of 118 /118
PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2016) SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Ekonomi Oleh : Luluk Maslukhah NIM : 11130810000018 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1438 H / 2017

PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

Embed Size (px)

Text of PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP...

Page 1: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS

SEBAGAI VARIABEL MODERASI

(Studi Empiris pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia Periode 2014-2016)

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh :

Luluk Maslukhah

NIM : 11130810000018

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1438 H / 2017

Page 2: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS

SEBAGAI VARIABEL MODERASI

(Studi Empiris pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia Periode 2014-2016)

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh :

Luluk Maslukhah

NIM : 11130810000018

Di Bawah Bimbingan

Pembimbing I

Dr. Taridi Kasbi Ridho, MBA

NIDN : 2004 1070 02

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1438 H / 2017 M

Page 3: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

iii

Page 4: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

iv

Page 5: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

v

Page 6: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

vi

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. IDENTITAS PRIBADI

1. Nama Lengkap : Luluk Maslukhah

2. Tempat, tanggal lahir : Lamongan, 18 Januari 1995

3. Alamat : Desa Keben RT 006/001 Kecamatan Turi

Kabupaten Lamongan 62242

4. Telepon : 087862249400

5. Email : [email protected]

II. PENDIDIKAN FORMAL

1. TK. Munawarotul Ulum : Tahun 2005-2007

2. MTS. Mambaus Sholihin : Tahun 2007-2010

3. MAN. Tambakberas Jombang : Tahun 2010-2013

4. S1 Manajemen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : Tahun 2013-2017

III. PENDIDIKAN NON FORMAL

1. Pelatihan analisis Teknikal dan Fundamental oleh Kresna Security

pada tahun 2015.

2. Pelatihan Bisnis oleh Kementrian Koperasi dan UMKM pada tahun

2015.

3. Pelatihan Tilawah al-Quran di Pondok Pesantren al-Quran Baitul

Qurro Jakarta pada tahun 2013-2017.

IV. PENGHARGAAN

1. Juara 1 Lomba Bisnis Plan di Kementrian Koperasi dan UMKM tahun

2015.

2. Schoolarship dari Bank Indonesia tahun 2014-2017.

Page 7: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

vii

V. PENGALAMAN ORGANISASI

1. Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Laboratorium

Pasar Modal FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2013-2014.

2. Divisi Keuangan Kantin Koperasi Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta periode 2014-2015.

3. Koordinator Analisis Data dan Trading Laboratorium Pasar Modal

FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2014-2015.

4. Pengawas Analisis Data dan Trading Galeri Investasi FEB UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta periode 2015-2016.

5. Sekretaris Pondok Pesantren al-Quran Baitul Qurro Jakarta periode

2014-2015.

6. Divisi Keamanan Pondok Pesantren al-Quran Baitul Qurro Jakarta

periode 2015-2016.

7. Generasi Baru Bank Indonesia (GenBI) periode 2014-2017.

VI. LATAR BELAKANG KELUARGA

1. Ayah : Drs. H. Masyhadi, SE., M.Si

2. Ibu : Hj. Umaiyah

3. Alamat : Desa Keben RT 006/001 Kecamatan Turi

Kabupaten Lamongan 62242

Page 8: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

viii

THE INFLUENCE OF DEBT POLICY AND DIVIDEND POLICY TO FIRM

VALUE WITH PROFTABILITAS AS MODERATING VARIABEL

(Study on Property and Real Estate Companies listed in the Indonesian Stock

Exchange During Years 2014-2016)

ABSTRACT

The study aimed to: (1) analyze debt policy to firm value, (2) to analyze

dividend policy to firm value, (3) to analyze profitability to firm value, (3) to

analyze the influence profitability to debt policy and firm value, (4) to analyze the

influence profitabilityl to dividend policy and firm value.

The sample selection method used purposive sampling method. The type of

data used in this research was secondary data in the form of annual reports and

financial statements of the company. Hypothesis in this research were tasted by

Partial Least Square (PLS) with SmartPLS version 3.0.M3.

Result of research study indicate that: (1) debt policy does not influences to

firm value, (2) dividend policy influences to firm value, (3) profitability influences

to firm value, (4) profitability as moderating variable has not influnce powefull in

influencing the relationship between debt policy and firm value, (5),profitability

as moderating variable has not influence powerfull in nfluencing the relationship

between dividend policy and firm value.

Keyword: Debt policy, dividend policy, profitability, firm value, Debt to

Asset Ratio (DAR), Long Term Debt to Equity Ratio (LTDER), Dividend

Payout Ratio (DPR), Dividend Yield Ratio (DYR), Return on Assets (ROA),

Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Price to Book Value

(PBV), Price Earning Ratio (PER), Partial Least Square (PLS).

Page 9: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

ix

PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS

SEBAGAI VARIABEL MODERASI

(Studi Empiris pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia Periode 2014-2016)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh kebijakan hutang

tehadap nilai perusahaan, (2) menganalisis pengaruh kebijakan dividen terhadap

nilai perusahaan, (3) menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap nilai

perusahaan, (4) pengaruh profitabilitas terhadap hubungan antara kebijakan

hutang dan nilai perusahaan, (5) pengaruh profitabilitas terhadap hubungan antara

kebijakan dividen dan nilai perusahaan.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive

sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data

sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Pengujian

hipotesis pada penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS) degan

bantuan software SmartPLS versi 3.0.M.3.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kebijakan hutang tidak

berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (2) kebijakan dividen berpengaruh

terhadap nilai perusahaan, (3) profitabilitas berpengaruh terhadap nilai

perusahaan, (4) profitabilitas sebagai variabel moderasi tidak mampu memperkuat

hubungan antara kebijakan hutang dengan nilai perusahaan, (5) profitabilitas

sebagai variabel moderasi tidak mampu memperkuat hubungan antara kebijakan

dividen dengan nilai perusahaan.

Kata kunci: Kebijakan hutang, kebijakan dividen, profitabilitas, nilai

perusahaan, Debt to Asset Ratio (DAR), Long Term Debt to Equity Ratio

(LTDER), Dividend Payout Ratio (DPR), Dividend Yield Ratio (DYR), Return

on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Price to

Book Value (PBV), Price Earning Ratio (PER), Partial Least Square (PLS).

Page 10: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

x

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan karunia-Nya kepada

penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh

Kebijakan Hutang dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan dengan

Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi dengan baik. Skripsi ini disusun dalam

rangka memenuhi syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Penyusunan skipsi ini tidak lepas dari bimbingan, bantuan, dan dorongan dari

berbagai pihak. Penulis menyadari bahwa bimbingan, bantuan, dan

dorongantersebut sangat berarti dalam penulisan skripsi ini. Sehubungan dengan

hal tersebut diatas penulis menyampaikan hormat dan terima kasih kepada :

1. Allah SWT atas ridho dan anugrah-Nya kepada penulis.

2. Kepada orang tua, Drs. H. Masyhadi SE., M.Si dan Hj. Umaiyah yang

dengan ikhlas memberikan dukungan dengan kasih sayang selalu

mencurahkan perhatian, cinta, nasihat, serta dukungan moril maupun materil

serta doa tiada henti kepada penulis.

3. Dr. Arif Mufraini, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta.

4. Titi Dewi Warninda SE., M.Si selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas

Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

5. Dr. Taridi Kasbi Ridho, MBA selaku dosen penasihat akademik sekaligus

dosen pembimbing dalam kepenulisan tugas akhir ini. Terima kasih telah

banyak memberikan arahan selama perkuliahan dan atas waktu, bimbingan,

dan arahan selama proses penyusunan skripsi ini sampai terlaksananya sidang

skripsi.

6. Kepada Bank Indonesia yang telah telah mensupport penulis dengan

beasiswa yang diberikan kepada penulis dapat menyelesaikan pendidikan

Sarjana (S1).

Page 11: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

xi

7. Kawan-kawan dan keluarga besar Generasi Baru Bank Indonesia (GenBI)

yang telah menginspirasi dan memberi dukungan hingga akhir menjalani

perkuliahan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

8. Kawan-kawan Galeri Investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif

Hidayatullh Jakarta yang telah memberi dukungan penulis selama masa

perkuliahan dan proses penulisan tugas akhir ini.

9. Teman-teman Koperasi Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang

telah banyak memberikan pengalaman dalam bidang organisasi, manajemen,

serta pengetahuan lainnya.

10. Teman-teman Koperasi Mahasiswa, terimakasih atas pengalaman dan

pembelajaran selama berorganisasi.

11. Sahabat-sahabat Galeri Investasi, teman organisasi rasa keluarga, terimakasih

atas pengalaman dan pembelajarannya selama berorganisasi.

12. Teman-teman manajemen 2013, teman seperjuangan selama empat tahun

menuntut ilmu dikampus. Semoga kita semua dipermudah oleh Allah AWT

dalam menggapai cita-cita.

13. Sahabat-sahabat semenjak mahasiswa baru Maya, Icha, Resty, Tia, Evi, Dian.

Teman bermain, bercanda, ada disaat suka dan duka. Semoga pertemanan

kita selalu tetap terjaga selamanya.

14. Sahabat-sahabat seperjuangan Kumi, Icha, Desy, Gita, Tia Martha, Tika,

Irma, Muti. Teman bermain, bercanda, ada disaat suka dan duka. Semoga

pertemanan kita selalu tetap terjaga selamanya.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna.

Oleh karena itu, penulis mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan

kritik yang membangun dari berbagai pihak. Semoga skripsi ini mampu

memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan dapat dijadikan sebagai bahan

referensi terutama bagi penelitian yang sejenis.

Jakarta, 09 Juli 2017

Luluk Maslukhah

NIM. 1113081000018

Page 12: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

xii

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF……………….……………..............iii

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI……………….……………..................................iv

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH.................................x

DAFTAR RIWAYAT HIDUP……………………………………………....................................................vi

ABSTRACT…………………..……………………………….………..…..................................................................viii

ABSTRAK…………………………………………………………………...……..............................................................ix

KATA PENGANTAR……………………….….……………………………..........................,................................x

DAFTAR ISI………………………………………………..……...……..………..........................................................xii

DAFTAR TABEL……………………………………...………………………….......................................................xiv

DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………………...................................................xv

DAFTAR LAMPIRAN………….……………………………………………………...............................................xvi

BAB I PENDAHULUAN………...………………………………….......…....…..1

A. Latar Belakang…....……………...……………………........……………..1

B. Perumusan Masalah…................................................................................10

C. Tujuan Penelitian………………………...……………………………….11

D. Manfaat Penelitian………………………………………………………..11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………........13

A. Landasan Teori………………………………..………………………….13

1. Teori Keagenan………….…………………………..………………...13

2. Nilai Perusahaan………….……………………………………....…...15

3. Kebijakan Hutang………….……………….…………………………16

4. Kebijakan Dividen………...………..…………………………………20

5. Profitabilitas…..............…………………………………….........…....25

B. Penelitian Terdahulu …………………………………………………...27

C. Kerangka Pemikiran ………………………………………..………….32

D. Keterkaitan Antar Variabel dan Perumusan Hipotesis……...…………...34

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN…………………………………….......44

A. Ruang Lingkup Penelitian……………………………………..................44

B. Populasi dan Sampel………………….........………………….................44

Page 13: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

xiii

C. Metode Pengumpulan Data……………………………………................46

D. Metode Analisis Data………………………………………….................47

1. Uji Hipotesis……...…..………………………………………….........47

a. Spesifikasi Model…………………………………….……..…......48

1. Inner Model………………………………………...…….........49

2. Outer Model………………………………………...…………50

b. Kriteria Penilaian.………………………………………….……...52

1. Convergent Validity…………………………………...………53

2. Discriminant Validity……………......………………………...53

3. Composite Reliability……………………………….…………54

4. R-Squared (R²).………………………………...……………...54

E. Kriteria Penerimaan dan Penolakan Hipotesis..………………….............55

F. Operasional Variabel….………………………………………….............58

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN…………………………………….......64

A. Gambaran Umum Objek Penelitian….……………………………...…64

1. Deskripsi Objek Penelitian………….………….………......……….64

B. Uji Analisis Data…………………..….…………………….....………65

1. Partial Least Square (PLS)………….……….……………………..65

2. Hasil Pengujian Hipotesis.………….……….………………….…...77

BAB V PENUTUP…………………………………………………..……..........86

A. Kesimpulan…………………………….…………………………..…..86

B. Saran………………………………..….……………………..………..87

DAFTAR PUSTAKA…………..........................................................…....................89

LAMPIRAN………….……………………………………….…………....…….........93

Page 14: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu...........................................................................................27

Tabel 3.1 Kriteria Sampel Penelitian..................................................................................45

Tabel 3.2 Daftar Sampel Perusahaan Properti dan Real Estate............................45

Tabel 3.3 Tabel Operasional Variabel.................................................................................62

