of 98/98
i PENGEMBANGAN LKS BERBASIS KOOPERATIF JIGSAW PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA UNTUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SATU ATAP TAPINALU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT SKRIPSI Ditulis Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Jurusan Pendidikan Biologi Oleh : PATRIANI NIM. 0140302182 JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) AMBON 2019

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS KOOPERATIF JIGSAW …

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENGEMBANGAN LKS BERBASIS KOOPERATIF JIGSAW …

KELAS VIII SMP NEGERI SATU ATAP TAPINALU
KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT
Pendidikan (S.Pd) Pada Jurusan Pendidikan Biologi
Oleh :
PATRIANI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) AMBON
2019
ii
iii
iv
MOTTO
komitmen untuk menyelesaikan. Dan optimis, karena hidup terus
mengalir dan kehidupan terus berputar’’.
“ Patriani”
1. Kedua surgaku, Ayahanda tercinta (Kader Siompu) dan Ibunda tersayang
(Onya Taslim) yang telah merawat, menjaga, dan membesarkan tanpa
mengenal lelah dan penuh kesabaran.
2. Kedua Orang Tua Piaraku Tersayang, Ibunda Yarlina (Almahuma) dan Ayah
(La Ranja) yang selama ini tidak perna lelah memberikan kasih sayang,
perhatian, motivasi, dan semangat selama masa perkuliaan.
3. Kakak dan adik-adikku tercinta Ria, Samna, Ramayanti, minarti, Indah, dan
Adiatmayang membantu dalam proses pengurusan dan juga memberikan
semangat dan motivasi.
“IAIN Ambon”
dan Pembimbing II, Zamdin Jamdin M.Pd Judul: Pengembangan LKS Berbasis
kooperatif Jigsaw Pada Materi Sistem Pencernaan Untuk Siswa Kelas VIII SMP
Negeri SATAP Tapinalu Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurusan Pendidikan
Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri
(IAIN) Ambon, 2019.
cara yang tepat dan didukung dengan perangkat yang memadai. Perangkat
pembelajaran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Lembar Kegiatan Siswa
yang berisi materi Sistem Pencernaan Pada Manusia.
Pengembangan lembar kerja siswa menggunakan model pengembangan Four-
D yang dikembangkan oleh Thiagrajani yang terdiri dari tiga tahap yaitu
Pendefinisian (Define), Perancangan (Design ), dan Pengembangan ( Depelove).
Waktu penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Januari sampai dengan tanggal 4
Februari 2019. Uji coba lembar kerja siswa dilaksanakan di SMP Negeri Satu Atap
Tapinalu dengan tujuan untuk mengetahui pengembangan dan kualitas perangkat
yang dikembangkan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari
Angket, Lembar Validasi, Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran dan Soal Tes.
Kualitas lembar kerja siswa berdasarkan hasil pengembangan dan uji coba
menunjukan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid dan layak
untuk digunakan dengan nilai valid 4,6, praktis 4,8, dan efektif 79% serta respon
siswa 70% positif. maka perangkat yang dikembangkan dalam penelitian ini
termaksud katagori valid, efektif dan praktis serta layak untuk digunakan dalam
proses pembelajaran.
Kata Kunci : LKS, Kooperatif Jigsaw, Sistem Pencernaan , Kelas VIII SMP
vi
SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan Skripsi yang berjudul ‘’Pengembangan lembar kerja siswa berbasis
kooperati jigsaw pada materi sistem pencernaan untuk kelas VIII di SMP Negeri Satu
Atap Tapinalu Kabupaten Seram Bagian Barat ‘’ dengan baik.
Keterbatasan dan kekurangan dalam penyelesaian skripsi disadari sepenuhnya
oleh penulis, karena itu dengan kerendahan hati penulis berterima kasih yang
sedalam-dalamnya kepada semua pihak dengan ikhlas bantu bimbingan, dan arahan
serta motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini penulis
menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada :
1. Ayahanda tercinta (Kader Siompu) dan Ibunda tersayang (Onya Taslim)
yang telah melahirkan, mengasuh, membesarkan, dan mendidik penulis
dengan penuh kasih sayang serta mengorbankan begitu banyak dukungan,
tenaga, dan mendoakan putra-putrinya baik didunia maupun diakhirat.
2. Ibunda Piara Tersayang Yarlina (Almahuma) dan Ayah (La Ranja) yang
selama masa Perkuliaan hingga studi akhir selalu memberikan motivasi
dan semangat.
3. Dr. H. Hasbollah Toisuta, M. Ag selaku Rektor IAIN Ambon beserta
wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. H, Mohdar Yanlua, M.H, Wakil
vii
Rektor II Bidang Keuangan Dr. H. Ismail DP, M. Pd, dan Wakil Rektor III
Bidang Kemahasiswaan Dr. Abdullah Latuapo, M. Pd. I.
4. Dr. Samad Umarella, M. Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan beserta Wakil Dekan I Dr. Patma Sopamena, M. Pd, Wakil
Dekan II Ummu Saidah, M. Pd. I, dan Wakil Dekan III Dr. Ridwan
Latuapo, M. Pd. I.
5. Janaba Renngiwur, M. Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Biologi dan
Surati, M. Pd selaku Sekertaris Jurusan Pendidikan Biologi.
6. Rosmawati T, M,Si selaku Pembimbing I dan Zamdin Jamdin, M. Pd
selaku Pembimbing II yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan
dari awal hingga menjadi skripsi.
7. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Biologi yang telah memberikan
ilmu pengetahuan dan pengalaman selama proses perkuliahan.
8. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan karena telah memberikan pelayanan
yang terbaik selama proses pengurusan studi akhir.
9. Rivalna Rivai, M. Hum, Kepala Perpustakaan beserta Staf Perpustakan
IAIN Ambon yang telah menyediakan berbagai fasilitas literatur yang
dibutuhkan.
10. Seluruh Pegawai Fakultas Ilmu Tarbiyah yang selama masa perkuliaan
hingga pengurusan studi akhir telah banyak membantu.
11. Kepala sekolah, para dewan guru, staf tata usaha beserta siswa-siswi
yang telah bersedia menerima penulis selama pelaksanaan penelitian.
viii
12. Kakak dan adik-adikku tercinta: Ria, Samna, Ramayanti, Minarti, dan
Adiatma yang telah membantu dan selalu memberikan dukungan, motivasi
dan inspirasi selama penulis melakukan proses perkuliahan sampai akhir
studi.
13. Semua rekan, teman-teman PPKT angkatan 2014 IAIN Ambon 2017 dan
kelas Biologi E , Angkatan 2014 yang tidak bisa saya sebutkan satu per
satu namanya yang telah membantu dan memberikan motivasi sukses
kepada penulis.
dan Suriayani yang telah membantu, menemani, memberikan dukungan
dan motivasi selama proses perkuliahan dan proses pengurusan skripsi
sampai selesai.
Akhirnya penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini masih jauh dari
kesempurnaan, olehnya itu kritik dan saran-saran yang bersifat membangun dari para
penbaca sangat diharapkan demi penyempurnaan penulisan ini agar penulisan dapat
menjadi sumber bacaan yang bermanfaat bagi semua pihak.
Semoga Allah SWT selalu memberikan hidayat-Nya kepada kita semua, Amin.
Ambon, ............. 2019
C. Model-model Pengembangan .........................................................................11
x
F. Materi Sistem Pencernaan ............................................................................... 26
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ................................................................................................ 38
C. Subyek Penelitian ............................................................................................ 38
D. Prosedur Pengembangan ................................................................................. 39
A. Hasil Penelitian ............................................................................................... 52
Ganbar 3.1 Modifikasi Model Pengembangan Four D ........................................................44
xii
Tabel 4.2 Rekapitulasi Data Hasil Validasi LKS .....................................................58
Tabel 4.3 Revisi Lembar Kegiatan Siswa ( LKS ) ...................................................59
Tabel 4.5 Rekapitulasi Data Pengamatan Keterlaksana Pembelajaran ....................61
Tabel 4.6 Rekapitulasi Data Hasil Tes Belajar Siswa ..............................................63
xiii
Lampiran 4. Lembar Validasi LKS..........................................................................110
Lampiran 5. Lembar Pembelajaran (Sintak)............................................................116
Lampiran 6. Respon Siswa............. .........................................................................118
Lampiran 10. Hasil LKS.........................................................................................133
Lampiran 13 .Dokumentasi Penelitian..................................................................137
potensi sumber daya manusia siswa dengan cara mendorong dan memfasilitasi
kegiatan belajar. Sebagai warga negara Indonesia pendidikan formal yang wajib
ditempuh adalah wajib belajar 9 tahun dimulai dari pendidikan Sekolah Dasar hingga
pendidikan Sekolah Menengah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman.
