16
Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 1 PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN PREMI, DAN PEMBAYARAN KLAIM TERHADAP ROA (SUATU SURVEY PADA PERUSAHAAN ASURANSI UMUM TERCATAT DI BEI) Mohammad Johny 1 Bambang Purwoko 2 Endang Etty Merawaty 3 1 Magister Manajemen Keuangan Universitas Pancasila 2 3 Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Pancasila *Korespondensi: [email protected] Abstract This study aims to analyze the effect of simultaneous and partial Gross Premium, Claim Reserves, Premium Reserves, and Claim Payment on ROA. The sample used was ten general insurance companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Processing data with Eviews 9.5, resulting in Gross Premiums having a positive and significant effect on ROA. Claim reserves have a negative and significant impact on ROA. Premium reserves have a positive, not significant effect on ROA. Claim Payment has a negative and significant effect on ROA. Keywords: Gross Premium, Claim Reserves, Premium Reserve, Claim Payment, ROA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh secara simultan dan parsial Premi Bruto, Cadangan Klaim, Cadangan Premi, dan Pembayaran Klaim terhadap ROA. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 perusahaan asuransi umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengolahan data dengan eviews versi 9, menghasilkan Premi Bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Cadangan Klaim berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Cadangan Premi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ROA. Pembayaran Klaim berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Kata Kunci: Premi Bruto, Cadangan Klaim, Cadangan Premi, Pembayaran Klaim, ROA.

PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

  • Upload
    others

  • View
    16

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 1

PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN PREMI,

DAN PEMBAYARAN KLAIM TERHADAP ROA

(SUATU SURVEY PADA PERUSAHAAN ASURANSI UMUM TERCATAT DI BEI)

Mohammad Johny1 Bambang Purwoko

2 Endang Etty Merawaty

3

1Magister Manajemen Keuangan Universitas Pancasila

2 3Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Pancasila

*Korespondensi: [email protected]

Abstract

This study aims to analyze the effect of simultaneous and partial Gross Premium, Claim

Reserves, Premium Reserves, and Claim Payment on ROA. The sample used was ten general

insurance companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Processing data with Eviews

9.5, resulting in Gross Premiums having a positive and significant effect on ROA. Claim

reserves have a negative and significant impact on ROA. Premium reserves have a positive,

not significant effect on ROA. Claim Payment has a negative and significant effect on ROA.

Keywords: Gross Premium, Claim Reserves, Premium Reserve, Claim Payment, ROA

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh secara simultan dan parsial Premi Bruto,

Cadangan Klaim, Cadangan Premi, dan Pembayaran Klaim terhadap ROA. Sampel yang

digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 perusahaan asuransi umum yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia. Pengolahan data dengan eviews versi 9, menghasilkan Premi Bruto

berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Cadangan Klaim berpengaruh negatif dan

signifikan terhadap ROA. Cadangan Premi berpengaruh positif namun tidak signifikan

terhadap ROA. Pembayaran Klaim berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA.

Kata Kunci: Premi Bruto, Cadangan Klaim, Cadangan Premi, Pembayaran Klaim, ROA.

Page 2: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 2

LATAR BELAKANG

Usaha Perasuransian adalah segala usaha menyangkut jasa pertanggungan atau

pengelolaan risiko, pertanggungan ulang risiko, pemasaran dan distribusi produk asuransi atau

produk asuransi syariah, konsultasi dan keperantaraan asuransi, asuransi syariah, reasuransi,

atau reasuransi syariah, atau penilaian kerugian asuransi atau asuransi syariah. Usaha

Asuransi Umum adalah usaha jasa pertanggungan risiko yang memberikan penggantian

kepada pemegang polis terbkarena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan

keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita

pemegang polis atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti

(Undang-Undang Republik Indonesia, 2014, p. 3).

Jumlah perusahaan perasuransian yang memiliki izin usaha untuk beroperasi di

Indonesia per 31 Desember 2017 adalah 391 perusahaan, terdiri dari 152 perusahaan asuransi

dan reasuransi serta 239 perusahaan penunjang usaha asuransi (tidak termasuk Konsultan

Aktuaria dan Agen Asuransi). Perusahaan asuransi dan reasuransi terdiri dari 61 perusahaan

asuransi jiwa, 79 perusahaan asuransi umum, 7 perusahaan reasuransi, 2 badan penyelenggara

program jaminan sosial, dan 3 perusahaan penyelenggara asuransi wajib. Perusahaan

penunjang usaha asuransi terdiri dari 169 perusahaan pialang asuransi, 43 perusahaan pialang

reasuransi, dan 27 perusahaan penilai kerugian asuransi (Otoritas Jasa Keuangan, 2018, pp. 3-

4).

Asuransi sebagai suatu perusahaan juga membuat laporan keuangan untuk

menunjukan informasi dan posisi keuangan yang disajikan untuk pihak-pihak yang

berkepentingan. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi

keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar

kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 62 Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

merupakan pedoman atau petunjuk umum dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan

bagi perusahaan di Indonesia agar laporan keuangan dapat dimengerti dan diperbandingkan

serta tidak menyesatkan bagi pihak-pihak yang memakai laporan keuangan tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut didalam Standar Akuntansi Keuangan memuat pernyataan

mengenai hal-hal yang diatur agar penyusunan laporan keuangan dapat disajikan dengan baik.