Tabel 4.1 Nilai Discriminant Validity H1 (Cross Loading)..................................70

Tabel 4.2 Composite Reliability H1.......................................................................71

Tabel 4.3 Nilai Discriminant Validity H2 (Cross Loading)..................................73

Tabel 4.8 Composite Reliability H2.............................................................................73

Tabel 4.9 Nilai Discriminant Validity H3 (Cross Loading).........................................75

Tabel 4.10 Composite Reliability H3....................................................................76

Tabel 4.11 Nilai R-Squared (R²)...........................................................................77

Tabel 4.12 Result for Path Coefficients..............................................................................78

Page 15: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran.............................................................................. ............33

Gambar 2.2 Pengaruh Penggunaan Hutang terhadap Nilai Perusahaan Jika

Ada Pajak dan Biaya Kebangkrutan..................................................35

Gambar 3.1 Hipotesis Pertama Hubungan Kebijakan Hutang Terhadap

Nilai Perusahaan..................................................................................................56

Gambar 3.2 Hipotesis Kedua Hubungan Kebijakan Deviden Terhadap

Nilai Perusahaan..................................................................................................56

Gambar 3.3 Hipotesis Ketiga Hubungan Kinerja Keuangan Terhadap

Nilai Perusahaan.................................................................................57

Gambar 3.4 Hipotesis Keempat Hubungan Kenijakan Hutang Terhadap Nilai

Perusahaan dengan Kinerja Keuangan sebagai Variabel Moderasi...57

Gambar 3.5 Hipotesis Kelima Hubungan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai

Perusahaan dengan Kinerja Keuangan sebagai Variabel Moderasi...58

Gambar 4.1 Diagram Jalur Disertai Loading Factor.............................................66

Gambar 4.2 Diagram Jalur setelah Eliminasi Indikator TobinsQ..........................67

Gambar 4.3 Diagram Jalur setelah Eliminasi Indikator DER, EAR, TIER............68

Gambar 4.4 Model Struktural untuk Hipotesis 1..................................................69

Gambar 4.5 Model Struktural untuk Hipotesis 2...................................................72

Gambar 4.6 Model Struktural untuk Hipotesis 3..................................................74

Page 16: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Daftar Sampel Perusahaan................................................................94

Lampiran 2 Daftar Rincian Data Perusahaan 2014-2016.....................................95

Lampiran 3 Hasil Output PLS...............................................................................99

Page 17: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Untuk memahami manajemen keuangan dan implementasinya di suatu

perusahaan adalah penting untuk memahami apa sesungguhnya yang menjadi

tujuan perusahaan. Banyak literatur yang berpendapat bahwa tujuan suatu

perusahaan adalah untuk memaksimalkan laba, namun memaksimalkan laba

dinilai kurang tepat sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan dibidang

keuangan, hal ini diantara lain dikarenakan memaksimalkan laba tidak

memperhatikan dimensi waktu atau berorientasi jangka pendek, laba

mempunyai pengertian ganda karena terdapat banyak pengertian laba (laba

kotor, laba operasi, laba bersih, dan sebagainya). Mengingat tujuan

memaksimalkan laba dinilai kurang tepat sebagai dasar pengambilan

keputusan dibidang keuangan, para pakar di bidang keuangan merumuskan

tujuan normatif suatu perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan atau

kekayaan bagi pemegang saham, yang dalam jangka pendek bagi perusahaan

yang sudah go public tercermin pada harga pasar saham perusahaan yang

bersangkutan di pasar modal. Nilai perusahaan merupakan nilai sekarang dari

arus pendapatan atau kas yang diharapkan diterima di masa yang akan datang.

Page 18: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

2

Memaksimalkan nilai perusahaan dinilai lebih tepat sebagai tujuan

perusahaan, karena memaksimalkan nilai perusahaan berarti memaksimalkan

nilai sekarang dari semua keuntungan yang akan diterima oleh pemegang

saham di masa yng akan datang atau berorientasi jangka panjang

mempertimbangkan faktot risiko.

Nilai perusahaan dapat dilihat dari faktor internal perusahaan, dalam hal

ini terkait dengan fungsi keuangan, yaitu keputusan investasi, pendanaan, dan

dividen akan memengaruhi pendapatan yang diharapkan dan risikonya.

Diantara keputusan penting keuangan perusahaan adalah pilihan struktur

modal dan kebijakan dividen. Keputusan ini sangat penting mengingat

efeknya terhadap nilai perusahaan.

Struktur modal perusahaan adalah gabungan pendanaan utang jangka

panjang dan ekuitas (Brealey et al., 2010). Teori struktur modal menjelaskan

apakah kebijakan pembelanjaan jangka panjang dapat memengaruhi nilai

perusahaan. Hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan telah

menjadi subyek penelitian yang cukup diminati, yakni apakah ada struktur

modal yang optimal untuk suatu perusahaan atau apakah proporsi utang yang

digunakan tidak relevan untuk menentukan nilai suatu perusahaan. Struktur

modal perusahaan terpusat pada kombinasi antara utang dengan modal.

Pilihan struktur modal secara fundamental merupakan masalah marketing

(Brealey et al., 2010). Perusahaan dapat menerbitkan beberapa saham yang

berbeda dengan berbagai kombinasi. Namun perusahaan berusaha pula untuk

Page 19: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

3

menemukan kombinasi yang mampu mengoptimalkan nilai pasar. Struktur

modal yang optimal adalah salah satu hal yang dapat memaksimalkan nilai

pasar saham perusahaan yang beredar. Jika kombinasi ideal ini dapat

diciptakan, maka saham perusahaan akan mencapai harga maksimal dan

struktur modal yang digunakan merupakan struktur modal yang optimal

(Keown et al., 2010).

Pendapat Keown et al., (2010) tersebut didukung oleh teori struktur

modal tradisional, yang menyatakan bahwa akan adanya struktur modaal

optimal, artinya struktur modal mempunyai pengaruh terhadap nilai

perusahaan, di mana struktur modal dapat di ubah-ubah agar bisa di peroleh

nilai perusahaan yang optimal. Modigliani dan Miller dalam teori capital

structure irrelevancae menyimpulkan bahwa financial levegare tidak

mempengaruhi nilai pasar perusahaan. Hal ini terjadi karena penggunaan

utang tidak merubah weighted avarage cost of capital. Biaya utang lebih kecil

dibandingkan biaya modal sendiri. Namun semakin besar penggunaan utang,

semakin besar pula resikonya sehingga biaya modal sendiri akan bertambah.

Artinya kenaikan penggunaan utang tidak akan meningkatkan nilai

perusahaaan karena keuntungan dari biaya utang yang lebih kecil ditutup

dengan naiknya biaya modal sendiri.

Modal yang dipergunakan perusahaan selalu mempunyai biaya. Biaya

tersebut bisa bersifat eksplisit (nampak, dan dibayar perusahaan), juga bisa

bersifat implisit (tidak nampak, disyaratkan oleh pemodal). Dana yang

berbentuk hutang biayanya mudah diidentifikasikan, yaitu biaya bunganya.

Page 20: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

4

Dalam pembahasan struktur modal ini hutang yang dipergunakan adalah

hutang dalam bentuk obligasi yang diperoleh dari pasar modal yang kompetitif

dan efisien. Dengan demikian maka pertimbangan risk and return trade-off

akan mendasari pemilihan sumber dana tersebut. Karena bagi para pemodal

membeli obligasi ditafsirkan mempunyai risiko yang lebih rendah (tingkat

keuntungan yang mereka peroleh lebih pasti sifatnya dari pada membeli

saham), maka biaya modal yang berasal dari hutang akan lebih kecil dari biaya

modal yang berasal dari modal sendiri. Sedangkan bagi dana yang berbentuk

modal sendiri, biaya dananya tidak nampak. Meskipun demikian tidak berarti

bahwa biaya dananya lebih murah dari dana dalam bentuk hutang. Biaya dana

(cost of capital) untuk dana dalam bentuk modal sendiri merupakan tingkat

keuntungan yang disyaratkan oleh pemilik dana tersebut sebelum mereka

menyerahkan dananya ke perusahaan. Tingkat keuntungan ini belum tentu

lebih kecil apabila dibandingkan dengan bunga pinjaman.

Meskipun teori ini didasarkan pada asumsi-asumsi yang sangat

terbatas, asumsi ini mencakup pasar modal yang sempurna, investor memiliki

ekspektasi tentang aliran laba perusahaan yang sama, tidak ada pajak, tidak

ada biaya transaksi dan perusahaan hanya dapat menerbitkan dua jenis

sekuritas yaitu risk equity dan risk free debt. Adanya bankrupty cost dan

perlakuan pajak yang menguntungkan dari pembayaran bunga menimbulkan

lahirnya suatu struktur modal optimal yang akan memaksimalkan nilai

perusahaan atau menggambarkan minimalisasi total cost of capital.

Page 21: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

5

Modigliani dan Miller dalam Brealey et al., (2010) melanjutkan hasil

penelitiannya dengan mengubah asumsi tidak adanya pajak menjadi adanya

pajak terhadap penghasilan perusahaan sebagai penentu struktur modal

perusahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan utang (leverage) akan

meningkatkan nilai perusahaan karena biaya bunga utang adalah biaya yang

mengurangi pembayaran pajak. Namun disisi lain, penggunaan utang akan

menimbulkan biaya kesulitan keuangan (financial distress). Hal ini terjadi

ketika manfaat pengurangan pajak masih lebih tinggi dibandingkan dengan

perkiraan agency cost sehingga perusahaan masih bisa meningkatkan

utangnya. Peningkatan utang harus dihentikan ketika pengurangan pajak atas

tambahan utang tersebut sudah lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan

agency cost.

Teori lainnya yang terkait dengan struktur modal adalah bancrupty cost,

agency theory dan packing order theory. Penggunaan utang yang besar akan

menimbulkan beban tetap (biaya bunga) yang cukup besar. Semakin besar

penggunaan utang maka semakin besar kemungkinan perusahaan mengalami

kesulitan keuangan yang mengarah pada kebangkrutan. Bankrupty cost adalah

biaya yang secara langsung terjadi bila perusahaan merasa gagal dalam

pendanaan. Kemungkinan bangkrut meningkat dengan bertambahnya tingkat

utang. Hal ini didorong oleh adanya ketakutan bahwa perusahaan tidak dapat

menghasilkan profit untuk membayar kembali bunga dan pinjaman. Potensi

terjadinya bankrupty cost dapat secara langsung ataupun tidak langsung. Biaya

bankrupty langsung adalah biaya administrasi dan legal pada proses

Page 22: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

6

kebangkrutan. Biaya bankrupty tidak langsung adalah kerugian pada profit

yang terjadi sebagai akibat tidak tersedianya pemegang saham untuk

menjalankan bisnis lagi. Bankrupty cost akan menghambat pendanaan

perusahaan yang berasal dari utang jika: (1) kesulitan keuangan akan berakibat

menurunnya permintaaan produk perusahaan atau meningkatkan biaya

produksi, (2) kesulitan keuangan akan mendorong manajer untuk melakukan

tindakan yang dapat mengurangi nilai perusahaan secara keseluruhan dan (3)

proses kebangkrutan akan memunculkan biaya yang jika perusahaan tidak

dalam proses bangkrut maka biaya tersebut tidak perlu ada.

Trade Off Theory menggambarkan tentang keputusan kontroversi utang-

ekuitas perusahaan antara perlindungan pajak bunga dan biaya masalah

keuangan. Keputusan perusahaan menggunakan hutang didasarkan pada

keseimbangan antara penghematan pajak dan biaya kesulitan keuangan. Nilai

perusahaan dengan utang akan semakin meningkat dengan meningkatnya

hutang, tetapi pada titik tertentu nilai tersebut akan turun.

Pecking Order menetapkan suatu urutan keputusan pendanaan dimana

para manajer pertama kali akan memilih untuk menggunakan laba ditahan,

hutang dan penerbitan saham sebagai pilihan terakhir. Penggunaan hutang

lebih disukai karena biaya yang dikeluarkan untuk hutang lebih murah

dibandingkan dengan biaya penerbitan saham. Menurut Brealey et al., (2010),

urutan pendanaan menurut teori pecking order adalah Perusahaan lebih

menyukai pendanaan internal, karena dana ini terkumpul tanpa mengirimkan

sinyal sebaliknya yang dapat menurunkan harga saham. Jika dana eksternal

Page 23: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

7

dibutuhkan, perusahaan menerbitkan utang lebih dahulu dan hanya

menerbitkan ekuitas sebagai pilihan terakhir. Dengan demikian, teori packing

order secara tidak langsung menyatakan bahwa jika sumber dana dari luar

perusahaan diperlukan, perusahaan pertama-tama harus menerbitkan utang

sebelum menerbitkan saham. Hanya ketika kapasitas perusahaan untuk

menggunakan hutang sudah mencapai maksimal baru kemudian perusahaan

mempertimbangkan menerbitkan saham.

