Click here to load reader

Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadap Perkembangan Anak

  • View
    5.523

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadap Perkembangan Anak

  • 1. Jurnal Komunikasi PembangunanISSN 1693-3699Juli 2010, Vol. 08, No. 2 Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi SosialisasiKeluarga terhadap Perkembangan AnakA. Sari, A. V. S. Hubeis, S. Mangkuprawira, dan A. Saleh Institut Pertanian Bogor, Mayor Komunikasi Pembangunan, Gedung Departemen KPM IPB Wing 1 Level 5, JalanKamper Kampus IPB Darmaga, Telp. 0251-8420252, Fax. 0251-8627797AbstrakThis research explain that the family communications pattern analysis, function of socialization of family, form ofcommunication happened at family who live in setlement and countrified in Bekasi City. Besides, also to knowdevelopment of child of of the the family. Method which in using in this research is descriptive method usesdescriptive survey design, data analysis Statistik by using Lisrel version 8.70. Result of research indicates thatcommunications pattern to family in setlement is more usingly is combination pattern between patterns laisez-faire,protektif, pluralistik, and konsensual. Its use in corresponding to various conditions and situation when mothering.Function of active socialization, passive and radical in using in combination by family who live in setlement andcountrified. In mother tongue usage ( area), both types of the family applies for inuring and recognition to child ofchild of they.Keyword: Family communications pattern, Function of socialization of family, form of communication.1. Pendahuluan menghadapi masa depannya denganAnak merupakan sumberdayasegala kemungkinan yang timbul.insani muda usia yang membutuhkanUntuk berhubungan dengan orang lain dibutuhkan komunikasi yangperhatianorangdewasa.Anakmerupakan generasi penerus keluargabaik. Komunikasi hanya bisa terjadisehingga perlu dipersiapkan sejak dini apabila menggunakan sistem isyaratagar kelak menjadi manusia yangyang sama Komunikasi antar pribadi akan sering terjadi dalam pembentukkanberkualitas sesuai dengan kesepakatancita-cita bangsa. Interaksi antara karakter seseorang. Menurut Verdeberorangtua dan anak sangat menentukan(1986)dalamRahkmat(2007) komunikasi antar pribadi merupakandasar pembekalan pada seorang anak.Agar proses tumbuhkembang anak suatu proses interaksi dan pembagianterjamin dan berlangsung secaramakna yang terkandung dalam gagasan-optimal. Kebutuhan dasar anak di gagasan maupun perasaan. Komunikasi antarpribadi yang dilakukan dalamtingkat keluarga harus terpenuhi.Kebutuhan dasar tersebut meliputikeluarga bertujuan untuk mempererat hubungan sosial di antara individu yangkebutuhan akan perhatian dan kasihsayang orangtua maupun anggota ada dalam keluarga. Pola komunikasi keluarga yangkeluarga lainnya.Lingkungan pertama dan utama dikemukakan oleh McLeon dan Chafee dalam Reardon (1987) terdiri dari polayang dapat mengarahkan seorang anakuntuk menghadapi kehidupannya adalah laissez-faire, protektif, pluralistik dankeluarga. Melalui keluarga, anak konsensual. keempat polayang disampaikan McLeon dan Chafee adadibimbing untuk mengembangkankemampuan dan kreativitasnya serta pada masyarakat tradisional maupunmenyimak nilai-nilai sosial yang ber-masyarakat industri. Penelitian inilaku. Keluargapulalahyangdilakukan terhadap keluarga yang tinggal di permukiman dan keluargamemperkenalkan anak kepada ling- yang tinggal di perkampungan dengankungan yang lebih luas, dan di tangan tujuan sebagai berikut:keluargalah anak dipersiapkan untuk