Pengalaman dan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari merupakan pendidikan
bagi individu tersebut.1
dan mengembangkan potensi intelektual yang dilaksanakan secara terprogram dan
koordinatif, dimana materi pendidikannya dilaksanakan secara metodis, sistematis,
intensif, efektif dan efisien menurut ruang dan waktu yang telah ditentukan. Dengan
kata lain, penyelenggaraan pendidikan dalam institusi ini dilaksanakan berdasarkan
metode dan sistem yang konkrit.2
Dalam meningkatkan keefektifan pembelajaran biologi dalam pembelajaran
dapat dilakukan dengan pembaharuan perangkat pembelajaran yang diadaptasikan
dengan kemampuan siswa serta tidak hanya mentransfer pengetahuan semata tetapi
1 Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2009), hlm. 1 2 Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jakarta:
Kencana Prenada Media Grup, 2005), hlm. 105
1
2
perangkat pembelajaran yang mendukung untuk meningkatkan kemampuan berpikir
kreatif siswa. Guru harus mampu menggunakan berbagai perangkat pembelajaran
agar siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan menyenangkan. Hal ini dilatar
belakangi bahwa siswa bukan hanya sebagai obyek tetapi juga merupakan subyek
dalam pembelajaran. Siswa harus disiapkan sejak awal untuk mampu bersosialisasi
dengan lingkungannya sehingga berbagai jenis perangkat pembelajaran dapat
digunakan oleh peserta. Guru seharusnya tidak mendominasi kegiatan pembelajaran,
siswa hanya duduk, diam, mendengarkan, mencatat, dan mentaati segala perlakuan
guru.
Lembar Kerja Siswa yang digunakan selama ini, guru hanya menyalin lembar
kerja siswa tahun sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari adanya kesalahan-kesalahan
penulisan lembar kerja siswa masih ada siswa mengikuti pembelajaran yang kurang
aktif, meskipun proses pembelajaran telah dilaksanakan secara berkelompok akan
tetapi pengelompokan tersebut kurang efektif karena tidak tercantumnya langkah-
langkah pembelajaran di dalam Lembar Kerja Siswa.
Ketika proses pembelajaran hanya fokus pada hasil belajar sebagai indikator
ketuntasan belajar, masih didominasi oleh guru sebagai sumber utama pengetahuan,
proses pembelajaran yang kurang bervariasi, dan tidak memiliki pendekatan
pembelajaran saat mengajar, maka siswa kurang tertarik, kurang berminat dan tidak
fokus pada proses pembelajaran yang sedang berlangsung, siswa kurang mendapat
kesempatan untuk menggali pengetahuan dan mengaitkan konsep yang dipelajari.
3
Pembelajaran yang kondisinya seperti ini, guru harus mampu merancang perangkat
pembelajaran yang menjadikan siswa memiliki kemampuan berpikir kreatif.3
Salah satu perangkat pembelajaran yang digunakan adalah Lembar Kerja
Siswa berbasis kooperatif jigsaw. Lembar Kerja Siswa termasuk media cetak hasil
pengembangan teknologi cetak berupa buku, berisi materi visual meliputi ringkasan
materi dan latihan-latihan soal yang disertai pertanyaan untuk dijawab, daftar isian
untuk dilengkapi dan lembar eksperimen. Lembar Kerja Siswa saat ini menempati
posisi penting dalam hal pembelajaran, terutama setelah makin populernya term
pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Student centered learning
menekankan pada aktivitas siswa4.
Lembar Kerja Siswa merupakan materi ajar yang dikemas sedemikian rupa
agar siswa dapat mempelajari materi tersebut secara mandiri. Oleh karena itu dalam
Lembar Kerja Siswa sebaiknya memuat materi yang terstruktur, ringkasan dan tugas
yang berkaitan dengan materi. Penggunaan Lembar Kerja Siswa dalam kegiatan
pembelajaran dapat mendorong siswa untuk mengolah bahan yang dipelajari, baik
secara individu maupun bersama dengan temannya dalam bentuk diskusi kelompok.
Lembar Kerja Siswa juga dapat memberikan kesempatan penuh kepada siswa untuk
mengungkapkan kemampuannya dalam keterampilan pengembangkan proses berpikir
melalui mencari, menebak bahkan menalar5.
3 Akbar, Instrumen Perangkat Pembelajaran, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013), hlm. 21 4 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta : PT. Raja Grafindo, 2006), hlm. 6 5 Ibid., hlm. 7
4
partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi. Dalam sistem
belajar kooperatif siswa belajar bekerja sama dengan anggota lainya. Dalam model
ini siswa memiliki dua tanggung jawab, yaitu mereka belajar dengan dirinya sendiri
dan membantu sesama anggota kelompok untuk belajar.
SMP Negeri Satap Tapinalu merupakan salah satu sekolah yang berada di
Kabupaten Seram Bagian Barat. Pembelajaran di yang diterapkan di sekolah ini
masih menggunakan Kurikulum 2013. Pembelajaran yang dilakukan terpusat pada
buku paket yang tersedia dengan menggunakan model pembelajaran ceramah dan
masih terpusat pada guru.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMP Negeri Satu Atap
Tapinalu Kabupaten Seram Bagian Barat bahwa di sekolah tersebut belum tersedia
Lembar Kerja Siswa berbasis kooperatif jigsaw yang digunakan pada mata pelajaran
biologi terkhusus pada materi sistem pencernaan. Tidak tersedianya Lembar Kerja
Siswa berbasis kooperatif jigsaw ini, diduga menjadi penyebab kurang efektifnya
kegiatan pembelajaran. Hal ini akan berdampak pada rendahnya kualitas kegiatan
eksplorasi untuk membangun pengetahuan siswa melalui pembelajaran langsung.
Olehnya itu, peneliti merancang sebuah perangkat pembelajaran yang
diharapkan dapat mengatasi permasalahan pembelajaran biologi khususnya materi
sistem pencernaan yang dihadapi di lapangan. Adanya perangkat pembelajaran
dengan menggunakan kooperatif jigsaw, diharapkan dapat meningkatkan motivasi
5
belajar siswa, sehingga mencapai hasil yang lebih baik, dan memberikan kemudahan
kepada guru dalam upaya memberikan materi sistem pencernaan.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis
Kooperatif Jigsaw Pada Materi Sistem Pencernaan Untuk Siswa Kelas VIII SMP
Negeri Satap Tapinalu Kabupaten Seram Bagian Barat”.
b. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
a) Bagaimana proses pengembangan Lembar Kerja Siswa berbasis kooperatif
jigsaw pada materi sistem pencernaan untuk siswa Kelas VIII SMP Negeri
Satap Tapinalu Kabupaten Seram Bagian Barat ?
b) Bagaimana kualitas Lembar Kerja Siswa berbasis kooperatif jigsaw yang
dikembangkan pada materi sistem pencernaan untuk siswa Kelas VIII SMP
Negeri Satap Tapinalu Kabupaten Seram Bagian Barat ?
c. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui proses pengembangan Lembar Kerja Siswa berbasis kooperatif
jigsaw pada materi sistem pencernaan untuk siswa Kelas VIII SMP Negeri
Satu Atap Tapinalu Kabupaten Seram Bagian Barat.
6
2. Mengetahui kualitas Lembar Kerja Siswa berbasis kooperatif jigsaw yang
dikembangkan pada materi sistem pencernaan untuk siswa Kelas VIII SMP
Negeri Satu Atap Tapinalu Kabupaten Seram Bagian Barat.
d. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
pengetahuan, peningkatan mutu pendidikan, dan untuk menambah keilmuan
tentang pengembangkan Lembar Kerja Siswa berbasis kooperatif jigsaw pada
materi sistem pencernaan di kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Tapinalu
Kabupaten Seram Bagian Barat.
a. Untuk siswa, siswa mendapatkan pengalaman belajar dan pengetahuan dengan
menggunakan Lembar Kerja Siswa berbasis kooperatif jigsaw materi sistem
pencernaan. Siswa juga terbantu dalam mengatasi kesulitan dalam memahami
materi dan menjadi semakin aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan
melakukan kegiatan yang menyenangkan.
b. Untuk guru, guru menjadi lebih paham tentang media cerita bergambar dan
semakin menyadari pentingnya penggunaan Lembar Kerja Siswa dalam
proses belajar mengajar di kelas. Guru juga mendapatkan pengalaman dalam
pengembangan produk Lembar Kerja Siswa berbasis kooperatif jigsaw untuk
7
membantu kesulitan siswa dalam belajar dan mengajak siswa untuk aktif di
kelas dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan yang ada
pada Lembar Kerja Siswa .
c. Untuk sekolah, sekolah mendapatkan wawasan baru mengenai produk Lembar
Kerja Siswa berbasis kooperatif jigsaw. Dengan demikian, sekolah dapat
mempertimbangkan dan merekomendasikan pengembangan Lembar Kerja
Siswa yang membuat siswa lebih aktif dan kreatif dalam kegiatan belajar.
d. Untuk mahasiswa, memperoleh pengalaman dan wawasan baru dalam
pengembangan produk Lembar Kerja Siswa berbasis kooperatif jigsaw dalam
mempelajari materi sistem pencernaan. Produk Lembar Kerja Siswa yang
dikembangkan memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai cerita
bergambar secara utuh yang dapat menunjang proses belajar mengajar siswa
di kelas.
e. Untuk Lembaga IAIN Ambon, khususnya Program Studi Pendidikan Biologi
memiliki pengalaman penelitian dengan metode Research and Development
yang melibatkan dosen, mahasiswa, guru, dan siswa. Dengan Lembar Kerja
Siswa berbasis kooperatif jigsaw yang telah dikembangkan, divalidasi, revisi,
dan diuji, Lembaga IAIN Ambon memiliki produk Lembar Kerja Siswa
berbasis kooperatif jigsaw yang semakin bervariasi dan beragam.
