat, dan pupuk cair

ABSTRACT

A CAKRA ADITYAWARMAN. Livestock Waste Simple Processing in

Pattalassang Village of Sinjai South Sulawesi Province. Supervised by

SALUNDIK and LUCIA CYRILLA.

Waste could be problem if doesnt handled properly make bad impact on

environment. The treatment exacly on livestock waste will provide addition value

of livestock waste. The treatment of livestock waste processing to biogas, solid

manure, and liquid manure is good metode to minimize the impact of livestock

waste pollution. The biogas used to be alternative fuel substitute fuel oil or LPG

for cooking. The effluent reus to be solid manure and liquid manure by liquid and

solid separation, this metode advantage cause zero waste. The other advantage is

give more income for farmer. Data analized by bruto margin analized is the

comparisons of benefits and loss which obtained by applied new technology to

know worthy or not this technology applied. The result of accounting sawed

biogas instalation 1.6 m3 per day give more income Rp 1 300 184 per mount.

Keywords: waste, biogas, solid manure, liquid manure

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Peternakan

pada

Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan

PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK SAPI SECARA SEDERHANA

DI DESA PATTALASSANG KABUPATEN SINJAI

SULAWESI SELATAN

A. CAKRA ADITYAWARMAN MUS P

DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2014

Judul Skripsi : Pengolahan Limbah Ternak Sapi Secara Sederhana di Desa

Pattalassang Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan

Nama : A Cakra Adityawarman Mus P

NIM : D14090060

Disetujui oleh

Dr Ir Salundik, MSi

Pembimbing I

Ir Lucia Cyrilla ENSD, MSi

Pembimbing II

Diketahui oleh

Prof Dr Ir Muladno, MSA

Ketua Departemen

Tanggal Lulus:

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa taala atas

segala rahmat dan karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan.

Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Juli 2013 ini

ialah Limbah, dengan judul Pengolahan Limbah Ternak Sapi Secara Sederhana di

Desa Pattalassang, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Dr Ir Salundik, MSi dan Ibu Ir

Lucia Cyrilla ENSD, MSi sebagai dosen pembibmbing yang senantiasa

memberikan masukan, perhatiannya, dan meluangkan waktu dalam membimbing

penulis sehingga karya ilmiah ini dapat terselesaikan. Penulis juga menyampaikan

banyak terima kasih kepada bapak Dr Ir Moh Yamin, MAgr Sc sebagai dosen

pembimbing akademik yang senantiasa meluangkan waktunya dalam beberapa

kesempatan konsultasi selama menjalani masa studi.

Terima kasih yang sebesar-besarnya juga penulis ucapkan kepada orang tua

tercinta bapak A. Mustaring Pananrang dan Altruisa Rachel Wigati atas segala

doa, kasih sayang, motivasi, dan dukungan moril dan materil yang telah diberikan.

Penulis juga mengucapkan terima kepada Bapak Firdaus yang telah memberi izin

dan memperkenankan saya melakukan penelitian di lokasi peternakannya di Desa

Pattalassang Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan, serta

kepada sahabat Widigdo Hadi Pratoyo, M Rasyid, Hendrawan, Anggi Putra dan

Adi Suryonugroho atas kebersamaan dan kerjasamanya selama menempuh studi.

Semoga penelitian ini dapat memperkaya ilmu dan bermanfaat bagi yang

membacanya.

Bogor, Februari 2014

A. Cakra Adityawarman Mus P

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL vi

DAFTAR GAMBAR vi

DAFTAR LAMPIRAN vi

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Tujuan 2

Ruang Lingkup Penelitian 2

METODE 2

Lokasi dan Waktu 2

Materi 2

Prosedur 3

Pembuatan biogas, pupuk cair, dan pupuk padat 3

Analisis Data 4

Jenis dan analisis data 4

Variabel yang diukur 4

Analisis ekonomi teknologi pengolahan limbah 4

HASIL DAN PEMBAHASAN 6

Kondisi umum 6

Aspek Teknis Teknologi Biogas 6

Produksi Biogas 8

Produksi Pupuk 9

Analisis Margin Kotor 10

SIMPULAN 12

Simpulan 12

Saran 12

DAFTAR PUSTAKA 12

LAMPIRAN 14

RIWAYAT HIDUP 15

DAFTAR TABEL

1 Format analisis margin kotor 5 2 Alat dan bahan instalasi biogas 7 3 Nilai kesetaraan 1 m3 biogas dan energi yang dihasilkan 9 4 Kandungan mineral effluent dari enam instalasi biogas di Delta Mekong

Vietnam 10

5 Produksi pupuk padat dan cair keluaran biogas dalam sebulan 11 6 Analisis margin kotor teknologi biogas (Rp per bulan) 11

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Limbah merupakan bahan organik atau anorganik yang tidak termanfaatkan

lagi, sehingga dapat menimbulkan masalah serius bagi lingkungan jika tidak

ditangani dengan baik. Limbah dapat berasal dari berbagai sumber hasil buangan

dari suatu proses produksi salah satunya limbah peternakan. Limbah tersebut

dapat berasal dari rumah potong hewan, pengolahan produksi ternak, dan hasil

dari kegiatan usaha ternak. Limbah ini dapat berupa limbah padat, cair, dan gas

yang apabila tidak ditangani dengan baik akan berdampak buruk pada lingkungan.

Limbah yang berasal dari peternakan tersebut akan bernilai ekonomi tinggi

apabila diolah dengan perlakuan yang tepat. Ada banyak cara yang dapat

dilakukan untuk mengolah limbah peternakan tersebut. Salah satunya pengolahan

kotoran menjadi pupuk kandang, cara ini merupakan cara yang paling sederhana

yang sering kita jumpai yaitu kotoran ternak dibiarkan hingga kering. Namun

dengan cara pengolahan kotoran tersebut belum bisa dikatakan ramah lingkungan,

karena kotoran ternak yang diolah dengan cara dikeringkan akan menimbulkan

pencemaran dalam bentuk gas atau bau. Bau yang menyengat yang ditimbulkan

dari kotoran ternak akan mengganggu pernafasan yang menyebabkan gangguan

kesehatan.

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan

menimbulkan pemikiran untuk mengolah kotoran ternak tersebut menjadi suatu

produk yang lebih bermanfaat. Permasalahan pengelolaan sampah tersebut dapat

diminimalkan dengan menerapkan pengelolaan sampah yang terpadu (Integrated

Solid Waste Management/ISWM), diantaranya waste to energy atau pengolahan

sampah menjadi energi (Damanhuri 2010). Kotoran ternak diolah dengan cara

yang lebih baik akan bernlai ekonomi tinggi seperti pemanfaatan kotoran tersebut

s