PENGARUH TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER, Kunci: Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK), Kompetensi

  • View
    220

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENGARUH TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER, Kunci: Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK),...

  • ISSN: 2303-1018 E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana

    Vol.13.3 Desember (2015): 1137-1163

    1137

    PENGARUH TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER,

    KOMPETENSI AUDITOR, DAN KECERDASAN SPIRITUAL PADA

    KUALITAS AUDIT BPK BALI

    I Ketut Januraga1

    I Ketut Budiartha2

    1Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia

    e-mail: Januraga15@gmail.com / telp: +6281239980148 2Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia

    ABSTRAK

    Hasil pemeriksaan audit berupa temuan audit oleh BPK RI menunjukkan kemampuan

    auditor dalam mendeteksi kesalahan yang terdapat dalam laporan keuangan yang

    menunjukkan semakin bagusnya kualitas audit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

    pengaruh TABK, Kompetensi auditor, Kecerdasan Spiritual pada Kualitas Audit.

    Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode sampel jenuh. Data dikumpulkan

    menggunakan metode survei dengan kuesioner. Data responden yang dapat diolah adalah

    43 jawaban responden. Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen variabel-variabel yang

    digunakan pada penelitian ini memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang dapat

    diterima. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil

    analisis regresi linier berganda dengan mengamati nilai Adjusted R2, menunjukkan bahwa

    variabel kualitas audit dapat dijelaskan oleh variabel TABK, Kompetensi auditor,

    Kecerdasan Spiritual sebesar 48,80%. Pengujian hipotesis dengan uji statistik t

    menunjukkan bahwa variabel TABK, kompetensi auditor, kecerdasan Spiritul berpengaruh

    positif signifikan pada kualitas audit.

    Kata Kunci: Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK), Kompetensi Auditor,

    Kecerdasan Spiritual, Kualitas Audit

    ABSTRACT

    The results of such audit examination by the BPK audit findings demonstrate the ability of

    auditors to detect errors contained in the financial statements that shows the good quality

    of the audit. This study aims to determine the effect TABK, auditor competence, Spiritual

    Intelligence on Audit Quality. The sampling method used in this study sample is saturated.

    Data were collected using a questionnaire survey method. Respondent data that can be

    processed is 43 respondents. Testing the validity and reliability of the instrument variables

    used in this study have high levels of validity and reliability that can be accepted. Data

    analysis technique used is multiple linear regression analysis. Results of multiple linear

    regression analysis by observing the Adjusted R2 value, indicating that the variable quality

    of the audit can be explained by the variable TABK, auditor competence, Spiritual

    Intelligence at 48.80%. Hypothesis testing with statistical t test showed that the variables

    TABK, auditor competence, intelligence Spiritul significant positive effect on audit quality.

    Keywords: Computer Assisted Audit Techniques, Competence Auditor, Spiritual

    Intelligence, Quality Audit

  • I Ketut Januraga dan I Ketut Budiartha. Pengaruh Teknik Audit Berbantuan ....

    1138

    PENDAHULUAN

    Otonomi Daerah dan Reformasi Keuangan yang telah dilakukan mulai

    awal tahun 2000 telah menghasilkan perubahan iklim pemerintahan. Akuntabilitas

    dan transparansi menjadi bahasa yang dijunjung tinggi dalam penyelenggaraan

    pemerintah, walaupun masih dalam taraf munculnya kesadaran pentingnya

    pertanggungjawaban. Hal ini perlu dihargai sebagai bentuk kemajuan dalam

    rangka menciptakan pemerintahan yang bersih.

    Menurut Mardiasmo (2005:17) terdapat tiga aspek utama yang mendukung

    terciptanya pemerintahan yang baik (good governance) yaitu pengawasan,

    pengendalian dan pemeriksaan. Pemeriksaan (audit) merupakan kegiatan yang

    dilakukan oleh pihak yang memiliki keahlian untuk memeriksa apakah hasil

    kinerja pemerintah telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Badan

    Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) adalah lembaga negara yang

    bertugas untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara

    sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

    Tahun 1945 (Undang-undang nomor 15 tahun 2006, Ketentuan Umum).

    Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam melakukan tugasnya

    berpedoman pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). Standar

    Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) memuat persyaratan profesionalisme

    pemeriksa, mutu pemeriksaan, dan persyaratan laporan pemeriksaan yang

    profesional. Pelaksanaan pemeriksaan yang didasarkan pada standar pemeriksaan

    akan meningkatkan kredibilitas informasi yang dilaporkan atau diperoleh dari

  • ISSN: 2303-1018 E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana

    Vol.13.3 Desember (2015): 1137-1163

    1139

    entitas yang diperiksa melalui pengumpulan dan pengujian bukti secara obyektif

    (SKPN, 2007).

    Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) dapat menjalankan perekaman,

    pengolahan, pertukaran, pemanfaatan dan pemantauan data dari berbagai pihak,

    dalam rangka melakukan tugas pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara

    secara elektronik. Hal tersebut secara langsung akan mempengaruhi kualitas

    pemeriksaan menjadi semakin efektif dan efisien (Alvita, 2011).

    Hasil pemeriksaan audit berupa temuan audit oleh BPK RI menunjukkan

    kemampuan auditor dalam mendeteksi kesalahan yang terdapat dalam laporan

    keuangan yang menunjukkan semakin bagusnya kualitas audit. Pemakai laporan

    keuangan menaruh kepercayaan yang besar terhadap hasil pekerjaan auditor

    dalam mengaudit laporan keuangan. Kepercayaan yang besar dari pemakai

    laporan keuangan auditan dan jasa yang diberikan auditor mengharuskan auditor

    memperhatikan kualitas audit yang dilakukannya (Siti, 2010).

    De Angelo (1981) dalam Watkins et al (2004) mendefinisikan kualitas

    audit sebagai kemungkinan bahwa auditor akan menemukan dan melaporkan

    pelanggaran dalam sistem akuntansi klien. Temuan pelanggaran mengukur

    kualitas audit berkaitan dengan pengetahuan dan keahlian auditor. Probabilitas

    untuk menemukan pelanggaran tergantung pada kemampuan teknis auditor, (Deis

    dan Giroux, 1992 dalam Batubara, 2008). Kualitas audit ini menjadi penting

    karena dengan kualitas audit yang baik maka akan dihasilkan laporan keuangan

    yang dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan.

  • I Ketut Januraga dan I Ketut Budiartha. Pengaruh Teknik Audit Berbantuan ....

    1140

    Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) adalah penggunaan

    komputer dalam kegiatan pemeriksaan. TABK merupakan alat yang membantu

    pemeriksa dalam mencapai tujuan pemeriksaan. Secara lebih spesifik, TABK

    mengacu pada prosedur pemeriksaann khusus untuk menguji dua komponen

    teknologi informasi, yakni: (1) data, dan (2) program. TABK yang digunakan

    untuk menguji data dikelompokkan dalam: perangkat lunak penginterograsi

    berkas (file interrogation software) dan System Control Audit Review File

    (SCARF). Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) yang digunakan untuk

    menguji program diantaranya adalah reviu program (program review),

    pembandingan kode (code comparison), dan simulasi parallel (parallel

    simulation).

    Fenomena di atas mendorong badan pemeriksa yang independen dalam hal

    ini Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk

    menggunakan software yang membantu kerja audit dalam menyelesaikan tugas

    auditnya dengan berbantuan komputer. Mulai dari programprogram audit yang

    dihasilkan komputer sampai kemampuan software audit dalam melakukan

    pengujian seluruh populasi terhadap data klien, sehingga keberadaan teknologi

    informasi merupakan hal yang mendasar bagi akuntan untuk dapat memahami

    proses bisnis klien dan mengahadapi lingkungan audit yang tanpa kertas

    (paperless audit). Menurut Suleyman dan Gonen (2012) memanfaatkan kemajuan

    teknologi informasi mengharuskan persiapan dokumen dan pengaturan catatan

    akuntansi dilaksanakan secara elektronis.

  • ISSN: 2303-1018 E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana

    Vol.13.3 Desember (2015): 1137-1163

    1141

    AAA Financial Accounting Commite (2000) dalam Christiawan (2003)

    menyatakan bahwa kualitas audit ditentukan oleh salah satu hal yaitu kompetensi.

    Kompetensi tersebut memberikan pengaruh langsung terhadap kualitas audit.

    Saifuddin (2004) mendefinisikan bahwa seorang yang berkompeten adalah orang

    yang dengan keterampilannya mengerjakan pekerjaan dengan mudah, cepat,

    intuitif dan sangat jarang atau tidak pernah membuat kesalahan. Sri Lastanti

    (2005) mengartikan kompetensi sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan

    dan ketrampilan prosedural yang luas yang ditunjukkan dalam pengalaman audit.

    Penelitian yang dilakukan oleh Libby dan Frederick (1990) dalam Kusharyanti

    (2003) menemukan bahwa auditor yang berpengalaman mempunyai pemahaman

    yang lebih baik atas laporan keuangan

    Pada saat kondisi tertentu auditor akan mengalami konflik organisasional-

    profesional baik yang berpengaruh dalam lingkungan maupun di luar lingkungan

    yang dapat menimbulkan stress. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan

    kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi

    persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan inti menempatkan perilaku dan

    hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan lebih kaya, kecerdasan untuk

    menilai bahwa tindakan