8
e. Penjelasan Istilah
Agar tidak terjadi penafsiran yang berbeda terhadap judul proposal ini, maka
penulis perlu menjelaskan istilah-istilah sebagai berikut :
1. Pengembangan adalah proses menterjemahkan atau menjabarkan spesifikasi
rancangan kedalam bentuk fitur fisik. Pengembangan secara khusus berarti
proses menghasilkan bahan-bahan pembelajaran.6
2. Lembar Kerja Siswa adalah sumber belajar penunjang yang dapat meningkatkan
pemahaman siswa mengenai materi yang harus dikuasai.7
3. Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah sebuah model belajar yang
menitikberatkan pada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil.
Pembelajaran koopepatif merupakan model belajar dengan cara siswa belajar
dalam kelompok kecil yang terdiri dari empat sampai enam orang secara
heterogen dan siswa bekerja sama dan saling ketergantungan positif dan
bertanggung jawab secara mandiri.
4. Materi sistem perncernaan adalah proses perubahan bahan makanan yang
kompleks menjadi senyawa-senyawa sederhana oleh enzim dalam tubuh.8 Materi
ini dipelajari di SMP/MTs kelas VIII.
6 Alim Sumarno, Penelitian Kausalitas Komparatif, (Surabaya: UNESA, 2012), hlm. 7 Utomo Dananjaya, Media Pembelajaran Aktif, (Bandung: Nuansa, 2011), hlm. 43 8 Diana Puspita & Iip Rohima, Ipa Terpadu, (Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional, 2009), hlm. 85-86
38
produk dalam mencapai tujuan.26 Produk yang dikembangkan dan diuji kevalidan,
keefektifan, dan kepraktisan dalam penelitian ini adalah Perangkat Pembelajaran
biologi pada pendalaman materi sistem pernapasan pada manusia dan hewan dengan
menggunakan model pembelajaran berbasis kooperatif jigsaw. Perangkat
pembelajaran yang dikembangkan meliputi RPP, LKS dan buku siswa.
B. Lokasi dan Subjek Penelitian
1. Waktu Penelitian
2. Tempat Penelitian
KabupatenSeram Bagian Barat.
3. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Tapinalu
yang berjumlah 20 siswa.
26 Wina Sanjaya, Penelitian Pendidikan, Jenis, Metode, dan Prosedur, (Jakarta: Kencana,
2013), cet ke-1, hal 133
38
39
Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pengembangan model 4-D yang dikembangkan oleh Zamdin
Jamdin yang terdiri dari empat tahap pendefenisian (Define), tahap perancangan
(Design) ,tahap pengembangan (Develop) dan tahap penyebaran (Dessiminate).
Tahap-tahap pengembangan perangkat pembelajaran diuraikan sebagai berikut:
a. Tahap Pendefenisian (define)
tahap pendefinisian meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (a) analisis awal; (b)
analisis siswa; (c) analisis konsep/materi; dan (d) perumusan tujuan pembelajaran.
b. Tahap Perancangan (design)
prototipe perangkat pembelajaran. Proses ini terdiri atas :
1) Penyusunan tes. Tes disusun berdasarkan hasil perumusan tujuan
pembelajaran khusus. Tes ini merupakan suatu alat pengukuran terjadinya
perubahan tingkah laku dari diri siswa setelah kegiatan belajar mengajar.
40
2) Pemilihan media yang sesuai tujuan, untuk menyampaikan materi pelajaran.
3) Pemilihan format. Pemilihan format dalam pengembangan perangkat
pembelajaran meliputi pemilihan format untuk merancang isi materi,
pemilihan strategi pembelajaran dan sumber belajar.
4) Rancangan Awal. Rancangan awal yang dimaksud adalah rancangan seluruh
kegiatan yang harus dikerjakan sebelum ujicoba dilaksanakan. Rancangan
awal perangkat pembelajaran meliputi: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP), Buku Siswa, Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Seluruh perangkat
pembelajaran yang dihasilkan pada tahap ini disebut perangkat pembelajaran
prototipe 1.
pembelajaran, terdiri atas:
terhadap komponen petunjuk dan aspek-aspek pengamatan.
b. Lembar angket, meliputi angket respon siswa terhadap pelaksanaan
pembelajaran, angket respon siswa terhadap buku siswa dan angket respon
siswa terhadap LKS.
c. Lembar validasi, meliputi format validasi RPP, format validasi buku siswa,
format validasi LKS, dan format validasi tes hasil belajar
41
pembelajaran model kooperatif jigsaw pada materi perubahan lingkungan. Aktivitas
yang dilakukan pada tahap ini meliputi; (1) validasi perangkat oleh ahli diikuti
dengan revisi, dan (2) uji coba terbatas. Hasil tahap (1) dan (2) digunakan sebagai
dasar revisi.
dan instrumen, serta revisi berdasarkan saran dari validator. Pada tahap validasi
perangkat dan instrument dilakukan oleh ahli. Validasi ahli adalah penilaian
perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan oleh para ahli. Penilaian para
ahli terhadap perangkat pembelajaran meliputi; (1) format tampilan desain, (2)
isi yang disesuaikan dengan taraf pemikiran siswa SMP dan (3) bahasa.
Untuk setiap indikator di atas dibagi menjadi sub-sub indikator sebagai berikut:
1. Indikator desain perangkat pembelajaran terdiri atas; (1) tampilan cover
menarik (2) organisasi penyajian secara umum, (3) tampilan umum
menarik, dan (4) pemilihan gambar telah sesuai.
2. Indikator isi terdiri atas; (1) kedalaman materi, (2) karakteristik masalah,
dan (3) penyajian.
3. Indikator bahasa terdiri atas; (1) kebenaran tata bahasa, (2) kejelasan
definisi tiap terminologi, (3) kesederhanaan struktur kalimat dan (4)
kejelasan petunjuk dan arahan dalam menyelesaikan masalah.
42
Pada tahap ini validator menelaah semua perangkat pembelajaran yang telah
dihasilkan (prototipe 1). Selanjutnya saran-saran dari validator digunakan
sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan revisi. Setelah perangkat
prototipe 1 direvisi, maka diperoleh perangkat pembelajaran prototipe 2.
b. Uji Coba terbatas
Ujicoba terbatas dilakukan hanya satu kali pada satu kelas. Tujuannya untuk
mendapatkan saran dari guru dan siswa dalam rangka revisi perangkat
pembelajaran prototipe 2. Kegiatan pembelajaran pada langkah ujicoba ini
dilakukan oleh guru dikelas. Rangkaian kegiatan ujicoba terdiri atas dua tahap
yaitu (1) pelaksanaan proses pembelajaran (ujicoba perangkat), dan (2) tes akhir
setelah ujicoba selesai. Selanjutnya dilakukan revisi 2 berdasarkan data hasil
ujicoba dan hasilnya diperoleh perangkat pembelajaran prototype 3. Perangkat
pembelajaran prototipe 3 yang telah diujicobakan ini selanjutnya
disosialisasikan atau diterapkan disekolah lain, dan saran dari guru-guru lain
selanjutnya dijadikan pedoman untuk mendapatkan prototipe akh
d. Tahap Penyebaran (Disseminate)
Tahap ini merupakan tahapan penggunaan perangkat yang telah di
kembangkan dan telah di ujicoba pada skala yang lebih luas. Perangkat pembelajaran
yang telah direvisi, kemudian dilakukan penyebaran pada guru-guru dan praktisi
pendidikan. Tujuan tahap ini untuk menguji efektifitas perangkat dalam kegiatan
pembelajaran. Sasaran dari tahap ini adalah dari para guru yang telah mempunyai
43
penyebaran ini digunakan untuk revisi akhir bahan ajar yang dikembangkan.
