7
Pengenalan Hortikultura Pengetahuan Umum Hortikultura Terhadap Rangkaian Bunga 5/12/2000 DPD IPBI Jatim Antini Nurwani Pasian

Pengenalan Hortikultura

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pengenalan hortikultura terhadap perangkai bunga sebagai syarat ujian umum merangkai bunga tingkat dasar di Indonesia.

Citation preview

Page 1: Pengenalan Hortikultura

Pengenalan HortikulturaPengetahuan Umum Hortikultura Terhadap Rangkaian Bunga

5/12/2000

DPD IPBI Jatim

Antini Nurwani Pasian

Page 2: Pengenalan Hortikultura

Pengenalan Hortikultira

HORTIKULTURA

PENDAHULUAN

Sejak Pelita I hingga sekarang, tanggapan masyarakat akan pembangunan pertanian cukup

besar, khususnya pada komoditi hortukultura yang nampak makin berkembang sehubungan

dengan makin meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Tanggapan masyarakat akan

perkembangan hortikultura terlihat dengan mulai bermunculnya usaha swasta dan pemerintah

melalui berbagai – berbagai macam kegiatan seperti :

Pekan Industri bunga tahun

Pameran dan perlombaan anggrek setiap tahun

Festival bunga tiap HUT. DKI

Pameran taman mungil dan kaktus

Pameran dan bursa taman bunga.

Dengan dimulai upaya menggalakkan ekspor komoditi non migas, hortikultura ikut menjadi

komoditi yang penting untuk diperhatikan.

KLASIFIKASI TANAMAN

Disebabkan banyaknya jenis tanaman, maka banyak pula penggolongan tanaman berdasarkan

berbagai kepentingan atau kegunaannya. Urutan klasifikasi berdasarkan taksonomi, yaitu :

Kingdom

Divisi

Ordo

Familia

Genur

Species

Varietas

Individu

Taksonomi digunakan untuk memberi nama tanaman secara universal dan biasanya nama

yang dipakai diambil dari bahasa latin. Berdasarkan asal tanaman dibedakan antara tanaman

tropis dan sub tropis, ditinjau dari segi budayanya, tanaman diklasifikasikan menjadi :

1. Agrikultura : meliputi tanaman lapangan, industri dan makanan.

2. Hartikultura : meliputi tanaman sayur, buah dan bunga.

DPD Ikatan Perangkai Bunga Indonesia provinsi Jawa Timur Page 2

Page 3: Pengenalan Hortikultura

Pengenalan Hortikultira

Hartikultura berasal dari kata hartus = garden dan culture = budidayo, dalam kelompok

hartikultura masih dipisahkan lagi berdasarkan pemanfaatan tanaman yaitu :

a. Arborikultura = mencakup tanaman hias dari gabungan pohon – pohonan atau

tanaman keras.

b. Pamologi = menguraikan tentang tanaman buah – buahan.

c. Florikultura = mencakup tanaman sayuran.

d. Plurikultura = mencakup tanaman bunga.

e. Landscape Ornamental Hartikultura = mencakup tanaman hias dari golongan perdu

dan rumput-rumputan.

Secara garis besar ada yang mengelompokkan hortikultura hanya antara Edible planted dan

Oranmental plante.

MORPHOLOGI TANAMAN

Semua tanaman yang umum diusahakan termasuk tanaman hias, terdiri dari atas akar, batang,

daun dan tunas. Bila ada bentuk lain seperti umbi, tongkol dan lainnya maka itu hanyalah

merupakan modifikasi atau perubahan bentuk dari ranting dan daun yang bisa berubah

menjadi bentuk lain yakni bunga. Selanjutnya bunga akan berfungsi sebagai pembiakkan

tanaman menjadi buah dan biji.

AKAR : Akar yang tumbuh dibedakan menjadi akar serabut, akar tunggang dan akar

tunjang. Jarang orang memanfaatkan akar untuk hiasan karena tidak pernah berwarna.

Kadang-kadang akar diambil karena melihat bentuknya ada yang menarik.

BATANG : Batang tanaman hanya dibedakan tanaman berbatang lunak dan tanaman

berkayu.

DAUN : Bentuk–bentuk daun sangat bervariasi. Disamping ukurannya, warna juga

bermacam – macam. Daun memang tidak selalu berwarna hijau. Selain ukuran, daun

tanaman ada yang tebal dan ada yang tipis bahkan karena adaptasi lingkungan ada

yang berubah bentuk berupa duri, dan batangnya berubah bentuk menjadi lunak atau

sukuler karena berfungsi menyimpan air untuk persediaan musim kering. Susunan

daun sendiri ada yang tunggal dan ganda. Daun ganda sendiri dibedakan daun

menyirip dan menjari.