Standar Akuntansi Keuangan memuat konsep dasar, metode dan teknik akuntansi yang

merupakan panduan dalam penyusunan laporan keuangan khususnya yang ditujukan kepada

pihak-pihak luar seperti investor, kreditor, pemerintah, maupun masyarakat. Dalam akuntansi,

prinsip akuntansi yang diterima umum adalah istilah yang digunakan secara luas pada konsep

atau pedoman dan praktek terinci. Menurut Harahap (1993 : 69) : Prinsip akuntansi mencakup

konvensi, peraturan dan prosedur yang ada disusun dan disyahkan oleh lembaga resmi pada

saat tertentu, prinsip ini merupakan konsensus pada kala itu tentang pencatatan sumber-

sumber ekonomis kewajiban, modal, hasil, biaya, dan perubahannya. Dalam prinsip ini

dijelaskan apa yang dicatatnya dan bagaimana mengungkapkannya dalam laporan keuangan

yang disajikan. PSAK 62: Kontrak Asuransi merupakan Standar Akuntansi Keuangan yang

bersifat temporer dan tidak dimaksudkan untuk mengubah secara signifikan pengaturan dan

praktik akuntansi asuransi yang selama ini dilakukan oleh asuradur.

Penerapan PSAK 62 (yang diadopsi dari IFRS 4 Insurance Contract) dilengkapi

dengan PSAK 28: Akuntansi Asuransi Kerugian dan PSAK 36: Akuntansi Asuransi Jiwa.

Kedua PSAK tersebut memberikan panduan yang lebih spesifik terkait dengan pengakuan dan

Page 3: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 3

pengukuran pendapatan, beban, dan liabilitas yang timbul dari kontrak asuransi. Suatu

kontrak yang telah didefinisikan sebagai kontrak asuransi berdasarkan definisi peraturan

perundang-undangan yang berlaku di Indonesia mungkin saja diklasifikasikan sebagai kontrak

investasi berdasarkan PSAK 62: Kontrak Asuransi. Pengertian suatu kontrak sebagai kontrak

asuransi atau kontrak investasi, sebagaimana yang diatur dalam PSAK 62, ditujukan untuk

menentukan perlakuan akuntansi yang diterapkan asuradur dalam rangka penyusunan dan

penyajian laporan keuangan untuk tujuan umum dan tidak dimaksudkan untuk tujuan

penentuan.

Definisi jenis kontrak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di

Indonesia. Secara umum hal yang diatur dalam PSAK 62 adalah sebagai berikut: 1.Ruang

lingkup PSAK 62 mengatur mengenai kontrak asuransi, sehingga entitas yang mempunyai

kontrak asuransi menerapkan PSAK 62 dan entitas tersebut tidak hanya perusahaan asuransi.

Selain itu untuk instrumen keuangan yang mempunyai fitur partisipasi tidak mengikat juga

masuk dalam ruang lingkup PSAK Derivatif melekat Dalam PSAK 55 :Instrumen Keuangan:

Pengakuan dan Pengukuran mensyaratkan entitas untuk memisahkan beberapa derivatif

melekat dari kontrak utamanya. Namun, jika derivatif melekat itu adalah kontrak asuransi

maka harus menerapkan PSAK Pemisahan komponen deposit Dalam kontrak asuransi

mengandung komponen deposit ataupun komponen asuransi, insurer diisyaratkan untuk

memisahkan komponen deposit dan komponen asuransi. Namun, pemisahan ini tidak

diharuskan bagi insurer yang tidak dapat mengukur komponen deposit secara terpisah sesuai

persyaratan PSAK Tes kecukupan liabilitas Di dalam PSAK 62, insurer di isyaratkan untuk

melakukan tes kecukupan liabilitas atas kontrak asuransi. Insurer menilai pada setiap akhir

periode pelaporan apakah liabilitas asuransi yang diakui telah mencukupi dengan

menggunakan estimasi kini atas arus kas masa depan terkait dengan kontrak asuransi. Jika

penilaian tersebut menunjukkan bahwa nilai tercatat liabilitas asuransi (dikurangi dengan

biaya akuisisi tangguhan terkait dan aset tak berwujud terkait) tidak mencukupi.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 36 memberikan panduan yang

lebih spesifik terkait dengan pengakuan dan pengungkapan pendapatan, beban, dan liabilitas

yang timbul dari kontrak asuransi sehingga dapat membantu perusahaan asuransi jiwa untuk

dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan pendapatan, beban dan liabilitas serta

bagaimana perlakuannya agar pendapatan yang disajikan dalam laporan keuangan adalah

benar-benar pendapatan yang sebenarnya, sehingga daftar laba/rugi dan neraca tidak

menyesatkan bagi pemakainya.

Asuransi umum memberikan jaminan perlindungan ekonomi dari kejadian risiko yang

teridentifikasi atau ditemukan dalam jangka waktu tertentu. Produk asuransi umum adalah

produk yang unik dimana pembayaran klaim dalam bentuk perlindungan nilai ekonomi ini

sering tidak diketahui sampai masa pertanggungan berakhir, sedangkan pembayaran premi

oleh pemegang polis diterima sebelum masa pertanggungan. Risiko yang teridentifikasi

tersebut antara lain risiko hilangnya harta benda, adanya tuntutan dari pihak lain, kebakaran,

sakit, memberikan jaminan perlindungan ekonomi terhadap kerugian keuangan akibat suatu

risiko yang kemungkinan akan terjadi kecelakaan dan lain-lain. Inilah sebabnya, mengapa

asuransi umum merupakan suatu sistem perlindungan yang sangat penting karena akan terjadi

(Nissim, 2010).

Beberapa hasil penelitian mengenai profitabilitas menyatakan bahwa terdapat

pengaruh secara signifikan dan positif Volume Modal terhadap Profitabilitas sedangkan Rasio

Kerugian dan Rasio Leverage menunjukkan pengaruh negatif tetapi signifikan terhadap

Page 4: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 4

Profitabilitas (Malik, 2011). Menurut Yusuf & Dansu (2014), Profitabilitas berkorelasi

langsung dengan Klaim Bersih dan Rasio Beban tetapi berkorelasi terbalik dengan Laba Rugi.