Berdasarkan empat tahapan pengembangan yang dikemukakan di atas, maka
keseluruhan kegiatan proses pengembangan perangkat pembelajaran dan instrumen
dapat digambarkan pada diagram alur berikut ini:
44
Penyusunan Tes
(Thiagarajani )
yang dikembangkan. Komponen-komponen itu meliputi data kevalidan, kepraktisan
dan keefektivan. kevalidan digunakan untuk mendapatkan data kevalidan masing-
masing jenis perangkat pembelajaran dan instrument yang terkait dan digunakan
untuk mengukur kepraktisan dan keefektivan perangkat pembelajaran. Instrumen
kepraktisan terdiri atas penilaian ahli dan praktisi yang terintegrasi dengan lembar
kevalidan, dan lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran. Instrumen
keefektivan meliputi : lembar pengamatan kemampuan guru mengelola proses
pembelajaran, lembar pengamatan aktivitas siswa, lembar respon siswa terhadap
perangkat pembelajaran, dan instrument tes hasil belajar.
a. Instrumen Validitas Perangkat
Instrumen validasi perangkat pembelajaran digunakan untuk memperoleh data
tentang hasil validasi para ahli mengenai RPP, buku siswa, LKS dan tes hasil belajar
(THB). Validator menuliskan skor yang sesuai dengan memberikan tanda cek pada
baris dan kolom yang sesuai kemudian diminta memberikan kesimpulan penilaian
secara umum tentang RPP, buku siswa, LKS, dan THB dengan kategori sangat valid,
valid, cukup valid, kurang valid dan tidak valid. Pada tes hasil belajar dalam hal ini
kuis tidak divalidasi dengan syarat bahwa tes hasil belajar (kuis) tersebut menjawab
tujuan pembelajaran. Tes hasil belajar belajar yang divalidasi hanya tes hasil belajar
(THB) instrumen pengumpul data.
Instrumen ini digunakan untuk memperoleh data hasil pengamatan terhadap
keterlaksanaan pembelajaran. Penyusunan instrumen didasarkan pada model
pembelajaran yang telah ditetapkan dalam prototype perangkat pembelajaran yang
sedang dikembangkan. Dalam hal ini aspek yang diamati meliputi keterlaksanaan
sintaks-sintaks pembelajaran, interaksi sosial, prinsip reaksi dan ketersediaan
perangkat pembelajaran pendukung. Data dari hasil pengematan keterlaksanaan
pembelajaran merupakan data pendukung kepraktisan perangkat pembelajaran.
Setiap komponen keterlaksanaan pembelajaran diamati dan diberikan skor
dengan rentang nilai 1) tidak terlaksana sama sekali, 2) terlaksana sebagian kecil, 3)
terlaksana sebagian besar, dan nilai 4) terlaksana seluruhnya. Dalam implementasinya,
pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dilakukan oleh pengamat mengikuti
petunjuk yang terdapat pada format lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran.
c. Instrumen Angket Respon Siswa
Data respon siswa terhadap perangkat pembelajaran diperoleh melalui angket.
Ada tiga komponen yang direspon siswa, yaitu (1) pelaksanaan pembelajaran, (2)
buku siswa dan (3) lembar kegiatan siswa, yang digunakan untuk memperoleh data
tentang keefektifan perangkat pembelajaran setelah ujicoba.
1. Angket respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran meliputi; komponen
kegiatan pembelajaran, penyajian pertanyaan, suasana belajar,
penampilan guru, dan cara guru mengajar. Angket ini diberikan kepada
siswa setelah pertemuan terakhir dan diisi sesuai petunjuk yang diberikan.
47
2. Angket respon siswa terhadap buku siswa. Aspek-aspek yang direspon
oleh siswa adalah: bahasa, istilah/notasi, sistematika, kepraktisan dan
penampilan. Angket ini diberikan kepada siswa setelah pertemuan
terakhir dan diisi sesuai petunjuk yang diberikan.
3. Angket respon siswa terhadap LKS. Aspek-aspek yang direspon oleh
siswa adalah: bahasa, penampilan, sistematika, mudah dipahami,
kesesuaian waktu, kesesuaian materi dan saran-saran. Angket ini
diberikan kepada siswa setelah pertemuan terakhir dan diisi sesuai
petunjuk yang diberikan.
terhadap materi yang telah diajarkan. Tes hasil belajar disusun berdasarkan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai.
Tes hasil belajar yang dimaksud adalah tes hasil belajar yang diberikan setelah
pelaksanaan pembelajaran sistem pencernaan pada pada manusia dan hewan dan
diuji cobakan ke siswa. Data uji coba digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk
perbaikan perangkat yang telah disusun.
Tes merupakan salah satu alat untuk mengukur terjadinya perubahan tingkah
laku pada siswa setelah berlangsung serangkaian proses pembelajaran. Perubahan
tingkah laku siswa yang diharapkan berupa proses dan produk, sehingga tes hasil
belajar harus disusun berdasarkan acuan patokan. Tes acuan patokan merupakan alat
48
dirumuskan.
pembelajaran yang berkualitas yang memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan, dan
keefektifan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara statistik
deskriptif
Data hasil validasi para ahli untuk masing-masing perangkat pembelajaran
dianalisis dengan mempertimbangkan masukan, komentar dan saran dari validator.
Hasil analisis dijadikan sebagai pedoman untuk merevisi perangkat pembelajaran.
Kegiatan yang dilakukan dalam proses analisis data kevalidan perangkat
pembelajaran yang meliputi RPP, buku siswa, dan LKS adalah sebagai berikut;
1. Melakukan rekapitulasi hasil penelitian ahli ke dalam tabel yang meliputi:
(1) aspek (Ai), (2) kriteria (Ki), (3) hasil penelitian (Vij);
2. Mencari rerata hasil penelitian ahli untuk setiap kriteria dengan rumus:
n
V
K
n
j
ij
i
n
K
K
n
j
ij
i
n
A
X
n
i
Keterangan :
totalrerataX
ikeaspekrerataAi _
aspekbanyaknyan
5. Menentukan kategori validitas setiap Kriteria iK atau rerata aspek iA atau
rerata total X dengan kategori validasi yang telah ditetapkan.
A
50
6. Kategori validitas setiap kriteria, setiap aspek, atau keseluruhan aspek
ditetapkan sebagai berikut:
3,5 ≤ M ≤ 4 valid
M < 1,5 tidak valid27
Ma = iA untuk mencari validitas setiap aspek
Mtot = X untuk mencari validitas keseluruhan aspek
Kriteria yang digunakan dalam menetapkan bahwa perangkat pembelajaran
memiliki derajat validitas yang memadai adalah nilai X untuk keseluruhan aspek
minimal berada dalam kategori cukup valid dan nilai iA untuk setiap aspek minimal
berada dalam kategori valid. Jika belum valid, dilakukan revisi berdasarkan saran dari
validator atau dengan melihat kembali aspek-aspek yang nilainya kurang. Selanjutnya
dilakukan validasi ulang lalu dianalisis kembali. Demikian seterusnya sampai
memenuhi nilai M minimal berada dalam kategori valid.
8. Analisis Data Kepraktisan Perangkat Pembelajaran
27 Nurdin. dalam zamrin jamdin. Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis kooperatif
tipe STAD pada materi sistem ekskresi untuk siswa SMA.
51
Analisis data kepraktisan perangkat pembelajaran yang diperoleh dari data hasil
pengamatan keterlaksanaan perangkat pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Melakukan rekapitulasi hasil pengamatan keterlaksanaan perangkat
pembelajaran yang meliputi: (1) aspek (Ai), (2) kriteria (Ki)
b. Mencari rerata setiap aspek pengamatan setiap pertemuan dengan rumus:
n
K
A
n
j
ij
mi
ikeaspedalamaspekkriteriabanyaknyan
c. Mencari rerata tiap aspek pengamatan untuk t kali pertemuan dengan
rumus:
t
A
A
t
m
mi
i
1
n
A
X
n
i
keseluruhan aspek dengan mencocokkan rerata setiap aspek iA atau rerata
total X dengan kategori yang telah ditetapkan.
Kategori keterlaksanaan setiap aspek atau keseluruhan aspek
keterlaksanaan perangkat sebagai berikut:
2,5 ≤ M < 3,5 terlaksana dengan baik
1,5 ≤ M < 2,5 terlaksana cukup baik
0,5 ≤ M < 1,5 terlaksana kurang baik
M < 0,5 tidak terlaksana28
28 Isnada. Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis kooperatif tipe NHT dengan
pendekatan CTL pada materi sistem pencernaan untuk siswa SMA. hal. 96
53
Kriteria yang digunakan untuk menetapkan bahwa perangkat pembelajaran
memiliki derajat keterlaksanaan yang memadai adalah nilai X dan
iA minimal
pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Keefektifan perangkat pembelajaran diperoleh dari dua data yaitu; (1) respon
siswa, dan (2) hasil belajar, kemudian dianalisis sebagai berikut :
a. Analisa Hasil Belajar
siswa mencapai KKM.
ditetapkan oleh badan Standar nasional Pendidikan (BSNP), sebagai berikut :
Skor 85 – 100 sangat tinggi
Skor 70 – 84 tinggi
Skor 55 – 69 sedang
Skor 0 – 34 sangat rendah
b. Analisa Data Respon Siswa
Data respon siswa yang diperoleh dibagi atas 3 aspek, yaitu : (1) respon siswa
terhadap pembelajaran, (2) respon siswa terhadap buku siswa dan (3) respon
siswa terhadap LKS. Kegiatan yang dilakukan untuk menganalisis data respon
siswa pada ketiga aspek tersebut relative sama, yakni melalui langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Menghitung banyaknya siswa yang memberi respon positif terhadap tiga
aspek (kegiatan pembelajaran, buku siswa dan LKS) kemudian
menghitung persentasenya.
mencocokkan hasil persentase dengan kriteria yang ditetapkan.
