of 135 /135
PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK SISWA KELAS IV MATERI BENTUK LUAR TUBUH HEWAN DAN TUMBUHAN SERTA FUNGSINYA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Assa Prima Sekarini NIM: 131134082 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

  • Upload
    phambao

  • View
    223

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK

UNTUK SISWA KELAS IV MATERI BENTUK LUAR TUBUH HEWAN

DAN TUMBUHAN SERTA FUNGSINYA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:

Assa Prima Sekarini

NIM: 131134082

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2017

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 2: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

i

PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK

UNTUK SISWA KELAS IV MATERI BENTUK LUAR TUBUH HEWAN

DAN TUMBUHAN SERTA FUNGSINYA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:

Assa Prima Sekarini

NIM: 131134082

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2017

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 3: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

ii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 4: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

iii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 5: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

iv

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan untuk:

Allah SWT, karena atas izin dan karunia-Nya, skripsi ini dapat dibuat dan

selesai pada waktunya.

Bapak dan Ibu saya yang selalu mendoakan dan memberikan semangat.

Dosen pembimbing yang selalu memberikan arahan dan motivasi.

Kakak-kakak saya tersayang yang selalu menyemangati dan membantu.

Para sahabat tercinta yang selalu memberikan dukungan dan keceriaan.

Almamater kebanggaan Universitas Sanata Dharma.

Segala pihak yang mendukung dan membantu dalam proses penelitian dan

penyusunan skripsi yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 6: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

v

MOTTO

“If I try my best and fail, well, I’ve tried my best”

-Steve Jobs-

“Man Jadda Wa Jada”

Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 7: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

vi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 8: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

vii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 9: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

viii

ABSTRAK

PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK

UNTUK SISWA KELAS IV MATERI BENTUK LUAR TUBUH HEWAN

DAN TUMBUHAN SERTA FUNGSINYA.

Assa Prima Sekarini

Universitas Sanata Dharma

2017

Latar belakang penelitian ini adalah kesulitan guru dan siswa dalam

menerapkan langkah-langkah pendekatan saintifik dan kurangnya penggunaan

LKS dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan

LKS IPA berbasis pendekatan saintifik untuk materi bentuk luar tumbuhan dan

hewan serta fungsinya, dan (2) mengetahui kualitas LKS IPA yang

dikembangkan. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri

Perumnas Condongcatur tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang digunakan

adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Model yang digunakan dalam

penelitian ini adalah model pengembangan menurut Dick & Carey (2013).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengembangan LKS IPA berbasis

pendekatan saintifik dilakukan berdasarkan model pengembangan Dick & Carey

yang dimodifikasi menjadi delapan tahapan meliputi analisis kebutuhan,

merumuskan tujuan khusus, mengembangkan instrumen, mengembangkan

strategi, mengembangkan isi LKS, evaluasi formatif, revisi, dan evaluasi sumatif,

2) hasil validasi oleh ahli IPA produk LKS memperoleh rerata skor 2,85 dengan

kategori baik dan guru kelas IV SD memperoleh rerata skor 3,72 dengan kategori

sangat baik. Hasil validasi tersebut berpedoman pada empat aspek yaitu konten

atau isi, tampilan, bahasa, penggunaan dan penyajian. Uji coba lapangan terbatas

menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh siswa pada posttest lebih tinggi daripada

pretest dengan perolehan persentase peningkatan nilai sebesar 38,07%. Dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang

dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam kegiatan

pembelajaran di kelas IV Sekolah Dasar dengan revisi sesuai saran.

Kata kunci: LKS, IPA, pendekatan saintifik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 10: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

ix

ABSTRACT

DEVELOPMENT OF SCIENCE STUDENTS WORKSHEET BASED ON

SCIENTIFIC APPROACH TO FOURTH GRADE MATERIAL OUTER

BODY SHAPE AND FUNCTIONS OF ANIMAL AND PLANT

Assa Prima Sekarini

Universitas Sanata Dharma

2017

Research background is student and teacher difficulty on applying

scientific approach steps and the lack of using worksheet on studying. This

research aims for (1) developing of using worksheet of outter body shape and its

function of animal and plant based on scientific approach, and (2) knowing the

developed science worksheet quality. The sample for this research is fourth

student of SD Negeri Perumnas Condongcatur batch of 2016/2017. Type of the

research is Research and Development (R&D). The model that used for the

research is development model according to Dick & Carey (2013).

The research findings show that 1) science worksheet development based

on scientific approach developed based on the modified development model of

Dick & Carey, is divided into eight steps which are: needs analysis, formulating

certain objectives, developing instruments, developing strategy, developing the

content of worksheet, formatif evaluatition, revision, and summative evaluation,

2) the result validated by the experts of science, the worksheet product obtains the

average score of 28.5, which is categorized as good while the teacher of the forth

grade of Elementary School obtains obtains the average score of 3.72, which is

categorized as very good. The validated result is based on the four aspects namely

content, appearance, language, usage, and presentation. The limitted field test

shows that the score acquired by the students during the post-test is 38,07%

higher than the pretest. Therefore, it can be concluded that the science worksheet

developed based on scientific approach is appropriate to be used for the test in

the learning activity of the Forth grade of Elementary School with the

recommended revision.

Keywords: Students worksheet, Sains, scientific approach

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 11: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

x

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan

limpahan rahmat-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang

berjudul “Pengembangan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik untuk siswa

kelas IV materi bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya”. Skripsi

ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar

Sarjana Pendidikan.

Peneliti mengucapakan banyak terima kasih kepada pihak yang sudah

membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Ucapan terima kasih ditujukkan

kepada:

1. Rohandi, Ph.D., sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan.

2. Christiyanti Aprinastuti, M.Pd., sebagai Ketua Program Studi

Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma.

3. Apri Damai Sagita K., S.S., M.Pd., sebagai Wakil Ketua Program

Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata

Dharma.

4. G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., sebagai dosen pembimbing

I, yang sudah membimbing dan memberikan motivasi dalam

menyelesaikan skripsi ini.

5. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd., sebagai dosen pembimbing II, yang

selalu membimbing dan memberikan arahan serta masukan bagi

peneliti dalam penyusunan skripsi ini.

6. Albertus Hariwangsa Panuluh, M.Sc. dan Sartinah, S.Pd. yang sudah

membantu dalam proses validasi produk LKS.

7. Bapak dan Ibu guru yang sudah membantu peneliti dalam validasi

instrumen.

8. Mukija, S.Pd.SD., sebagai kepala SD Negeri Perumnas Condongcatur

yang telah memberikan ijin dalam pelaksanaan penelitian.

9. Cahyo Arif Nugroho, S.Pd., sebagai wali kelas IV C SD Negeri

Perumnas Condongcatur yang telah membantu dan memberikan ijin

dalam melakukan uji coba terbatas kepada siswanya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 12: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

xi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 13: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

xii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv

HALAMAN MOTTO ...................................................................................... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................. Error! Bookmark not defined.

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............ Error! Bookmark not

defined.

ABSTRAK ....................................................................................................... viii

ABSTRACT........................................................................................................ ix

KATA PENGANTAR ........................................................................................ x

DAFTAR ISI ..................................................................................................... xi

DAFTAR TABEL ........................................................................................... xvi

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xviii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 5

1.3 Tujuan Penelitian .......................................................................................... 5

1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................................ 5

1.5 Spesifikasi Produk ........................................................................................ 6

1.6 Definisi Operasional ..................................................................................... 6

BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 8

2.1 Kajian Pustaka .............................................................................................. 8

2.1.1 Belajar dan Pembelajaran ............................................................................ 8

2.1.1.1 Pengertian Belajar .................................................................................. 8

2.1.1.2 Pengertian Pembelajaran ........................................................................ 9

2.1.2 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ....................................................... 9

2.1.2.1 Pengertian IPA ....................................................................................... 9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 14: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

xiii

2.1.2.2 Pembelajaran IPA di SD ....................................................................... 10

2.1.2.3 Morfologi Tumbuhan dan Hewan ......................................................... 10

2.1.3 Pendekatan Saintifik ................................................................................. 13

2.1.3.1 Pengertian Pendekatan Saintifik ........................................................... 13

2.1.3.2 Prinsip-prinsip Pendekatan Saintifik ..................................................... 13

2.1.3.3 Langkah-langkah Pendekatan Saintifik ................................................. 14

2.1.4 Lembar Kerja Siswa (LKS) ....................................................................... 16

2.1.4.1 Pengertian LKS ...................................................................................... 17

2.1.4.2 Tujuan LKS............................................................................................ 17

2.1.4.3 Jenis-jenis LKS ...................................................................................... 17

2.1.4.4 Manfaat LKS .......................................................................................... 18

2.2 Penelitian yang Relevan .............................................................................. 18

2.3 Kerangka Berpikir ....................................................................................... 21

2.4 Pertanyaan Penelitian .................................................................................. 22

BAB III METODE PENELITIAN .................................................................. 23

3.1 Jenis Penelitian ............................................................................................ 23

3.2 Setting Penelitian ......................................................................................... 23

3.2.1 Subjek Penelitian....................................................................................... 23

3.2.2 Objek Penelitian ........................................................................................ 24

3.2.3 Lokasi Penelitian ....................................................................................... 24

3.2.4 Waktu Penelitian ....................................................................................... 24

3.3 Rancangan Penelitian ................................................................................... 24

3.4 Prosedur Penelitian ...................................................................................... 26

3.4.1 Analisis Kebutuhan ................................................................................... 27

3.4.2 Merumuskan Tujuan Khusus ..................................................................... 28

3.4.3 Mengembangkan instrumen....................................................................... 28

3.4.4 Mengembangkan Strategi .......................................................................... 29

3.4.5 Mengembangkan Isi LKS .......................................................................... 29

3.4.6 Evaluasi formatif ....................................................................................... 29

3.4.7 Revisi ........................................................................................................ 29

3.4.8 Evaluasi Sumatif ....................................................................................... 30

3.5 Teknik Pengumpulan Data ........................................................................... 30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 15: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

xiv

3.5.1 Observasi .................................................................................................. 30

3.5.2 Wawancara ............................................................................................... 30

3.5.3 Kuesioner ................................................................................................. 31

3.5.4 Tes ............................................................................................................ 31

3.6 Instrumen Penelitian..................................................................................... 31

3.6.1 Pedoman Observasi ................................................................................... 32

3.6.2 Pedoman Wawancara ................................................................................ 32

3.6.2.1 Wawancara Guru Kelas IV .................................................................... 32

3.6.2.2 Wawancara Siswa Kelas IV ................................................................... 33

3.6.3 Kuesioner .................................................................................................. 34

3.6.3.2 Instrumen Analisis Kebutuhan ................................................................ 34

3.6.3.2 Instrumen Validasi Produk oleh Ahli ...................................................... 35

3.6.4 Tes ............................................................................................................ 35

3.7 Teknik Analisis Data .................................................................................... 36

3.7.1 Data Kualitatif ........................................................................................... 36

3.7.2 Analisis Data Kuantitatif ........................................................................... 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................. 40

4.1 Hasil penelitian ............................................................................................ 40

4.1.1 Deskripsi Potensi dan Masalah .................................................................. 40

4.1.1.1 Identifikasi Potensi ................................................................................. 40

4.1.1.2 Identifikasi Masalah ............................................................................... 40

4.1.2 Proses Pengembangan LKS ....................................................................... 44

4.1.2.1 Analisis Kebutuhan ................................................................................ 44

4.1.2.2 Merumuskan Tujuan Khusus .................................................................. 45

4.1.2.3 Mengembangkan Instrumen ................................................................... 45

4.1.2.4 Mengembangkan Strategi ....................................................................... 47

4.1.2.5 Mengembangkan Isi LKS ....................................................................... 48

4.1.2.6 Evaluasi Formatif ................................................................................... 53

4.1.2.7 Revisi ..................................................................................................... 53

4.1.2.8 Evaluasi Sumatif .................................................................................... 54

4.1.3 Kualitas LKS............................................................................................. 54

4.2 Pembahasan ................................................................................................. 58

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 16: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

xv

BAB V PENUTUP ........................................................................................... 63

5.1 Kesimpulan .................................................................................................. 63

5.2 Keterbatasan Penelitian ................................................................................ 63

5.3 Saran ............................................................................................................ 64

DAFTAR REFERENSI ................................................................................... 65

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 17: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

xvi

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Bagian-bagian Tumbuhan ................................................................... 11

Tabel 2.2 Bagian Luar Tubuh Hewan ................................................................. 13

Tabel 3.1 Kisi-kisi Observasi Pembelajaran di kelas IV ..................................... 32

Tabel 3.2 Pedoman Wawancara dengan Guru Kelas IV ...................................... 33

Tabel 3.3 Pedoman Wawancara dengan Siswa Kelas IV .................................... 33

Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Guru Terbuka ...................................................... 34

Tabel 3.5 Kisi-kisi Kuesioner Guru Tertutup ...................................................... 34

Tabel 3.6 Kisi-kisi Kuesioner Siswa Tertutup .................................................... 34

Tabel 3.7 Aspek Penilaian LKS ......................................................................... 35

Tabel 3.8 Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif............................................... 38

Tabel 3.9 Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif............................................... 38

Tabel 4.1 Jenis dan Tujuan Instrumen ................................................................ 46

Tabel 4.2 Hasil Rekapitulasi Validitas soal ........................................................ 47

Tabel 4.3 Hasil Reliabilitas Instrumen Soal ........................................................ 47

Tabel 4.4 pemetaan KI, KD, Indikator dan Tujuan ............................................. 47

Tabel 4.5 Pemetaan Karakteristik LKS............................................................... 48

Tabel 4.6 LKS Sebelum dan Sesudah Direvisi Oleh Ahli ................................... 54

Tabel 4.7 Hasil Penilaian Kualitas LKS oleh Ahli .............................................. 55

Tabel 4.8 Hasil perhitungan Pretest dan Posttest Siswa ...................................... 56

Tabel 4.9 Hasil Komentar Siswa Secara Keseluruhan Setelah

Menggunakan LKS .............................................................................. 58

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 18: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

xvii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Literature Map Hasil Penelitian yang Relevan. ............................... 21

Gambar 3.1 Bagan Komponen Sistem Pembelajaran Dick & Carey ................... 25

Gambar 3.2 Bagan Prosedur Pengembangan ...................................................... 27

Gambar 3.3 Rumus Perhitungan Rerata Hasil Penilaian dengan Skala Likert ..... 37

Gambar 3.4 Rumus Perhitungan Persentase Jawaban Kuesioner......................... 38

Gambar 3.5 Rumus Perhitungan Nilai Pretest dan Posttest................................. 39

Gambar 3.6 Rumus Rerata Siswa ...................................................................... 39

Gambar 3.7 Rumus Persentase Kenaikan Pretest dan Posttest ............................ 39

Gambar 4.1 Bagan Triangulasi Sumber Data Wawancara Identifikasi Masalah .. 42

Gambar 4.2 Bagan Triangulasi Teknik Pengumpulan Data ................................. 47

Gambar 4.3 Kegiatan Siswa 1 ............................................................................ 49

Gambar 4.4 Kegiatan Siswa 2 ............................................................................ 49

Gambar 4.5 Kegiatan Siswa 3 ............................................................................ 50

Gambar 4.6 Kegiatan Mengamati ....................................................................... 50

Gambar 4.7 Kegiatan Menanya .......................................................................... 51

Gambar 4.8 Kegiatan Menalar ........................................................................... 51

Gambar 4.9 Kegiatan Mencoba .......................................................................... 52

Gambar 4.10 Kegiatan Mengomunikasikan ........................................................ 52

Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Nilai Pretest dan Posttest Siswa ................... 56

Gambar 4.12 Grafik Perbandingan Rerata Nilai Pretest dan Posttest .................. 57

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 19: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

xviii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Instrumen Identifikasi Masalah

Lampiran 1.1 Lembar Hasil Validasi Pedoman Observasi .................................. 68

Lampiran 1.2 Lembar Hasil Observasi Kelas ..................................................... 69

Lampiran 1.3 Lembar Hasil Validasi Pedoman Wawancara Guru ...................... 37

Lampiran 1.4 Transkrip Wawancara dengan Guru.............................................. 72

Lampiran 1.5 Transkrip Wawancara dengan Siswa ............................................ 73

Lampiran 2 Instrumen Analisis Kebutuhan

Lampiran 2.1 Lembar Hasil Pengisian Kuesioner Terbuka Guru ........................ 76

Lampiran 2.2 Lembar Hasil Pengisian Kuesioner Tertutup Guru ........................ 82

Lampiran 2.3 Lembar Hasil Validasi Instrumen Kuesioner Siswa ...................... 84

Lampiran 2.4 Lembar Hasil Pengisian Kuesioner Siswa ..................................... 87

Lampiran 2.5 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Siswa ........................................... 849

Lampiran 3 Instrumen Tes

Lampiran 3.1 Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest .............................................. 500

Lampiran 3.2 Lembar Hasil Pengerjaan Pretest .................................................. 91

Lampiran 3.3 Lembar Hasil Pengerjaan Posttest ............................................... 94

Lampiran 3.4 Output SPSS Untuk Perhitungan Validitas Instrumen Tes ........... 98

Lampiran 3.5 Perhitungan Peningkatan Nilai Pretest dan Posttest ...................... 99

Lampiran 4 Validasi Produk

Lampiran 4.1 Lembar Hasil Validasi Produk Oleh Ahli IPA ............................ 101

Lampiran 4.2 Lembar Hasil Validasi Produk Oleh Guru .................................. 104

Lampiran 5 Surat Penelitian

Lampiran 5.1 Surat Ijin Penelitian .................................................................... 107

Lampiran 5.2 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ...................... 108

Lampiran 6 Produk yang Dikembangkan

Lampiran 6.1 Gambar LKS IPA Berbasis Pendekatan Saintifik ....................... 109

Lampiran 7 Foto Uji Coba Lapangan Terbatas ........................................... 114

Lampiran 8 Curriculum Vitae ........................................................................ 116

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 20: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

1

BAB I

PENDAHULUAN

Uraian dalam bab ini terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah,

tujuan penelitian, manfaat penelitian, spesifikasi produk, dan definisi operasional.

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan hakekatnya adalah kebutuhan pokok setiap manusia. Adanya

pendidikan yang terarah diyakini mampu mengembangkan kualitas sumber daya

manusia. Sekolah merupakan sarana pendidikan formal yang selain memberikan

ilmu pengetahuan juga mengembangkan keterampilan yang dimiliki oleh peserta

didik. Peran dan fungsi sekolah yaitu membantu keluarga atau orang tua dalam

pendidikan anak-anaknya serta berperan memberikan pengetahuan, keterampilan,

penanaman nilai-nilai sikap secara lengkap sesuai dengan kebutuhan masing-

masing siswa yang berbeda (Jumali, 2007: 47).

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang

terdapat di jenjang Sekolah Dasar yang mempelajari fenomena alam dan dapat

diperoleh dengan menggunakan metode observasi. Pembelajaran IPA diharapkan

dapat memberikan pengetahuan (kognitif) yang merupakan tujuan utama dari

pembelajaran. Di samping hal itu, pembelajaran IPA diharapkan pula memberikan

keterampilan (psikomotorik), kemampuan sikap ilmiah (afektif), pemahaman,

kebiasaan dan apresiasi, (Trianto, 2010: 142). Sikap ilmiah merupakan suatu

pandangan seseorang terhadap cara berpikir yang sesuai dengan metode keilmuan,

sehingga timbullah kecenderungan untuk menerima ataupun menolak terhadap

cara berpikir yang sesuai dengan keilmuan tersebut (Salam, 2005: 38).

Pembelajaran IPA berhubungan dengan mencari tahu tentang alam secara

sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan tetapi

juga merupakan suatu proses penemuan. Adanya pembelajaran IPA diharapkan

dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam

sekitar. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman

langsung untuk mengembangkan kompetensi dasar agar menjelajahi dan

memahami alam sekitar secara ilmiah. Salah satu materi yang diajarkan dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 21: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

2

pembelajaran IPA di Sekolah Dasar adalah bentuk luar tubuh hewan dan

tumbuhan.

Guru senantiasa melakukan berbagai upaya untuk mempermudah dalam

menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Salah satu upaya yang

dapat dilakukan adalah dengan menggunakan bahan ajar. Bahan ajar berisi topik

atau materi harus sesuai dengan materi ajar yang akan diajarkan agar dapat

meningkatkan keaktifan dan mengefektifkan waktu belajar sehingga mendapatkan

hasil yang optimal. Bahan ajar tidak hanya memuat materi saja tetapi harus

memenuhi kebutuhan belajar dan meningkatkan daya pikir peserta didik. Saat ini,

sudah banyak cetakan bahan ajar yang beredar di pasaran oleh penerbit buku.

