59
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user i PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA BALITA TERHADAP PENGETAHUAN IBU KARYA TULIS ILMIAH Untuk memenuhi persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Saint Terapan Oleh : FITRI EKA WULANDARI R0108021 PROGRAM STUDI D IV BIDAN PENDIDIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

  • Upload
    dokien

  • View
    229

  • Download
    1

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

i

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA BALITA

TERHADAP PENGETAHUAN IBU

KARYA TULIS ILMIAH

Untuk memenuhi persyaratan

Memperoleh Gelar Sarjana Saint Terapan

Oleh :

FITRI EKA WULANDARI

R0108021

PROGRAM STUDI D IV BIDAN PENDIDIK FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

Page 2: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA BALITA

TERHADAP PENGETAHUAN IBU

KARYA TULIS ILMIAH

Untuk memenuhi persyaratan

Memperoleh Gelar Sarjana Saint Terapan

Oleh :

FITRI EKA WULANDARI

R0108021

PROGRAM STUDI D IV BIDAN PENDIDIK FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

Page 3: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user iv

MOTTO

Manusia hanyalah wayang….hasil akhir tetap ditangan Tuhan….Jadi, ikhlaskanlah jika mungkin hasil itu tidak sesuai keinginan hati.

Ketika kamu merasa iri, merasa hidupmu tidak seberuntung mereka………………..maka, berfikirlah bahwasanya kita tidak tahu apa yang Tuhan telah ambil darinya.

Tetap berjuang….meskipun harus dengan cara merangkak sekalipun.

-Penulis-

Page 4: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

v

PERSEMBAHAN

Hasil dari perjuangan selama 4 tahun terakhir ini….penulis persembahkan kepada

Kedua malaikatku (ayah & ibu)……aku ingin melihat kalian bahagia…terimakasih untuk waktu kebersamaan yang sangat berharga ini, yang syarat akan nilai – nilai kehidupan. (Ayah, aku sangat mencintaimu…..)

Adik (saudaraku satu - satunya), Semangat y dik…. Percayalah bahwa badai pasti berlalu……..

Mantan pacar yang sekarang sudah berubah status menjadi calon suami…….terimakasih untuk 6 tahun kebersamaan kita. Berharap semua akan indah pada waktunya…

Sahabat – sahabat terbaik… (Dilah, Ayuk, Erina, Yustitie)..Terimakasih untuk segala cinta & kasih kalian…

Teman – teman seperjuangan DIV Bidan Pendidik UNS, mungkin suatu saat nanti aku akan sangat merindukan kalimat

“ mbah kemo” saat kalian memanggilku….

Page 5: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vi

ABSTRAK

Fitri Eka Wulandari. R0108021. Pengaruh Penyuluhan Tentang Diare Pada Balita Terhadap Pengetahuan Ibu. Karya Tulis Ilmiah. Surakarta: Program Studi DIV Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, 2012. Latar Belakang: Diare merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan pada balita. Kurangnya pengetahuan orangtua mengenai diare juga merupakan faktor risiko tingginya angka diare di masyarakat. Penyuluhan diare dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai diare. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang diare pada balita terhadap pengetahuan ibu. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan pendekatan pretest - posttest control group design. Penelitian dilaksanakan di RW 26 Jebres Surakarta dengan sampel sebanyak 60 responden, pada bulan Februari - Juni tahun 2012. Pengetahuan tentang diare diukur dengan kuesioner yang sudah diuji dengan uji validitas dan reliabilitas. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t-test dua sampel bebas dengan menggunakan SPSS. Sebelum dianalisis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dengan uji Spearman-Brown dan uji homogenitas data dengan uji Levene Test. Hasil: Uji analisis t-test dua sampel bebas diperoleh nilai p-value = 0,000 dengan α = 0,05. Rerata hasil pretest posttest kelompok perlakuan 8,10 sedangkan pada kelompok kontrol 1,07. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara penyuluhan tentang diare pada balita terhadap pengetahuan ibu. Kata kunci: Penyuluhan, Diare Pada Balita, Pengetahuan Ibu

Page 6: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vii

ABSTRACT

Fitri Eka Wulandari. R0108021. The Effect Counseling About Diarrhea In Cildren Under Five Years On Mother’s Knowledge. Scientific Writing. Surakarta: Midwife Educator DIV Studies Program Faculty of Medical, Sebelas Maret University, 2012.

Background: Diarrhea is a major cause of mortality and morbidity in infants. Less knowledge of parents about diarrhea is also a risk factor for high rates of diarrhea in the community. Counseling of diarrhea can be used as a means to improve the knowledge mothers about diarrhea. This study aimed to determine the effect of counseling about the diarrhea in children under five years on mothers knowledge. Method: This type of research is a quasi-experimental approach to pretest - posttest control group design. The experiment was conducted in RW 26 Jebres Surakarta with a sample of 60 respondents, in February-June 2012. Knowledge of diarrhea was measured with a questionnaire that has been tested with the validity and reliability. Data were analyzed by t-test independent with the use of SPSS. Before the analysis, first tested the normality of the data with Spearman-Brown test and test data by test Levene homogeneity test. Results: Test independent t-test analysis result is p-value = 0.000 with α = 0.05. The mean results of the treatment group pretest posttest about 8.10 whereas in the control group about 1,07 Conclusion: There was a significant effect of education on diarrhea in infants of mothers knowledge. Keywords: Counseling, Diarrhea in Children Under Five Years, Knowledge

Capital

Page 7: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

viii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT dengan segala rahmat

dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang

berjudul “PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA BALITA

TERHADAP PENGETAHUAN IBU”. Karya tulis ilmiah ini diajukan sebagai

salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Saint Terapan.

Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis banyak mengalami hambatan

dan rintangan, namun penulis banyak menerima bantuan dari berbagai pihak yang

akhirnya penulisan karya tulis ilmiah ini dapat terselesaikan. Pada kesempatan ini,

perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang kepada :

1. Tri Budi Wiryanto, dr., Sp.OG (K), selaku Ketua Program Studi DIV Bidan

Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Sri Mulyani, S.Kep, Ns, M.Kes, selaku Sekretaris Program Studi DIV Bidan

Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Erindra Budi C., S.Kep, Ns, selaku ketua tim KTI dan dosen Pembimbing

Utama. Terima kasih atas bimbingan, motivasi, dan pengarahan dalam selama

proses penyusunan karya tulis ilmiah ini.

4. Endang Listyaningsih S., dr., M.Kes, selaku dosen Pembimbing Pendamping.

Terima kasih atas bimbingan, motivasi, dan pengarahan dalam selama proses

penyusunan karya tulis ilmiah ini.

Page 8: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ix

5. Seluruh dosen dan staf DIV Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas

Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan

kepada penulis.

6. Seluruh ibu – ibu RW 26 dan 35 Jebres Surakarta, selaku responden dalam

penelitian ini.

7. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu

dan memberi dukungan demi lancarnya penyusunan karya tulis ilmiah ini.

Semoga amal dan kebaikan semua pihak tersebut mendapatkan imbalan dari

Allah SWT. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun

dari pembaca.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis berharap semoga karya tulis

ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi semua pembaca.

