44
PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KETIDAKPASTIAN TUGAS SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Pada Rumah Sakit Umum Kota Bandar Lampung) (Skripsi) Oleh: RISKA NINGTIAS FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2018

PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

  • Upload
    others

  • View
    9

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA

KARYAWAN DENGAN KETIDAKPASTIAN TUGAS SEBAGAI

VARIABEL MODERATING

(Studi Pada Rumah Sakit Umum Kota Bandar Lampung)

(Skripsi)

Oleh:

RISKA NINGTIAS

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2018

Page 2: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

ABSTRACT

EFFECT OF BUDGETRAY PARTICIPATION TO EMPLOYEE

PERFORMANCE WITH TASK UNCERTAINTY AS A MODERATING

VARIABLE (STUDY ON RSUD KOTA BANDAR LAMPUNG)

By

RISKA NINGTIAS

The research’s purpose is to analyze effect of budgetary participation and task

uncertainty to employee performance on RSUD Kota Bandar Lampung. The

sample of this research consists of questionnaires results given to 100 employees

on two RSUD Kota Bandar Lampung. This research uses Partial Least Square

(PLS) as analysis technique. The results of this research indicate that the

budgetary participation negatively effect to employee performance, task

uncertainty negatively effect to employee performance, and budgetary

participation have a positive effect to employee performance moderated by task

uncertainty ang task uncertainty strengthen the effect of budgetary participation

to employee performance.

Keywords: Budgetary Participation, Task Uncertainty, and Employee

Performance.

Page 3: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

ABSTRAK

PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA

KARYAWAN DENGAN KETIDAKPASTIAN TUGAS SEBAGAI

VARIABEL MODERATING

(STUDI PADA RSUD KOTA BANDAR LAMPUNG)

Oleh

RISKA NINGTIAS

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh partisipasi anggaran dan

ketidakpastian tugas terhadap kinerja karyawan pada RSUD Kota Bandar

Lampung. Sampel penelitian ini terdiri dari hasil kuesioner yang diberikan kepada

100 karyawan yang tersebar pada dua RSUD Kota Bandar Lampung. Penelitian

ini menggunakan teknik analisis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh negatif terhadap kinerja

karyawan, ketidakpastian tugas berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan,

partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang

dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja karyawan.

Kata Kunci : Partisipasi Anggaran, Ketidakpastian Tugas, dan Kinerja Karyawan

Page 4: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA

KARYAWAN DENGAN KETIDAKPASTIAN TUGAS SEBAGAI

VARIABEL MODERATING

(Studi Pada Rumah Sakit Umum Kota Bandar Lampung)

Oleh

Riska Ningtias

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk mencapai gelar

SARJANA EKONOMI

Pada

Jurusan Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2018

Page 5: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat
Page 6: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat
Page 7: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat
Page 8: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

RIWAYAT HIDUP

Penulis lahir di Desa Pematang Nebak Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus

pada tanggal 23 Oktober 1996 dengan nama lengkap Riska Ningtias dan

merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Penulis menyelesaikan

pendidikan sekolah dasar (SD) di SD Negeri 1 Napal, Tanggamus pada tahun

2007, dan menyelesaikan Pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) di SMP

Negeri 2 Kedondong, Pesawaran pada tahun 2010. Kemudian pada tahun 2010

penulis melanjutkan ke sekolah menengah atas (SMA) di SMA Bhina Utama

Dharma Karya, Kemiling dan lulus pada tahun 2013.

Pada tahun 2013 penulis terdaftar sebagai mahasiswi Diploma III Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung. Selama menjadi mahasiswi

penulis terdaftar sebagai anggota aktif KSPM (Kelompok Studi Pasar Modal).

Dan pada tahun 2015 penulis melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada PT

Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Teluk Betung Unit Kemiling dan lulus

pada tahun 2016.

Setelah lulus penulis melanjutkan studi (Konversi) di S1 Akuntansi Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung. Penulis aktif dalam organisasi

eksternal Komunitas Jago Akuntansi Indonesia dan diamanahkan menjadi Staff

Evaluasi Kinerja Biro SDM Periode 2017/2018

Page 9: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

MOTTO

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.”

(QS. Ar-Rahman:60)

“Pembalasan itu sesuai dengan perbuatan, bukan menurut angan-angan.”

(QS. An-Nisa:123)

“Sesungguhnya yang paling berbahaya dan mencelakakan diri kita bukanlah

akhlak buruk orang lain, melainkan keburukan diri sendiri.”

(Aa Gym)

Page 10: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahirobbilalamin

Segala puji hanya milik Allah SWT, dan syukur atas nikmat yang tak terhitung.

Kupersembahkan karya ini kepada :

kedua orangtuaku tercinta

“Sebagai ungkapan rasa hormat dan rasa terimakasih, karena telah

membesarkanku, mendidik, dan mendukung keberhasilanku serta memberikan

doa cinta dan kasih sayang, pikiran, tenaga serta materi.”

Adik-adiku

“Terimakasih atas segala motivasi, keceriaan, dan pengertiannya selama ini.”

Seluruh Keluarga, Sahabat dan Teman-temanku

“ Terimakasih atas semangat, dukungan, dan doa tiada henti.”

Almamater tercinta, Universitas Lampung.

Page 11: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

SANWACANA

Segala Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah

memberikan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

yang berjudul “Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Karyawan

Dengan Ketidakpastian Tugas Sebagai Variabel Moderating (Studi Pada RSUD

Kota Bandar Lampung)” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Ekonomi pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Lampung.

Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini tidak terlepas dari bantuan

berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan

terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Satria Bangsawan, S.E., M.Si. selaku Dekan Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.

2. Ibu Dr. Farichah, S.E., M.Si., Akt. selaku Ketua Jurusan Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.

3. Ibu Yuztitya Asmaranti, S.E., M.Si., Akt. selaku Sekretaris Jurusan

Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.

4. Ibu Dr. Agrianti Komalasari, S.E., M.Si., Akt. selaku Dosen Pembimbing

Utama atas kesediaannya memberikan waktu, bimbingan, saran dan

nasihat yang bermanfaat selama proses penyelesaian skripsi ini.

Page 12: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

5. Ibu Yunia Amelia, S.E., M.Sc., CA. selaku pembimbing pendamping atas

ketersediaannya untuk memberikan waktu, bimbingan, nasihat dan arahan

yang telah diberikan selama ini.