Bentuknya pun terdiri dari berbagai macam seperti modul, buku teks, lembar kerja

siswa (LKS), handout dan sebagainya. LKS biasanya dapat dijadikan sebagai

panduan atau pedoman bagi siswa dalam kegiatan observasi, dan sebagainya. LKS

yang dicetak oleh penerbit biasanya terdiri dari soal-soal. Percobaan atau kegiatan

yang dilakukan hanya sedikit, bahkan ada yang tidak ada sama sekali. Masih

banyak sekolah dan guru yang menggunakan bahan ajar khususnya LKS buatan

orang lain atau cetakan dari pabrik. Padahal bahan ajar yang digunakan sering kali

tidak sesuai dengan konteks dan situasi sosial budaya siswa.

Hal yang serupa peneliti temukan ketika melaksanakan Program

Pengalaman Lapangan (PPL) di SDN Perumnas Condongcatur. Berdasarkan hasil

observasi dan wawancara yang sudah dilakukan diketahui bahwa siswa kurang

aktif dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun sekolah sudah menerapkan

kurikulum 2013 dan guru sudah menerapkan pendekatan saintifik, tetapi lima

langkah pendekatan saintifik belum dilaksanakan secara utuh. Beberapa

narasumber menyebutkan bahwa baik guru maupun siswa masih merasa kesulitan

dalam menerapkan kelima tahapan pendekatan saintifik secara utuh seperti

menalar dan mengaitkan antar informasi yang diperoleh, menyimpulkan hasil

percobaan atau kegiatan yang dilakukan. Selain itu, guru hanya menggunakan

buku siswa dari pemerintah sebagai penunjang pembelajaran. Guru menggunakan

LKS apabila materi yang terdapat dalam buku siswa sudah habis.

Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti terdorong untuk melakukan

penelitian dan pengembangan (Research and Development). Peneliti melakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 22: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

3

penelitian dan pengembangan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi

bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya. Pendekatan Saintifik

merupakan suatu proses pembelajaran yang dirancang agar peserta didik secara

aktif mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip, melalui tahap-tahap mengamati

(untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah,

mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai

teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan konsep,

hukum atau prinsip yang ditemukan (Hosnan, 2014: 34). Anak dapat memecahkan

permasalahan yang kompleks selama permasalahan tersebut konkret dan tidak

abstrak (Hergenhahn & Olson, 2010: 320). Berdasarkan uraian tersebut,

penggunaan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik sangatlah diperlukan dalam

pembelajaran bagi siswa SD.

Penggunaan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik untuk siswa kelas IV

materi bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya membantu siswa

memahami dan mengamati secara langsung hewan dan tumbuhan yang terdapat di

lingkungan sekitar, karena siswa dapat melakukan kegiatan pengamatan secara

langsung sehingga siswa tidak hanya berpikir secara abstrak. Selain itu, siswa

mampu mengasah keterampilannya dalam menanya, menalar, mencoba, dan

mengomunikasikan. Penggunaan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik ini

diharapkan mampu melibatkan dan mengaktifkan siswa dalam kegiatan

pembelajaran yang menyenangkan serta melaksanakan lima tahapan pendekatan

saintifik secara utuh. LKS yang dikembangkan berdasarkan empat karakteristik

yaitu mengarahkan siswa aktif melakukan berbagai kegiatan pembelajaran;

mengajak siswa untuk mencari sumber informasi yang beragam di sekolah,

rumah, dan lingkungan masyarakat; mengarahkan siswa untuk membangun

konsepnya secara mandiri; dan mengarahkan siswa untuk melaksanakan lima

tahapan pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya, menalar,

mencoba, dan mengomunikasikan.

LKS IPA berbasis pendekatan saintifik terbukti dapat membantu dan

mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Penelitian yang dilakukan oleh Salikhah

(2015) mengembangkan Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA berbasis pendekatan

saintifik untuk melatih keterampilan proses sains siswa kelas IV SD/MI. Jenis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 23: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

4

penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Hasil

penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan pada siswa

yang menggunakan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik dengan siswa yang

tidak menggunakan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik, yaitu sig 0,01<0,05.

Penelitian lainnya dilakukan oleh Sinarta (2012). Sinarta mengembangkan

Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis inkuiri pokok bahasan energi dan

perubahannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development

(R&D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif dalam

kegiatan pembelajaran, siswa lebih memahami pembelajaran dan mampu

memecahkan permasalahan yang terdapat pada LKS, dan siswa lebih bisa

mengutarakan pendapatnya. Penelitian yang dilakukan oleh Mustofa (2013)

mengembangkan lembar kerja siswa berbasis observasi pada taman sekolah

sebagai sumber belajar sains di SD N 1 Tinjomoyo. Jenis penelitian yang

digunakan adalah Research and Development (R&D). Hasil penelitian

menunjukkan bahwa adanya peningkatan rerata aktivitas siswa sebesar 100%,

siswa tuntas belajar sebanyak 92,11% dengan rerata nilai sebesar 7,84. Penelitian

lainnya dilakukan oleh Dalla (2016). Dalla mengembangkan LKS menggunakan

pendekatan saintifik pada sub tema hidup rukun di rumah untuk siswa kelas II.

Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Hasil

penelitian menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan layak untuk digunakan

pada uji coba dengan revisi sesuai saran berdasarkan hasil validasi oleh ahli yang

memperoleh rerata skor 3,87 dengan kategori baik. Penelitian yang dilakukan oleh

Pratiwi (2014) mengembangkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis pendekatan

saintifik pada tema berbagai pekerjaan di kelas IV. Jenis penelitian yang

digunakan adalah Research and Development (R&D). Hasil penelitian

menunjukkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran dinilai positif

ditunjukkan dengan hasil persentase 94,12%. Fitri mengembangkan LKS tematik

integratif pada materi garis paralel untuk kelas IV. Jenis penelitian yang

digunakan adalah Research and Development (R&D). Hasil penelitian

menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan layak untuk digunakan pada uji

coba dengan revisi sesuai saran berdasarkan hasil validasi oleh ahli yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 24: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

5

memperoleh hasil skor rata-rata 4,18 dengan kategori valid dan 4,26 dengan

kategori efektif.

Penelitian ini dibatasi pada Kompetensi Dasar (KD) 3.1 menjelaskan

bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya dan uji coba produk

terbatas. Pada uji coba produk terbatas, produk yang dikembangkan diujikan pada

enam siswa kelas IV SD. Siswa yang dipilih berdasarkan nilai akademik (tinggi,

sedang, rendah) dan rekomendasi dari wali kelas.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimana mengembangkan Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA berbasis

pendekatan saintifik untuk siswa kelas IV SD materi bentuk luar tubuh

hewan dan tumbuhan serta fungsinya?

1.2.2 Bagaimana kualitas Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA berbasis pendekatan

saintifik untuk siswa kelas IV SD materi bentuk luar tubuh hewan dan

tumbuhan serta fungsinya?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Mengembangkan Lembar Kerja Sekolah (LKS) IPA berbasis pendekatan

saintifik untuk siswa kelas IV SD materi bentuk luar tumbuhan dan hewan

serta fungsinya.

1.3.2 Mengetahui kualitas Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA berbasis pendekatan

saintifik untuk siswa kelas IV SD materi bentuk luar tumbuhan dan hewan

serta fungsinya.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi Peneliti

Peneliti memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dalam

mengembangkan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik. Produk yang

dikembangkan dapat memberikan motivasi bagi peneliti untuk

mengembangkan produk pembelajaran yang inovatif.

1.4.2 Bagi Guru

Guru lebih memahami tahapan dalam pendekatan saintifik. Guru juga

mendapatkan pengalaman dalam pengembangan LKS IPA berbasis

pendekatan saintifik. Dengan demikian, guru dapat mengembangkan LKS

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 25: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

6

IPA berbasis pendekatan saintifik yang dapat membantu meningkatkan

keaktifan siswa.

1.4.3 Bagi Siswa

Siswa dapat melakukan lima tahapan pendekatan saintifik secara utuh.

Penggunaan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik ini juga dapat

menumbuhkan keaktifan siswa.

1.4.4 Bagi Sekolah

Sekolah mendapatkan wawasan baru tentang pengembangan LKS IPA

berbasis pendekatan saintifik. Selain itu, sekolah dapat

mempertimbangkan pengembangan LKS IPA berbasis pendekatan

saintifik yang dapat mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar.

1.5 Spesifikasi Produk

Produk yang dikembangkan oleh peneliti adalah LKS IPA berbasis

pendekatan saintifik untuk kelas IV SD materi bentuk luar tubuh hewan dan

tumbuhan serta fungsinya, yang memiliki spesifikasi sebagai berikut.

1.5.1 LKS dikembangkan berdasarkan pemetaan Kompetensi Dasar (KD)

“menjelaskan bagian luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya”.

Selanjutnya, KD dijabarkan menjadi empat indikator yang meliputi (1)

menyebutkan bagian luar tubuh hewan menurut tempat tinggalnya (air dan

darat), (2) menjelaskan fungsi bagian luar tubuh hewan, (3) menyebutkan

bagian luar tubuh tumbuhan, dan (4) menjelaskan fungsi bagian luar tubuh

tumbuhan. Masing-masing indikator terdiri dari satu sampai dua kegiatan.

1.5.2 LKS yang dikembangkan berbentuk buku dengan ukuran 18 cm x 25 cm.

LKS dibuat dengan menggunakan Microsoft Word 2007. Kertas yang

digunakan adalah ivory 310 gram untuk bagian cover dan kertas HVS 80

gram untuk bagian isi. Jenis font yang digunakan adalah Comic Sans MS

dan Kristen ITC dengan ukuran font 12. Bahasa yang digunakan

menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa.

Tampilan LKS dibuat menarik dan sesuai dengan hasil analisis kebutuhan

siswa.

1.5.3 LKS berisi tentang empat karakteristik yang meliputi 1) mengarahkan

siswa aktif melakukan berbagai kegiatan pembelajaran, (2) mengajak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 26: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

7

siswa untuk mencari sumber informasi yang beragam di sekolah, rumah,

dan lingkungan masyarakat, (3) mengarahkan siswa untuk membangun

konsepnya secara mandiri, dan (4) mengarahkan siswa untuk

melaksanakan lima tahapan pendekatan saintifik yaitu lain mengamati,

menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan.

1.5.4 LKS yang dikembangkan dapat digunakan dalam kurikulum 2013, karena

LKS terdapat Kompetensi Inti (KI) yang meliputi KI 2, 3, dan 4 yaitu

sikap sosial, pengetaahuan, dan keterampilan.

1.6 Definisi Operasional

1.6.1 Belajar adalah suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan

keterampilan, pengetahuan, sikap, dan sebagainya yang dapat merubah

kepribadian manusia.

1.6.2 Pembelajaran adalah suatu proses atau serangkaian aktivitas yang dapat

membantu seseorang belajar secara aktif optimal.

1.6.3 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah suatu kumpulan pengetahuan yang

mempelajari tentang fenomena alam dan dapat di peroleh dengan

menggunakan metode observasi.

1.6.4 Pendekatan saintifik adalah suatu pendekatan dalam proses pembelajaran

yang lebih menekankan pada keaktifan siswa daripada guru dan memiliki

lima tahapan yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan

mengomunikasikan.

1.6.5 LKS adalah suatu pedoman bagi siswa untuk menyelesaikan dan

memecahkan suatu masalah yang diharapkan mampu memberikan arahan

dan bantuan pada siswa untuk lebih memahami materi yang akan diajarkan

oleh guru.

1.6.6 Bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan adalah suatu materi yang terdapat

dalam IPA yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh hewan dan

tumbuhan.

1.6.7 Siswa kelas IV SD adalah peserta didik yang duduk di bangku kelas IV

Sekolah Dasar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 27: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

8

BAB II

LANDASAN TEORI

Uraian dalam bab ini terdiri dari kajian pustaka, penelitian yang relevan, dan

kerangka berpikir.

2.1 Kajian Pustaka

Uraian dalam subbab ini terdiri dari beberapa teori pendukung penelitian.

Adapun beberapa hal yang menjadi pembahasan peneliti adalah belajar dan

pembelajaran, hakikat IPA, pendekatan saintifik, dan Lembar Kerja Siswa (LKS).

2.1.1 Belajar dan Pembelajaran

Pada subbab ini menguraikan mengenai pengertian belajar dan

pembelajaran.

2.1.1.1 Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan

perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas

tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan,

pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain (Hakim, 2000: 7). Belajar

adalah suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan,

memperbaiki perilaku/sikap, dan mengkokohkan kepribadian (Suyono, 2011: 9).

Dari kedua pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa belajar

merupakan suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan,

pengetahuan, sikap, dan sebagainya yang dapat merubah kepribadian manusia.

Kegiatan mengingat dan menghafal bukan merupakan proses belajar karena

seseorang dapat menghafal dan mengingat suatu konsep belum tentu dia

memahami konsep tersebut dengan sepenuhnya. Belajar yang sesungguhnya

mengandung unsur pembentukan dan pemahaman. Dari berbagai prinsip belajar

terdapat beberapa prinsip yang relatif berlaku umum yang dapat dipakai sebagai

dasar dalam upaya pembelajaran, baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya

belajarnya maupun bagi guru dalam upaya meningkatkan mengajarnya. Prinsip-

prinsip itu berkaitan dengan perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 28: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

9

langsung/berpengalaman, pengulangan tantangan, balikan dan penguatan, serta

perbedaan individual (Dimyati, 2006: 42).

2.1.1.2 Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran merupakan kegiatan guru terprogram dalam desain

instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekan pada

penyediaan sumber belajar (Dimyati, 2006: 297). Menurut Gagne, pembelajaran

adalah serangkaian aktivitas yang membantu memudahkan seorang dalam belajar,

sehingga terjadi belajar yang optimal (Kurniawan, 2014: 27). Dari pendapat kedua

ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses atau

serangkaian aktivitas yang dapat membantu seseorang belajar secara aktif dan

optimal. Terdapat lima ciri dalam pembelajaran yaitu 1) siswa merupakan

individu yang dapat berkembang apabila disediakan kondisi yang menunjang, 2)

menekankan pada aktivitas siswa, 3) merupakan upaya sadar dan disengaja, 4)

bukan kegiatan insidental tanpa persiapan, dan 5) pemberian bantuan yang

memungkinkan siswa untuk belajar (Kustandi, 2011: 5-6).

2.1.2 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Pada subbab ini menguraikan mengenai pengertian IPA, morfologi hewan

dan tumbuhan serta fungsinya.

2.1.2.1 Pengertian IPA

IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan yang diperoleh dengan

menggunakan metode-metode yang berdasarkan observasi (Fisher, dalam Amien,

1987: 4). IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara

sistematik, yang di dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-

gejala alam (Carin, dalam Amien, 1987: 4). Dari kedua pendapat ahli tersebut

dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang

mempelajari tentang fenomena alam dan dapat di peroleh dengan menggunakan

metode observasi. Teori belajar yang berkaitan dengan pembelajaran IPA adalah

teori Piaget dan teori konstruktivisme. Teori Piaget merupakan teori

perkembangan kognitif seseorang dari masa bayi ke masa dewasa. Teori ini

berkaitan dengan IPA, karena dalam pembelajaran IPA mempelajari tentang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 29: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

10

pertumbuhan manusia dari mulai bayi sampai dengan dewasa. Sedangkan teori

konstruktivisme merupakan teori perkembangan kognitif seseorang berdasarkan

pengalaman yang sudah pernah dialami sebelumnya. Pada pembelajaran IPA,

teori kontruktivisma berhubungan dengan lingkungan alam sekitar. IPA secara

umum meliputi tiga bidang ilmu dasar, yaitu biologi, kimia, dan fisika. Pada

hakikatnya IPA meliputi tiga cakupan, yaitu produk, proses, dan sarana

pengembangan sikap ilmiah. IPA sebagai produk merupakan hasil yang diperoleh

dari pengumpulan data yang disusun secara sistematis. IPA sebagai proses

merupakan urutan atau langkah untuk memperoleh data melalui metode ilmiah.

IPA sebagai sarana pengembangan sikap ilmiah merupakan suatu sarana yang

dapat mengembangkan sikap ilmiah, seperti sikap kerja sama, sikap tanggung

jawab, sikap berpikir bebas, dan sebagainya.

2.1.2.2 Pembelajaran IPA di SD

Pembelajaran IPA di SD meliputi mengamati apa yang terjadi, mencoba

memahami apa yang diamati, mempergunakan pengetahuan baru untuk

meramalkan apa yang akan terjadi, menguji bahwa ramalan-ramalan itu benar

(Paolo & Marten, dalam Samatowa, 2006: 12). Tujuan pembelajaran IPA di

Sekolah Dasar yaitu siswa diharapkan mampu berpikir secara kritis dan ilmiah

serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ruang lingkup

pembelajaran IPA meliputi aspek-aspek sebagai berikut 1) makhluk hidup dan

proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan dan interaksinya dengan

lingkungan serta kesehatan, 2) benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi

cair, padat dan gas, 3) energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas,

magnet dan listrik, 4) bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya dan

benda-benda langit lainnya (Depdiknas, 2007: 14). Dari ruang lingkup tersebut

dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA mempelajari makhluk dan semua

benda yang ada di alam semesta.

2.1.1.3 Morfologi Tumbuhan dan Hewan

Nama morfologi digunakan dalam beberapa ilmu, yakni morfologi

linguistik, morfologi biologi, dan geomorfologi. Morfologi biologi merupakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 30: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

11

suatu ilmu yang mempelajari tentang struktur atau bentuk luar dari suatu

organisme yang mencakup bagian-bagiannya terutama tumbuhan dan hewan.

Morfologi pada tumbuhan meliputi: akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.

Berikut adalah bagian-bagian tumbuhan yang disajikan dalam tabel 2.1

(Sumantoro, 2009: 31-41) dan bagian luar tubuh hewan yang disajikan dalam

tabel 2.2 (Haryanto, 2013: 3-5).

Tabel 2.1 Bagian-bagian Tumbuhan

No. Bagian

LuarTubuh

Tumbuhan

Gambar jenis - jenis bagian

tumbuhan Keterangan

1. Akar

Akar terdiri dari bulu-bulu akar dan

tudung akar. Terdapat dua jenis akar

yaitu akar serabut dan akar tunggang.

Fungsi akar: menyerap air dan mineral

dari alam tanah, menegakkan batang

tumbuhan, tempat menyimpan cadangan makanan, dan alat pernapasan pada

tumbuhan.

2. Batang

Batang menjadi penghubung antara akar

dan cabang atau daun. Terdapat tiga jenis

batang yaitu batang basah dan lunak,

batang berkayu, dan batang rumput.

Fungsi batang: tempat melekatnya daun,

bunga, dan buah, penyimpan cadangan

makanan, jalan pengangkutan air,

minerah dan hasil fotosintesis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 31: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

12

No. Bagian

LuarTubuh

Tumbuhan

Gambar jenis - jenis bagian

tumbuhan Keterangan

3. Daun

Berdasarkan bentuknya daun

dikelompokkan menjadi daun menyirip,

menjari, melengkung, dan sejajar. Fungsi

daun: tempat memasak makanan atau

fotosintesis.

4. Bunga

Bagian- bagian bunga yang lengkap

meliputi tangkai bunga, dasar bunga,

kelopak bunga, mahkota bunga, benang

sari, dan putik. Fungsi bunga: perhiasan tumbuhan, tempat berlangsungnya

perkembangbiakan tumbuhan.

5. Buah dan

Biji

Buah umumnya terdiri dari tangkai,

kulit, daging, dan biji. Fungsi buah yaitu

sebagai pelindung biji yang merupakan

calon tumbuhan baru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 32: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

13

Tabel 2.2 Bagian Luar Tubuh Hewan

No. Bagian Keterangan

1. Kepala

Kepala hewan biasanya memiliki mata, hidung, telinga, dan mulut.

Bagian khusus hewan yang biasa ada di kepala adalah antena,

gading, belalai, tanduk, dan cula.

2. Badan Tubuh hewan melindungi organ-organ pencernaan, pernapasan, peredaran darah, perkembangbiakan, dan lain sebagainya.

Penutup tubuh hewan dapat berupa sisik, bulu, dan rambut.

3. Alat Gerak Alat gerak hewan dapat berupa kaki, sirip, dan sayap.

2.1.2 Pendekatan Saintifik

Subbab ini menguraikan mengenai pengertian pendekatan saintifik,

prinsip-prinsip pendekatan saintifik, dan langkah-langkah pendekatan saintifik.

2.1.2.3 Pengertian Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik (scientific) disebut juga pendekatan ilmiah.

Pendekatan saintifik merupakan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran

yang lebih menekankan pada keaktifan peserta didik daripada guru. Pendekatan

saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam

mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa

informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi

searah dari guru (Hosnan, 2014: 34). Proses pembelajaran dengan menggunakan

pendekatan saintifik melibatkan keterampilan proses, seperti mengamati,

merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis

data, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan konsep yang ditemukan.

Pendekatan saintifik bertujuan untuk melatih dan meningkatan kemampuan siswa

dalam berpikir, menyelesaikan suatu masalah, dan mengomunikasikan ide atau

gagasan.