2. A. Sari, et al.1. Seperti apa pola komunikasi 2.2 Desain penelitian keluarga, fungsi sosialisasi keluarga,Penelitian ini memakai desain dan bentuk komunikasi yang terjadisurvei, dengan teknik pengambilan pada keluarga yang tinggaldisampel menggunakan teknik dis- permukiman dan perkampungan di proporsional random sampling. Sampel Kota Bekasi?pada tiga kecamatan berjumlah 1562. Sejauh mana tingkat perkembanganresponden yang diklasifikasi ber- anak pada keluarga yang tinggal didasarkan keluarga dari keluarga yang permukiman dan perkampungan ditinggaldiperumahandandi Kota Bekasi?permukiman.2. Metode Penelitian 3. Hasil dan Pembahasan2.1 Lokasi dan Waktu 3.1 Pola Komunikasi Keluarga Penelitian ini dilakukan di KotaPolakomunikasi keluargaBekasi dengan contoh penelitianadalah komunikasi yang terjadi dalamkeluarga yang tinggal di tiga kecamatankeluarga dimana sumber adalahdi Kota Bekasi, yaitu keluarga yangorangtua kepada anaknya ataupun anaktinggal di Kecamatan Bekasi Utara, kepada orangtua yang mempunyai pola-Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan pola tertentu. Pola komunikasi keluargaPondok Melati. Pelaksanaan penelitiandalam penelitian ini adalah poladi lakukan pada bulan Mei sampai Julikomunikasilaissez-faire, pola2010.komunikasi protektif, pola komunikasi pluralistik dan pola komunikasi konsensual, sebagaimana di jelaskan dalam tabel berikut:Tabel 1Pola Komunikasi Keluarga di Permukiman dan PerkampunganPola Komunikasi Permukiman PerkampunganKeluarga Tidak Pernah Sering Selalu Tidak Pernah Sering Selalu Pernah PernahPola Laisez-faire09 5613013 52 13Pola Protektif 0 19 4316117 48 12Pola Pluralistik 0 13 5015014 49 15Pola Konsensual09 62 7012 54 123.1.1 Pola Laissez-faire membiarkan anak main sendiri didalam dan diluar rumah, hal ini di mungkinkanPolalaissez-faire yangdilakukan di keluarga yang tinggal dikarena keluarga yang tinggal di perkampungan tinggal diantara keluargapermukiman dan yang tinggal diperkampungan termasuk dalam ka-luas.tegori sering. 3.1.2 Pola ProtektifHal utama yang dilakukan olehkeluarga yang tinggal di permukimanKeluarga yang tinggal didalam pola laissez-faire adalah saat permukiman maupun yang tinggal diorangtua membiarkan anak bermain perkampungan. 99,4% respondensendiri. Keluarga di perkampunganmenyatakan pernah, bahkan cenderung 37 3. Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadapPerkembangan Anaksering dan selalu menggunakan polatinggal di perkampungan termasukkomunikasi keluarga dengan pola dalam kategori sering dan cenderungprotektif dalam berinteraksi dengan kepada selalu digunakan dalam interaksianak-anaknya. Hal utama yang selalu dengan anggota keluarga, terutamadilakukan oleh para orangtua adalah terhadap anak-anaknya. 74% darimenemani bermain dan menjelaskanresponden yang tinggal di dua lokasisetiap yang ditanyakan oleh anak-anak penelitian menyatakan sering memberimereka. Sebagian dari orangtuakebebasan kepada anak-anak merekamengarahkan anak-anak mereka dengan dalam bermain, mereka tidak melarangpermainan yang menurut orangtua lebih karena mereka menganggap anak-anakbaik, dan rata-rata anak mereka patuh sudah mengerti apa yang di lakukandan tidak pernah menolak. Larangan- anak-anak mereka. Rata-rata orangtualarangan yang harus diketahui anak, mempercayai apa yang dilakukan olehlebih dahulu