Penelitian yang dilakukan oleh Nainggolan dan Listiadi (2014)

bahwasanya kebijakan hutang (DER) berpengaruh negatif dengan nilai

perusahaan, yang hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi hutang maka

nilai perusahaan rendah dan semakin rendah hutang maka nilai perusahaan

tinggi. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Herawati (2012) yang

membuktikan bahwa kebijakan hutang berpengaruh positif dan tidak

signifikan terhadap nilai perusahaan. .

Kebijakan dividen sering dianggap sebagai bagian dari keputusan

pembelanjaan, khususnya pembelanjaan internal. Hal ini terjadi karena besar

kecilnya dividen yang dibayarkan perusahaan akan mempengaruhi sumber

dana internal perusahaan, yaitu laba ditahan. Semakin besar dividen yang

dibayarkan kepada pemegang saham, semakin kecil laba ditahan, dan

sebaliknya. Penentuan besaran bagian laba bersih perusahaan yang akan

dibagikan sebagai dividen merupakan kebijakan manajemen perusahaan, serta

akan memerngaruhi nilai perusahaan dan harga saham.

Page 24: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

8

Kebijakan dividen berhubungan dengan penentuan besarnya dividend

payout ratio, yaitu besarnya presentase laba bersih setelah pajak yang

dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. Keputusan dividen

merupakan bagian dari keputusan pembelanjaan perusahaan, khususnya

berkaitan dengan pembelanjaan internal perusahaan. hal ini karena besar

kecilnya dividen yang dibagikan akan memengaruhi besar kecilnya laba yang

ditahan. Laba ditahan merupakan salah satu sumber dana internal perusahaan.

Permasalahan dalam kebijakan dividen adalah apakah kebijakan dividen

dapat memengaruhi nilai perusahaan atau harga saham perusahaan, jika

kebijakan dividen dapat memengaruhi nilai perusahaan atau harga pasar

saham perusahaan, bagaimana kebijakan dividen yang optimal.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fenandar (2012) yang

membuktikan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan

terhadap nilai perusahaan. lain halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh

Sofyaningsih dan Herdaningsih (2011) yang menunjukkan bahwa kebijakan

dividen terbukti tidak mempengaruhi nilai perusahaan.

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa salah satu tujuan perusahaan

adalah bagaimana mencapai keuntungan sehingga nantinya dapat

meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham. Kemampuan perusahaan

untuk mencapai laba ini sering disebut dengan istilah profitabilitas.

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan

keuntungan. Salah satu indikator penting bagi investor dalam menilai prospek

perusahaan di masa depan adalah dengan melihat sejauh mana pertumbuhan

Page 25: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

9

profitabilitas perusahaan. Semakin baik pertumbuhan profitabilitas perusahaan

berarti prospek perusahaan di masa depan dinilai semakin baik, artinya nilai

perusahaan juga akan dinilai semakin baik di mata investor. Apabila

kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba meningkat, maka harga

saham juga meningkat.

Profitabilitas sebagai variabel pemoderasi dari pengaruh kebijakan

hutang dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan, hal ini berdasarkan

pecking order theory Menurut Myers (2007), menyatakan bahwa ”Perusahaan

dengan tingkat profitabilitas yang tinggi justru tingkat hutangnya rendah,

dikarenakan perusahaan yang profitabilitasnya tinggi memiliki sumber dana

internal yang berlimpah.”

Dalam beberapa tahun ini properti dan real estate tumbuh dengan pesat,

di survei online terbaru yang dilakukan Lamudi, agen real estate di seluruh

pasar negara berkembang memprediksikan pertumbuhan tinggi bagi sektor

properti nasional di tahun mendatang. Bisnis properti di Indonesia sangat

diminati, dengan permintaan sangat tinggi dibidang properti membuat investor

terus berdatangan ke Indonesia, apalagi didukung dengan poertmbuhan

ekonomi yang stabil, membuat Indonesia menjadi incaran para Investor

Properti. Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) memperkirakan pertumbuhan

bisnis properti di Indonesia masih terus mengalami peningkatan. Pada tahun

2004 pertumbuhan sektor ini berkisar 15% - 20%, sedangkan pada tahun 2015

pertmbuhan mencapai 20% - 30%.

Page 26: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

10

Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

bagaimana kinerja keuangan memoderasi pengaruh antara kebijakan terhadap

nilai perusahaan pada perusahaan sektor properti dan real estate di Indonesia.

Maka penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Kebijakan Hutang dan

Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas

Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan Properti dan

Real Estate periode 2014-2016)”. Variabel yang digunakan dalam penelitian

ini adalah kebijakan hutang yang diukur dengan Debt to Asset Ratio (DAR)

dan Long Term to Debt Ratio (LTDR), kebijakan dividen yang diukur dengan

Devidend Payout Ratio (DPR) dan Dividend Yield Ratio (DYR), dan nilai

perusahaan yang diukur dengan Price to Book Value (PBV) dan Price Earning

Ratio (PER), serta profitabilitas dengan menggunakan proksi Return on Asset

(ROA), Return on Equity (ROE) dan Net Profit Margin (NPM) sebagai

variabel pemoderasi.

B. Rumusan Masalah

Setelah menguraikan latar belakang masalah diatas, maka dapat diambil

permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan?

2. Bagaimana pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan?

3. Bagaimana pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan?

4. Bagaimana pengaruh interaksi antara kebijakan hutang dan profitabilitas

terhadap nilai perusahaan?

Page 27: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

11

5. Bagaimana pengaruh interaksi kebijakan dividen dan profitabilitas

terhadap nilai perusahaan?

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah diatas, tujuan yang ingin dicapai dari

penelitian ini adalah:

1. Menganalisis pengaruh kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan.

2. Menganalisis pengaruh kebijkaan dividen terhadap nilai perusahaan,

3. Menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap nilaibperusahaan,

4. Menganalisis pengaruh interaksi kebijakan hutang dan profitabilitas

terhadap nilai perusahaan.

5. Menganalisis pengaruh interaksi kebijakan dividend dan profitabilitas

terhadap nilai perusahaan.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi

bberapa pihak antara lain:

1. Bagi Investor

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai alat

bantu dalam mempertimbangkan keputusan investasinya di

perusahaan.

Page 28: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

12

2. Bagi Perusahaan

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat

kepada perusahaan, khususnya mengenai pengaruh kebijakan hutang

dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas

sebagai variabel pemoderasi dan menjadi bahan tambahan informasi

bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan.

3. Bagi Akademik

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu pengetahuan

dan tambahan referensi mengenai pengaruh kebijakan hutang dan

kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dengan properti dan real

estate sebagai variabel pemoderasi. Disamping itu, menjadi tambahan

informasi terhadap peneliti selanjutnya untuk melihat bagaimana

pengaruh profitabibilas dalam menilai perusahaan.

Page 29: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

13

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Teori Keagenan (Agency Theory)

Teori agensi merupakan konsep yang menjelaskan hubungan kontaktual

antara principal dan agent. Yang disebut principal adalah pemegang saham,

sedangkan yang dimaksud dengan agen adalah manajemen yang mengelola

perusahaan. Dalam manajemen keuangan, tujuan utama perusahaan adalah

memaksimalkan kemakmuran pemegang saham. Untuk itu, manajemen yang

diangkat oleh pemegang saham harus bertindak untuk kepentingan pemegang

saham.

Manajer sebagai agent dan pemegang saham sebagai principal. Manajer

harus mengambil keputusan bisnis terbaik untuk meningkatkan kekayaan

pemegang saham. Keputusan bisnis yang diambil manajer adalah

memaksimalkan sumber daya perusahaan. Namun demikian pemegang saham

tidak dapat mengawasi semua keputusan dan aktivitas yang dilakukan

manajer. Suatu ancaman bagi pemegang saham jika manajer bertindak untuk

kepentingan sendiri, bukan untuk kepentingan pemegang saham. Inilah yang

menjadi masalah dasar dalam agency theory yaitu adanya konflik kepentingan

atau konflik agensi.

Konflik agensi terbagi menjadi dua bentuk, yaitu : (1) konflik agensi antara

pemegang saham dan manajer. Penyebab konflik antara manajer dengan

pemegang saham di antaranya adalah pembuatan keputusan yang berkaitan

Page 30: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

14

dengan aktivitas pencarian dana dan pembuatan keputusan yang berkaitan

dengan bagaimana dana yang diperoleh tersebut diinvestasikan, (2) konflik

agensi antara pemegang saham dan kreditor, konflik ini muncul saat pemegang

saham melalui manajer mengambil proyek yang risikonya lebih besar dari yang

diperkirakan kreditor.

Prinsipal maupun agen merupakan pelaku utama dan keduanya

mempunyai bargaining position masing-masing dalam menenpatkan posisi,

peran dan kedudukannya. prinsipal sebagai pemilik modal memiliki akses

pada informasi internal perusahaan sedangkan agen sebagai pelaku dalam

praktek operasional perusahaan mempunyai informasi tentang operasi dan

kinerja perusahaan secara riil dan menyeluruh. Posisi, fungsi, situasi, tujuan

kepentingan dan latar belakang principal dan agen yang berbeda dan saling

bertolak belakang tersebut akan menimbulkan pertentangan dan saling tarik

menarik kepentingan (conflict of interest) dan pengaruh antara satu sama lain.

Teori keagenan mengatakan sulit untuk mempercayai bahwa manajemen

(agen) akan selalu bertindak berdasarkan kepentingan pemegang saham

(prisipal), sehingga diperlukan monitoring dari pemegang saham.

Agen merupakan pihak yang diberikan kewenangan oleh principal

berkewajiban mempertanggungjawabkan apa yang telah diamanahkan

kepadanya. Manajemen perusahaan mempunyai kecenderungan untuk

memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya pihak lain. Jensen

dan Meckling (1976) dalam Paranita (2007) menyatakan bahwa agency

problem akan terjadi bila proporsi kepemilikan manajer atas saham kurang

dari 100% sehingga manajer bertindak untuk mengejar kepentingannya

Page 31: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

15

sendiri dan tidak berdasarkan maksimalisasi nilai perusahaan dalam

pengambilan keputusan keuangan perusahaan khususnya keputusan

pendanaan.

Tujuan dari teori agensi adalah, pertama, untuk meningkatkan

kemampuan individu (baik principal maupun agen) dalam mengevaluasi

lingkungan dimana keputusan harus diambil (the beliefs revision role).

Kedua, untuk mengevaluasi hasil dari keputusan yang telah diambil guna

mempermudah pengalokasian hasil antara principal dan agen sesuai dengan

kontrak kerja (the performance evaluation role).

2. Nilai Perusahaan

Tujuan perusahaan didirikan adalah untuk meningkatkan nilai

perusahaan atau adanya pertumbuhan perusahaan. Nilai Perusahaan

didefinisikan sebagai nilai pasar karena nilai perusahaan dapat memberikan

kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham

perusahaan meningkat. Berbagai kebijakan yang diambil oleh manajemen

dalam upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan

kemakmuran pemilik dan para pemegang saham yang tercermin pada harga

saham. (Brigham dan Houston, 2010 : 19).

Nilai perusahaan merupakan harga yang sedia dibayar seandainya

perusahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan dapat tercermin melalui harga

saham. Semakin tinggi harga saham berarti semakin tinggi tingkat

pengembalian kepada investor dan itu berarti semakin tinggi juga nilai

perusahaan terkait dengan tujuan dari perusahaan itu sendiri, yaitu untuk

Page 32: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

16

memaksimalkan kemakmuran pemegang saham. Kekayaan pemegang saham

dan perusahaan dipresentasikan oleh harga saham yang merupakan cerminan

dari keputusan investasi, pendanaan, dan manajemen aset.

Menurut Weston dan Coopeland (2014), Ada beberapa rasio untuk

mengukur nilai pasar perusahaan, misalnya price earning ratio (PER), price

book value (PBV), Tobin’s Q dan lain-lain. Dalam penelitian ini rasio yang

digunakan dalam menilai nilai peruahaan adalah menggunakan Price Earning

Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Menurut Tendelilin (2007) PER

adalah perbandingan antara harga saham perusahaan dengan earning per

share dalam saham. PER adalah fungsi dari perubahan kemampuan laba yang

diharapkan di masa yang akan datang. Semakin besar PER, maka semakin

besar pula kemungkinan perusahaan untuk tumbuh sehingga dapat

meningkatkan nilai perusahaan. sedangkan PBV menggambarkan seberapa

besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan.

3. Kebijakan Hutang

Kebijakan utang termasuk kebijakan pendanaan perusahaan yang

bersumber dari eksternal. Penentuan kebijakan utang ini berkaitan dengan

struktur modal karena utang merupakan bagian dari penentuan struktur modal

yang optimal. Perusahaan dinilai berisiko apabila memiliki dalam struktur

modal eksternal, namun sebaliknya apabila perusahaan mengunakan utang

yang kecil atau tidak sama sekali maka perusahaan dinilai tidak dapat

memanfaatkan tambahan modal eksternal yang dapat meningkatkan

operasional perusahaan (Hanafi, 2004: 40).

