97
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK Skripsi Diajukan untuk melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam Ilmu Pendidikan Matematika Oleh : DEWI WAHYUNI NPM. 1411050040 Jurusan : Pendidikan Matematika FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN BANDAR LAMPUNG 1439 H/2018 M

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN ...repository.radenintan.ac.id/5447/1/SKRIPSI.pdf · PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA

  • Upload
    lequynh

  • View
    237

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK

Skripsi

Diajukan untuk melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat

Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam Ilmu Pendidikan

Matematika

Oleh :

DEWI WAHYUNI

NPM. 1411050040

Jurusan : Pendidikan Matematika

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN

BANDAR LAMPUNG

1439 H/2018 M

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK

Skripsi

Diajukan untuk melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat

Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam Ilmu Pendidikan

Matematika

Oleh

DEWI WAHYUNI

NPM 1411050040

Jurusan : Pendidikan Matematika

Pembimbing I : Dr. Rubhan Masykur, M.Pd.

Pembimbing II : Dona Dinda Pratiwi, M.Pd.

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN

BANDAR LAMPUNG

1439 H/2018 M

ABSTRAK

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK

Oleh :

DEWI WAHYUNI

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran pada materi

relasi dan fungsi untuk mengetahui kualitasnya dilakukan validasi menurut ahli

materi dan media. Penelitian ini juga melibatkan peserta didik kelas VIII MTsN 2

Bandar Lampung untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan serta tingkat

efektivitas dari penggunaan multimedia pembelajaran dengan pendekatan matematika

realistik dengan Aplikasi Macromedia Flash yang dikembangkan.

Prosedur pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan

rancangan Borg and Gall yang telah diutip oleh Sutopo menjadi 7 tahap. instrumen

pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuisioner. Teknik

pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert. Teknik analisis data

yang digunakan yaitu bentuk deskriptif kemudian diubah menjadi skor. Skor rata-rata

multimedia pembelajaran diubah menjadi kategori nilai sehingga kualitas media dapat

ditentukan melalui konversi skor rata-rata data dengan katagori nilai tersebut.

Hasil penelitian pengembangan ini adalah diketahuinya kelayakan menurut

para ahli yang meliputi ahli materi dan ahli media, juga dengan mengetahui repson

peserta didik serta tingkat keefektifan media pada materi relasi dan fungsi. Hasil dari

penelitian ahli materi dan ahli media memperoleh kriteria ―Valid‖ dengan nilai rata-

rata ahli materi sebesar 3,4 dan ahli media sebesar 3,3. Kemudian respon peserta

didik terhadap media pembelajaran memperoleh kriteria ―Sangat Menarik‖ dengan

hasil rata-rata skor yaitu 3,33, sedangkan hasil perhitungan N-Gain pada pretest dan

posttest adalah 0,712 dan termasuk dalam katagori tinggi.

Kata Kunci : Multimedia, Pendekatan Matematika Realistik

MOTTO

Artinya:

Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan

seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku

supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia

diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.

Sesungguhnya Alah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S Al-

Hujurat:13)

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahirobbill’alamin, seiring rasa syukur kehadirat Allah

SWT, ku persembanhkan sebuah karya kecil ini sebagai tanda cinta dan kasihku yang

tulus kepada kedua orang tua tercinta, Ibunda Rosmawati dan ayahanda M.Sabari dan

adikku Joko Saputra yang tiada pernah hentinya memberiku semangat, do’a,

dorongan, nasihat dan cinta kasih serta pengorbanan yang tak tergantikan.

RIWAYAT HIDUP

Nama lengkap penulis adalah Dewi Wahyuni. Dilahirkan di Bukit Kemuning,

Lampung Utara pada tanggal 29 April 1996. Penulis merupakan anak pertama dari

dua bersaudara dari pasangan M. Sabari dan Rosmawati.

Pendidikan dimulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi di Bukit

Kemuning, tamat dan berijazah pada tahun 2002, kemudian melanjutkan ke Sekolah

Dasar Negeri 3 Bukit Kemuning, tamat dan berijazah pada tahun 2008. SMP PGRI

Bukit Kemuning, tamat dan berijazah pada tahun 20011. SMA Negeri 1 Bukit

Kemuning, tamat dan berijazah pada tahun 2014. Tahun 2014 penulis terdaftar

sebagai Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan

Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.

Penulis aktif dalam kegiatan Ikatan Keluarga Mahasiswa Lampung Utara

selaku Sekertaris di bidang Dana Usaha pada tahun 2016. Penulis melaksanakan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Kampung Baru Kecamatan Penengahan Lampung

Selatan selama 40 hari. Penulis melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

di MTs Negeri 2 Bandar Lampung selama 60 hari.

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan taufik,

hidayah, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang

berjudul ―Pengembangan Multimedia Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan

Matematika Realistik‖ sebaagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program

sarjana pendidikan Matematika di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan

Lampung. Dalam Penyusunan skripsi ini penulis tidak lepas dari berbagai pihak yang

membantu. Sehingga pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada

:

1. Prof. Dr. H. Chairul Anwar, M.Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

UIN Raden Intan Lampung.

2. Dr. Nanang Supriadi, M.Sc selaku ketua jurusan Pendidikan Matematika.

3. Dr. Rubhan Masykur, M.Pd selaku pembimbing I dan Dona Dinda Pratiwi M.Pd

selaku pembimbing II yang telah memperkenankan waktu dan ilmunya untuk

mengarahkan dan memotivasi penulis.

4. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan

Matematika yang telah mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan kepada

penulis selama mengikuti perkuliahan.

5. Rekan seperjuangan Diah Ayu Pratiwi, Retno Triasih, Peti Sahrintan Pitri

Pixyoriza, Ade Imas Fahriyanti, Nurjanah, Atica Puspitaningtyas, Purwaningsih,

Tia Ekawati dan Pendidikan Matematika angkatan 2014 khususnya kelas A yang

selalu kompak, terima kasih untuk persaudaraan dan kebersamaannya.

6. Teman-teman kelompok KKN 167 Kampung Baru, Penengahan, Lampung

Selatan dan teman-teman PPL MTsN 2 Bandar Lampung khususnya ibu Asnah

Yusfit yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian, serta

peserta didik yang ikut terlibat dalam mendukung menyelesaikan skripsi ini.

Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua

dan berkenan membalas semua kebaikan yang telah diberikan kepada penulis. Penulis

berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bandar Lampung, Desember 2018

Dewi Wahyuni

NPM.1411050040

DAFTAR ISI

COVER

HALAMAN JUDUL ...............................................................................................ii

ABSTRAK .............................................................................................................. iii

PERSETUJUAN ..................................................................................................... iv

PENGESAHAN ....................................................................................................... v

MOTTO .................................................................................................................. vi

PERSEMBAHAN ...................................................................................................vii

RIWAYAT HIDUP ............................................................................................... viii

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ix

DAFTAR ISI ........................................................................................................... xi

DAFTAR TABEL.................................................................................................. xiv

DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. xv

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xvi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ................................................................................. 1

B. Identifikasi Masalah ....................................................................................... 9

C. Batasan Masalah........................................................................................... 10

D. Rumusan Masalah ........................................................................................ 10

E. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 10

F. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 11

BAB II LANDASAN TEORI

A. Media Pembelajaran

1. Pengertian Media Pembelajaran ............................................................. 12

2. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran .............................................. 14

3. Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran .............................................. 15

4. Karakteristik Media Pembelajaran ......................................................... 15

5. Jenis-jenis Media Pembelajaran ............................................................. 16

B. Multimedia

1. Pengertian Multimedia ........................................................................... 18

2. Manfaat Multimedia ............................................................................... 19

3. Karakteristik Multimedia ....................................................................... 20

C. Pendekatan Matematika Realistik

1. Pengertian ............................................................................................... 21

2. Langkah-langkah .................................................................................... 23

3. Kelebihan dan Kekurangan .................................................................... 23

D. Filosofi Relasi dan Fungsi dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Pengertian ............................................................................................... 24

2. Pengaruh dalam Kehidupan ................................................................... 27

3. Tujuan berdasarkan ayat Al-Qur’an ....................................................... 28

E. Penelitian yang Relevan ............................................................................... 29

F. Kerangka Berfikir......................................................................................... 31

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian ............................................................................................. 33

B. Metode Penelitian ........................................................................................ 33

C. Prosedur Penelitian ...................................................................................... 35

D. Teknik Pengumpulan .................................................................................. 38

E. Instrumen Pengumpulan Data ..................................................................... 40

F. Teknik Analisis Data .................................................................................... 41

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Potensi dan masalah ............................................................................... 46

2. Pengumpulan Data ................................................................................. 47

3. Desain Produk ........................................................................................ 47

4. Validasi Desain ...................................................................................... 52

5. Revisi Desain ......................................................................................... 62

6. Uji Coba Produk ..................................................................................... 69

7. Revisi Produk ......................................................................................... 71

B. Pembahasan .................................................................................................. 71

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan .................................................................................................. 78

B. Saran ............................................................................................................. 78

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel 1.1 Data nilai UH semester ganjil tahun 2016/2017 kelas VIII ................... 4

Tabel 1.2 Hasil Angket Peserta Didik .................................................................... 5

Tabel 3.1 Skor Penilaian Validasi Ahli ................................................................ 41

Tabel 3.2 Kriteria kelayakan ................................................................................ 42

Tabel 3.3 Skor Penilaian pada Angket ................................................................. 43

Tabel 3.4 Kriteria Interpretasi Kemenarikan ....................................................... 44

Tabel 3.5 Klasifikasi Nilai Gain ............................................................................. 45

Tabel 4.1 Hasil Penilaian Validasi tahap 1 oleh ahli materi ................................ 53

Tabel 4.2 Hasil Penilaian Validasi tahap 2 oleh ahli materi ................................ 55

Tabel 4.3 Hasil Penilaian Validasi tahap 1 oleh ahli media ................................. 58

Tabel 4.4 Hasil Penilaian Validasi tahap 2 oleh ahli media ................................. 60

Tabel 4.5 Hasil perhitungan Pretest dan Posttest ................................................. 70

Tabel 4.6 Rekapitulasi nilai N-gain ..................................................................... 71

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

Gambar 3.1 Langkah-langkah penggunaan Reseacrh and Development............... 34

Gambar 4.1 Cover Media ....................................................................................... 48

Gambar 4.2 Tampilan Menu Utama....................................................................... 48

Gambar 4.3 Tampilan Menu Kompetensi Inti ....................................................... 49

Gambar 4.4 Tampilan Tujuan ................................................................................ 49

Gambar 4.5 Tampilan Materi ................................................................................. 50

Gambar 4.6 Tampilan Kuis .................................................................................... 51

Gambar 4.7 Tampilan Profil .................................................................................. 51

Gambar 4.8 Grafik Hasil Validasi ahli materi tahap 1 ........................................... 54

Gambar 4.9 Grafik Hasil Validasi ahli materi tahap 2 ........................................... 56

Gambar 4.10 Grafik Perbandingan hasil ahli materi dan media ............................ 57

Gambar 4.11 Grafik Hasil Validasi ahli media tahap 1 ......................................... 59

Gambar 4.12 Grafik Hasil Validasi ahli media tahap 2 ......................................... 61

Gambar 4.13 Grafik Perbandingan hasil ahli materi dan media ............................ 62

Gambar 4.14 Perbaikan Contoh soal ...................................................................... 63

Gambar 4.15 Perbaikan penambahan materi ......................................................... 64

Gambar 4.16 Perbaikan Penjelasan contoh soal .................................................... 65

Gambar 4.17 Perbaikan contoh soal....................................................................... 65

Gambar 4.18 Tampilan Perbaikan pada menu utama ............................................ 67

Gambar 4.19 Perbaikan cover ................................................................................ 67

Gambar 4.20 Perbaikan tombol navigasi ............................................................... 68

Gambar 4.21 Perbaikan skor pada evaluasi ........................................................... 69

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Kesediaan Bimbingan Proposal dan Munaqosah

Lampiran 2 Surat Koreksi Teman Sejawat

Lampiran 3 Surat Konsultasi Skripsi

Lampiran 4 Surat Pernyataan Bebas Plagiat Skripsi

Lampiran 5 Surat Bukti Penerimaan Jurnal

Lampiran 6 Lembar Daftar Wawancara Pra Penelitian

Lampiran 7 Surat Validator Ahli Materi

Lampiran 8 Angket Validasi Ahli Materi

Lampiran 9 Data Hasil Validasi Tahap 1 Oleh Ahli Materi

Lampiran 10 Data Hasil Validasi Tahap 2 Oleh Ahli Materi

Lampiran 11 Surat Validator Ahli Media

Lampiran 12 Angket Validasi Ahli Media

Lampiran 13 Data Hasil Validasi Tahap 1 Oleh Ahli Media

Lampiran 14 Data Hasil Validasi Tahap 2 Oleh Ahli Media

Lampiran 15 Angket Respon Peserta Didik

Lampiran 16 Surat Pengantar Penelitian

Lampiran 17 Data Hasil Uji Coba Produk Di Mtsn 2 Bandar Lampung

Lampiran 18 Perhitungan Validasi Dan Uji N-Gain

Lampiran 19 Dokumentasi

BAB I0

0

PENDAHULUAN0

A. Latar0Belakang0Masalah

Ilmu0pengetahuan pada dasarnya sangat berguna dikehidupan manusia karena

dengan menggunakan ilmu manusia dapat mengetahui suatu kebenaran. Hal ini

terdapat dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadilah ayat 11:

Artinya: ―Hai0orang-orang0beriman0apabila0kamu0dikatakan: “Berlapang-

lapanglah0dalam0majlis”, Maka0lapangkanlah0niscaya0Allah0akan0memberi

kelapangan0untukmu,0dan0apabila0dikatakan:0“Berdirilah0kamu”,0Maka

berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman

diantaramu0dan0orang-orang0yang0diberi ilmu0pengetahuan beberapa

derajat, dan Allah Maha0mengetahui apa0yang kamu0kerjakan.‖ (QS Al-

Mujadilah:11)1

Ayat tersebut menjelaskan tentang setiap umat islam diwajibkan dalam

menuntut ilmu, karena jika kita menuntut ilmu sekecil apapun Allah akan

memberikan kelapangan dan derajat yang tinggi bagi yang bersungguh-sungguh

mencarinya.

1 Departemen Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Bandung: CV Penerbit

Diponegoro):434.

Pendidikan merupakan pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam

bentuk pendidikan formal, non-formal dan informal di sekolah dan luar sekolah.2

Melalui pendidikan manusia dapat berkembang sesuai dengan apa yang

diinginkan.3 Adapun tujuan pendidikan berdasarkan Al-Qur’an surat Az-Zumar

ayat 9:

Artinya: “(Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang

beribadat diwaktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takur

kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah:

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak

mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berka lah yang dapat menerima

pelajaran.” (QS Az-Zumar:9)4

Ayat tersebut menjelaskan tentang perbedaan antara orang yang berilmu

dengan yang tidak berilmu dan betapa pentingnya peran akal dalam menerima

pelajaran. Sejauh mana seseorang dapat menerima pelajaran yang diberikan dapat

dilihat dari bagaimana hasil belajar yang diperolehnya. Semakin baik peserta

didik dalam menerima pelajaran maka hasil yang diperoleh juga semakin baik.

