PENGARUH MODAL SOSIAL, ORGANIZATIONAL ... PENGARUH MODAL SOSIAL, ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP

  • View
    9

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of PENGARUH MODAL SOSIAL, ORGANIZATIONAL ... PENGARUH MODAL SOSIAL, ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP

  • PENGARUH MODAL SOSIAL, ORGANIZATIONAL

    CITIZENSHIP BEHAVIOR, DAN KEPUASAN KERJA

    TERHADAP KINERJA KARYAWAN RUMAH SAKIT AMAL

    SEHAT KABUPATEN WONOGIRI

    Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Progran Studi Strata II pada Jurusan

    Magister Manajemen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Oleh :

    Chandra Wisnu Utomo

    P 100160091

    PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN SEKOLAH PASCA

    SARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2019

  • i

  • ii

  • iii

  • iv

  • PENGARUH MODAL SOSIAL, ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP

    BEHAVIOR, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

    RUMAH SAKIT AMAL SEHAT KABUPATEN WONOGIRI

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pengaruh Modal Sosial,

    Organizational Citizenship Behavior, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan.

    Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 karyawan dengan menggunakan kuesioner

    untuk pengumpulan data. Teknik analisa data menggunakan Analisis Path. Hasil

    penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Modal Sosial dan Organizational Citizenship

    Behavior memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja. 2) Modal Sosial dan

    Organizational Citizenship Behavior memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. 3)

    Kepuasan kerja tidak dapat memediasi antara Modal Sosial terhadap kinerja karyawan.

    4) Kepuasan kerja dapat memediasi antara Organizational Citizenship Behavior

    terhadap Kinerja Karyawan

    Kata kunci : Modal Sosial, Organizational Citizenship Behavior, Kinerja

    Karyawan, Kepuasan Kerja.

    ABSTRACT

    This study aims to analyze the Sources of Social Capital, Organizational Citizenship

    Behavior, and Job Satisfaction with Employee Performance. The sample in this study

    100 employees using a questionnaire to collect data. The data analysis technique uses

    Path Analysis. The results of this study indicate that: 1) Social Capital and

    Organizational Citizenship Behavior have an influence on job satisfaction. 2) Social

    Capital and Organizational Citizenship Behavior have an influence on employee

    performance. 3) Job satisfaction cannot mediate between Social Capital for employee

    performance. 4) Job satisfaction can mediate between Organizational Citizenship

    Behavior for employee performance

    Keywords: Social Capital, Organizational Citizenship Behavior, Employee

    Performance, Employee Satisfaction.

    1

  • 1. PENDAHULUAN

    Dalam dunia yang kompetitif baru-baru ini, organisasi bekerja di

    lingkungan yang terus-menerus perlu meningkatkan kinerja dan mereka harus

    berusaha mencapai ketinggian dalam kinerja mereka, jika tidak, mereka

    ditakdirkan hancur. Studi tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap

    kinerja organisasi adalah salah satu metode peningkatan kualitas kinerja

    organisasi. Sebagai profesi kesehatan, tenaga kerja perawat memainkan peran

    penting dalam penyampaian layanan perawatan kesehatan yang berkualitas dan

    produktivitas di organisasi layanan kesehatan. Keperawatan adalah profesi yang

    berinteraksi paling dekat dengan klien di sektor perawatan kesehatan, dan oleh

    karena itu, memerlukan kerjasama staf layanan kesehatan, komunikasi timbal

    balik, dan kerja tim (Kim, 2011). Saat ini, beberapa perilaku kooperatif telah

    muncul di antara rekan kerja di organisasi rumah sakit dan perilaku ini secara

    bertahap semakin penting. Anggota organisasi melakukan perilaku ini selama

    pemenuhan peran organisasi mereka untuk meningkatkan lingkungan kerja yang

    sehat (Shingold, 2012). Organizational Citizenship Behavior (OCB) menjadi

    penting untuk meningkatkan kinerjanya. Organisasi kewarganegaraan perilaku

    (OCB) adalah salah satu jenis perilaku peran ekstra, yang meningkatkan

    kecenderungan untuk membantu dan berbagi informasi, mempromosikan

    perasaan hati nurani, toleransi, dan memuji institusi (Altuntas, 2014). Ini adalah

    perilaku yang ditampilkan secara sukarela oleh pekerja, tergantung pada pilihan

    pribadi mereka, tanpa kewajiban tertulis, dan mereka tidak secara jelas

    ditunjukkan dalam perjanjian organisasi dan tidak diwajibkan oleh deskripsi

    pekerjaan (Asgari et al., 2008) oleh karena itu, kelalaian dalam perilaku ini tidak

    membawa hukuman. Kepuasan kerja dapat terlihat dengan adanya penurunan

    produktifitas, pemogokan, ketidakhadiran, dan pergantian karyawan. Gejala lain

    yang mungkin ditimbulkan seorang karyawan adalah rendahnya prestasi kerja,

    kurang disiplin, rendahnya hasil yang diperoleh dari kinerja. Kepuasan kerja

    telah menjadi subyek penelitian sejak study Hawthorne tahun 1920 (Turner et al.,

    2004)

    Adapun rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

    2

  • 1. Apakah modal sosial mempengaruhi kepuasan kerja pada RS Amal Sehat

    Wonogiri ?