Page 33: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

17

Terdapat beberapa teori struktur modal diantaranya (Brealey et al., 2010) :

1) Teori Pendekatan Tradisional

Pendapatan tradisional berpendapat akan adanya struktur modal

yang optimal, artinya struktur modal mempunyai pengaruh terhadap

nilai perusahaan, dimana struktur modal dapat berubah-ubah agar bisa

diperoleh nilai perusahaan yang optimal.

2) Teori Pendekatan Modigliani dan Miller

Teori MM Tanpa Pajak

Teori struktur modal modern yang pertama adalah teori

Modigliani dan Miller (teori MM). Mereka berpendapat bahwa struktur

modal tidak relevan atau tidak mempengaruhi nilai perusahaan. MM

mengajukan beberapa asumsi untuk membangu teori mereka (Brigham

dan Houston, 2010) yaitu:

a) Tidak terdapat agency cost

b) Tidak ada pajak

c) Investor dapat berhutang dengan tingkat suku bunga yang sama

dengan perusahaan

d) Investor mempunyai informasi yang sama seperti manajemen

mengenai prospek perusahaan di masa depan

e) Tidak ada biaya kebangkrutan

Page 34: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

18

f) Earning Before Interest and Tax (EBIT) tidak dipengaruhi oleh

penggunaan dari hutang

g) Para investor adalah price takers

h) Jika terjadi kebangkrutan maka aset dapat dijual pada harga pasar.

Teori Pendekatan Modigliani dan Miller dengan Pajak

Teori MM tanpa pajak dianggap tidak realistis dan kemudian MM

memasukkan faktor pajak ke dalam teorinya. Pajak dibayarkan kepada

pemerintah, yang berarti merupakan aliran kas keluar. Hutang bisa

digunakan untuk menghemat pajak, karena bunga bsa dipakai sebagai

pengurang pajak.

3) Trade off Theory

Teori ini menganggap bahwa penggunaan utang 100 persen sulit

dijumpai. Kenyatannya semakin banyak hutang, maka semakin tinggi

beban yang harus ditanggung. Satu hal yang penting bahwa dengan

meningkatnya hutang, maka semakin tinggi probabilitas kebangkrutan.

Beban yang harus ditanggung saat menggunakan hutang yang lebih

bear adalah biaya kebangkrutan, biaya keagenan, beban bunga yang

semakin besar dan sebagainya.

4) Packing Order Theory

Teori packing order menetapkan suatu urutan keputusan

pendanaan dimana para manajer pertama kali akan memilih untuk

menggunakan laba ditahan, utang dan penerbitan saham sebagai pilihan

Page 35: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

19

terakhir. Penggunaan hutang lebih karena biaya yang dikeluarkan untuk

hutang lebih murah dibandingkan dengan biaya penerbitan saham.

Secara spesifik, perusahaan mempunyai urutan-urutan preferensi

dalam penggunaan dana sebagai berikut:

1) Perusahaan lebih menyukai internal financing (dana internal).

Dana internal tersebut diperoleh dari laba yang dihasilkan dari

kegiatan perusahaan.

2) Perusahaan menyesuaikan target divident pay out ratio terhadap

peluang investasi mereka, sementara mereka menghindari

perubahan dividen secara drastis.

3) Kebijakan dividen yang sticky ditambah fluktuasi profitabilitas

dan peluang investasi yang tidak dapat diproksi, berarti terkadang

aliran kas internal melebihi kebutuhan investasi, namun terkadang

kurang dari kebutuhan investasi.

4) Apabila pendanaan eksternal diperlukan, pertama-tama

perusahaan akan menerbitkan sekuritas yang paling aman, yaitu

mulai dari penerbitan hutang convertible bond, dan alternatif

paling terakhir adalah saham.

5) Signaling Theory

Brigham dan Houston (2010: 40) menyatakan bahwa sinyal

adalah suatu tindakan yang diambil oleh manajemen perusahaan yang

memberikan petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen

memandang prospek perusahaan. Perusahaan dengan prospek yang

Page 36: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

20

menguntungkan akan mencoba menghindari penjualan saham dan

mengusahakan modal baru dengan cara-cara lain seperti dengan

menggunakan utang.

Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa manajer dan pemegang

saham tidak mempunyai akses informasi perusahaan yang sama. Ada

informasi tertentu yang hanya diketahui oleh manajer, sedangkan

pemegang saham tidak tahu informasi tersebut sehingga terdapat

informasi yang tidak simetri (asymmetric information) antara manajer

dan pemegang saham. Akibatnya, ketika struktur modal perusahaan

mengalami perubahan, hal itu dapat membawa informasi kepada

pemegang saham yang akan mengakibatkan nilai perusahaan berubah.

Dengan kata lain, perilaku manajer dalam hal menentukan struktur

modal, dapat dianggap sebagai sinyal oleh pihak luar (Hanafi, 2004:

314).

4. Kebijakan Dividen

Kebijakan dividen adalah keputusan tentang seberapa banyak laba

saat ini yang akan dibayarkan sebagai dividen daripada ditahan untuk

diinvestasikan kembali dalam perusahaan, kebijakan perusahaan

membagikan dividen kepada para investor adalah kebijakan yang sangat

penting. Kebijakan pemberian dividen (Dividend Policy) tidak saja

membagikan keuntungan yang telah diperoleh perusahaan kepada para

investor.

Page 37: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

21

Kebijakan dividen berhubungan dengan penentuan besarnya

dividend payout ratio, yaitu besarnya presentase laba bersih setelah pajak

yang dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. Keputusan

dividen merupakan bagian dari keputusan pembelanjaan perusahaan,

khususnya berkaitan dengan pembelanjaan internal perusahaan. hal ini

karena besar kecilnya dividen yang dibagikan akan memengaruhi besar

kecilnya laba yang ditahan. Laba ditahan merupakan salah satu sumber

dana internal perusahaan.

Permasalahan dalam kebijakan dividen adalah apakah kebijakan

dividen dapat memengaruhi nilai perusahaanm atau harga saham

perusahaan? jika kebijakan dividen dapat memengaruhi nilai perusahaan

atau harga pasar saham perusahaan, bagaimana kebijakan dividen yang

optimal? Untuk menjelaskan atau menjawab permasalahan tersebut,

berikut ini dijelaskan beberapa teori kebijakan dividen.

Terdapat teori tentang kebijakan dividen yang menjelaskan pengaruh

besar kecilnya dividend payout ratio (DPR) terhadap harga saham

(Brealey et al., 2010). Adapun ketiga teori tersebut adalah sebagai berikut.

1) Teori Dividend Irrelevance

Teori ini dikemukakan oleh Franco Modigliani dan Merton

Miller (Modigliani-Miller/MM). Menurut teori dividend irrelevance,

kebijkan dividen tidak memengaruhi harga pasar saham perusahaan

atau nilai perusahaan. Modigliani dan Miller berpendapat bahwa nilai

perusahaan hanya ditentuukan oleh kemampuan perusahaan untuk

Page 38: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

22

menghasilkan pendapatan (earning power) dan risiko bisnis,

sedangkan bagaimana membagi arus pendapatan menjadi dividen dan

laba ditahan tidak memengaruhi niali perusahaan.

Asumsi yang dikemukakan oleh Modigliani dan Miller adalah:

Tidak ada pajak atas pendapatan perusahaan dan pendapatan

pribadi.

Tidak ada biaya emisi atau biaya transaksi saham.

Leverage keuangan tidak memngaruhi biaya modal.

Investor dan manajer memiliki informasi yang sama tentang

prospek perusahaan.

Pendistrigbusian pendapatan antara dividen dan laab ditahan

tidak memngaruhi biaya modal sendiri.

Kebijakan pengangguran modal independen dengan kebijakan

dividen.

Inti dari pendapat Modigliani-Miller adalah pengaruh

pembayaran dividen terhadap kemakmuran pemegang saham di-offset

sepenuhnya oleh cara-cara pembelanjaan investasi yang dilakukan

oleh perusahaan. misalkan perusahaan telah mambuat keputusan

investasi, maka perusahaan harus memutuskan apakah menhan laba

untuk membelanjai investasi atau membayar dividen dan menjual

saham baru sejumlah dividen yang dibayarkan.

Modigliani-Miller mengemukakan nilai per lembar saham

yang didiskonto setelah keputusan pembelanjaan dan dividen sama

Page 39: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

23

dengan nilaipasar saham sebelum pembayaran dividen. Dengan kata

lain, penurunan harga pasar saham karena pembelanjaan eksternal

sama dengan kenaikan harga saham karena pembayaran dividen. Jadi

pemegang saham dikatakan indefferent antara dividen dan laba

ditahan.

Salah satu kebijakan dividen yang mempunyai implikasi

dividend irrelevance adalah dividend payout as aresidual decision.

Selama perusahaan mempunyai proyek investasi yang menghasilkan

return lebih tinggi dari return yang diharapkan, perusahaan akan

menggunakan laba untuk membelanjai investasi tersebut. Jika

perusahaan mempunyai sisa laba setelah semua proyek investasi yang

dapat diterima dibelanjai, barulah sisa laba tersebut dibagikan sebagai

dividen kas kepada pemegang saham.

Bila kebijakan dividen diperlakukan sebagai bagian dari

keputusan pembelanjaan, berati pembayaran dividen kas bersifat pasif.

Artinya, besar kecilnya dividend payout akan berfluktuasi dari waktu

ke waktu sesuai dengan fluktuasi jumlah peluang investasi yang

ttersedia bagi perusahaan. perlakuan kebijakan dividen sebagai suatu

keputusan sisa yangg bersifat pasif mempunyai implikasi bahwa

dividen adalah tidak relevan (irrelevant), yaitu investor indefferent

antara dividen dan laba ditahan.

Page 40: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

24

2) Teori Bird In-the-Hand

Teori ini dikemukakan oleh Myron Gordon dan Johnm Lintner.

Berdasarkan teori bird in the hand, kebijakan dividen berpengaruh

positif terhadap harga pasar saham. Artinya, jika dividen yang

dibagikan perusahaan semakin besar, harga poasar saham perusahaan

tersebut akan semakin tinggi dan sebaliknya. Hal ini terjadi karena

pembagian dividen dapat mengurangi ketidakpastian yang dihadapi

investor.

Investor memberikan nilai lebih tinggi atas dividend yield

dibandingakan dengan capital gain yang diharapkan dari pertumbuhan

harga saham apabila perusahaan me4nahan laba untuk dipakai

membelanjai investasi, karena komponen dividend yield (D1/P0)

risikonya lebih kecil dibandingkan dengan komponen pertumbuhan

(g) pada persamaan pendapatan yang diharapkan (ke atau E(R) =

D1/P0 + g).

3) Teori Tax Preference

Berdasarkan teori tax preference, kebijakan dividen mempunyai

pengaruh negatif terhadap harga pasar saham. Artinya, semakin besar

jumlah dividen yang dibagikan oleh suatu perusahaan, seemakin

rendah harga pasar saham perusahaan yang bersangkutan. Hal ini

terjadi jika ada perbedaan antara tarif pajak personal atas pendapatan

dividen dan capital gain. Apabila tarif pajak dividen lebih tinggi

daripada pajak capital gain, maka investir akan lebih senang jika laba

Page 41: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

25

yang diperoleh perusahaan tetapditahan diperusahaan, untuk

membelanjai investasi yang dilakukan perusahaan. dengan demikian

dimasa yang akan datang diharapkan terjadi peningkatan capital gain

yang tarif pajaknya lebih rendah. Apabila banyak investor yang

memiliki pandangan demikian, maka investor cenderung memilih

saham-saham dengan diividen kecil dengan tujuan menghindari pajak.

Sebagaimana dikemukakan oleh Miller dan Scholes, investor

dapat menghindari pajak dividen dengan melakukan suatu pinjaman

yang cukup untuk menimbulkan Rp1 beban bunga untuk setiap Rp1

pendapatan dividen.

5. Profitabilitas

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan

keuntungan pada tingkat penjualan, aset, dan modal tertentu (Hanafi, 2003

: 8 dalam Nofrita, 2013). Salah satu indikator penting bagi investor dalam

menilai prospek perusahaan di masa depan adalah dengan melihat sejauh

mana pertumbuhan pertumbuhan profitabilitas perusahaan.

Profitabilitas perusahaan adalah salah satu cara untuk menilai secara

tepat sejauh mana tingkat pengembalian yang akan didapat dari aktivitas

investasinya. Profitabilitas dapat mencerminkan keuntungan dari investasi

keuangan, artinya profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan

karena sumber internal yang semakin besar. Semakin baik pertumbuhan

profitabilitas perusahaan berarti prospek perusahaan di masa depan dinilai

Page 42: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

26

semakin baik, artinya nilai perusahaan juga akan dinilai semakin baik di

mata investor. Apabila kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba

meningkat, maka harga saham juga akan meningkat (Husnan, 2001 : 317).