Demikian juga menurut Mwangi & Murigu (2015), Profitabilitas memiliki pengaruh positif

terhadap Leverage, Modal, Indeks Kompetensi Manajemen dan Ukuran memiliki pengaruh

negative terhadap Struktur Kepemilikan. Sekalipun banyak perusahaan asuransi telah

menerapkan pemenuhan Modal Berbasis Risiko sebesar 120%, akan tetapi penetapan rasio

tersebut masih dirasa memberatkan (Merawati & Hatta, 2015).

Hasil penelitian Basuki (2017) menunjukkan bahwa secara simultan underwriting

berpengaruh terhadap profitabilitas melalui pendapatan premi, cadangan teknis dan investasi.

Secara parsial underwriting berpengaruh terhadap cadangan teknis melalui pendapatan premi.

Underwriting berpengaruh terhadap investasi melalui pendapatan premi. Underwriting

berpangaruh terhadap profitabilitas melalui pendapatan premi dan cadangan teknis.

Underwriting berpengaruh terhadap profitabilitas melalui pendapatan premi dan investasi.

Dapat disimpulkan bahwa underwriting berpengaruh terhadap profitabilitas melalui

pendapatan premi, cadangan teknis, dan investasi pada perusahaan asuransi umum di

Indonesia.

Ilmu aktuaria memegang peranan penting dalam analisis dan pengelolaan risiko

finansial yang disebabkan oleh peristiwa aktuaria (actuarial events). Variabel risiko yang

menjadi perhatian dalam ilmu aktuaria adalah peluang terjadinya suatu klaim atau event yang

menjadi perhatian (occurrence), kapan terjadinya suatu klaim (timing), dan biaya yang

ditimbulkan akibat klaim tersebut (severity) (Klugman, Panjer, dan Willmot, 2004).

Berdasarkan variabel resiko tersebut, maka seorang aktuaris harus dapat menghitung dengan

tepat premi yang dibayarkan pihak pemegang polis sesuai dengan kondisi pemegang polis

sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian yang disebabkan premi terlalu rendah atau

kehilangan pelanggan karena premi yang terlalu tinggi. Menghitung premi dengan tepat

tersebut memenuhi rasa keadilan dan kewajaran terhadap: (1) pemegang saham (pemilik); (2)

nasabah; (3) pegawai perusahaan; dan broker asuransi.

Status Aktuaris yang ditunjuk apakah dari internal perusahaan asuransi atau dari

konsultan akan mempengaruhi dalam menentukan keakuratan cadangan (Kelly, Kleffner, &

Li, 2012, p. 285). Independensi Aktuaris sangat penting dalam menjaga cadangan yang

akurat, di mana independensi ini diatur sendiri oleh Lembaga Profesional Aktuaria (Kamiya

& Milidonis, 2018, p. 1055). Konsultan aktuaria yang beroperasi dan memberikan jasa

aktuaria kepada perusahaan umum, asuransi dan dana pensiun dalam rangka pembentukan

dan pengelolaan suatu program asuransi dan program pensiun. Konsultan aktuaria sendiri

tidak dapat dipisahkan dari profesi seorang aktuaris. Persoalan aktuaria umumnya

menyangkut analisa atas estimasi kejadian di masa depan yang dapat memberi dampak

finansial, seperti misalnya nilai sekarang dari janji pembayaran di masa mendatang atau

durasi atas sebuah kontrak dengan waktu yang bersifat tidak pasti. Sampai saat ini di

indonesia profesi aktuaris adalah profesi yang langka dan sangat di butuhkan dalam industri

perasuransian. Data dari OJK, sampai akhir tahun 2015 di Indonesia kekurangan sekitar 700

orang aktuaris untuk kebutuhan industri (aktuaris.org).

Premi yang telah terkumpul di perusahaan asuransi umum tersebut akan digunakan

untuk membayar uang pertanggungan. Dalam jangka waktu tertentu, pendapatan yang

diperoleh perusahaan asuransi dari premi plus hasil investasi biasanya akan jauh lebih besar

dari jumlah uang pertanggungan yang harus dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada

pihak pemegang polis. Kelebihan dana ini kemudian disimpan sebagai cadangan premi.

Page 5: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 5

Cadangan premi tersebut digunakan untuk membayar uang pertanggungan jika terjadi klaim

dan apabila premi yang dimiliki perusahaan tidak mencukupi untuk membayar uang

pertanggungan tersebut sehingga perusahaan asuransi tidak kesulitan membayarnya.

Perusahaan asuransi tidak sedikit yang mengalami kerugian yang disebabkan karena

perusahaan tersebut tidak tepat dalam mengatur cadangan preminya. Akibatnya, perusahaan

asuransi tidak mampu membayar klaim kepada pihak pemegang polis ketika jumlah klaim

yang diajukan pihak pemegang polis ternyata melebihi jumlah klaim yang telah diprediksi

sebelumnya. Keadaan ini dapat diantisipasi jika perusahaan asuransi jiwa memiliki dana

cadangan premi yang telah disiapkan dan dihitung dengan tepat.

Klaim dalam operasional asuransi memiliki masalah ekonomi yang serius untuk

industri dan negara secara keseluruhan, jika tidak dikelola dengan baik, oleh karena itu ada

kebutuhan untuk mengelola klaim dengan benar. Bagaimana pemegang kebijakan yang

berhak atas pengelolaan/penanganan klaim selama periode penyelesaian sangat penting bagi

regulator dan industri secara keseluruhan. Layanan yang diberikan selama proses klaim akan

menentukan sikap nasabah terhadap penanggung dan produk mereka setelah layanan (Quist,

2018, p. 3). Klaim asuransi merupakan tuntutan dari pihak pemegang polis sehubungan

dengan adanya kontrak perjanjian antara asuransi dengan pihak pemegang polis yang masing-

masing pihak mengikatkan diri untuk menjamin pembayaran ganti rugi oleh penanggung jika

pembayaran premi asuransi telah dilakukan oleh pihak pemegang polis, ketika terjadi musibah

yang diderita oleh pihak pemegang polis (Handayani, 2017).