Salah satu pelajaran yang kaitannya erat dengan pendidikan adalah

matematika. Sebagaimana diketahui bahwa matematika merupakan ilmu universal

yang mendasari perkembangan teknologi modern serta mempunyai peran sangat

penting dalam berbagai disiplin ilmu. Matematika sangat penting untuk dipelajari

2 Redja Mudyahardjo, Pengantar Pendidikan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013):11.

3 Kompri, Manajemen Pendidikan: Komponen-Komponen Elementer Kemajuan Sekolah

(Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2016):17. 4 Departemen Agama RI, Op. Cit

karena matematika dapat meningkatkan kemampuan berpikir yang makin

dibutuhkan pada masa kini dari masa-masa sebelumnya.5 Hal tersebut dilakukan

untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan logis.

Dimana kondisi ini sangat mendukung untuk mewujudkan salah satu kegunaan

matematika yaitu dengan belajar matematika diharapkan kita mampu menjadi

manusia yang berpikir logis, kritis, tekun, bertanggung jawab dan mampu

menyelesaikan persoalan.6

Berdasarkan pra penelitian yang dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung

disimpulkan pelajaran matematika khususnya pelajaran Relasi dan Fungsi

merupakan materi yang sulit untuk dipahami, dalam penelitian ini pengumpulan

data juga bisa melibatkan penulis untuk mengunjungi secara langsung tempat

penelitian dan mengobservasi perilaku individu-individu dan melakukan

wawancara.7

5 Fadjar Shadiq, Pembelajaran Matematika Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa

(Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014):9. 6 Ali Hamzah, Perencanaan Dan Strategi Pembelajaran Matematika (Jakarta: Raja Grafindo,

2014):48. 7 John W. Creswell, Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, Dan

Campuran (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016): 23.

Wawancara dengan beberapa peserta didik di MTs Negeri 2 Bandar Lampung

mengatakan Relasi dan Fungsi itu sulit bagi mereka karena pelajaran tersebut sulit

membedakan penjelasan antara Relasi dan Fungsi. Hal ini sependapat oleh

pendidik matematika yaitu Asnah Yusfit, S.Pd yang menjelaskan bahwa peserta

didik masih merasa bingung mempelajari materi Relasi Fungsi khususnya dalam

membedakan Relasi Fungsi, cara menyatakan Relasi Fungsi dan menghitung

rumus Fungsi. Media pembelajaran yang dipakai di kelas masih berupa buku

cetak, belum adanya penggunaan media berupa komputer atau media berbasis

Software.

MTs Negeri 2 Bandar Lampung merupakan salah satu sekolah yang ada di

Bandar Lampung, sudah terdapat LCD, fasilitas Wifi dan alat praktikum lainnya.

Selain itu, dari hasil wawancara dengan pendidik matematika kelas VIII H Asnah

Yusfit, S.Pd di MTs Negeri 2 Bandar Lampung diperoleh suatu fakta bahwa tidak

semua peserta didik kelas VIII H memiliki nilai yang bagus dalam pelajaran

matematika. Hal ini bisa dilihat dari hasil ulangan sehari-hari dan kecenderungan

peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menerima materi pelajaran

matematika.

Tabel 1.1

Data Ulangan Harian Matematika Peserta Didik pada Materi Relasi dan

Fungsi Kelas VIII Semester Ganjil tahun 2016/2017

No KKM Kriteria Jumlah (Peserta didik) %

1 Tuntas Belajar 14 47%

2 Belum Tuntas Belajar 16 53%

Total 30 100% Sumber : Data Ulangan Harian Matematika Peserta Didik pada Materi Relasi dan Fungsi

2017/2018

Tabel 1.1 diperoleh bahwa peserta didik yang mendapat nilai kurang dari 70

adalah 53% atau setara 16 peserta didik lain nya di bawah kriteria ketuntasan

minimum (KKM) dan lainnya 47% atau setara 14 peserta didik yang mencapai

kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang telah diterapkan oleh MTs Negeri 2

Bandar Lampung sebesar 70 untuk mencapai mata pelajaran matematika.8 Selain

itu, dalam proses pembelajaran matematika yang berlangsung selama ini

didominasi dengan media cetak (buku) maupun papan tulis dan masih jarang

pendidik yang memanfaatkan prasarana yang tersedia di sekolahan. Sehingga

membuat minat dan motivasi belajar peserta didik berkurang. Karena pendidik

jarang menggunakan media pembelajaran selain buku teks dan papan tulis. Hal ini

didukung dengan angket yang diberikan peneliti ke peserta didik.

Tabel 1.2

Hasil Angket Peserta Didik

No Pernyataan

Jumlah

(peserta

didik)

Total

Peserta

Didik

1 Media pembelajaran

belum menggunakan

video pembelajaran

22 30 73%

2 Belum menggunakan

kuis berbasis computer

28 30 93%

3 Materi Relasi dan Fungsi

diterapkan kedalam

kehidupan sehari-hari

23 30 77%

Sumber : Hasil Angket Peserta Didik

8 Asnah Yusfit, Data Ulangan Harian Matematika Peserta Didik pada Materi Relasi dan

Fungsi semester ganjil MTs Negeri 2 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018.

Tabel 1.2 merupakan hasil angket analisis kebutuhan peserta didik

secara rinci yang disebutkan bahwa di MTsN 2 Bandar Lampung dilakukan

sebanyak 30 orang peserta didik dan skor yang diperoleh yaitu 73% atau

setara dengan 22 peserta didik mengatakan belum menggunakan media

pembelajaran berupa video pembelajaran, kemudian 93% atau setara dengan

28 peserta didik belum pernah menggunakan kuis berbasis komputer lalu 77%

atau setara dengan 23 peserta didik juga mengatakan bahwa pendidik sering

menerapkan materi Relasi dan Fungsi kedalam kehidupan sehari-hari.

Sadiman menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau

teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar

proses interaksi antara pendidik dan peserta didik dapat berlangsung secara

tepat guna dan berdaya guna.9

Hamalik mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam

proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru

terhadap peserta didik selain itu, akan sangat membantu keefektifan proses

pembelajaran dan penyampaian pesan dari isi pelajaran pada saat itu.10

Berdasarkan pendapat Sadiman dan Hamalik dapat disimpulkan bahwa

media pembelajaran dapat meningkatkan mutu pendidikan sebab memiliki

fungsi yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Adapun

9 Netriwati, Mai Sri Lena, Media Pembelajaran Matematika (Bandar Lampung: Permata Net,

2018):5. 10

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016):19.

pentingnya perananan media pembelajaran dijabarkan dalam Al-Qur’an surat

Al-Alaq ayat 1-5:

Artinya : ―Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan”

(ayat 1). ―Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah”(ayat 2).

―Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah” (ayat 3). ―Yang mengajar

(manusia) dengan perantaran kalam”(ayat 4). ―Dia mengajar kepada

manusia apa yang tidak diketahuinya‖ (ayat 5).11

Berdasarkan surat Al-Alaq ayat 1-5, dengan membaca diharapkan manusia

dapat memiliki keimanan dan ketakwaan sebagai wujud dari perubahan dalam

proses pembelajaran. Seiring dengan perkembangan zaman media telah

menggunakan komputer,namun dalam hal ini komputer masih dipelajari pada

pelajaran Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) saja, belum digunakan

dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, hal tersebut memicu untuk

mengembangkan media pembelajaran yang berbasis komputer.

Multimedia pada dasarnya adalah teknologi komputer yang menggabungkan

beberapa media kedalam satu software. Multimedia dirancang sedemikian rupa

supaya memudahkan proses pembelajaran dan pendidik dapat menyampaikan

materi pelajaran menjadi lebih menarik dan tidak monoton kepada peserta didik.

Adapun software yang digunakan berupa Macromedia Flash, digunakannya

11

Departemen Agama RI, Op.Cit

macromedia flash karena proyek yang dibangun dengan flash bisa terdiri atas

teks, gambar, video dan efek-efek khusus lainnya.

Seperti dikatakan Meilani Safitri dkk, bahwa penggunaan multimedia berbasis

flash dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik hingga 85% dalam

memahami materi yang diajarkan.12

Peningkatan ketuntasan belajar ini terjadi

karena penyajian materinya disertai gambar dan video sehingga memperjelas

uraian materi tersebut serta meningkatkan penguasaan materi dalam bentuk

tertulis.13

Menurut Masykur dkk dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa aplikasi

Macromedia Flash mampu menciptakan animasi dan simulasi pembelajaran.

Selain itu dilihat dari hasil pembelajarannya bahwa respon peserta didik lebih

tertarik pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis Macromedia

Flash. Mengacu pada penelitian sebelumnya, maka peneliti akan melakukan

penelitian media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran untuk

meningkatkan prestasi belajar dan memotivasi peserta didik untuk mengikuti

pembelajaran.14

Pembuatan media pembelajaran menggunakan Macromedia Flash bisa

digabungkan dengan beraneka ragam pendekatan pembelajaran, salah satunya

12

Meilani Safitri, Yusuf Hartono, and Somakim Somakim, ―Pengembangan Media

Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Segitiga Menggunakan Macromedia Flash Untuk Siswa

Kelas Vii Smp,‖ Jurnal Pendidikan 14, no. 2 (2017): 62–72. 13

Andi Momang Yusuf, ―Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Adobe Flash Untuk

Mata Kuliah Fisika Modern Materi Radiasi Benda Hitam,‖ Jurnal Sains Dan Pendidikan Fisika 11, no.

1 (2015). 14

Rubhan Masykur et al., ―Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Dengan

Macromedia Flash,‖ Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika 8, no. 2 (2017): 177–185.

dengan menggunakan Pendekatan Matematika Realistik (PMR). Pendekatan

Matematika Realistik pada dasarnya bertujuan mempelajari materi yang berkaitan

dengan kehidupan sehari-hari sehingga memudahkan peserta didik untuk

memahami materi dengan mudah.

Pendekatan Matematika Realistik merupakan pendekatan pembelajaran

matematika yang berawal dari suatu masalah yang nyata kemudian dengan proses

matematisasi berjenjang, dibawa menuju ke bentuk formal dengan suasana

pembelajaran yang menyenangkan. Pendekatan Matematika Realistik waktu akan

lebih efisisen dan peserta didik juga akan lebih mudah menerima pelajaran

dikarenakan materinya dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.15

Penggunaan media pembelajaran bisa membantu tercapainya kesuksesan

dalam pembelajaran yang sedang berlangsung, sehingga penulis ingin melakukan

penelitian dengan judul “Multimedia Pembelajaran Matematika dengan

Pendekatan Matematika Realistik”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan ulasan latar belakang yang telah dijabarkan, maka dapat

diidentifikasi masalah sebagai berikut :

1. Materi relasi dan fungsi merupakan salah satu materi yang dianggap sulit

bagi peserta didik.

15

Rahmita Ika Sari, ―Eksperimentasi Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Dan Think

Talk Write (TTW) Dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) Pada Materi Relasi

Dan Fungsi Ditinjau Dari Kreativitas Belajar Kelas VIII Semester 1 Smp Negeri Di Kabupaten

Sragen‖ (PhD Thesis, UNS (Sebelas Maret University) 2014: 593.

2. Masih menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional.

3. Belum tersedia media pembelajaran berbasis software yang bisa

membantu peserta didik belajar mandiri khususnya pada materi relasi dan

fungsi.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut serta agar penelitian ini

menjadi terarah, maka peneliti membatasi masalah sebagai berikut :

1. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VIII H di MTs Negeri 2

Bandar Lampung.

2. Mengembangkan multimedia pembelajaran dengan pendekatan

matematika realistik.

3. Materi yang digunakan adalah materi relasi dan fungsi.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah penelitian

ini adalah bagaimana kelayakan, kemenarikan dan keefektifan multimedia

pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah serta rumusan, maka tujuan

penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kelayakan, kemenarikan

dan keefektifan multimedia pembelajaran matematika dengan pendekatan

matematika realistik.

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Secara teoritis

Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan keilmuan

dari mengembangkan pola pikir peneliti serta pembaca mengenai

penggunaan multimedia pembelajaran matematika dengan pendekatan

matematika realistik.

2. Secara Praktis

a) Bagi pendidik, dengan dilakukan penelitian ini sebagai alternatif yang

dapat digunakan untuk mengajar.

b) Bagi peserta didik, dapat belajar secara mandiri dengan bantuan

komputer.

c) Bagi sekolah, dapat digunakan dalam proses pembelajaran matematika

di MTs Negeri 2 Bandar Lampung.

d) Bagi penulis, penelitian ini sebagai pengaplikasian ilmu yang didapat

selama kuliah.

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kajian Pustaka

1. Pengertian Media Pembelajaran

Media dari bahasa latin yaitu medio merupakan bentuk jamak dari medium

yang berarti tengah, perantara, atau penghantar. Media dapat diartikan sebagai

alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber

kepada penerima.16

Association for Education and Communication Technology

(AECT), mendefinisikan media pembelajaran sebagai segala bentuk dan saluran

yang dipergunakan untuk proses informasi. National Education Association

(NEA) memberikan definisi media pembelajaran adalah bentuk komunikasi baik

cetak maupun audiovisual serta peralatannya.17

Menurut Gerlach dan P. Ely media pembelajaran secara universal yaitu orang,

material atau kejadian yang dapat menciptakan kondisi sehingga memungkinkan

pelajar dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap yang baru, dalam

pengertian ini maka pendidik, buku dan lingkungan termasuk media, sedangkan

dalam arti sempit adalah grafik, potret, gambar, alat-alat mekanik dan elektronik

16

Netriwati dan Mai Sri Lena, Loc.it. 17

Ali Mudlofir dan Evi Fatimatur Rusydiyah, Desain Pembelajaran Inovatif Dari Teori Ke

Praktik (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016):21.

yang digunakan untuk mengungkap, memproses serta menyampaikan informasi

visual dan verbal.18

Menurut Allen tentang media pembelajaran pada dasarnya adalah semua alat

yang dapat digunakan dalam program pendidikan, contohnya alat-alat sejenis

radio dan televisi, serta koran dan majalah.19

Seperti yang dikatakan Gerlach dan

P. Ely serta Allen bahwa media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang

dapat digunakan untuk menyampaikan informasi baik visual maupun verbal untuk

mencapai tujuan pendidikan.

Media pembelajaran pada dasarnya merupakan bagian dalam sistem

pembelajaran. Berbagai macam media pembelajaran dapat digunakan,

penggunaannya harus didasarkan pada pemilihan yang tepat. Sehingga dapat

memperbesar arti dan fungsi dalam menunjang efektivitas dan efesiensi proses

pembelajaran. Media pembelajaran juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu

yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan,

perhatian dan kemauan peserta didik secara terencana sehingga tercipta

lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses

belajar secara efektif, efesien dan dapat mendorong proses belajar.20

Bentuk-

bentuk media pembelajaran digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar

18

Daryanto, Media Pembelajaran (Yogyakarta: Gava Media, 2016.). 19

Ibid, h. 18. 20

Irwandani Irwandani and Siti Juariyah, ―Pengembangan Media Pembelajaran Berupa

Komik Fisika Berbantuan Sosial Media Instagram Sebagai Alternatif Pembelajaran,‖ Jurnal Ilmiah

Pendidikan Fisika Al-Biruni 5, no. 1 (2016): 33–42.

agar menjadi konkrit.21

Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar

mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar,

bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik.

2. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran

Media sebagai suatu komponen system pembelajaran, mempunyai fungsi dan

peran yang sangat vital bagi kelangsungan pembelajaran. Ibrahim, dkk

menjelaskan fungsi media pembelajaran ditinjau dari dua hal yaitu : proses

pembelajaran sebagai komunikasi dan kegiatan interaksi antara peserta didik dan

lingkungannya.22

Fungsi media pembelajaran sangat penting yaitu untuk

meningkatkan mutu pendidikan.23

Berikut ini manfaat dalam penggunaan media pembelajaran:

a. Media pembelajaran dapat menarik dan memperbesar perhatian anak didik

terhadap materi pengajaran yang disajikan;

b. Media pengajaran dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar anak didik

berdasarkan latar belakang sosial ekonomi;

c. Media pengajaran dapat membantu dalam memberikan pengalaman belajar

yang sulit diperoleh dengan cara lain;

d. Media pembelajaran memberikan kesamaan pengalaman kepada peserta didik

tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan

terjadinya interaksi langsung dengan pendidik, masyarakat dan

lingkungannya.24

3. Prosedur Pemilihan Media

21

Ardian Asyhari and Helda Silvia, ―Pengembangan Media Pembelajaran Berupa Buletin

Dalam Bentuk Buku Saku Untuk Pembelajran IPA Terpadu,‖ Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-

Biruni 5, no. 1 (2016): 1–13. 22

Ali Mudlofir dan Evi Fatimatur Rusydiyah, Loc.it 23

Fiska Komala Sari, Farida Farida, and Muhamad Syazali, ―Pengembangan Media

Pembelajaran (Modul) Berbantuan Geogebra Pokok Bahasan Turunan,‖ Al-Jabar: Jurnal Pendidikan

Matematika 7, no. 2 (2016): 135–152. 24

Netriwati dan Mai Sri Lena, Loc.it.

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media

pembelajaran meskipun caranya berbeda-beda. Media pembelajaran memiliki

kelebihan dan kekurangan yang akan memberikan pengaruh kepada efektivitas

program pembelajaran. Berbagai yang dapat mempengaruhi bagian integral dalam

kajian yang ditempuh pendekatan pembelajaran sebagai berikut:

a. Tujuan atau kompetensi apa yang akan dicapai dalam suatu kegiatan

pembelajaran.

b. Materi pembelajaran, yaitu bahan atau kajian apa yang akan diajarkan pada

program pembelajaran tersebut.

c. Familiaritas media dan karakteristik peserta didik atau pendidik, yaitu

mengkaji sifat-sifat dan ciri media yang akan digunakan.

d. Adanya media yang bisa diperbandingkan karena pemilihan media pada

dasarnya adalah proses pengambilan keputusan dari sejumlah media yang ada

ataupun yang akan didesain atau dikembangkan.25

4. Karakteristik Media Pembelajaran

Karakteristik media pembelajaran yang dapat digunakan untuk memilih

metode, strategi dan media untuk pembelajaran meliputi tujuan, materi, strategi

dan juga evaluasi pembelajaran. Selain itu ada karakteristik lain yang juga harus

diperhatikan yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, etnis,

kebudayaan dan faktor sosial ekonomi.26

5. Jenis-jenis Media Pembelajaran

25

Maimunah Maimunah, ―Metode Penggunaan Media Pembelajaran,‖ Al-Afkar: Jurnal

Keislaman & Peradaban 5, no. 1 (2016). 26

Maya Siskawati, Pargito Pargito, and Pujiati Pujiati, ―Pengembangan Media Pembelajaran

Monopoli Untuk Meningkatkan Minat Belajar Geografi Siswa,‖ Jurnal Studi Sosial 4, no. 1 (2016).

Jenis media memiliki kemampuan dan karakteristik atau fitur spesifik yang

dapat digunakan untuk keperluan yang spesifik pula. Proses pembelajaran,

terdapat beberapa jenis media pembelajaran yang perlu untuk diketahui. Jenis

media pembelajaran yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut :27

1) Media audio

Media audio adalah media yang mengandung pesan yang hanya dapat

didengar yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan

peserta didik untuk mempelajari bahan ajar.28

Ayat yang memberikan

keterangan adanya media pembelajaran audio di dalam Al-qur’an, diantaranya

adalah QS. Al’Alaq ayat 1 :

Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan”.

(Q.S Al’Alaq ayat 1 )29

Kata lain yang mengisyaratkan penggunaan media audio adalah

menjelaskan (asal kata kerja ―jelas‖), diantaranya terdapat dalam QS. At-

Taubah ayat 11 :

Artinya : “Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat,

27

Ega Rima Wati, Ragam Media Pembelajaran (Yogyakarta: Kata Pena, 2016):8. 28

Toto Ruhimat, Kurikulum Dan Pembelajaran (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013):162. 29

Departemen Agama RI, Op. Cit

Maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan

kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang Mengetahui”.

(QS. At-Taubah ayat 11)30

Kata bacalah dan menjelaskan di atas, tentunya akan menimbulkan bunyi

atau suara sehingga dapat dipahami apa isi yang disampaikan dan mungkin

juga terdapat pendidikan yang menyampaikan bahan pembelajaran dengan

hanya membaca buku yang dijadikan rujukan dalam suatu pembelajaran,

namun yang lebih ditekankan dari kata baca dan menjelaskan adalah

timbulnya suara yang dapat menyampaikan bahan pembelajaran.

2) Media visual

Media Visual adalah media yang hanya melibatkan indera pengelihatan.

Termasuk dalam jenis media ini adalah media cetak-verbal, media cetak-

grafis dan media visual non-cetak.31

QS. Al-Baqarah ayat 31 :

Artinya : “Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda)

seluruhnya, Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat

lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika

kamu memang benar orang-orang yang benar!"(QS. Al-Baqarah ayat 31)32

Surat Al-Baqarah ayat 31 tersebut Allah mengajarkan kepada Nabi Adam

as nama-nama benda seluruhnya yang ada di bumi, kemudian Allah

30

Departemen Agama RI, Op. Cit

31

Ibid, hal. 162 32

Departemen Agama RI, Op. Cit

memerintahkan kepada malaikat untuk menyebutkannya, yang sebenarnya

belum diketahui oleh para malaikat. Benda-benda yang disebutkan oleh Nabi

Adam as diperintahkan oleh Allah SWT yang tentunya telah diberikan

gambaran bentuknya oleh Allah SWT.

3) Audio-Visual

Media ini merupakan kombinasi audio dan visual, dengan menggunakan

media ini penyajian media kepada peserta didik akan semakin lengkap dan

optimal. Contoh dari media audio dan visual diantaranya program video serta

program slide suara.33

B. Multimedia Pembelajaran

1. Pengertian Multimedia

Multimedia berasal dari kata multi yang berarti banyak atau berbagai dan kata

media yang berarti alat untuk menyampaikan pesan. Multimedia berarti gabungan

dari berbagai media seperti teks, grafik, audio, visual, dan sebagainya dalam satu

alat.34

Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan

yang memungkinkan terjadi proses belajar. Pembelajaran yang utama adalah

bagaimana peserta didik belajar. Belajar dalam pengertian aktifitas mental peserta

didik dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan

perilaku yang bersifat relatif konstan. Aspek yang menjadi penting dalam aktifitas

belajar adalah lingkungan, dapat disimpulkan bahwa multimedia adalah sebagai

33

Ibid, hal. 163 34

Ali Mudlofir dan Evi Fatimatur Rusydiyah, Loc.it

aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan kata lain

untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pilihan, perasaan, perhatian dan

kemauan peserta didik sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan

dan terkendali.35

2. Manfaat Multimedia

Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan dan digunakan

secara tepat dan baik, akan bermanfaat yang sangat besar bagi para pendidik dan

peserta didik. Manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih

menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar

peserta didik dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan di

mana dan kapan saja serta sikap belajar peserta didik dapat ditingkatkan.

Manfaat multimedia akan diperoleh mengingat terdapat keunggulan dari

sebuah multimedia yaitu:

a. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti

kuman, bakteri, elektron dan lain-lain.

b. Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan

kesekolah, seperti gajah, rumah gunung dan lain-lain.

c. Meningkatkan daya tarik dan perhatian peserta didik.36

3. Karakteristik Multimedia

35

Daryanto, Op.Cit 36

Ibid, h. 70

Karakteristik multimedia yang harus diperhatikan selain sistem pembelajaran,

pemilihan dan penggunaan yaitu tujuan, materi, strategi dan evaluasi

pembelajaran.

Karakteristik multimedia adalah sebagai berikut:

a. Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan

unsur audio dan visual.

b. Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk

mengakomodasi respon pengguna.

c. Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi

sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan

orang lain.

Selain memenuhi tiga karakteristik tersebut, multimedia juga memenuhi

fungsi sebagai berikut:

a. Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.

b. Mampu memberikan kesempatan peserta didik untuk mengontrol laju

kecepatan belajarnya sendiri.

c. Memperhatikan bahwa peserta didik mengikuti suatu aturan yang jelas dan

terkendali.37

C. Pendekatan Matematika Realistik

Pendekatan pembelajaran yang sangat dekat dalam kehidupan nyata peserta didik

adalah Pembelajaran Matematika Realistik atau dikenal PMR. Menurut Gravemeijer

pembelajaran matematika yang berorientasi kepada peserta didik adalah pembelajaran

dalam pendekatan matematika realistik karena pembelajaran matematika realistik

memiliki karakteristik dan prinsip yang memungkinkan peserta didik dapat

37

Ibid, h.71.

berkembang secara optimal, peserta didik mempunyai kebebasan menyampaikan

pendapatnya dan menciptakan model yang dapat memudahkan peserta didik dalam

menyelesaikan masalah.

1. Pengertian Pendekatan Matematika Realistik

Pendekatan Matematika Realistik dikembangkan berdasarkan pemikiran Hans

Freudenthal yang berpendapat bahwa matematis merupakan aktivitas insani dan harus

dikaitkan dengan realitas. Berdasarkan pemikiran tersebut PMR mempunyai ciri

antara lain : dalam proses pembelajaran peserta didik harus diberikan kesempatan

untuk menemukan kembali matematika melalui bimbingan pendidik dan penemuan

kembali ide dan konsep matematika tersebut harus di mulai dari penjelajahan

berbagai situasi dan persoalan ―dunia rill‖.38

Dunia rill adalah segala sesuatu di luar

matematika, dapat berupa mata pelajaran lain selain matematika, bidang ilmu yang

berbeda dengan matematika atau kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar kita.

Pendekatan Matematika Reallistik (PMR) adalah sebuah pendekatan belajar

matematika yang dikembangkan sejak tahun 1971 oleh sekelompok ahli matematika

dari Freudenthal Institate Utrecht University di negeri Belanda.39

Pendekatan

Matematika Realistik, pendidik berperan sebagai fasilitator, sehinga peserta didik

38

Suherman ―Kreativitas Peserta didik Dalam Memecahkan Masalah Matematika Materi Pola

Bilangan Dengan Pendekatan Matematika Realistik (PMR)‖ Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika

6, no. 1 (2015): 85-95. 39

Made Wirama, Ketut Pudjawan, and I. Ketut Dibia, ―Pengaruh Pendekatan Matematika

Realistik (Pmr) Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas V SD Desa Penglatan Kecamatan

Buleleng,‖ Mimbar PGSD Undiksha 2, no. 1 (2014): 340.

diharapkan lebih banyak berperan dalam pembelajaran dan aktif untuk berpikir.40

Aisyah, menjelaskan bahwa dalam pembelajaran matematika realistik, peserta didik

dipandang sebagai individu (subjek) yang memiliki pengetahuan dan pengalaman

sebagai hasil interaksinya dalam lingkungan.41

Pembelajaran ini diyakini pula bahwa

peserta didik memiliki potensi untuk mengembangkan sendiri pengetahuannya.

Masalah realistik tidak harus selalu berupa masalah yang ada didunia nyata dan bisa

ditemukan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, suatu masalah disebut realistik

jika masalah tersebut dapat dibayangkan atau nyata dalam pikiran peserta didik.

Pendekatan Matematika Realistik merupakan salah satu pembelajaran matematika

yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan menerapkan

matematika dalam kehidupan nyata. Penggunaan pendekatan ini juga karena

penelitian yang dilakukan oleh Septika yang memberikan hasil bahwa pendekatan

matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik.42

Pendekatan Matematika Realistik adalah suatu pendekatan pembelajaran yang

menggunakan masalah realistik sebagai awal dari pembelajaran matematika agar

terampil dalam memecahkan masalah, sehingga mereka memperoleh pengetahuan

dan konsep-konsep yang esensial dari materi pembelajaran.

40

Sarbiyono, ―Penerapan Pendekatan Matematika Realistik Terhadap Kemampuan

Pemecahan Masalah Matematis Siswa,‖ JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) 1, no. 2

(2016): 173. 41

Ibid :166 42

Fredi Ganda Putra, ―Pengaruh Model Pembelajaran Reflektif Dengan Pendekatan

Matematika Realistik Bernuansa Keislaman Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis,‖ Al-

Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika 7, no. 2 (2016): 210.

2. Langkah-langkah Pendekatan Matematika Realistik

Adapun langkah-langkah dalam Pendekatan Matematika Realistik :

a. Memahami masalah kontekstual

b. Menyelesaikan masalah kontekstual

c. Membandingkan dan mendiskusikan jawaban

d. Menarik kesimpulan43

.

3. Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Matematika Realistik

Kelebihan Pendekatan Matematika Realistik, sebagai berikut :

a. Pembelajaran matematika realistik memberikan pengertian yang jelas kepada

peserta didik tentang kehidupan sehari-hari dan kegunaan pada umumnya bagi

manusia.

b. Pembelajaran Matematika Realistik memberikan pengertian yang jelas kepada

peserta didik bahwa matematika adalah suatu bidang kajian yang dikonstruksi

dan dikembangkan sendiri oleh peserta didik.

c. Pembelajaran Matematika Realistik memberikan pengertian yang jelas kepada

peserta didik bahwa dalam memepelajari matematika, proses pembelajaran

merupakan sesuatu yang utama dan orang harus menjalani proses itu dan

berusaha untuk menemukan sendiri konsep-konsep matematika dengan

bantuan pihak lain yang lebih mengetahui (misalnya Pendidik).44

Kekurangan Pendekatan Matematika Realistik, sebagai berikut :

43

Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kyurikulum 2013 (Rembang: Ar-

Ruzz Media, 2014). 44

Ibid :151

a. Tidak mudah untuk mengubah pandangan yang mendasar tentang berbagai

hal, misalnya mengenai peserta didik, Pendidik dan peranan sosial atau

masalah kontekstual.

b. Pencarian soal-soal kontekstual yang memenuhi syarat-syarat yang dituntut

dalam pembelajaran matematika realistik tidak selalu mudah untuk setiap

pokok bahasan matematika yang dipelajari peserta didik, terlebih-lebih karena

soal-soal tersebut harus diselesaikan dengan bermacam-macam cara.

c. Tidak mudah bagi pendidik untuk memberi bantuan kepada peserta didik agar

dapat melakukan penemuan kembali konsep-konsep matematika yang

dipelajari.45

D. Filosofi Relasi dan Fungsi dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Pengertian Relasi dan Fungsi

Relasi dalam0matematika0merupakan0hubungan yang memasangkan

anggota-anggota himpunan A dengan anggota himpunan B. Relasi dilambangkan

dengan huruf besar yaitu R, sedangkan fungsi adalah relasi khusus yang

memasangkan setiap anggota A dengan tepat satu pada anggota B. Fungsi

dilambangkan dengan huruf kecil yaitu (f).46

Relasi0jika0diartikan0kedalam0kehidupan0sehari-hari0adalah0hubungan.