    2. Apakah organizational citizenship behavior mempengaruhi kepuasan kerja pada

    RS Amal Sehat Wonogiri ?

    3. Apakah modal sosial mempengaruhi kinerja karyawan pada RS Amal Sehat

    Wonogiri ?

    4. Apakah organizational citizenship behavior mempengaruhi kinerja karyawan

    pada RS Amal Sehat Wonogiri ?

    5. Apakah modal sosial mempengaruhi kinerja karyawan yang dimediasi oleh

    kepuasan kerja pada RS Amal Sehat Wonogiri ?

    6. Apakah organizational citizenship behavior mempengaruhi kinerja karyawan

    yang dimediasi oleh kepuasan kerja pada RS Amal Sehat Wonogiri ?

    a. Pengembangan Hipotesis

    1. Hubungan Modal Sosial Terhadap Kepuasan kerja.

    Modal sosial adalah proses di mana aktor sosial menciptakan dan

    memobilisasi koneksi jaringan mereka di dalam dan di antara organisasi untuk

    mendapatkan akses ke sumber daya aktor sosial lainnya (Knok, 1999). Modal

    sosial secara umum dipahami sebagai kemampuan individu dalam organisasi

    untuk bekerja demi kebaikan bersama, jaringan dan kepercayaan paling sering

    digunakan untuk mengkarakterisasi modal sosial (Hasle et al., 2007). Para

    karyawan dengan aset sosial yang lebih tinggi berada di jejaring sosial pusat.

    Mereka dapat memperoleh beberapa manfaat melalui negosiasi dengan manajer

    puncak atau pimpinan mereka. Selain itu, mereka mungkin mendapatkan lebih

    banyak kesempatan kerja di organisasi lain dan menikmati hidup mereka sebaik-

    baiknya (Arthur et al., 2005). Elton Mayo sangat percaya efisiensi organisasi dapat

    ditingkatkan melalui mempelajari faktor manusia dalam organisasi industri. Selain

    itu, pada dasarnya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pribadi karyawan dalam

    organisasi untuk meningkatkan efisiensi kerja terbaik. Dia sangat menekankan

    pada faktor-faktor seperti motivasi manusia pada karyawan yang lebih rendah,

    menghormati karyawan dan manajemen demokratis. Berdasarkan penelitian yang

    dilakukan, sampai pada

    3

  • kesimpulan bahwa faktor sosial dan mental adalah peran yang lebih penting

    daripada faktor-faktor material dalam meningkatkan efisiensi.

    Mempertimbangkan konsep yang disebutkan, organisasi akan menjadi lebih

    efisien karena karyawan merasa puas secara sosial. Saling menghormati

    sebagai aspek modal sosial dapat berpotensi membantu dalam

    mengembangkan komunikasi, kepuasan kerja dan menciptakan suasana yang

    ramah. Ini sangat ditekankan dalam budaya Islam (Zareei, 2010). Komunikasi

    manusia tampaknya lebih bermanfaat daripada faktora-faktor lain dalam

    meningkatkan kepuasan kerja. Orang paling suka bekerja dengan orang yang

    mereka sukai. Mereka mencoba yang terbaik untuk melakukan tugas-tugas

    untuk manajer yang baik. Mereka akan berhenti bekerja karena mereka tidak

    menyukai manajer. Mereka dapat bekerja sama dengan karyawan yang

    berkomunikasi dengan mereka. Jadi, kerja sama dicapai sebagai hasil dari

    kepuasan kerja dan lingkungan kerja yang menyenangkan (Abbas, 2003). Hasil

    penelitian yang dilakukan oleh (Hasan et al 2014) menunjukkan bahwa Modal

    Sosial memiliki hubungan positif terhadap Kepuasan kerja

    Adapun hipotesis yang bisa dinyatakan adalah:

    H1: Modal Sosial berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja

    2. Hubungan Organizational Citizenship Behavior terhadap Kepuasan kerja.

    Organizational Citizenship Behavior (OCB) secara luas telah terlihat

    berdampak pada efektifitas organisasi (Kim, 2006). Terdapat hubungan

    subtansial yang saling mendukung hubungan antara OCB dan kepuasan kerja.

    Sebagai contoh, Bateman & Organ (Kim, 2006) menemukan hubungan yang

    signifikan diantara pengukuran umum dari kepuasan kerja dan supervisory

    ratings dari OCB. Puffer (1987) menemukan hubungan yang signifikan antara

    pengukuran umum terhadap kepuasan kerja diantara pro-social behavior dan

    kepuasan kerja dengan reward material. Secara umum karyawan yang merasa

    puas dengan pekerjaannya menginginkan penghargaan atas hasil performa

    kinerja baik yang dilakukannya, memiliki hubungan yang baik dengan rekan

    kerja, dan melanjutkan pekerjaan dalam organisasi tersebut. Itu