dijelaskan sebelum anak- anak-anaknya. Mereka beranggapananak mereka melakukan aktivitas.bahwa anak-anak mereka sudahmengerti apa resiko dari pilihan3.1.3 Pola Pluralistikpermainan mereka.Keluarga yang tinggal dipermukiman dan keluarga yang tinggal3.2 Fungsi Sosialisasi Keluargadi perkampungan termasuk dalamFungsi Sosialisasi keluargakategori sering dan cenderung dalam dalam keluarga merupakan suatu proseskategori selalu di gunakan dalamdimana orangtua melakukan penanamanberinteraksi dengan anak-anaknya. nilai dan norma kepada anak-anak atauKeluarga yang tinggal di permukiman anggota keluarga. Norma merupakannilai yang dijunjung tinggi olehdan keluarga yang tinggaldiperkampungan memberikan masyarakat dan di sosialisasikan kepadakebebasan kepada anak-anak dalamanggota keluarga agar mereka mampumengemukakanpendapat tentangberperan menjadi orang dewasamainan yang akan di pilih dan dikemudian hari. Harapan dalammembiarkan anak bertanya sesuai melakukan fungsi sosialisasi keluargadengan perkembangan kemampuannya. adalah agar anak-anak dalam setiapkeluarga dapat berperilaku sesuaiDalam aktivitas bermain, orangtuamemberikan kesempatan kepada anak-patokanyang berlakudalamanaknya untuk memilih permainan yangmasyarakat. Nilai yang ditanamkanmerupakan hal dasar yang fundamentalakan di mainkan, orangtua menjelaskanresiko dari akibat permainan tersebut.seperti antara lain tentang nilaiLarangan tidak dilakukan oleh orangtuakejujuran, keadilan,budipekerti,pendidikan dan kesehatan. untukapabila permintaan anak sudahdisampaikan oleh anak dan orangtuamenegakkan nilai-nilai itu diperlukansejumlah norma atau aturan berperilakumemahami maksud dari permintaantersebut. sebagai patokanbagianggotamasyarakatsehinggadapatmengindahkan nilai dimaksud dalam3.1.4 Pola Konsensualkehidupan bersama atau masyarakat. Pola komunikasi konsensual Sebagaimana di jelaskan dalam tableyang terjadi di keluarga yang tinggal diberikut:permukiman dengan keluarga yang38 4. A. Sari, et al.Tabel 2Fungsi Sosialisasi Keluarga di Permukiman dan PerkampunganFungsi Sosialisasi Permukiman PerkampunganKeluargaTidak Pernah Sering Selalu Tidak Pernah sering SelaluPernah PernahSosialisasi Aktif 09 44250 4 48 26Sosialisasi Pasif 0 10 49190 4 43 31Sosialisasi Radikal 0 19 4316016 48 133.2.1 Fungsi Sosialisasi Aktifdi lakukan saat anak bermain bersamaSosialisasiaktif yang teman-teman sebayanya. Orangtuadilakukan orangtua didalam penelitian membiarkan anak memilih teman, tanpaini adalah aktif dalam mengarahkanmengarahkan siapa yang harus di pilihsebagai teman. Saat menonton Televisianak-anaknya kepada kehidupan yangsesungguhnya. Orangtua yang tinggal dibersama, anak di biarkan menonton,kalau ada pertanyaan baru di arahkanpermukiman cenderung melakukansosialisasi aktif dengan cara menuntunsesuai dengan pertanyaan yang diajukananak untuk mengerti dan memahamianak. Pada saat anak mandi, beberapaapa yang menjadi norma di lingkungankeluarga di permukiman membiarkanmasyarakat. Keluarga yang tinggal dianak-anak mereka bermain sambilpermukiman maupun yang tinggal di mandi di kamar mandi, sambilperkampungan termasuk dalam kategorimengajarkan apa yang di lakukan anakpernah, sering dan bahkan cenderung saat mandi.selalu melakukan fungsi sosialisasi3.2.3 Fungsi Sosialisasi Radikalsecara aktif dalam memjelaskan art

Search related