Hubungan0didalam0kehidupan0sehari-hari0contohnya0silatuhrahmi.0Kita semua

tahu bahwa manusia itu adalah makhluk sosial, artinya

45

Ibid :152 46

M. Cholik Adinawan, Matematika Untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1 (Jakarta:

Erlangga, 2016.).

tidak0bisa0hidup0sendirian berarti memerlukan yang namanya relasi. Manusia

juga merupakan makhluk Allah yang paling sempurna dan ciptaan yang terbaik.

Ia dilengkapi dengan akal pikiran. Dalam hal ini0manusia0bisa0melakukan

relasi0dengan0manusia0lainnya,0yaitu:47

a. Hubungan0Manusia0dengan0Allah0(hablun minAllah)

Allah0adalah0pencipta0segala0sesuatu. Dia0mencipta0manusia dalam

sebaik-baik bentuk dan

memberikan0kedudukan0terhormat0kepadanya dihadapan

ciptaanNya0yang0lain. Sebagai0hamba, manusia0memiliki

tugas0utama0mengabdi0dan0menyembah0Tuhan, mengesakan0Tuhan

dan0hanya0bergantung0kepadaNya,0tidak0menyekutukan0dan

menyerupakannya0dengan0makhluk0yang0memiliki0anak0dan0orang

tua.

Artinya: ―dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan

supaya mereka mengabdi kepada-Ku‖. (Q.S Al-Dzariat: 56)

Sebagai0hamba,0manusia0juga0harus0mengikhlaskan0semua0ibadah

dan0amalnya0hanya0untuk0Allah.

47

Bukhari Umar, Ilmu Pendidikan Islam, ( Jakarta: Amzah ,2018 ) .

Artinya: ―Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa (ayat 1).

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

(ayat 2. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (ayat 3). dan

tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (ayat 4)." (Q.S Al-

Ikhlas: 1-4)

Manusia0baru0dikatakan0berhasil0dalam hubungannya

dengan Allah apabila kedua fungsi ini berjalan seimbang. Pemaknaan

seimbang bahwasannya0keimanan0dan0ketakwaan

kepada0Tuhan0tidak cukup

hanya0dengan0syahadat,0shalat,0zakat,0puasa0dan0haji,0tetapi0nilai-

nilai ibadah itu0harus0mampu0diimplementasikan0dalam0kehidupan

sehari-hari.

b. Hubungan0manusia0dengan0manusia0(Hablull0Minannas)

Hubungan yang0ditegakkan0filsafat0pendidikan0islam antara manusia

dengan0manusia0salah0satunya0adalah0hubungan0kebaikan.0Makna

kebaikan berarti keutamaan dan kelebihan dalam

hubungan0mu’amalah yang0baik,0firman0Allah0yang0berbunyi:

Artinya:0“Sesungguhnya0Allah0menyuruh (kamu) Berlaku adil dan

berbuat0kebajikan,0memberi0kepada0kaum0kerabat,0dan0Allah

melarang0dari perbuatan0keji,0kemungkaran0dan permusuhan. Dia

memberi0pengajaran0kepadamu0agar0kamu0dapat0mengambil

pelajaran” (Q.S An-Nahl:90)

Hubungan0ini0adalah aplikasi amaliah0terhadap0―aspek sosial‖ bagi

hubungan0kehambaan, yakni0hubungan0manusia0dengan Allah.

c. Hubungan0manusia0dengan0makhluk0sekitarnya

Manusia hidup, tumbuh0dan0berkembang0dalam lingkungan alam

dan sosial0dan0budayanya. Dalam0lingkungan0alamnya0manusia

hidup dalam0sebuah0ekosistem0yakni suatu unit0atau0satuan

fungsional dari makhluk-makhluk0hidup0dengan0lingkungannya.

Dalam0ekosistem terdapat0komponen biotik yaitu0merupakan0faktor

lingkungan yang mempengaruhi0lingkungan dengan0makhluk-

makhluk hidup berupa tanah,0udara,0atau gas-gas0yang

membentuk0atmosfer dan lain-lain.

Kemudian0komponen0abiotik,0diantaranya0produsen,0konsumen dan

pengurai.48

2. Pengaruh dalam Kehidupan sehari-hari

Adapun pengaruh relasi dalam kehidupan sehari-hari adalah:

a. Relasi di dunia bisnis, suatu organisasi yang menjual barang atau jasa

kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.

b. Relasi di dunia pendidikan, contohnya relasi antara pendidik dan peserta

didiknya, setiap peserta didik mempunyai pendidik favorit sendiri-sendiri

tetapi juga tidak menutup kemungkinan antara beberapa peserta didik

mempunyai pendidik favorit yang sama.

48

Abu Ahmadi, Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, ( Jakarta: Rineka Cipta,2015 ).

c. Relasi di dunia Olahraga, misalkan pada olahraga sepakbola, ketika

pelatih hendak menentukan tim inti untuk melawan tim sepakbola lain

pasti pelatih akan memilih pemain yang cocok untuk melawan tim

tersebut.

3. Tujuan berdasarkan ayat Al-Qur’an

Tujuan dalam mempelajari relasi dan fungsi adalah untuk mengetahui kaitan

atau hubungan antara dua himpunan. Matematika juga terdapat istilah Relasi yang

artinya tidak jauh beda dengan arti relasi dan fungsi sebelumnya. Jadi relasi dalam

matematika tidak membatasi anggota A dalam menjalin hubungan dengan

anggota Y, boleh hanya satu relasi, dua relasi dan bahkan tidak melakukan

hubunganpun juga diperbolehkan. Seperti yang diterangkan dalam Al-Qur’an

berikut ini:

Artinya : ―Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah

menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan

isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan

perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan

(mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan

(peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan

mengawasi kamu.” (Q.S An-nissa:1)

E. Penelitian Yang Relevan

Ada beberapa penelitian terdahulu yang berhubungan dengan pengembangan

multimedia pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Bayu Sudarmaji dan Nanang Khuzaini mengembangkan multimedia

pembelajaran untuk memfasilitasi kemampuan pemahaman konsep

matematika kelas VIII. Penelitian ini menghasilkan seperangkat multimedia

pembelajaran dalam bentuk CD yang berisi file, exe, dan swf. Selain itu

multimedia pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid,

praktis dan efektif.49

Penelitian yang dilakukan Bayu Sudarmaji dan Nanang

Khuzaini sama dengan penelitian yang akan dilakukan dalam hal pembuatan

multimedia pembelajaran, namun perbedaannya terletak pada media yang

digunakan Dimana penelitian yang dilakukan Bayu Sudarmaji dan Nanang

Khuzaini menggunakan media Adobe Flash CS 3 sedangkan peneliti

menggunakan Macomedia Flash dan Sparkol Video Scribe.

2. Dina Ahsanti Albar, Achmad Buchori, Yanuar Hery Murtianto, berdasarkan

penelitian tersebut diperoleh bahwa multimedia interaktif dengan pendekatan

kontekstual ditinjau dari pemahaman konsep siswa efektif dalam proses

pembelajaran.50

Persamaan pada penelitian Dina Ahsanti Albar, Achmad

49

Nanang Khuzaini and Bayu Sudarmaji, ―Pengembangan Multimedia Pembelajaran

Menggunakan Adobe Flash CS3 Untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika

Pada Siswa Kelas VIIIB MTs ASSALAFIYYAH MLANGI,‖ PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi

Pendidikan Matematika 6, no. 1 (2017). 50

Dina Ahsanti Albar, Achmad Buchori, and Yanuar Hery Murtianto, ―Pengembangan

Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Kontekstual Ditinjau Dari

Buchori, Yanuar Hery Murtianto dengan penelitian ini adalah

mengembangkan multimedia pembelajaran. Perbedaan pada penelitian Dina

Ahsanti Albar, Achmad Buchori, Yanuar Hery Murtianto pada penelitia ini

yaitu: Berpendekatan Kontekstual ditinjau dari pemahaman konsep sedangkan

pada penelitian ini pendekatan matematika realistik. Media yang digunakan

berupa Lectora sedangkan penelitian ini berupa Macomedia Flash dan

Sparkol Video Scribe.

3. Magfirah Rasyid, Andi Asmawati Azis, Andi Rahmat Saleh berdasarkan

penelitian tersebut diperoleh bahwa media pembelajaran berbasis multimedia

dalam konsep sistem indera pada kelas XI SMA menghasilkan multimedia

yang valid, efektif dan praktis.51

Persamaan pada penelitian Magfirah Rasyid,

Andi Asmawati Azis, Andi Rahmat Saleh dengan penelitian ini ialah

mengembangkan multimedia pembelajaran. Perbedaannya penelitian

Magfirah Rasyid, Andi Asmawati Azis, Andi Rahmat Saleh dengan penelitian

ini adalah media yang digunakan Magfirah Rasyid, Andi Asmawati Azis,

Andi Rahmat Saleh software Ashampo MyAutoPlay sedangkan penelitian ini

Macomedia Flash dan Sparkol Video Scribe kemudian materi yang digunakan

penelitian Magfirah Rasyid, Andi Asmawati Azis, Andi Rahmat Saleh adalah

Pemahaman Konsep Siswa,‖ MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology 2,

no. 2 (2017): 221–230. 51

Magfirah Rasyid, Andi Asmawati Azis, and Andi Rahmat Saleh, ―Pengembangan Media

Pembelajaran Berbasis Multimedia Dalam Konsep Sistem Indera Pada Siswa Kelas XI SMA,‖ Jurnal

Pendidikan Biologi 7, no. 2 (2017).

konsep sistem indera pada kelas XI SMA sedangkan materi yang digunakan

penelitian adalah relasi dan fungsi pada kelas VIII SMP/MTs.

F. Kerangka Berpikir

Kerangka Berpikir pada dasarnya berupa model konseptual yang telah

diidentifikasikan dan dihubungkan dengan berbagai teori dan faktor sehingga

menimbulkan masalah yang penting.52

Setelah ditemukannya masalah selanjutnya

dianalisis dan dijelaskan secara sistematis sehingga menghasilkan kesimpulan

yang sesuai dengan apa yang diteliti dan digunakan untuk merumuskan hipotesis.

Dalam membuat multimedia pembelajaran, yang pertama dilakukan adalah

melakukan analisis kebutuhan. Selanjutnya, membuat desain multimedia yang

menarik yang bertujuan agar peserta didik tertarik untuk mempelajari materi

tersebut. Kemudian penulis selesai mendesain multimedia, maka multimedia

tersebut dikembangkan. Setelah produk dikembangkan juga meminta saran dan

masukan dari ahli untuk menilai kelayakan produk yang akan dikembangkan.

Kemudian jika pada tahap validasi multimedia terbilang layak dan tidak revisi

dengan nilai tertentu, maka produk multimedia pada materi Relasi dan Fungsi

dengan Pendekatan Matematika Realistik dapat diimplementasikan (diuji

cobakan). Setelah didapatkan data dari angket respon peserta didik maka data

tersebut diolah kemudian dianalisis. Berdasarkan kajian teori dan permasalahan

yang telah memperoleh jawaban sementara atas permasalahan yang akan diteliti.

Kerangka berfikir dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 2.1

52

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: AlfaBeta, 2015): 91.

Gambar 2.1

Kerangka berfikir pengembangan multimedia pada materi Relasi dan Fungsi

dengan Pendekatan Matematika Realistik.

BAB III

METODE PENELITIAN

Kebutuhan untuk mengembangkan multimedia

pembelajaran

Media dengan kriteria tidak

layak, diperbaiki sesuai

saran

Media Layak

Analisis0Kebutuhan

Desain Produk multimedia

pembelajaran

Validasi

Uji Efektifitas

Respon Peserta Didik

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan

pengembangan (Research And Development) (R&D). Research And Development

adalah metode yang digunakan untuk memvalidasi dan mengembangkan produk.53

Produk yang dikembangkan pada penelitian ini yaitu media pembelajaran matematika

berupa Macromedia Flash yang didalam nya terdapat materi video, video

menggunakan Sparkol Video Scribe. Adapun media ini digunakan untuk kelas VIII

SMP pada materi Relasi dan Fungsi.

B. Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan langkah yang digunakan oleh penulis dalam

melakukan suatu penelitian, untuk memperoleh data yang diperlukannya.54

Penelitian

ini menggunakan metode penelitian pengembangan menurut Sugiyono. Langkah-

langkah penelitian dan pengembangannya ditunjukkan pada gambar berikut :

53

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Cet. 21 (Bandung: Alpabeta, 2014):297. 54

Abdurrahmat Fathoni, Metodologi Penelitian Dan Teknik Penyusunan Skripsi (Jakarta:

Rineka Cipta, 2013): 99.

Mengumpulkan Informasi

(Perencanan)

Desain produk

Validasi Desain

Perbaikan Desain

Produksi Media

Pembelajaran

Ahli Materi dan

Media

Mulai Ruang Lingkup, Pemilihan Media,

Analisis Konsep,

Identifikasi

Produk, Studi

Literatur

Potensi Dan Masalah

Perencanaan

Materi dan Produk

Gambar 3.1

Langkah-langkah penggunaan Research and Development.55

Seperti yang dikatakan Borg and Gall ada 10 langkah penggunaan Research and

Development namun dalam penelitian ini yang dikutip oleh Sutopo disederhanakan

menjadi 7 langkah karena menyesuaikan dengan penelitian yang akan dilakukan.56

C. Prosedur Penelitian dan Pengembangan

55

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, cet 23 (Bandung: Alfabeta,

2016): 45. 56

AA Gde Ekayana,Naswan Suharsono, dan I Made Tegeh, ―Pengembangan Perangkat

Pembelajaran Mikrokontroler Berbasis Advance Virtual Risc (AVR) Dalam Mata Pelajaran Teknik

Mikrokontroler,‖ Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia 3 (2013): 4.

Penelitian ini mengembangkan produk hanya sampai pada tahap tujuh saja, tidak

menggunakan tahap uji pemakaian di lapangan dan produksi massal dari multimedia

pembelajaran pada materi relasi dan fungsi yang dikembangkan karena peneliti

hanya melihat dari segi kelayakan, kemenarikan dan kemudahan berdasar pada pada

penilaian validator, pendidik, dan peserta didik. Tahapan ujicoba pemakaian di

lapangan dan produksi massal produk dilaksanakan pada peneliti selanjutnya.