3. Jika hasil analisis belum menunjukkan respon positif, maka dilakukan
revisi terhadap perangkat yang dikembangkan.
Kriteria yang ditetapkan untuk menentukan bahwa siswa memiliki respon
positif terhadap kegiatan pembelajaran, buku siswa dan LKS adalah jika lebih dari 50%
dari mereka memberi respon positif terhadap minimal 70 % dari jumlah aspek yang
ditanyakan. Respon positif siswa terhadap pembelajaran dikatakan tercapai apabila
kriteria respon positif siswa untuk ketiga aspek terpenuhi.
71
pengembangan Four-D yang disesuakan dengan kebutuhan penelitian
dilapangan. Adapun tahap pengembangannya yaitu pendefinisian,
perancangan dan pengembangan.
2. Kualitas lembar kerja siswa yang dihasilkan telah memenuhi kriteria
kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Perangkat lembar kerja siswa
yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dengan nilai 4,6
sangat valid dan kriteria kepraktisan dengan nilai 2,5 terlaksana
dengan baik sedangkan kriteria efektif untuk tes hasil belajar dengan
nilai 79% kriteria tinggi dan respon siswa 70% positif.
71
72
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti melihat adanya respons positif
siswa terhadap Lembar Kerja Siswa berbasis kooperatif jigsaw, maka peneliti
mengajukan saran sebagai berikut:
jigsaw ini sebagai salah satu alternatif srtategi pembelajaran yang dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Bagi peneliti selanjutnya, seharusnya mengkaji lebih dalam pada saat
merancang metode pengembangan, sehingga dihasilkan produk yang lebih
baik sehingga tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan tercapai
sepenuhnya.
pengembangan ini dibatasi hanya pada tahap pengembangan dikarenakan
keterbatasan penulis.
Borg dan Gall. 2003. Educational Research. New York: Longman Inc.
Dananjaya, Utomo. 2011. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Nuansa.
Hamalik, Oemar. 2011. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Isjoni. 2009. Cooperative Learning (Efektivitas Pembelajaran Kelompok). Bandung:
Alfabeta.
Dengan Pendekatan CTL Pada Materi Sistem Pencernaan Untuk Siswa SMA.
Kustandi, Cecep & Bambang Sutjipto. 2013. Media Pembelajaran Manual dan
Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.
Gaung Persada.
Sains dan Matematika Universitas Negeri Surabaya.
Nurdin. Dalam Zamrin Jamdin. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis
Kooperatif Tipe STAD Pada Materi Sistem Ekskresi Untuk Siswa SMA.
Puspita, Diana & Iip Rohima. 2009. IPA Terpadu. Jakarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
Prastowo, Andi. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Tematik: Tinjauan Teoritis Dan
Praktek. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Rusman. 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer Mengembangkan
Profesionalisme Guru Abad. Bandung: Alfabeta.
Sadiman, Arif. 2011. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
74
Kompetensi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sudjana, Nana. 1992. Penilaian Hasil Belajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2006. Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sumarno, Alim. 2012. Penelitian Kausalitas Komparatif. Surabaya: UNESA.
Syah, Muhibbin. 2009. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Suharsimi Arikunto, 2010. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta PT
Rhineka Cipta.
(KTSP). Jakarta: Kencana.
Pustaka.
Bumi Aksara.
Pendidikan Matematika). Jember. Universitas Jember
SISTEM
PENCERNAAN
B
BBBBBBE
BB
KELAS
VIII
BY
PATRIANI
Segala puji hanya milik Allah yang mengusai bumi dan hari pembalasan, atas
nikmat kesehatan yang telah diberikan, sehingga penyusunan LKS ini dapat rampung
dan bisa dipersembahkan kepada siswa- siswi SMP Kelas VIII.
Cakupan materi pada LKS ini penulis sajikan secara sistematis dan
komunikatif. Pada setiap materi penulis lengkapi dengan gambar pembuka pelajaran.
Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada siswa mengenai materi
pembelajaran yang akan dibahas, dan mengajarkan siswa konsep berpikir
konstekstual dan logis sekaligus merangsang cara berpikir lebih dalam. Disamping
itu, penulis juga berusaha menampilkan format yang menarik dan didukung dengan
gambar dan ilustrasi yang mendukung, agar siswa lebih mudah memahami konsep
materi, sesuai dengan tingkat kematangan siswa. Sehingga memberikan dasar-dasar
pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi
masa depan siswa.
penyajian isi maupun teknik penulisan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran
dan masukan sebagai upaya penyempurnaan LKS ini, sehingga buku siswa ini dapat
bermanfaat bagi siswa. Semoga LKS ini dapat bermanfaat .
Penulis,
Patriani
Kata Pengantar
Segala puji hanya milik Allah yang mengusai bumi dan hari pembalasan, atas nikmat
kesehatan yang telah diberikan, sehingga penyusunan LKS ini dapat rampung dan bisa
dipersembahkan kepada siswa- siswi SMP Kelas VIII.
Cakupan materi pada LKS ini penulis sajikan secara sistematis dan komunikatif. Pada setiap
materi penulis lengkapi dengan gambar pembuka pelajaran. Hal ini bertujuan untuk memberikan
gambaran kepada siswa mengenai materi pembelajaran yang akan dibahas, dan mengajarkan siswa
konsep berpikir konstekstual dan logis sekaligus merangsang cara berpikir lebih dalam. Disamping
itu, penulis juga berusaha menampilkan format yang menarik dan didukung dengan gambar dan
ilustrasi yang mendukung, agar siswa lebih mudah memahami konsep materi, sesuai dengan tingkat
kematangan siswa. Sehingga memberikan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan
pengalaman belajar yang bermanfaat bagi masa depan siswa.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan LKS ini, tidak menutup
kemungkinan ditemukan kekurangan atau kekeliruan baik yang menyangkut penyajian isi maupun
teknik penulisan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan masukan sebagai upaya
penyempurnaan LKS ini, sehingga buku siswa ini dapat bermanfaat bagi siswa. Semoga LKS ini
dapat bermanfaat .
o Diskusikanlah setiap kegiatan yang terdapat pada LKS-01 dan LKS-02
serta tulislah hasil diskusi kalian pada tempat yang telah disediakan
o Setiap anggota kelompok diharapkan berpartisipa yang terdapat pada
LKS-01dan LKS-02
pertanyaan karena semua anggota kelompok memiliki kesempatan untuk
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya
kalian berdiskusi dengan teman kalian
ii
Kegiatan 2. Mengamati Tenggorokan ( Esofagus )............................3
Kegiatan 3. Mengamati Lambung ....................................................5
PERTEMUAN 2. Menjelaskan Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Pencernaan
Kegiatan 1. Mengamati Usus Besar .................................................10
Kegiatan 2. Mengamati Anus ..........................................................11
Kesimpulan
Evaluasi
Jawaban
ilmiah dalam kemampuan mengenal
sistem pencernaan pada manusia.
lingkungan hidup,menjaga dan
menyayangi lingkungan sebagai
terhadap data dan fakta ,disiplin,
tanggung jawab, peduli dalam observasi
dan eksperimen, berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan
berargumentasi, peduli lingkungan,
kritis, responsif dalam melakukan
kelas/ laraboratorium maupun diluar
agama yang dianutnya
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ,
santun, responsif ,proaktif dan
sebagai cerminan bangga dalam
dan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait
dan minatnya untuk memecahkan
menggunakan metode sesuai kaidah.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Dalam pembelajarn ini kita akan melaksanakan proses pembelajaran dengan model
pembelajaran berbasis kooperatif jigsaw. Anda diharapkan melaksanakan kegiatan pembelajaran
sesuai dengan petunjuk yang terdapat dalam LKS dan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
jigsaw. Setuju...............!!!
molekul yang lebih kecil, sehingga dapat diserap oleh tubuh melalui
pembuluh darah. Selanjutnya, molekul makanan dari darah nasuk ke dalam
sel melintas membran sel. Molekul yang tidak digunakan dan tidak
dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan dari tubuh melalui sistem ekskresi
seperti keringan dan uren.
dikunyah, dicampur, dan diremas. Pencernaan kimiawi contoh terjadi dalam
mulut,yaitu pada saat makanan dihancurkan oleh gigi. Pencernaa kimiawi
terjadi ketika reaksi kimia yang menguraikan molekul besar.
Pencernaan Mekanik
dengan bantuan alat pencernaan seperti gigi.
Terjadi dirongga mulut dan lambung.
Pencernaan Kimiawi
yang lebih sederhana. Proses ini dibantu oleh enzim pencernaan.
Terjadi dirongga mulut, lambung dan usus halus (duodenum).
Enzim Pencernaan Dan Fungsinya
Enzim dan sekret dilambung
(kasein)
dan gliserol. Sekret yang bukan enzim dihasilkan oleh
lambung.
pepinogen menjadi peptin.