2.1.2.4 Prinsip-prinsip Pendekatan Saintifik

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik memiliki

beberapa prinsip meliputi: 1) pembelajaran berpusat pada siswa, 2) pembelajaran

membentuk student self concept, 3) pembelajaran terhindar dari verbalisme, 3)

pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan

mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip, 4) pembelajaran mendorong

terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa, 5) pembelajaran meningkatkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 33: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

14

motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru, 6) memberikan kesempatan

kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi, 7) adanya proses

validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi siswa dalam

struktur kognitifnya (Daryanto, 2014: 58).

2.1.2.5 Langkah-langkah Pendekatan Saintifik

Langkah-langkah pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran

meliputi: menggali informasi melalui pengamatan (observing), bertanya

(questioning), percobaan (experimenting), kemudian mengolah data atau

informasi, menyajikan data atau informasi, dilanjutkan dengan menganalisis,

menalar (associating), kemudian menyimpulkan, dan mencipta serta membentuk

jaringan (networking) (Hosnan, 2014: 37). Langkah-langkah pendekatan saintifik

dapat dijabarkan sebagai berikut.

1) Mengamati (Observing)

Pengamatan/observasi merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan

media konkret dalam proses belajar, sehingga siswa akan lebih merasa tertarik dan

tertantang untuk mengeksplorasi rasa keingintahuannya. Kegiatan pengamatan

dapat dilakukan melalui kegiatan melihat, mendengar, menyimak, dan membaca.

Tujuan pengamatan adalah mendeskripsikan makna dari suatu objek yang diamati

dan diambil kesimpulannya. Manfaat metode pengamatan bagi siswa yaitu

memberikan pengalaman secara langsung karena siswa mengamati sendiri suatu

objek dan mencatat hasil pengamatannya sendiri. Kegiatan pengamatan dalam

pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah antara lain

menentukan objek apa yang akan diobservasi, membuat pedoman observasi sesuai

dengan lingkup objek yang akan diobservasi, menentukan secara jelas data-data

apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun sekunder, menentukan di mana

tempat objek yang akan diobservasi, menentukan secara jelas bagaimana

observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan

lancar, menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi, seperti

menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat

tulis lainnya (Hosnan, 2014: 42-43).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 34: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

15

2) Menanya (Questioning)

Menanya (questioning) merupakan kegiatan pembelajaran yang menuntut

siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang data/informasi yang belum

dipahaminya setelah melakukan pengamatan. Kegiatan mengajukan berbagai

pertanyaan yang dilakukan oleh siswa memerlukan bimbingan dari guru. Fungsi

bertanya ialah membangkitkan rasa keingintahuan dan melatih cara berpikir

siswa.

Manfaat penerapan metode menanya antara lain menggali informasi, baik

administrasi maupun akademis, mengecek pemahaman siswa, membangkitkan

respons kepada siswa, mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa, mengetahui

hal-hal yang sudah diketahui siswa, memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu

yang dikehendaki guru, membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa

untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa (Hosnan, 2014: 51). Dalam

kegiatan bertanya, ada beberapa kriteria pertanyaan yang digunakan untuk

membina peserta didik dalam mengajukan pertanyaan, antara lain singkat dan

jelas, menginspirasi jawaban, memilih fokus, bersifat probing atau divergen,

bersifat validatif atau penguatan, memberi kesempatan peserta didik untuk

berpikir ulang, merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif, dan

merangsang proses interaksi (Abidin, 2014: 137).

3) Menalar (Associating)

Menalar adalah memproses informasi yang sudah dikumpulkan, baik terbatas

dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan

mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi (Permendikbud Nomor 81a

Tahun 2013, dalam Hosnan, 2014: 68). Kegiatan menalar merupakan kegiatan

analisis hasil kerja yang sudah dilakukan oleh siswa. Daya menalar peserta didik

dapat ditingkatkan melalui delapan cara berikut (1) guru menyusun bahan

pembelajaran dalam bentuk yang sudah siap seperti tuntutan kurikulum, (2) guru

tidak banyak menerapkan metode ceramah, tetapi memberi instruksi singkat yang

jelas, seperti contoh-contoh, baik dilakukan sendiri maupun dengan cara simulasi,

(3) bahan pembelajaran disusun secara berjenjang atau hirarkis, dimulai dari yang

sederhana sampai ke yang kompleks, (4) kegiatan pembelajaran berorientasi pada

hasil yang dapat diukur dan diamati, (5) setiap kesalahan/kekeliruan segera

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 35: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

16

dikoreksi atau diperbaiki, (6) perlu dilakukan pengulangan dan latihan agar

perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan peserta didik, (7) evaluasi atau

penilaian didasarkan atas perilaku yang nyata atau otentik, (8) guru mencatat

semua kemajuan peserta didik untuk kemungkinan memberikan tindakan

pembelajarran perbaikan (Abidin, 2014: 139).

4) Mencoba (Experimenting)

Tahap mencoba digunakan untuk mengarahkan peserta didik melakukan

percobaan atau eksperimen terkait dengan materi yang sesuai. Beberapa hal yang

harus diperhatikan dalam melakukan tahap mencoba yaitu (1) persiapkan terlebih

dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan, (2) usahakan siswa terlibat langsung

sewaktu mengadakan kegiatan eksperimen, (3) sebelum dilaksanakan eksperimen

siswa terlebih dahulu diberikan pengarahan tentang petunjuk dan langkah-langkah

kegiatan eksperimen yang akan dilakukan, (4) lakukan pengelompokkan atau

masing-masing individu melakukan percobaan yang telah direncanakan. Bila

hasilnya belum memuaskan, dapat diulangi lagi untuk membuktikan

kebenarannya, (5) setiap individu atau kelas dapat melaporkan hasil pekerjaannya

secara tertulis (Fathurrahman, dalam Hosnan, 2014: 62).

5) Mengomunikasikan Pembelajaran

Tahap mengomunikasikan pembelajaran dalam pendekatan saintifik, siswa

diharapkan mampu mengomunikasikan hasil kerjanya yang dilakukan secara

individu maupun kelompok. Kegiatan mengomunikasikan adalah menyampaikan

hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau

media lainnya (Permendikbud, dalam Hosnan, 2014: 76). Melalui kegiatan

mengomunikasikan, siswa diharapkan mampu menjelaskan atau

mempresentasikan hasil kerjanya di depan guru dan teman-temannya, sehingga

rasa percaya diri siswa akan terasah.

2.1.3 Lembar Kerja Siswa (LKS)

Subbab ini menguraikan mengenai pengertian LKS, tujuan penggunaan

LKS, jenis-jenis LKS, manfaat LKS.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 36: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

17

2.1.3.1 Pengertian LKS

LKS adalah panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan

penyelidikan dan pemecahan masalah (Trianto, 2008 :148). LKS biasanya berupa

petunjuk, langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, suatu tugas yang

diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan

dicapainya (Depdiknas, 2004: 18). Dari kedua pengertian tersebut dapat

disimpulkan bahwa LKS merupakan suatu pedoman bagi siswa untuk

menyelesaikan dan memecahkan suatu masalah. Adanya LKS diharapkan mampu

memberikan arahan dan bantuan pada siswa untuk lebih memahami materi yang

akan diajarkan oleh guru.

2.1.3.2 Tujuan LKS

Tujuan LKS antara lain sebagai alternatif guru untuk mengarahkan

pengajaran atau memperkenalkan suatu kegiatan tertentu, dapat mempercepat

proses belajar mengajar dan hemat waktu mengajar, dan dapat mengoptimalkan

alat bantu pengajaran yang terbatas karena siswa dapat menggunakan alat bantu

secara bergantian (Tim instruktur Penilaian Kinerja Guru (PKG), dalam Sudiati,

2003: 11-12). LKS dibuat bertujuan untuk menuntun siswa akan berbagai

kegiatan yang perlu diberikan serta mempertimbangkan proses berpikir yang akan

ditumbuhkan pada diri siswa (Azhar, 1993: 78). LKS mempunyai fungsi sebagai

urutan kerja yang diberikan dalam kegiatan baik intrakurikuler maupun

ekstrakurikuler terhadap pemahaman materi yang telah diberikan. Dari kedua

pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan LKS adalah membantu guru

dalam menyampaikan materi dan membantu siswa dalam memahami suatu materi.

2.1.3.3 Jenis-jenis LKS

Jenis-jenis LKS antara lain 1) LKS yang penemuan yaitu membantu siswa

menemukan suatu konsep, 2) LKS yang aplikatif-integratif yaitu membantu siswa

menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan, 3) LKS

yang penuntun yaitu berfungsi sebagai penuntun belajar, 4) LKS yang penguatan

yaitu berfungsi sebagai penguatan, dan 5) LKS yang praktikum yaitu berfungsi

sebagai petunjuk praktikum (Prastowo, 2014: 272-273). Ada ahli yang

berpendapat bahwa LKS dibagi menjadi dua macam, yakni lembar kegiatan siswa

tak berstruktur dan berstruktur (Trianto, 2011: 244).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 37: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

18

2.1.3.4 Manfaat LKS

LKS memiliki beberapa manfaat sebagai berikut (Lismawati, 2010: 40).

1) LKS dapat dipelajari kapanpun dan dimanapun serta tidak

menggunakan alat khusus.

2) LKS dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk belajar tentang

fakta dan mampu mencari tahu prinsip-prinsip umum dan abstrak

dengan menggunakan argumentasi yang riil.

3) LKS dapat memaparkan kata-kata, angka-angka, not musik, gambar

dua dimensi, serta diagram dengan proses yang sangat cepat.

4) LKS lebih ekonomis jika dibandingkan dengan media pembelajaran

lainnya.

2.2 Penelitian yang Relevan

Uraian dalam subbab ini terdiri dari beberapa penelitian yang relevan yang

dijabarkan sebagai berikut.

Salikhah (2015) melakukan pengembangan lembar kerja siswa (LKS) IPA

berbasis pendekatan scientific untuk melatih keterampilan proses sains siswa

SD/MI kelas IV. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan

pengembangan (R & D). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan LKS

IPA berbasis pendekatan scientific pada materi perubahan kenampakan bumi dan

benda langit untuk SD/MI kelas IV, (2) mengetahui proses pengembangan LKS

IPA, (3) mengetahui kualitas LKS IPA, (4) mengetahui dampak penggunaan LKS

IPA berbasis pendekatan scientific terhadap keterampilan proses sains siswa.

Hasil dari penelitian ini yaitu LKS IPA yang berupa materi, tugas dan latihan soal,

kata mutiara, informasi tambahan dan refleksi. Kualitas dari produk yang berupa

LKS IPA ditunjukkan dengan hasil validasi dari ahli materi yang memperoleh

persentase penilaian 75% dengan kategori baik, dari ahli bahasa memperoleh

persentase penilaian 75% dengan kategori baik, dan dari ahli media memperoleh

persentase 91,25% dengan kategori sangat baik.

Sinarta (2012) melakukan pengembangan lembar kerja siswa (LKS)

berbasis inkuiri pokok bahasan energi dan perubahannya. Jenis penelitian yang

digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Sampel yang digunakan

dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Kemantren II Mojokerto.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 38: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

19

Kualitas dari produk yang berupa LKS IPA ditunjukkan dengan hasil validasi dari

ahli media memperoleh persentase 97.73 % dengan kategori valid, dari ahli materi

memperoleh persentase 96.67 % dengan kategori valid dan dari angket siswa

persentasenya 96.25 % kategori valid. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat

disimpulkan bahwa LKS berbasis inkuiri yang dikembangkan sudah layak untuk

digunakan dan diujicoba dengan revisi sesuai saran dalam kegiatan pembelajaran

kelas IV Sekolah Dasar.

Mustofa (2013) melakukan pengembangan lembar kerja siswa berbasis

observasi pada taman sekolah sebagai sumber belajar sains di SD N 1 Tinjomoyo.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D).

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1

Tinjomoyo, Semarang. Kualitas produk yang berupa LKS ditunjukkan dengan

hasil validasi dari pakar materi memperoleh persentase 90% dengan kategori

sangat layak, dari pakar desain memperoleh persentase 96% dengan kategori

sangat layak, dan dari guru memperoleh persentase 93,18% dengan kategori

sangat layak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis

observasi yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan dan diujicoba dengan

revisi sesuai saran dalam kegiatan pembelajaran kelas IV Sekolah Dasar.

Dalla (2016) melakukan pengembangan LKS menggunakan pendekatan

saintifik pada sub tema hidup rukun di rumah untuk siswa kelas dua (II) Sekolah

Dasar Negeri Kalasan 1. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah

penelitian dan pengembangan (R&D). Sampel yang digunakan dalam penelitian

ini adalah siswa kelas II SD Negeri Kalasan 1, Yogyakarta. Kualitas produk yang

berupa LKS ditunjukkan dengan hasil validasi dua pakar kurikulum 2013 dan

media LKS memperoleh skor 4,0 dengan kategori baik dan skor 4,06 dengan

kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS

menggunakan pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak untuk

digunakan dan diujicoba dengan revisi sesuai saran dalam kegiatan pembelajaran

kelas II Sekolah Dasar.

Pratiwi (2014) melakukan pengembangan lembar kegiatan siswa (LKS)

berbasis pendekatan scientific pada tema berbagai pekerjaan di kelas IV. Jenis

penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian dan pengembangan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 39: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

20

(R&D). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD

Negeri 3 Ciamis. Kualitas produk yang berupa LKS ditunjukkan dengan hasil

validasi ahli menunjukkan nilai kevalidan dan kepraktisan dengan skor 4,67,

keefektifan pembelajaran siswa memperoleh nilai yang cukup efektif ditunjukkan

dengan hasil persentase 52,5%, respon siswa terhadap pembelajaran dinilai positif

ditunjukkan dengan hasil persentase 94,12%. Berdasarkan hasil penelitian dapat

disimpulkan bahwa LKS berbasis pendekatan scientific yang dikembangkan sudah

layak untuk digunakan dan diujicoba dengan revisi sesuai saran dalam kegiatan

pembelajaran kels IV Sekolah Dasar.

Fitri (2014) melakukan pengembangan lembar kegiatan siswa (LKS)

tematik integratif pada materi garis paralel untuk Sekolah Dasar kelas IV. Jenis

penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian dan pengembangan

(R&D). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kegiatan siswa (LKS)

tematik integratif pada materi garis paralel untuk Sekolah Dasar kelas IV yang

memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif yang baik. Sampel yang digunakan

dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 09 Kota Bengkulu. Kualitas

produk yang berupa LKS dari aspek materi, konstruksi, dan bahasa termasuk

dalam kategori valid, ditunjukkan dengan hasil skor rata-rata 4,18. LKS termasuk

dalam kategori praktis dan efektif ditunjukkan dengan hasil skor rata-rata 4,24 dan

4,26. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS tematik

integratif yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan dan diujicobakan

dengan revisi sesuai saran dalam kegiatan pembelajaran kelas IV Sekolah Dasar.

Berdasarkan enam penelitian di atas, peneliti menemukan relevansi dari

penelitian-penelitian tersebut dengan penelitian yang akan dilakukan. Persamaan

dari penelitian yang akan diteliti dengan keenam penelitian tersebut adalah sama-

sama mengembangkan LKS. Sedangkan perbedaan dari penelitian yang akan

diteliti dengan keenam penelitian tersebut adalah pada materinya. Materi pada

penelitian ini adalah bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya.

Kerangka relevansi penelitian ini dapat dilihat pada literature map berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 40: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

21

Gambar 2.1 Literature Map Hasil Penelitian yang Relevan.

2.3 Kerangka Berpikir

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang

terdapat di Sekolah Dasar. Pembelajaran IPA di SD meliputi mengamati apa yang

terjadi, mencoba memahami apa yang diamati, mempergunakan pengetahuan baru

untuk meramalkan apa yang akan terjadi, menguji bahwa ramalan-ramalan itu

benar (Paolo & Marten dalam Samatowa, 2006: 12). Pembelajaran IPA lebih

ditekankan pada praktik daripada teori, sehingga dalam kegiatannya lebih

diarahkan pada kegiatan pengamatan dan percobaan. Pada pembelajaran IPA

dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang sesuai dan efektif. Apabila metode

yang digunakan guru lebih sering menggunakan metode ceramah, akibatnya siswa

cenderung pasif dan berpikir secara abstrak.

Pendekatan saintifik merupakan suatu metode pembelajaran yang

melibatkan keaktifan dan keterampilan siswa, meliputi mengamati, menanya,

menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Pembelajaran IPA mempunyai

relevansi dengan pendekatan saintifik, karena pembelajaran IPA berkaitan dengan

lingkungan alam, sedangkan pendekatan saintifik mengajak siswa mengalami

Salikhah (2015)

LKS, Pendekatan

scientific, siswa

kelas IV SD

Sinarta (2012)

LKS, inkuiri,

siswa kelas IV

SD

Mustofa (2013)

LKS, Observasi,

siswa kelas IV

SD

Dalla (2016),

LKS, pendekatan

saintifik, siswa

kelas II SD

Pratiwi (2014)

LKS, pendekatan

scientific, siswa kelas

IV SD

Fitri (2014)

LKS, tematik

intgratif, siswa kelas

IV SD

Yang diteliti adalah LKS,

pendekatan saintifik, siswa

kelas IV SD

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 41: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

22

secara langsung kegiatan yang dilakukan. Misalnya dalam pembelajaran IPA,

siswa diminta untuk mempelajari tentang bagian-bagian luar tubuh hewan dan

tumbuhan, dengan menggunakan pendekatan saintifik siswa mengamati secara

langsung hewan dan tumbuhan, kemudian siswa akan membangun konsepnya

sendiri. LKS IPA berbasis pendekatan saintifik memungkinkan siswa untuk

berpikir secara konkret dan membangun konsepnya secara mandiri.

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis yang sudah dilakukan,

penggunaan lembar kerja siswa berbasis pendekatan saintifik untuk menunjang

pembelajaran belum sepenuhnya diterapkan oleh guru. Hal ini disebabkan karena

guru masih menggunakan LKS dari penerbit yang sebagian besar hanya berisi

soal-soal. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk mengembangkan sebuah

produk berupa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik untuk kelas IV SD.

Penelitian ini difokuskan pada kompetensi dasar “Menjelaskan bagian luar tubuh

hewan dan tumbuhan serta fungsinya”.

2.4 Pertanyaan Penelitian

2.4.1 Bagaimana langkah-langkah pengembangan LKS IPA berbasis pendekatan

saintifik untuk siswa kelas IV SD pada materi bentuk luar tubuh hewan

dan tumbuhan serta fungsinya?

2.4.2 Bagaimana kualitas LKS IPA berbasis pendekatan saintifik untuk siswa

kelas IV SD pada materi bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta

fungsinya?

2.4.3 Bagaimana dampak penggunaan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik

materi bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya terhadap

proses belajar siswa selama uji coba lapangan terbatas?

2.4.4 Bagaimana dampak penggunaan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik

materi bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya terhadap

hasil belajar siswa pada uji coba lapangan terbatas?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 42: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

23

BAB III

METODE PENELITIAN

Uraian dalam bab ini berisi jenis penelitian, setting penelitian, rancangan

penelitian, prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian

dan teknik analisis data.

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D).

Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan

untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut

(Sugiyono, 2009: 297). Metode penelitian dan pengembangan merupakan

penelitian yang digunakan untuk merancang produk atau prosedur baru, yang diuji

secara sistematis di lapangan, dievaluasi, dan direvisi hingga diperoleh kriteria

spesifik meliputi efektivitas, kualitas, atau standar yang sejenis (Gall & Borg,

2007: 589). Dari kedua pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian

dan pengembangan adalah jenis penelitian yang mengembangkan suatu produk

dan diuji keefektivitasannya sesuai dengan standar tertentu.

Penelitian ini digunakan untuk mengembangkan suatu produk berupa LKS

IPA berbasis pendekatan saintifik. Penelitian ini dibatasi sampai pada uji coba

produk terbatas yang bertujuan untuk mendapatkan informasi apakah produk baru

yang telah dikembangkan lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan produk

yang lama atau yang lain. Hasil dari penelitian ini berupa produk LKS IPA

berbasis pendekatan saintifik untuk siswa kelas IV SD materi bentuk luar tubuh

hewan dan tumbuhan serta fungsinya.

3.2 Setting Penelitian

Setting penelitian membahas mengenai subjek penelitian, objek penelitian,

lokasi penelitian, dan waktu penelitian.

3.2.1 Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD. Sampel

yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Perumnas

Condongcatur. Siswa yang dipilih berjumlah enam anak yang terdiri dari dua

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 43: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

24

siswa putri dan empat siswa putra. Peneliti memilih sekelompok siswa tersebut

berdasarkan nilai akademik siswa dan rekomendasi dari guru kelas.

3.2.2 Objek Penelitian

Objek dari penelitian ini adalah produk yang berupa LKS IPA berbasis

pendekatan saintifik. LKS ini digunakan untuk membantu siswa kelas IV SD

dalam memahami materi bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya.

LKS tersebut terdiri dari berbagai macam kegiatan yang mencakup lima tahapan

pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan

mengomunikasikan.