6. Bapak Yuliansyah, S.E., M.S.A., Ph.D., Akt. selaku Dosen Penguji Utama

yang telah memberikan saran-saran yang membangun serta diskusi yang

bermanfaat mengenai pengetahuan untuk penyempurnaan skripsi ini.

7. Ibu Widya Rizki Eka Putri, S.E., M.Si., Akt selaku Dosen Pembimbing

Akademik yang telah memberikan saran dan semangat selama penulis

menjadi mahasiswa.

8. Seluruh dosen dan staf karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Lampung yang telah membantu penulis selama perkuliahan.

9. Seluruh staf karyawan RSUD Abdul Moeloek dan RSUD Dr. A. Dadi

Tjokrodipo Kota Bandar Lampung

10. Kedua orang tuaku dan seluruh keluarga besar ku, terimakasih untuk

dukungan dan doa yang telah diberikan selama ini.

11. Sahabat-sahabatku Retno, Tria, Noneng, Vivi, Restu, dan Ruri terimakasih

atas motivasi dan semangatnya selama ini.

12. Teman-teman Konversi, bahagia rasanya bisa menjadi bagian dari kalian.

13. Keluarga KKN Desa Banjar Suri, Risma, Yusuf, Wafi, dan Angga.

Terimakasih atas kebersamaan dan pengalaman hidup selama 40 hari.

14. Anggota Komunitas Jago Akuntansi Chapter Lampung, Dewi, Faila, Arif,

Robert, Teguh, Sobri, dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per

satu. Terimakasih atas kebersamaan dan pengalaman selama ini.

Page 13: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

15. Ms Kumon, Bunda (Ms Rita), Ms Iis, Ms Citra, Ms Shinta, Ms Sera, Ms

Indah dan lainnya. Terimakasih atas kebersamaan dan pengalaman yang

sangat berharga.

16. Oom Fitra (Dr. Fitra Dharma, S.E., M.Si). Terimakasih atas

bimbingannya.

17. Dokter Agung Sulistiono. Terimakasih atas bantuannya, semoga sehat

selalu.

18. Teruntuk Dewi Yulyana Hendriyani. Terimakasih atas saran, motivasi

serta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selalu ku ajukan. Semoga

sukses

19. Almamater Tercinta.

Semoga karya kecil ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Bandar lampung, 18 Desember 2018

Riska Ningtias

Page 14: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 5

1.3 Tujuan Penelitian................................................................................... 5

1.4 Manfaat Penelitian................................................................................. 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori ....................................................................................... 7

2.1.1 Pendekatan Kontigensi ................................................................. 7

2.1.2 Partisipasi Anggaran ..................................................................... 9

2.1.3 Ketidakpastian Tugas .................................................................... 9

2.1.4 Kinerja Karyawan........................................................................ 10

2.2 Penelitian Terdahulu ............................................................................ 11

2.3 Kerangka Penelitian ............................................................................. 12

2.4 Hipotesis ............................................................................................... 12

2.4.1 Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Karyawan ...... 13

2.4.2 Pengaruh Ketidakpastian Tugas terhadap Kinerja Karyawan ..... 13

2.4.3 Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Karyawan yang

Dimoderasi oleh Ketidakpastian Tugas ........................................ 14

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Populasi dan Sampel ............................................................................ 15

3.2 Jenis dan Sumber Data ......................................................................... 15

3.3 Variabel Penelitian ............................................................................... 16

3.4 Operasional dan Pengukuran Variabel ................................................. 16

3.5 Metode Analisis Data ........................................................................... 19

Page 15: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Deskriptif Data Dan Responden ..................................... ..... 22 4.2 Demografi Responden .......................................................................... 25

4.3 Analisis Data ........................................................................................ 26

4.3.1 Pengukuran Model Penelitian (Outer Model) ............................. 26

4.3.1.1 Uji Validitas ...................................................................... 28

4.3.1.2 Uji Reliabilitas .................................................................. 32

4.3.2 Pengukuran Struktural Model (Inner Model) ............................... 32

4.4 Pengujian Hipotesis .............................................................................. 34

4.5 Pembahasan .......................................................................................... 36

4.5.1 Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja

Karyawan ........................................................................... 36

4.5.2 Pengaruh Ketidakpastian Tugas Terhadap Kinerja

Karyawan ........................................................................... 37

4.5.3 Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Karyawan

yang Dimoderasi oleh Ketidakpastian Tugas ..................... 37

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan .............................................................................................. 39 5.2 Keterbatasan ......................................................................................... 39

5.3 Saran ..................................................................................................... 40

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Page 16: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Penelitian ........................................................................... 12

Gambar 4.1 Outer Model Pengukuran Awal.......................................................... 27

Gambar 4.2 Outer Model Pengukuran ................................................................... 28

Gambar 4.3 Output Model Struktural ..................................................................... 33

Page 17: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel

Tabel 1.1 Daftar Rumah Sakit Umum Daerah ......................................................... 4

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu .............................................................................. 11

Tabel 3.1 Indikator dan Pertanyaan Variabel Partisipasi Anggaran ...................... 17

Tabel 3.2 Indikator dan Pertanyaan Variabel Ketidakpastian Tugas ................... 17

Tabel 3.3 Indikator dan Pertanyaan Variabel Kinerja Karyawan .......................... 18

Tabel 4.1 Persentase Penyebaran dan Pengembalian Kuesioner ........................... 22

Tabel 4.1.1 Deskriptif Data ........................................................................ 23

Tabel 4.2 Informasi Umum Responden Penelitian ................................................ 25

Tabel 4.3 Parameter Model Pengukuran Data Menggunakan PLS ........................ 26

Tabel 4.4 Pengujian Validitas Konvergen ............................................................. 29

Tabel 4.5 Skor Cross Loading ................................................................................ 30

Tabel 4.6 Fornell Larcker Correlation .................................................................... 31

Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas .............................................................................. 32

Tabel 4.8 Nilai Coeficient Determinant ................................................................. 33

Tabel 4.9 Path Coefficient...................................................................................... 34

Tabel 4.10 Pengujian Hipotesis.............................................................................. 35

Page 18: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Lampiran 1 Surat Penelitian

Lampiran 2 Kuesioner

Lampiran 3 Gambar Model Pengukuran Pls Algoritma Sebelum RUN

Lampiran 3 Gambar Model Pengukuran Pls Algoritma Setelah RUN

Lampiran 4 Gambar Model Pengukuran Setelah Bootsrapping

Page 19: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

1

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan

pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan

rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Kesehatan merupakan unsur penting

dalam kehidupan masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, pelayanan kesehatan

yang banyak dijadikan tempat untuk mendapat pelayanan kesehatan adalah rumah

sakit. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan

kesehatan yang prima, rumah sakit umum daerah dituntut untuk meningkatkan

kinerjanya. Salah satu faktor penting yang mendukung totalitas kinerja suatu

badan, termasuk dalam hal ini rumah sakit umum daerah, adalah anggaran.

Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi

seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit satuan moneter dan

berlaku untuk jangka waktu atau periode tertentu yang akan datang (Munandar,

2010). Anggaran sebagai salah satu alat bantu manajemen memegang peranan

penting karena dengan anggaran manajemen dapat merencanakan, mengatur dan

mengevaluasi jalannya suatu kegiatan. Pengelolaan yang efektif dan efesien

pada suatu organisasi dapat dipengaruhi oleh perencanaannya, disinilah peran

anggaran sebagai bagian dari sebuah perencanaan dalam pencapaian tujuan.

Page 20: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

2

Kinerja karyawan didefinisikan sebagai kemampuan karyawan dalam

melakukan sesuatu keahlian tertentu (Sinambela et.al, 2012). Yuliansyah dan

Khan (2015), menunjukkan bahwa pengukuran kinerja multiple yang

melibatkan perilaku keuangan dan non keuangan dapat mempengaruhi perilaku

individu dengan adanya tujuan yang spesifik dan jelas. Kinerja akan dikatakan

efektif apabila pihak-pihak bawahan mendapat kesempatan terlibat atau

berpartisipasi dalam proses penyusunan anggaran. Dalam prosesnya,

penyusunan dan penerapan anggaran, para pihak yang terlibat di dalamnya

haruslah memiliki pengetahuan mengenai anggaran, hal ini penting agar

tercapainya kesamaan persepsi dalam proses penetapan tujuan anggaran

tersebut.

Menurut Milani (1975), penyusunan anggaran secara partisipatif diharapkan

akan meningkatkan kinerja, dimana ketika suatu tujuan dirancang dan secara

partisipatif disetujui maka karyawan akan menginternalisasi tujuan yang

ditetapkan, dan memiliki rasa tanggung jawab pribadi untuk mencapainya

karena mereka ikut terlibat dalam penyusunan anggaran. Dengan melibatkan

para karyawan dalam penyusunan anggaran juga diharapkan dapat mengurangi

ketidakpastian tugas karywan. Karyawan akan merasa adil dalam proses

evaluasi kinerja, apabila mereka dihargai dengan adanya umpan balik atas

pencapaian target dari ukuran kinerja yang telah ditetapkan (Yuliansyah, Bui

dan Mohamed, 2016). Prestasi kerja karyawan pada dasarnya adalah hasil

karya seorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai

kemungkinan, seperti : standar, target atau kriteria yang telah ditentukan

terlebih dahulu dan telah disepakati bersama (Mulyadi, 2010).

Page 21: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

3

Rumah sakit pemerintah seperti organisasi lain pada umumnya membuat

anggaran sebagai alat untuk perencanaan dan pengendalian dalam pencapaian

tujuan organisasinya. Rumah sakit pemerintah berusaha menciptakan competitive

advantage melalui strategi low cost dengan mengadakan subsidi silang antara

pasien kelas “atas” dengan kelas “menengah ke bawah” dalam penetapan harga,

sehingga dapat memberikan tingkat harga yang lebih rendah daripada rumah

sakit swasta. Oleh karena itu, agar tetap dapat bersaing secara berkelanjutan

dengan tetap mengutamakan pelayanan yang baik bagi pasien, maka rumah sakit

pemerintah dituntut untuk dapat mengembangkan organisasinya dengan efektif

dan efisien. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kinerja karyawan

melalui akurasi perencanaan dan pengendalian yang dinilai dari pencapaian

tujuan anggaran.

Rumah sakit dalam penelitian ini mengambil sampel RSUD yang telah

berbentuk BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), rumah sakit yang berbentuk

BLUD ini juga meyusun anggaran seperti instansi-instansi lainnya.

Penyusunan anggaran BLUD sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Dalam

Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan

Badan Layanan Umum Daerah pasal 37 yang menyebutkan bahwa pimpinan

BLUD mempunyai tanggung jawab menyiapkan Rencana Bisnis Anggaran

atau RBA yang dibuat pada setiap periodenya. Pimpinan yang dimaksud dalam

pasal 37 adalah pemimpin, pejabat keuangan, dan pejabat teknis.

Page 22: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

4

Terdapat 11 RSUD yang telah berbentuk BLUD di Provinsi Lampung

diantaranya :

No Nama Rumah Sakit Umum Daerah Tipe1 RSUD Abdul Moeloek B2 RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo C3 RSUD Pringsewu C4 RSUD Ahmad Yani, Metro B5 RSUD May Jen HM Ryacudu C6 RSUD dr. H. Bob Bazar SKM, Kalianda C7 RSUD Kota Agung,Tanggamus C8 RSUD Menggala, Tulang Bawang B9 RSUD Pesawaran C10 RSUD Demang Sepulau Raya, Lamteng C11 RSUD Tulang Bawang Barat C

Penelitian ini berfokus pada dua rumah sakit umum daerah yang ada di Kota

Bandar Lampung yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek dan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.A.Dadi Tjokrodipo dengan

pertimbangan bahwa kedua RSUD ini merupakan rujukan utama dalam

penanganan kesehatan di Kota Bandar Lampung. Pertimbangan selanjutnya adalah

kedua rumah sakit ini telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah. Dengan

status sebagai Badan Layanan Umum Daerah mengakibatkan pola pengelolaan

keuangan yang memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan

praktek-praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada

masyarakat dan peningkatan kinerja di rumah sakit yang bersangkutan.

Page 23: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

5

Berdasarkan uraian diatas, dalam penelitian ini penulis mengambil populasi dan

sampel yaitu RSUD Kota Bandar Lampung dengan judul penelitian

“ Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Karyawan dengan

Ketidakpastian Tugas sebagai Variabel Moderating (Studi pada Rumah

Sakit Umum Kota Bandar Lampung)”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuaraikan di atas, maka penulis

merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Apakah partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan

pada RSUD Kota Bandar Lampung?

2. Apakah ketidakpastian tugas berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan

pada RSUD Kota Bandar Lampung?

3. Apakah partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan

yang dimoderasi oleh ketidakpastian tugas pada RSUD Kota Bandar

Lampung?

1.3 Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk membuktikan apakah partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap

kinerja karyawan pada RSUD Kota Bandar Lampung.