Pokok Permasalahan Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dilakukan banyak faktor yang mempengaruhi

profitabilitas asuransi umum Tbk, maka perlu dilakukan pembatasan masalah agar terfokus

yang menjadi kajian dalam penelitian ini. Melalui pertimbangan dimaksud maka penelitian ini

membatasi pada: Premi Bruto, Cadangan Premi, Cadangan Klaim, Pembayaran Klaim, dan

ROA.

Tujuan Penelitian

1. Untuk menganalisis pengaruh positif signifikan Premi Bruto, Cadangan Klaim, Cadangan

Premi, dan Pembayaran Klaim terhadap ROA.

2. Untuk menganalisis pengaruh positif & signifikan Premi Bruto Terhadap ROA.

3. Untuk menganalisis pengaruh negatif & signifikan Cadangan Klaim terhadap ROA.

4. Untuk menganalisis pengaruh negatif & signifikan Cadangan Premi terhadap ROA.

5. Untuk menganalisis pengaruh negatif & signifikan Pembayaran Klaim terhadap ROA.

KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS

Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau

bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti,

kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak

dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana

melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis

yang menjamin perlindungan tersebut.

Premi adalah sejumlah uang yang dibayarkan oleh pihak tertenggung dan diterima

oleh penanggung sebagai pengganti suatu kerusakan, kerugian maupun apabila terjadi

kehilangan pemegang polis kepada penanggung. Jumlah seberapa besar premi dapat

Page 6: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 6

ditentukan dari seleksi risiko yang dihasilkan oleh underwriter maupun apabila perusahaan

telah menyeleksi risiko atas permintaan calon pemegang polis sehingga calon pemegang polis

membayar premi asuransi sesuai tingkat risiko berdasarkan kondisinya masing-masing.

Besarnya premi atas keikutsertaan di asuransi yang harus dibayarkan telah ditetapkan oleh

perusahaan asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari pemegang polis.

Aktuaris mampu memprediksi bahwa pendapatan masa depan dapat dikapitalisasi

pada tingkat pengembalian yang diinginkan. Pemilihan tingkat seperti itu tergantung pada

pengembalian investasi yang diinginkan pembeli dan penilaian risikonya. Khususnya yang

kurang percaya diri dalam proyeksi pendapatan masa depan. Semakin tinggi tingkat risiko

pengembalian harus didiskontokan dari proyeksi tersebut. Karena pendapatan tersebut

tersedia untuk diinvestasikan kembali dalam bisnis baru dan / atau penarikan dari perusahaan

sebagai dividen pemegang saham dengan dua alternatif: (1) didasarkan pada prinsip bahwa

hanya pendapatan dividen yang tersedia bagi investor, dan hanya itu yang harus

dipertimbangkan. Dengan kata lain, nilai ekonomi dari kekayaan bersih paling baik tercermin

dari pendapatan yang dihasilkannya berdasarkan investasinya dalam operasi asuransi. Dengan

demikian, seluruh penilaian didasarkan pada proyeksi pendapatan masa depan dan

sepenuhnya tergantung pada tingkat risiko tertentu yang dipilih; dan (2) membagi nilai

ekonomi menjadi bagian-bagian komponen, dan merupakan yang paling umum diadopsi

dalam literatur. Komponen pertama, kekayaan bersih, adalah nilai akuntansi, tersedia

langsung dari laporan keuangan, dan mungkin, tergantung penyesuaian aktuaria untuk

kecukupan cadangan. Ini mewakili sebagian besar nilai ekonomi dan tidak tergantung pada

tingkat risiko pengembalian yang dipilih. Komponen ketiga, biaya modal, mengakui bahwa

modal dan surplus yang diperlukan untuk mendukung operasi asuransi harus diinvestasikan

secara konservatif.

Klaim asuransi merupakan suatu tuntutan yang dilakukan oleh pihak pemegang polis

kepada pihak penanggung atas adanya kontrak perjanjian asuransi yang mengikat antar pihak

dalam menjamin pembayaran ganti rugi apabila terjadi musibah yang dialami oleh pihak

pemegang polis, dimana dapat diklaim apabila premi telah dibayarkan oleh pihak pemegang

polis. Pada umumnya, klaim adalah tuntutan hak yang dilakukan sehubungan pemebuhan

ketentuan-ketentuan atas perjanjian asuransi sebelumnya.

Cadangan dalam asuransi umum merupakan liabilitas atau kewajiban perusahaan

asuransi terhadap pemegang polis yang berupa sejumlah dana yang harus disiapkan oleh

perusahaan asuransi untuk membayar klaim yang terjadi dikemudian hari atas polis-polis yang

diterbitkan perusahaan asuransi. Cadangan diperlukan semata-mata agar perusahaan dapat

berjalan sesuai dengan dasar-dasar yang ditentukan. besarnya cadangan tergantung pada

perkembangan premi, artinya semakin banyak jumlah pemegang polis maka semakin besar

jumlah cadangan yang dibutuhkan.

Profitabilitas adalah salah satu tujuan paling penting dari manajemen keuangan karena

salah satu tujuan dari manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan kekayaan pemilik

dan profitabilitas merupakan faktor penentu kinerja yang sangat penting. Indikator kunci dari

profitabilitas perusahaan asuransi adalah pengembalian atas aset (ROA), yang didefinisikan

sebagai laba sebelum pajak yang dibagi dengan total aset (TA) (Malik, 2011, p. 315).

Page 7: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 7

Gambar 1. Kerangka Pemikiran

Berdasarkan Deskripsi teori, penelitian yang relevan, dan kerangka pemikiran yang

telah diuraikan di atas, hipotesis penelitian yang diajukan adalah:

Hipotesis 1

“Premi Bruto, Cadangan Klaim, Cadangan Premi dan Pembayaran Klaim berpengaruh positif

signifikan terhadap ROA”.

Hipotesis 2

“Premi Bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA”.

Hipotesis 3

“Cadangan Klaim berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA”.