3.2.3 Lokasi Penelitian

Pengambilan data yang digunakan untuk penelitian dilakukan di SD

Negeri Perumnas Condongcatur yang berlokasi di Jalan Flamboyan No.11,

Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa

Yogyakarta. Peneliti memilih SD Negeri Perumnas Condongcatur sebagai tempat

uji coba produk terbatas, karena SD Negeri Perumnas Condongcatur sudah dan

masih menggunakan kurikulum 2013. Selain itu juga terdapat tiga kelas paralel

yang memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian. SD Negeri Perumnas

Condongcatur masih minim dalam menggunakan LKS berbasis pendekatan

saintifik. Selain itu, letaknya strategis dan mudah untuk dijangkau.

3.2.4 Waktu Penelitian

Penelitian dan pengembangan ini dilakukan pada bulan Juli s.d. Desember

2016. Secara keseluruhan, penelitian ini berlangsung kurang lebih selama lima

bulan.

3.3 Rancangan Penelitian

Penelitian dan pengembangan ini mengadopsi model Dick & Carey.

Peneliti memilih model Dick & Carey, karena setiap langkahnya jelas dan mudah

untuk diikuti. Pada model Dick & Carey terdapat sepuluh langkah dalam

melakukan penelitian dan pengembangan. Langkah tersebut yaitu 1) Analisis

kebutuhan dan tujuan, 2) analisis pembelajaran, 3) analisis pembelajar dan

konteks, 4) merumuskan tujuan performansi, 5) mengembangkan instrumen, 6)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 44: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

25

mengembangkan strategi pembelajaran, 7) mengembangkan dan memilih bahan

pembelajaran, 8) merancang dan melakukan evaluasi formatif, 9) melakukan

revisi, dan 10) evaluasi sumatif (Setyosari, 2013: 230-235). Berikut adalah

langkah penelitian dan pengembangan menurut model Dick & Carey yang

disajikan dalam bagan berikut.

Gambar 3.1 Bagan Komponen Sistem Pembelajaran Dick & Carey

(Setyosari, 2013: 234).

Dick & Carey (Setyosari, 2013: 230-235) menguraikan setiap langkah

penelitian dan pengembangan sebagai berikut. Pertama, analisis kebutuhan dan

tujuan. Pada langkah ini, peneliti menganalisis dan mengkaji kebutuhan untuk

Analisis kebutuhan dan

identifikasi tujuan

umum

Melakukan analisis

pembelajaran

Melakukan

revisi

Menganalisis pebelajar

dan konteks

Merumuskan

tujuan khusus

Mengembangkan

instrumen

assessment

Mengembangkan

strategi pembelajaran

Mengembangkan dan

memilih bahan

pembelajaran

Merancang dan

melakukan evaluasi

formatif

Merancang dan melakukan

evaluasi sumatif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 45: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

26

menentukan tujuan program atau produk yang akan dikembangkan. Kedua,

analisis pembelajaran. Langkah ini mencakup keterampilan, proses, prosedur, dan

tugas-tugas belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ketiga, analisis

pembelajar dan konteks. Analisis ini mencakup kemampuan, sikap, dan

karakteristik awal pembelajar dalam pembelajaran. Keempat, merumuskan tujuan

performansi. Perumusan dilakukan dengan cara menjabarkan tujuan umum ke

dalam tujuan yang lebih spesifik. Kelima, mengembangkan instrumen. Instrumen

digunakan untuk mengukur perangkat produk atau desain yang dikembangkan.

Instrumen yang berkaitan dengan tujuan khusus berupa tes hasil belajar,

sedangkan instrumen yang berkaitan dengan desain atau produk yang

dikembangkan dapat berupa kuesioner atau daftar cek. Keenam, mengembangkan

strategi pembelajaran. Peranan strategi sangat penting dalam kaitannya dengan

pengembangan produk yang dilakukan. Pada langkah ini, peneliti harus memilih

strategi yang cocok dengan desain produk yang dikembangkan. Ketujuh,

mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran. Pada langkah ini, peneliti

memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran. Produk atau desain yang

dikembangkan berdasarkan tipe atau model tertentu perlu diberikan argumen atau

alasan mengapa memilih tipe atau model tersebut. Kedelapan, merancang dan

melakukan evaluasi formatif. Langkah ini dilakukan pada saat proses

pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk mendukung adanya peningkatan

efektivitas. Dick & Carey menguraikan proses evaluasi formatif menjadi tiga

langkah, yaitu uji coba prototipe, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan.

Pada kondisi tertentu, peneliti cukup sampai pada langkah ini. Kesembilan,

melakukan revisi. Peneliti melakukan revisi terhadap produk yang dikaitkan

dengan langkah-langkah sebelumnya. Kesepuluh, evaluasi sumatif. Langkah ini

dilakukan dengan tujuan untuk menentukan tingkat efektivitas produk secara

keseluruhan dibandingkan dengan produk lainnya.

3.4 Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang dikembangkan mengadopsi model yang

dipaparkan oleh Dick & Carey. Peneliti memodifikasi tahap penelitian menjadi

delapan langkah, yaitu 1) analisis kebutuhan, 2) merumuskan tujuan khusus, 3)

mengembangkan instrumen, 4) mengembangkan strategi, 5) mengembangkan isi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 46: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

27

LKS, 6) evaluasi formatif 7) revisi, 8) evaluasi sumatif. Prosedur penelitian dan

pengembangan terkait delapan langkah tersebut tersaji dalam bagan berikut.

Gambar 3.2 Bagan Prosedur Pengembangan

3.4.1 Analisis Kebutuhan

Tahap pertama dalam penelitian ini adalah analisis kebutuhan. Analisis

yang dilakukan meliputi analisis pembelajaran dan siswa. Analisis pembelajaran

dilakukan melalui wawancara dan observasi. Peneliti melakukan wawancara

dengan guru dan siswa kelas IV, sedangkan observasi dilakukan di kelas IV ketika

Analisis kebutuhan

Analisis pembelajaran

Analisis siswa Merumuskan

tujuan

Mengembangkan instrumen

Pretest

Posttest Rubrik

penilaian ahli

validasi

instrumen Mengembangkan

strategi

Mengembangkan isi

LKS

Evaluasi

Formatif

Penilaian

ahli

Dosen IPA

Guru SD

Uji coba lapangan

terbatas

Revisi

Siswa Kelas IV SD

Evaluasi Sumatif

Persentase Peningkatan

Pretest Posttest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 47: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

28

pembelajaran sedang berlangsung. Hasil dari wawancara dan observasi terkait

dengan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA di kelas IV,

kemudian dianalisis untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan kuesioner yang

digunakan untuk mengetahui analisis kebutuhan siswa. Kuesioner kebutuhan

siswa yang disusun mencakup karakteristik siswa dan karakteristik produk.

Kuesioner yang telah dibuat, kemudian diberikan kepada guru dan siswa kelas IV.

3.4.2 Merumuskan Tujuan Khusus

Tahap kedua dalam penelitian ini adalah merumuskan tujuan khusus. Pada

langkah ini, peneliti merumuskan tujuan khusus dari produk berupa LKS.

Perumusan tujuan khusus memperhatikan karakterisitik LKS yang diperoleh

melalui analisis kebutuhan yang meliputi 1) mengarahkan siswa aktif melakukan

berbagai kegiatan pembelajaran, 2) mengajak siswa untuk mencari sumber

informasi yang beragam di sekolah, rumah, dan lingkungan masyarakat, 3)

mengarahkan siswa untuk membangun konsepnya secara mandiri, dan 4)

mengarahkan siswa untuk melaksanakan lima tahapan pendekatan saintifik yaitu

mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Berdasarkan

empat karakteristik LKS tersebut kemudian dijadikan pedoman bagi peneliti

dalam penyusunan LKS.

3.4.3 Mengembangkan instrumen

Tahap ketiga dalam penelitian ini adalah mengembangkan instrumen.

Peneliti membuat dua instrumen yaitu instrumen validasi produk dan instrumen

soal. Sebelum digunakan, instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh ahli untuk

mengetahui kelayakan instrumen. Instrumen soal berupa pretest dan posttest yang

diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah menggunakan produk berupa LKS.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada siswa sesudah

menggunakan LKS. Peneliti menyusun dan mengembangkan soal berdasarkan

Kompetensi Dasar (KD) menjelaskan bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan

serta fungsinya. Berdasarkan KD tersebut, kemudian peneliti mengembangkan

menjadi empat indikator. Keempat indikator tersebut dikembangkan menjadi 20

soal tipe pilihan ganda. Kisi-kisi soal pretest dan posttest dapat dilihat pada

lampiran 3.1.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 48: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

29

3.4.4 Mengembangkan Strategi

Tahap keempat dalam penelitian ini adalah mengembangkan strategi. LKS

yang dibuat mengacu pada KD menjelaskan bagian luar tubuh hewan dan

tumbuhan serta fungsinya. Selanjutnya, peneliti menjabarkannya ke dalam

beberapa indikator, tujuan dan rencana kegiatan. Pada tahap ini, peneliti juga

melakukan pemetaan karakteristik LKS yang diperoleh dari analisis kebutuhan

siswa.

3.4.5 Mengembangkan Isi LKS

Tahap kelima dalam penelitian ini adalah mengembangkan isi LKS.

Peneliti mengembangkan LKS berbasis pendekatan saintifik berdasarkan hasil

pemetaan KI dan KD yang sudah dilakukan pada tahap pengembangan strategi.

Kegiatan-kegiatan yang terdapat di dalam LKS berisi kegiatan dalam pendekatan

saintifik yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan

mengomunikasikan. Selain itu kegiatan yang terdapat pada LKS mengacu pada

empat karakteristik LKS yang meliputi 1) mengarahkan siswa aktif melakukan

berbagai kegiatan pembelajaran, 2) mengajak siswa untuk mencari sumber

informasi yang beragam di sekolah, rumah, dan lingkungan masyarakat, 3)

mengarahkan siswa untuk membangun konsepnya secara mandiri, dan 4)

mengarahkan siswa untuk melaksanakan lima tahapan pendekatan saintifik yaitu

mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan.

3.4.6 Evaluasi formatif

Tahap keenam dalam penelitian ini adalah merancang dan melakukan

evaluasi formatif. Pada tahap ini, LKS yang dikembangkan kemudian divalidasi

oleh beberapa ahli untuk mengetahui kelayakan LKS sebelum diuji cobakan.

Peneliti melakukan uji coba produk yang sudah direvisi berdasarkan hasil validasi

oleh ahli IPA dan guru SD ke kelompok kecil. Uji coba terbatas yang dilakukan

melibatkan subjek yang terdiri atas enam siswa kelas IV SD.

3.4.7 Revisi

Tahap ketujuh dalam penelitian ini adalah revisi produk. Berdasarkan hasil

uji coba produk terbatas yang diperoleh dari wawancara dengan siswa, peneliti

melakukan revisi produk yang terakhir. Adanya revisi terakhir, maka terciptalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 49: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

30

produk berupa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik kelas IV SD materi bentuk

luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya.

3.4.8 Evaluasi Sumatif

Tahap kedelapan dalam penelitian ini adalah evaluasi sumatif. Setelah

melakukan pretest dan posttest kepada siswa kelas IV SD pada uji coba terbatas,

kemudian peneliti menghitung hasil pretest dan posttest yang didapatkan oleh

siswa. Selanjutnya, peneliti menghitung peningkatan nilai pretest dan posttest

untuk mengetahui tingkat efektivitas LKS.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data bertujuan untuk memperoleh informasi atau keterangan

mengenai permasalahan berdasarkan kenyataan yang ada. Teknik pengumpulan

data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi

(pengamatan), dan gabungan ketiganya (Sugiyono, 2009: 137). Teknik

pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi,

wawancara, kuesioner, dan tes.

3.5.1 Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan jalan

pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif dan rasional

mengenai berbagai fenomena, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun

buatan, untuk mencapai tujuan tertentu (Arifin, 2011: 231). Observasi pada

penelitian ini dilaksanakan di kelas IV. Aspek yang diamati oleh peneliti ketika

melakukan observasi pada pembelajaran IPA kelas IV adalah ketersediaaan bahan

ajar yang digunakan dan penerapan lima tahapan pendekatan saintifik dalam

pembelajaran IPA.

3.5.2 Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui

percakapan dan tanya jawab, baik langsung maupun tidak langsung dengan

responden untuk mencapai tujuan tertentu (Arifin, 2011: 233). Wawancara adalah

percakapan dengan maksud tertentu oleh dua pihak, yaitu pewawancara sebagai

pengaju atau pemberi pertanyaan dan yang diwawancarai sebagai pemberi

jawaban atas pertanyaan itu (Suwandi, 2008: 127). Wawancara digunakan sebagai

teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 50: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

31

untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti

ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah

respondennya sedikit/kecil (Sugiyono, 2009: 137).

Teknik pengumpulan data dengan wawancara dalam penelitian ini

dilakukan kepada guru dan tiga siswa kelas IV SD Negeri Perumnas

Condongcatur. Wawancara dengan guru kelas IV dilakukan untuk memperoleh

informasi mengenai analisis kebutuhan LKS dan penerapan lima tahapan

pendekatan saintifik. Wawancara dengan siswa kelas IV dilakukan untuk

memperoleh data terkait dengan karakterisitik LKS yang dibutuhkan oleh siswa.

3.5.3 Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan

cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden

untuk dijawabnya (Sugiyono, 2009: 142). Peneliti menggunakan kuesioner dalam

penelitian ini untuk mengumpulkan data mengenai analisis kebutuhan baik guru

maupun siswa dan validasi produk. Kuesioner diberikan kepada guru dan siswa

kelas IV SD Negeri Perumnas Condongcatur untuk memperoleh analisis

kebutuhan terkait dengan produk. Kuesioner validasi produk ditujukan kepada

ahli pembelajaran IPA dan guru SD untuk menilai kelayakan produk berupa LKS

yang sudah dibuat.

3.5.4 Tes

Teknik pengumpulan data menggunakan tes bertujuan untuk mengukur

kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi (Arikunto, 2006: 223). Peneliti

menggunakan tes dalam penelitian ini berupa pretest dan posttest yang berjumlah

20 soal pilihan ganda. Pretest digunakan sebelum siswa menggunakan LKS IPA,

sedangkan posttest digunakan sesudah siswa menggunakan LKS IPA. Hal ini

bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah

menggunakan LKS IPA.

3.6 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan oleh peneliti

untuk mengumpulkan data penelitian dengan cara melakukan pengukuran

(Widoyoko, 2012: 51). Peneliti menggunakan beberapa instrumen dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 51: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

32

penelitian ini di antaranya pedoman observasi, pedoman wawancara, kuesioner,

dan tes.

3.6.1 Pedoman Observasi

Observasi dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Perumnas Condongcatur

pada saat pembelajaran sedang berlangsung. Aspek yang diobservasi ketika

pembelajaran di kelas IV adalah penerapan pendekatan saintifik dan penggunaan

LKS IPA. Peneliti mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan aspek yang

diobservasi. Kisi-kisi observasi pembelajaran di kelas IV dapat dilihat pada tabel

berikut.

Tabel 3.1 Kisi-kisi Observasi Pembelajaran di kelas IV

No Kisi-kisi Observasi

1 Ketersediaan LKS IPA untuk

mengajar.

2

Kesulitan belajar yang dialami siswa

dalam mengikuti 5 tahapan pendekatan

saintifik pada pembelajaran IPA.

3 Partisipasi siswa dalam mengikuti

pembelajaran IPA.

Uji validitas pada instrumen non tes yang digunakan untuk mengukur

sikap adalah validitas konstruk (Sugiyono, 2014: 170). Validitas konstruk

mengacu pada sejauh mana suatu instrumen mengukur konsep dari suatu teori

yaitu menjadi dasar penyusunan instrumen (Widoyoko, 2012: 145). Sebelum

digunakan, pedoman observasi divalidasi terlebih dahulu oleh ahli. Melalui

validasi konstruk yang dilakukan oleh guru, diperoleh hasil rerata skor validasi

pedoman observasi yang dapat dilihat pada lampiran 1.1.

3.6.2 Pedoman Wawancara

Wawancara ditujukan kepada guru dan siswa kelas IV SD Negeri

Perumnas Condongcatur.

3.6.2.1 Wawancara Guru Kelas IV

Kegiatan wawancara yang pertama ditujukan kepada guru kelas IV SD.

Wawancara dilakukan menggunakan teknik wawancara terencana tidak

terstruktur. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 52: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

33

peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara

sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya (Sugiyono, 2009: 140).

Peneliti menggunakan pedoman wawancara hanya berupa garis besar

permasalahan yang akan ditanyakan kepada narasumber. Adapun pedoman

wawancara yang dilakukan dengan guru kelas IV dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.2 Pedoman Wawancara dengan Guru Kelas IV

No Topik Pertanyaan

1 Pemahaman guru tentang pendekatan saintifik

2 Pelaksanaan lima langkah pendekatan saintifik di pembelajaran

3 Kesulitan yang dihadapi guru dalam implementasi pendekatan saintifik

4 Kesulitan siswa dalam mengkuti lima langkah pendekatan saintifik

5 Manfaat bagi siswa setelah menerapkan pembelajaran saintifik

3.6.2.2 Wawancara Siswa Kelas IV

Kegiatan wawancara yang kedua ditujukan kepada siswa kelas IV yang

berjumlah tiga siswa. Wawancara yang dilakukan menggunakan teknik

wawancara terencana tidak terstruktur. Adapun pedoman wawancara yang

dilakukan dengan siswa kelas IV dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.3 Pedoman Wawancara dengan Siswa Kelas IV

No Topik Pertanyaan

1 Penggunaan LKS IPA dalam pembelajaran di kelas

2 Pendapat siswa tentang LKS yang menarik (warna, gambar dan ukuran)

3 Bentuk LKS yang disukai siswa

4 Pentingnya penggunaan LKS dalam membantu pemahaman materi

5 Pemahaman siswa terhadap penggunaan bahasa di LKS

6 Pemahaman siswa terhadap petunjuk di LKS

Sebelum digunakan, instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh ahli agar

dapat digunakan untuk mengumpulkan data yang valid selama penelitian.

Pedoman wawancara tersebut diuji dengan uji validitas konstruk. Selain itu,

peneliti juga menggunakan pendapat para ahli (expert judgement) untuk meminta

pendapat tentang instrumen yang telah disusun. Melalui validasi konstruk yang

dilakukan oleh guru, diperoleh hasil rerata skor validasi pedoman wawancara

yang dapat dilihat pada lampiran 1.3.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 53: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

34

3.6.3 Kuesioner

Peneliti menggunakan kuesioner dalam beberapa hal yaitu analisis

kebutuhan, validasi produk oleh para ahli, dan validasi produk melalui uji coba

lapangan terbatas.

3.6.3.1 Instrumen Analisis Kebutuhan

Instrumen analisis kebutuhan yang berupa kuesioner diberikan kepada

guru dan siswa kelas IV SD Negeri Perumnas Condongcatur. Kuesioner analisis

kebutuhan guru diberikan kepada dua guru kelas IV. Instrumen analisis kebutuhan

siswa diberikan kepada siswa kelas IV yang berjumlah 28 siswa. Pemberian

instrumen kuesioner bertujuan untuk mengetahui kebutuhan guru dan siswa akan

LKS IPA berbasis pendekatan saintifik. Kuesioner yang diberikan kepada guru

berupa kuesioner terbuka dan tertutup, sedangkan kuesioner yang diberikan

kepada siswa berupa kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka merupakan kuesioner

yang bisa dijawab/direspon secara bebas oleh responden, sedangkan kuesioner

tertutup merupakan kuesioner yang jumlah item dan alternatif jawaban maupun

responnya sudah ditentukan (Widoyoko, 2012: 36). Adapun kisi-kisi kuesioner

analisis kebutuhan guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Guru Terbuka

Aspek yang Diamati Nomor Item

Strategi yang digunakan dalam pembelajaran IPA 1

Kegiatan yang pernah dilakukan siswa di dalam maupun di luar

kelas 2

Pelaksanaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA 3, 4, dan 5

Penggunaan buku siswa penuntun pembelajaran 6 dan 7

Kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan pendekatan saintifik 8

Tabel 3.5 Kisi-kisi Kuesioner Guru Tertutup

Aspek yang Diamati Nomor Item

Pentingnya penggunaan LKS dalam pembelajaran IPA 1

Pemberian panduan kegiatan untuk siswa 2, 3, 4, 5, dan 6

Pentingnya penggunaan LKS dalam pelaksanaan pembelajaran

dengan pendekatan saintifik pada materi sifat-sifat bunyi 7

Tabel 3.6 Kisi-kisi Kuesioner Siswa Tertutup

Aspek yang Diamati Nomor item

Penggunaan LKS dalam pembelajaran IPA 1, 2, 3, 5, 7

Penerapan langkah-langkah pendekatan saintifik dalam

pembelajaran IPA

4, 6, 8, 9, 10, 11,

12, 13, 14, 15, 16

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 54: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

35

3.6.3.2 Instrumen Validasi Produk oleh Ahli

Instrumen validasi produk oleh ahli berupa kuesioner dilakukan untuk

mengetahui kualitas produk yang berupa LKS. Kuesioner validasi produk berupa

kuesioner tertutup dengan pilihan jawaban berskala likert. Rentang skala yang

disediakan yaitu 1-4 dengan jawaban skala (1) sangat kurang baik, (2) kurang

baik, (3) baik, (4) sangat baik. Validasi produk dilakukan oleh ahli pembelajaran

IPA dan guru kelas IV. Kuesioner berisi pernyataan yang berjumlah 32 butir.