2. Untuk membuktikan apakah ketidakpastian tugas berpengaruh negatif

terhadap kinerja karyawan pada RSUD Kota Bandar Lampung.

Page 24: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

6

3. Untuk membuktikan apakah partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap

kinerja karyawan yang dimoderasi oleh ketidakpastian tugas pada RSUD Kota

Bandar Lampung.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran tentang

pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja karyawan. Selain itu, penulis

berharap hasil penelitian ini dapat menjadi bahan referensi atau informasi untuk

penelitian selanjutnya dalam mengkaji topik-topik yang berkaitan dengan masalah

yang dibahas dalam penelitian ini, serta penyempurnaan untuk penelitian-

penelitian sebelumnya.

2. Manfaat Praktisi

Penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi bagi para

karyawan serta pihak yang berkepentingan dalam RSUD sebagai pertimbangan

dalam pengambilan keputusan dan peningkatan kinerja karyawan.

Page 25: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

7

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pendekatan Kontigensi

Pendekatan kontigensi atau pendekatan situasional merupakan suatu pandangan

bahwa teknik manajemen yang paling baik memberikan kontribusi untuk

pencapaian sasaran organisasi mungkin bervariasi dalam situasi atau lingkungan

yang berbeda. Teori kontigensi menjelaskan bahwa desain dan sistem

pengendalian bergantung pada konteks organisasi dimana pengendalian tersebut

dilakukan (Stoner, 2006). Pendekatan Situasional menggambarkan bahwa gaya

yang digunakan adalah bergantung pada faktor – faktor seperti situasi, karyawan,

tugas, organisasi dan variabel lingkaran lainnya.

Fielder mengemukakan tiga dimensi variabel situasional yang mempengaruhi

gaya kepemimpinan, yaitu:

1. Hubungan pemimpin dengan bawahan (anggota) (Leaser-Member Relations),

sejauh mana pimpinan diterima oleh anggotanya.

2. Posisi kekuasaan atau Kekuatan posisi (Position Power), kekuasaan dari

organisasi, artinya sejauh mana pemimpin mendapatkan kepatuhan dari

bawahannya dengan menggunakan kekuasaan yang bersumber dari organisasi

secara formal (bukan kekuasaan yang berasal dari kharisma atau keahlian).

Page 26: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

8

3. Pemimpin yang memiliki kekuasaan yang jelas (kuat) dari organisasi akan

lebih mendapatkan kepatuhan dari bawahannya. Struktur Tugas (Task

Structure), kejelasan tugas dan tanggung jawab setiap orang dalam organisasi.

Apabila tatanan tugas cukup jelas, maka prestasi setiap orang yang ada dalam

organisasi lebih mudah dikiontrol dan tanggung jawab setiap orang lebih pasti.

Berdasarkan tiga dimensi variabel situasional tersebut, maka ada dua gaya

kepemimpinan menurut Fielder, yaitu gaya kepemimpinan yang mengutamakan

tugas (Task Oriented), dan gaya kepemimpinan yang mengutamakan hubungan

dengan bawahan (Human Relations).

Teori kontigensi dari Fielder mengatakan bahwa efektivitas suatu kelompok atau

organisasi tergatung pada interaksi antara kepribadian pemimpin dan situasi.

Situasi dirumuskan dengan dua karasteristik, yaitu : situasi yang sangat

menyenangkan (menguntungkan) dan situasi yang sangat tidak menyenangkan

(tidak menguntungkan).

1. Situasi sangat menyenangkan (menguntungkan), adalah situasi dimana

pemimpin menguasai, mengendalikan dan mempengaruhi situasi.

2. Situasi sangat tidak menyenangkan (tidak menguntungkan), adalah situasi yang

dihadapi oleh manajer dengan ketidak pastian.

Page 27: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

9

2.1.2 Partisipasi Anggaran

Partisipasi anggaran adalah tingkat partisipasi dan pengaruh seseorang dalam

proses penyusunan anggaran. Partisipasi anggaran ini merupakan kegiatan yang

sangat penting dan melibatkan berbagai pihak yang mempuyai wewenang dalam

penyusunan anggaran untuk mempersiapkan dan mengevaluasi berbagai alternatif

serta tujuan anggaran (Wulandari, 2016). Karyawan yang berpartisipasi dalam

pembuatan anggaran adalah karyawan yang memiliki posisi penting di perusahaan

mereka dan sudah berkomitmen (Mia dan Yuliansyah, 2015).

Menurut Derfuss (2016) dalam Yuliansyah dan Ashfaq (2017) Partisipasi

anggaran secara obyektif diakui dan didorong oleh manajemen puncak, seperti

yang dirasakan oleh karyawan yang berpartisipasi, tidak hanya akan secara aktif

melibatkan karyawan dalam kegiatan perencanaan organisasi, tetapi juga akan

memiliki efek psikologis dan kognitif yang positif pada mereka yang akan sangat

meningkatkan upaya mereka yang obyektif dan berdedikasi dalam kinerja dan

kesuksesan organisasi secara keseluruhan.

2.1.3 Ketidakpastian Tugas

Menurut Daft (2010), ketidakpastian tugas suatu organisasi muncul dari uraian

tugas yang tidak jelas atau ambigu dan struktur organisasi yang lemah. Bila

organisasi tidak menguraikan tugas secara jelas, maka akan dapat menimbulkan

ketidakpastian tugas yang tinggi sehingga akan berdampak pada penurunan

kinerja organisasi. Struktur organisasi yang lemah dapat berupa rangkap jabatan

dalam struktur manajemen atau pengurusnya. Rangkap jabatan berkaitan dengan

masalah tugas, fungsi, dan kepentingan yang berdampak negatif terhadap kinerja

karyawan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan organisasi.

Page 28: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

10

Ketidakpastian tugas dibagi dalam dua dimensi, yaitu kemampuan menganalisis

tugas (task analyzability) dan variabilitas tugas (task variability). Task

analyzability adalah pengetahuan atau pemahaman yang kongkrit mengenai suatu

kegiatan dan tingkat kompleksitas proses pelaksanaan tugas. Task variability

menunjukkan banyaknya variasi sub-tugas, yang ditimbulkan oleh perbedaan sub-

tugas.

2.1.4 Kinerja Karyawan

Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu

program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan

misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi

(Moeheriono, 2012). Kinerja karyawan didefinisikan sebagai kemampuan

karyawan dalam melakukan sesuatu keahlian tertentu (Sinambela et.al, 2012).