Langkah penelitian dan pengembangan dilaksanakan dengan menyesuaikan bagan

Gambar 3.1 sebagai berikut.57

1. Potensi dan Masalah

Penelitian0berawal dari adanya0potensi dan masalah. Potensi dan masalah yang

terdapat di lapangan bisa dijadikan sebagai acuan mengembangkan suatu produk

penelitian. Peneliti menemukan potensi dan masalah yang ada di lapangan yaitu di

MTs Negeri 2 Bandar Lampung, untuk mendapatkan data nya maka peneliti

melakukan wawancara bersama pendidik matematika MTs Negeri 2 Bandar Lampung

serta melakukan observasi, berupa penyebaran angket analisis kebutuhan di kelas

VIII.

2. Pengumpulan0Data

Setelah ditemukan masalah yang terdapat di lapangan, selanjutnya dilakukan

pengkajian mengenai materi dan perangkat pembuatan media.

3. Desain Produk

57

Sugiyono, Op. Cit.

Selanjutnya pembuatan multimedia pembelajaran matematika dengan pendekatan

matematika realistik multimedia dibuat dengan menggunakan program aplikasi

Sparkol VideoScribe dan Macromedia Flash, untuk memudahkan peneliti dalam

mendesain produk maka peneliti menentukan0fitur-fitur yang0akan ditampilkan

dalam media pembelajaran tersebut. Kemudian mendesain media sesuai dengan

tujuan pembelajaran. Mendesain pada tahap ini mencakup merancang tampilan

media, isi, lembar validasi dan angket respon pendidik dan peserta didik.

4. Validasi Desain

Validasi desain adalah penilaian multimedia pembelajaran valid atau tidak valid

digunakan. Validasi ini pada dasarnya sebagai validasi rasional, sebab validasi ini

masih bersifat pemikiran rasional dan belum fakta lapangan. Validasi desain terdiri

dari dua tahap.

a. Uji ahli materi

Uji ahli materi bertujuan untuk menguji kelayakan isi, kelayakan bahasa,

kelayakan penyajian dan penilaian matematika realistik. Uji ahli materi yang

dipilih adalah orang yang berkompeten dalam bidang matematika yang terdiri dari

dua orang dosen matematika UIN Raden Intan Lampung dan satu orang pendidik

matematika MTs Negeri 2 Bandar Lampung.

b. Uji ahli media

Uji ahli media merupakan kegiatan penilaian dari seorang ahli terhadap

efisiensi media, fungsi tombol dan grafis dari media pembelajaran tersebut. Uji

ahli media dilakukan oleh dua orang dosen dan satu orang pendidik matematika

MTs Negeri 2 Bandar Lampung.

5. Revisi Desain

Selanjutnya setelah desain produk divalidasi oleh ahli materi dan ahli media,

maka dapat diketahui kekurangan dari mulmedia pembelajaran tersebut. Kekurangan

tersebut kemudian diperbaiki untuk menghasilkan produk yang lebih baik lagi.

Namun jika produk telah dinilai baik, maka pengembangan media melangkah ke

tahap selanjutnya.

6. Uji coba Produk

Setelah merevisi produk langkah selanjutnya mengujicobakan dalam kegiatan

pembelajaran. Kemudian dilakukan pengisian angket respon pendidik dan respon

peserta didik mengenai multimedia pembelajaran. Uji coba produk dilakukan uji coba

lapangan. Pada uji lapangan sekitar 30 orang peserta didik dengan berbagai

karakteristik (tingkat kepandaian, kelas, latar belakang, jenis kelamin, usia, kemajuan

belajar dan sebagainya) sesuai dengan karakteristik populasi sasaran.

7. Revisi Produk

Berdasarkan hasil uji coba produk, jika respon pendidik maupun peserta didik

mengatakan bahwa produk ini menarik, maka dapat dikatakan bahwa produk ini telah

selesai dikembangkan sehingga menghasilkan produk akhir, tetapi jika produk belum

sempurna maka dijadikan bahan perbaikan dan penyempurnaan produk yang dibuat,

sehingga menghasilkan produk akhir yang layak untuk digunakan berupa multimedia

pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik pada materi relasi

dan fungsi.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian pengembangan Multimedia

pembelajaran ini yaitu observasi, wawancara dan angket.

1. Observasi

Observasi ini dilakukan di sekolah yang akan diteliti, dilakukan untuk memahami

bagaimana kondisi objek yang akan diteliti, apakah ada potensi dan masalah yang

dapat dikembangkan oleh penulis.

2. Wawancara

Setelah dilakukan observasi atau pengamatan, maka dilakukan wawancara

terhadap pendidik dan beberapa peserta didik di sekolah yang menjadi objek

penelitian, dari hasil wawancara didapatkan informasi bahwasannya terdapatnya

masalah dari pendidik matematika mengenai kurangnya waktu untuk menyiapkan

media pembelajaran dan terdapat masalah terdapat peserta didik pada mata pelajaran

matematika terutama pada materi Relasi dan Fungsi, sehingga hasil dari wawancara

dapat memperkuat bahwa dibutuhkannya pengembangan multimedia pembelejaran

matematika dengan pendekatan matematika realistik.

3. Angket

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan

angket, dengan tiga tahap yaitu:

a) Angket kebutuhan

Angket kebutuhan digunakan untuk mengambil data mengenai kebutuhan

pengembangan multimedia pembelajaran matematika dengan pendekatan

matematika realistik pada materi Relasi dan Fungsi untuk SMP/MTs kelas

VIII berisi 8 item pertanyaan dengan jawaban tertutup.

b) Angket Validasi

Tujuan dari angket validator yaitu untuk mengumpulkan data tentang

karakteristik dan kelayakan multimedia pembelajaran matematika dengan

pendekatan matematika realistik pada materi Relasi dan Fungsi untuk

SMP/MTs kelas VIII berdasarkan kesesuaian media da nisi materi Relasi dan

Fungsi oleh ahli materi dan ahli media. Alat yang digunakan untuk

mengumpulkan data tentang kelayakan multimedia pembelajaran matematika

dengan pendekatan matematika realistik yang dikembangkan oleh validator

dengan memberikan masukan terhadap multimedia yang dikembangkan.

c) Angket Respon Peserta Didik

Angket respon peserta didik yang digunakan dalam penelitian ini berupa

lembar angket respon peserta didik terhadap multimedia pembelajaran

matematika dengan pendekatan matematika realistik pada materi Relasi dan

Fungsi untuk SMP/MTs kelas VIII yang dikembangkan. Tujuan dari angket

ini untuk mengetahui respon peserta didik terhadap hasil pengembangan

multimedia dengan pendekatan matematika realistik apakah menarik atau

tidak menarik untuk dijadikan sebagai media pembelajaran matematika.

Angket ini diberikan kepada responden kelas VIII H di MTsN 2 Bandar

Lampung.

4. Dokumentasi

Pengumpulan data dengan dokumen ini berupa foto agar dapat berguna untuk

dijadikan bukti bahwasanya benar telah dilakukan penelitian.

E. Instrumen Pengumpulan Data

1. Lembar Validasi Media

Lembar validasi dipakai untuk melihat valid atau tidaknya multimedia

pembelajaran dan instrument yang telah dikembangkan. Pada penelitian ini lembar

validasi yang digunakan berupa lembar validasi multimedia pembelajaran. Lembar

validasi berisi beberapa aspek segi materi, penyajian bahasa, kesesuaian PMR pada

materi Relasi dan Fungsi yang dikembangkan menjadi beberapa pernyataan.

2. Angket

Angket adalah sekumpulan daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden.58

Angket dibuat untuk mengetahui respon peserta didik mengenai multimedia

pembelajaran yang dikembangkan. Tujuan angket untuk mengetahui respon peserta

didik mengenai kemenarikan multimedia pembelajaran yang dibuat. Angket

dibagikan setelah mengujicobakan multimedia pembelajaran. Adapun beberapa

kelebihan yang dimiliki angket sebagai berikut:

58

Aji Arif Nugroho et al., ―Pengembangan Blog Sebagai Media Pembelajaran Matematika,‖

Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika 8, no. 2 (2017): 197–204.

a. Responden0dapat menjawab0dengan bebas tanpa dipengaruhi oleh

peneliti atau yang lainnya.

b. Data yang terkumpul mudah karena setiap item homogeni.

c. Bisa digunakan untuk mengumpulkan data dari jumlah responden yang

besar yang dijadikan sampel.

F. Teknik Analisis Data

Setelah semua data terkumpul maka proses selanjutnya yang dilakukan adalah

menganalisis data, analisis data menggunakan kualitatif, dalam pengumpulan data ini

digunakan untuk melihat kelayakan, respon pada prosuk akhir dan keefektifan media.

1. Analisis Data Validasi Ahli

Analisis angket validasi ini digunakan untuk melihat kelayakan media yang

dibuat. Data yang berupa penilaian kelayakan pada uji produk dari angket, dianalisis

dengan ketentuan skala likert yang terdiri dari 4 skala penilaian sebagai berikut :

Tabel 3.1

Skor Penilaian Validasi Ahli

Keterangan Skor

Sangat Baik (SB) 4

Baik (B) 3

Kurang (K) 2

Sangat Kurang (SK) 1

Hasil validasi yang tertera dalam lembar validasi media akan dianalisis

menggunakan rumus sebagi berikut :

Dengan :

4

Keterangan :

rata-rata akhir

nilai uji operasional angket tiap Peserta didik

banyaknya Peserta didik yang mengisi angket

Kemudian0hasil dari validasi media dikelompokkan dalam kriteria interpretasi

skor menurut skala likert sehingga akan diperoleh kesimpulan tentang kelayakan

media, kriteria interpretasi skor berdasarkan skala Likert adalah sebagai berikut ;

Tabel 3.2

Kriteria Validasi Ahli59

Skor Kualitas Kriteria Kelayakan Keterangan

Valid/Sangat Layak

Digunakan

Tidak Revisi

Cukup Valid/ Layak

Digunakan

Revisi Sebagian

Kurang Valid/Kurang

Layak Digunakan

Revisi Sebagian dan

pengkajian ulang materi

Tidak Valid/ Tidak Layak

Digunakan

Revisi Total

Sumber Data: Lucky Chandra, Suhir dan Yudyanto

Tabel 3.2 maka kriteria kelayakan dapat dijelaskan sebagai berikut :60

a. Kualifikasi sangat valid digunakan, maka tidak perlu dilakukan revisi.

b. Kualifikasi valid digunakan, maka perlu dilakukan revisi kecil.

59

Nur Kesumayanti and Rizki Wahyu Yunian Putra, ―Pengembangan Bahan Ajar Materi

Persamaan Kuadrat Berbantuan Rumus Cepat,‖ JES-MAT (Jurnal Edukasi Dan Sains Matematika) 3,

no. 2 (2017): 125–138. 60

Ratna Syafitri, D. Dafik, and H. Hobri, ―Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Matematika Berbasis Karakter Berdasarkan Metodewhole Brain Teaching Dengan Berbantuan Manga

Studio Pada Sub Pokok Bahasan Kubus Dan Balok Kelas VIII SMP,‖ KadikmA 5, no. 2 (2014).

c. Kualifikasi kurang valid digunakan, maka perlu dilakukan revisi kecil dan

pengkajian ulang materi.

d. Kualifikasi tidak valid digunakan, maka perlu dilakukan revisi besar.

2. Analisis Angket Respon Peserta Didik

Analisis angket respon peserta didik ini digunakan untuk melihat respon terhadap

media yang dibuat. Data yang berupa tanggapan pada uji produk dari angket

dianalisis dengan ketentuan skala Likert yang terdiri dari 4 skala penilaian sebagai

berikut :

Tabel 3.3

Skor Penilaian pada angket

Skor Pilihan Jawaban

4 Sangat Setuju

3 Setuju

2 Kurang setuju

1 Sangat tidak setuju

Kemudian0hasil dari validasi media tersebut dikelompokkan dalam kriteria

interpretasi skor menurut skala likert sehingga diperoleh kesimpulan tentang

kelayakan media, kriteria interpretasi skor berdasarkan skala Likert adalah sebagai

berikut ;

Tabel 3.4

Kriteria Interpretasi Kemenarikan61

Skor Kualitas Pertanyaan Kualitas Aspek Kemenarikan

Sangat Menarik/ Sangat Mudah Digunakan

Menarik/Mudah Digunakan

Kurang Menarik/Sulit Digunakan

Sangat Kurang Menarik/Sangat Sulit digunakan

61

Herwati, Op.Cit.

3. Analisis Uji Efektifitas

Untuk mengetahui efektifitas produk pengembangan pada penelitian ini

dilakukan dengan membandingkan hasil uji kompetensi dari tes awal (pretest) dan

tes akhir (posttest).62

Peningkatan yang terjadi sebelum dan sesudah pembelajaran

ini diperhitungkan dengan rumus N-gain (Normalized-gain). Gain adalah selisih

antara nilai pretest dan posttest. Gain menunjukkan peningkatan pemahaman atau

penguasaan konsep peserta didik setelah pembelajaran yang dilakukan oleh

pendidik. Adapun rumus N-gain adalah : 63

Keterangan :

: skor tes akhir

: skor maksimum

: skor tes awal

Tabel 3.5

Klasifikasi Nilai Gain64

Nilai Klasifikasi

N- Tinggi

N- Sedang

(N- Rendah

62

Slamet Riyadi Op. Cit. 63

Rita Rahmaniati and Supramono Supramono, ―Pembelajaran I–SETS (Islamic, Science,

Environment, Technology and Society) Terhadap Hasil Belajar Siswa,‖ Anterior Jurnal 14, no. 2

(2015): 194–200. 64

Oktavia Hardiyantari, ―Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Menggunakan

Teknik Dinamis Pada Mata Pelajaran Produktif Teknik Komputer Dan Jaringan Untuk Siswa SMK

Kelas X,‖ Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan 4, no. 1 (2017): 80.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan ini adalah Media Pembelajaran

Matematika berupa Macromedia Flash materi Relasi dan Fungsi kelas VIII

SMP/MTs. Penelitian dan pengembangan ini dilakukan di MTsN 2 Bandar

Lampung untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan Media Pembelajaran

Berupa Macromedia Flash. Berdasarkan prosedur penelitian mengenai

pengembangan media pembelajaran matematika berupa Macromedia Flash yang

telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut:

1. Potensi dan Masalah

Identifikasi0masalah dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dan

observasi yang dilaksanakan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung. Berdasarkan

hasil wawancara0yang peneliti lakukan dengan pendidik0matematika di MTs

Negeri 2 Bandar Lampung, didapat informasi bahwa matematika itu pelajaran

yang sulit dan membosankan selain itu, pendidik0menyampaikan bahwa0ketika

pembelajaran seperti0biasa, peserta0didik terlihat0kurang tertarik0dan kurang

bersemangat sehingga peserta didik kurang berminat untuk belajar. Ketika

peneliti melakukan observasi di kelas VIII H, pelajaran yang sedang dibahas yaitu

materi mengenai penjelasan relasi dan fungsi. Terlihat bahwa buku yang

digunakan dalam pembelajaran hanya buku paket. Pendidik juga menyatakan

pernah membuat media berupa PPT, namun belum pernah mengembangkan

media pembelajaran lainnya, dikarenakan tidak memiliki waktu untuk membuat

media.