Berikut adalah aspek yang dinilai dalam validasi produk yang di sajikan dalam

tabel berikut.

Tabel 3.7 Aspek Penilaian LKS

No Aspek yang Dinilai

1 Konten atau isi

2 Tampilan

3 Bahasa

4 Penggunaan dan penyajian

Kuesioner analisis kebutuhan dan kuesioner validasi produk tersebut

divalidasi oleh beberapa ahli yaitu guru dan ahli pembelajaran IPA. Melalui

validasi yang dilakukan oleh ahli diperoleh hasil rerata skor validasi kuesioner

analisis kebutuhan dan rerata skor validasi produk. Hasil validasi kuesioner

analisis kebutuhan siswa dapat dilihat pada lampiran 2.3.

3.6.4 Tes

Peneliti menggunakan pretest dan posttet untuk mengetahui hasil belajar

siswa sebelum dan sesudah menggunakan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik

dalam uji coba terbatas. Peneliti menyusun dan mengembangkan soal pretest dan

posttest berdasarkan KD menjelaskan bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan

serta fungsinya. Soal yang dibuat berjumlah 20 soal tipe pilihan ganda.

Instrumen tes yang sudah dibuat kemudian diuji validitasnya. Validitas

merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi dengan data yang dilaporkan

oleh peneliti (Sugiyono, 2014: 361). Instrumen dikatakan valid apabila instrumen

tersebut dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur (Widoyoko, 2012:

141). Instrumen tes yang sudah dibuat kemudian diujikan secara empiris kepada

siswa kelas IV SD. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji korelasi

Pearson SPSS 22 for Windows. Item soal yang valid dapat dilihat dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 55: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

36

perbandingan r hitung dan r tabel. Jika r hitung lebih besar dari r tabel maka item

soal tersebut valid dan sebaliknya. Selain itu, valid atau tidaknya instrumen dapat

dilihat dari harga sig. (2-tailed). Jika harga sig. (2-tailed) lebih kecil dari 0,05,

item soal dikatakan valid (Widoyoko, 2012: 157).

Setelah diuji validitasnya, selanjutnya peneliti menguji reliabilitas item

soal. Instrumen tes dapat dipercaya jika memberikan hasil yang tetap atau ajeg

(konsisten) apabila diteskan berkali-kali (Widoyoko, 2012: 157). Reliabel atau

tidaknya suatu instrumen dapat diketahui dari nilai Cronbach Alpha. Item soal

diuji dengan progam komputer SPSS 22 for Windows dengan menghitung nilai

cronbach Alpha. Instrumen tes dikatakan reliabel jika mempunyai Cronbach

Alpha sekurang-kurangnya 0,60 (Nunnally, dalam Ghozali, 2001: 46) .

3.7 Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif.

Data kualitatif merupakan data yang meunjukkan kualitas atau mutu sesuatu yang

ada, baik keadaan proses, peristiwa/kejadian dan lainnya yang dinyatakan dalam

bentuk pernyataan atau berupa kata-kata (Widoyoko, 2012: 18). Data kuantitatif

merupakan data yang berwujud angka-angka sebagai hasil observasi atau

pengukuran (Widoyoko, 2012: 21). Berikut pembahasan dari masing-masing

teknik analisis.

3.7.1 Analisis Data Kualitatif

Data kualitatif yang diperoleh berupa komentar dan saran yang

dikemukakan oleh ahli pembelajaran IPA, guru dan siswa kelas IV SD. Selain itu

data juga diperoleh dari hasil pengamatan peneliti selama proses ujicoba. Data

yang diperoleh kemudian dianalisis sebagai pedoman untuk memperbaiki kualitas

dan mengetahui kelayakan produk.

3.7.2 Analisis Data Kuantitatif

Data kuantitatif diperoleh dari hasil kuesioner analisis kebutuhan guru,

kebutuhan siswa, validasi produk oleh ahli, dan hasil nilai pretest dan posttest.

Analisis kuesioner dilakukan dengan menggunakan skala likert 1-4. Setiap skala

dilengkapi dengan kriteria yang memudahkan penilai dalam memberikan

penilaian. Setiap instrumen penelitian memiliki kriteria yang berbeda-beda dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 56: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

37

pedoman penilaiannya. Kriteria tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan dari

penilaian. Berikut adalah instrumen penelitian dan skala beserta kriterianya.

Skala dan kriteria untuk pedoman penilaian pada instrumen non tes yaitu

pedoman observasi dan pedoman wawancara adalah sebagai berikut.

Nilai 4 : Instrumen sudah layak digunakan tanpa diperbaiki

Nilai 3 : Instrumen sudah layak digunakan namun perlu diperbaiki

Nilai 2 : Instrumen kurang layak digunakan dan perlu diperbaiki

Nilai 1 : Instrumen tidak layak digunakan

Skala dan kriteria untuk pedoman penilaian kuesioner analisis kebutuhan

siswa adalah sebagai berikut.

Nilai 5 : Instrumen sangat baik

Nilai 4 : Instrumen baik

Nilai 2 : Instrumen kurang baik

Nilai 1 : Instrumen sangat kurang baik

Skala dan kriteria untuk pedoman penilaian pada kuesioner validasi produk

adalah sebagai berikut.

Nilai 4 : Instrumen sangat baik

Nilai 3 : Instrumen baik

Nilai 2 : Instrumen kurang baik

Nilai 1 : Instrumen sangat kurang baik

Hasil yang diperoleh dari penilaian validator, kemudian dihitung untuk

memperoleh rerata penilaian. Rerata penilaian dihitung dengan rumus berikut.

Gambar 3.3 Rumus perhitungan rerata hasil penilaian dengan skala Likert

Berdasarkan perhitungan dengan rumus tersebut, diperoleh rerata nilai.

Rerata nilai tersebut kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif dengan

acuan dari Widoyoko (2014: 144). Berikut adalah tabel konversi data kuantitatif

ke kualitatif menurut Widoyoko yang disajikan dalam tabel berikut.

ℎ =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 57: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

38

Tabel 3.8 Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif

Interval Skor Kategori

3,26 - 4,00 Sangat Baik

2,51 - 3,25 Baik

1,76 - 2,50 Kurang

1,00 - 1,75 Sangat Kurang

Interval skor tersebut juga dapat menunjukkan valid/tidaknya suatu

instrumen. Berikut adalah kategorisasi hasil skor validasi instrumen oleh ahli yang

dituangkan dalam tabel berikut.

Tabel 3.9 Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif

Interval Skor Kategori Keterangan

3,26 - 4,00 Sangat Baik Keseluruhan instrumen sudah

layak digunakan

2,51 - 3,25 Baik

Keseluruhan instrumen sudah

layak digunakan namun perlu

perbaikan

1,76 - 2,50 Kurang Keseluruhan instrumen kurang

layak digunakan

1,00 - 1,75 Sangat Kurang Keseluruhan instrumen tidak

layak digunakan

Instrumen dikatakan valid jika memperoleh rerata skor lebih besar dari

2,50. Nilai terdapat pada rentang skor 3 (kategori baik) yang berarti keseluruhan

instrumen sudah layak digunakan namun perlu perbaikan. Sebaliknya, apabila

rerata skor yang diperoleh lebih kecil dari 2,50, maka instrumen tersebut dapat

dikatakan tidak valid.

Analisis data kuantitatif yang selanjutnya dilakukan untuk menghitung

persentase jawaban kuesioner. Persentase dihitung dengan menggunakan rumus

dari Supraktiknya (2012: 128). Berikut rumus perhitungan persentase jawaban

kuesioner disajikan pada rumus berikut.

Gambar 3.4 Rumus perhitungan persentase jawaban kuesioner

Persentase jawaban = × 100%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 58: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

39

Dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan tes. Tes berupa pre test

dan post test dengan jumlah masing-masing 20 soal. Tes tersebut bertujuan untuk

mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan LKS IPA

berbasis pendekatan saintifik melalui uji coba terbatas. Tipe soal yang digunakan

adalah pilihan ganda. Skor untuk jawaban yang benar adalah 1 dan skor untuk

jawaban yang salah adalah 0. Berikut perhitungan nilai pre test dan post test

dihitung dengan rumus berikut.

Gambar 3.5 Rumus perhitungan nilai pretest dan posttest

Langkah selanjutnya adalah menghitung rata-rata tes yang diperoleh oleh

semua siswa dengan rumus berikut.

Gambar 3.6 Rumus rerata siswa

Kemudian membandingkan nilai pretest dengan nilai posttest dengan cara

menghitung persentase peningkatan nilai pretest dan posttest dengan rumus

berikut.

Gambar 3.7 Rumus persentase kenaikan pretest dan posttest

Nilai = × 100

Rerata =

Persentase = × 100%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 59: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

40

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Uraian dalam bab ini terdiri dari hasil penelitian dan pembahasan.

4.1 Hasil penelitian

Subbab ini menguraikan proses penelitian dari persiapan sampai dengan

pelaksanaan yang meliputi deskripsi potensi dan masalah, proses pengembangan

LKS, dan kualitas LKS.

4.1.1 Deskripsi Potensi dan Masalah

Pada deskripsi potensi dan masalah, peneliti membahas mengenai

identifikasi potensi dan identifikasi masalah.

4.1.1.1 Identifikasi Potensi

Potensi yang ada yaitu sekolah sudah menggunakan kurikulum 2013.

Selain itu, penggunaan LKS sudah dilakukan meskipun masih minim

penggunaannya.

4.1.1.2 Identifikasi Masalah

Peneliti melakukan identifikasi masalah dengan menggunakan teknik

observasi, wawancara dan kuesioner. Permasalahan yang diidentifikasi adalah

permasalahan yang terkait dengan penggunaan LKS khususnya dalam

pembelajaran IPA dan penerapan pendekatan saintifik. Hasil dari observasi,

wawancara, dan kuesioner kemudian dikaji dengan menggunakan triangulasi

teknik.

1. Observasi

Peneliti melaksanakan kegiatan observasi pada 1 Agustus 2016. Observasi

dilaksanakan untuk mengamati pembelajaran IPA di kelas IV dan penerapan

pendekatan saintifik. Kisi-kisi pedoman observasi dapat dilihat pada tabel 3.1.

Instrumen pedoman observasi divalidasi terlebih dahulu oleh ahli sebelum

digunakan. Hasil observasi pembelajaran di kelas dapat dilihat pada lampiran 1.2.

Berdasarkan hasil observasi yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan

bahwa pembelajaran IPA yang dilakukan tidak menggunakan LKS. Guru hanya

menggunakan pedoman berupa buku siswa, sehingga siswa hanya melakukan

kegiatan yang terdapat dalam buku siswa. Penerapan langkah-langkah pendekatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 60: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

41

saintifik yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan

mengomunikasikan belum terlihat sepenuhnya diterapkan. Beberapa langkah

masih belum dilakukan oleh siswa, seperti menalar dan mengaitkan antar

informasi yang diperoleh, menyimpulkan hasil percobaan atau kegiatan yang

sudah dilakukan. Selain itu, keaktifan siswa juga masih kurang, karena sebagian

besar siswa terlihat pasif dan hanya mendengarkan penjelasan dari guru.

2. Wawancara

Kegiatan wawancara dilakukan kepada guru dan siswa kelas IV. Instrumen

pedoman wawancara yang sudah dibuat terlebih dahulu divalidasi oleh ahli untuk

mengetahui kelayakan instrumen sebelum digunakan. Wawancara pertama

dilakukan kepada guru kelas IV yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2016. Hasil

validasi instrumen pedoman wawancara dengan guru kelas IV dapat dilihat pada

lampiran 1.3 dan hasil wawancara dapat dilihat pada lampiran 1.4. Berdasarkan

hasil wawancara yang dilakukan dengan guru, dapat disimpulkan bahwa proses

pembelajaran yang dilakukan sudah menggunakan pendekatan saintifik, tetapi

masih ada beberapa tahapan dalam pendekatan saintifik yang belum dapat

dilaksanakan, seperti kegiatan menalar dan menyimpulkan hasil kegiatan yang

sudah dilakukan. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman guru tentang

lima tahapan pendekatan saintifik. Selain itu, penggunaan LKS dilakukan apabila

materi yang terdapat pada buku siswa sudah habis. LKS yang digunakan adalah

LKS yang dari penerbit.

Wawancara kedua dilakukan kepada siswa kelas IV yang dilaksanakan

pada tanggal 22 Agustus 2016. Hasil wawancara dengan siswa dapat dilihat pada

lampiran 1.5. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan siswa, dapat

disimpulkan bahwa siswa pernah menggunakan LKS dalam pembelajaran, tetapi

LKS yang digunakan hanya berisi soal-soal. Siswa menyukai LKS dengan warna

hijau dan biru serta terdapat gambar berbagai macam jenis hewan dan tumbuhan.

Penggunaan LKS membantu siswa dalam memahami materi yang diajarkan oleh

guru, tetapi terkadang siswa merasa bingung dengan beberapa kata yang terdapat

di dalam LKS.

Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber dapat disimpulkan

bahwa penerapan langkah-langkah pendekatan saintifik masih belum dilakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 61: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

42

secara utuh. Hal tersebut terlihat dari jawaban narasumber yang disajikan pada

bagan berikut.

Gambar 4.1 Bagan Triangulasi Sumber Data Wawancara Identifikasi Masalah

3. Kuesioner

Peneliti melakukan analisis kebutuhan guru dengan cara melakukan

kuesioner. Analisis kebutuhan dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2016.

Analisis kebutuhan untuk guru terdiri dari kuesioner terbuka dan tertutup.

Kuesioner terbuka berjumlah delapan pertanyaan dan kuesioner tertutup

berjumlah tujuh pertanyaan dengan beberapa pilihan jawabnya. Hasil pengisian

kuesioner analisis kebutuhan guru dapat dilihat pada lampiran 2.1 dan 2.2 ,

sedangkan hasil pengisian kuesioner analisis kebutuhan siswa dapat dilihat pada

lampiran 2.4

Berdasarkan hasil data kuesioner terbuka dan tertutup, diperoleh informasi

bahwa guru sudah memahami pengertian dari pendekatan saintifik, tetapi guru

masih belum menerapkan lima langkah pendekatan saintifik secara utuh. Ada

beberapa tahapan dalam pendekatan saintifik yang belum dilaksanakan, karena

menurut guru siswa masih merasa kesulitan dalam melakukan langkah tersebut,

seperti membangun konsep sendiri, menalar dan mengaitkan antar informasi yang

Siswa

Siswa pernah

menggunakan LKS, tetapi

hanya berisi soal-soal.

Siswa sudah melakukan

tahapan dalam pendekatan

saintifik, tetapi tidak

secara utuh karena siswa

masih merasa kesulitan.

Guru

Guru sudah menerapkan

pendekatan saintifik,

tetapi guru masih belum

menerapkan lima

langkah pendekatan

saintifik secara utuh,

karena guru masih

merasa kesulitan. Guru

lebih dominan

menggunakan buku siswa

daripada LKS.

Guru dan siswa sudah pernah memakai LKS, tetapi

LKS yang digunakan hanya berisi soal-soal.

Penerapan tahapan pendekatan saintifik masih belum

dilakukan secara utuh..

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 62: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

43

diperoleh, menyimpulkan hasil percobaan atau kegiatan yang dilakukan.

Kemampuan siswa yang berbeda-beda juga mempengaruhi penerapan lima

langkah pendekatan saintifik dalam pembelajaran.

Hasil analisis kebutuhan siswa dan guru menunjukkan bahwa siswa dan

guru membutuhkan bahan ajar yang menunjang pembelajaran seperti LKS yang

dapat mendorong siswa aktif dan menerapkan lima langkah pendekatan saintifik

secara utuh yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan

mengomunikasikan.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari ketiga teknik pengumpulan data

tersebut, peneliti melakukan triangulasi teknik. Triangulasi teknik digunakan

sebagai pertimbangan dalam membuat LKS IPA berbasis pendekatan saintifik

yang didasarkan pada permasalahan maupun kebutuhan guru dan siswa.

Triangulasi teknik pengumpulan data disajikan dalam bagan berikut.

Gambar 4.2 Bagan Triangulasi Teknik Pengumpulan Data

Observasi

Guru tidak menggunakan

LKS dalam

pembelajaran, tetapi

sudah menggunakan

pendekatan saintifik

namun kelima tahapan

belum dilakukan secara

utuh. Siswa terlihat

kurang aktif dalam

kegiatan pembelajaran.

Wawancara

LKS digunakan

apabila materi dalam

buku siswa sudah

habis. Siswa masih

merasa kesulitan

dalam melaksanakan

lima tahapan

pendekatan saintifik.

Kuesioner

Guru sudah memahami

pendekatan saintifik,

tetapi belum

melaksanakan lima

tahapan pendekatan

saintifik secara utuh.

Baik guru maupun

siswa masih sama-sama

merasa kesulitan dalam

menerapkan lima

saintifik.

Guru dan siswa masih merasa kesulitan dalam

menerapkan lima tahapan saintifik. Sehingga

diperlukan suatu bahan ajar yang mampu

mengarahkan siswa melaksanakan tahapan saintifik

secara utuh. Peneliti mengembangkan produk

berdasarkan kebutuhan dari guru dan siswa mengenai

LKS IPA berbasis pendekatan saintifik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 63: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

44

4.1.2 Proses Pengembangan LKS

Proses pengembangan LKS ini tidak sekuensial (sesuai urutan) tetapi secara

simultant (serentak), maka yang dituliskan di bawah ini bukan langkah-langkah

yang urut tetapi hanya untuk pemetaan saja.

4.1.2.1 Analisis Kebutuhan

Pada analisis kebutuhan terdiri dari analisis pembelajaran dan siswa.

1. Analisis Pembelajaran

Peneliti melakukan analisis pembelajaran melalui observasi dan

wawancara. Observasi dilakukan pada saat pembelajaran di kelas IV. Hal ini

bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran IPA yang berlangsung di dalam

kelas. Saat peneliti melakukan observasi, diketahui bahwa guru tidak

menggunakan LKS dalam pembelajaran, melainkan menggunakan buku siswa.

Selain itu metode yang digunakan lebih cenderung ke ceramah, padahal

seharusnya guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Pada saat proses

pembelajaran berlangsung, sebagian besar siswa terlihat pasif dan jarang bertanya

dengan guru. Ada pula siswa yang ramai dan berbicara dengan temannya. Peneliti

juga mengamati bahwa penerapan lima tahapan saintifik belum seutuhnya

dilaksanakan. Ada beberapa tahapan yang belum dilakukan oleh siswa, seperti

menalar dan mengomunikasikan.

Wawancara dilakukan kepada guru kelas IV SD yang bertujuan untuk

mengetahui informasi lebih lanjut mengenai hasil observasi yang sudah dilakukan.

Hasil wawancara dengan guru dapat disimpulkan bahwa guru sudah memahami

pendekatan saintifik, tetapi guru masih kesulitan dalam mengarahkan siswa

melaksanakan lima tahapan pendekatan saintifik secara utuh. Hal ini disebabkan

karena pemahaman guru yang masih kurang dan kemampuan siswa yang berbeda-

beda. Paparan mengenai hasil analisis pembelajaran tersebut menjadi

pertimbangan bagi peneliti dalam pembuatan kuesioner analisis kebutuhan.

2. Analisis Siswa

Peneliti melakukan analisis kebutuhan kepada siswa kelas IV. Analisis

kebutuhan siswa dilakukan melalui wawancara dan kuesioner. Kuesioner yang

dilakukan bertujuan untuk mengetahui penggunaan LKS dan penerapan

pendekatan lima tahapan saintifik, sedangkan wawancara dilakukan untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 64: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

45

mengetahui karakteristik LKS yang dibutuhkan oleh siswa. Penyebaran kuesioner

dilakukan pada tanggal 1 September 2016 dengan siswa kelas IV yang berjumlah

28 siswa. Kuesioner bertujuan untuk mengetahui penerapan lima langkah

pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA. Wawancara dilakukan pada tanggal

22 Agustus 2016 yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik LKS yang

dibutuhkan oleh siswa. Hasil analisis kebutuhan digunakan sebagai acuan dalam

pengembangan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik kelas IV SD.