TUNAS: Pertumbuhan tunas dibedakan ada tunas samping dan tunas pucuk. Tempat

tumbuhnya tunas ada yang tumbuh di ketiak daun, tangkai atau cabang. Pertumbuhan

tunas akan menentukan bentuk tanaman. Untuk tanaman semusim dan tanaman perdu

DPD Ikatan Perangkai Bunga Indonesia provinsi Jawa Timur Page 3

Page 4: Pengenalan Hortikultura

Pengenalan Hortikultira

tidak memberikan kenampakan bentuk tanaman tertentu. Bentuk – bentuk tanaman

hanya dapat dilihat pada tanaman jenis pohon – pohonan:

o Bentuk panjang : Flamboyan

o Bentuk bulat : Kiara paying / pilisan

o Bentuk kerucut : Cemara

Untuk tanaman perdu dapat dibentuk secara artifisial dengan seni dan ketrampilan manusia.

FISIOLOGI TANAMAN

Dalam fisiologi tanaman, aneka tanaman dapat tumbuh secara normal, dapat dipengaruhi oleh

beberapa faktor berikut :

1. Cahaya: Cahaya memegang peranan penting untuk berlangsungnya proses

penyusunan makanan bagi tanaman atau istilah lainnya proses metabolisme. Cahaya

juga berperan dalam gerakan tanaman, misalnya gerak batang dipengaruhi arah

datangnya sinar. Berdasarkan toleransi daripada tanaman terhadap intetitas cahaya

maka dapat digolongkan :

Tanaman cahaya atau sun lovely plant type.

Tanaman bayangan atau shade loving plant type.

Tanaman cahaya akan tumbuh normal bila dapat penyinaran secara langsung dan

tanaman bayangan akan tumbuh normal bila ada naungan.

2. Air: Peranan air dalam tanaman terutama menjaga sel tanaman tetap penuh atau

bungor sehingga tanaman tetap segar. Bila tanaman terlalu kering mengalami

kekurangan air pertumbuhan tanaman akan sangat amat terganggu. Berbahaya apabila

kekurangan air akan sampai pada titik layu permanen. Sebaliknya terlalu banyak air

juga kurang baik bagi tanaman karena mempengaruhi O2 oleh tanaman.

3. Udara : Udara yang dimaksud adalah dalam hubungan faktor penyediaan O2 dan

CO2 bagi pernapasan dan metabolisme tanaman. Kelebihan akar zat ini tidak

berpengaruh bagi tanaman tetapi bila kekurangan tanaman tidak dapat tumbuh dengan

normal.

4. Hara dalam Tanah: Hara dalam tanah diperlukan tanaman untuk membentuk–

membentuk tubuh dan perkembangannya. Hara harus diberikan pada tanaman.

Sumber hara dapat berasal dari unsur organik dan anorganik. Kedua unsur tersebut

harus diberikan bersamaan. Kelebihan unsur organik tidak akan pernah merugikan

DPD Ikatan Perangkai Bunga Indonesia provinsi Jawa Timur Page 4

Page 5: Pengenalan Hortikultura

Pengenalan Hortikultira

tanaman. Sedangkan kelebihan unsur anorganik berbahaya karena tanaman dapat mati

karena terbakar.

5. Suhu: Peranan suhu terutama pada proses metabolisme tanaman. Metabolisme dapat

berlangsung bila berada pada suhu yang optimal bagi tanaman.

6. Klarofil: Pada tanaman hias sinar yang terlalu kuat berpengaruh buruk pada klarofil

atau butir hijau daun yang berfungsi sebagai penyusun unsur makanan. Kerusakan

klarofil daun akan menjadi kekuningan. Pada tanaman cahaya, klarofil dapat

berkembang baik pada suhu 30 derajat celcius. Selain klarofil yang menyebabkan

tanaman berwarna hijau masih ada cat berwarna lain yang disebut karotiusida.

Karotiusida yang menggantikan klarofil menyebabkan tanaman bisa berwarna warni

terutama pada bunganya. Klarotiusida membuat menangkap sinar untuk proses

metabolisme khususnya didaerah ……….(bersambung)

DPD Ikatan Perangkai Bunga Indonesia provinsi Jawa Timur Page 5