Dengan adanya kinerja karyawan kita dapat mengetahui seberapa jauh

kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya.

Menurut Burney, Henle, dan Widener (2009), kinerja karyawan dapat diukur

melalui tujuh indikator yaitu, aktif terhadap aktivitas, teliti dalam bekerja, kualitas

pekerjaan, pelaksanaan tugas, keberhasilan dalam menjalankan tugas, tanggung

jawab, dan memahami peraturan.

Page 29: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

11

2.2 Penelitian Terdahulu

No Peneliti Judul Hasil

1. Adek LatifaNuraini danRosyati (2012)

Pengaruh PartisipasiAnggaran dan InformasiAkuntansi terhadap KinerjaManajerial denganKomitmen Organisasi, GayaKepemimpinan,Ketidakpastian Tugas,Ketidakpastian Lingkungan,dan Strategi Bisnis sebagaiVariabel Moderasi

Hasil penelitian menunjukanbahwa partisipasi anggarandan informasi akuntansiberpengaruh signifikanterhadap kinerja manajerial.Komitmen organisasi, gayakepemimpinan,ketidakpastian tugas,ketidakpastian lingkungandan strategi bisnisberpengaruh signifikanterhadap hubungan antarapartisipasi anggaran dengankinerja manajerial.

2. Desmiyawati(2010)

Pengaruh Desentralisasi,Ketidakpastian Lingkungandan Sistem AkuntansiManajemen terhadapKinerja Manajerial

Hasil penelitian menunjukkanbahwa desentralisasiberpengaruh positif dansignifikan terhadap kinerjamanajerial melaluipenggunaan sistem akuntansimanajemen dalampengambilan keputusan.Sementara ketidakpastianlingkungan tidak berpengaruhterhadap kinerja manajerialmelalui penggunaan sistemakuntansi manajemen dalampengambilan keputusan.

3. Yoyon Moheridan DistaAmalia Arifah(2015)

Pengaruh PartisipasiAnggaran terhadap KinerjaManajerial

Hasil penelitian inimenunjukkan bahwapartisipasi anggaranberpengaruh positif terhadapkinerja manajerial.

4. MamanSulaeman danHasan FahmiKusnandar(2017)

Pengaruh InformasiAkuntansi danKetidakpastian Tugasterhadap KinerjaManajerial.

Hasil penelitian menunjukkanbahwa informasi akuntansidan ketidakpastian tugasberpengaruh secara signifikanterhadap kinerja manajerial

Page 30: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

12

5. Sulkiah (2006) Pengaruh KetidakpastianLingkungan dan SistemAkuntansi Manajementerhadap Kinerja Manajerialpada Rumah Sakit LombokTimur.

Ketidakpastian lingkungandan sistem akuntansimanajemen berpengaruhterhadap kinerja manajerial diRumah Sakit Lombok Timur.

Sumber: Rosyati (2012), Desmiyawati (2010), Sulistyorini (2010), Savitri (2010),Sulkiah (2016).

2.3 Kerangka Penelitian

Berdasarkan uraian sebelumnya, maka kerangka penelitian yang menggambarkan

hubungan variabel ditunjukkan dalam gambar berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Penelitian

2.4 Hipotesis

Hipotesis adalah suatu rumusan yang menyatakan adanya hubungan tertentu

anatara dua variabel ataupun lebih. Hipotesis dikembangkan dari telaan teoritis

sebagai jawaban sementara dari masalah atau pertanyaan penelitian yang

memerlukan pengujian secara empiris (Indriantoro dan Supomo, 2014).

KetidakpastianTugas (X2)

PartisipasiAnggaran (X1)

KinerjaKaryawan (Y)

Page 31: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

13

2.4.1 Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Karyawan

Partisipasi anggaran adalah tingkat partisipasi dan pengaruh seseorang dalam

proses penyusunan anggaran. Dalam menyusun anggaran perlu melibatkan

banyak pihak, mulai dari manajemen tingkat atas hingga manajemen tingkat

bawah, semakin tinggi tingkat partisipasi anggaran maka akan meningkatkan

kinerja karyawan, sebab karyawan yang berpartisipasi dalam proses penyusunan

anggaran akan berusaha untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan,

dimana usaha-usaha yang dilakukan tersebut akan berdampak pada peningkatan

kinerjanya (Salancik, 1997). Partisipasi dalam penyusunan anggaran merupakan

wadah bagi karyawan untuk menyuarakan pendapat mengenai anggaran yang

sesuai dengan divisi yang menjadi tanggung jawabnya. Moheri (2015)

menemukan bahwa partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh positif secara

signifikan terhadap kinerja manajerial.

Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H1 : Partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

2.4.2 Pengaruh Ketidakpastian Tugas terhadap Kinerja Karyawan

Ketidakpastian tugas suatu organisasi muncul dari uraian tugas yang tidak jelas

atau ambigu dan struktur organisasi yang lemah. Bila organisasi tidak

menguraikan tugas secara jelas, maka akan dapat menimbulkan ketidakpastian

tugas yang tinggi sehingga akan berdampak pada penurunan kinerja organisasi

(Daft, 2010). Ketidakpastian tugas meliputi tiga dimensi utama yaitu kurangnya

informasi tentang faktor lingkungan, ketidakmampuan untuk menghadapi

probabilitas terhadap faktor lingkungan, dan ketidaktahuan efek atas pengambilan

keputusan yang salah (Otley dan Pollanen, 2000).

Page 32: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

14

Nuraini (2012), menyimpulkan bahwa ketidakpastian tugas berpengaruh

signifikan terhadap kinerja manajer atau karyawan. Semakin tinggi ketidakpastian

tugas maka kinerja manajer atau karyawan akan menurun dan sebaliknya.

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti merumuskan hipotesis penelitian sebagai

berikut:

H2 : Ketidakpastian tugas berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan.

2.4.3 Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Karyawan yang

Dimoderasi oleh Ketidakpastian Tugas

Ketidakpastian (uncertainty) menurut Griffin (2004), adalah suatu kekuatan

pendorong yang disebabkan oleh perubahan dan kompleksitas dan mempengaruhi

banyak keputusan organisasi. Dalam ketidakpastian yang rendah, individu dapat

memprediksi keadaan dimasa yang akan datang sehingga langkah-langkah yang

akan dilakukan dapat direncanakan dengan lebih akurat (Duncan, 1972 dalam

Yilpipa, 2009).