Macam-macam
Pencernaan
2
Mengamati Gambar Tenggorokan
akan masuk kedalam tekak (faring ). Faring adalah saluran
yang memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai
ke permukaan kerongkongan ( Esofagus ).
(kerongkongan ). Otot kerongkongan berkontraksi sehingga
menimbulkan gerakan meramas yang mendorong bolus ke
dalam lambung. Gerakan otot ke kerongkongan itu disebut
gerakan paristaltik.
Perhatikan gambar
disamping dengan
Berdasarkan gambar tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Apa nama bagian yang ditunjukan pada nomor 1, 2, 3 dan 4 serta jelaskan fungsinya
masing-masing !
2. Bagaimana proses makanan masuk dalam tenggorokan ( esofagos
.................................................................................
.................................................................................
.................................................................................
.................................................................................
.................................................................................
............................................
bercampur dengan getah lambung
pepsin, dan enzim renin. HCI berfungsi untuk
menjadikan ruangan dalam lambung bersifat
asam (pH 1-3 ) sehingga dapat membunuh
yang masuk bersama makanan.
bekerja dalam proses pencernaan !
Dalam kegiatan ini kalian di bagi dalam beberapa kelompok dan
akan di ambil satu orang dalam masing-masing kelompok , untuk
membentuk satu kelompok ahli. Kemudian satu orang tersebut akan
menjelaskan materi dari kelompoknya.
5
1. Jelaskan bagaimana proses makanan masuk kedalam usus halus ?
2. Jelaskan 3 bagian-bagian usus yang ditunjukan berikut !
Jawab :
ALAT
PENCERNAAN
halus akan dibawah oleh
pembuluh getah bening dan
Understanding Human Anatomy dan Psikology 5th ed.New York: McGraw
Hill Companie
Francisco:pearson.
Nelson,P.C.2002.Biologycal
physicis:Energy,Information,Life.www.physics.Upenn.
Edu/-pcn/
agama yang dianutnya
jujur, disiplin, tanggung jawab,peduli
dan alam serta dalam menepatkan diri
sebagai cerminan bangga dalam
ilmu
pengetahuan,teknologi,seni,budaya,dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengelolah,menalar,dan menyaji
pengembangan diri yang dipelajarinya
menggunakan metode sesuai kaidah.
5. Mengagumi keteraturan dan
pikir ilmiah dalam kemampuan
rmasalahan lingkungan
PENCAPAIAN KOMPETENSI
Dalam pertemuan ini kita akan melaksanakan proses pembelajaran dengan menarapkan
model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw . Anda diharapkan melaksanakan kegiatan pembelajaran
sesuai dengan petunjuk yang terdapat dalam LKS ini dan sesuai dengan langkah-langkah
pembelajaran Jigsaw. Setuju !!
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah menyimak penjelasan dibawah ini dengan cara
beranalisis.
Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut lakukan kegiatan pembelajaran yang di
sampaikan guru.
Kelainan penyakit apa saja yang dapat terjadi pada sistem pencernaan
manusia ....?
hepatitis, Diare, peritoritis, gastritis, Apenditis, Hemoroid, Konstipasi dan
Maag.
8
Mendatar ), ascendens kolon
bagian dari usus besar ?
2. Jelaskan bagaiman cara
kerja usus halus dalam
zat yang ada dalam tubuh. Anus terdiri atas
beberapa bagian diantaranya rektum, vena dan
otot sphinkter.
1. Jelaskan bagaimana proses kerja anus sebagai organ
pencernaan pada manusia ?
......................................................................................
......................................................................................
......................................................................................
......................................................................................
......................................................................................
......................................................................................
......................................................................................
......................................................................................
....
10
Dalam kegiatan ini kalian di bagi dalam beberapa kelompok dan
akan di ambil satu orang dalam masing-masing kelompok , untuk
membentuk satu kelompok ahli. Kemudian satu orang tersebut akan
menjelaskan materi dari kelompoknya.
11
1. Gastritis
Gastritis adalah suatu peradangan akut atau kronis pada lapisan mukosa (lender) dinding
lambung. Penyebabnya ialah penderita memakan yang mengandung kuman penyakit. Kemungkinan
juga karena kadar asam klorida (HCL) pada lambung terlalu tinggi.
2. Hepatitis
masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan.
3. Diare
Diare dapat terjadi karena adanya iritasi pada selaput dinding usus besar
atau kolon. Fases penderita diare berbentuk encer. Penyebabnya adalah penderita
memakan makanan yang mengandung bakteri atau kuman. Akibatnya gerakan
peristaltic dalam usus tidak terkontrol. .
4. Konstipasi
Konstipasi atau yang sering kita sebut dengan sebutan “sembelit” adalah
keadaan yang dialami seseoang dengan gejala fases mengeras sehingga susah
dikeluarkan. Sembelit disebabkan oleh adanya penyerapan air pada sisia makanan.
Akibatnya, fases kekurangan air dan menjadi keras. Ini terjadi dari kebiasaan buruk
yang menunda-nunda buang besar.
apendiks. Penyebabnya ialah adanya infeksi bakteri pada umbai cacing (usus
buntu). Akibatnya, timbul rasa nyeri dan sakit.
6. Hemeroid/Wasir/Ambeyen
Hemoroid/Wasir/Ambeyen merupakan gangguan pembengkakan pada
pembuluh vena disekitar anus. Orang yang sering duduk dalam beraktivitas dan
ibu hamil seringkali mengalami gangguan ini.
7. Maag
Orang yang mengalami maag memiliki ciri-ciri rasa perih pada dinding
lambung, mual, muntah, dan perut kembung. Gangguan ini disebabkan
meningkatnya kadar asam lambung yang dipicu karena pikiran tegang, pola
makan yang tak teratur, dan lain sebagainya.
9. Tukak Lambung
Tukak lambung adalah salah satu kelainan sistem pencernaan yakni kerusakan
pada selaput lendir. Tukak lambung dapat disebabkan oleh factor-faktor kuman, toksin,
ataupun psikosomatis. Kecemasan, ketakutan, stress, dan kelelahan.
10. Malnutrisi (kurang gizi)
pencernaan. Gangguan tersebut disebabkan oleh sel-sel pancreas atropi yang
kehilangan banyak reticulum endoplasma. Sebagai contoh adalah kwashiorkor, yakni
penyakit akibat kekurangan protein yang parah dan pada umumnya menyerang anak-
lebih sederhana.
1. Mulut
Di dalam mulut terdapat gigi,lidah dan kelenjar air liur (Saliva).air liur
mengandung mukosa atau lendir,senyawa yang berfungsi sebagai anti
bakteri,dan enzim amilase.Enzim ini akan memecah molekul amilum
menjadi molekul maltosa.Di dalam mulut terjadi pencernaan makanan
secara mekanik dan kimiawi.
halus dengan bantuan alat pencernaan seperti gigi
Terjadi di rongga mulut dan lambung
b) Pencernaan Kimiawi
yang lebih sederhana.proses ini dibantu oleh enzim pencernaan
Terjadi di rongga mulut,lambung dan usus halus (duodenum).
2. Kerongkongan (Esofagus)
masuk ke dalam tekak (Faring).Faring adalah saluran yang memanjang
dari bagian belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan
(Esofagus).
terjadi pencernaan mekanis dan kimia.Secara mekanis otot lambung
berkontraksi mengaduk-aduk bolus.
4. Usus halus
pangkreas.
Usus besar berfungsi mengatur kadar air pada sisa makanan.Bila
kadar air pada sisa makanan terlalu banyak,maka dinding usus besar akan
menyerap kelebihan air tersebut.Sebaliknya bila sisa makanan
kekurangan air,maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan
mengeringnya ke sisa makanan.
polunter yang dikendalikan oleh kehendak kita.
3. Kelainan pada sistem pencernaan
Paratitis
Dispagia
Peritonitis
Hepatitis
Konstipasi
Apendisitis
Diare
Hemoroid
17
Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a,b,c
atau d !
a. Tidak semua zat-zat yang ada dalam makanan akan mengalami proses pencernaan zat
dibawah ini yang tidak mengalami pencernaan yaitu....
a. Protein c. Lemak
b. Amilum d. Vitamin
b. Protein pada saluran pencernaan,akan dipecah menjadi senyawa yang di namakan....
a. Kolesterol c. Asam amino
b. Vitamin d. Glukosa
1. Fungsi hati yang berhubungan dengan fungsi pencernaan makanan yaitu....
a. Menghancurkan eritrosi tua c. Menghasilkan sel darah
b. Menetralkan racun d. Menghasilkan empedu
2. Proses pencernaan yang berlangsung dimulut secara kimiawi dan mekanik dengan
enzim sebagai katalisatornya.Didalam mulut zat yang diubah dengan perantaram
enzim yaitu....
3. Pada sistem pencernaan makanan manusia,organ-organ bisa bagi manjadi kelenjer
pencernaan dan saluran pencernaan.Di bawah ini,organ yang termaksud saluran
pencernaan sekaligus kelenjer pencernaan yaitu....
a. Hati dan usus halus c. Lambung dan hati
b. Hati dan pankreas d. Lambung dan usus halus
4. Makanan yang keluar dari lambung dan menuju ke usus halus sebagian sudah
mengalami proses pencernaan.jika seseorang makan bahan makan yang
mengandung....