Surakarta, Juli 2012

Penulis

Page 9: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN ...........................................................................ii

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................iii

MOTTO.............................................................................................................iv

PERSEMBAHAN ..............................................................................................v

ABSTRAK ........................................................................................................vi

ABSTRACT ......................................................................................................vii

KATA PENGANTAR ..................................................................................... viii

DAFTAR ISI .....................................................................................................x

DAFTAR TABEL .............................................................................................xii

DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………xiii

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xiv

I. Judul .........................................................................................................1

II. Pendahuluan ..............................................................................................1

A. Latar Belakang ....................................................................................1

B. Rumusan Masalah ...............................................................................3

C. Tujuan .................................................................................................3

D. Manfaat Penelitian ...............................................................................4

III. Tinjauan Teori dan Kerangka Konsep .......................................................5

A. Penyuluhan Kesehatan .........................................................................5

B. Pengetahuan .........................................................................................7

C. Konsep Diare .......................................................................................9

D. Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan ........................................14

E. Kerangka Konsep .................................................................................16

F. Hipotesis ..............................................................................................16

IV. Metodologi ................................................................................................17

A. Desain Penelitian ..................................................................................17

B. Tempat dan Waktu Penelitian ...............................................................18

C. Populasi ...............................................................................................18

Page 10: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user xi

D. Sample dan Teknik Sampling ...............................................................19

E. Estimasi Besar Sampel .........................................................................19

F. Kriteria Restriksi ..................................................................................20

G. Pengalokasian Subjek ...........................................................................20

H. Definisi Operasional Variabel ..............................................................21

I. Cara Kerja ..........................................................................................25

J. Cara Pengolahan Data ..........................................................................27

K. Rencana Analisis Data ..........................................................................28

V. Hasil Penelitian .........................................................................................31

A. Analisis Univariat.................................................................................32

B. Uji Prasyarat Analisis ...........................................................................34

C. Hasil Penelitian ....................................................................................36

D. Hasil Analisis Bivariat ..........................................................................38

VI. Pembahasan… ………. ..............................................................................39

VII. Kesimpulan dan Saran ...............................................................................44

A. Kesimpulan ..........................................................................................44

B. Saran ....................................................................................................44

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Page 11: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Hasil Perhitungan Umur Pada Kelompok Perlakuan ...................... 32

Tabel 4.2. Hasil Perhitungan Umur Pada Kelompok Kontrol.......................... 32

Tabel 4.3. Pendidikan Pada Kelompok Perlakuan .......................................... 33

Tabel 4.4. Pendidikan Pada Kelompok Kontrol .............................................. 33

Tabel 4.5. Pekerjaan Reponden Pada Kelompok Perlakuan ............................ 34

Tabel 4.6. Pekerjaan Responden Pada Kelompok Kontrol .............................. 34

Tabel 4.7. Hasil Uji Normalitas Data ............................................................. 35

Tabel 4.8. Hasil Uji Homogenitas Data .......................................................... 35

Tabel 4.9. Hasil Pretest Posttest Kelompok Perlakuan dan Kontrol ................ 36

Tabel 4.10. Rekap Hasil Uji t-test Dua Sampel Bebas ...................................... 36

Page 12: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Kerangka Konsep ........................................................................ 16

Gambar 2.2. Desain Penelitian ......................................................................... 17

Gambar 2.3. Rumus Estimasi Besar Sampel ..................................................... 19

Gambar 2.4. Skema Cara Kerja Peneliti ........................................................... 25

Page 13: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Pengajuan Judul

Lampiran 2. Jadwal Penyusunan KTI

Lampiran 3. Surat Izin Penelitian

Lampiran 4. Surat Izin Pengambilan Data

Lampiran 5. Surat Permohonan Responden

Lampiran 6. Informed Consent

Lampiran 7. Kisi – Kisi Kuesioner

Lampiran 8. Surat Pernyataan Validitas Isi

Lampiran 9. Kuesioner

Lampiran 10. Satuan Acara Penyuluhan

Lampiran 11. Leaflet

Lampiran 12. Hasil Uji Validitas

Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas

Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

Lampiran 15. Hasil Uji Homogenitas

Lampiran 16. Hasil Pretest Posttest Kelompok Perlakuan

Lampiran 17. Hasil Pretest Posttest Kelompok Kontrol

Lampiran 18. Hasil t- test Dua Sampel Bebas

Lampiran 19. Lembar Keaslian

Lampiran 20. Lembar Konsultasi Pembimbing Utama

Lampiran 21. Lembar Konsultasi Pembimbing Pendamping

Lampiran 22. Gambar

Page 14: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Diare merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan pada balita di

negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebanyak lebih dari 1,3 miliar

serangan dan 3,2 juta kematian per tahun pada balita disebabkan oleh diare.

Setiap balita mengalami episode serangan diare rata – rata 3,3 kali setiap

tahun. Lebih kurang sebanyak 80% kematian terjadi pada balita usia kurang

dari 2 tahun (Widoyono, 2008).

Berdasarkan data tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia yang terserang

penyakit diare yaitu sebanyak 4.422.427 penderita. Nilai tersebut sedikit

menurun jika dibandingkan dengan jumlah penderita pada tahun – tahun

sebelumnya (Depkes RI, 2010). Di Provinsi Jawa Tengah, cakupan

penemuan diare tahun 2009 sebesar 48,5%. Angka ini meningkat bila

dibandingkan tahun 2008 sebesar 47,8%. Data selama 5 tahun terakhir

menunjukkan bahwa cakupan penemuan diare masih sangat jauh di bawah

target yang diharapkan yaitu sebesar 80%. Dari keseluruhan data tersebut,

jumlah kasus diare pada balita setiap tahunnya rata-rata di atas 40%.

Ini menunjukkan bahwa kasus diare pada balita masih tetap tinggi

dibandingkan golongan umur lainnya (Dinkesprov Jateng, 2009).

Penderita kasus diare di wilayah kota Surakarta pada tahun 2010

sebanyak 12.596 jiwa, dengan jumlah penderita balita sebesar 4.683 jiwa

Page 15: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

2

dan cakupan diare pada balita sebesar 38,91%. Angka tersebut relatif

rendah, ini dimungkinkan karena yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota

(DKK) hanya pasien yang datang ke puskesmas saja, belum termasuk pasien

yang berkunjung ke sarana pelayanan kesehatan lain (DKK Surakarta,

2010). Data yang diperoleh dari Puskesmas Ngoresan selama tahun 2011,

diperoleh hasil bahwa sebanyak 377 balita menderita diare (Data Primer,

2012).

Tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme dapat menyebabkan diare

pada balita. Beberapa faktor risiko juga ikut berperan dalam timbulnya

diare, antara lain karena kurangnya pengetahuan orang tua tentang

kebersihan diri, pola pemberian makan, dan faktor sosial ekonomi maupun

sosial budaya (Latief dkk, 2007).

Dampak yang timbul dari penyakit diare, salah satunya adalah dehidrasi

(kekurangan cairan tubuh). Jika hal ini tidak tertangani dengan baik, dapat

menyebabkan kematian pada balita. Agar hal itu tidak terjadi, perlu

diberikan penyuluhan pada orang tua (Nursalam, 2008).

Penelitian mengenai pengetahuan ibu tentang diare pada balita sebelumnya

pernah dilakukan oleh peneliti lain yaitu Subekti (2009) dalam penelitiannya

yang berjudul “Hubungan antara Pengetahuan Ibu tentang Diare dengan

Tindakan Penanganan pada Balita di RSUD dr. Sayidiman Magetan“.

Perbedaan antara penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu, terletak

pada desain penelitian, cara pengambilan sampel, jumlah sampel dan

teknik pengumpulan data. Desain penelitian terdahulu menggunakan

Page 16: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

3

cross sectional. Cara pengambilan sampelnya menggunakan accidental

sampling dengan jumlah sampel yaitu 30 orang. Teknik pengumpulan data

pada penelitian tersebut menggunakan teknik wawancara. Perbedaan

tersebut diharapkan dapat melengkapi hasil penelitian sebelumnya.

Berdasarkan uraian tersebut di atas peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian tentang “Pengaruh Penyuluhan tentang Diare pada Balita terhadap

Pengetahuan Ibu”.

B. Rumusan Masalah

“Adakah pengaruh penyuluhan tentang diare pada balita terhadap

pengetahuan ibu”.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang diare pada balita

terhadap pengetahuan ibu.

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui pengetahuan ibu tentang diare pada balita pada ibu yang

diberikan penyuluhan.

b. Mengetahui pengetahuan ibu tentang diare pada balita pada ibu yang

tidak diberikan penyuluhan.

c. Menganalisis pengaruh penyuluhan tentang diare pada balita

terhadap pengetahuan ibu, pada ibu yang diberi dan tidak diberi

penyuluhan.

Page 17: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

4

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Memberi sumbangan pemikiran kepada praktisi di bidang kesehatan

mengenai pengaruh penyuluhan tentang diare pada balita terhadap

pengetahuan ibu.

2. Manfaat Aplikatif

a. Bagi Institusi

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wacana kepustakaan

dan informasi ilmiah akan pengaruh penyuluhan tentang diare pada

balita terhadap pengetahuan ibu .

b. Bagi Masyarakat

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu

tentang diare pada balita melalui penyuluhan.

c. Tenaga Kesehatan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai

pengetahuan ibu tentang diare sehingga dapat memotivasi Tenaga

Kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang diare

pada balita secara periodik kepada para ibu.

Page 18: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA & KERANGKA KONSEP

A. Penyuluhan Kesehatan

1. Pengertian Penyuluhan Kesehatan

Penyuluhan kesehatan menurut Anwar (1983) adalah kegiatan

pendidikan kesehatan, yang dilakukan dengan menyebarkan pesan,

menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan

mengerti tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada

hubungannya dengan kesehatan. Penyuluhan kesehatan ini dilakukan

untuk mengubah perilaku yang kurang sehat, menjadi sehat (Machfoedz &

Eko, 2006).

2. Tujuan Penyuluhan

Penyuluhan kesehatan mempunyai tujuan sebagai berikut :

Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri;

masyarakat dapat berperan serta aktif dalam upaya kesehatan; tercapainya

perubahan perilaku; terbentuknya perilaku sehat (Fitriyani, 2011;

Syafrudin & Yudia, 2009)

3. Sasaran Penyuluhan

Sasaran yang hendak dicapai dalam pelaksanaan penyuluhan adalah

individu; keluarga; kelompok sasaran khusus; masyarakat (Fitriyani,

2011).

Page 19: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

6

4. Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Peyuluhan

Menurut Fitriyani (2011), ada berbagai faktor yang dapat

mempengaruhi keberhasilan penyuluhan yaitu

a. Faktor Penyuluh antara lain persiapan; penguasaan materi;

penampilan; penggunaan bahasa; intonasi; cara penyampaian.

b. Faktor Sasaran antara lain tingkat pendidikan; tingkat sosial ekonomi;

kepercayaan dan adat; kondisi lingkungan.

c. Faktor Proses Penyuluhan antara lain pemilihan waktu; tempat; jumlah

sasaran; alat peraga; metode.

5. Media Penyuluhan

Beberapa alat peraga yang bisa digunakan dalam penyuluhan kesehatan

ialah papan tulis; Over Head Projector (OHP); poster; flash card;

flipchart; leatlet; booklet; model; benda / bahan asli; video – film; slide

(Syafrudin & Yudia, 2009).

6. Metode Penyuluhan Kesehatan

Metode penyuluhan kesehatan yang digunakan untuk mengubah

pengetahuan menurut Syafrudin & Yudia (2009) yaitu ceramah; kuliah;

presentasi; curah pendapat; seminar; studi kasus; simposium dan

konferensi.

7. Langkah – Langkah dalam Menyusun Rencana Penyuluhan

Sebelum melakukan penyuluhan, terlebih dahulu harus disusun rencana

penyuluhan seperti mengenal masalah, masyarakat dan wilayah;

menentukan prioritas; menentukan tujuan penyuluhan; menentukan

Page 20: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

7

sasaran penyuluhan; menentukan isi penyuluhan; menentukan metode

penyuluhan; memilih media yang dibutuhkan serta menyusun rencana

kerja (Machfoedz & Eko, 2006).

B. Pengetahuan

1. Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang

melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan

merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan

seseorang / overt behaviour. Pengetahuan tentang kesehatan ialah

mencakup apa yang diketahui oleh seseorang terhadap cara – cara

memelihara kesehatan (Notoatmodjo, 2010).

2. Pengetahuan dalam Fisiologi Kedokteran

Menurut Guyton (1996) dalam Fisiologi Manusia dan Mekanisme

Penyakit. Diuraikan bahwa suatu rangsangan kemudian menjadi suatu

kepahaman terhadap suatu hal, bertahap melalui perjalanan dalam sistem

saraf.

Rangsangan (informasi) awal mulanya diterima oleh reseptor – reseptor

sensoris yang berada dalam panca indera. Dari sini, rangsangan diteruskan

ke dalam nervus spinalis yang merupakan jembatan sebelum memasuki

sistem saraf nervus auditorius dan optikus. Rangsangan ini kemudian

berlanjut menuju otak (korteks serebri). Disini terjadi proses berpikir,

salah satunya mengingat. Kegiatan mengingat ini, mengakibatkan individu

mampu untuk memahami suatu hal sehingga terbentuk suatu pengetahuan.

Page 21: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

8

3. Tingkat Pengetahuan

Berdasarkan Notoatmodjo (2010), pengetahuan yang tercakup dalam

domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu :

a. Tahu (know)

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari

sebelumnya.

b. Memahami (comprehension)

Yaitu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang

diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.

c. Aplikasi (aplikation)

Adalah kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari

pada kondisi yang sebenarnya.

d. Analisis (analysis)

Ialah kemampuan untuk menjabarkan materi ke dalam komponen –

komponen, tetapi masih dalam satu struktur organisasi dan masih

berkaitan antara yang satu dengan yang lain.

e. Sintesis (syntesis)

Yaitu kemampuan untuk menyusun formulasi yang baru dari formulasi

yang sudah ada sebelumnya.

f. Evaluasi (evaluation)

Adalah kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi

atau objek.

Page 22: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

9

Pada penelitian ini, tingkatan pengetahuan yang ingin dicapai yaitu

pada tingkatan tahu (know), memahami (comprehension), aplikasi

(aplikation) dan analisis (analysis).

4. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan

Menurut Wawan & Dewi (2010) terdapat dua faktor yang

mempengaruhi pengetahuan seseorang yaitu :

a. Faktor Internal

1) Pendidikan, yaitu bimbingan yang diberikan kepada terhadap

orang lain untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan.

2) Pekerjaan, merupakan kegiatan yang menyita waktu sehingga

berpengaruh terhadap kehidupan keluarga.

3) Umur, dianggap bahwa semakin cukup umur, maka tingkat

kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam

berpikir dan bekerja.

b. Faktor Eksternal

1) Lingkungan yaitu seluruh kondisi di sekitar manusia yang

mempengaruhi perkembangan dan perilaku orang / kelompok.

2) Sosial Budaya, dapat mempengaruhi sikap dalam menerima

informasi.

C. Diare

1. Pengertian Diare

Adalah pengeluaran tinja yang tidak normal dan cair. Bisa juga

didefisinisikan sebagai Buang Air Besar (BAB) yang tidak normal,

Page 23: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

10

berbentuk cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya (Dewi, 2010 ;

Latief dkk, 2007 ; Sodikin, 2011). Menurut World Health Organization

(WHO), diare adalah BAB cair 3 kali atau lebih dalam sehari semalam

atau dalam 24 jam (Widoyono, 2008).

2. Jenis Diare

Diare dibedakan menjadi 2, berdasarkan waktu serangan yaitu

a. Diare akut

Adalah diare encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah

ataupun lendir dalam tinja. Terjadi sewaktu - waktu dan gejalanya

dapat berat. Biasanya berlangsung kurang dari 2 minggu.

b. Diare kronik / menahun / persisten

Adalah diare yang berlanjut lebih dari 2 minggu, disertai kehilangan

berat badan selama masa tersebut.

(Schwartz, 2005 ; Suraatmaja, 2007 ; Widjaja, 2003 ; Widoyono,

2008).

3. Faktor Risiko

Faktor – faktor risiko yang dapat menimbulkan diare antara lain kondisi

lingkungan yang buruk (tidak memenuhi syarat kesehatan) misalnya tidak

tersedia sarana air bersih dan jamban/WC; BAB sembarangan; tidak

merebus air minum sampai mendidih; tidak membiasakan cuci tangan

dengan sabun sebelum memegang makanan (Depkes RI,2010).

Page 24: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

11

4. Penyebab Diare

Diare dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu

a. Faktor Infeksi

1) Infeksi Enteral ialah infeksi yang terjadi dalam saluran pencernaan

dan merupakan penyebab utama terjadinya diare. Infeksi enteral

meliputi

a) Infeksi bakteri seperti Vibrio, E. Coli, Salmonella, Shigella

campylobacter, Yersinia, Aeromonas dan lain sebagainya.

b) Infeksi virus seperti Enterovirus (virus ECHO, Coxsackie,

Poliomyelitis), Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus dan lain

sebagainya.

c) Infeksi parasit seperti cacing (Ascaris, Trichiuris, Oxyuris,

Strongylodies); protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia

Lamblia dan Tricomonas hominis) serta jamur (Candida

albicans).

2) Infeksi Parenteral ialah infeksi di luar alat pencernaan makanan.

Contohnya, Otitis Media Akut (OMA), tonsillitis / tonsilofaringitis,

bronkopneumonia, ensefalitis dan sebagainya. Keadaan ini

terutama terdapat pada balita berumur di bawah 2 tahun.

b. Faktor Malabsorbsi

1) Malabsorbsi karbohidrat, seperti disakarida (intoleransi laktosa,

maltosa dan sukrosa); monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa,

Page 25: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

12

galaktosa). Pada balita yang paling berbahaya adalah intoleransi

laktosa.

2) Malabsorbsi lemak serta protein

c. Faktor Makanan, seperti makanan basi, beracun, alergi makanan.

d. Faktor Psikologis, seperti rasa takut dan cemas.

e. Imunodefisiensi, seperti AIDS.

f. Beberapa macam obat, terutama antibiotika (menyebabkan gangguan

penyerapan makanan dan membunuh flora normal usus).

g. Beberapa keadaan akut bedah, misal invaginasi (intususpensi).

h. Gizi yang jelek.

i. Kesulitan menyerap makanan baru (bagi bayi).

(Sudarti & Endang, 2010 ; Meadow & Newell, 2005; Ngastiyah, 2005 ;

Rohim dkk, 2002 ; Werner dkk, 2010)

5. Tanda dan Gejala Klinis

Beberapa tanda dan gejala klinis diare yaitu cengeng/ rewel ; muntah;

gelisah; suhu meningkat; nafsu makan menurun; berat badan menurun;

gangguan gizi; tinja cair dan berlendir (kadang juga disertai dengan

adanya darah, semakin lama tinja berwarna hijau dan asam); anus lecet;

dehidrasi; turgor kulit menurun; mata dan ubun – ubun cekung; selaput

lendir dan mulut serta kulit menjadi kering (Dewi, 2010 ; Widoyono,

2008).

Page 26: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

13

6. Tanda Bahaya Diare

Tanda – tanda bahaya diare yang perlu diwaspadai oleh ibu antara lain

seperti timbul demam; ada darah dalam tinja; diare makin sering; muntah

terus menerus; balita terlihat sangat haus; balita tidak mau makan dan

minum (Depkes RI, 2010).

7. Komplikasi

Komplikasi yang terjadi karena diare adalah

a. Dehidrasi akibat kekurangan cairan dan elektrolit, dibagi menjadi :

1) Dehidrasi ringan, bila kehilangan cairan < 5 % Berat Badan (BB).

2) Dehidrasi sedang, apabila terjadi kehilangan cairan 5 - 10 % BB.

3) Dehidrasi berat, apabila terjadi kehilangan cairan > 10 - 15 % BB.

b. Rejatan hipovolemik akibat menurunnya volume darah, bila penurunan

volume darah mencapai 15 – 25 % berat badan, menyebabkan

penurunan tekanan darah.

c. Hipokalemia dengan gejala meteorismus, hipotoni otot, kelemahan,

bradikardi.

d. Hipoglikemia

e. Intoleransi laktosa sekunder sebagai akibat kekurangan enzim laktosa

karena kerusakan vili mukosa usus halus.

f. Kejang.

g. Malnutrisi energi protein karena selain diare dan muntah, biasanya

penderita mengalami kelaparan, menyebabkan gangguan pertumbuhan.

(Dewi, 2010 ; Ngastiyah, 2005 ; Widjaja, 2005)

Page 27: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

14

8. Cara Penularan

Berikut ini merupakan cara penularan diare pada balita menurut Depkes

RI (2010) yaitu :

a. Penularan diare melalui mulut dan anus dengan perantaraan

lingkungan dan perilaku yang tidak sehat.

b. Tinja penderita atau orang sehat yang mengandung kuman bila

berak sembarangan dapat mencemari lingkungan terutama air.

c. Melalui makanan dan atau alat dapur yang tercemar oleh kuman

dan masuk melalui mulut, kemudian terjadi diare.

D. Pengaruh Penyuluhan tentang Diare pada Balita terhadap Pengetahuan

Ibu

Menurut Anwar dalam Mahfoedz & Eko (2006), penyuluhan kesehatan

merupakan kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan

menyebarkan pesan agar masyarakat sadar, tahu dan mengerti serta mau

untuk melakukan anjuran yang berhubungan dengan kesehatan. Penyuluhan

ini merupakan informasi yang awal mulanya diterima oleh reseptor – reseptor

sensoris yang berada dalam panca indera. Dari sini, rangsangan diteruskan ke

dalam nervus spinalis yang merupakan jembatan sebelum memasuki sistem

saraf nervus auditorius dan optikus. Rangsangan ini kemudian berlanjut

menuju otak (korteks serebri). Disini terjadi proses berpikir, salah satunya

mengingat. Kegiatan mengingat ini, mengakibatkan individu mampu untuk

memahami suatu hal sehingga terbentuk suatu pengetahuan (Guyton, 1996).

Page 28: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

15

Namun, penyuluhan itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni

faktor penyuluh, faktor sasaran dan juga faktor proses penyuluhan. Untuk

pengetahuan dipengaruhi oleh faktor internal seperti umur, pekerjaan,

pendidikan dan faktor eksternal yaitu lingkungan serta sosial budaya

(Fitriyani, 2011 ; Wawan & Dewi, 2010).

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian

penyuluhan tentang diare pada balita merubah pola pikir pengetahuan ibu

mengenai diare yang tercermin dalam hasil pengukuran pada penelitian ini.

Page 29: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

16

E. Kerangka Konsep

Gambar 2.1 Kerangka Konsep

Sumber : (Fitriyani, 2011 ; Guyton, 1996 ; Wawan & Dewi, 2010)

Keterangan :

: diteliti

: tidak diteliti

F. Hipotesis

Faktor yang mempengaruhi penyuluhan : 1. Faktor penyuluh 2. Faktor sasaran 3. Faktor proses penyuluhan

Nervus spinalis

Terbentuk Pengetahuan

diare

Penyuluhan Diare Pada Balita

Faktor yang mempengaruhi pengetahuan : 1. Pendidikan 2. Pekerjaan 3. Umur 4. Lingkungan 5. Sosial

budaya

Informasi

Nervus auditorius & Nervus optikus

Mengingat

Mampu memahami

materi

Panca indera

Otak

Page 30: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

17

Ada pengaruh penyuluhan tentang diare pada balita terhadap pengetahuan

ibu.

Page 31: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

17

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen

kuasi, dengan model rancangan pretest - posttest control group design. Dalam

model rancangan ini, ada dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan

kelompok kontrol. Pada kedua kelompok tersebut lalu diberi pretest untuk

melakukan penilaian awal. Setelah itu, dilakukan posttest untuk mencari

perbedaan hasil pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol terhadap

intervensi yang sudah dilakukan. Untuk model rancangan penelitian, dapat

dilihat pada skema di bawah ini :

Gambar 3.1

Desain Penelitian

Keterangan :

KP : Kelompok perlakuan

KK : Kelompok kontrol

(X) : Perlakuan yang diberikan

O1 : Pengukuran pertama pada kelompok perlakuan

O2 : Pengukuran pertama pada kelompok kontrol

O3 : Pengukuran kedua pada kelompok perlakuan (setelah intervensi)

KP : O1 X O3

KK : O2 O4

Page 32: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

18

O4 : Pengukuran kedua pada kelompok kontrol (tanpa intervensi)

Pada penelitian ini, peneliti melakukan analisis terhadap subjek penelitian

yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol pada sebelum dan sesudah

intervensi.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di RW 26 Jebres Surakarta pada bulan Februari - Juni

tahun 2012. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 2 – 6 Juni 2012 dan

17 – 21 Juni 2012.

C. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/ subjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010).

Populasi penelitian dibedakan menjadi 2 yaitu

1. Populasi Target

adalah populasi yang dibatasi kriteria inklusi subjek (Taufiqurrohman,

2008). Populasi target pada penelitian ini adalah ibu - ibu yang memiliki

balita.

2. Populasi Aktual

adalah populasi yang merupakan bagian dari populasi target tempat

anggota sampel diambil (Taufiqurrohman, 2008). Populasi aktual

penelitian ini adalah Ibu – ibu RW 26 Jebres Surakarta yang memiliki

balita sebanyak 60 orang.

Page 33: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

19

D. Sampel dan Teknik Sampling

1. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi (Sugiyono, 2010). Sampel pada penelitian ini adalah ibu – ibu

RW 26 Jebres Surakarta yang memiliki balita, serta memenuhi kriteria

inklusi.

2. Teknik Sampling

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini ialah total

sampling yaitu dengan mengambil semua anggota populasi sebagai

sampel (Hidayat, 2007). Jumlah semua sampel sebanyak 60 orang.

E. Estimasi Besar Sampel

Penetapan jumlah sampel minimal menggunakan rumus Nursalam (2008)

yaitu sebagai berikut :

n =

Gambar 3.2

Rumus Estimasi Besar Sampel

Keterangan :

N = besar populasi

n = besar sampel

d = tingkat kelonggaran atau kesalahan.

Page 34: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

20

Tingkat kelonggaran yang dipakai dalam penelitian ini adalah 0,05

sehingga dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut :

n =

n =

n =

n =

n = 52,173 dibulatkan 52

F. Kriteria Restriksi

1. Kriteria inklusi

a. Ibu di RW 26 Jebres Surakarta yang memiliki anak balita.

b. Bersedia menjadi subjek penelitian.

c. Bisa membaca dan menulis.

2. Kriteria eksklusi

a. Ibu dengan tuna rungu dan tuna grahita.

b. Tidak bisa mengikuti seluruh kegiatan penyuluhan.

G. Pengalokasian Subjek Penelitian

Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu

kelompok perlakuan (diberi penyuluhan diare) dan kelompok kontrol (tidak

diberi penyuluhan diare). Penentuan subjek ditentukan menurut Rukun

Tetangga (RT). Untuk RT 2 dan 3 ditentukan sebagai kelompok perlakuan,

sedangkan RT 1 dan 4 sebagai kelompok kontrol. Setelah itu, dilakukan

Page 35: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

21

pretest pada kedua kelompok tersebut untuk mengetahui pengetahuan awal,

kemudian pada kelompok perlakuan diberi penyuluhan tentang diare

sedangkan kelompok kontrol tidak diberi penyuluhan. Untuk posttest

diberikan waktu jeda pemberian selama 15 hari setelah pretest diberikan

(Notoatmodjo, 2010).

Sesuai dengan estimasi besar sampel, jumlah sampel minimal yang harus

dipenuhi 52 sampel. Namun, karena teknik sampling yang digunakan total

sampling, maka jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak ibu RW 26

yang memiliki balita yaitu 60 orang. Jadi, masing – masing kelompok

mempunyai 30 anggota.

H. Definisi Operasional Variabel

1. Variabel Bebas : Penyuluhan tentang diare

a. Definisi Operasional :

Kegiatan penyuluhan dengan metode pendidikan individual

(perorangan) yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang

diare pada balita kepada ibu. Dilakukan secara door to door, metode

yang digunakan ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet

selama 30 menit. Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan

pengetahuan ibu terhadap diare.

b. Indikator Pengukuran :

Penyuluhan mengenai diare dilakukan 1 kali, meliputi pengertian,

jenis, faktor risiko, penyebab, tanda gejala, tanda bahaya, komplikasi,

cara penularan pada kelompok perlakuan.

Page 36: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

22

c. Skala Pengukuran :

Nominal dikotomik (diberi dan tidak diberi penyuluhan).

d. Alat ukur : presensi.

2. Variabel Terikat : Pengetahuan Ibu

a. Definisi Operasional :

Semua pemahaman ibu terhadap materi diare yang telah

disampaikan. Pemahaman ini meliputi pengertian, jenis, faktor risiko,

penyebab, tanda gejala, tanda bahaya, komplikasi, cara penularan.

b. Indikator Pengukuran :

Ibu mampu menjawab soal mengenai pengetahuan mengenai diare,

yang diberikan sebanyak 2 kali pada saat sebelum dan sesudah

penyuluhan dilakukan pada kelompok perlakuan maupun kelompok

kontrol dengan jarak antara pretest dan posttest 15 hari.

c. Skala Pengukuran : Interval.

d. Alat Ukur : Kuesioner.

I. Cara Kerja

1. Intervensi

a. Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan, dilakukan studi pendahuluan dan

penyusunan proposal terhadap permasalahan yang diambil sebagai

instrumen penelitian dan perizinan.

Page 37: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

23

b. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan penelitian dilaksanakan di RW 26 Jebres pada

bulan Februari – Juni 2012 yang meliputi

1) Melakukan pretest pada kelompok perlakuan maupun kelompok

kontrol, responden diberi waktu selama 15 menit untuk mengisi

kuesioner. Dilaksanakan pada tanggal 2 – 6 Juni 2012 di RW 26

Jebres. Pretest dilakukan secara door to door, kemudian ibu diberi

kuesioner untuk diisi. Pengisian kuesioner ditunggu oleh petugas.

Pretest pada kelompok kontrol difasilitasi oleh teman peneliti,

sedangkan pretest pada kelompok perlakuan difasilitasi oleh

peneliti sendiri.

2) Melakukan penyuluhan diare pada kelompok perlakuan. Pemberian

informasi mengenai diare dilakukan satu kali secara door to door

dengan media leaflet. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 2 – 6

Juni 2012 selama 30 menit, responden diberi kesempatan untuk

bertanya. Penyuluhan dilakukan sendiri oleh peneliti. Pada

kelompok kontrol, tidak diberikan penyuluhan sama sekali.

3) Melakukan posttest dengan kuesioner pada sampel kelompok

perlakuan dan kelompok kontrol. Posttest dilakukan satu kali

dalam jarak 15 hari setelah pemberian pretest. Responden diberi

waktu 15 menit untuk mengisi kuesioner tanpa membuka leaflet.

Posttest dilakukan pada tanggal 17 – 21 Juni 2012, dilakukan

secara door to door, kemudian ibu diberi kuesioner untuk diisi.

Page 38: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

24

Pengisian kuesioner ditunggu oleh petugas. Posttest pada

kelompok kontrol difasilitasi oleh teman peneliti, sedangkan

posttest pada kelompok perlakuan difasilitasi oleh peneliti sendiri.

2. Instrumen Penelitian :

Media yang digunakan dalam pelaksanaan penyuluhan adalah leaflet.

Instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data ialah

kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti, karena belum adanya

kuesioner baku mengenai penelitian ini. Dalam penyusunan kuesioner ini

berpedoman pada kerangka konsep serta mengacu pada variabel

penelitian. Instrumen penelitian ini menggunakan pertanyaan tertutup

sehingga responden tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan

(Hidayat, 2007). Untuk kisi – kisi kuesioner penelitian, terlampir pada

tabel lampiran nomer 7.

Setelah itu, untuk teknik penskoran digunakan skala Guttman. Jika

jawaban benar maka diberi angka 1, sedangkan jawaban salah diberi angka

0.

Page 39: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

25

3. Skema Cara Kerja Penelitian

Gambar 3.3

Skema Cara Kerja Peneliti

Peneliti

Kuesioner

Kelompok perlakuan Kelompok kontrol

Posttest

Analisis

Data

PENYULUHAN Waktu : 30 menit Metode : ceramah, tanya jawab Media : leaflet

Hasil

diolah

Responden menjawab kuesioner

Pemberian Skor Skala Guttman

Uji validitas dan

reliabilitas

Hasil

diolah

Responden menjawab kuesioner

Posttest

Pretest

Page 40: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

26

4. Validitas dan Reliabilitas

Sebelum kuesioner diberikan kepada responden untuk diisi, maka

harus dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hal ini dimaksudkan agar

kuesioner tersebut benar – benar bisa digunakan untuk mengukur

pengetahuan responden. Para ahli berpendapat, jumlah sampel yang

dibutuhkan untuk uji validitas dan reliabilitas adalah 30 anggota

(Sugiyono, 2010). Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap 30 ibu

yang memiliki balita di RW 35 Jebres Surakarta. Karena memiliki

karakteristik yang sama dengan sampel.

Kemudian hasil yang diperoleh diolah menggunakan program komputer

Statistical Package Social Sience (SPSS), sebagaimana berikut ini :

a. Uji Validitas

Validitas pengukuran memiliki pengertian sejauh mana

pengukuran yang dilakukan benar – benar mengukur apa yang

seharusnya diukur. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini

menggunakan rumus Pearson Product Moment (Taufiqurrohman,

2008).

Setelah dilakukan perhitungan, selanjutnya perlu dibandingkan

antara hasil perhitungan dengan angka kritik tabel korelasi r

menggunakan taraf signifikasi 0,05. Soal kuesioner dinyatakan valid

apabila r hitung > r tabel (Hidayat, 2007).

Hasil yang diperoleh dari uji validitas kuesioner tentang

pengetahuan terhadap diare pada balita dengan jumlah soal 74 item,

Page 41: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

27

didapatkan 50 item valid yang selanjutnya dipergunakan untuk

pengambilan data penelitian dan 24 item tidak valid (pernyataan 2, 3,

7, 11, 15, 18, 20, 25, 27, 30, 35, 38, 41, 45, 48, 50, 53, 54, 58, 61, 66,

68, 70, 74) tidak dipergunakan dalam penelitian.

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas mengandung maksud sejauh mana instrumen

menghasilkan pengukuran yang sama, meskipun digunakan oleh

pengamat yang berbeda pada waktu yang sama atau digunakan oleh

pengamat yang sama pada waktu yang berbeda (Sugiyono, 2010 ;

Taufiqurrohman, 2008).

Rumus yang digunakan untuk menentukan reliabilitas instrumen

adalah Spearman-brown dengan teknik split-half. Instrumen dikatakan

reliabel jika r hitung > r tabel (Hidayat, 2007). Diperoleh nilai r hitung

= (0,922) > r tabel = (0,226). Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa

instrumen reliabel.

J. Cara Pengolahan Data

Menurut Hidayat (2007), dalam proses pengolahan data terdapat

langkah – langkah yang harus ditempuh diantaranya :

a. Editing

Adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang

dikumpulkan.

Page 42: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

28

b. Coding

Merupakan kegiatan pemberian kode numerik / angka terhadap data

yang terdiri atas beberapa kategori. Kegiatan ini sangat penting untuk

membantu memudahkan pengolahan data dengan menggunakan

komputer.

c. Data Entri

Yaitu kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan ke dalam

database komputer dengan menggunakan program SPSS.

K. Analisis Data

Arikunto (2009), berpendapat bahwa analisa data adalah tahap dimana

data diolah dan dianalisa dengan teknik-teknik tertentu yaitu

1. Analisis Univariat

Menganalisis tiap-tiap variabel penelitian yang ada secara deskriptif

dengan menghitung distribusi frekuensi. Variabel yang dianalisis

secara univariat dalam penelitian ini adalah karakteristik responden,

variabel pengetahuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang

diare balita pada ibu (Hidayat, 2007).

2. Uji Prasyarat Analisis

Analisis statistik parametrik, data harus memenuhi persyaratan

distribusi tertentu. Uji prasyarat yang harus dipenuhi yaitu:

a. Uji Normalitas Data

Data sampel yang digunakan hendaknya memenuhi persyaratan

distribusi normal. Uji normalitas menggunakan uji Shapiro–wilk.

Page 43: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

29

Data dapat dikatakan berdistribusi normal apabila p-value > 0,05

(Dahlan, 2009).

b. Uji Homogenitas Varians

Data sampel disyaratkan memiliki varians yang sama.

Interpretasi dilakukan dengan memilih salah satu statistik yang

didasarkan pada rata – rata. Dikatakan homogen jika data memiliki

p-value > 0,05.

Jika data berdistribusi normal dan memiliki varians yang sama

maka uji statistik dapat dilanjutkan dengan uji parametrik. Namun

jika data tidak berdistribusi normal dan tidak memiliki varians

yang sama maka dilakukan dengan menggunakan uji

nonparametrik (Budi, 2006).

3. Analisis Bivariat

Analisis bivariat adalah analisis yang dilakukan untuk melihat

hubungan ke dua variabel, antara variabel bebas dengan variabel

terikat (Hidayat, 2007).

Analisa data dalam penelitian ini menggunakan parametrik, teknik

analisis bivariat dengan menggunakan rumus t - test dua sampel bebas,

karena pada penelitian ini ada dua kelompok sampel yang berasal dari

kelompok berbeda.

Nilai yang dibandingkan merupakan perubahan nilai pretest dan

posttest dari kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Setelah uji

normalitas dilakukan, data dianalisis dengan menggunakan program

Page 44: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

30

Statistical Package for Social Sience (SPSS), kemudian dianggap

signifikan apabila diperoleh nilai p-value < 0,05 dan nilai t hitung > t

tabel (Sugiono, 2010).

Page 45: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user 31

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Desa Tegal Kuniran merupakan salah satu desa di wilayah kerja puskesmas

Ngoresan Jebres. Desa ini berada dalam Rukun Warga (RW) 26 yang dibagi

menjadi 4 Rukun Tetangga (RT). Pada wilayah ini terdapat balita sebanyak 60

anak. Dan semua ibu balita diambil sebagai sampel dalam penelitian ini.

Penelitian yang dilakukan di daerah ini, bertujuan untuk mengamati pengaruh

penyuluhan tentang diare terhadap pengetahuan ibu di RW 26 Jebres Surakarta.

Penelitian dilakukan dengan cara mengetahui pengujian pengetahuan awal

(pretest) baru kemudian dilakukan pemberian penyuluhan dilanjutkan dengan

pengujian pengetahuan akhir (posttest) dengan menggunakan kelompok kontrol

sebagai pembanding. Jumlah keseluruhan subjek penelitian ada 60 responden (30

responden kelompok perlakuan dan 30 responden kelompok kontrol).

Hasil penelitian di RW 26 Jebres, berdasarkan dari data perhitungan statistik

menunjukkan bahwa p-value = 0,000 dimana nilai p-value < 0,05 (0,000 < 0,05).

Hasil ini menyatakan bahwa H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan yang

bermakna antara tingkat pengetahuan tentang diare pada balita setelah diberikan

penyuluhan dengan yang tidak diberikan penyuluhan.

Page 46: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

32

A. Analisis Univariat

1. Karakteristik Responden

a. Umur

Karakteristik responden berdasar umur pada kelompok perlakuan

dan kontrol berada dalam rentang umur 21 – 42 tahun. Dikelompokkan

menurut data umur responden yang dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut

ini.

Tabel 4.1 Hasil Perhitungan Berdasar Umur Pada Kelompok Perlakuan

Umur (tahun) Jumlah (orang) Persentase (%) 21 – 30 16 53,3 31 – 40 11 36,7 41 – 50 3 10

Sumber : Data primer, 2012

Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Berdasar Umur Pada Kelompok Kontrol

Umur (tahun) Jumlah (orang) Persentase (%) 21 – 30 19 63,3 31 – 40 9 30 41 – 50 2 6,7

Sumber : Data primer, 2012

Pada tabel 4.1 dan 4.2 menunjukkan jumlah responden berdasarkan

umur. Pada kelompok perlakuan mempunyai jumlah responden

terbanyak yaitu pada golongan umur 21 – 30 tahun yaitu sebanyak

53,3 % dan yang memiliki jumlah responden terendah yaitu pada

golongan umur 41 – 50 tahun sebanyak 10 %.

Kelompok kontrol mempunyai jumlah responden terbanyak pada

golongan umur 21 – 30 tahun yaitu 63,3 % dan memiliki jumlah

Page 47: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

33

responden terendah pada golongan umur 41 – 50 tahun yaitu sebanyak

6,7 %.

b. Pendidikan

Dari hasil penyebaran kuesioner diperoleh hasil bahwa semua

responden pernah mendapat pendidikan. Karakteristik pendidikan

responden dapat dilihat pada tabel 4.3 dan 4.4 berikut ini.

Tabel 4.3 Pendidikan Pada Kelompok Perlakuan

Pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%) Sekolah Dasar (SD) 4 13,3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) 10 33,3 Sekolah Menengah Atas (SMA) 11 36,7 Perguruan Tinggi (PT) 5 16,7 Sumber : Data primer, 2012 Tabel 4.3 Pendidikan Pada Kelompok Kontrol

Pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%) Sekolah Dasar (SD) 5 16,7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) 8 26,7 Sekolah Menengah Atas (SMA) 10 33,3 Perguruan Tinggi (PT) 7 23,3

Sumber : Data primer, 2012 Kedua tabel di atas menunjukkan pada kelompok perlakuan,

memiliki jumlah responden terbanyak pada pendidikan SMA yaitu

36,7 % dan jumlah responden terendah pada pendidikan SD sebanyak

13,3 %.

Pada kelompok kontrol, jumlah responden terbanyak

berpendidikan SMA 33,3 % dan jumlah reponden terendah

berpendidikan SD 16,7 %.

Page 48: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

34

c. Pekerjaan

Kedua tabel di bawah ini menunjukkan karakteristik responden

berdasarkan pekerjaan.

Tabel 4.5 Pekerjaan Responden Pada Kelompok Perlakuan

Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase (%) Bekerja 7 23,3 Tidak Bekerja 23 76,7

Sumber : Data primer, 2012

Tabel 4.6 Pekerjaan Responden Pada Kelompok Kontrol

Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase (%) Bekerja 11 36,7 Tidak Bekerja 19 63,3 Sumber : Data primer, 2012

Dilihat dari tabel di atas karakteristik responden terbanyak adalah

tidak bekerja. Untuk kelompok perlakuan responden yang bekerja

sebanyak 23,3 % dan responden yang tidak bekerja 76,7 %. Pada

kelompok kontrol, responden yang bekerja sebanyak 36,7 % dan

responden yang tidak bekerja sebanyak 63,3 %.

B. Uji Prasyarat Analisis

1. Uji Normalitas Data

Uji normalitas data menggunakan metode Shapiro-wilk. Metode

Shapiro-wilk menggunakan data dasar yang belum diolah dalam tabel

distribusi frekuensi. Data diurut, kemudian dibagi dalam dua kelompok

untuk dikonversi dalam Shapiro-wilk. Dapat juga dilanjutkan transformasi

dalam nilai Z untuk dapat dihitung luasan kurva normal.Uji Shapiro-wilk

digunakan untuk besar sampel ≤ 50 (Dahlan, 2009).

Page 49: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

35

Uji Shapiro-wilk diasumsikan bahwa dianggap signifikan, jika

diperoleh nilai p-value > 0,05 dan nilai t hitung > t tabel. Berdasarkan

hasil uji normalitas dengan Shapiro-wilk maka diperoleh hasil sebagai

berikut :

Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas Data

Variabel Pengetahuan p-value Keterangan Kelompok perlakuan 0,177 Berdistribusi normal Kelompok kontrol 0,100 Berdistribusi normal

Sumber : Data primer, 2012

Dari hasil Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa pada kelompok perlakuan

mempunyai p-value 0,177 dan nilai pada kelompok kontrol mempunyai

nilai p-value 0,100. Oleh karena nilai p-value > 0,05 maka dapat diketahui

bahwa sebaran data berdistribusi normal.

2. Uji Homogenitas Varians

Uji homogenitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau

lebih kelompok data sampel berasal dari varians yang sama. Uji

homogenitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Levene Test.

Uji ini diasumsikan bahwa suatu data dikatakan memiliki varians yang

sama apabila p-value>0,05 (Budi, 2010). Berdasarkan hasil uji

homogenitas diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 4.8 Hasil Uji Homogenitas

Varians p-value Keterangan Based on Mean 0,70 Homogen Based on Median 0,71 Homogen Based on Median and with adjusted df 0,72 Homogen Based on trimmed mean 0,57 Homogen

Sumber : Data primer, 2012

Page 50: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

36

Dari Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa angka p-value untuk varians Based

on Mean adalah 0,70. Maka, dapat diketahui bahwa data memiliki varians

yang homogen atau berasal dari populasi dengan varians yang sama,

karena 0,70 > 0,05.

C. Hasil Penelitian

Tabel 4.9

Hasil Pretest Posttest Kelompok Perlakuan dan Kontrol

Kelompok Rerata Pretest Rerata Posttest Rerata Selisih Perlakuan 35, 43 43,47 8,10 Kontrol 35,80 36,87 1,07

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa pada kelompok perlakuan yang

diberikan penyuluhan tentang diare pada balita, mempunyai selisih nilai

sebesar 8,10 sedangkan pada kelompok kontrol hanya memiliki selisih nilai

1,07. Sehingga diperoleh hasil bahwa selisih nilai kelompok perlakuan jauh

lebih besar daripada selisih nilai pada kelompok kontrol yang tidak diberikan

penyuluhan sama sekali.

C. Hasil Analisis Bivariat

Untuk membuktikan signifikansi selisih nilai antara kedua kelompok

dilakukan pengujian sebagai berikut.

Tabel 4.10

Rekap Hasil Uji t – test sampel bebas

Kelompok Selisih Rerata Hasil Pretest Posttest

Nilai t df p-value

Perlakuan 8,1 19,345 58 0,000 Kontrol 1,07

Sumber : Data primer, 2012

Page 51: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

37

Berdasarkan perhitungan diperoleh t hitung 19,345 dengan p-value

sebesar 0,000. Pengujian dilakukan dengan derajat kebebasan df sebesar 58

dengan nilai taraf signifikasi 0,05 sehingga nilai p value < 0,05 (0,000 < 0,05).

Maka, diputuskan H0 ditolak atau Ha diterima. Dapat diketahui bahwa

terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara kelompok yang diberi

penyuluhan (kelompok perlakuan) dan yang tidak diberi penyuluhan

(kelompok kontrol).

Page 52: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user 38

BAB V

PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas tentang karakteristik responden. Pengaruh

penyuluhan tentang diare pada balita terhadap pengetahuan ibu. Berdasarkan hasil

analisis, dapat diketahui bahwa terdapat 3 karakteristik pada ibu yang dianalisis

yaitu umur, pendidikan dan pekerjaan. Dalam melakukan penelitian tidak ada

kendala yang dialami oleh peneliti.

A. Karakteristik responden

Peneliti mendata beberapa faktor luar yang dapat mempengaruhi

pengetahuan responden selain faktor penyuluhan, diantaranya adalah faktor

umur, pendidikan dan pekerjaan responden. Pada penelitian ini ternyata

didapatkan hasil faktor – faktor luar tersebut hampir sama antara kelompok

kontrol dan kelompok perlakuan. Sehingga, dapat dikatakan bahwa perubahan

pengetahuan yang terjadi karena pengaruh penyuluhan.

Hasil penelitian ini diperoleh dari hasil penilaian pada kelompok perlakuan

maupun kelompok kontrol di RW 26 Jebres dengan jumlah RT sebanyak 4

dan jumlah total responden perlakuan 30 orang dan kontrol 30 orang dengan

rentang usia antara umur 21 sampai 42 tahun. Bertambahnya usia seseorang,

memberikan konsekuensi berupa terjadinya perubahan pada aspek fisik dan

psikologis sehingga taraf berfikir seseorang yang semakin matang dan dewasa.

Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin

bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola

Page 53: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

39

pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Pada

usia madya, individu akan lebih berperan aktif dalam masyarakat dan

kehidupan sosial serta lebih banyak melakukan persiapan demi suksesnya

upaya menyesuaikan diri menuju usia tua, selain itu orang usia madya akan

lebih banyak menggunakan waktu untuk membaca. Kemampuan intelektual,

pemecahan masalah, dan kemampuan verbal dilaporkan hampir tidak ada

penurunan pada usia ini (Mubarak dkk, 2007; Nursalam, 2008).

Berdasarkan distribusi jenjang pendidikan terakhir responden dari

kelompok perlakuan maupun kontrol didapatkan hasil, mayoritas responden

berpendidikan terakhir SMA. Tingkat pendidikan responden merupakan salah

satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pengetahuan responden yang

diteliti. Semakin tinggi pendidikan seseorang akan semakin mudah pula

mereka menerima informasi. Perlu ditekankan bahwa seorang yang

berpendidikan formal rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula

(Nursalam & Ferry, 2008).

Mubarak dkk (2007) mengatakan bahwa peningkatan pengetahuan tidak

mutlak diperoleh di pendidikan formal, akan tetapi juga dapat diperoleh pada

pendidikan non formal. Dalam hal ini penyuluhan kesehatan juga dapat

digolongkan dalam pendidikan non formal.

Berdasarkan tingkat pekerjaan responden, didapatkan hasil bahwa sebagian

besar responden pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol adalah

ibu rumah tangga yaitu 76,7 % dan 63,3 % dari keseluruhan anggota

kelompok. Pekerjaan berkaitan erat dengan status ekonomi, pada status

Page 54: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

40

ekonomi dalam keluarga mempengaruhi daya beli keluarga dalam memenuhi

kebutuhan, semakin tinggi pendapatan keluarga akan lebih mudah

mendapatkan informasi tentang diare, misalkan mengikuti seminar atau

membeli buku tentang diare dibanding dengan status ekonomi rendah (Efendi

& Makhfudli, 2009). Pekerjaan merupakan kegiatan utama yang dilakukan

untuk mencari nafkah. Lingkungan pekerjaan dapat digunakan sebagai sarana

dalam mendapatkan informasi yaitu dengan bertukar pikiran dengan teman-

teman di lingkungan kerja (Notoatmodjo, 2010).

B. Pengaruh Penyuluhan Tentang Diare Pada Balita Terhadap Pengetahuan

Ibu

Ceramah merupakan metode belajar tradisional, dimana bahan disajikan

oleh penyuluh secara monologue sehingga pembicaraan lebih bersifat satu

arah. Peran penyuluh lebih banyak dalam hal keaktifannya untuk memberikan

materi penyuluhan, sementara peserta penyuluhan atau responden

mendengarkan dengan teliti serta memahami pokok-pokok dari pernyataan

yang dikemukakan oleh penyuluh (Maulana, 2009).

Metode ceramah memiliki beberapa keterbatasan maka dalam

penggunaannya metode ceramah dapat digabung dengan metode-metode yang

lain sehingga disebut sebagai metode ceramah bervariasi. Metode ceramah

bervariasi bisa digabungkan dengan cara diskusi, demostrasi menggunakan

media leaflet, poster, LCD dan lain - lain (Dharma, 2008).

Menurut Notoatmodjo (2010), metode diskusi (tanya jawab) dalam

penyuluhan digunakan sebagai peningkatan metode ceramah. Dengan kedua

Page 55: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

41

metode tersebut, informasi-informasi kesehatan yang diberikan tidak hanya

bersifat searah saja, tetapi juga dua arah. Dengan demikian, pengetahuan-

pengetahuan kesehatan dapat diperoleh secara mantap dan lebih mendalam.

Berdasarkan penelitian tersebut peneliti berasumsi bahwa dengan adanya

penggabungan metode tanya jawab dan ceramah yang ditunjang dengan media

leaflet diharapkan hasil dari penyuluhan lebih maksimal, karena dengan tanya

jawab dan ceramah yang ditunjang media leaflet, bukan hanya indera

pendengaran saja yang digunakan responden untuk menerima informasi baru

melainkan juga indera penglihatan. Disamping itu, responden juga

berpartisipasi langsung dalam membentuk pengetahuannya sehingga bukan

hanya sebagai penerima pasif informasi saja. Hal tersebut kemudian

dibuktikan dengan selisih hasil posttest dan pretest antara kelompok perlakuan

dan kontrol yang mengalami perbedaan signifikan.

Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa hasil penelitian ini adalah

penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab yang ditunjang media

leaflet, berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan responden.

Sebagaimana tujuan dari suatu penyuluhan adalah untuk tercapainya

perubahan yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu akan kesehatan yang

dapat dinilai dari perubahan pengetahuan responden (Fitriyani, 2011).

Penelitian serupa pernah dilakukan oleh Kusumaningtyas (2011) dengan

judul ” Pengaruh Penyuluhan Gizi Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu

Mengenai Pemberian Makanan Yang Baik Untuk Balita”. Metode yang

digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan alat bantu powerpoint dan

Page 56: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

42

leaflet. Hasil dari penelitian itu adalah ada pengaruh penyuluhan gizi terhadap

tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian makanan yang baik bagi balita.

Pada penelitian ini, ibu tidak hanya mendengar tetapi juga dapat melihat

materi dari powerpoint dengan tampilan penyajian materi dan gambar yang

menarik. Sehingga, penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah yang

digabung dan diskusi didukung dengan media powerpoint mampu

meningkatkan pengetahuan ibu.

Penelitian sejenis lainnya berjudul ” Pengaruh Penyuluhan Gizi Terhadap

Pengetahuan Ibu Tentang Menu Seimbang Untuk Balita Di Dusun Krangkeng

Desa Bendosari Sukoharjo” dilakukan oleh Astuti (2011). Metode yang

digunakan yaitu ceramah dan presentasi, lalu untuk alat bantu juga

menggunakan powerpoint dan leaflet. Diperoleh hasil bahwa ada pengaruh

penyuluhan gizi terhadap pengetahuan ibu tentang menu seimbang untuk

balita. Hal ini terjadi karena penyuluhan dengan metode ceramah dan

presentasi yang dibantu dengan powerpoint dan leaflet membuat tidak hanya

indera pendengaran saja yang menangkap informasi namun juga indera

penglihatan. Tampilan materi yang disusun secara menarik dan sistematis juga

bisa memudahkan responden untuk memahami materi penyuluhan yang

disampaikan. Sehingga menyebabkan kemampuan ibu setelah diberikan

penyuluhan meningkat.

Penelitian yang lain diteliti oleh Noviati (2011), berjudul ”Pengaruh

Penyuluhan Dengan Metode Demonstrasi Dan Praktek Terhadap Pengetahuan

Ibu Dan Asupan Gizi Balita Dengan Gizi Kurang, Di RSPAD Gatot Soebroto

Page 57: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

43

Jakarta”. Penelitiaan ini menggunakan metode demonstrasi dan praktek.

Hasilnya adalah ada pengaruh penyuluhan dengan metode demonstrasi dan

praktek terhadap pengetahuan ibu dan asupan gizi balita dengan gizi kurang.

Penyuluhan dengan menggunakan metode tersebut sangat efektif karena

responden dapat langsung melihat dan mendengar penjelasan dari penyuluh

secara nyata dengan menggunakan alat dan bahan asli tanpa membayangkan.

Jadi, materi yang disampaikan dapat langsung diaplikasikan secara nyata pada

alat dan bahan. Sehingga, informasi yang diperoleh ibu dapat ditangkap

secara mendalam kemudian dapat menyebabkan peningkatan pengetahuan.

Page 58: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user 44

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa

1. Selisih rerata pengetahuan ibu tentang diare pada balita pada ibu yang

diberikan penyuluhan yaitu 8,10.

2. Sesisih pengetahuan ibu tentang diare pada balita pada ibu yang tidak

diberikan penyuluhan yaitu 1,07.

3. Ada pengaruh penyuluhan tentang diare pada balita terhadap pengetahuan

ibu yang dilaksanakan di RW 26 Jebres Surakarta.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh penyuluhan tentang diare

pada balita terhadap pengetahuan ibu, disarankan :

1. Untuk Masyarakat

Diharapkan masyarakat khususnya para ibu, untuk lebih meningkatkan

pengetahuan secara aktif dengan mengikuti penyuluhan – penyuluhan

yang diadakan oleh petugas kesehatan sehingga dapat ikut berpartisipasi

meningkatkan derajat kesehatan.

2. Untuk Institusi Pendidikan

Diharapkan aktivitas akademik ikut berperan serta di dalam

meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan melalui

kegiatan pengabdian masyarakat dengan kegiatan penyuluhan kesehatan

Page 59: PENGARUH PENYULUHAN TENTANG DIARE PADA …/Pengaruh... · C. Konsep Diare ... Leaflet Lampiran 12. Hasil Uji Validitas Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

45

kepada masyarakat pada umunnya dan pada ibu balita khususnya tentang

kesehatan balita.

3. Untuk Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan diharapkan dalam memberikan penyuluhan tentang

diare pada balita dilakukan secara periodik untuk mengurangi angka

kesakitan dan kematian balita akibat diare.

4. Untuk Peneliti

Peneliti selanjutnya diharapkan agar bisa melakukan penelitian tentang

pengaruh penyuluhan tentang diare pada balita terhadap pengetahuan ibu,

dengan sampel yang lebih banyak serta menggunakan metode penyuluhan

dan media yang lebih baik dari penelitian sebelumnya. Sehingga dapat

digunakan sebagai penyempurna penelitian sebelumnya.