Kemampuan memprediksi keadaan dimasa yang akan datang dengan kondisi

ketidakpastian yang rendah dapat terjadi pada kondisi dimana individu ikut

berpartisipasi dalam penyusunan anggaran. Brownell dan Dunk (1991),

menyatakan bahwa ketidakpastian tugas yang rendah dan partisipasi anggaran

tinggi berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajer atau karyawan.

Berdasarkan uraian tersebut peneliti merumuskan hipotesis penelitian sebagai

berikut:

H3 : Partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang

Dimoderasi oleh ketidakpastian tugas

Page 33: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

15

III. METODE PENELITIAN

3.1 Populasi dan Sampel

Populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai

karakteristik tertentu (Indriantoro dan Supomo, 2014). Populasi dalam penelitian

ini adalah karyawan RSUD Kota Bandar Lampung. Sampel adalah bagian dari

jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2010). Metode

pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria sebagai

berikut:

1. RSUD Kota Bandar Lampung

2. Seluruh karyawan bagian umum dan bagian keuangan di RSUD yang telah

bekerja minimal 6 bulan.

3.2 Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer yaitu

data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumbernya (responden)

dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden (Indriantoro dan Supomo,

2014). Kuesioner yang disebar berisi pertanyaan mengenai partisipasi anggaran,

ketidakpastian tugas, sistem informasi akuntansi manajemen, dan kinerja

karyawan.

Page 34: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

16

Adapun RSUD yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Abdul Moeloek

2. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. A. Dadi Tjokrodipo

3.3 Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu:

1. Variabel Terikat (Dependent Variable), yaitu variabel yang dipengaruhi oleh

variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan.

2. Variabel Bebas (Independent Variable), yaitu tipe variabel yang

mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah

partisipasi anggaran.

3. Variabel Moderating, yaitu variabel yang memperkuat atau memperlemah

hubungan antara variabel independen dan variabel dependen secara langsung.

Variabel moderating dalam penelitian ini adalah ketidakpastian tugas.

3.4 Operasional dan Pengukuran Variabel

3.4.1 Partisipasi Anggaran

Menurut Nafarin (2012), partisipasi penyusunan anggaran adalah tingkat seberapa

jauh keterlibatan dan pengaruh individu dalam menentukan dan menyusun

anggaran yang ada didalam divisi atau bagiannya, baik secara periodik maupun

tahunan. Instrumen untuk mengukur variabel partisipasi anggaran menggunakan

instrumen pertanyaan yang dikembangkan oleh Milani (1975). Item ini diukur

dengan menggunakan skala likert lima dengani nilai 1 jika partisipasi anggaran

sangat rendah dan nilai 5 jika partisipasi anggaran sangat tinggi.

Page 35: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

17

Tabel 3.1 indikator dan Pertanyaan Variabel Partisipasi Anggaran

Variabel Indikator PertanyaanPartisipasiAnggaran(Milani, 1975)

Keterlibatan dalampenyusunan anggaran

1. Apakah anda terlibat dalampenyusunan anggaran

Peran dalam penyusunananggaran

2. Seberapa pentingkah perananda terhadap penyusunananggaran

Kontribusi dalampenyusunan anggaran

3. Seberapa banyakkontribusi anda dalampenyusunan anggaran

Seberapa sering atasanmeminta pendapat dalampenyusunan anggaran

4. Seberapa sering atasanmeminta pendapat andadalam penyusunan anggaran

Pengaruh terhadap anggaranfinal

5. Seberapa tinggi pengaruhanda terhadap anggaran final

Kesesuaian anggaran danhasil yang telah dicapai.

6. Anggaran yang dibuatsesuai dengan hasil yangtelah dicapai

Sumber: Milani (1975).

3.4.2 Ketidakpastian Tugas

Menurut Daft (2010), ketidakpastian tugas muncul dari uraian tugas yang tidak

jelas atau ambigu dan struktur organisasi yang lemah. Variabel ketidakpastian

tugas diukur dengan sembilan instrumen yang dikembangkan oleh Withey, et.al

(1983). Item ini diukur dengan menggunakan skala likert lima dengan nilai 1 jika

sangat tidak setuju dan nilai 5 jika sangat setuju.

Tabel 3.2 Indikator Pertanyaan Variabel Ketidakpastian Tugas

Variabel Indikator PertanyaanKetidakpastianTugas (Withey, et.al1983)

1. Mendapat tugas yang sama dari hari ke hari2. Melakukan pekerjaan yang sama, dengan cara yangsama dalam sebagian besar waktu kerja anda3. Melakukan aktifitas secara berulang-ulang dalammelaksanakan pekerjaan4. Seberapa tingkat kejelasan dalam melaksanakanpekerjaan yang berulang-ulang5. Terdapat panduan atau petujuk dalam melaksanakantugas6. Tahapan kerja yang mudah diikuti dalam melakukanpekerjaan

Page 36: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

18

7. Mempunyai pengetahuan tentang jenis-jenispekerjaan yang penting yang biasa anda lakukan8. Sejauh mana anda mengembangkan prosedur danpraktek yang ada dalam pelaksanaan tugas9. Apakah tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan didepartemen anda dapat dipahami dengan baik dalammelakukan tugas

Sumber: Withey, et.al (1983).

3.4.3 Kinerja Karyawan

Kinerja karyawan didefinisikan sebagai kemampuan karyawan dalam melakukan

sesuatu keahlian tertentu (Sinambela et.al, 2012). Variabel kinerja karyawan

diukur dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh Burney, Henle

dan Widener (2009). Item diukur dengan menggunakan skala likert lima dengan

nilai 1 jika sangat tidak setuju dan nilai 5 jika sangat setuju.

Tabel 3.3 Indikator Pertanyaan Variabel Kinerja Karyawan

Variabel Indikator PertanyaanKinerja Karyawan(Burney, Henle,dan Widener2009)

1. Saya biasa terlibat dalam kegiatan yang akan langsungmempengaruhi evaluasi kinerja saya2. Saya pernah mengabaikan aspek dari pekerjaan yangwajib dilakukan3. Saya dapat menyelesaikan tugas yang diberikan4. Saya dapat melakukan tugas yang diharapkan5. Saya pernah gagal dalam melakukan tugas penting6. Saya dapat memenuhi tanggung jawab yang ditentukandalam pekerjaan7. Saya dapat memenuhi persyaratan pekerjaan kinerjaformal

Sumber: Burney, Henle, dan Widener (2009).