Hipotesis 4

“Cadangan Premi berpengaruh negative dan signifikan terhadap ROA”.

Hipotesis 5

“Pembayaran Klaim berpengaruh negative dan signifikan terhadap ROA”.

METODE PENELITIAN

Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

dan kemudian ditarik kesimpulanya (Sugiyono, 2012:80). Populasi dalam penelitian ini

adalah Perusahaan Asuransi Umum Nasional, Perusahaan Asuransi Umum Patungan dan

Perusahaan Reasuransi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berjumlah 82

perusahaan.

-

+

-

- Cadangan

Klaim (X2)

Cadangan

Premi (X3)

ROA

(Y)

Premi Bruto

(X1)

Pembayaran

Klaim (X4)

Page 8: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 8

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi

tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada

populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat

menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2012:81). Teknik sampling

yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu salah satu teknik sampling non-

random sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan

ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab

permasalahan penelitian. Ciri-ciri khususnya adalah perusahaan asuransi umum yang terdaftar

di Bursa Efek Indonesia sebanyak 10 perusahaan asuransi umum

Variabel Operasional

Table 1. Definisi Operasional Variabel

No Nama

Variabel Dimensi Formula

Skala

1 Premi Bruto

(X1)

Premi Bruto

Premi Netto

Loading (Komisi dan Biaya

Akusisi lainnya, Biaya

Administrasi, Safety Margin

/ Profit Margin )

Lnpbruto = Premi Bruto (X1)

Premi Bruto = Premi Netto / ( 1 - Loading)

Loading :

Komisi dan Biaya Akusisi lainnya

Biaya Administrasi

Safety Margin / Profit Margin

Rasio

2 Cadangan

Klaim (X2)

Pendapatan Premi

Premi

Komisi

Total cadangan premi bulan

berjalan

Total Cadangan premi tahun

lalu.

Ekspektasi klaim

Rata-rata loss ratio 3 tahun

terakhir.

Klaim yang dilaporkan

Accepted klaim

Outstanding klaim bulan

berjalan

Outstanding klaim tahun

lalu.

PAD

Lncklaim= Cadangan Klaim (X2)

Cadangan Klaim dalam proses

pesenyelesaian.

Klaim yang sudah terjadi dan sudah

dilaporkan tetapi masih dalam proses

penyelesaian,

IBNR

Pendapatan premi = Premi – Komisi –

total cadangan premi bulan berjalan + total

cadangan premi tahun lalu.

Ekspektasi klaim = Pendapatan premi *

rata-rata loss ratio 3 tahun terakhir.

Loss ratio = premi pendapatan

dilaporkan yang klaim

Dimana:

Klaim yang dilaporkan = accepted klaim +

outstanding klaim bulan berjalan -

outstanding klaim tahun lalu.

Pendapatan premi = premi - komisi - total

cadangan premi bulan berjalan + total

cadangan premi tahun lalu.

IBNR=Ekspektasi klaim– klaim yang

dilaporkan.

Jika klaim yang dilaporkan lebih besar

daripada ekspektasi klaim maka IBNR = 0.

IBNR yang dipakai = IBNR * (1+PAD)

Cadangan Klaim (Y2) = Cadangan klaim

dalam proses penyelesaian +

IBNR

Rasio

Page 9: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 9

No Nama

Variabel Dimensi Formula

Skala

3 Cadangan

Premi (X3)

Jangka Pendek (CAPYBM)

Masa asuransi yang belum

dijalani(hari)

Masa asuransi (hari)

Premi dan Komisi

Jangka Panjang (CP)

N : masa asuransi (tahun)

T : masa asuransi yang

telah dijalani (tahun)

N-T: masa asuransi yang

belum dijalani (tahun)

Int (N-T) : bilangan bulat

terkecil dari masa

asuransi yang

belum dijalani

(tahun)

Lapse rate : tingkat

pembatalan

polis (dalam

persentase)

n : tahun ke- n sisa masa

asuransi

Tingkat diskonto i

v

1

1

i bunga diskonto.

Premi

Biaya Operasional

Komisi

Lncpremi= Cadangan Premi (X3)

Jangka Pendek (CAPYBM)

[Masa asuransi yang belum dijalani(hari) /

masa asuransi (hari)] x (premi-komisi).

Komisi berdasarkan SEOJK

No.27/SEOJK.05/2017. Lini usaha harta

benda, komisi maksimal 15% dari premi. Lini

usaha kendaraan bermotor, komisi maksimal

25% dari premi. Lini usaha lainnya komisi

yang sebenarnya.

Jangka Panjang (CP)

Misal :

N : masa asuransi (tahun)

T : masa asuransi yang telah dijalani

(tahun)

N-T: masa asuransi yang belum dijalani

(tahun)

Int (N-T) : bilangan bulat terkecil dari masa

asuransi yang belum dijalani

(tahun)

Lapse rate : tingkat pembatalan polis (dalam

persentase)

n : tahun ke- n sisa masa asuransi

Faktor unearn cadangan premi 1 =

,...3,2,1;

rate) lapse - 1()Int(

1

5,0

nN

v nTN

n

n

Tingkat diskonto ( v ) dihitung dengan rumus

iv

1

1

i adalah bunga diskonto.

Jika masa asuransi yang belum dijalani

kurang dari 1 tahun maka Int (N-T) bernilai 0

sehingga faktor unearn cadangan premi 1

juga bernilai 0.

