Pengertian Teori, Arsitektur, Teori Arsitektur, dan 3 Aspek Vitruvius

  • Published on
    01-Nov-2015

  • View
    133

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Bersumber dari buku

Transcript

DEANALOVA A.V 052001400037

Deanalova A.V (052001400037)

TEORI

Theory is not like a pair of glasses; it is like a pair of guns; it does not enable one to see better but to fight better. Jose G. Merquior. 1985:85. Teori tidak seperti sepasang kacamata, tetapi seperti sepasang pistol yang tidak memungkinkan saling memandang dengan baik, tetapi lebih cocok untuk saling bertarung. Merquior. 1985:85.Sumber : The Theory Of Architecture, Concept Themes & Practices, Paul-Alan Johnson

For me theory is the understanding of the use and meaning of objects, their idiosyncracies, characteristics and effects. Rob Krier. 1988:8.Bagi saya teori adalah pengertian dari penggunaan dan pengartian dari suatu objek, keistimewaannya, karakteristik dan efek. Merquior. 1985:85.Sumber : The Theory Of Architecture, Concept Themes & Practices, Paul-Alan Johnson

Theory is the most vital component of the architecture curriculum.To many other students, theory is seen as a set of enigmatic texts produced byobscure authorsboring, heady, and impractical. Teori merupakan komponen paling penting pada kurikulum arsitektur.Banyak siswa memandang Teori sebagai sekumpulan teks-teks yang membingungkan yang dibuat oleh penulis tidak jelas, membosankan, sengit, dan tidak dapat dipraktekkan. Sumber : Introducing Architectural Theory, Debating a Discipline edited by Korydon Smith

Theory is what underpins all aspects of architecturetechnological, cultural, economic, and aesthetic. Theory is embedded in the everyday aspects of architecture: daily conversations between students and instructors, editorials in popular architectural media, etcTeori mendasari semua aspek arsitektur, teknologi, budaya, ekonomi dan estetika. Teori tertanam dalam aspek sehari-hari arsitektur: percakapan sehari-hari antara siswa dan instruktur, editorial media arsitektur populer, dllSumber : Introducing Architectural Theory, Debating a Discipline edited by Korydon Smith

Humans make theories to explain the world around them. Theory building develops out of our need to make sense out of life.Philosophy and religion are two examples of this human desire to explore and explain the meaning of life. As such, theory and philosophy are often synonymous.In fact, many library databases use the term architecture philosophy rather than architecture theory.The term philosophy, however, may be misleading, as it suggests something ephemeral, hypothetical, or non-concrete. In actuality, architectural theory serves a practical role. Though practice is often seen as the complement to theory, architectural theory fulfills a rational, pragmatic, and concrete purpose.Manusia membuat teori untuk menjelaskan dunia di sekitar mereka. "Bangunan Teori mengembangkan dari kebutuhan kita untuk masuk akal dari kehidupan." Filsafat dan agama adalah dua contoh dari keinginan manusia untuk mengeksplorasi dan menjelaskan makna kehidupan. Dengan demikian, "teori" dan "filsafat" sering synonymous.In Bahkan, banyak database perpustakaan menggunakan istilah "filsafat arsitektur" daripada "teori arsitektur." Istilah "filsafat," Namun, dapat menyesatkan, karena menunjukkan sesuatu fana, hipotetis, atau non-konkret. Pada kenyataannya, teori arsitektur melayani peran praktis. Meskipun "praktik" sering dianggap sebagai pelengkap untuk "teori," teori arsitektur memenuhi tujuan yang rasional, pragmatis, dan konkret.Sumber : Introducing Architectural Theory, Debating a Discipline edited by Korydon Smith

ARSITEKTUR

Arsitektur adalah kemenangan imajinasi manusia atas material, metode dan manusia, untuk menempatkan manusia ke dalam kepemilikan buminya sendiri.Sumber : Wright, Frank Lloyd (1867-1959)In Bruce Brooks Pfeiffer and Gerald Nordland (eds.)Frank Lloyd Wright: In the Realm of Ideas (p.48)Southern Illinois University Press, Carbondale, Illinois, USA. 1988

Arsitektur adalah semacam pidato dalam bentuk, kadang-kadang membujuk atau bahkan menyanjung, kadang-kadang hanya memerintah.Sumber :Nietzsche, Friedrich Wilhelm (1844-1900)Twilight of the Idiots or, How to Philosophize with the Hammer Raids of an Untimely Man, 11 (p.57)Hackett Publishing Company, Inc. Indianapolis, Indiana, USA. 1997

Arsitektur adalah isyarat. Tidak setiap gerakan purposive dari tubuh manusia adalah isyarat. Dan tidak lebih adalah setiap bangunan dirancang untuk keperluan arsitektur.Sumber :Wittgenstein, Ludwig Josef Johann (18891951)Austrian-born English philosopherCulture and Value (p. 42e)The University of Chicago Press. Chicago, Illinois, USA. 1980

Arsitektur adalah seni mendirikan bangunan ekspresif dan indah. Sumber :(Statham, H. Heathcote (18391924) Architecture for General Readers (p. 3) Charles Scribners Sons. New York, New York, USA. 1896)