Page 37: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

19

3.5 Metode Analisis Data

Penelitian ini menggunakan metode analisis data dengan menggunakan software

PLS (Partial Least Square) yang merupakan metode alternatif estimasi model

untuk mengelola Structural Equation Modelling (SEM) berbasis varian yang

secara simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran sekaligus

pengujian model struktural. Model pengukuran digunakan untuk uji validitas dan

reliabilitas, sedangkan model struktural digunakan untuk uji kausalitas (pengujian

hipotesis model prediksi). Alasan menggunakan PLS (Partial Least Square)

merupakan metode analisis data yang didasarkan asumsi sampel tidak harus besar,

yaitu jumlah sampel kurang dari 100 bisa dilakukan analisis, dan residual

distribusi dan PLS dapat digunakan untuk menganalisis teori yang masih

dikatakan lemah, karena PLS (Partial Least Square) dapat digunakan untuk

prediksi (Ghozali, 2014).

3.5.1 Pengujian Model Pengukuran (Outer Model)

Outer model sering juga disebut (Outer Relation atau Measurement Model) yang

mendefinisikan bagaimana setiap blok indikator berhubungan dengan variabel

latennya. Model pengukuran ini digunakan untuk menguji validitas konstruk dan

reabilitas instrumen. Uji validitas menunjukkan seberapa nyata suatu pengujian

mengukur apa yang seharusnya diukur dengan ketepatan alat ukur untuk

melakukan tugas dalam mencapai sasarannya, dan uji reliabilitas menunjukkan

akurasi dan ketepatan dari pengukurannya (Hartono, 2017).

Page 38: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

20

Validitas konvergen dianggap tinggi apabila berkorelasi lebih dari 0,70 dengan

konstruk yang ingin diukur, dan dianggap cukup apabila nilai loading 0,50 – 0,60

(Chin, 1998 dalam Ghozali, 2014). Adapun tujuan validitas diskriminan adalah

untuk melihat apakah item adalah unik dan tidak sama dengan konstruk lain

dalam model (Hulland, 1999).

Jika korelasi konstruk dengan item pengukuran lebih besar daripada ukuran

konstruk lainnya, maka hal ini menunjukkan bahwa konstruk laten memprediksi

ukuran pada blok mereka lebih baik daripada ukuran pada blok lainnya.

Sedangkan pengujian reliabilitas dilakukan dengan menganalisis cronbach’s

alpha dan composite reliability, sesuai dengan aturan yang dipakai bahwa

cronbach’s alpha lebih dari 0,7 menunjukkan tingkat reliabilitas sangat tinggi

(Ghozali, 2014).

3.5.2 Pengujian Pengukuran Struktur Model (Inner Model)

Model struktural (inner model) merupakan model untuk memprediksi hubungan

kausalitas antara variabel laten. Model struktural dievaluasi dengan menggunakan

R-square untuk konstruk dependen, dan path coeficient (β) (Yuliansyah dan

Mohd, 2015). Dalam menilai model dengan PLS, perubahan nilai R-square dapat

digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen tertentu terhadap

variabel laten dependen, apakah mempunyai pengaruh yang substantive, semakin

tinggi nilai R-square maka semakin baik model prediksi dari model yang

diajukan. Sedangkan path coeficient (β) dilakukan pengujian dengan

menggunakan prosedur bootstraping dengan melihat nilai koefisien parameter dan

nilai signifikan pada t-statistik (Hartmann & Slapnicar, 2009).

Page 39: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

21

Dan pengujian arah penentuan hipotesis dilihat pada nilai original sample, nilai

yang positif menunjukkan arah hipotesis yang positif dan nilai negatif

menunjukkan arah hipotesis yang negatif.

3.5.3 Uji Hipotesis

Dalam pengujian hipotesis atas partisipasi anggaran, ketidakpastian tugas, sistem

akuntansi manajemen, dan kinerja karyawan dilakukan dengan membandingkan

hasil T-statistics (path coeficient) dengan T-table. Hipotesis dapat dikatakan

sangat signifikan apabila T-statistics > T-table pada derajat kebebasan 1%.

Hipotesis dikatakan signifikan apabila T-statistics > T-table pada derajat

kebebasan 5%. Dan hipotesis dikatakan lemah apabila T-statistics > T-table pada

derajat kebebasan 10%.

Page 40: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

39

V. SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Penelitian ini dilakukan untuk menguji bagaimana pengaruh partisipasi anggaran

terhadap kinerja karyawan dengan ketidakpastian tugas sebagai variabel

moderating. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan

pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Partisipasi anggaran berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan pada

rumah sakit umum daerah.

2. Ketidakpastian tugas berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan pada

rumah sakit umum daerah.

3. Partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang

dimoderasi oleh ketidakpastian tugas pada rumah sakit umum daerah.

5.2 Keterbatasan

Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu:

1. Keandalan validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan dalam penelitian

ini belum teruji dengan baik karena terdapat indikator yang dieliminasi

(validasi). Peneliti menduga kemungkinan adanya faktor lain yaitu pemahaman

Page 41: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

40

yang kurang baik yang kemungkinan disebabkan oleh bahasa yang belum

sesuai dengan kondisi responden.

2. Penelitian ini hanya berfokus pada dua RSUD Kota yang tidak mencerminkan

dari keseluruhan RSUD sehinggga hasilnya belum teruji secara luas.

3. Penelitian ini hanya meneliti pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja

karyawan yang dimoderasi oleh ketidakpastian tugas, melalui instrumen

kuesioner dan tidak melakukan wawancara secara mendalam terhadap

responden, sehingga hasil penelitian ini belum menghasilkan hasil yang

maksimal.

5.3 Saran

Berdasarkan temuan di atas, maka penulis menyarankan agar penelitian

selanjutnya:

1. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat memperluas objek penelitian, seperti

RSUD tingkat provinsi.

2. Perlu dilakukan pengembangan instrumen yang sesuai dengan kondisi dan

lingkungan objek penelitian.

3. Perlu dilakukan wawancara yang lebih mendalam terhadap karyawan RSUD.

Page 42: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

DAFTAR PUSTAKA

Brownell, Peter dan Alan S. Dunk. 1991. Task Uncertainly and It’s InteractionWith Budgetary Participation And Budget Emphasis SomeMethodological Issues And Empirical Investigation. AccountingOrganizations and Society Vol. 16 PP: 693-173.

Brownell, P., & Hirst, M. 1986. Reliance on Accounting Information,

Budgetary Participation, and Task Uncertainty: Test of Three-WayInteraction. Journal of Accounting Research, 24, 241-249.