Menurut Munawar (1995) dalam Nofrita (2013) ada beberapa faktor

yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan, yaitu :

1) Jenis Perusahaan

Profitabilitas perusahaan akan sangat bergantung pada jenis

perusahaan, jika perusahaan menjual barang konsumsi atau jasa

biasanya akan memiliki keuntungan yang stabil dibandingkan

dengan perusahaan yang memproduksi barang-barang modal.

2) Umur Perusahaan

Sebuah perusahaan yang telah lama berdiri akan lebih stabil bila

dibandingkan dengan perusahaan yang baru berdiri. Umur

perusahaan ini adalah umur sejak berdirinya perusahaan hingga

perusahaan tersebut masih mampu menjalankan operasinya.

3) Skala Perusahaan

Jika skala ekonominya lebih tinggi, berarti perusahaan dapat

menghasilkan produk dengan biaya yang rendah. Tingkat biaya

rendah tersebut merupakan cara untuk memproleh laba yang

diinginkan.

Page 43: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

27

4) Habitat Bisnis

Perusahaan yang bahan produksinya dibeli atas dasar kebiasaan

(habitual basis) akan memperoleh kebutuhan lebih stabil dari

pada non habitual basis.

5) Produk yang Dihasilkan

Perusahaan yang bahan produksinya berhubungan dengan

kebutuhan pokok biasanya penghasilan perusahaan tersebut akan

lebih stabil daripada perusahaan yang memproduksi barang

modal.

B. Penelitian Terdahulu

Penelitian sebelumnya mengenai topik yang berkaitan dengan penelitian

ini dapat dilihat di dalam tabel 2.1

Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu

No Peneliti

(Tahun)

Judul

Penelitian

Metodologi Penelitian Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

1 Subaramon

Desmon

Asa

Nainggolan

Agung

Listiadi

(2014)

Pengaruh

Kebijakan

Hutang

Terhadap

Nilai

Perusahaan

dengan

Kebijakan

Dividen

sebagai

Variabel

Moderasi

X1 =

Kebijakan

Hutang

Y1=

Kebijakan

Dividen

Peneliti Terdahulu:

Z1= Kebijakan Dividen

Penulis:

X3/Z1=Profitabilitas

Kebijakan hutang

(DER) berpengaruh

negatif dengan nilai

perusahaan.

Proxy

kebijakan

dividen yang

digunakan

sama, yaitu

DPR

Metode analisis: Regresi

Linier Berganda dan

Moderat Regression

Analysis (MRA) dengan

Software SPSS.

Sedangkan penulis: analisis

SEM-PLS dengan Software

Partial Least Square (PLS)

Variabel kebijakan

dividen sebagai

variable moderating

tidak dapat

mempengaruhi

hubungan antara

kebijakan hutang dan

nilai perusahaan.

Page 44: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

28

No Peneliti

(Tahun)

Judul

Penelitian

Metodologi Penelitian Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

2 Titin

Herawati

(2013)

Pengaruh

Kebijakan

Hutang

Terhadap

Nilai

Perusahaan

dengan

Kebijakan

Dividen

sebagai

Variabel

Moderasi

Beberapa variabel

yang diteliti sama:

Kebijakan Dividen,

Kebijakan Hutang,

Profitabilitas

Nilai Perusahaan

Metode Analisis :

Model Regresi Panel.

Sedangkan penulis

menggunakan analisis

SEM-PLS

menggunakan

Software Partial

Least Square (PLS)

Kebijakan hutang

(DER) berpengaruh

negatif dengan nilai

perusahaan.

Beberapa proxy

sama, yakni:

Kebijakan

Dividen: DPR

Nilai Perusahaan:

PER

Berapa proxy

berbeda, yakni:

Kebijakan hutang:

DER, sedangkan

penulis DAR dan

LTDR.

Kebijakan dividen:

DPR, sedangkan

penulis DPR dan

DYR.

Profitabilitas: ROE,

sedangkan penulis

ROA, ROE dan NPM.

Kebijakan Hutang

berpengaruh posiif

dan tidak signifikan

terhadap nilai

perusahaan.

Tidak menggunakan

variabel moderasi,

sedangkan penulis

menambahkan

variabel moderasi.

3 Nani

Martikarini

Pengaruh

Profitabilitas,

Kebijakan

Hutang, dan

Dividen

Terhadap

Nilai

Perusahaan

Manufaktur

yang

Terdaftar di

BEI Periode

2009-2011.

Beberapa variable

sama, yakni:

Kebijakan Hutang,

Kebijakan Dividen,

Profitabilitas, dan

Nilai Perusahaan.

Beberapa proxy

berbeda:

DER (K. Hutang),

DPR (K. Dividen),

ROE (Profitabilitas).

sedangkan penulis

DAR, LTDR (K.

Hutang), DPR dan

DYR (K. Dividen),

dan ROA, ROE, NPM

(Profitabilitas).

Kebijakan hutang

tidak berpengaruh

secara tidak

signifikan terhadap

nilai perusahaan.

Profitabilitas tidak

berpengaruh tidak

signifikan terhadap

nilai perusahaan.

Beberapa proxy

sama:

Kebijakan

Dividen: DPR.

Metode: Analisis

Regresi Berganda

dengan SPSS,

sedangkan penulis

analisis SEM-PLS

dengan Software

Partial Least Square

Kebijakan dividen

berpengaruh secara

signifikan terhadap

nilai perusahaan.

Page 45: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

29

No Peneliti

(Tahun)

Judul

Penelitian

Metedologi Penelitian Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

4 Nony

Kezia M.

dan Dewi

Astuti

(2015)

Pengaruh

Struktur

Modal dan

Karakteristik

Perusahaan

Terhadap

Profitabilitas

dan Nilai

Perusahaan

Variabel dan Proxy

yang digunakan

berbeda, yakni:

X2= Karakteristik

Perusahaan: Firm

Size.

Y1= Profitabilitas:

ROA, ROE, Retun

on Capital (ROC).

Sedangkan penulis:

X2= Kebijakan

Dividen: DPR,

DYR.

Hutang jangka

panjang dan firm size

berpengaruh

signifikan terhadap

ROA.

Metode: Analisis

Regresi Berganda

sedangkan penulis

analisis SEM-PLS

menggunakan

Software Partial

Least Square

(PLS).

Hutang yang diukur

dengan DER dan

firm size

berpengaruh

signifikan terhadap

Tobins Q.

5 Alfedro

Mahendra

Dj, Luh

Gede Sri

Artini, A.A

Gede

Suarjaya

Pengaruh

Kinerja

Keuangan

Terhadap Nilai

Perusahaan

Pada

Perusahaan

Manufaktur di

Bursa Efek

Indonesia

Beberapa variable

sama yakni nilai

perusahaan dengan

PER

Menambahkan

variabel dan proxy:

X1= Kebijakan

Hutang: DAR,

LTDR.

X2= Kebijakan

Dividen: DPR,

DYR.

X3/Z1=

Profitabilitas:

ROA, ROE, NPM

Y= Nilai

Perusahaan: PBV,

PER

Peneliti terdahulu

Kebijakan Dividen:

variabel moderasi,

sedangkan penulis

peofitabilitas.

- Likuiditas

berpengaruh positif

tidak signifikat

terhadap nilai

perusahaan.

- Leverage

berpengaruh

negative tidak

signifikan terhadap

nilai perusahaan.

- Profitabilitas

berpengaruh positif

signifikan terhadap

nilai perusahaan.

Page 46: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

30

No Peneliti

(Tahun)

Judul

Penelitian

Metedologi Penelitian Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

6 Nosakhare

Peter

Osazuwa

Ayoib Che-

Ahmad

(2016)

The

Moderating

Effect of

Profitability

and Lavarage

on the

Relationship

Between Eco-

eficiency and

Firm Value in

Publicy

Traded

Malaysian

Firm.

Meniliti variabel

yang

mempengaruhi

nilai perusahaan

dan menggunakan

variabel moderasi.

Variabel X: Eco-

eficiency, Variabel

Moderating

Leverage dan

Profitabilitas.

Model Penelitian

Relevansi.

Eco-efficiency

berpengaruh positif

signifikan terhadap

nilai perusahaan.

Lavarage tidak bisa

memoderasi

inhgteraksi antara

eco-efficiency

terhadap nilai

perusahaan.

Profitabilitas secara

positif memoderasi

antara eco-efficiency

terhadap nilai

perusahaan.

7

Joshua

Abor

(2007)

Debt Policy

Performance

of SMEs

Evidence from

Ghanaian and

Shouth

African Firm

dependen :

Financial

Performance

independent : Debt

Ratio

- Ukuran Financial

Performance :

Gross Profit

Margin, Return on

Asset, Tobin’s Q

Ukuran Debt

Ratios : Short-term

debt ratio, Long-

term debt ratio, dan

Total debt ratio

- Short-term debt

ratio secara

signifikan dan

berhubungan negatif

terhadap GPM bagi

Ghana dan Afrika

Selatan.

- Long term debt

ratio memiliki

hubungan positif

signifikan dengan

gross profit margin

bagi Ghana dan

Afrika Selatan.

- kasus Ghana,

menunjukkan

hubungan signifikan

negatif antara semua

struktur modal dan

laba atas aset.

- Afrika Selatan

mengungkapkan

hubungan positif

antara laba, aset dan

shot-term debt ratio.

Page 47: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

31

No Peneliti

( Tahun)

Judul

Penelitian

Metodologi Penelitian Hasil

Penelitian Persamaan Perbedaan

8. Kwadwo

Boateng

Prempeh,

Evelyn

Nsiah

Asare,

Allan

McBright

Sekyere

(2016)

The Effect of

Debt Policy on

Firm

Performance :

Empirical

Evidence

From Listed

Manufacturing

Companies on

The Ghana

Stock

Exchange

Variabel X nya

Kebijakan Hutang

Variabel Y Firm

Performance,

tetapi salah satu

proksi

menggunakan

Tobin’s Q

Variabel kontrol

yang digunakan

adalah Ukuran

Peeusahaan dan

Peluang

Pertumbuhan

Variabel Y Firm

Performance dan

menggunakan

beberapa proksi,

yaitu Gross Profit

Margin, Return on

Asset

Perusahaan

manufaktur yang

terdaftar di Ghana

menggunakan modal

14% dan modal

utang 86% untuk

membiayai operasi

mereka.

Struktur utang terdiri

dari 49% utang

jangka panjang dan

37% utang jangka

pendek. Hal itu juga

menemukan bahwa

utang (Pendek

Hutang Jangka, Long

Term Debt dan Total

Debt) memiliki efek

negatif pada kinerja

perusahaan

9. Ming

Chang

Cheng,

Zuwei

Ching

Tzeng

(2011)

The Effect of

Lavarage on

Firm Value

and How The

Firm Financial

Quality

Influence on

This Effect

Menggunakan

MRA (Moderated

Regression

Analysis) untuk

mengeksplorasi

efek levarage

pada nilai

perusahaan

Independent

Variabel :

- DL = (D/FA)

Control Variabel :

- Pendapatan

yang diharapkan

setelah pajak

- EPS (Laba

Bersih

Persaham)

Moderated Variabel

- Z-Sqore Model

- FCFPS (Arus

kas bebas

persaham)

Nilai perusahaan

yang leverage lebih

besar dari

perusahaan

unleveraged jika

tidak menganggap

probabilitas

kebangkrutan. Jika

mempertimbangkan

manfaat dan biaya

utang secara

bersamaan, leverage

secara signifikan

berhubungan positif

dengan nilai

perusahaan sebelum

struktur modal yang

optimal

Page 48: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

32

No Peneliti

(Tahun)

Judul

Penelitian

Metodologi Penelitian Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

10 Anup

Chrowdury

dan Suman

Paul

Chowdury

(2010)

Impact of

Capital

Structure on

Firm’s Value :

Evidence from

Bangladesh

Mengukur

pengaruh

strukturm

modal

terhadap nilai

perusahaan

- Variabel

dependen

diproksikan oleh

Harga saham

(share price)

- Variabel

independent

diproksikan oleh

firm size,

profitability,

public ownership

in capital

structure,

devident pay out,

asset and

operating

efficienty, growth

rate, liquidity,

liquidity, and

business rate.

- struktur modal

berpengaruh terhadap

nilai pasar suatu

perusahaan.

- mengubah rasio lancar,

leverage operasi, EPS,

rasio pembayaran dividen

atau modal saham

perusahaan dapat

meningkatkan nilainya di

pasar

- memaksimalkan

kekayaan pemegang

saham memerlukan

kombinasi yang sempurna

Dari hutang dan ekuitas,

sedangkan biaya modal

memiliki korelasi negatif

dalam keputusan ini dan

itu Harus seminimal

mungkin.

C. Kerangka Pemikiran

Kerangka berpikir ini merupakan model konseptual tentang bagaimana

teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai

masalah yang penting.

Perbedaaan hasil penelitian dan teori yang ada maka pengaruh kinerja

keuangan terhadap nilai perusahaan mengindikasikan terdapat variabel lain

yang diduga ikut mempengaruhi. Dalam hal ini penulis memasukkan variabel

kinerja keuangan (ROE) yang nantinya dapat dilihat apakah variabel ini dapat

memoderasi hubungan kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan atau tidak,

maka kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Page 49: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

33

Gambar 2.1

Kerangka Pemikiran

Pengaruh Kebijakan Hutang dan Kebijakan Dividen Terhadap

Nilai Perusahaan dengan Kinerja Keuangan sebagai Variabel

Moderating

Adanya perbedaan teori antara struktur modal dan kebijakan

dividen yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan

Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan

Basis teori : Agency Theory

Kebijakan Hutang (X1)

Kebijakan Dividen (X2)

Nilai Perusahaan

(Y)

Variabel Independen Variabel Dependen

Variabel Moderasi

Kebijakan

Hutang (X1)

Kebijakan

Dividen (X2)

Nilai

Perusahaan

(Y)

Profitabilitas

(X3)

Metode Analisis : SEM based

PLS

Hasil Pengujian dan Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

DPR

DYR

DAR

LTDER PBV

PER

NPM

ROA

ROE

Page 50: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

34

D. Keterkaitan Antar Variabel dan Perumusan Hipotesis

1. Pengaruh Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan

Penilaian para investor atas saham di sebuah perusahaan, salah

satunya dipengaruhi oleh return yang diberikan oleh perusahaan tersebut.

Kenaikan harga saham dipicu oleh semakin tingginya penilaian investor

atas saham tersebut. Disisi lain, kenaikan harga saham secara otomatis

akan meningkatkan kemakmuran pemegang saham tersebut. Dengan

demikian, apabila terjadi kenaikan harga pasar saham maka nilai

perusahaan pun akan meningkat. Indikator lain yang harus diperhatikan

oleh investor selain dari tingkat return adalah kebijakan hutang yang

merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan.

Kebijakan hutang adalah kebijakan yang dilakukan perusahaan untuk

mendanai operasinya dengan menggunakan hutang. Hutang merupakan

instruumen yang sensitif terhadap nilai perusahaan.

Menurut Modigliani dan Miller dalam Brealey et al., (2010)

menyatakan bahwa pendanaan dapat meningkatkan nilai perusahaan.

Apabila pendanaan didanai melalui hutang, peningkatan tersebut terjadi

akibat dari efek tax deductible. Artinya, perusahaan yang memiliki hutang

akan membayar bunga pinjaman yang dapat mengurangi penghasilan kena

pajak, yang dapat memberi manfaat bagi pemegang saham.

Semakin besar rasio utang jangka panjang terhadap modal sendiri,

semakin tinggi nilai perusahaan karena terjadi penghematan pajak yang

semakin besar. Namun demikiaan, tidak berarti perusahaan dapat dengan

Page 51: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

35

bebas menggunakan utang sebanyak-banyaknyaa tanpa memperhatikan

terjadinya kesulitan keuangan atau bahkan kebangkrutan perusahaan yang

dapat timbul karena penggunaan hutang yang berlebihan. Bagaimana

pengaruh penggunaan hutang dalam struktur modal terhadap nilai

perusahaan jika ada pajak dan biaya kebangkrutan, dapat terlihat pada

Gambar 2.1.

Gambar 2.2 Pengaruh penggunaan hutang terhadap nilai perusahaan jika

ada pajak dan biaya kebangkrutan

Berdasarkan Gambar 2.2 tampak bahwa jika ada pajak dan biaya

kebangkrutan, dengan semakin banyak jumlah utang dibandingkan dengan

modal sendiri (B/S) pada mulanya akan meningkatkan nilai perusahaan.

Hal ini terjadi karena pengaruh penghematan pajak yang berdampak

meningkatkan nilai perusahaan lebih besar daripada pengaruh biaya

kebangkrutan yang berdampak pada penurunan nilai perusahaan. Namun

demikian jika penggunaan hutang dibandingkan dengan modal sendiri

melampaui titik tertentu (B/S), penggunaan hutang yang semakin besar

dibandingkan modal sendiri akan berdampak pada penurunan nilai

perusahaan. Hal ini disebabkan oleh pengaruh penghematan pajak yang

Page 52: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

36

meningkatkan nilai perusahaan lebih kecil dibandingkan dengan pengaruh

biaya kebangkrutan yang menurunkan nilai perusahaan. Dengan demikian

jika ada pajak dan biaya kebangkrutan, akan terjadi struktur modal yang

optimal, yaitu struktur modal (B/S) yang menghasilkan nilai perusahaan

yang maksimal.

Menurut Weston dan Copeland dalam Herawati (2012) pada

prinsipnya setiap perusahaan membutuhkan dana dan pemenuhan dana

tersebut dapat berasal dari sumber intern ataupun sumber ekstern.

Kebijakan hutang perlu dikelola karena penggunaan hutang yang tinggi

akan meningkatkan nilai perusahaan karena penggunaan hutang dapat

menghemat pajak. Penggunaan hutang yang tinggi juga dapat menurunkan

nilai perusahaan karena adanya kemungkinan timbulnya biaya kepailitan

dan biaya keagenan.

Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nainggolan dan

Listiadi (2014) menemukan bahwa kebijakan hutang berpengaruh terhadap

nilai perusahaan. Namun hasil yang berbeda dari penelitian yang

dilakukan oleh Martikarini (2014) yang menunjukkan bahwa kebijakan

hutang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan.

Berdasarkan teori dan penlitian tersebut, maka hipotesis yang

diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Ha1 : Kebijakan hutang berpengaruh terhadap nilai

perusahaan.

Page 53: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

37

2. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan

Pengaruh pembayaran dividen terhadap kemakmuran pemegang

saham di-offset sepenuhnya oleh cara-cara pembelanjaan investasi yang

dilakukan oleh perusahaan, misalkan perusahaan telah mambuat keputusan

investasi, maka perusahaan harus memutuskan apakah menahan laba

untuk membelanjai investasi atau membayar dividen dan menjual saham

baru sejumlah dividen yang dibayarkan.

Modigliani-Miller dalam Brealey et al., (2010) mengemukakan nilai

per lembar saham yang didiskonto setelah keputusan pembelanjaan dan

dividen sama dengan nilaipasar saham sebelum pembayaran dividen.

Dengan kata lain, penurunan harga pasar saham karena pembelanjaan

eksternal sama dengan kenaikan harga saham karena pembayaran dividen.

Jadi pemegang saham dikatakan indefferent antara dividen dan laba

ditahan.

Menurut teori dividend irrelevance yang dikemukakan oleh Franco

Modigliani dan Merton Miller (Modigliani-Miller/MM) dalam Brealey et

al., (2010) kebijkan dividen tidak memengaruhi harga pasar saham

perusahaan atau nilai perusahaan. Modigliani dan Miller berpendapat

bahwa nilai perusahaan hanya ditentuukan oleh kemampuan perusahaan

untuk menghasilkan pendapatan (earning power) dan risiko bisnis,

sedangkan bagaimana membagi arus pendapatan menjadi dividen dan laba

ditahan tidak memengaruhi niali perusahaan.

Page 54: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

38

Berdasarkan teori bird in the hand yang dikemukakan oleh Myron

Gordon dan Johnm Lintner dalam Brealey et al., (2010) kebijakan divien

berpengaruh positif terhadap harga pasar saham. Artinya, jika dividen

yang dibagikan perusahaan semakin besar, harga pasar saham perusahaan

tersebut akan semakin tinggi dan sebaliknya. Hal ini terjadi karena

pembagian dividen dapat mengurangi ketidakpastian yang dihadapi

investor.

Berdasarkan teori tax preference, kebijakan dividen mempunyai

pengaruh negatif terhadap harga pasar saham. Artinya, semakin besar

jumlah dividen yang dibagikan oleh suatu perusahaan, seemakin rendah

harga pasar saham perusahaan yang bersangkutan. Hal ini terjadi jika ada

perbedaan antara tarif pajak personal atas pendapatan dividen dan capital

gain.

Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Fenandar (2012)

menunjukkan bahwa kebijkan dividen berpengaruh positif dan signifikan

terhadap nilai perusahaaan. Namun hasil yang berbeda dengan penelitian

yang dilakukan oleh Sofyaningsih dan Hardaningsih (2011) yang

menunujkkan bahwa kebijakan dividen tidak mempengaruhi nilai

perusahaan.

Berdasarkan teori dan penlitian tersebut, maka hipotesis yang

diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Ha2 : Kebijakan Dividen berpengaruh terhadap nilai

perusahaan.

Page 55: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

39

3. Pengaruh profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan

Profitabilitas perusahaan merupakan salah satu factor yang dilihat

oleh calon investor untuk menentukan investasi saham. Harga sebuah

perusahaan, menjaga dan meningkatkan profitabilitas adalah suatu

keharusan agar saham tersebut tetap eksis dan tetap diminati oleh investor.

Menurut Kasmir (2008) rasio profitabilitas merupakan rasio untuk

menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keunatungan. Rasio ini

juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan.

keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba akan terlihat pada rasio

profitabilitas, semakin tinggi rasio ini berarti semakin tinggi laba yang

dihasilkan persahaan mencerminkan bahwa perusahaan mempunyai

prospek yang baik kedepannya. Perusahaan dengan prospek yang baik ini

yang diinginkan oleh investor dan investor lebih tertarik untuk

membelisaham. Semakin tinggi permintaan dari investor terhadap saham

maka akan mempengaruhi harga saham dan akan meningkatkan nilai

perusahaan. sehingga semakin tinggi profitabilitas perusahaan maka akan

semakin tinggi nilai perusahaan.

Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Mahendra et al.,

(2014), menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan

terhadap nilai perusahaan.

Berdasarkan teori dan penlitian tersebut, maka hipotesis yang

diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Ha3 : Profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Page 56: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

40

4. Pengaruh Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan dengan

Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi

Adanya ketidak konsistenan hubungan antara kebijakan hutang

terhadap nilai perusahaan menunjukkan adanya faktor lain yang turut

menginteraksi hubungan antara kebijakan hutang dengan nilai perusahaan.

Dalam hal ini, variabel profitabilitas diharapkan dapat memperkuat atau

memperlemah hubungan antara kebijakan hutang dengan nilai peruahaan.

Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi pada umumnya

memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam usaha untuk memanuhi

kepentingan para stakeholder. Berikut tujuan perusahaan antara lain untuk

memperoleh keuntungan (profit), meningkatkan nilai perusahaan dan

untuk memuaskan kebutuhan masyarakat. Tujuan tersebut dapat tercapai

ditentukan oleh kinerja yang nantinya dapat dijadikan sebagai dasar

pengambilan keputusan baik pihak internal maupun eksternal, termasuk

pihak internal dalam menentukan struktur modalnya.

Selain itu, profitabilitas memiliki peran penting dalam kebijakan

hutang, dimana kebijakan ini pada akhirnya dapat memaksimalkan nilai

perusahaan. Secara teori, profitabilitas atau tingkat keuntungan yang

diperoleh oleh sebuah entitas akan mempengaruhi struktur modal suatu

perusahaan. Perusahaan yang Profitnya tinggi akan lebih menggunakan

dana internal, karena sumber dana internalnya melimpah. Keputusan

perusahaan dalam mendanai perusahaan akan dapat mempengaruhi nilai

perusahaan.

Page 57: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

41

Penggunaan utang dalam pembelanjaan investasi perusahaan dapat

mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba atas

modal yang digunakan. Pada umumnya pada kondisi ekonomi yang buruk,

suku bunga pinjaman sangat tinggi, sementara penjualan dan laba

perusahaan menurun. Hal ini mengakibatkan kemampuan perusahaan

untuk menghasilkan laba dengan menggunakan hutang lebih kecil

daripada tingkat bunga yang harus dibayar oleh perusahan. Sebaliknya

pada kondisi ekonomi baik, suku bung pinjaman umumnya rendah dan

penjualan serta laba perusahaan meningkat. Kemampuan perusahaan untuk

menghasilkan laba dengan menggunakan hutang lebih besar dari pada

tingkat bunga yang harus ditanggung perusahaan. Pada kondisi ekonomi

normal, pada mulanya peningkatan penggunaan hutang akan

meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bagi

pemegang saham, karena suku bunga masih relatif rendah dibandingkan

dengan kemampuan perusahan untuk menghasilkan laba. Namun

demikian, jika perusahaan terus menambah hutang akan berakibat

meningkatnya suku bunga, karena risiko yang dihadapi kreditor juga naik.