4.1.2.2 Merumuskan Tujuan Khusus

Pada tahap kedua, peneliti merumuskan tujuan khusus berdasarkan empat

karakteristik LKS berbasis pendekatan saintifik sebagai berikut (1) mengarahkan

siswa aktif melakukan berbagai kegiatan pembelajaran, (2) mengajak siswa untuk

mencari sumber informasi yang beragam di sekolah, rumah, dan lingkungan

masyarakat, (3) mengarahkan siswa untuk membangun konsepnya secara mandiri,

dan (4) mengarahkan siswa untuk melaksanakan lima tahapan pendekatan

saintifik yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan.

Berdasarkan empat tujuan LKS menjadi pedoman bagi peneliti dalam penyusunan

LKS.

Setelah peneliti merumuskan tujuan khusus berdasarkan empat

karakteristik LKS, selanjutnya peneliti menjabarkan empat karakteristik menjadi

delapan ciri khusus yaitu 1) siswa mencari berbagai sumber informasi dari koran,

internet, buku, narasumber, dsb, 2) siswa melakukan kegiatan pembelajaran secara

mandiri tanpa penjelasan guru, 3) siswa melaksanakan pembelajaran dengan

menggunakan lima tahapan pendekatan saintifik secara utuh, 4) siswa melakukan

pengamatan terhadap benda-benda sekitar, 5) siswa melakukan wawancara

dengan narasumber, 6) siswa bertanya kepada guru atau teman berkaitan dengan

pembelajaran, 7) siswa menyampaikan hasil kerja di depan kelas, dan 8) siswa

membuat gambar, poster, foto atau tabel dalam menunjukkan hasil kerjanya.

4.1.2.3 Mengembangkan Instrumen

Pada tahap ketiga, peneliti mengembangkan dua jenis instrumen. Berikut

adalah jenis dan tujuan instrumen yang disajikan dalam tabel 4.1.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 65: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

46

Tabel 4.1 Jenis dan Tujuan Instrumen

Jenis Instrumen Tujuan Instrumen

Rubrik penilaian kualitas LKS

Untuk mengetahui kualitas LKS yang meliputi

aspek konten atau isi, tampilan, bahasa, dan

penyajian dan penggunaan.

Soal pilihan ganda Untuk mengetahui tingkat efektivitas

penggunaan LKS

Peneliti mengembangkan instrumen rubrik penilaian kualitas LKS yang

terdiri dari aspek konten atau isi, tampilan, bahasa dan penyajian dan penggunaan.

Instrumen terdiri dari 32 butir pernyataan. Pada aspek konten atau isi berjumlah

delapan butir pernyataan, pada aspek tampilan berjumlah duabelas pernyataan,

pada aspek bahasa berjumlah lima butir pernyataan, dan pada aspek penyajian dan

penggunaan berjumlah tujuh pernyataan. Sedangkan dalam mengembangkan

instrumen soal, peneliti membuat soal pretest dan posttest serta rubrik penilaian

ahli yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar setelah

menggunakan LKS. Peneliti mengembangkan instrumen soal berdasarkan KD 3.1

menjelaskan bagian luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya. Selanjutnya,

peneliti menjabarkan KD tersebut menjadi empat indikator yang menjadi acuan

dalam pembuatan 40 soal tipe pilihan ganda. Setelah itu, soal divalidasi oleh ahli

(expert judgment) dan diuji cobakan secara empiris kepada 34 siswa kelas IV SD

Negeri Perumnas Condongcatur. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan

uji korelasi pearson menggunakan program SPSS 22 for Windows. Berdasarkan

data yang diperoleh dari 40 soal yang diujikan hanya 22 soal yang valid. Kedua

puluh dua soal yang valid kemudian diuji reliabilitasnya. Item soal diuji dengan

progam komputer SPSS 22 for Windows dengan menghitung nilai Cronbach

Alpha. Instrumen tes dikatakan reliabel jika mempunyai Cronbach Alpha

sekurang-kurangnya 0,60 (Nunnally, dalam Gozali, 2001: 46). Berikut merupakan

hasil rekapitulasi validitas soal pretest-posttest dan hasil reliabilitas instrumen

soal yang disajikan dalam tabel berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 66: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

47

Tabel 4.2 Hasil Rekapitulasi Validitas soal

No. Item (sig-2 tailed) Keputusan

No. Item (sig-2 tailed) Keputusan

1 0,036 Valid 11 0,013 Valid

2 0,001 Valid 12 0,023 Valid

3 0,008 Valid 13 0,001 Valid

4 0,020 Valid 14 0,039 Valid

5 0,014 Valid 15 0,020 Valid

6 0,003 Valid 16 0,014 Valid

7 0,007 Valid 17 0,023 Valid

8 0,017 Valid 18 0,000 Valid

9 0,004 Valid 19 0,034 Valid

10 0,002 Valid 20 0,000 Valid

Tabel 4.3 Hasil Reliabilitas Instrumen Soal

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha

No of

Items

,604 22

Instrumen tes yang sudah valid dan reliabel tersebut digunakan sebagai

pretest dan posttest. Peneliti mengambil 20 soal dari 22 soal yang valid sebagai

pretest dan posttest.

4.1.2.4 Mengembangkan strategi

Pada tahap keempat, peneliti memetakan KI, KD, indikator, dan tujuan

yang digunakan dalam mengembangkan LKS. Berikut adalah pemetaan KI, KD,

Indikator, dan tujuan pembelajaran yang disajikan pada tabel berikut.

Tabel 4.4 pemetaan KI, KD, Indikator dan Tujuan

KI KD Indikator Tujuan

3. Memahami

pengetahuan faktual

dengan cara

mengamati dan

menanya berdasarkan

rasa ingin tahu tentang

dirinya, makhluk

ciptaan Tuhan dan

kegiatannya, dan

benda-benda yang

dijumpainya di rumah,

di sekolah, dan tempat

bermain.

3.1 Menjelaskan

bentuk luar tubuh

hewan dan tumbuhan

serta fungsinya

3.1.1 Menyebutkan

bagian luar tubuh

hewan menurut tempat

tinggalnya (air dan

darat)

3.1.1.1 Setelah

melakukan pengamatan,

siswa mampu

menyebutkan bagian

luar tubuh hewan

dengan tepat

3.1.2 Menjelaskan

fungsi bagian luar

tubuh hewan

3.1.2.1 Setelah

melakukan pengamatan,

siswa mampu

menjelaskan fungsi

bagian luar tubuh

hewan dengan tepat

3.1.3 Menyebutkan

bagian luar tubuh

tumbuhan

3.1.3.1 Setelah

melakukan pengamatan,

siswa mampu

menyebutkan 5 bagian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 67: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

48

KI KD Indikator Tujuan

tumbuhan.

3.1.4 Menjelaskan

fungsi bagian luar

tubuh tumbuhan

3.1.4.1 Setelah

melakukan

pengamatan,siswa

mampu menjelaskan

fungsi bagian tumbuhan

dengan tepat.

Berdasarkan tabel di atas, selanjutnya peneliti memetakan karakteristik

LKS yang sudah dibuat pada tahap merumuskan tujuan khusus. Berikut adalah

pemetaan karakteristik LKS yang disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.5 Pemetaan Karakteristik LKS

No. Karakteristik Halaman LKS

1 Panduan kegiatan secara tertulis untuk mencari berbagai

sumber informasi (koran, buku, majalah, internet,

narasumber, dan sebagainya).

5, 7, 23

2 Langkah-langkah kegiatan pembelajaran secara mandiri

hanya berdasarkan petunjuk tertulis yang tersedia tanpa

penjelasan guru?

1,3, 5, 9,10, 11, 12, 13, 14,

15, 16, 17, 21, 22

3 Pembelajaran dengan menggunakan pendekaatan saintifik

secara utuh ( mengamati, menanya, menalar mencoba,

mengomunikasikan).

1, 3, 9, 11, 13, 15, 16,

4 Melakukan pengamatan terhadap benda-benda sekitar. 1, 3, 9, 11, 13, 15. 16

5 Bertanya kepada guru atau teman tentang masalah-masalah

yang saya temukan dalam pengamatan sebelumnya.

4, 11, 14, 17

6 Melakukan wawancara dengan narasumber (guru, teman,

orang tua, dan sebagainya) untuk mendapatkan informasi

yang lebih lanjut berkaitan dengan pembelajaran IPA.

24

7 Kelompok saya menyampaikan/mempresentasikan hasil

kerja di depan kelas.

22

8 Menggunakan gambar, poster, foto, grafik, atau tabel untuk

menunjukkan hasil kerja.

7

4.1.2.5 Mengembangkan isi LKS

Pada tahap kelima, peneliti mengembangkan isi LKS berdasarkan

pemetaan KI, KD indikator dan tujuan yang telah dilakukan pada tahap

pengembangan strategi. LKS yang dikembangkan berbentuk buku berukuran 18 x

25 cm. Jenis kertas yang digunakan pada halaman cover adalah Ivory 310 gram,

sedangkan jenis kertas yang digunakan untuk isi LKS menggunakan kertas HVS

80 gram. Tampilan dalam LKS menggunakan aplikasi yang terdapat dalam

Microsoft Word 2007. LKS yang dikembangkan berisi tentang kegiatan-kegiatan

yang berdasarkan pada empat karakteristik LKS. Berikut adalah uraian mengenai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 68: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

49

contoh kegiatan yang terdapat di dalam LKS berdasarkan empat karakteristik

yang meliputi mengarahkan siswa aktif melakukan berbagai kegiatan

pembelajaran, mengajak siswa untuk mencari sumber informasi yang beragam di

sekolah, rumah, dan lingkungan masyarakat, mengarahkan siswa untuk

membangun konsepnya secara mandiri, dan mengarahkan siswa untuk

melaksanakan lima tahapan pendekatan saintifik.

Gambar 4.3 Kegiatan Pengamatan

Kegiatan siswa 1 yang ditunjukkan pada gambar 4.3 adalah kegiatan yang

mengarahkan siswa aktif dalam melakukan berbagai kegiatan pembelajaran.

Siswa diajak untuk melakukan kegiatan pengamatan pada hewan yang ada di

lingkungan sekitar. Kegiatan ini menuntut siswa untuk aktif, karena siswa diminta

untuk mencari informasi sendiri sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada LKS.

Gambar 4.4 Kegiatan Wawancara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 69: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

50

Kegiatan siswa 2 yang ditunjukkan pada gambar 4.4 adalah kegiatan yang

mengajak siswa untuk mencari sumber informasi yang beragam di lingkungan

masyarakat. Pada kegiatan ini, siswa diminta untuk mencari informasi dari

narasumber yaitu penjual tanaman yang berhubungan dengan bagian-bagian

tanaman dan fungsinya.

Gambar 4.5 Kegiatan Menyusun Puzzle

Kegiatan siswa 3 yang ditunjukkan pada gambar 4.5 adalah kegiatan yang

mengarahkan siswa untuk membangun konsepnya secara mandiri. Pada kegiatan

ini, siswa diminta untuk menggunting gambar-gambar yang tersusun secara acak

lalu menyusunnya pada lembar yang sudah disediakan. Selain itu siswa juga

diminta untuk menyebutkan nama dan fungsi yang terdapat pada gambar.

Gambar 4.6 Kegiatan Mengamati

Kegiatan mengamati yang ditunjukkan pada gambar 4.6 adalah salah satu

langkah pendekatan saintifik. Pada kegiatan ini, siswa mengamati bentuk akar

tumbuhan secara langsung. Siswa diminta untuk mengamati bentuk akar rumput

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 70: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

51

gajah dan bayam, kemudian siswa menggambar bentuk akar tersebut pada kotak

yang sudah disediakan.

Gambar 4.7 Kegiatan Menanya

Kegiatan menanya yang ditunjukkan pada gambar 4.7 adalah salah satu

langkah pendekatan saintifik. Setelah selesai melakukan pengamatan terhadap

berbagai macam bentuk hewan yang ada di lingkungan sekitar, siswa diminta

untuk menuliskan beberapa pertanyaan terkait dengan kegiatan yang sudah

dilakukan pada kotak di sebelah kiri dan menuliskan jawabannya di kotak sebelah

kanan.

Gambar 4.8 Kegiatan Menalar

Kegiatan menalar yang ditunjukkan pada gambar 4.8 adalah salah satu

langkah pendekatan saintifik. Setelah mengamati hewan-hewan yang hidup di air

dan bagian-bagian tubuhnya, siswa di minta untuk menggambarkan hasil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 71: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

52

pengamatannya dan menyebutkan bagian-bagian tubuh dari hewan tersebut pada

kotak yang sudah disediakan.

Gambar 4.9 Kegiatan Mencoba

Kegiatan mencoba yang ditunjukkan pada gambar 4.9 adalah salah satu

langkah pendekatan saintifik. Pada kegiatan ini siswa melakukan kegiatan

percobaan kapilaritas batang. Kegiatan ini berfungsi untuk mengetahui fungsi

batang. Siswa diminta untuk menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu,

kemudian melakukan kegiatan sesuai dengan petunjuk yang ada. Setelah itu,

siswa diminta untuk menuliskan hasil pengamatan pada tabel dan menuliskan

kesimpulannya.

Gambar 4.10 Kegiatan Mengomunikasikan

Kegiatan mengomunikasikan yang ditunjukkan pada gambar 4.10 adalah

salah satu langkah pendekatan saintifik. Siswa diminta untuk menunjukkan hasil

kerjanya dalam bentuk album tanaman. Setelah melakukan kegiatan sebelumnya,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 72: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

53

siswa di minta untuk menempelkan hasil foto tanaman yang sudah diambil pada

kotak yang sudah tersedia dan menuliskan keterangan mengenai tanaman tersebut.

Uraian di atas menjelaskan tentang beberapa contoh kegiatan yang

terdapat dalam LKS yang dikembangkan. LKS terdiri dari berbagai kegiatan yang

menuntut siswa untuk aktif dalam pembelajaran dan membangun konsepnya

secara mandiri. Bentuk LKS secara keseluruhan dapat dilihat pada lampiran 6.1.

4.1.2.6 Evaluasi Formatif

Pada tahap keenam, peneliti melakukan evaluasi formatif. Evaluasi

formatif dilakukan dengan dua cara yaitu penilaian kualitas LKS oleh ahli dan uji

coba lapangan terbatas. Penilaian kualitas LKS dilakukan dengan cara menilai

LKS dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat. Penilai kualitas produk

yaitu ahli IPA dan guru SD. Ahli IPA yang dilibatkan hanya satu dosen dan

dilakukan selama 2 minggu, sedangkan ahli guru yang dilibatkan adalah guru

kelas IV SD dan dilakukan selama tiga hari. Aspek yang dinilai dalam penilaian

kualitas produk meliputi aspek konten atau isi, aspek tampilan, aspek bahasa,

aspek penggunaan dan penyajian. Setelah ahli memberikan validasi LKS dan

dinyatakan layak untuk diujicobakan maka langkah selanjutnya peneliti

melakukan uji coba lapangan terbatas kepada enam siswa kelas IV SD Negeri

Perumnas Condongcatur. Peneliti memilih enam siswa berdasarkan nilai

akademik (tinggi, sedang dan rendah). Uji coba dilaksanakan pada tanggal 29 dan

30 September 2016 pada pukul 07.30 s.d 09.00 WIB. Berdasarkan hasil uji coba

terbatas dapat diketahui bahwa siswa menyukai pembelajaran dengan

menggunakan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan, karena

siswa dapat melakukan berbagai macam kegiatan yang menyenangkan. Selain itu,

siswa juga belum pernah menggunakan LKS yang berisi kegiatan-kegiatan,

karena siswa biasanya hanya menggunakan LKS yang berisi soal-soal.

4.1.2.7 Revisi

Setelah memperoleh hasil validasi oleh ahli pembelajaran IPA dan guru

SD, peneliti melakukan revisi pada bagian yang disarankan. Secara keseluruhan,

ahli pembelajaran IPA dan guru SD lebih banyak mengomentari dari segi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 73: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

54

tampilan. Berikut merupakan LKS sebelum dan sesudah direvisi oleh ahli yang

disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.6 LKS Sebelum dan Sesudah Direvisi Oleh Ahli

Sebelum direvisi Sesudah direvisi

Cover hanya terdapat dua gambar (tumbuhan

dan hewan).

Tampilan cover terdapat banyak gambar

tumbuhan dan hewan.

Tampilan cover kurang menarik. Tampilan cover dibuat lebih menarik lagi

dengan menambahkan gambar.

Penempatan teks dan kotak isian kurang

menarik.

Bentuk kotak dibuat lebih menarik lagi dengan

berbagai macam variasi bentuk.

Daftar isi kurang lengkap. Daftar isi ditambahkan keterangan kegiatan

yang terdapat dalam LKS secara lebih detail.

Penggunaan kata tanya kurang lengkap. Penggunaan kata tanya lebih bervariasi.

Setelah peneliti mendapatkan hasil validasi LKS dari ahli, kemudian

peneliti melakukan revisi terhadap LKS yang dikembangkan sebelum diuji

cobakan secara terbatas. Setelah melakukan uji coba lapangan terbatas, peneliti

kembali melakukan revisi yang terakhir berdasarkan hasil wawancara dengan

siswa.

4.1.2.8 Evaluasi Sumatif

Pada tahap ini, peneliti melakukan evaluasi sumatif dengan cara

menghitung peningkatan hasil nilai posttest dan pretest yang diperoleh siswa

dengan menggunakan rumus persentase kenaikan nilai pretest-posttest pada

gambar 3.7. Evaluasi sumatif bertujuan untuk mengetahui peningkatan nilai

pretest dan posttest, selain itu juga untuk mengetahui tingkat efektivitas LKS.

4.1.3 Kualitas LKS

LKS yang sudah selesai dikembangkan, kemudian divalidasi oleh ahli

pembelajaran IPA dan guru SD. Validasi ahli pembelajaran IPA dilaksanakan

pada tanggal 26 November 2016 dan guru SD setara pada tanggal 18 November

2016. Aspek yang dinilai dalam validasi LKS adalah konten atau isi, tampilan,

bahasa, dan penggunaan dan penyajian. Berikut adalah hasil penilaian kualitas

LKS oleh ahli yang disajikan dalam tabel berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 74: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

55

Tabel 4.7 Hasil Penilaian Kualitas LKS oleh Ahli

Aspek yang Dinilai Skor

Ahli IPA Guru

Konten atau isi 3 4

Tampilan 2,4 3,3

Bahasa 3 3,6

Penggunaan dan penyajian 3 4

Rerata 2,85 3,72

Kategori Baik Sangat baik

Berdasarkan data hasil validasi dari ahli pembelajaran IPA, diperoleh data

bahwa kualitas LKS pada aspek konten atau isi mendapat skor 3 dengan kategori

“baik”, pada aspek tampilan mendapatkan skor 2,4 dengan kategori “kurang”,

pada aspek bahasa mendapatkan skor 3 dengan kategori “baik”, dan pada aspek

penggunaan dan penyajian mendapat skor 3 dengan kategori “baik”. Jadi dapat

disimpulkan bahwa hasil validasi oleh ahli pembelajaran IPA pada kualitas LKS

mendapat rata-rata skor sebesar 2,85 dengan kategori “baik”.

Berdasarkan data hasil validasi dari guru, diperoleh data bahwa kualitas

LKS pada aspek konten atau isi mendapat skor 4 dengan kategori “sangat baik”,

pada aspek tampilan mendapatkan skor 3,3 dengan kategori “sangat baik”, pada

aspek bahasa mendapatkan skor 3,6 dengan kategori “sangat baik”, dan pada

aspek penggunaan dan penyajian mendapat skor 4 dengan kategori “sangat baik”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil validasi oleh ahli pembelajaran IPA pada

kualitas LKS mendapat rata-rata skor sebesar 3,72 dengan kategori “sangat baik” .

Berdasarkan hasil validasi dan komentar dari ahli pembelajaran IPA dan

guru, peneliti berusaha untuk tetap memperbaiki kualitas LKS yang

dikembangkan, sehingga produk yang dihasilkan sangat layak untuk digunakan.

Data perhitungan hasil validasi LKS oleh ahli pembelajaran IPA dan guru dapat

dilihat pada lampiran 4.1.

Setelah menghitung skor penilaian validasi produk, selanjutnya peneliti

menghitung hasil pretest dan posttest yang diperoleh siswa. Berikut adalah hasil

perhitungan pretest dan posttest siswa yang disajikan pada tabel berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 75: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

56

Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Pretest dan Posttest Siswa

No. Nama Skor (skala 1-100)

Peningkatan Skor Pretest Posttest

1 Ra 45 75 30

2 Na 70 90 20

3 In 60 80 20

4 Sy 45 70 25

5 No 60 80 20

6 Ri 75 95 20

Rerata 59,1 81,6 22,5

Berdasarkan tabel di atas, Ra memperoleh nilai 45 pada saat pretest,

sedangkan saat posttest, Ra memperoleh nilai 75. Na memperoleh nilai 70 pada

saat pretest, sedangkan saat posttest, Na memperoleh nilai 90. Intan memperoleh

nilai 60 pada saat pretest, sedangkan saat posttest, In memperoleh nilai 80. Sy

memperoleh nilai 45 pada saat pretest, sedangkan saat posttest, Sy memperoleh

nilai 70. No memperoleh nilai 60 pada saat pretest, sedangkan saat posttest, No

memperoleh nilai 80. Ri memperoleh nilai 75 pada saat pretest, sedangkan saat

posttest, Ri memperoleh nilai 95. Berikut adalah perbandingan nilai pretest dan

posttest yang diperoleh siswa disajikan dalam grafik berikut.

Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Nilai Pretest dan Posttest Siswa

0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

Ra Na In Sy No Ri

Sko

r

Nama Siswa

Pretest

Posttest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 76: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

57

Nilai yang diperoleh siswa pada saat pretest dan posttest menunjukkan

adanya peningkatan. Perbedaan hasil rerata pretest dan posttest disajikan dalam

grafik berikut.

Gambar 4.12 Grafik Perbandingan Rerata Nilai Pretest dan Posttest

Berdasarkan grafik 4.2, rerata nilai yang diperoleh siswa pada pretest

adalah 59,1, sedangkan pada posttest adalah 81,6. Setelah mengetahui hasil

rerata tes yang diperoleh semua siswa, selanjutnya peneliti membandingkan nilai

pretest dan posttest dengan cara menghitung persentase peningkatan nilai pretest

dan posttest dengan menggunakan rumus persentase sama dengan jumlah nilai

posttest dikurangi pretest dibagi nilai posttest dikalikan 100%. Berdasarkan rumus

tersebut hasilnya adalah peningkatan nilai yang diperoleh Ra sebesar 66,6%, Na

sebesar 28,5%, In sebesar 33,3%, Sy sebesar 55,5%, No sebesar 33,3%, dan Ri

sebesar 26,6%. Secara keseluruhan terjadi peningkatan rerata skor keseluruhan

sebesar 38,07%. Data hasil perhitungan peningkatan nilai pretest dan posttest

dapat dilihat pada lampiran 3.5.

Setelah melakukan uji coba terbatas, selanjutnya peneliti melakukan

wawancara kepada siswa untuk mengetahui kualitas LKS yang sudah digunakan.

Berikut komentar siswa secara keseluruhan setelah menggunakan LKS yang

disajikan pada tabel berikut.

0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

Rerata Skor

Sko

r

Pretest

Posttest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 77: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

58

Tabel 4.9 Hasil Komentar Siswa Secara Keseluruhan Setelah Menggunakan LKS

Aspek yang dinilai Komentar Siswa

Isi LKS Isinya sudah baik, banyak kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.

Tampilan LKS Tampilan LKS menarik, karena terdapat banyak gambar.

Bahasa yang digunakan Bahasanya mudah dimengerti dan dipahami.

Penggunaan LKS Petunjuknya mudah dipahami dan LKS mudah dibawa.

Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa dapat disimpulkan bahwa

siswa menyukai penggunaan LKS yang dikembangkan oleh peneliti, karena LKS

berisi kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Berbeda dengan LKS yang

sebelumnya digunakan oleh siswa yang hanya berisi soal-soal.

4.2 Pembahasan

Peneliti melakukan pengembangan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik

untuk siswa kelas IV materi bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta

fungsinya. LKS merupakan suatu pedoman bagi siswa untuk menyelesaikan dan

memecahkan suatu permasalahan. Adanya penggunaan LKS diharapkan mampu

memberikan arahan dan bantuan pada siswa untuk lebih memahami materi yang

akan diajarkan. Peneliti memodifikasi tahapan dalam model penelitian dan

pengembangan Dick & Carey menjadi delapan tahapan, yaitu analisis kebutuhan,

merumuskan tujuan khusus, mengembangkan instrumen, mengembangkan isis

LKS, evaluasi formatif, revisi, dan evaluasi sumatif. Produk yang dikembangkan

dalam penelitian ini didasarkan dari hasil identifikasi potensi dan masalah yang

diperoleh melalui observasi, wawancara dan kuesioner. Berdasarkan hasil

identifikasi potensi dan masalah diketahui bahwa penggunaan LKS IPA berbasis

pendekatan saintifik masih terbatas. Guru dan siswa belum melaksanakan lima

tahapan pendekatan saintifik secara utuh meskipun sudah menggunakan

kurikulum 2013. Pendekatan saintifik adalah suatu pendekatan dalam proses

pembelajaran yang lebih menekankan pada keaktifan siswa daripada guru dan

memiliki empat tahapan yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba,

dan mengomunikasikan.

Peneliti melakukan analisis kebutuhan kepada guru dan siswa dengan

melakukan wawancara dan kuesioner. Analisis kebutuhan terhadap guru

dilakukan bertujuan untuk mengetahui penggunaan LKS dan permasalahan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 78: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

59

dihadapi ketika menerapakan pendekatan saintifik, sedangkan analisis kebutuhan

terhadap siswa dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk LKS

yang disukai oleh siswa dan bagaimana penerapan pendekatan saintifik dalam

pembelajaran. Peneliti mewawancarai tiga siswa untuk mengetahui bagaimana

bentuk LKS yang disukai oleh siswa. Hasil wawancara dengan ketiga siswa dapat

dilihat pada lampiran 1.5. Hasil wawancara yang peneliti peroleh kemudian

digabungkan menjadi satu dengan hasil wawancara teman satu payung skripsi,

sehingga jumlah siswa yang menjadi narasumber adalah 18 siswa. Dari hasil

wawancara dengan 18 siswa tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa lebih

dominan menyukai warna hijau dan biru, siswa lebih dominan menyukai gambar

hewan dan bunga, dan siswa lebih menyukai bentuk tulisan atau huruf yang tidak

banyak variasinya. Dari hasil wawancara tersebut, peneliti memilih warna hijau

dan biru yang digunakan pada LKS. Alasan lain peneliti memilih warna tersebut,

karena warna mudah dipadukan dengan gambar dan tulisan, serta warna tidak

terlalu mencolok sehingga tidak mengganggu perhatian siswa ketika

menggunakan LKS. Peneliti memilih gambar beberapa hewan dan tumbuhan

dengan alasan selain siswa cenderung menyukai gambar hewan dan tumbuhan,

gambar tersebut berkaitan dengan materi yang digunakan dalam LKS yang

dikembangkan. Pada penggunaan huruf dalam LKS, peneliti menggunakan Comic

Sans MS dan Kristen ITC dengan ukuran 12.

Hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan relevan dengan teori

belajar menurut Bruner. Teori belajar Bruner disebut juga dengan teori belajar

penemuan. Terdapat empat hal pokok yang berkaitan dengan teori belajar bruner

yaitu 1) individu hanya belajar dan mengembangkan pikirannya apabila ia

menggunakan pikirannya, 2) dengan melakukan proses-proses kognitif dalam

proses penemuan, siswa akan memperoleh sensasi dan kepuasan intelektual yang

merupakan suatu penghargaan intrinsik, 3) satu-satunya cara agar seseorang dapat

mempelajari teknik-teknik dalam melakukan penemuan adalah ia memiliki

kesempatan untuk melakukan penemuan, dan 4) dengan melakukan penemuan

maka akan memperkuat retensi ingatan (Daryanto, 2014: 52). LKS IPA pada

materi bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya yang

dikembangkan berisi kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 79: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

60

mengomunikasikan. Selain itu, kegiatan yang terdapat di dalam LKS juga

mengarahkan siswa untuk aktif dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan

mencari berbagai sumber informasi yang terdapat dalam koran, internet, buku,

dan sebagainya. Siswa juga diarahkan untuk membangun konsepnya secara

mandiri. Pada kegiatan mengamati, siswa diajak untuk melakukan pengamatan

terhadap berbagai macam jenis hewan dan tumbuhan yang terdapat di lingkungan

sekitar baik di sekolah maupun di rumah. Kemudian pada kegiatan menanya,

siswa diminta mengajukan berbagai macam pertanyaan mengenai informasi yang

belum dipahami terkait dengan kegiatan yang sudah dilakukan. Setelah itu pada

kegiatan menalar, siswa mengolah informasi yang sudah didapatkan melalui

penalaran dengan berpikir secara rasional. Selanjutnya pada tahap mencoba, siswa

diajak untuk menemukan keterkaitan antar informasi dan menemukan berbagai

pola dari keterkaitan tersebut. Terakhir, siswa mengomunikasikan hasil

pekerjaannya dalam berbagai macam bentuk, seperti klipping, album foto, tabel,

dan sebagainya.

Peneliti juga mengembangkan produk berdasarkan hasil penelitian yang

relevan dari Salikhah (2015) dengan judul “Pengembangan Lembar Kerja Siswa

(LKS) IPA Berbasis Pendekatan Scientific Untuk Melatih Keterampilan Proses

Sains Siswa SD/MI Kelas IV”. Hasil yang diperoleh adalah adanya perbedaan

yang signifikan antara siswa yang menggunakan LKS dan tidak menggunakan

LKS. Hal tersebut juga sama dengan hasil yang diperoleh peneliti dalam

penelitian ini yaitu adanya perbedaan yang signifikan pada nilai pretest dan

posttest yang diperoleh siswa. Sinarta (2012) dengan judul “Pengembangan

Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Inkuiri Pokok Bahasan Energi dan

Perubahannya”. Hasil yang diperoleh adalah adanya perubahan pada siswa. Siswa

menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hasil yang diperoleh pada

penelitian yang dilakukan oleh Sinarta sama dengan penelitian ini. Siswa menjadi

lebih aktif dengan melakukan berbagai macam kegiatan yang terdapat dalam LKS

yang dikembangkan. Mustofa (2013) dengan judul “Pengembangan Lembar Kerja

Siswa Berbasis Observasi Pada Taman Sekolah Sebagai Sumber Belajar Sains di

SD N 1 Tinjomoyo”. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan rerata

aktivitas siswa sebesar 100%, siswa tuntas belajar sebanyak 92,11% dengan rerata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 80: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

61

nilai sebesar 7,84. Hasil yang diperoleh sama dengan penelitian ini. Adanya

peningkatan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan selisih rerata nilai posttest

dan pretest sebesar 38,07%.

Penelitian relevan lainnya dari Dalla (2016) dengan judul “Pengembangan

LKS Menggunakan Pendekatan Saintifik Pada Sub Tema Hidup Rukun di Rumah

Untuk Siswa Kelas Dua (II) Sekolah Dasar Negeri Kalasan 1”. Hasil yang

diperoleh adalah LKS yang dikembangkan layak untuk digunakan pada uji coba

dengan revisi sesuai saran berdasarkan hasil validasi oleh ahli yang memperoleh

rerata skor 3,87 (rentang skor 1-5) dengan kategori baik. ada penelitian ini juga

memperoleh hasil validasi oleh ahli IPA dengan rerata skor 2,85 (rentang skor 1-

4) dengan kategori baik dan hasil validasi oleh guru dengan rerata skor 3,72

(rentang 1-4) dengan kategori sangat baik. Pratiwi (2014) dengan judul

“Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Scientific

Pada Tema Berbagai Pekerjaan di Kelas IV”, dan Fitri (2014) dengan judul

“Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Tematik Integratif Materi Garis

Paralel Untuk Sekolah Dasar Kelas IV”.

Keenam penelitian tersebut digunakan oleh peneliti untuk menambah

referensi tentang penelitian dan pengembangan LKS. Berdasarkan keenam

penelitian relevan tersebut, diketahui bahwa hasil yang diperoleh sama dengan

penelitian yang dilakukan yaitu kualitas produk yang dikembangkan adalah baik

dan layak untuk digunakan. Hal ini dibuktikan dari hasil validasi produk oleh ahli

dan hasil respon siswa terhadap penggunaan produk yang dikembangkan.

Berdasarkan penelitian relevan tersebut penelitian yang dilakukan oleh Salikhah,

Dalla, dan Pratiwi mempunyai persamaan dengan penelitian yang dilakukan.

Persamaannya adalah sama-sama mengembangkan LKS berbasis pendekatan

saintifik, tetapi dengan materi yang berbeda. Sedangkan persamaan dari penelitian

yang dilakukan oleh Sinarta, Mustofa, dan Fitri dengan penelitian yang dilakukan

adalah sama-sama mengembangkan LKS, tetapi dengan metode dan materi yang

berbeda.

Piaget berpendapat bahwa pengetahuan dibentuk oleh individu, sebab

individu melakukan interaksi terus-menerus dengan lingkungan, lingkungan

tersebut mengalami perubahan, dengan adanya interaksi dengan lingkungan maka

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 81: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

62

fungsi intelek semakin berkembang (Dimyati, 2006: 13). Pada penelitian ini,

perubahan yang terjadi juga dialami oleh keenam siswa yang melaksanakan uji

coba terbatas. Hal ini dibuktikan dengan diperoleh hasil bahwa LKS yang

dikembangkan memperoleh tingkat efektivitas tinggi. Berdasarkan hasil nilai yang

diperoleh siswa pada posttest yang meningkat dari hasil pretest. Pada uji coba

LKS, siswa dipilih secara random berdasarkan nilai akademik tinggi, sedang, dan

rendah. Siswa dengan nilai akademik rendah adalah Ra dan Sy yang memperoleh

nilai 45 pada saat pretest. Setelah melaksanakan pembelajaran dengan

menggunakan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik, nilai Ra dan Sy pada saat

posttest meningkat yaitu menjadi 75 dan 70. Kenaikan nilai yang didapatkan oleh

Ra sebesar 66,6% dan Sy sebesar 55,5%. Secara keseluruhan terjadi peningkatan

sebesar 61,11%. Dengan demikian terjadi peningkatan nilai yang diperoleh Ra

dan Sy.

Berdasarkan hasil validasi produk oleh ahli IPA dan guru yang

memperoleh skor 2,85 dengan kategori baik dan skor 3,72 dengan kategori sangat

baik dan keefektifan LKS yang dibuktikan dengan meningkatnya nilai posttest

siswa, maka hal ini membuktikan bahwa penggunaan LKS IPA berbasis

pendekatan saintifik yang dikembangkan oleh peneliti, layak untuk digunakan

dalam kegiatan pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 82: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

63

BAB V

PENUTUP

Uraian dalam bab ini terdiri dari kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran.

5.1 Kesimpulan

5.1.1 Pengembangan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik untuk siswa kelas

IV materi bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya

dilakukan berdasarkan model pengembangan Dick & Carey yang

dimodifikasi menjadi delapan tahapan yaitu 1) analisis kebutuhan, 2)

merumuskan tujuan khusus, 3) mengembangkan instrumen, 4)

mengembangkan strategi, 5) mengembangkan isi LKS, 6) evaluasi

formatif, 7) revisi, dan 8) evaluasi sumatif.

5.1.2 Berdasarkan hasil validasi ahli IPA, LKS yang dikembangkan memiliki

kualitas yang “baik” dengan rerata skor yang diperoleh adalah 2,85.

Sedangkan hasil validasi oleh guru menunjukkan bahwa kualitas LKS

yang dikembangkan adalah sangat baik dengan rerata skor yang diperoleh

adalah 3,72. Aspek yang dinilai pada validasi produk oleh ahli meliputi 1)

konten atau isi, 2) tampilan, 3) bahasa, dan 4) penggunaan dan penyajian.

Pada uji coba lapangan terbatas LKS IPA berbasis pendekatan saintifik

menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh siswa pada posttest lebih tinggi

dibandingkan dengan nilai pretest. Rerata peningkatan nilai posttest dan

pretest sebesar 38,07%. Dengan demikian, LKS IPA berbasis pendekatan

saintifik dapat membantu proses belajar siswa.

5.2 Keterbatasan Penelitian

5.2.1 Beberapa instrumen yang digunakan untuk memperoleh data hanya

divalidasi oleh satu ahli. Seharusnya instrumen divalidasi lebih dari satu

ahli untuk mengetahui kualitas instrumen yang digunakan.

5.2.2 Validasi kualitas produk hanya dilakukan oleh dua ahli yaitu ahli

pembelajaran IPA dan guru. Penggunaan bahasa belum dicek oleh ahli

bahasa, tetapi sudah direvisi oleh ahli pembelajaran IPA dan guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 83: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

64

5.2.3 Uji coba lapangan terbatas yang dilaksanakan hanya mendapatkan waktu

selama dua hari. Seharusnya waktu penelitian adalah tiga hari.

Keterbatasan waktu inilah yang menyebabkan beberapa kegiatan tidak

terlaksana secara maksimal, karena uji coba lapangan dilaksanakan dengan

sedikit terburu-buru.

5.3 Saran

5.3.1 Validator yang dipilih sebaiknya lebih dari satu dan disesuaikan dengan

instrumen/produk yang divalidasi, karena tidak semua instrumen dapat

divalidai oleh ahli yang sama.

5.3.2 Validasi produk sebaiknya dilakukan lebih dari dua ahli, sehingga bisa

mendapatkan kualitas hasil produk yang jauh lebih baik.

5.3.3 Menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah atau guru yang

bersangkutan untuk melakukan uji coba lapangan terbatas agar dapat

mempertimbangkan waktu sebaik mungkin dan memperoleh waktu yang

sesuai.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 84: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

65

DAFTAR REFERENSI

Abidin, Y. (2014). Desain sistem pembelajaran dalam konteks Kurikulum 2013.

Bandung: Refika Aditama.

Amien. (1987). Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan

menggunakan metode “discovery” dan “inquiry”. Jakarta: Depdikbud.

Arifin, A. (2011). Penelitian pendidikan metode dan paradigma baru. Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S., dkk. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Azhar. (1993). Lembar Kerja Siswa (LKS). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Dalla. (2016). Pengembangan LKS menggunakan pendekatan saintifik pada sub

tema hidup rukun di rumah untuk siswa kelas dua (II) Sekolah Dasar Negeri

Kalasan I. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Daryanto. (2014). Pembelajaran tematik terpadu terintegrasi Kurikulum

2013.Yogyakarta: Gava Media.

Depdiknas. (2004). Pedoman umum pengembangan bahan ajar Sekolah

Menengan Atas. Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Pendidikan

Menengah Umum.

Depdiknas. (2007). Manajemen pembinaan TK dan SD. Jakarta: Ditjen

Dikdasmen Depdiknas.

Dimyati & Mudjiono. (2006). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Fitri. (2014). Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) tematik integratif

pada materi garis paralel untuk Sekolah Dasar kelas IV. Bengkulu:

Universitas Bengkulu.

Gall, M. D., Gall, J. P., & Borg, W. R. (2007). Educational research: An

introduction 8th edition. Boston: Pearson.

Ghozali. (2006). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS. Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hakim. T. (2000). Belajar secara efektif. Jakarta: Puspa Swara.

Hardiyanti. (2016). Pengembangan alat peraga pembelajaran IPS SD materi

keragaman budaya Indonesia berbasis Metode Montessori. Yogyakarta:

Universitas Sanata Dharma.

Haryanto. (2013). Sains untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Erlangga.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 85: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

66

Hergenhahn, B. R & Matthew H. O. (2008). Theories of learning (edisi ketujuh).

Jakarta: Prenada Media Group.

Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran

abad 21. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Jumali. 2007. Landasan pendidikan. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Kurniawan, D. (2014). Pembelajaran terpadu tematik (teori, praktik dan

penilaian). Bandung: Alfabeta.

Kustandi, C. & Bambang S. (2011). Media pembelajaran, manual dan digital.

Bogor: Ghalia Indonesia.

Lismawati. (2010). Penyusunan perangkat pembelajaran. Yogyakarta: Insan

Madani.

Mustofa. (2013). Pengembangan Lembar Kerja Siswa berbasis observasi pada

taman sekolah sebagai sumber belajar Sains di SD N 1 Tinjomoyo. Skripsi.

Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Prastowo, A. (2014). Pengembangan bahan ajar tematik. Jakarta: Kencana.

Pratiwi. (2014). Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa berbasis Pendekatan

Saintifik pada tema berbagai pekerjaan di kelas IV. Skripsi. Bandung:

Universitas Pendidikan Indonesia.

Salam, B. (2005). Pengantar filsafat. Jakarta: Bumi Aksara.

Samatowa. (2006). Bagaimana membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Jakarta:

Direktorat Pendidikan Nasional.

Setyosari. P. (2013). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta:

Kencana.

Shalikhah, N. (2015). Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA berbasis

Pendekatan Scientific untuk melatih keterampilan proses Sains siswa SD/MI

kelas IV. Tesis, tidak dipublikasikan. Yogyakarta: Universitas Sanata

Dharma.

Sinarta. (2012). Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis inkuiri pokok

bahasan energi dan perubahannya. Jurnal. Malang: Sekolah Tinggi Teknik

Malang.

Sudiati. (2003). Tujuan penggunaan LKPD. www.sarjanaku.com diakses pada

tanggal 25 Agustus 2016 jam 20.00 WIB.

Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 86: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

67

________. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

_______. (2014). Metode penelitian pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sumantoro & Dodo H. (2009). Ayo belajar Ilmu Pengetahuan Alam. Yogyakarta:

Kanisius.

Supratiknya, A. (2012). Penelitian hasil belajar dengan teknik nontes.

Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Suwandi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Suyono & Hariyanto (2011). Belajar dan pembelajaran teori dan konsep dasar.

Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Trianto. (2008). Model pembelajaran terpadu dalam teori dan praktik.

Surabaya: Prestasi Pustaka.

_____. (2010). Model pembelajaran terpadu konsep, strategi, dan

implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta:

Bumi Aksara.

_____. (2011). Desain pengembangan tematik: bagi anak usia dini TK/RA & anak

usia kelas awal SD/MI. Jakarta: Kencana.

Widoyoko. (2012). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

_________. (2014). Penilaian hasil pembelajaran di sekolah. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 87: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

68

Lampiran 1 Instrumen Identifikasi Masalah

1.1 Lembar Hasil Validasi Pedoman Observasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 88: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

69

Lampiran 1.2 Lembar Hasil Observasi Kelas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 89: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

70

Lampiran 1.3 Lembar Hasil Validasi Pedoman Wawancara Guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 90: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

71

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 91: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

72

Lampiran 1.4 Transkrip wawancara dengan guru

TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN GURU

Peneliti : Pendekatan atau strategi atau metode apa yang bapak gunakan

dalam pembelajaran IPA?

Guru : Selama ini, saya sudah menggunakan pendekatan saintifik,

metode eksperimen dan kontekstual.

Peneliti : Menurut bapak, apa itu pendekatan saintifik?

Guru : Pendekatan saintifik itu suatu pendekatan atau metode

pembelajaran dimana anak disuruh untuk meneliti suatu materi atau masalah,

setelah itu anak mengumpulkan pertanyaan, data, dan merumuskan data. Setelah

itu menarik kesimpulan dari data tersebut.

Peneliti : Apakah bapak sudah mengarahkan siswa melakukan lima tahapan

saintifik?

Guru : Sudah mba.

Peneliti : Langkah-langkah pendekatan saintifik apa yang paling dominan

dilakukan?

Guru : Kegiatan yang paling sering atau dominan dilakukan adalah

kegiatan mengamati dan mencoba.

Peneliti : Apakah bapak sudah pernah mengajak siswa untuk mengamati

lingkungan di sekitar pada materi bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan?

Guru : Iya sudah. Siswa diajak untuk mengamati tanaman yang terdapat

di lingkungan sekolah.

Peneliti : Kesulitan apa saja yang bapak hadapi saat menerapkan

pendekatan saintifik?

Guru : Kesulitan dalam pengelolaan waktunya mba. Alokasi waktunya

kurang, lalu fasilitas yang ada belum memadai.

Peneliti : Apakah siswa mengalami kesulitan dalam melaksanakan lima

tahapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA?

Guru : Iya, siswa terkadang masih kesulitan dalam menalar dan

menyimpulkan hasil kegiatan yang sudah dilakukan.

Peneliti : Menurut bapak, apa manfaat bagi siswa setelah menerapkan lima

tahapan pendekatan saintifik?

Guru : Menurut saya, siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan

pembelajaran dan lebih memahami materi yang sedang dipelajari.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 92: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

73

Lampiran 1.5 Transkrip wawancara dengan siswa

TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN SISWA

Siswa 1

Peneliti : Selama ini, kamu sudah pernah menggunakan Lembar Kerja

Siswa atau LKS belum?

Siswa : Sudah pernah.

Peneliti : LKS yang kamu gunakan isinya bagaimana?

Siswa : Ya biasa bu, isinya soal-soal.

Peneliti : Selama ini, LKS yang pernah kamu gunakan, petunjuk dan

bahasanya bisa kamu mengerti ndak?

Siswa : Bisa bu.

Peneliti : Menurut kamu, manfaat LKS itu apa?

Siswa : LKS membantu saya dalam memahami materi yang diajarkan.

Peneliti : Kamu lebih menyukai LKS yang seperti apa?

Siswa : Yang berisi tulisan dan gambar. Tapi saya lebih menyukai yang

banyak gambarnya.

Peneliti : Lalu, gambar apa yang paling kamu sukai?

Siswa : Gambar tumbuhan.

Peneliti : Apa alasannya?

Siswa : Karena tumbuhan adalah ciptaan Tuhan.

Peneliti : Oke baiklah. Kemudian warna apa yang paling kamu sukai dan

alasannya apa?

Siswa : Warna merah, karena bagus.

Siswa 2

Peneliti : Apakah kamu sudah pernah menggunakan Lembar Kerja Siswa

atau LKS?

Siswa : Sudah.

Peneliti : Bagaimana isi LKS yang pernah kamu gunakan?

Siswa : Isinya soal-soal, ada soal pilihan ganda, soal isian singkat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 93: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

74

Peneliti : Selama ini, LKS yang pernah kamu gunakan, petunjuk dan

bahasanya bisa kamu mengerti ndak?

Siswa : Bisa.

Peneliti : Menurut kamu, apa saja manfaat LKS ?

Siswa : Membantu memahami materi yang diajarkan.

Peneliti : Kamu lebih menyukai LKS yang seperti apa? Terdapat banyak

tulisan atau gambar?

Siswa : Saya lebih menyukai LKS yang terdapat banyak tulisan daripada

gambar. Saya menyukai LKS yang berisi kegiatan-kegiatan.

Peneliti : Apakah kamu menyukai LKS yang terdapat gambar hewan atau

tumbuhan?

Siswa : Ya, saya suka. Apalagi kalau ada gambar hewan.

Peneliti : Hewan apa yang paling kamu sukai dan alasannya apa?

Siswa : Burung, karena terlihat bagus.

Peneliti : Oh begitu. Lalu warna apa yang paling kamu sukai dan alasannya

apa?

Siswa : Warna hijau dan putih, karena bagus dan terang.

Siswa 3

Peneliti : Apakah kamu sudah pernah menggunakan Lembar Kerja Siswa

atau LKS?

Siswa : Sudah.

Peneliti : Bagaimana isi LKS yang pernah kamu gunakan?

Siswa : Isinya berupa soal.

Peneliti : Selama ini, LKS yang pernah kamu gunakan, petunjuk dan

bahasanya bisa bagaimana? apakah kamu bisa mengerti dan

memahami?

Siswa : Bisa, bahasanya mudah saya pahami.

Peneliti : Menurutmu, apa saja manfaat LKS ?

Siswa : membantu memahami materi yang diajarkan.

Peneliti : Kamu lebih menyukai LKS yang terdapat banyak tulisan atau

gambar?

Siswa : LKS yang terdapat banyak tulisan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 94: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

75

Peneliti : Apakah kamu menyukai LKS yang terdapat gambar hewan atau

tumbuhan?

Siswa : Ya, saya suka singa.

Peneliti : Mengapa kamu suka singa?

Siswa : Karena bagus.

Peneliti : Lalu warna apa yang paling kamu sukai dan alasannya

apa?

Siswa : Warna biru, karena bagus dan cerah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 95: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

76

Lampiran 2 Instrumen Analisis Kebutuhan

2.1 Lembar Hasil Pengisian Kuesioner Guru Terbuka

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 96: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

77

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 97: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

78

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 98: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

79

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 99: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

80

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 100: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

81

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 101: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

82

Lampiran 2.2 Lembar Hasil Pengisian Kuesioner Guru Tertutup

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 102: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

83

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 103: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

84

Lampiran 2.3 Lembar Hasil Validasi Instrumen Kuesioner Siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 104: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

85

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 105: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

86

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 106: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

87

Lampiran 2.4 Lembar Hasil Pengisian Kuesioner Siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 107: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

88

Lampiran 2.5 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Siswa

No Pertanyaan Jumlah jawaban

siswa Hasil Kesimpulan

1

Apakah menurutmu

pembelajaran

memerlukan LKS?

Ya = 25 siswa

Tidak = 3 siswa

Ya = 89,2 %

Tidak = 10,7 %

Sebanyak 82%

mengatakan bahwa

LKS diperlukan dalam

pembelajaran.

2

Apakah bapak/ibu guru

memberikan panduan

pembelajaran secara

tertulis saat melakukan

kegiatan di dalam

kelas?

Sering = 22 siswa

Jarang = 6 siswa

Tidak pernah = 0

Sering = 78,5 %

Jarang = 21,4 %

Tidak pernah = 0%

Sebanyak 78,5%

mengatakan sering,

sedangkan 21,4%

mengatakan jarang.

3

Apakah bapak/ibu guru

memberikan panduan

pembelajaran secara tertulis saat melakukan

kegiatan di luar kelas?

Sering = 3 siswa

Jarang = 17 siswa

Tidak pernah = 8 siswa

Sering = 10,7 %

Jarang = 60,7 %

Tidak pernah = 28,5 %

Sebanyak 60,7%

mengatakan jarang

bahkan 28,5% mengatakan tidak

pernah.

4

Apakah bapak/ibu guru

memberikan panduan

kegiatan secara tertulis

untuk mencari berbagai

sumber informasi

(koran, majalah,

internet, narasumber,

dan sebagainya)

Sering =4 siswa

Jarang = 11 siswa

Tidak pernah = 13

siswa

Sering = 14,2 %

Jarang = 39,2%

Tidak pernah = 46,4%

Sebanyak 39,2 %

mengatakan jarang,

bahkan 46,4%

mengatakan tidak

pernah.

5

Apakah kamu

melakukan langkah-

langkah kegiatan

pembelajaran secara mandiri hanya

berdasarkan petunjuk

tertulis yang tersedia

tanpa penjelasan guru?

Sering = 5 siswa

Jarang = 6 siswa

Tidak pernah = 17

siswa

Sering = 17,8 %

Jarang = 21,4 %

Tidak pernah = 60,7 %

Sebanyak 21,4 %

mengatakan jarang

bahkan 60,7 %

mengatakan tidak pernah.

6

Apakah kamu

melakukan kegiatan

pembelajaran saintifik

dengan lima langkah

berikut secara utuh

yaitu mengamati,

menanya, menalar

mencoba, mengomunikasikan?

Sering = 6 siswa

Jarang = 17 siswa

Tidak pernah = 5

siswa

Sering = 23 %

Jarang = 65,3 %

Tidak pernah = 17,8 %

Sebanyak 65,3%

mengatakan jarang

bahkan 17,8 %

mengatakan tidak

pernah.

7

Apakah perlu LKS

untuk memandu

pelaksanaan

pembelajaran dengan

pendekatan saintifik

pada materi luar tubuh

hewan dan tumbuhan

serta fungsinya?

Ya = 25 siswa

Tidak = 3 siswa

Ya = 89,2 %

Tidak = 10,7 %

Sebanyak 89,2%

mengatakan bahwa

LKS diperlukan untuk

memandu pelaksanaan

pembelajaran dengan

pendekatan saintifik.

8

Dalam pembelajaran

IPA saya mengamati

sendiri benda-benda

yang ada di sekitar .

Sering = 8 siswa

Jarang = 19 siswa

Tidak pernah = 1

siswa

Sering = 28,5 %

Jarang = 67,8 %

Tidak pernah = 3,5 %

Sebanyak 67,8 %

mengatakan jarang

bahkan 3,5%

mengatakan tidak pernah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 108: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

89

No Pertanyaan Jumlah jawaban

siswa Hasil Kesimpulan

9

Saya bertanya lebih

lanjut kepada guru atau

teman tentang

masalah-masalah yang

saya temukan dalam

pengamatan

sebelumnya

Sering = 8 siswa

Jarang = 18 siswa

Tidak pernah = 2

Sering = 28,5 %

Jarang = 64,2 %

Tidak pernah = 7,14 %

Sebanyak 64,2 %

mengatakan jarang dan

7,14 % mengatakan

tidak pernah

10

Saya melakukan

kegiatan praktikum

dengan melakukan

percobaan sendiri dalam pembelajaran

IPA

Sering = 4 siswa

Jarang = 13 siswa

Tidak pernah = 11

siswa

Sering = 14,2 %

Jarang = 46,4 %

Tidak pernah = 39,2 %

Sebanyak 46,4 %

mengatakan jarang dan

39,2 % mengatakan

tidak pernah

11

Saya mewawancarai

narasumber (guru,

teman, orang tua, dan

sebagainya) untuk

mendapatkan informasi

yang lebih lanjut

berkaitan dengan

pembelajaran IPA

Sering = 4 siswa

Jarang = 10 siswa

Tidak pernah = 14

siswa

Sering = 14,28 %

Jarang = 35,7 %

Tidak pernah = 50 %

Sebanyak 35,7%

mengatakan jarang

bahkan 50 %

mengatakan tidak

pernah

12

Saya menggunakan

majalah atau koran

untuk mendapatkan informasi lebih lanjut

berkaitan dengan

pembelajaran IPA

Sering = 3 siswa

Jarang = 13 siswa

Tidak pernah = 12 siswa

Sering = 10,7 %

Jarang = 46,4 %

Tidak pernah = 42,8 %

Sebanyak 46,4 %

mengatakan jaraang

bahkan 42,8 % mengatakan tidak

pernah

13

Saya menggunakan

buku-buku di

perpustakaan untuk

mendapatkan informasi

lebih lanjut berkaitan

dengan pembelajaran

IPA

Sering = 9 siswa

Jarang = 16 siswa

Tidak pernah = 3

siswa

Sering = 32,1 %

Jarang = 57,1 %

Tidak pernah = 10,7%

Sebanyak 57,1 %

mengatakan jarang dan

10,7% mengatakan

tidak pernah

14

Saya menyampaikan / mempresentasikan

hasil kerja saya di

dalam kelompok saya

Sering = 20 siswa Jarang = 7 siswa

Tidak pernah = 1

siswa

Sering = 71,4 % Jarang = 25 %

Tidak pernah = 3,5%

Sebanyak 71,4 % mengatakan sering dan

25 % mengatakan

jarang

15

Kelompok saya

menyampaikan/mempr

esentasikan hasil kerja

kelompok di depan

kelas

Sering = 12 siswa

Jarang = 14 siswa

Tidak pernah = 2

siswa

Sering = 42,8 %

Jarang = 50 %

Tidak pernah = 7,1%

Sebanyak 42,8 %

mengatakan sering dan

50 % mengatakan

jarang

16

Saya menggunakan

gambar, poster, foto,

grafik, atau tabel untuk

menunjukkan hasil kerja saya

Sering = 5 siswa

Jarang = 18 siswa

Tidak pernah = 5

siswa

Sering = 17,8 %

Jarang = 64,2 %

Tidak pernah = 17,8 %

Sebanyak 64,2 %

mengatakan jarang

bahkan 17,8%

mengatakan tidak pernah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 109: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

90

Lampiran 3 Instrumen Tes

3.1 Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest

No. Indikator Nomor Item Soal

1 3.1.1 Menyebutkan bagian luar tubuh hewan

menurut tempat tinggalnya (air dan darat) 15, 17, 18, 19

2 3.1.2 Menjelaskan fungsi bagian luar tubuh

hewan 11, 12, 13, 14, 16, 20

3 3.1.3 Menyebutkan bagian luar tubuh tumbuhan 1, 2, 3, 6, 8, 10

4 3.1.4 Menjelaskan fungsi bagian luar tubuh

tumbuhan 4, 5, 7, 9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 110: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

91

Lampiran 3.2 Lembar Hasil Pengerjaan Pretest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 111: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

92

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 112: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

93

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 113: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

94

Lampiran 3.3 Lembar Hasil Pengerjaan Posttest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 114: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

95

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 115: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

96

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 116: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

97

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 117: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

98

Lampiran 3.4 Output SPSS Untuk Perhitungan Validitas Instrumen Tes

Correlations

Correlations

Skor Total Skor Total

Skor

Total

Pearson

Correlation

1 S11 Pearson

Correlation

,418

Sig. (2-tailed) Sig. (2-tailed) ,013

N 34 N 34

S1

Pearson

Correlation

,237 S12 Pearson

Correlation

,378

Sig. (2-tailed) ,036 Sig. (2-tailed) ,023

N 34 N 34

S2 Pearson

Correlation

1 S13 Pearson

Correlation

,519

Sig. (2-tailed) ,001 Sig. (2-tailed) ,001

N 34 N 34

S3 Pearson

Correlation

,442 S14 Pearson

Correlation

,354

Sig. (2-tailed) ,008 Sig. (2-tailed) ,039

N 34 N 34

S4 Pearson

Correlation

,394 S15 Pearson

Correlation

,395

Sig. (2-tailed) ,020 Sig. (2-tailed) ,020

N 34 N 34

S5 Pearson

Correlation

,416 S16 Pearson

Correlation

,413

Sig. (2-tailed) ,014 Sig. (2-tailed) ,014

N 34 N 34

S6 Pearson

Correlation

,483 S17 Pearson

Correlation

,386

Sig. (2-tailed) ,003 Sig. (2-tailed) ,023

N 34 N 34

S7 Pearson

Correlation

,449 S18 Pearson

Correlation

,545

Sig. (2-tailed) ,007 Sig. (2-tailed) ,000

N 34 N 34

S8 Pearson

Correlation

,405 S19 Pearson

Correlation

,363

Sig. (2-tailed) ,017 Sig. (2-tailed) ,034

N 34 N 34

S9 Pearson Correlation

,473 S20 Pearson Correlation

,057

Sig. (2-tailed) ,004 Sig. (2-tailed) ,000

N 34 N 34

S10 Pearson

Correlation

,509

Sig. (2-tailed) ,002

N 34

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 118: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

99

Lampiran 3.5 Perhitungan Peningkatan Nilai Pretest dan Posttest

1. Nilai yang diperoleh Ra

Pretest : 45

Posttest : 75

Persentase peningkatan =

× 100%

= 75 – 45 x 100%

45

= 66,6%

2. Nilai yang diperoleh Na

Pretest : 70

Posttest : 90

Persentase peningkatan =

× 100%

= 90 – 70 x 100%

70

= 28,5%

3. Nilai yang diperoleh In

Pretest : 60

Posttest : 80

Persentase peningkatan =

× 100%

= 80 – 60 x 100%

60

= 33,3%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 119: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

100

4. Nilai yang diperoleh Sy

Pretest : 45

Posttest : 70

Persentase peningkatan =

× 100%

= 70 – 45 x 100%

45

= 55,5%

5. Nilai yang diperoleh No

Pretest : 60

Posttest : 80

Persentase peningkatan =

× 100%

= 80– 60 x 100%

60

= 33,3%

6. Nilai yang diperoleh Ri

Pretest : 75

Posttest : 95

Persentase peningkatan =

× 100%

= 95 – 75 x 100%

75

= 26,6%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 120: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

101

Lampiran 4. Validasi Produk

4.1 Lembar Hasil Validasi Produk Oleh Ahli IPA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 121: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

102

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 122: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

103

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 123: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

104

Lampiran 4.2 Lembar Hasil Validasi Produk Oleh Guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 124: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

105

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 125: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

106

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 126: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

107

Lampiran 5 Surat Penelitian

5.1 Surat Izin Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 127: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

108

Lampiran 5.2 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 128: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

109

Lampiran 6 Produk yang Dikembangkan

6.1 Gambar LKS IPA Berbasis Pendekatan Saintifik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 129: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

110

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 130: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

111

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 131: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

112

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 132: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

113

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 133: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

114

Lampiran 7 Foto Uji Coba Lapangan Terbatas

Hari Pertama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 134: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

115

Hari Kedua

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 135: PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS PENDEKATAN … · demikian dapat disimpulkan bahwa LKS IPA berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam

116

Lampiran 8 Curriculum Vitae

CURRICULUM VITAE

Assa Prima Sekarini lahir di Purbalingga, 21 Juni

1995. Anak ketiga dari tiga bersaudara. Peneliti memperoleh

pendidikan dasar di SD Negeri 1 Tanalum, Rembang,

Purbalingga dan lulus pada tahun 2007. Kemudian

dilanjutkan dengan menempuh pendidikan menengah

pertama di SMP Negeri 1 Rembang dan lulus pada tahun

2010. Pendidikan menengah atas diperoleh peneliti di SMA

Negeri 1 Rembang dan lulus pada tahun 2013.

Pada tahun 2013, peneliti melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan

tercatat sebagai mahasiswi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

(PGSD). Selama menempuh pendidikan di PGSD Universitas Sanata Dharma,

peneliti mengikuti berbagai pelatihan dan seminar. Beberapa pelatihan yang

pernah diikuti antara lain Inisiasi FKIP Sanata Dharma tahun 2013, Pelatihan

Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (PPKM), Week End Moral, dan Kursus

Mahir Dasar (KMD) Pramuka tahun 2014. Selanjutnya, beberapa seminar yang

pernah diikuti oleh peniliti antara lain seminar dengan tema “Reinventing

Childhood Education” tahun 2015, “Seminar on Children’s Right Education”,

dan “Free Sex: Thumbs Up Or Thumbs Down” tahun 2013. Peneliti juga

berpartisipasi dalam kegiatan lomba Story Telling and Writting Contest PGSD

pada tahun 2015. Peneliti mengakhiri masa pendidikan di Universitas Sanata

Dharma dengan menulis skripsi yang berjudul “Pengembangan LKS IPA Berbasis

Pendekatan Saintifik Untuk Siswa Kelas IV Materi Bentuk Luar Tubuh Hewan

dan Tumbuhan serta Fungsinya”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI