Pengembangan Hortikultura

  • View
    2.014

  • Download
    13

Embed Size (px)

Text of Pengembangan Hortikultura

PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

Oleh Prof. Dr Ir Roedhy Poerwanto Laboratorium Produksi Tanaman Departemen Agronomi & Hortikultura , g Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Hambatan Ekspor

Belum terpenuhinya persyaratan SPS (Sanitary andPhytosanitary), kualitas, kuantitas dan kontinuitas produksi terhadap pasar ekspor. Daerah produksi komoditas ekspor sering terpencar dalam skala-skala kecil, sehingga menyulitkan dalam pengumpulan hasil dan menjamin kontinuitas supply. Kurangnya informasi tentang preferensi konsumen pada negara importir (jenis komoditas dan produk, serta kualitasnya) Biaya transportasi udara yang dinilai terlalu tinggi, sehingga tidak sebanding dengan margin yang didapatkan petani/pedagang.

Masalah Mutu Buah Tropika NusantaraHygine Cacat Kulit Memar M Warna yang tidak rata & tidak seragam Tingkat Kematangan Busuk Ukuran Tidak Seragam Citarasa

Masalah (1)Skala & manajemen usaha:

Skala kecil Kurang efisien Kurang mempunyai dayasaing Manajemen kurang profesional P l t sarana & prsarana b k Peralatan, buruk Tenologi maju belum dikuasai petani g j p Sosialisasi tenologi maju perlu ditingkatkan Ketersediaan benih bermutu masih rendah Kualias produk pada umumnya rendah Penyebarluasan & pembinaan penerapan teknologi secaraluas sulit dilakukan K l b Kelembagaan petani masih belum kokoh t i ih b l k k h

Penerapan teknologi maju & kualitas produk:

Masalah (2)Rantai pasar:

Terlalu panjang & tidak transparan Perbedaan harga yang besar antara farm gate dng konsumen Pasokan & harga fluktiatif Akses terhadap informasi pasar tidak dikuasai petani L h posisii tawar petanii Lemahnya i t t Tidak ada kepastian harga di tingkat petani Tarif impor hanya 25% untuk jeruk, lainnya 5-10%, benih 0% Tidak tersedia skim kredit khusus untuk petani hortikultura: Subsidi pertanian telah dihapus sejak tahun 2000 Otonomi daerah: banyak pajak, restribusi & pungutan Hambatan perdagangan global

Peraturan & Kebijakan: j

Masalah (3)Industrialisasi:

Industri pertanian yang berkembang tidak terkait denganp y penyediaan bahan mentah dari dalam negeri g Industri dengan upah buruh murah perlu adanya bahan pangan murah menekan petani agar b ahan pangan murah Sektor pertanian belum disentuh oleh industri

Daya beli konsumen:untuk:

D b li konsumen rendah, sehingga tidak kondusif Daya beli k d h hi tid k k d if penyediaan produk yang dikemas P d k yang sesuai standar & kelas Produk i t d k l

Tantangan (1) Standar kualitas:

Perlu standar kualitas Penyempurnaan & sosialisasi SNI Perlu brand image Perlu penyediaan produk sesuai denganpermintaan pasqar, berkualitas, kontinyu dengan harga layak sosialisasi & penerapan GAP secara luas Penyusunan SOP di setiap sentra produksi Sertifikasi

Tantangan (1)

Nilai tambah:

Bagaimana membagi nilai tambah yangberkeadilan Memperbaiki sistem rantai pasar Tidak terlalu panjang Transparan Didukung penyediaan logistik yang memadai Distribusi yang baik Pergudangan & teknologi penyimpanan & pasca panen yang baik

Tantangan (2) Supply-Chain (Rantai Pasokan):

Belum terwujudnya rantai pasokan yang baik Komunikasi dalam saluran pasar belum baik Sistem aliran informasi antar pelaku pasar belumterbangun Perlu fasilitasi untuk memperbaiki komunikasi & informasi antar pelaku pasar Perlu fasilitasi terjalinnya kemitraan antar pelaku pasar Transparansi antar pelaku bisnis

Tantangan (2)

Informasi:

Peningkatan penyebarluasan informasitentang hortikultura Sebaran lokasi produksi Potensi produksi Waktu panen Volume/kuantitas

Promosi produk hortikultura

Visi Pembangunan Hortikultura 2005-2009 Terwujudnya masyarakat pertanian sejahtera melalui mengembangan produksi hortikultura yang b d berdaya saing dan berkelanjutan i d b k l j t

Misi Misi pembangunan hortikultura adalah:(1) (2) (3) Membina penerapan teknologi untuk meningkatkan produksi yang bermutu & berdaya saing d k i b t b d i Mendorong terciptanya SDM hortikultura yang p profesional & memiliki intergritas moral yang tinggi g y g gg Membina pengembangan kawasan & sentra agribisnis hortikultura sebagai pusat pertumbuhan ekonomi wilayah k i il h Membina kelembagaan & manajemen usaha produksi hortikultura yang efektif, efisien dan profesional Mendorong terciptanya kebijakan & regulasi yang diperlukan dalam pengembangan produksi hortikultura h tik lt

(4) (5)

TujuanTujuan pembangunan hortikultura: T j b h tik lt(1)

(2) (3)

(4) (5)

Meningkatkan produksi dan mutu hortikultura yang aman konsumsi dan berdaya saing Meningkatkan k M i k tk kemampuan & k t ketrampilan SDM il agribisnis hortikultura serta penguatan kelembagaan usaha hortikultura Meningkatkan M i k tk pendapatan petani melalui d t t i l l i pembinaan pengembangan usaha hortikultura yang efisien dengan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan Medorong peningkatan pertumbuhan ekonomi, kesempatan berusaha dan kesempatan kerja di pedesaan Meningkatkan kerjasama lintas instansi dan institusi terkait serta kerjasama internasional untuk mendukung pengembangan hortikultura

Sasaran1. Meningkatnya produksi hortikultura rata-rata 6.30% per tahun 2. 2 Meningkatnya mutu dan daya saing produk hortikultura 3. Meningkatnya kompetensi dan kemampuan usaha SDM hortikultura 4. Meningkatnya kelembagaan usaha hortikultura 5. Terciptanya kebutuhan konsumen dan industri olahan hortikultura yang mutunya tinggi dan aman konsumsi h tik lt t ti id k i 6. Meningkatnya kesempatan kerja, pendapatan petani dan pelaku bisnis, serta pendapatan nasional dari usaha hortikultura

Sub-sistem Hortikultura(1) Sub-sistem agribisnis hulu (up-stream

agribusiness)menghasilkan barang-barang modal bagi pertanian barang barang hortikultura: industri perbenihan/pembibitan, industri i d t i agrokimia (pupuk, pestisida) ki i ( k ti id ) industri mesin dan peralatan pertanian industri pendukungnya.

(2) Sub-sistem usahatani {on-farm agribusiness)kegiatan produksi yang menggunakan barang-barang modal dan sumberdaya alam untuk menghasilkan produk hortikultura primer. Usahatani tanaman buah-buahan, usahatani tanaman sayuran, sayuran Usahatani tanaman bunga & hias usahatani tanaman biofarmaka,

Sub-sistem Hortikultura (3) Sub-sistem pengolahan {down-stream agribusiness)industri yang mengolah komoditas hortikultura primer menjadi produk olahan baik produk antara {intermediate p produce} maupun produk akhir {finish p } p p { product). )

(4) Sub-sistem pemasarankegiatan-kegiatan untuk memperlancar pemasaran g g p p komoditas hortikultura baik segar maupun olahan di dalam dan di luar negeri.

(5) S b i t Sub-sistem jasa jmenyediakan jasa bagi subsistem agribisnis hulu, subsistem usahatani dan subsistem agribisnis hilir.