2. Pengumpulan Data

Tahap0selanjutnya adalah0mengumpulkan informasi0berupa sumber yang

menunjang0penyusunan media, dalam hal ini peneliti menggunakan refrensi

sebagai berikut:

a. Buku ―Matematika untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1‖ karya Abdul

Rahman As’ari, Mohammad Tohir, Erik Valentino, Zainul Imron, Ibnu

Taufiq, Nuniek Slamet Hariarti dan Dana Arief Lukmana.

b. Buku ―Matematika Untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1‖ karya M.Cholik

Adinawan.

3. Desain Produk

Penyusunan media pembelajaran matematika berupa Macromedia Flash

dicocokkan dengan kompetensi0dasar yang ada pada kurikulum 2013. Media ini

dijalankan menggunakan komputer/laptop, jenis huruf yang digunakan adalah

Times New Roman. Adapun perancangan penyajian isi dalam media diantaranya

materi Relasi dan Fungsi, contoh soal dan kuis. Tampilan pokok-pokok hasil dari

penelitian dan pengembangan ini meliputi gambar berikut :

a) Cover Media

Pembukaan media pembelajaran ini yang pertama cover

sebagai pengenalan nama perancang. Tampilannya berikut ini:

Gambar 4.1

Cover Media

b) Tampilan Menu Utama

Setelah meng-Klik mulai selanjutnya0masuk ke halaman menu

utama. Pada bagian menu utama terdapat Kompetensi Inti, Tujuan,

Materi, Kuis dan Profil peneliti. Tampilannya berikut ini:

Gambar 4.2

Tampilan Menu Utama

c) Kompetensi Inti

Menu0kompetensi berisi informasi mengenai kompetensi inti

dan kompetendi dasar dari materi Relasi dan Fungsi, dapat0dilihat

gambarnya berikut ini:

Gambar 4.3

Tampilan Kompetensi Inti

d) Tujuan

Menu berikutnya yaitu tujuan. Tujuan memuat informasi

tentang tujuan dari materi Relasi dan Fungsi, hasilnya bisa

dilihat0pada gambar berikut ini:

Gambar 4.4

Tampilan Tujuan

e) Materi

Menu selanjutnya adalah menu materi. Materi berupa video,

yang0berisi video materi dan0contoh soal. Materi relasi dan fungsi

terbagi menjadi 5 bagian yaitu Pengertian Relasi, Pengertian Fungsi,

Cara menyatakan fungsi, Notasi fungsi dan Rumus Fungsi.

Tampilan0menu materi0dapat dilihat0pada Gambar04.5:

Gambar 4.5

Tampilan Materi f) Kuis

Menu utama selanjutnya adalah menu kuis. Kuis terdiri dari 3

bagian yaitu Pilihan Ganda, Benar/Salah dan Menjodohkan. Soal

pilihan ganda terdiri dari 20 soal yang dibagi menjadi dua pratisi,

kemudian soal benar/salah terdiri dari 10 soal dan soal menjodohkan

terdiri dari 5 soal. Tampilan kuis dapat dilihat pada Gambar 4.6

Gambar 4.6

Tampilan Kuis

g) Profil

Menu berikutnya adalah profil. Menu profil memuat tampilan

biodata peneliti dan foto peneliti Tampilan profil dapat dilihat sebagai

berikut:

Gambar 4.7

Tampilan Profil

4. Validasi0Desain

Validasi0desain diuji oleh 6 ahli yang terdiri dari 3 ahli materi dan 3 ahli

media. Instrument validasi yang disusun dengan acuan standar penilaian BSNP

dan menggunakan skala likert 4. Adapun hasil validasi oleh para ahli adalah

sebagai berikut:

a. Hasil Validasi Ahli Materi

Validasi ahli materi bertujuan untuk mengetahui0mutu

kelayakan0isi,0kelayakan bahasa, kelayakan penyajian0dan kesesuaian

Matematika Realistik dari0media yang dikembangkan. Lembar validasi

tersebut diisi oleh 2 dosen matematika yaitu Bapak Dr. Achi Rinaldi, M.Si

dan Bapak Riski Wahyu Yunian Putra, M.Pd, serta 1 pendidik matematika

MTs Negeri 2 Bandar Lampung yaitu Asnah Yusfit, S.Pd. Hasil validasi tahap

1 yang telah diisi oleh ahli materi disajikan pada Tabel 4.1 berikut:

Tabel 4.1

Hasil Penilaian Validasi tahap 1 oleh Ahli Materi

No Aspek Analisis Validator

Dosen 1 Dosen2 Pendidik

1 Kelayakan Isi

∑ Skor 30 29 32

Nilai Max 44 44 44

2,7 2,6 2,9

2,7

Kritera Cukup Valid

2 Kelayakan Bahasa

∑ Skor 17 16 16

Nilai Max 24 24 24

2,8 2,7 3

2,8

Kritera Cukup Valid

3 Kelayakan

Penyajian

∑ Skor 8 9 10

Nilai Max 12 12 12

2,7 3 3,3

3

Kritera Cukup Valid

4 Penilaian PMR

∑ Skor 9 9 9

Nilai Max 12 12 12

3 3 3

3

Kritera Cukup Valid

Rata-Rata Total 2,9

Kriteria Cukup Valid Sumber Data : Diolah dari hasil angket penilaian validasi ahli materi tahap 1

Berdasarkan0hasil validasi0tahap 1 oleh0ahli materi0pada Tabel

4.1,0dapat diketahui0bahwa validasi0ahli materi mendapatkan nilai0sebagai

berikut: Pada aspek kelayakan isi memperoleh nilai0rata-rata 2,8 dengan

kriteria ―Cukup Valid‖. Aspek0kelayakan bahasa memperoleh0nilai rata-rata

2,8 dengan0kriteria ―Cukup Valid‖. Aspek0kelayakan penyajian0memperoleh

nilai rata-rata0sebesar 3 dengan kriteria ―Cukup Valid‖ dan pada0aspek

penilaian0PMR mendapatkan nilai0rata-rata sebesar 3 dengan kriteria ―Cukup

Valid‖. Selain0dalam bentuk0tabel hasil validasi tahap 1 oleh ahli materi

ditampilkan juga dalam0bentuk grafik0untuk melihat0penilaian ahli0materi

tahap 10dari masing-masing0validator terhadap 4 aspek yaitu0aspek

kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian0dan penilaian PMR.

Gambar 4.8

Grafik Hasil Validasi Ahli Materi Tahap 1

Berdasarkan gambar 4.8 grafik hasil0validasi ahli0materi pada0tahap

1 nilai0pada aspek0kelayakan isi memperoleh0nilai terkecil sehingga

akan0lebih banyak0yang diperbaiki.0Setelah melakukan0validasi

materi0tahap 1 dan media sudah0diperbaiki maka0peneliti

melakukan0validasi materi0tahap 2. Adapun hasil data validasi0materi tahap

2 dapat dilihat pada Tabel 4.2

2.7 2.8 2.7 3

2.6 2.7 3 3 2.9 3

3.3 3

0

0.5

1

1.5

2

2.5

3

3.5

Kelayakan Isi KelayakanBahasa

KelayakanPenyajian

Penilaian PMR

Dosen 1 Dosen 2 Pendidik

Tabel 4.2

Hasil Penilaian Validasi tahap 2 oleh Ahli Materi

No Aspek Analisis Validator

Dosen 1 Dosen2 Pendidik

1 Kelayakan Isi

∑ Skor 35 36 38

Nilai Max 44 44 44

3,1 3,3 3,5

3,3

Kritera Valid

2 Kelayakan Bahasa

∑ Skor 20 20 22

Nilai Max 24 24 24

3,3 3,3 3,7

3,4

Kritera Valid

3 Kelayakan Penyajian

∑ Skor 11 10 10

Nilai Max 12 12 12

3,7 3,3 3,3

3,4

Kritera Valid

4 Penilaian PMR

∑ Skor 10 10 12

Nilai Max 12 12 12

3,3 3,3 4

3,5

Kritera Valid

Rata-Rata Total 3,4

Kriteria Valid Sumber Data : Diolah dari hasil angket penilaian validasi ahli materi tahap 2

Berdasarkan0hasil validas0tahap 20oleh ahli0materi pada0tabel 4.2

bisa diketahui0bahwa validasi0ahli materi0memperoleh nilai0sebagai berikut:

Pada aspek0kelayakan isi diperoleh0nilai rata-rata sebesar03,3 dengan kriteria

―valid‖,0kelayakan bahasa diperoleh0rata-rata 3,4 dengan0kriteria ―valid‖,

pada aspek0kelayakan penyajian diperoleh0nilai rata-rata sebesar03,5 dengan

kriteria ―valid‖ dan pada0aspek penilaian PMR diperoleh0nilai rata-rata

sebesar03,6 dengan kriteria ―valid‖. Selain dalam0bentuk tabel hasil0validasi

tahap 2 oleh0ahli materi disajikan0juga data dalam0bentuk grafik0untuk

melihat0penilaian ahli0materi tahap 2 dari0masing-masing0validator.

Gambar04.9

Grafik0Hasil Validasi0Ahli Materi0Tahap 2

Gambar04.9 grafik hasil0validasi ahli0materi pada0tahap 2 nilai rata-

rata dari0semua aspek0mengalami peningkatan0yang cukup0baik dan sudah

masuk0dalam kriteria0valid maka0materi pada media ini sudah0layak

dan0tidak dilakukan perbaikan0kembali.

Hasil0penilaian validasi0ahli materi0tahap 1 mengalami0peningkatan

pada0validasi ahli0materi tahap02. Berikut grafik perbandingan0hasil validasi

ahli0materi pada0tahap 1 dan0tahap 2 dapat0dilihat juga melalui0gambar

4.100Berikut ini:

3.1 3.3

3.7 3.3 3.3 3.4 3.4 3.3

3.5 3.7

3.3

4

0

0.5

1

1.5

2

2.5

3

3.5

4

4.5

Kelayakan Isi Kelayakan

Bahasa

Kelayakan

Penyajian

Penilaian PMR

Dosen 1 Dosen 2 Pendidik

Gambar04.10

Grafik0Perbandingan Hasil0Validasi0Ahli0Materi

Gambar04.10 grafik0perbandingan0hasil ahli0materi0tahap 1 dan

tahap 2 terlihatt0bahwa tejadi peningkatan0yang sangat0signifikan0dari0tahap

1 ke tahap 2. Adapun nilai untuk aspek0kelayakan0isi0pada tahap 10diperoleh

rata-rata0skor0sebesar02,7 dengan0kriteria ―cukup valid‖ dan0pada tahap02

rata-rata skor0sebesar 3,3 dengan kriteria ―valid‖, kelayakan bahasa pada

tahap 1 diperoleh rata-rata 2,8 dengan kriteria ―valid‖, pada tahap 2 rata-rata

diperoleh 2,4, kemudian pada aspek kelayakan penyajian

pada0tahap010diperoleh0rata-rata skor0sebesar 3 dengan0kriteria ―cukup

valid‖ dan0pada tahap 20diperoleh skor rata-rata0sebesar 3,50dengan kriteria

―valid‖. Sedangkan ahli0materi pada0aspek penilaian PMR pada tahap

10diperoleh0rata-rata skor sebesar03 dengan0kriteria ―cukup valid‖

dan0pada0tahap 20diperoleh0rata-rata skor sebesar03,6 dengan kriteria

―valid‖.

2.7 2.8 3 3

3.4 3.4 3.4 3.5

0

0.5

1

1.5

2

2.5

3

3.5

4

Kelayakan Isi Kelayakan

Bahasa

Kelayakan

Penyajian

Penilaian PMR

Tahap 1 Tahap 2

b. Hasil0Validasi0Ahli0Media

Validasi0ahli media0bertujuan untuk menguji efensiensi media, fungsi

tombol dan kegrafikan pada media pembelajaran berupa Macromedia Flash

dan berpendekatan Matematika Realistik dari produk yang dikembangkan.

Lembar validasi tersebut diisi oleh 2 dosen matematika yaitu Ibu Siska

Andriani, M.Pd dan Ibu Wita Kurnia, S.Kom, M.Pd serta 1 pendidik

matematika MTs Negeri 2 Bandar Lampung yaitu Tri Widayawati,

S.Pd.0Hasil validasi0tahap 1 yang0telah0diisi oleh0ahli materi ditampilkan

pada tabel 4.3 berikut:

Tabel 4.3

Hasil0Penilaian0Validasi Ahli Media tahap0I

No Aspek Analisis Validator

Dosen 1 Dosen2 Pendidik

1 Efisiensi Media

∑ Skor 11 11 12

Nilai Max 16 16 16

2,7 2,7 3

2,8

Kritera Cukup Valid

2 Fungsi Tombol

∑ Skor 5 5 6

Nilai Max 8 8 8

2,5 2,5 3

2,7

Kritera Cukup Valid

3 Grafis

∑ Skor 12 11 12

Nilai Max 16 16 16

3 2,7 3

2,9

Kritera Cukup0Valid

Rata-Rata Total 2,8

Kriteria Cukup0Valid

Sumber Data : Diolah dari hasil angket penilaian validasi ahli media tahap 1

Berdasarkan0hasil0validasi0tahap010oleh ahli media pada0Tabel

4.3,0dapat diketahui0bahwa0validasi ahli media memperoleh0nilai0sebagai

berikut:0Pada efisiensi media memperoleh nilai rata-rata 2,8 dengan0kriteria

―Cukup Valid‖. dan pada0fungsi tombol memperoleh0nilai rata-rata0sebesar

2,7 dengan kriteria ―Cukup Valid‖. Kemudian pada grafik memperoleh nilai

rata-rata02,9 dengan0kriteria ―Cukup Valid‖. Selain0dalam0bentuk0tabel

hasil validasi tahap 1 oleh ahli media ditampilkan

juga0dalam0bentuk0grafik0untuk mengetahui

penilaian0ahli0media0tahap010dari masing-masing0validator terhadap 3

aspek yaitu aspek efisiensi media, fungsi tombol dan aspek grafis.

Gambar04.11

Grafik0Hasil0Validasi0Ahli Media Tahap 1

Gambar04.110grafik0hasil0validasi0ahli media pada tahap01 nilai

pada aspek fungsi tombol mendapatkan nilai terkecil sehingga0akan lebih

banyak yang0diperbaiki. Setelah0melakukan0validasi media tahap 1 dan

2.7

2.5

3

2.7

2.5

2.7

3 3 3

2.2

2.3

2.4

2.5

2.6

2.7

2.8

2.9

3

3.1

Efisiensi Media Fungsi Tombol Grafis

Dosen 1 Dosen 2 Pendidik

media pun sudah diperbaiki maka peneliti melakukan0validasi media tahap 2.