Cadangan premi 1 = faktor unearn cadangan

premi 1 x (premi – biaya operasional +

komisi)

DAC (Deferred Acquisition Cost)1 = faktor

unearn cadangan premi 1 x komisi ( sesuai

SEOJK No. 27/SEOJK.05/2017)

Faktor unearn cadangan premi 2

Faktor unearn cadangan premi 2 =

N

TNTNv IntT)-(NInt T)-(N 0,5 - T)-(NInt

Cadangan premi 2 =

Faktor unearn cadangan premi 2 x (premi -

biaya operasional + komisi)

DAC (Deferred Acquisition Cost) 2 =

Faktor unearn cadangan premi 2 x komisi

Rasio

Page 10: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 10

No Nama

Variabel Dimensi Formula

Skala

(sesuai SEOJK No. 27/SEOJK.05/2017)

Total cadangan premi = cadangan premi 1 +

cadangan premi 2 - (DAC 1 + DAC 2)

Pengembalian premi =

komisi) - (premi (hari) asuransi masa

(hari) dijalani belum yang asuransi masa

Pengembalian premi polis batal =

(lapse rate x pengembalian premi) – (lapse

rate x total cadangan premi)

Jika (lapse rate x total cadangan premi) lebih

besar daripada (lapse rate x pengembalian

premi) maka pengembalian premi polis batal

bernilai 0.

CP = Total cadangan premi + pengembalian

premi polis batal

Cadangan Premi ( X3) = CAPYBMP + CP

4 Pembayaran

Klaim (X4)

Pengertian klaim tuntutan

atas ganti rugi atau santunan

sesuai dengan yang telah

diperjanjikan dalam polis

(Prihantoro, 2001, hal. 50).

LnPklaim= Pembayaran Klaim (X4) Rasio

5 ROA (Y) Laba Bersih

Total Asset

ROA (Y) = (laba bersih/total asset) * 100% Rasio

Metode Analisa Data

Metode Analisis Data penelitian ini menggunakan analisis data panel sebagai alat pengolahan

data dengan menggunakan software Eviews versi 9. Analisis dengan menggunakan data panel

adalah kombinasi dari data time series dan cross section. Dalam model informasi baik yang

terkait variabel-variabel cross section maupun time series, data panel secara substansial

mampu menurunkan masalah omitted variables, model yang mengabaikan variabel yang

relevan (Wibisono dalam Ajija et.,al, 2011).

Page 11: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 11

HASIL DAN PEMBAHASAN

Table 2. Output Regresi Data Panel

Dependent Variable: ROA

Method: Panel EGLS (Cross-section weights)

Date: 01/28/20 Time: 23:42

Sample: 2013 2017

Periods included: 5

Cross-sections included: 10

Total panel (balanced) observations: 50

Linear estimation after one-step weighting matrix

White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -1.396417 4.460742 -0.313046 0.7561

Premi Bruto 0.921338 0.444903 2.070874 0.0456

Cadangan Premi 0.179299 0.210660 0.851132 0.4003

Cadangan Klaim -0.281976 0.150089 -1.878719 0.0684

Pembayaran Klaim -0.430392 0.130864 -3.288861 0.0023

Pengaruh Premi Bruto, Cadangan Klaim, Cadangan Premi, dan Pembayaran Klaim

Terhadap ROA Secara simultan seluruh variabel bebas yaitu: Premi Bruto, Cadangan Klaim,

Cadangan Premi, dan Pembayaran Klaim berpengaruh signifikan terhadap ROA industry

asuransi umum. Hasil ini menjawab hipotesis pertama yaitu Premi Bruto, Cadangan Klaim,

Cadangan Premi, dan Pembayaran Klaim berpengaruh signifikan dan positif terhadap ROA.

Pengaruh Premi Bruto Terhadap ROA Premi bruto adalah premi yang diperoleh dari penutupan langsung dan penutupan tidak

langsung. Premi penutupan langsung termasuk premi yang diperoleh dari penutupan polis

bersama. Hasil dari aktivitas perusahaan akan terefleksi pada perolehaan premi. Semakin

besar kepercayaan nasabah terhadap perusahaan, maka akan semakin tinggi perolehan premi

yang dikumpulkan. Premi itulah yang kemudian dikelola oleh perusahaan asuransi untuk

diinvestasikan dan disiapkan untuk pembayaran klaim. Hasil pengujian menunjukkan bahwa

Premi Bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Hasil ini menjawab hipotesis

kedua yaitu: Premi Bruto berpengaruh signifikan dan positif terhadap ROA. Hal ini

menunjukkan semakin besar premi bruto berdampak terhadp peningkatan ROA industry

asuransi umum.

Pengaruh Cadangan Klaim Terhadap ROA Cadangan klaim adalah dana yang harus disediakan oleh pihak perusahaan yang akan

digunakan untuk membayar kerugian. Karena pada suatu titik tertentu akan ada nasabah yang

mengajukan klaim tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Cadangan Klaim

berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Hasil ini menjawab hipotesis ketiga yaitu:

Cadangan Klaim berpengaruh signifikan dan negatif terhadap ROA. Hal ini menunjukkan

bahwa semakin besar cadangan klaim akan berpengaruh terhadap penurunan ROA. Cadangan

klaim yang besar menggambarkan kemampuan perusahaan asuransi umum mampu membayar

Page 12: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 12

uang pertanggungan kepada pihak tertanggung ketika jumlah klaim yang diajukan pihak

tertanggung. Seorang aktuaris harus memperhitungkan secara cermat agar dana klaim yang

dicadangkan tidak mempengaruhi penurunan ROA, yang berdampak pada penurunan kinerja

Keuangan.

Pengaruh Cadangan Premi terhadap ROA Cadangan premi adalah sejumlah uang yang dihimpun oleh perusahaan asuransi yang

diperoleh dari selisih nilai santunan dan nilai tunai pembayaran pada suatu waktu

pertanggungan sebagai persiapan pembayaran klaim. Hasil pengujian menunjukkan bahwa

Cadangan Premi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Hasil ini tidak menjawab

hipotesis keempat yaitu: Cadangan Klaim berpengaruh signifikan dan negatif terhadap ROA.

Hal ini menunjukkan kepiawaian aktuaris dalam menghitung cadangan premi yang

proporsional sehingga tidak mengganggu atau berdampak terhadap penurunan ROA.