TEORI ARSITEKTUR

An architect does not arrive at his finished product solely by a sequence of rationalizations, like a scientist, or through the working of the Zeitgeist. Nor does he reach them by uninhibited intuition, like a musician or a painter. He thinks of forms intuitively, and then tries to justify them rationally; a dialectical process governed by what we may call his theory of architecture, which can only be studied in philosophical and ethical terms. Peter Collins. 1965:16Seorang arsitek tidak sampai pada produk jadi nya hanya dengan urutan rasionalisasi, seperti ilmuwan, atau melalui kerja Zeitgeist. Dia juga tidak mencapai mereka dengan intuisi tanpa hambatan, seperti musisi atau pelukis. Dia berpikir tentang bentuk intuitif, dan kemudian mencoba untuk membenarkan mereka secara rasional; proses dialektis diatur oleh apa yang dapat kita sebut teori arsitektur, yang hanya dapat dipelajari dari segi filosofis dan etis.Sumber : The Theory Of Architecture, Concept Themes & Practices, Paul-Alan Johnson

Architectural theory began with Marcus Vitruvius Ten Books on Architecture,written in the first century B.C.E. The book was a practical guide to the design andconstruction of towns, infrastructure, and public buildings, and private residences. Teori Arsitektur dimulai dengan Marcus Vitruvius 'Ten Books on Architecture,ditulis pada abad pertama SM Buku ini adalah panduan praktis untuk desain danpembangunan kota, infrastruktur, dan bangunan umum, dan rumah pribadi.Sumber : Introducing Architectural Theory, Debating a Discipline edited by Korydon Smith

Architectural theory is vast and diverse, and encompasses at least three main areas:1. theories of architectural technology: principles of structure, ventilation, drainage,lighting, etc.2. theories of architectural history: social phenomena and patterns, linguistic analyses,analyses of physical artifacts, etc.3. theories of architectural design: organizational strategies, design methods, spatialconcepts, aesthetic judgments, etc.Teori Arsitektur sangat luas dan beragam, dan meliputi setidaknya tiga bidang utama:1. teori teknologi arsitektur: prinsip-prinsip struktur, ventilasi, drainase, pencahayaan, dll2. teori sejarah arsitektur: fenomena dan pola sosial, analisis linguistik, analisis artefak fisik, dll3. teori desain arsitektur: strategi organisasi, metode desain, tata ruang konsep, penilaian estetika, dllSumber : Introducing Architectural Theory, Debating a Discipline edited by Korydon Smith

FIRMITAS

Firmitas diartikan Vitruvius sebagai aspek yang memiliki kaitan langsung dengan sifat-sifat structural dan material dari sebuah bangunan. Meskipun Vitruvius cukup rinci menjelaskan teknik-teknik pembangunan, pada waktu itu belum ada suatu rumusan yang dapat menjelaskan hubungan antara material, dimensi, konstruksi, dan kekokohan bangunan seperti yang kita kenal dalam ilmu teknik sipil masa kini. Vitruvius hanya menggambarkan dengan samar resep kekokohan dapat diatur dengan aturan proporsi.Sumber: SEJARAH ARSITEKTUR sebuah pengantar oleh Setiadi Sopandi hal. 158-160

UTILITAS

Utilitas berhubungan dengan banyak hal. Diantaranya adalah kenyamanan penggunaan, pengaturan ruang-ruang, lokasi bangunan (di tengah kota), ruang-ruang public dan privat, orientasi bangunan terhadap sinar matahari, anggaran dan biaya pembangunan, serta berbagai tuntutan yang terkait dengan tingkatan social pengguna bangunan di masyarakat. Agak berbeda dengan pengertian umum masa kini, aspek utilitas menurut Vitruvius tidak mengatur hal-hal yang sifatnya teknis belaka, namun juga menyinggung pemahaman mengenai privasi dan kehidupan social masyarakat. Arsitek (dan arsitektur) dianggap harus akomodatif terhadap nilai-nilai yang berlaku di dalam sebuah masyarakat agar norma-norma kepantasan dan tata laku masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sebuah upacara public yang dilakukan seorang tokoh masyarakat, misalnya, harus diakomodasi dengan baik oleh sebuah bangunan dengan cara memberikan akses yang baik dan pantas, lebar ruang antar tiang dengan posisi yang tepat, dan sebagainya.Sumber: SEJARAH ARSITEKTUR sebuah pengantar oleh Setiadi Sopandi hal. 158-160

VENUSTAS

Venustas berhubungan dengan keindahan / beauty dalam arti yang mungkin sangat spesifik. Dalam pengertian Romawi Kuno, keindahan konon memiliki dua pengertian bernuansa gender. Dignitas adalah keindahan yang diasosiasikan dengan laki-laki, sedangkan venustas lebih menggambarkan kualitas keindahan yang ada pada wanita. Venustas juga lekat dengan kualitas keindahan yang dihasilkan oleh upaya pemantasan (propriety). Upaya ini menyiratkan sebuah aktifitas lanjutan yang dilakukan untuk membuat orang atau benda atau tempat dapat tampil lebih pantas, upaya untuk mendandani. Upaya ini dapat dikatakan merupakan upaya dekorasi, yang mungkin belum secara sempurna dilakukan pada kedua aspek sebelumnya.Sumber: SEJARAH ARSITEKTUR sebuah pengantar oleh Setiadi Sopandi hal. 158-160[Type text]

TUGAS PPHB TEORI ARSITEKTUR I

Recommended

View more >