Adapun hasil data validasi media tahap 2 dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel04.4

Hasil0Penilaian Validasi0Ahli Media tahap02

No Aspek Analisis Validator

Dosen 1 Dosen2 Pendidik

1 Efisiensi Media

∑ Skor 12 13 14

Nilai Max 16 16 16

3 3,3 3,5

3,3

Kritera Valid

2 Fungsi Tombol

∑ Skor 7 7 6

Nilai Max 8 8 8

3,5 3,5 3

3,3

Kritera Valid

3 Grafis

∑ Skor 14 13 14

Nilai Max 16 16 16

3,5 3,3 3,5

3,4

Kritera Valid

Rata-Rata0Total 3,3

Kriteria Valid Sumber Data : Diolah dari hasil angket penilaian validasi ahli media tahap 2

Berdasarkan0hasil0validasi tahap 2 oleh0ahli media pada0Tabel 4.4,

dapat0diketahui bahwa0validasi0ahli media medapatkan nilai0sebagai

berikut: Pada efisiensi media mendapatkan nilai0rata-rata 3,3 dengan0kriteria

―Valid‖. dan pada fungsi tombol memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,3

dengan kriteria ―Valid‖. Kemudian pada grafis memperoleh nilai rata-rata 3,4

dengan0kriteria ―Valid‖.

Selain0dalam0bentuk0tabel0hasil0validasi0tahap020oleh0ahli media

ditampilkan juga0dalam0bentuk0grafik0untuk0melihat0penilaian0ahli media

tahap02 dari0masing-masing0validator terhadap03 aspek yaitu0aspek

efisiensi media, fungsi tombol dan aspek grafis.

Gambar04.12

Grafik0Hasil0Validasi0Ahli Media Tahap 2

Gambar04.12 grafik0hasil0validasi0ahli0media0pada tahap 2 nilai

rata-rata0dari0semua0aspek0mengalami0peningkatan0yang0cukup baik dan

sudah masuk0dalam0kriteria0valid0maka0materi0pada0media

ini sudah0layak dan

tidak0dilkaukan perbaikan0kembali.

Hasil0penilaian0validasi0ahli0media0tahap01 mengalami peningkatan

pada validasi ahli media tahap 2.0Hasil0validasi0ahli0media0pada0tahap01

dan0tahap020dapat0dilihat0juga0melalui0Gambar 4.130Berikut0ini:

3

3.5 3.5

3.3

3.5

3.3

3.5

3 3

2.72.82.9

33.13.23.33.43.53.6

Efisiensi

Media

Fungsi

Tombol

Grafis

Dosen 1 Dosen 2 Pendidik

Gambar04.13

Grafik0Perbandingan0Hasil0Validasi0Ahli0Media

Gambar04.13 grafik0perbandingan0hasil0ahli media tahap01 dan

tahap 2 terlihat0bahwa tejadi0peningkatan0yang0sangat0signifikan0dari tahap

1 ke tahap02. Adapun nilai untuk aspek efisiensi

tombol0pada0tahap010diperoleh rata-rata0skor0sebesar 2,8 dengan0kriteria

―cukup valid‖ dan0pada0tahap 2 rata-rata0skor0sebesar03,30dengan0kriteria

―valid‖, fungsi tombol pada0tahap 1 diperoleh0rata-rata 2,7 dengan0kriteria ―

cukup valid‖, pada0tahap 20rata-rata diperoleh 3,3, kemudian pada0aspek

grafis pada0tahap 1 diperoleh0rata-rata skor0sebesar02,90dengan0kriteria

―cukup valid‖ dan pada0tahap 2 diperoleh0skor rata-rata0sebesar03,4

dengan0kriteria ―valid‖.

5. Revisi0Desain

Setelah0dilakukan0validasi0produk0oleh0para0ahli0materi0dan0ahli

media0maka0langkah0selanjutnya0adalah0melakukan0revisi0produk0sesuai

2.8 2.7 2.9

3.3 3.3 3.4

0

0.5

1

1.5

2

2.5

3

3.5

4

Efisiensi Media Fungsi Tombol Grafis

Tahap 1 Tahap 2

dengan masukan0dan0saran0yang0telah0diberikan0oleh0para0ahli.0Adapun

saran0dan0hasil0perbaikan0oleh0para0ahli0adalah0sebagai0berikut:

a. Saran/Masukan Ahli Materi

Ketika tahap0ahli0materi, validator memberikan

saran/masukan

agar0produk0yang0dihasilkan0lebih0baik0dari0sebelumnya. Hasil

dari perbaikan0menurut0saran/Masukan dari0validator ahli materi

disajikan dalam0gambar sebagai0berikut:

Sebelum Revisi

Sesudah Revisi

Gambar 4.14

Perbaikan contoh soal

Gambar04.14 menjelaskan0bahwa0validator0ahli0materi

menyarankan untuk0memperbaiki pada contoh soal dan jangan menggunakan

gambar yang sama pada daerah A (Kodomain). Setelah dilakukan perbaikan

sesuai0saran

dan0masukan0validator0ahli0maka0contoh0soal0telah0diperbaiki.0Kemudin

saran/masukan0dari0validator0yang selanjutnya dapat0dilihat0pada0gambar

berikut:

Sebelum0Revisi

Sesudah0Revisi

Gambar04.15

Perbaikan0penambahan0pengertian0Materi0Fungsi

Gambar04.15 menjelaskan0bahwa0validator0ahli0materi

menyarankan untuk0menambahkan pengertian pada0Fungsi. Setelah

dilakukan0perbaikan sesuai0saran0dan0masukan0validator0ahli,0maka

dilakukannya penambahan pengertian pada0Fungsi telah0diperbaiki.

Kemudian0saran/masukan0dari

validator0yang0selanjutnya0dapat0dilihat0pada0gambar0berikut:

Sebelum0Revisi

Sesudah0Revisi

Gambar04.16

Perbaikan0penjelasan0contoh0soal

Gambar04.16 menjelaskan0bahwa0validator0ahli0materi

menyarankan untuk0menjelaskan lebih detail mengenai contoh soal.

Kemudian0dilakukan perbaikan0sesuai0saran0dan0masukan0validator0ahli

mengenai contoh soal pada0materi telah0diperbaiki.

Sebelum0Revisi

Sesudah0Revisi

Gambar04.17

Perbaikan0Contoh0Soal

Gambar04.17 menjelaskan0bahwa0validator0ahli materi menyarankan

untuk menambahkan soal UN. Kemudian dilakukan0perbaikan0sesuai0saran

dan masukan validator ahli yaitu menambahkan soal UN pada materi.

b. Saran/Masukan0Ahli0Media

Validator0ahli0media0memberikan0beberapa0saran dan masukan

yang

bermanfaat0sebagai0acuan0untuk0memperbaiki0kualitas0media0agar

lebih0baik.0Saran dan0masukan ahli media ditampilkan

dalam0gambar sebagai0berikut:

Sebelum0Revisi

Sesudah0Revisi

Gambar 4.17

Tampilan0perbaikan0pada0Menu0utama

Gambar04.17 menjelaskan bahwa validator ahli materi

menyarankan untuk mengganti tulisan Standar Kompetensi dan

tambahkan profil penulis. Setelah0dilakukan0perbaikan0sesuai0saran

dan0masukan0maka0tulisan Standar Kompetensi berubah menjadi

Kompetensi Inti dan sudah ditambahkan profil. Kemudian

saran/masukan0dari0validator0yang0selanjutnya0dapat0dilihat0pada

gambar berikut:

Sebelum0Revisi

Sesudah0Revisi

Gambar04.18

Perbaikan0Cover

Gambar04.18 menjelaskan0bahwa0validator0ahli0media menyarankan

untuk0memperbaiki background pada cover0supaya lebih0menarik, foto

penulis dan diletakan dibagian profil saja. Setelah

dilakukan0perbaikan0sesuai saran0dan0masukan0validator ahli, maka

background sudah0diperbaiki.

Kemudian0saran/masukan0dari0validator0yang0selanjutnya dapat dilihat

pada gambar0berikut:

Sebelum0Revisi

Sesudah0Revisi

Gambar04.19

Perbaikan0Tombol0Navigasi

Gambar04.19 menjelaskan0bahwa0validator0ahli media0menyarankan

untuk buatkan fitur0yang menunjukkan ke materi selanjutnya. Setelah

dilakukan0perbaikan0sesuai0saran0dan0masukan0validator0ahli, maka fitur

sudah0diperbaiki. Kemudian0saran/masukan0dari0validator0yang selanjutnya

dapat0dilihat0pada0gambar0berikut:

Sebelum0Revisi

Sesudah0Revisi

Gambar04.20

Perbaikan0Skor0Pada0Evaluasi

Gambar04.20 menjelaskan0bahwa0validator0ahli0media menyarankan

untuk0memperbaiki0skor0penilaian pada0evaluasi bagian kuis menjodohkan.

Setelah dilakukan0perbaikan0sesuai0saran0dan0masukan0validator ahli,

maka skor penilaian sudah0diperbaiki.

6. Uji0Coba0Produk

Setelah0produk0direvisi0sesuai sama saran0dan0masukan dari validator,

maka produk0diuji0cobakan0ke0peserta0didik. Uji coba dilakukan untuk

mengetahui respon peserta didik terhadap kemenarikan prosuk dan keefektifan

media pembelajaran yang telah dibuat. Adapun hasil uji coba produk adalah

sebagai berikut:

a. Uji0coba lapangan

Uji0coba lapangan dilakukan0pada peserta0didik kelas0VIII MTsN 2

Bandar Lampung sebanyak 30 orang. Hasil angket respon0peserta0didik

menunjukkan bahwa media0pembelajaran berupa Macromedia0Flash

berpendekatan matematika0realistik sangat menarik, dengan skor 3,33. Hal ini

menunjukkan0bahwa0media0yang0dikembangkan0oleh0peneliti0sangat

menarik0untuk0digunakan0dalam0proses0pembelajaran.

b. Hasil0Uji Efektivitas

Setelah proses pembelajaran dilakukan pada satu kelas, selanjutnya

diberikan Pretest dan Posttest. Untuk mengetahui keefektifan media yang

dikembangkan menggunakan rumus N-Gain, yaitu skor Pretest dikurangi skor

Posttest lalu dibagi dengan skor maksimum yang dikurangi skor Pretest.

Adapun0hasil0dari0perhitungan0peningkatan0dapat0dilihat0pada0Tabel 4.5:

Tabel 4.5

Hasil0Perhitungan0Pretest0dan0Posttest

N Skor

Ideal

Skor

Minimum

Skor

Maksimum

Pretest0 30 100 25 65 45,1667

Posttest 30 100 65 100 84,5

Berdasarkan data yang didapat pada tabel 4.5, dapat dilihat perolehan

skor minimum, skor masimum dan dari perhitungan Pretest dan Posttest.

Hasil skor minimum dari Pretest adalah 25 dan skor minimum Posttest adalah

65. Skor maksimum dari Pretest adalah 65 dan skor maksimum adalah 100.

Nilai pada pretest adalah 45,1667 dan posttest adalah 84,5. Rekapitulasi

nilai N-gain dapat dilihat pada Tabel 4.6:

Tabel04.6

Rekapitulasi0NilaiN-Gain

No0 Kelas0 n0

Nilai

Skor

Ideal

Skor

Minimum

Skor

Maksimum

Rata-rata

N-Gain

1 VIII0H 300 1000 0,140 1 0,71

Berdasarkan data yang diperoleh pada Tabel 4.6 bisa dilihat0nilai

minimum,0nilai0maksimum0dan rata-rata0N-Gain. Hasil0nilai minimum

pada pretest0dan0posttest0adalah 0,14 dan0hasil nilai0maksimum0adalah

1.0Nilai rata-rata N-Gain0pada pretest0dan posttest0adalah 0,71 dan

termasuk0dalam katagori0tinggi.

7. Revisi0Produk

Setelah dilakukannya uji0coba lapangan, produk dikatakan menarik0sehingga

tidak0dilakukan ujicoba0ulang.0Selanjutnya, media pembelajaran pada0materi

relasi dan fungsi ini0bisa dimanfaatkan0sebagai salah0satu sumber0belajar0dan

solusi0untuk0meningkatkan prestasi belajar dan0memotivasi peserta0didik untuk

mengikuti0proses belajar0mengajar.

B. Pembahasan0

1. Hasil Pra Penelitian

Pra penelitian dan penelitian di lapangan dilakukan untuk mengetahui

kebutuhan pendidik dan peserta didik mengenai multimedia pembelajaran

matematika. Penelitian lapangan dilakukan dengan menyebarkan angket

kepada peserta didik dan wawancara kepada pendidik.

Kriteria pertanyaan penelitian kepada pendidik mengenai kurikulum

apa yang digunakan, apakah sekolah memiliki fasilitas pembelajaran yang

lengkap dan dapat dikembangkan dan keterampilan apa yang dimiliki

pendidik dalam menggunakan dan mengembangkan media pembelajaran,

sedangkan pernyataan angket kepada peserta didik mengenai media apa

yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

Hasil dari pra penelitian atau observasi lapangan yang didapatkan

yaitu dibutuhkannya pemanfaatan multimedia pembelajaran matematika

dengan pendekatan matematika realistik dikelas dan perlunya dilakukan

pengembangan multimedia pembelajaran matematika sebagai media

pembelajaran.

2. Hasil Desain Produk

Berdasarkan data hasil pra penelitian atau observasi lapangan, maka

spesifik produk yang akan dikembangkan adalah multimedia pembelajaran

matematika yaitu berupa video pembelajaran menggunakan aplikasi

Macromedia Flash dan Sparkol VideoScribe dengan pendekatan

matematika realistik. Berikut adalah perencanaan pengembangan

multimedia pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika

realistik yang dikembangkan:

a. Membuat skenario video pembelajaran sesuai dengan KD dan tujuan

pembelajaran.

b. Membuat video pembelajaran sesuai dengan skenario pembelajaran

yang telah dibuat.

c. Membuat evaluasi soal

3. Hasil Validasi Desain Produk

Setelah produk berhasil dikembangkan langkah selanjutnya adalah

melakukan uji kelayakan media dengan cara validasi produk. Validasi

produk dilakukan setelah pembuatan produk selesai. Validasi dilakukan

dengan dua ahli yaitu validasi ahli materi dan validasi ahli media.

a) Validasi Ahli Materi

Hasil validasi oleh ahli materi mencakup tiga aspek penilaian yaitu

kelayakan isi, kelayakan penyajian dan penilaian PMR. Hasil penilaian

dari tiga ahli materi mendapatkan nilai rata-rata sebesar 3,4 dengan

kategori ―Valid‖, hal ini berarti multimedia pembelajaran matematika

dengan pendekatan matematika realistik pada materi Relasi dan Fungsi

untuk SMP/MTs kelas VIII ―Sangat Layak‖ digunakan dalam

pembelajaran.

b) Validasi Ahli Media

Validasi ahli media mencakup tiga aspek penilaian yaitu efisiensi

media, fungsi tombo dan grafis. Hasil penilaian dari tiga ahli media

mendapatkan nilai ratar-rata 3,3 dengan kategori ―Valid‖ hal ini berarti

multimedia pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika

realistik pada materi Relasi dan Fungsi untuk SMP/MTs kelas VIII

―Sangat Layak‖ digunakan dalam pembelajaran.