Pengaruh Pembayaran Klaim Terhadap ROA Jaminan pembayaran klaim asuransi umum adalah jaminan yang diberikan oleh

perusahaan asuransi bahwa klaim asuransi umum akan cair dalam waktu tertentu atau sesuai

dengan ketentuan jaminan dari perusahaan asuransi masing-masing. Hasil pengujian

menunjukkan bahwa Pembayaran Klaim berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA.

Hasil ini menjawab hipotesis kelima bahwa Pembayaran Klaim berpengaruh signifikan dan

negatif terhadap ROA. Secara matematis pembayaran klaim memang berdampak terhadap

penurunan ROA. Namun secara kinerja perusahaan, kecepatan dan ketepatan pembayaran

klaim mutlak diperlukan untuk menjaga kepuasan dan kepercayaan nasabah/pemegang polis.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Secara simultan Premi Bruto, Cadangan Klaim, Cadangan Premi, dan Pembayaran

Klaim berpengaruh signifikan terhadap ROA Perusahaan Asuransi Umum.

Premi Bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Hal ini menunjukkan

semakin besar premi bruto akan berdampak terhadap peningkatan ROA industri asuransi

umum.

Cadangan Klaim berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Hal ini

menunjukkan semakin besar Cadangan Klaim akan berdampak terhadap penurunan ROA

industri asuransi umum.

Cadangan Premi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara praktik Cadangan

Premi berpengaruh negatif, namun dalam penelitian ini sebaliknya. Hal ini bisa disebabkan

dari data sampel yang diambil tidak seluruh perusahaan asuransi umum. Pembayaran Klaim berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Secara

matematis pembayaran klaim memang berdampak terhadap penurunan ROA. Namun secara

kinerja perusahaan, kecepatan dan ketepatan pembayaran klaim mutlak diperlukan untuk

menjaga kepuasan dan kepercayaan nasabah/pemegang polis.

Saran

Premi sebagai arus kas masuk perusahaan harus dikelola sebaik mungkin agar

kebutuhan pengeluaran biaya sebagai bagian dari kewajiban perusahaan dapat terpenuhi

dengan baik tanpa menggangu stabilitas keuangan perusahaan. Kegiatan penagihan premi dan

Page 13: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 13

investasi dalam hal ini menjadi penting karena premi yang diterima sebagai pendapatan

diupayakan agar dapat memberikan imbal hasil yang baik guna menjaga kelancaran arus kas

operasional perusahaan.

Proses pengolahan, perhitungan serta pencatatan cadangan klaim dan cadangan premi

harus dilakukan dengan baik, tepat dan benar. Selain itu perlu dilakukan evaluasi berkala rasio

klaim terhadap premi, sehingga rasio tersebut tetap dalam batas yang diharapkan perusahaan.

Tingginya rasio klaim terhadap premi akan berdampak kepada tingginya cadangan klaim.

Menjaga komitmen pembayaran klaim yang cepat dan tepat waktu sebagai upaya

untuk mempertahankan dan membina hubungan baik jangka panjang perusahaan dengan

nasabah.

Nilai koefisien determinasi sebesar 49,18% menunjukkan bahwa terdapat 50,82%

faktor lain yang mempengaruhi ROA. Sehingga, bagi peneliti selanjutnya agar dapat

menambahkan variabel lain seperti Underwriting, Rasio Hasil Investasi, dan RBC.

DAFTAR PUSTAKA

Agustiranda, W., Yuliani, Y., & Bakar, S. W. (2019). Pengaruh Pendapatan Premi,

Pembayaran Klaim, Dan Risk Based Capital Terhadap Pertumbuhan Laba Pada

Perusahaan Asuransi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jembatan: Jurnal Ilmiah

Manajemen, 16(1). doi:10.29259/jmbt.v16i1.9220.

Alamsyah, R., & Wiratno, A. (2017). Pendapatan Premi, Rasio Hasil Investasi, Laba, Klaim

dan Risk Based Capital Perusahaan Asuransi Kerugian di Indonesia. Jurnal Riset

Akuntansi dan Perpajakan, 4(1), 87-101. Retrieved June 1, 2019, from

http://jrap.univpancasila.ac.id/index.php/JRAP/article/view/193/91.

Basuki, M. I. (2017). Pengaruh Underwriting Terhadap Profitabilitas Melalui Pendapatan

Premi, Cadangan Teknis Dan Investasi Pada Perusahaan Asuransi Umum Di Indonesia.

Disertasi. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Gunadarma.

Burca, A.-M., & Batrinca, G. (2014). The Determinants of Financial Performance in the

Romanian Insurance Market. International Journal of Academic Research in

Accounting, Finance and Management Sciences, 4(1), 299-308.

doi:10.6007/IJARAFMS/v4-i1/637.

Danarti, Dessy. (2011). Jurus Pintar Asuransi Agar Anda Tenang, Aman Dan. Nyaman.

Jakarta: G-Media.

Diba, F., Saepudin, D., & Rohmawati, A. A. (2017). Pemodelan dan Simulasi Peluang

Kebangkrutan Perusahaan Asuransi dengan Analisis Nilai Premi dan Ukuran Klaim

Diasumsikan Berdistribusi Eksponensial. Indonesian Journal on Computing (Indo-JC),

2(2). doi:10.21108/INDOJC.2017.2.2.147.

Fahmi, I. (2013). Analisa Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Ghozali, I. (2012). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. 20. Semarang:

Badan Penerbit – Universitas Diponegoro.

Halim, A., & Hanafi, M. M. (2009). Analisis Laporan Keuangan (4th ed.). Yogyakarta: UPP

STIM YKPN.

Page 14: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 14

Handayani, S. (2017). Pengaruh Penyelesaian Klaim Asuransi Terhadap Pencapaian Target

Penjualan Produk Asuransi AJB BUMIPUTERA 1912 Cabang Bengkulu. EKOMBIS

Review, 5(1), 79-85. Diambil kembali dari

https://jurnal.unived.ac.id/index.php/er/article/view/332.