5. Peradangan pada umbai cacing (apendiks) yang diakibatkan infeksi bakteri
dinamakan....
6. Perhatik an pernyataan berikut !
1) Membantu mengatur posisi makanan ketika dikunyah didalam mulut
2) Membantu menelan makana
4) Peka terhadap panas
a. 1 dan 2 c. 1,2 dan 3
b. 3 dan 4 d. semuanya benar
Evaluasi
18
7. Penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan yodium dalam makanan dan adanya
kandungan kapur yang tertinggi pada air minum dinamakan...........
a. Rabun senja c. Penyakit gondok
b. Penyakit anemia d. Kwasiorkor
8. Berikut ini yang tidak termaksud kelenjer pencernaan yaitu kelenjer....
a. Hati c. Jantung
b. Ludah d. usus
11. Gigi taring berfungsing untuk....
a. Menghaluskan makanan c. Memotong makanan
b. Merobek makanan d. Menyimpan makanan
12. Karbohidrat,lemak dan protein merupakan sumber energi,urutan zat makanan
sebagai penghasil energi tertinggi adalah....
a. Lemak,protein dan karbohidrat c. Karbohidrat,protein dan lemak
b. Protein, lemak dan karbohidrat d. Karbohidrat,lemak dan protein
13. Kangker lambung disebabkan oleh....
a. Alkohol dan merokok c.Tripsin
b. Protozoa dan bakteri d.Kekurangan vitamin
14. Kelenjer ludah mengandung enzim....
a. Pitalin c.Tripsin
b. Amilase d.HCL
b. Membunuh kuman d. Menghaluskan makanan
16. Penyerapan sari makanan pada sistem pencernaan terjadi di....
a. Kerongkongan c. Usus besar
b. Usus halus d. Lambung
17. Penyerapan sari-sari makanan terjadi melalui proses....
a. Difusi dan osmosis c. Osmosis dan adhesi
b. Difusi dan adhesi d. Difusi dan kohesi
18. Peradangan mukosa dilambung disebut juga....
a. Gastritis c. Apendistis
b. Maag d. Konstipasi
Purjiyanti,E.dkk.2007.IPA Terpadu Mader SS,Longenbaker S.2004
Understanding Human Anatomy dan Psikologi 5th ed.New York : McGraw Hill Companie
Malcome, 1990.Ringkasan Biologi.Bandung :Ganeca Exact
Marieb, E.N. dan Hoehn, K, 2012. Human Anatomy and Physiology.san Francisco: pearso
Nelson, P.C.2002. Biologycal Physicis: Energy, Information, Life, www. Physics.Upenn, Edu/-pcn
Parravano, C.dkk.2006. BSCK Biology A Molucul Approach. Ohio: McGraw Hill Companies
Adu untuk SMP Kelas VIII.Jakarta :Erlangga
Daftar Pustaka
21
Patriani, lahir di Telaga Nipa pada tanggal 7 juli 1994 anak ke-lima dari
enam bersaudarah. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Negeri Telaga Nipa pada
tahun 2008.
Kemudian melanjutkan ke sekolah menengah pertama di SMP Negeri Satu
Atap Tapinalu dan lulus pada tahun 2011, dan melanjutkan ke sekolah menengah
Atas ( SMA Negeri 2 Waesala ) dan lulus pada tahun 2014 dan masuk ke perguruan
tinggi IAIN Ambon pada tahun 2014 dan sekarang penulis masih menyelesaikan
studi akhir dengan judul skripsi “ Pengembangan LKS Berbasis Kooperatif Jigsaw
Pada Materi Sistem Pencernaan Untuk Siswa kelas VIII SMP Satu Atap Tapinalu
Seram Bagian Barat”
Kelas/Semester : VIII/I
Pertemuan Ke : 1
A. Standar Kompetensi
B. Kompetensi Dasar
dengan kesehatan
Menyebutkan contoh kelaainan dan penyakit pada sistem pencernaan
yang di jumpai sehari-hari
mengasosiasi siswa dapat:
D. Model dan Metode Pembelajara
Model pembelajaran yang digunakan dalam materi sistem pencernaan
pada manusia, yakni: model kooperatif Jigsaw, Metode yang digunakan adalah
ceramah dan diskusi.
Alat/Bahan : papan tulis, infokus
F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Alokasi waktu
Pendahuluan Memberikan salam pembuka
kesiapan belajarnya
atau beda)
kelompok kerja
papan tulis.
menemukan struktrur maupun bagian-
siswa untuk mempersentasekan gambar
dan jika tidak memahami bisa memberikan
pertanyaan.
pembelajaran.
berdiskusi.
ringkasan materi
penutup.
No Teknik Bentuk Instrumen
Rubrik
2 Tes Unjuk Kerja Tes Uji Petik Kerja dan Rubrik
3 Tes Tertulis Pilihan ganda
4 Paduan Penyusunan Portofolio Panduan Penyusunan Portofolio
b. Contoh Instrumen
Kerjakan soal-soal berikut :
1. Tidak semua zat-zat yang ada dalam makanan akan mengalami proses
pencernaan. Zat di bawah ini yang tidak akan mengalami pencernaan
yaitu….
2. Protein pada saluran pencernaan, akan dipecah menjadi senyawa yang
dinamakan…
b. Vitamin d. Glukosa
3. Fungsi hati yang berhubungan dengan fungsi pencernaan makanan yaitu…
a. Menghancurkan eritrosit tua c. Menghasilkan sel darah
b. Menetralkan racun d. Menghasilkan empedu
4. Proses pencernaan yang berlangsung di mulut secara kimiawi dan mekanik
dengan enzim sebagai katalisatornya. Di dalam mulut, zat yang diubah
dengan perantaraan enzim yaitu….
a. Karbohidrat c. Lemak
b. Protein d. Mineral
5. Pada sistem pencernaan makanan manusia, organ-organ bisa bagi menjadi
kelenjar pencernaan dan saluran pencernaan. Di bawah ini, organ yang
termasuk saluran pencernaan sekaligus kelenjar pencernaan yaitu….
a. Hati dan usus halus c. Lambung dan hati
b. Hati dan pankreas d. Lambung dan usus halus
Tapinalu, 2018
Patriani
Peneliti : Patriani
tanda cak (√) pada tempat yang telah disediakan.
2. Jika Ibu menganggap perlu ada revisi, mohon memberi butir revisi pada
bagian saran.
3. Makna poin validasi adalah 1 (tidak valid); 2 (kurang valid); 3 (cukup
valid); 4 (valid); 5 (sangat valid).
4. Peneliti mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu yang telah
memberikan penilaian serta saran perbaikan.
PENILAIAN
1. Kedudukan materi sesuai dengan KI 1,
KI 2, KI 3, KI 4dan KD sesuai dengan
IPK
kebenaran fakta
materi
tujuan pembelajaran
9. Keruntutan dalam penyampaian materi
10. Materi mudah dipahami
konsep siswa
gambar
evaluasi dan kunci jawaban
Buku siswa ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran di SMP
tanpa revisi
Buku siswa ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran di SMP
dengan
Buku siswa ini tidak layak untuk digunakan dalam pembelajaran di
SMP
KOMENTAR/SARAN
PETUNJUK
5. Mohon bapak/ ibu memberikan penilaian sesuai dengan skala penilaian
yang telah disediakan dengan memberi tanda cak (√) pada tempat yang
telah disediakan.
6. Jika Bapak menganggap perlu ada revisi, mohon memberi butir revisi
pada bagian saran.
7. Makna poin validasi adalah 1 (tidak valid); 2 (kurang valid); 3 (cukup
valid); 4 (valid); 5 (sangat valid).
8. Peneliti mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu yang telah
memberikan penilaian serta saran perbaikan.
PENILAIAN
KI 2, KI 3, KI 4dan KD sesuai dengan
IPK
kebenaran fakta
6. Tingkat kesulitan soal
kontekskehidupan/kognitifsiswa yang
(LKS)
dilengkapi dengan gambar
II NO BAHASA 1 2 3 4
5
Kesimpulan
Buku siswa ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran di SMP tanpa
revisi
Buku siswa ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran di SMP
dengan
revisi sesuai saran
Buku siswa ini tidak layak untuk digunakan dalam pembelajaran di SMP
KOMENTAR/SARAN
Peneliti : Patriani
PETUNJUK
tanda cak (√) pada tempat yang telah disediakan.
10. Jika Bapakmenganggap perlu ada revisi, mohon memberi butir revisi pada
bagian saran.
11. Makna poin validasi adalah 1 (tidak valid); 2 (kurang valid); 3 (cukup
valid); 4 (valid); 5 (sangat valid).
12. Peneliti mengucapkan terimakasih atas kesediaan Bapak/Ibu yang telah
memberikan penilaian serta saran perbaikan.
PENILAIAN
No
Tampilan
2. Tipe huruf yang digunakan terlihat
jelas dan terbaca
materi yang dibahas
adalah kebenaran fakta
lengkapi dengan keterangan gambar
Kesimpulan
LKS ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran di SMP tanpa revisi
LKS ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran di SMP dengan
revisi sesuai saran
LKS ini tidak layak untuk digunakan dalam pembelajaran di SMP
KOMENTAR/SARAN
halaman pada buku siswa sudah
menarik
positif sehingga mampu menarik
seragam dengan gambar
dilengkapi dengan gambar
PETUNJUK !
1. Mohon bapak/ibu berkenan enilaian yang telah disediakan.
2. Beri tanda cek ( ) pada tempat yang tersedia sesuai dengan penilaian
anda !
4 : Terlaksana dengan baik
3 : Terlaksana cukup baik
2 : Terlaksana kurang baik
1 Keterlaksanaan sintak-sintak pembelajaran 1 Memusatkan Perhatian 2 Membagikan siswa dalam beberapa kelompok
Dan menentukan materinya
kelompok
kelompoknya yang sudah dibuat
berdasarkan topiknya masing-masing
topik yang sedang diselidiki
sedang berlangsung, guru bergerak dan menghampiri
dan membimbing siswa tersebut
membuat kegaduhan dalam kelas, guru dengan sabar
membimbing siswa tersebut agar tenang dan fokus
terhadap kegiatan pembelajaran
III Prinsip reaksi
tangan dan menjawab pertanyaan yang diberikan
2 Siswa bertanyaan dan guru menjawab setiap pertanyaan
yang ditanyakan oleh siswa tersebut
3 Ketika kelompok lain mempresentasikan, kelompok lain
mendengarkan saling memberikan
presentasi
3 Buku paduan guru
MATERI SISTEM PENCERNAAN UNTUK SISWA KELAS VIII SMP
NEGERI SATU ATAP TAPINALU KABUPATEN SERAM BAGIAN
BARAT
Nama : ..............................................
Kelas : .............................................
1. Bacalah baik-baik butir pertanyaan dan alternatif jawabanya
2. Isilah semua butir pertanyaan dan jangan sampai ada yang terlewatkan
3. Pilihlah alternatif jawaban yang sesuai dengan pendapat dan keadaan
anda
5. Alternatif jawaban
SS : Sangat Setuju
No Pertanyaan SS S KS TS
1 LKS yang digunakan pada materi sistem pencernaan membuat siswa aktif dalam
pembelajaran
membantu kami untuk mempelajari,
disajikan dalam pemecahan masalah
menggunakan paduan LKS
belajar saya meningkat
berbasis kooperatif jigsaw tertata dengan
baik
kooperatif jigsaw menarik
menyelesaikan permasalah biologi
pembelajaran jika digunakan LKS
berbasis kooperatif jigsaw
Kelas/Semester : VIII/I
Petunjuk Umum :
1. Tuliskan nama, nomor absen, dan kelas anda pada lembar jawaban
2. Soal terdiri dari 10 soal pilihan ganda
3. Pilihlah salah satu jawaban yang tepat
4. Berilah tanda silang (X) pada lembar jawaban sesuai dengan pilihan anda
5. Lembar soal jangan di coret-coret, kembalikan dalam keadaan bersih
seperti semula
7. Selamat mengerjakan semoga sukses
6. Tidak semua zat-zat yang ada dalam makanan akan mengalami proses
pencernaan. Zat di bawah ini yang tidak akan mengalami pencernaan
yaitu….
7. Protein pada saluran pencernaan, akan dipecah menjadi senyawa yang
dinamakan…
d. Vitamin d. Glukosa
8. Fungsi hati yang berhubungan dengan fungsi pencernaan makanan yaitu…
c. Menghancurkan eritrosit tua c. Menghasilkan sel darah
d. Menetralkan racun d. Menghasilkan empedu
9. Proses pencernaan yang berlangsung di mulut secara kimiawi dan mekanik
dengan enzim sebagai katalisatornya. Di dalam mulut, zat yang diubah
dengan perantaraan enzim yaitu….
c. Karbohidrat c. Lemak
d. Protein d. Mineral
10. Pada sistem pencernaan makanan manusia, organ-organ bisa bagi menjadi
kelenjar pencernaan dan saluran pencernaan. Di bawah ini, organ yang
termasuk saluran pencernaan sekaligus kelenjar pencernaan yaitu….
c. Hati dan usus halus c. Lambung dan hati
d. Hati dan pankreas d. Lambung dan usus halus
11. Makanan yang keluar dari lambung dan menuju ke usus halus sebagian
sudah mengalami proses pencernaan. Jika seseorang makan bahan
makanan yang mengandung ...
12. Peradangan pada umbai cacing (apendiks) yang diakibatkan infeksi bakteri
dinamakan….
1) Membantu mengatur posisi makanan kerika dikunyah di dalam mulut.
2) Membantu menelan makanan.
3) Mengecap makanan, yaitu rasa manis, pahit, asin, dan masam.
4) Peka terhadap panas, dingin, dan tekanan.
Yang temasuk fungsi lidah yaitu…
a. 1 dan 2 c. 1, 2, dan 3
b. 3 dan 4 d. Semuanya benar
14. Penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan yodium dalam makanan dan
adannya kandungan kapur yang tinggi pada air minum dinamakan….
a. Rabun Senja c. Penyakit Gondok
b. Penyakit Anemia d. Kwasiorkor
15. Berikut ini yang tidak termasuk kelenjar pencernaan yaitu kelenjar….
a. Hati c. Jantung
b. Ludah d. Usus
2 C Asam amino 1 1
3 D Menghasilkan empedu 1 1
4 A Karbohidrat 1 1
5 D Lambung dan usus halus 1 1
6 C Amilum 1 1
7 D Apenditis (usus buntu) 1 1
8 D Semuanya benar 1 1
9 C Penyakit gondok 1 1
10 C Jantung 1 1
Jumlah 10 10
iA )
b)
n
K
A
n
j
ij
i
iA = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 5 + 5 + 5 + 4
9 _
n
K
A
n
j
ij
i
_
_
iA = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4
10
n
K
A
n
j
ij
i
4
n
A
X
n
i
n
K
A
n
j
ij
mi
5
n
K
A
n
j
ij
mi
4
n
K
A
n
j
ij
mi
n
K
A
n
j
ij
mi
3. Mencari rerata tiap aspek pengamatan untuk tiap kali pertemuan.
t
A
A
t
m
mi
i
1
_
penilaian
Kriteria
menarik
ukuran huruf pada LKS
materi
dilengkapi dengan gambar
4 dan KD sesuai dengan
IPK
4 Kelayakan contoh untuk
bahasa dan ejaan
11 Pemberian latihan soal
dan mudah
4 Valid
Rata – rata 4,25 Sangat valid
Rata-rata Total 4,58 Sangat valid
Lampiran 12
Keterlaksanaan sintak-sintak pembelajaran
Membagikan siswa dalam beberapa
Rata-rata 5 Terlaksana sangat baik
Interaksi sosial
saat diskusi sedang berlangsung,
guru membimbing siswa tersebut
5 Terlaksana sangat baik
siswa saja tetapi ke semua siswa
5 Terlaksana sangat baik
membimbing siswa tersebut agar
pembelajaran
Prinsip reaksi
pertanyaan yang diberikan
kelompok lain mendengarkan dan
Ketersediaan Perangkat Pendukung
Kegiatan pembelajaran dilengkapi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Yusuf SS SS SS S S SS S SS KS TS
2 Tina SS SS S S S SS SS S SS S
3 Fadli S SS S S TS SS SS SS SS SS
4 Nw SS S S SS S S SS SS SS SS
5 Filda S S SS S TS SS SS S KS S
6 ANW S S S S SS SS KS S SS KS
7 WAL SS SS SS SS S TS S S S KS
8 ACD SS SS S S S S SS S KS S
9 LORD S SS S S S TS TS SS TS SS
10 SUS SS SS S SS SS TS TS S TS SS
11 Amina S S SS S S SS SS S SS KS
12 Sinta SS S SS S TS SS SS SS S S
13 Nur SS SS SS SS S S SS S S S
14 Nursin S SS SS TS S SS S S S SS
15 Sania S SS SS SS SS SS KS S S S
16 Yulia SS SS S KS SS S TS SS SS S
17 Rafik S S TS TS SS SS KS SS S S
18 SATD S SS SS SS SS S SS S KS TS
19 MS SS SS S S SS SS SS S S TS
20 SW S S S KS S KS SS S
Jumlah Jawaban
20 20 19 17 17 16 14 19 14 14
Persentase
%
Gambar 1. Papan Nama Sekolah SMP Negeri 1 Atap Tapinalu
Gambar 2. Situasi Pembagian Kelompok Diskusi
Gambar 3. Situasi pembagian angket evaluasi
Gambar 4. Situasi Siswa Mengisi Angket
Gambar 5. Situasi Pengumpulan Angket
1.pdf (p.1-87)
2.pdf (p.88-114)
3.pdf (p.115-142)