4. Efektivitas Media (Hasil Uji Coba Produk)

Uji coba meliputi uji coba lapangan dan uji efektivitas terhadap

multimedia pembelajaran matematika pada materi Relasi dan Fungsi. Pada

saat uji efektvitas pendidik memberikan pretest kepada peserta didik

diawal pembelajaran, selanjutnya adalah pelaksanaan pembelajaran

menggunakan multimedia pembelajaran, terakhir yaitu pemberian posttest

di akhir pembelajaran. Hasil uji efektivitas pada uji n-gain menunjukkan

bahwa terdapat peningkatan hasil belajar pada peserta didik.

Selanjutnya uji coba produk ini diawali dengan memperlihatkan

multimedia pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika

realistik pada materi Relasi dan Fungsi dengan dibantu LCD proyektor

kemudian peserta didik diminta untuk memperhatikan yang ada

ditampilan multimedia selanjutnya peserta didk mengisi angket tanggapan

terhadap multimedia pembelajaran. Angket peserta didik terdiri dari 3

aspek penilaian. Pada uji coba lapangan mendapatkan skor rata-rata 3,3

dengan kategori ―Sangat Menarik‖.

5. Kajian Produk Akhir

Produk yang berhasil dikembangkan ini berupa multimedia

pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik pada

materi Relasi dan Fungsi kelas VIII SMP/MTs.

Multimedia ini adalah gabungan dari beberapa media0pembelajaran

yang0dikembangkan peneliti sebagai0fasilitator peserta0didik dalam0belajar.

Tujuan0dalam0pengembangan0ini0adalah0mengembangkan0multimedia

pembelajaran matematika berpendekatan matematika realistik pada materi

relasi dan fungsi.

Sistematika multimedia matematika yang dikembangkan disajikan

secara berurut yaitu Cover media dan tampilan menu utama. Pada bagian

cover terdapat pengenalan nama peneliti, kemudian tampilan menu utama

terdiri kompetensi inti, tujuan, materi, kuis dan profil.

Penyusunan0materi0di0dalam0media0disusun0dengan0menggunakan

pendekatan matematika realistik. Penyusunan0materi dengan matematika

realistik sesuai0dengan karakteristik0peserta didik karena0pembelajaran

menggunakan multimedia berpendekatan matematika realistik membuat

peserta didik mengikuti pembelajaran matematika tidak terlepas dari

pengalaman mereka sehari-hari. Hal ini sama dengan apa yang dikatakan oleh

Aisyah menjelaskan bahwa dalam pembelajaran matematika realistik diyakini

bahwa peserta didik memiliki potensi untuk mengembangkan sendiri

pengetahuannya. Hal tersebut dikarenakan pendekatan matematika realistik

memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk belajar

membangun pengetahuannya sendiri dan memecahkan permasalahan yang

dihadapi.

Multimedia pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika

realistik secara0keseluruhan telah0melalui tahapan-tahapan0validasi

oleh0para ahli0materi dan media dan sudah dilakukan perbaikan-perbaikan

sesuai saran para validator dan menghasilkan kriteria valid sehingga

multimedia pembelajaran matematika yang dikembangkan oleh penulis valid

digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan0hasil yang telah0diperoleh pada0uji coba lapangan yang

diuji0cobakan kepada peserta0didik di MTsN 2 Bandar0Lampung terhadap

multimedia pembelajaran yang0dikembangkan menghasilkan multimedia

dalam kriteria0sangat menarik, serta dalam efektifitas memperoleh tingkat

tinggi. Kemenarikan media disebabkan0peran pendekatan matematika

realistik yang0digunakan serta penggunaan0aplikasi Macromedia Flash

didalam membuat media0tersebut. Macromedia Flash berperan0didalam

pembuatan multimedia, yang mana0aplikasi Macromedia Flash

didalam0pembuatan multimedia mendukung0untuk0menambahkan suara

peneliti dan video pembelajaran. Suara peneliti dan video0pembelajaran

didalam multimedia menjadi pendukung0akan kemenarikan media hal itu

dikarenakan peserta didik saat belajar dengan menggunakan multimedia

tersebut0tidak menjadi0jenuh ataupun0bosan dikarenakan0terdapat suara dan

video yang0dapat mereka dengan dan dapat mereka0saksikan.

6. Kelebihan0dan0Kekurangan0Produk

Produk0pengembangan0ini0memiliki0beberapa0kelebihan0yaitu0sebagai

berikut:

a. Multimedia pembelajaran matematika ini0memuat materi0relasi dan

fungsi yang disusun dengan pendekatan matematika realistik

sehingga peserta didik lebih0mudah dalam0memahami materi

yang0sedang dipelajarinya.

b. Multimedia pembelajaran matematika dengan pendekatan

matematika realistik ini berbentuk soft file dan untuk menggunakan

multimedia ini tidak memerlukan koneksi internet.

c. Multimedia pembelajaran dengan dengan pendekatan matematika

realistik ini dilengkapi suara peneliti serta video0yang bertujuan0agar

peserta didik0tidak mudah jenuh0pada saat pembelajaran

berlangsung.

Selain0kelebihan, produk0pengembangan ini0juga memiliki0kekurangan

yaitu sebagai0berikut:

a. Materi0pada multimedia ini masih0terbatas pada0materi relasi dan

fungsi saja.

b. Multimedia hanya bisa0dibuka diperangkat0komputer saja.

BAB V0

KESIMPULAN0DAN0SARAN

A. Kesimpulan0

Berdasarkan0analisis data dan pembahasan0yang telah dipaparkan,

pengembangan0multimedia pembelajaran telah0divalidasi oleh0materi dan

ahli0media dengan0memperoleh kriteria0valid dan hasil uji0coba kepada

peserta0didik memperoleh0sangat menarik selain itu pada uji efektifitas

menggunakan uji N-Gain pada pretes dan posttest memperoleh katagori

tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan berupa multimedia

pembelajaran dengan dengan pendekatan matematika realistik pada materi

adalah0layak, menarik dan efektif untuk0digunakan bagi0peserta0didik.

B. Saran0

Hasil dari penelitian dan pengembangan multimedia pembelajaran matematika

dengan pendekatan matematika reaslitik pada materi Relasi dan Fungsi untuk

kelas SMP/MTs kelas VIII maka dianjurkan beberapa saran dari penulis

sebagai berikut:

1. Kepada Pendidik

a. Pengembangan multimedia pembelajaran matematika dengan

pendekatan matematika reaslitik pada materi Relasi Fungsi kelas

SMP/MTs kelas VIII dapat digunakan pada proses pembelajaran.

b. Pendidik dapat mengembangkan multimedia pembelajaran dengan

materi matematika yang belum dikembangkan.

2. Kepada Penulis Selanjutnya

Kembangkan multimedia pembelajaran matematika dengan materi

pelajaran yang belum dikembangkan dan dengan animasi yang lebih

menarik.

DAFTAR PUSTAKA

Albar, Dina Ahsanti, Achmad Buchori, and Yanuar Hery Murtianto. ―Pengembangan

Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan

Kontekstual Ditinjau Dari Pemahaman Konsep Siswa.‖ MUST: Journal of

Mathematics Education, Science and Technology 2, no. 2 (2017): 221–230.

Ali Hamzah. Perencanaan Dan Strategi Pembelajaran Matematika. Jakarta: Raja

Grafindo, 2014.

Ali Mudlofir dan Evi Fatimatur Rusydiyah. Desain Pembelajaran Inovatif Dari Teori

Ke Praktik. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016.

Aris Shoimin. 68 Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kyurikulum 2013. Rembang:

AR-RUZZ MEDIA, 2014.

Asyhari, Ardian, and Helda Silvia. ―Pengembangan Media Pembelajaran Berupa

Buletin Dalam Bentuk Buku Saku Untuk Pembelajran IPA Terpadu.‖ Jurnal

Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni 5, no. 1 (2016): 1–13.

Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016.

Daryanto. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media, 2016.

Ega Rima Wati. Ragam Media Pembelajaran. Yogyakarta: Kata Pena, 2016.

Fathoni, Abdurrahmat. Metodologi Penelitian Dan Teknik Penyusunan Skripsi.

Jakarta: Rineka Cipta, 2013.

Hardiyantari, Oktavia. ―Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Menggunakan Teknik Dinamis Pada Mata Pelajaran Produktif Teknik

Komputer Dan Jaringan Untuk Siswa SMK Kelas X.‖ Jurnal Inovasi

Teknologi Pendidikan 4, no. 1 (April 28, 2017): 77–83.

Herawati, Herawati. ―Pengembangan Modul Keanekaragaman Aves Sebagai Sumber

Belajar Biologi.‖ Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM

METRO 1, no. 1 (2016): 28–36.

Irwandani, Irwandani, and Siti Juariyah. ―Pengembangan Media Pembelajaran

Berupa Komik Fisika Berbantuan Sosial Media Instagram Sebagai Alternatif

Pembelajaran.‖ Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni 5, no. 1 (2016):

33–42.

John W. Creswell. Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, Dan

Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.

Kesumayanti, Nur, and Rizki Wahyu Yunian Putra. ―Pengembangan Bahan Ajar

Materi Persamaan Kuadrat Berbantuan Rumus Cepat.‖ JES-MAT (Jurnal

Edukasi Dan Sains Matematika) 3, no. 2 (2017): 125–138.

Khuzaini, Nanang, and Bayu Sudarmaji. ―Pengembangan Multimedia Pembelajaran

Menggunakan Adobe Flash CS3 Untuk Memfasilitasi Kemampuan

Pemahaman Konsep Matematika Pada Siswa Kelas VIIIBMTs

ASSALAFIYYAH MLANGI.‖ PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi

Pendidikan Matematika 6, no. 1 (2017).

Kompri. Manajemen Pendidikan: Komponen-Komponen Elementer Kemajuan

Sekolah. Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2016.

M. Cholik Adinawan. Matematika Untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1. Jakarta:

Erlangga, 2016.

Maimunah, Maimunah. ―Metode Penggunaan Media Pembelajaran.‖ Al-Afkar: Jurnal

Keislaman & Peradaban 5, no. 1 (2016).

Masykur, Rubhan, Nofrizal Nofrizal, Muhamad Syazali, Aji Arif Nugroho, Rizki

Wahyu Yunian Putra, and Fredi Ganda Putra. ―Pengembangan Media

Pembelajaran Matematika Dengan Macromedia Flash.‖ Al-Jabar: Jurnal

Pendidikan Matematika 8, no. 2 (2017): 177–185.

Mudyahardjo, Redja, Pengantar Pendidikan Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013.

Netriwati, Mai Sri Lena. Media Pembelajaran Matematika. Bandar Lampung:

Permata Net, 2017.

Nugroho, Aji Arif, Rizki Wahyu Yunian Putra, Fredi Ganda Putra, and Muhamad

Syazali. ―Pengembangan Blog Sebagai Media Pembelajaran Matematika.‖ Al-

Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika 8, no. 2 (2017): 197–204.

Purwanti, Ramadhani Dewi, Dona Dinda Pratiwi, and Achi Rinaldi. ―Pengaruh

Pembelajaran Berbatuan Geogebra Terhadap Pemahaman Konsep Matematis

Ditinjau Dari Gaya Kognitif.‖ Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika 7, no.

1 (2016): 115–122.

Putra, Fredi Ganda. ―Pengaruh Model Pembelajaran Reflektif Dengan Pendekatan

Matematika Realistik Bernuansa Keislaman Terhadap Kemampuan

Komunikasi Matematis.‖ Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika 7, no. 2

(2016): 203–210.

Putra, Rizki Wahyu Yunian, and Rully Anggraini. ―Pengembangan Bahan Ajar

Materi Trigonometri Berbantuan Software IMindMap Pada Siswa SMA.‖ Al-

Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika 7, no. 1 (2016): 39–47.

Rahmaniati, Rita, and Supramono Supramono. ―Pembelajaran I–SETS (Islamic,

Science, Environment, Technology and Society) Terhadap Hasil Belajar

Siswa.‖ Anterior Jurnal 14, no. 2 (2015): 194–200.

Rasyid, Magfirah, Andi Asmawati Azis, and Andi Rahmat Saleh. ―Pengembangan

Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Dalam Konsep Sistem Indera Pada

Siswa Kelas XI SMA.‖ Jurnal Pendidikan Biologi 7, no. 2 (2017).

Safitri, Meilani, Yusuf Hartono, and Somakim Somakim. ―Pengembangan Media

Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Segitiga Menggunakan

Macromedia Flash Untuk Siswa Kelas VII Smp.‖ Jurnal Pendidikan 14, no. 2

(2017): 62–72.

Sarbiyono, Sarbiyono. ―Penerapan Pendekatan Matematika Realistik Terhadap

Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa.‖ JRPM (Jurnal Review

Pembelajaran Matematika) 1, no. 2 (2016): 163–173.

Sari, Fiska Komala, Farida Farida, and Muhamad Syazali. ―Pengembangan Media

Pembelajaran (Modul) Berbantuan Geogebra Pokok Bahasan Turunan.‖ Al-

Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika 7, no. 2 (2016): 135–152.

Sari, Rahmita Ika. ―Eksperimentasi Model Pembelajaran Group Investigation (Gi)

Dan Think Talk Write (Ttw) Dengan Pendekatan Pendidikan Matematika

Realistik (Pmr) Pada Materi Relasi Dan Fungsi Ditinjau Dari Kreativitas

Belajar Kelas Viii Semester 1 Smp Negeri Di Kabupaten Sra.‖ PhD Thesis,

UNS (Sebelas Maret University), 2014.

Shadiq,Fajjar, Pembelajaran Matematika Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir,

Siswa Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014.

Siskawati, Maya, Pargito Pargito, and Pujiati Pujiati. ―Pengembangan Media

Pembelajaran Monopoli Untuk Meningkatkan Minat Belajar Geografi Siswa.‖

Jurnal Studi Sosial 4, no. 1 (2016).

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Cet 23. Bandung:

Alfabeta, 2016.

———. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: AlfaBeta, 2015.

———. Metode Penelitian Pendidikan, Cet. 21. Bandung: Alpabeta, 2014.

Syafitri, Ratna, D. Dafik, and H. Hobri. ―Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Matematika Berbasis Karakter Berdasarkan Metodewhole Brain Teaching

Dengan Berbantuan Manga Studio Pada Sub Pokok Bahasan Kubus Dan

Balok Kelas VIII SMP.‖ KadikmA 5, no. 2 (2014).

Toto Ruhimat. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013.

Wirama, Made, Ketut Pudjawan, and I. Ketut Dibia. ―Pengaruh Pendekatan

Matematika Realistik (PMR) Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas V Sd

Desa Penglatan Kecamatan Buleleng.‖ MIMBAR PGSD Undiksha 2, no. 1

(2014).

Yusuf, Andi Momang. ―Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Adobe Flash

Untuk Mata Kuliah Fisika Modern Materi Radiasi Benda Hitam.‖ Jurnal

Sains Dan Pendidikan Fisika 11, no. 1 (2015).