Sementara itu, peningkatan penjualan pada kondisi ekonomi normal relatif

lebih kecil dibandingkan dengan pada kondisi ekonomi baik, sehingga

kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bagi pemegang saham

juga relatif lebih kecil dibandingkan pada kondisi ekonomi baik. Ketika

hutang yang digunakan perusahaan melampaui jumlah tertentu,

Page 58: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

42

kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba lebih kecil dibandingkan

dengan suku bunga yang dibayar oleh perusahaan.

Berdasarkan pemaparan dan penelitian tersebut, maka hipotesis yang

diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Ha4 : Kebijakan Hutang Berpengaruh terhadap Nilai

Perusahaan dengan Profitabilitas sebagai Variabel

Moderasi.

5. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan dengan

Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi.

Rasio profitabilitas menunjukkan efektifitas atau kinerja perusahaan

dalam menghasilkan tingkat keuuntungan dengan menggunakan asset

yang dimilikinya. Rasio ini mencerminkan seberapa efektif perusahaan

dikelola dan mencerminkan hasil bersih dari serangkaian kebijakan

pengelolaan aset perusahaan. profitabilitas merupakan daya tarik utama

bagi pemegang saham, karena profitabilitas adalah hasil yang diperoleh

melaui usaha manajemen atas dana yang di investasikan para pemegang

saham dan juga mencerminkan pembagian laba yang menjadi haknya

yaitu seberapa banyak yang di investasikan kembali dan seberapa banyak

yang dibayarkan sebagai dividen tunai.

Profitabilitas memiliki peran penting dalam kebijakan deviden,

dimana kebijakan ini pada akhirnya dapat memaksimalkan nilai

perusahaan. Secara teori, profitabilitas atau tingkat keuntungan yang

diperoleh oleh sebuah entitas akan mempengaruhi besarnya jumlah

Page 59: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

43

deviden yang dibayarkan kepada para pemegang saham. Kemampuan

membayar deviden erat hubungannya dengan kemampuan perusahaan

memperoleh laba. Jika perusahaan memperoleh laba yang besar, maka

kemampuan membayar deviden juga besar. Oleh karena itu, dengan

deviden yang besar akan meningkatkan nilai perusahaan.

Nilai perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan

membayar dividen. Ada saatnya dividen tersebut tidak dibagikan oleh

perusahaan karena perusahaan merasa perlu untuk menginvestasikan

kembali laba yang diperolehnya. Besarnya dividen tersebut dapat

mempengaruhi harga saham. Apabila dividen yang dibayar tinggi, maka

harga saha, cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi dan

jika dividen dibayarkan kepada pemegang saham kecil maka harga saham

perusahaan yang membagikannya tersebut juga rendah. Kemampuan

sebuah perusahaan membayar dividen erat hubungannya dengan

kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Jika perusahaan

memperoleh laba yang tinggi, maka kemampuan perusahaan akan

membayar dividen juga tinggi. Dengan dividen yang besar akan

meningkatkan nilai perusahaan. (Harjito dan Martono, 2005).

Berdasarkan pemaparan diatas, maka hipotesis yang diajukan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut :

Ha5 : Kebijakan Dividen Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

dengan Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi.

Page 60: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

44

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini bersifat kuantitatif dimana dilakukan dengan cara

mengkuantifikasi data-data penelitian sehingga menghasilkan informasi yang

dibutuhkan dalam analisis. Sedangkan jenis penelitian ini adalah kausal

komparatif dimana merupakan jenis penelitian dengan karakteristik masalah

berupa hubungan sebab akibat atara dua variabel atau lebih. Penelitian ini

akan menguji dan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh variabel

independen, yaitu kebijakan hutang dan kebijakan dividen terhadap variabel

dependen, yaitu nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel

pemoderasi.

B. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor properti dan real

estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama kurun waktu

penelitian (2014-2016). Tidak semua perusahaan tersebut jadikan obyek

penelitian. Oleh karena itu dilakukan teknik pengambilan sampel dengan

purposive sampling method, yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan

kriteria-kriteria tertentu. Adapun kriteria penentuan sampel adalah sebagai

berikut :

1. Sampel merupakan perusahaan go public sektor properti dan real estate

yang menerbitkan laporan keuangan tahunan selama periode observasi

penelitian sejak tahun 2014 sampai tahun 2016.

Page 61: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

45

2. Tersedianya rasio-rasio serta data keuangan lainya pada laporan keuangan

yang telah ada pada tahun 2014-2016.

Tabel 3.1 kriteria sampel penelitian

Kriteria Perusahaan Jumlah

Total Perusahaan properti dan real estate yang

listing di Bursa Efek Indonesia

53

Memiliki laporan keuangan tahunan 3 tahun

terakhir, yaitu 2014-2016

36

Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria 13

Perusahaan yang memiliki kelengkapan data

berdasarkan jumlah data yang di observasi (13x3)

39

Sumber : Data yang diolah

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih secara purposive

samping, sehingga sampel dalam penelitian ini merupakan perusahaan

properti dan real estate yan memiliki kriteria yang sesuai dengan tujuan

penelitian. Sampel dipilih bagi perusahaan yang menyajikan data ysng

dibutuhkan dalam penelitian ini, seperti laporan keuangan perusahaan dan

laporan tahunan perusahaan. berikut ini adalah nama-nama perusahaan yang

menjadi objek penelitian ini:

Tabel 3.2 daftar sampel perusahaan properti dan real estate

No Nama Perusahaan

1. Agung Podomoro Land Tbk. (APLN)

2. Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI)

3. Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST)

4. Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE)

5. Ciputra Development Tbk. (CTRA)

Page 62: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

46

6. Duta Anggada Realty Tbk. (DART)

7. Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA)

8. Megapolitan Development Tbk. (EMDE)

9. Metropolitan Land Tbk. (MTLA)

10. Moderland Realty Tbk. (MDLN)

11. Pakuwon Jati Tbk (PWON)

12. Perdana Gapura Prima Tbk. (GPRA)

13. Plaza Indonesia Realty Tbk. (PLIN)

Sumber: Fact Book BEI Tahun 2011-2016

C. Metode Pengumpulan

Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode yang

digunakan adalah:

1. Penelitian kepustakaan

Penulis juga melakukan penelitian kepustakaan dengan memperoleh

data yang berkaitan dengan pembahasan yang sedang diteliti melalui

berbagai literatur seperti buku dan jurnal, baik jurnal asing maupun

tidak.

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti secara tidak

langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak

lain). Data dalam penelitian ini didapatkan melalui website Bursa

Efek Indonesia (idx.co.id) dengan mengambil data financial report

perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia.

Page 63: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

47

D. Metode Analisis Data

1. Uji Hipotesis

pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan Structual Equation

Model (SEM) dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) yang

dikembangkan oleh Herman Wold (1985) sebagai teknik analisis data

dengan software SmartPLS versi 3.0.M3 yang dapat diunduh dari

http://www.smartpls.de.

Pada awalnya PLS dikembangkan sebagai model umum untuk

mengestimasi path model yang menggunakan variabel laten dengan

multiple indicator. PLS awalnya diberi nama NIPALS (Nonlinier Iterative

Partial Least Square) karena PLS menggunakan dua prosedur iterative

yaitu metode estimasi least square (LS) untuk single dan multi component

model unruk conanical correlation. Pendekatan PLS adalah distribution

fee yang artinya tidak dapat berdistribusi tertentu, dapat berupa nominal,

kategori, ordinal, interval, dan rasio. Dalam pengembangannya, model

PLS diselesaikan oleh Herman Wold pada tahun 1977 yang kemudian

dikembangkan lebih lanjut oleh Lohmoller pada tahun 1984 dan 1989, dan

kemudian dikembangkan oleh Chin pada tahun 1966 (Ghozali 2015).

Sirohi e.t al., (1998:232) dalam penelitian Nurjanati dan Rodoni

(2015) berpendapat bahwa PLS merupakan teknik yang kuat dalam

menganalisis variabel laten yang memiliki beberapa indikator pada SEM.

Ghozali (2015:19) menyimpulkan bahwa PLS adalah sebuah pendekatan

alternatif yang bergeser pada pendekatan SEM berbasis covariance

Page 64: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

48

menjadi berbasis variance. Desain PLS dimaksudkan untuk mengatasi

keterbatasan metode SEM lainnya ketika data mengalami masalah seperti

pengukuran data dengan skala tertentu, jumlah sampel yang kecil, adanya

missing value, data tidak normal dan adanya multikoliniaritas. Selain itu

PLS dapat digunakan pada setiap jenis skala (nominal, ordinal, interval,

rasio, serta syarat asumsi yang lebih fleksibel).

Terdapat tiga kategori dalam melakukan estimasi parameter pada

PLS, yaitu weight estimate, path estimate, dan means dan lokasi

paraameter. Weight Estimate digunakan untuk menciptakan skor dari

variabel laten. Path Estimate (estimasi jalur) digunakan untuk

menghubungkan antar variabel laten dan juga menghubungkan variabel

laten dengan blok indikatornya (loading). Means dan lokasi parameter

sebagai nilai konstanta regresi dari indikator dan variabel lain. Selain itu,

PLS menggunakan proses iterasi tiga tahap dan setiap tahap menghasilkan

estimasi. Tahap pertama menghasilkan weight estimate, tahap kedua

menghasilkan inner model dan outer model, dan tahap kedua

menghasilkan means dan lokasi (konstanta).

a. Spesifikasi Model

Terdapat tiga model analisis jalur dalam PLS, yaitu inner model

yang menspesifikasi hubungan antar variabel laten, outer model yang

menspesifikasi hubungan antara variabel laten dengan variabel

menifest, weight relation yang mengestimasi nilai dari variabel laten.

Page 65: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

49

1. Inner Model

Inner model merupakan model yang menggambarkan

hubungan yang ada diantara variabel laten berdasarkan pada

substantive theory. Inner model biasa disebut sebagai inner

relation atau structural model. Model persamaan inner model

adalah sebagai berikut:

Ƞ = ß0 + ßȠ + Γξ + ζ

Keterangan:

Ƞ = vektor variabel laten endogen (dependen)

ξ = vektor variabel laten eksogen (independen)

ζ = vektor residual (unexplained variance)

Oleh karena PLS didesain untuk model rekursif, atau sering

disebut causal chain system, maka model rekrusif dari PLS adalah

sebagai berikut:

Ƞj = ΣißjiȠi + Σi γjbξb + ζj

Keterangan:

ßji = koefisien jalur yang menghubungkan predictor endogen

γjb = koefisien jalur yang menghubungkan predictor eksogen

i...b = indeks range sepanjang I dan b

Page 66: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

50

j = jumlah variabel laten endogen

ζj = inner residual variable

2. Outer Model

Outer model adalah model yang menggambarkan hubungan

antara variabel laten dengan indikatornya. Outer model biasa

disebut sebagai outer relation atau measurement model. Pada outer

model terdapat dua model yaitu model indikator refleksif dan

model indikator formatif.

Model refleksif sering disebut sebagai principal factor model

yang berarti variabel manifest dipengaruhi oleh variabel laten.

Persamaan model indikator refleksif adalah sebagai berikut:

X = λ xξ + εx

Y = λ yȠ + εy

Dimana x dan y adalah indikator untuk variabel laten eksogen

(ξ) dan variabel laten endogen (Ƞ). Sedangkan λ dan λ y

merupakan matriks loading yang menggambarkan seperti koefisien

regresi sederhana yang menghubungkan variabel laten dengan

indikatornya. Model formatif merupakan kebalikan dari model

reflektif dimana model formatif mengasumsikan bahwa variabel

manifes mempengaruhi variabel leten. Arah hubungan kausalitas

mengalir dari variabel manifes ke variabel laten. Persamaan model

indikator formatif adalah sebagai berikut:

Page 67: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

51

Dimana ξ, Ƞ, X dan Y sama dengan persamaan sebelumnya.

Dengan Ƞx dan Ƞy adalah seperti koefesien regresi berganda dari

variabel laten terhadap indikator, sedangkan δξ dan ɛȠ adalah

residual dari regresi.