Komoditas unggulan nasional/daerahTanaman buah

unggulan nasional : pisang, mangga, manqgis, jeruk, durian. Unggulan daerah : salak rambutan duku klengkeng, nangka, salak, rambutan, duku, klengkeng nangkaapel, sirsak, belimbing, jambu, semangka, blewah, nenas, markisa, sawo, anggur, dan pepaya.

Tanaman sayuran

unggulan nasional : kentang, cabe merah, bawang merah, dan. Unggulan daerah : kubis, tomat, jamur, kacang panjang, terong,kangkung, sawi, wortel, waluh, mentimun dan buncis. k k i t l l h ti d b i

Tanaman hias

unggulan nasional : anggrek,. gg gg , Unggulan daerah : bunga potong, tanaman pot, tanaman hiasdaun, tanaman landscape.

Tanaman obat

unggulan nasional : rimpang (jahe, kunyit, kencur, lengkuas) Unggulan daerah : lidah buaya, cabe Jawa, temulawak dan kunyit

Ketersediaan & Konsumsi Hortikultura Komoditas Ketersediaan Hortikultura (Kg/Kapita/Tahun) 2000 1. 1 Buah 2. Sayuran Jumlah 36,96 36 96 31,27 68,23 2001 43,31 43 31 27,98 71,29 2002 50,06 50 06 28,79 78,85 2003 60,83 60 83 35,36 96,19 2004 63,78 63 78 37,49 2005 64,85 64 85 37,30

101,27 102,15

Komoditas K dit

Konsumsi h tik lt K i hortikultura (Kg/Kapita/Tahun) 2002 2003 2004 2005 29,38 29,43 32,89 34,52 62,27 63,95 27,20 33,49 60,69 31,56 35,30 66,86

1. Buah-buahan 2. Sayuran Jumlah

Target Ketersediaan & Konsumsi Hortikultura

Komoditas

Buah-buahan Sayuran y Jumlah Komoditas

Ketersediaan Hortikultura (Kg/Kapita/Tahun) 2006 2007 2008 2009 65,73 66,86 68,87 70,94 37,82 , 43,00 , 47,00 , 50,00 , 103,55 109,86 115,87 120,94 Konsumsi Hortikultura (Kg/Kapita/Tahun) 2006 2007 2008 2009 32,40 35,87 68,27 34,79 36,63 71,42 36,53 37,39 73,12 38,36 38,15 76,51

Buah-buahan Sayuran Jumlah

Pendapatan Domestik Bruto Hortikultura Komoditas Buah-buahan Sayuran S Biofarmaka Tanaman Hias Hortikultura PDB hortikultura (Rp Milyar) 2000 19.079 13.145 13 145 364 2.746 2 746 35.334 2001 19.951 13.786 13 786 383 2.886 2 886 37.006 2002 22.119 13.550 13 550 384 2.622 2 622 38.675 2003 21.149 15.404 15 404 423 3.370 3 370 40.346 2004 22.740 15.336 15 336 534 3.406 3 406 42.016 2005 22.460 16.395 16 395 2.007 3.334 3 334 44.196

Komoditas Buah buahan Buah-buahan Sayuran Biofarmaka Tanaman Hias Hortikultura

PDB hortikultura (Rp Milyar) 2006 2007 2008 2009 23.300 24.426 25.934 27.207 17.069 17.957 18.514 19.452 2.099 2.208 2.372 2.570 4.051 4.281 4.554 4.864 46.519 48.872 51.374 54.093

Perkembangan ProduksiKomoditas Buah-buahan Buah buahan Sayuran Tanaman Hias a. Melati b. Bunga Potong(1) c. Palem(2)(3) d. Dracaena( )

Produksi (000 ton) 2000 8.413 8 413 7.559 2001 9.959 9 959 6.920 2002 11.664 11 664 7.145 2003 13.551 13 551 8.575 2004 14.348 14 348 9.059 2005 14.787 14 787 9.102

15

20

18

16

29

23

102.774 113.942 118.855 115.740 102 774 113 942 118 855 115 740 75