Harahap, S. S. (2009). Teori Kritis Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Kasmir. (2014). Analisis Laporan Keuangan (1st ed., Vol. 7). Jakarta: PT Raja Grafindo

Persada.

Kamiya, S., & Milidonis, A. (2018). Actuarial Independence and Managerial Discretion. The

Journal of Risk and Insurance, 85(4), 1055-1082. doi:10.1111/jori.12199.

Kelly, M., Kleffner, A., & Li, S. (2012). Loss Reserves and the Employment Status of the

Appointed Actuary. North American Actuarial Journal, 22(3), 285-305.

doi:10.1080/10920277.2012.10590643.

Klugman, S., Panjer, H., & Willmot, G. (2004). Loss Models from Data to Decisions (2nd

ed.). New Jersey: John Wiley and Sons, Inc.

Malik, H. (2011). Determinants of Insurance Companies Profitability: An Analysis of

Insurance Sector of Pakistan. Academic Research International, 1(3), 315-321.

Retrieved June 2, 2019, from

http://www.savap.org.pk/journals/ARInt./Vol.1(3)/2011(1.3-32)stop.pdf.

Merawati, E. E., & Hatta, I. H. (2015). Komite Audit, Audit Internal, dan Audit Eksternal

sebagai Pengawas Solvabilitas Perusahaan Asuransi. Jurnal Akuntansi Multiparadigma,

6(1), 11-19. doi:10.18202/jamal 2015 04 6002.

Muchlaso, C. A., Maslichah, & Afifudin. (2018). Pengaruh Premi, Hasil Investasi, Klaim,

Underwriting Terhadap Pendapatan Asuransi Syariah di Indonesia Periode 2013-2016.

Jurnal Riset Akuntansi, 7(3), 37-47. Retrieved June 2, 2019, from

http://riset.unisma.ac.id/index.php/jra/article/viewFile/919/908.

Mwangi, M., & Murigu, J. W. (2015). The Determinants of Financial Performance in General

Insurance Companies in Kenya. European Scientific Journal, 11(1), 288-297. doi:

10.19044/esj.2015.v11n1p%25p.

Nissim, D. (2010). Analysis and Valuation of Insurance Companies. Columbia: Columbia

Business School.

Nugroho, A. (2005). Strategi Jitu Memilih Metode Statistic Penelitian Dengan. SPSS.

Yogyakarta: Andi.

Otoritas Jasa Keuangan. (2015). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor /POJK.05/2015

Tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.

Otoritas Jasa Keuangan. (2016). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 69 /Pojk.05/2016

Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah,

Perusahaan Reasuransi, Dan Perusahaan Reasuransi Syariah.

Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Lampiran Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Tentang

Pedoman Pembentukan Cadangan Teknis Bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan

Reasuransi.

Page 15: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 15

Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Lampiran 1. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor

14/SEOJK.03/2017 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.

Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Lampiran Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Tentang

Pedoman Pembentukan Cadangan Teknis Bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan

Reasuransi.

Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor

27/SEOJK.05/2017 Tentang Pedoman Pembentukan Cadangan Teknis Bagi Perusahaan

Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.

Otoritas Jasa Keuangan. (2018). Statistik Perasuransian 2017. Jakarta: Otoritas Jasa

Keuangan.

Pandoyo, & Sofyan, M. (2018). Metodologi Penelitian Keuangan dan Bisnis: Teori dan

Aplikasi Menggunakan Software Olah Data Eviews 9. Bogor: IN-MEDIA.

Quist, J. (2018). Impact of Claims Complaints on Profitability of Non-Life Insurance

Operations in Ghana. Tesis. Legon: University of Ghana. Retrieved June 1, 2019, from

http://ugspace.ug.edu.gh/bitstream/handle/123456789/29545/Impact%20of%20Claims

%20Complaints%20on%20Profitability%20of%20Non-

Life%20Insurance%20Operations%20in%20Ghana.pdf?sequence=1&isAllowed=y.

Rabindra, G. (2013, July). Financial Efficiency of Non-Life Insurance Industries in Nepal.

Lumbini Journal of Business and Economics, 3(2), 1-14. Retrieved June 3, 2019, from

https://ssrn.com/abstract=2376051.

Sebayang, C. T. (2008). Analisis Risk Based Capital Bagi Usaha Asuransi Kerugian: Suatu

Studi. Jurnal Universitas Pancasila.

Sofyan, M. (2019). Analysis Financial Performance of Rural Banks in Indonesia.

International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR), 3(3),

255-262. doi:10.29040/ijebar.v3i03.588

Subramanyam, & Wild, J. J. (2012). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Surat Edaran No.6/ 23 /DPNP tanggal 31 Mei 2004. Tentang Sistem Penilaian Tingkat

Kesehatan Bank Umum.

Tarigan, A. P., & Mahfud, M. K. (2015). Analisis Pengaruh Kemampuan Membayar Klaim,

Profitabilitas, Risiko Underwriting, dan Reasuransi Terhadap Solvabilitas Perusahaan

Asuransi (Studi Pada Perusahaan Asuransi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

Diponegoro Journal of Management, 4(3), 1-13. Diambil kembali dari

https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/djom/article/view/13246/12804.

Undang-Undang Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia No 40

Tahun 2014 Tentang Perasuransian.

Undang-Undang Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia No 21

Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Page 16: PENGARUH PREMI BRUTO, CADANGAN KLAIM, CADANGAN …

Jurnal Ekbang Volume 3, Nomor 1, Juni 2020 Halaman 16

Yusuf, T. O., & Dansu, F. S. (2014). Effect of Claim Cost on Insurers' Profitability in Nigeria.

International Journal of Business and Commerce, 3(10), 1-20. Retrieved June 2, 2019,

from https://www.ijbcnet.com/3-10/IJBC-14-3805.pdf.