Burney, L. L., C. A. Henle, and S. K. Widener. 2009. A path model examiningthe relations among strategic performance measurement systemcharacteristics, organizational justice, and extra- and in-roleperformance. Accounting, Organizations and Society 34 (3–4): 305–321.

Daft, Richard L. 2010. Era Baru Manajemen. Jilid 1. Edisi ke SembilanJakarta: Salemba Empat.

Desmiyawati. 2010. Pengaruh Desentralisasi, Ketidakpastian Lingkungan danSistem Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial. Pekbis Jurnal,Vol.2, No.3, November 2010: 346-354.

Ghozali, Imam. 2014. Structural Equation Modeling, Metode Alternatif denganPartial Least Square (PLS). Edisi 4. Semarang: Undip.

Griffin, Ricky W. 2004. Manajemen. Edisi kesepuluh. Jakarta: Erlangga

Hartmann, F., & Slapnicar, S. 2009. How Formal Performance EvaluationAffects Trust of Subordinate Managers in Their Superior. Accounting,Organizations and Society. 34: 727-725

Hartono, Jogiyanto. 2017. Metodologi Penelitian Bisnis Salah Kaprah danPengalaman-Pengalaman. Yogyakarta: Edisi 6. BPFE-Yogyakarta.

Hulland, J. 1999. Use of partial least square (PLS) instrategic managementresearch: a review of four recent studies. Strategic Management Journal,20: 195-204.

Indriantoro, Nur dan Supomo. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis UntukAkuntansi & Manajemen. Yogyakarta : Penerbit BPFE.

Page 43: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. 2007. Peraturan Menteri DalamNegeri Republik Indonesia Nomor 61 Tentang Pedoman TeknisPengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Jakarta.

Minanda, Yilpipa. 2009. Pengaruh Sasaran Anggaran, Komitmen Organisasi,Dan Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Kesenjangan AnggaranPemerintah Provinsi Sumatera Utara. Tesis. Universitas Sumatera Utara,Medan.

Milani, Ken. 1975. The Relationship of Participation in Budget-Setting toIndustrial Supervisor Performance and Attitudes-A Field Study. TheAccounting Review Vol.50 No.2 pp.274-284.

Moheri, Yoyon dan Dista Amalia. 2015. Pengaruh Partisipasi Anggaranterhadap Kinerja Manajerial. Jurnal EKOBIS Vol. 16 No. 1. JurusanAkuntansi Fakultas Islam Sultan Agung.

Moeheriono. 2012. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Mulyadi. 2010. Akuntansi Manajaemen. Edisi 3. Jakarta: salemba Empat.

Munandar, M. 2010. Budgeting Perencanaan Kerja Pengkoordinasian KerjaPengawasan Kerja. Yogyakarta : BPFE.

Nafarin, M. 2012. Penganggaran Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat.

Nuraini, Adek Latifa dan Rosyati. 2012. Pengaruh Partisipasi Anggaran danInformasi Akuntansi terhadap Kinerja Manajerial: Komitmen Organisasi,Gaya Kepemimpinan, Ketidakpastian Tugas, Ketidakpastian Lingkungandan Strategi Bisnis Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal CBAM-FE, Voll,No.1.

Otley, David and Pollanen, Raili M. 2000. Budgetary Criteria in PerformanceEvaluation: A Critical Appraisal Using New Evidence. Accounting,Organizations and Society 25, pp.483 – 496.

Salancik, G. 1997. Commitment and the control of organiational behavior andbelief. Chicago: St. Clair Press.

Selvina, Mia., dan Yuliansyah, Y. 2016. Relationships Between BudgetaryParticipation, and Organizational Commitment: Mediated byReinforcement Contingency Evidence from the Service Sector Industries.International Research Journal of Business Studies Vol. VIII No. 022016

Sinambela, Lijan Poltak. 2012. Kinerja Pegawai. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Sofyan, Yamin dan Kurniawan, Heri. 2011. Generasi Baru Mengolah DataPenelitian dengan partial Least Square Path Modelin Jakarta: PenerbitSalemba Infotek.

Page 44: PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA …digilib.unila.ac.id/54931/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dimoderasi oleh ketidakpastian tugas dan ketidakpastian tugas memperkuat

Solechan, Achmad dan Setiawati, Ira. 2009. Pengaruh Karakteristik SistemAkuntansi Manajemen Dan Desentralisasi Sebagai Variabel ModeratingTerhadap Kinerja Manajerilal. Jurnal Riset Ekonomi danManajemen.Vol 4. No 1.

Stoner, Freeman. 2006. Management. Englewood Cliffs, N.J: Prentice Hall,Inc.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitain Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulaeman, Maman dan Kusnandar, Hasan Fahmi. 2017. Pengaruh InformasiAkuntansi dan Ketidakpastian Tugas terhadap Kinerja Manajerial.JRAMB, Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, UMB Yogyakarta Volume 3No. 2., November 2017

Sulkiah. 2016. Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan dan Sistem AkuntansiManajemen terhadap Kinerja Manajerial pada Rumah Sakit LomboTimur. Jurnal Ilmiah Rinjani. Universitas Gunung Rinjani Vol.4 Tahun2016.

Sumarno, J. 2005. Pengaruh Komitmen Organisasi dan Gaya Kepemimpinanterhadap Hubungan antara Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial.Jurnal Bisnis Strategi, Vol. 14, no. 2, Desember 2005.

Withey, Michael., Daft, Richard, L., Cooper, William, H. (1983). Measures OfPerrow’s Work Unit Technology: An Empirical Assesment And ANew Scale. Acadeny of Management Journal. 1983. Vol. 26 No 1, 4563

Wulandari, Diana Eka. 2016. Pengaruh Penganggaran Partisipatif terhadapKinerja Manajerial dengan Komitmen Organisasi dan GayaKepemimpinan. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi: Vol 5, No 4, April2016.

Yuliansyah, Y., dan Khan, Ashfaq Ahmad. 2017. A revisit of theparticipative budgeting and employees’ self-efficacy interrelationship –empirical evidence from Indonesia’s public sector, International Reviewof Public Administration, DOI: 10.1080/12294659.2017.1325584

Yuliansyah, Y., dan Khan, Ashfaq Ahmad. 2015. Strategic PerformanceMeasurement System: A Service Sector And Lower Level EmployeesEmpirical Investigation. Corporate Ownership and Control. Vol. 12(3).Pp. 304-316

Yuliansyah, Y., Bui, B., dan Mohamed, N. 2016. How Managers Use PMSto Induce Behavioural Change in Enhancing Governance, Int.Journal of Economics and Management, Vol. 10(S2), Pp. 509-530