Menurut MacKenzie et al. (2005) dalam Ghozali (2015: 61),

terdapat beberapa kriteria untuk menentukan formatif model atau

refleksif model, yaitu:

a) Apakah indikator bersifat manifestasi terhadap konstruk atau

dapat mendefinisikan karakteristik suatu konstruk. Jika indikator

bersifat manifestasi terhadap konstruk, maka dapat diberikan

judgment bahwa indikator mempunyai arah refleksif terhadap

konstruk. Sebaliknya jika indikator bersifat mendefinisikan

karakteritik atau menjelaskan konstruk, maka dapat diberikan

judgment bahwa indikator mempunyai arah formatif terhadap

konstruk tersebut.

b) Apakah indikator-indikator tersebut secara konseptual dapat

dipertukarkan. Jika arah indikator terhadap konstruk adalah

refleksif, maka tiap indikartornya harus memiliki tema yang

sama dan setiap indikator harus mampu menagkap esensi

domain konstruknya. Sebaliknya jika arah indikator terhadap

Page 68: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

52

konstruk adalah formatif, maka tiap indikator tidak perlu

memiliki tema yang sama tetapi setiap indikatornya harus

mampu menangkap aspek unik dari domain konstruknya.

c). Apakah terdapat kovarian antar indikator kontruks. Indikator

refleksif secara eksplisit memprediksi bahwa pengukuran model

harus saling berkorelasi kuat karena memiliki kesamaan

penyebab. Sebaliknya, indikator formatif, tidak memprediksi

korelasi diantara indikator pengukurnya sehingga korelasi dapat

bersifat tinggi, rendah, atau diantara keduanya.

d) Apakah indikator memiliki anteseden dan atau konsekuensi

yang sama. Indikator refleksif suatu konstruk harus memiliki

anteseden dan konsekuensi yang sama, karena seluruh indikator

mempunyai refleksi yang sama untuk satu konstruk dan secara

konseptual dapat dipertukarkan. Sebaliknya, untuk indikator

formatif suatu konstruk tidak perlu memiliki anteseden atau

konsekuensi yang sama, karena masing-masing indikator adalah

unik dan secara konseptual tidak dapat dipertukarkan.

b. Kriteria Penilaian

Dalam penggunaannya, PLS memiliki beberapa evaluasi

terhadap model struktural dan model pengukuran, dilakukan uji

convergent validity, discriminant validity, composite realibility, dan

Avarage Variance Extracted. Sedangkan dalam evaluasi model

Page 69: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

53

pengukuran dilakukan uji R-squared (R²) dan uji estimasi koefisien

jalur.

1. Convergent Validity

Convergent validity digunakan untuk mengukur besarnya

korelasi antara variabel laten dengan variabel manifest pada model

pengukuran refleksif. Dalam evaluasi convergent validity dapat

dinilai berdasarkan korelasi antara item score / component score

dengan construct score.

Menurut Chin (1998) dalam Ghozali (2015 : 25), suatu

korelasi dapat dikatakan memenuhi convergent validity apabila

memiliki nilai loading sebesar lebih besar dari 0,5 sampai 0,6.

2. Discriminant Validity

Discriminant validity dari model pengukuran refleksif dapat

dihitung berdasarkan nilai cross loading dari variabel menifes

terhadap masing-masing variabel laten. Jika korelasi antara

variabel laten dengan sikap indikatornya (variabel manifes) lebih

besar daripada korelasi dengan variabel lainnya, maka variabel

laten tersebut dapat dikatakan memprediksi indikatornya lebih baik

daripada indikator lainnya.

Selain itu, discriminant validity juga dapat dihitung dengan

membandingkan nilai square root of avarage variance extracted

(AVE). Apabila nilai AVE lebih tinggi daripada nilai korelasi

diantara variabel laten, maka discriminant validity dapat dianggap

Page 70: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

54

tercapai. Discriminant validity dapat dikatakan tercapai apabila

nilai AVE lebih besar dari 0,5. Cara untunk menghitung nilai AVE

adalah sebagai berikut:

Dimana λi adalah loading factor (convergent validity), dan

var ε(i) = 1 – λi²

3. Composite Reliability

Variabel laten dapat dikatakan memiliki reliabilitas yang baik

apabila nilai composite reliability lebih besar dari 0,7. Cara untuk

composite reliability adalah sebagai berikut:

Dimana λi adalah loading factor (convergent validity), dan var

ε(i) = 1 – λi² (Ghozali: 26) menyatakan bahwa pengukuran ini

dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas dan hasilnya telah

konservatif dibandingkan nilai composite reliability.

4. R-squared (R²)

Pengujian R-squared (R²) merupakan cara untuk mengukur

tingkat Goodness of Fit (GOF) suatu model struktural. Nilai R-

squared (R²) digunakan untuk menilai seberapa besar pengaruh

Page 71: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

55

variabel laten independen tertentu terhadap variabel laten

dependen.

E. Kriteria Penerimaan dan Penolakan Hipotesis

Hipotesis adalah kesimpulan sementara yang harus dibuktikan

kebenarannya atau dapat dikatakan proposisi tentatif tentang hubungan

antara dua variabel atau lebih. Sebelum dilakukan pengujian hipotsis, maka

harus diketahui Hipotesis Nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha).

Kriteria penolakan dan penerimaan hipotesis pada penelitian ini adalah

dengan menilai nilai T-statistik atau P-value. Nilai t-statistik (t-hitung)

diperbandingkan dengan nilai t-tabel. Nilai t-tabel yang ditentukan dalam

penelitian ini adalah sebesar 1,96 dengan tingkat signifikasi 0,05 (two-

tailed). Selanjutnya nilai t-tabel dijadikan nilai cut off untuk penerimaan atau

penolakan hipotesis yang diajukan. Kriteria penerimaan atau penolakan

hipotesis dengan ketentuan sebagai berikut:

Page 72: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

56

Uji Hipotesis 1: Kebijakan Hutang berpengaruh terhadap Nilai

Perusahaan

Jika nilai t-statistik > dari nilai t-tabel dengan taraf signifikasi sebesar

0,05 (two-tailed), atau p-value < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha

diterima.

Gambar 3.1

Hipotesis Pertama

Uji Hipotesis 2: Kebijakan Dividen berpengaruh terhadap Nilai

Perusahaan.

Jika nilai t-statistik > t-tabel dengan taraf signifikasi sebesar 0,05 (two

tailed), atau p-value < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Gambar3.2

Hipotesis Kedua

Uji Hipotesis 3: Profitabilitas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.

Jika nilai t-statistik > t-tabel dengan taraf signifikasi sebesar 0,05 (two

tailed), atau p-value < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Page 73: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

57

Gambar 3.3

Hipotesis Ketiga

Uji Hipotesis 4: Kebijakan Hutang berpengaruh terhadap Nilai

Perusahaan dengan Kinerja Keuangan sebagai Variabel Moderating.

Jika nilai t-statistik > t-tabel dengan taraf signifikasi sebesar 0,05 (two

tailed), atau p-value < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Gambar 3.4

Hipotesis Keempat

Uji Hipotesis 5: Kebijakan Dividen berpengaruh terhadap Nilai

Perusahaan dengan Kinerja Keuangan sebagai Variabel Moderating.

Jika nilai t-statistik > t-tabel dengan taraf signifikasi sebesar 0,05 (two

tailed), atau p-value < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Page 74: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

58

Gambar 3.5

Hipotesis Kelima

F. Operasional Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel

dependen variabel independen, dan variabel moderasi. Variabel dependen

dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan, variabel independennya adalah

kebijakan hutang, kebijakan dividen, serta variabel moderasinya adalah

profitabilitas. Pengertian dari masing-masing variabel adalah sebagai

berikut:

1. Variabel Dependen

Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah

nilai perusahaan yang diproksikan dengan menggunakan Price to Book

Value (PBV) dan Price Earnings Ratio (PER). PBV menggambarkan

seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan.

Page 75: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

59

makin tinggi rasio ini, berarti pasar percaya akan prospek perusahaan

tersebut. Rasio PER memberi gambaran yang berfungsi sebagai

perubahan kemampuan laba yang diharapkan di masa yang akan datang.

Semakin besar PER, maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan

untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan nila perusahaan.

Perhitungan PBV dan PER dapat dihitung dengan rumus:

PBV =

PER =

2. Variabel Independen

Beberapa variabel independen yang digunanakan dalam penelitian ini

antara lain:

a. Kebijakan Hutang

Variabel independen dalam penelitian ini adalah kebijakan

hutang yang diproksikan dengan Debt to Asset Ratio (DAR) dan

Long Term Debt to Equity Ratio (LTDER). DAR adalah sebuah rasio

untuk mengukur jumlh aset yang dibiayai oleh hutang. Semakin

tinggi rasio ini mengindikasikan semakin besar jumlah aset yang

dibiayai oleh huatang, semakin tinggi resiko perusahaan untuk

menyelesaikan kewajiban jangka panjang dan semakin tinggi beban

bunga hutang yang harus ditanggung perusahaan. Sedangkan Long

Term Debt to Equity Ratio digunakan untuk mengukur bagian dari

modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk hutang jangka panjang.

Page 76: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

60

Rasio DAR dapat diukur dengan rumus sebagai berikut:

DAR =

Rasio LTDER dapat diukur dengan rumus sebagai berikut:

LTDER =

b. Kebijakan Dividen

Variabel dependen kedua dalam penelitian ini adalah kebijakan

dividen yang diproksikan dengan Devidend Payout Ratio (DPR) dan

Devidend Yield Ratio (DYR).

Devidend Payout Ratio adalah rasio yang menunjukkan

presentase setiap keuntungan yang diperoleh yang didistribusikan

kepada pemegang saham. Rasio ini digunakan ketika

mempertimbangkan apakah seseorang sebagai investor akan

berinvestasi pada perusahaan pencetak laba yang membayar dividen,

atau berinvestasi pada perusahaan pencetak laba yang memiliki

potensi pertumbuhan yang tinggi.

Devidend Yield Ratio adalah rasio yang menunjukkan seberapa

besar suatu perusahaan dalam membagikan dividend kepada pemilik

saham dari harga sahamnya yang sekarang.

Rasio DPR dapat diukur dengan rumus sebagai berikut:

DPR =

Page 77: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

61

Rasio DPR dapat diukur dengan rumus sebagai berikut:

DYR =

Dividen per lembar =

3. Variabel Moderasi

Variabel moderasi dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan

yang diproksikan dengan Net Profit Margin (NPM), Return on Asset

(ROA) dan Return on Equity (ROE). Net Profit Margin adalah rasio

yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam

menghasilkan keuntungan bersih. Semakin besar NPM, maka kinerja

perusahaan akan semakin produkrif, sehingga akan meningkatkan

kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan

tersebut. Return on Asset merupakan rasio keuangan yang

mempresentasikan seberapa efektif aset perusahaan digunakan untuk

menghasilkan laba. Rasio ini memberikan informasi besarnya laba yang

diperoleh dari total asset yang dimiliki oleh perusahaan. Return on

Equity merupakan hasil pengembalian atas ekuitas atau kemampuan

perusahaan dalam memperoleh laba bersih setelah pajak engan

menggunakan modal sendiri atau ekuitas.

Rasio NPM dapat diukur dengan rumus sebagai berikut:

NPM =

Page 78: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

62

Rasio ROA dapat diukur dengan rumus sebagai berikut:

ROA =

Rasio ROE dapat diukur dengan rumus sebagai berikut:

ROE =

Tabel 3.3

Tabel Operasional Variabel

No Variabel Definisi Skala Pengukuran

1 Price to

Book Value

(PBV)

Price to Book Value

dan Price Earning

Ratio. PBV

menggambarkan

seberapa besar

pasar menghargai

nilai buku saham

suatu perusahaan.

Rasio

PBV =

2 Price

Earning

Ratio

(PER)

Rasio PER

memberi gambaran

yang berfungsi

sebagai perubahan

kemampuan laba

yang diharapkan di

masa yang akan

datang.

Rasio

PER =

3 Debt to Asset

Ratio

(DAR)

Rasio untuk

mengukur jumlah

aset yang dibiayai

oleh hutang

Rasio

DAR =

4 Long Term

Debt to

Equity Ratio

(LTDER)

Rasio untuk

mengukur bagian

dari modal sendiri

yang dijadikan

jaminan untuk

hutang jangka

panjang.

Rasio

LTDER =

5 Devidend

Payout Ratio

(DPR)

Devidend Payout

Ratio adalah rasio

yang menunjukkan

Rasio

Page 79: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

63

presentase setiap

keuntungan yang

diperoleh yang

didistribusikan

kepada pemegang

saham.

DPR =

6 Dividend

Yield Ratio

(DYR)

Devidend Yield

Ratio adalah rasio

yang menunjukkan

seberapa besar

suatu perusahaan

dalam membagikan

dividend kepada

pemilik saham dari

harga sahamnya

yang sekarang.

Ratio

DYR =

7 Net Profit

Margin

(NPM)

Net Profit Margin

adalah rasio yang

digunakan untuk

menunjukkan

kemampuan

perusahaan dalam

menghasilkan

keuntungan bersih.

Rasio

NPM =

8 Return on

Asset

(ROA)

Return on Asset

merupakan rasio

keuangan yang

mempresentasikan

seberapa efektif

aset perusahaan

digunakan untuk

menghasilkan laba.

Rasio

ROA =

9 Return on

Equty

(ROE)

Return on Equity

merupakan hasil

pengembalian atas

ekuitas atau

kemampuan

perusahaan dalam

memperoleh laba

bersih setelah pajak

engan

menggunakan

modal sendiri atau

ekuitas.

Rasio

ROE =

Page 80: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

64

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Deskripsi Objek Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan properti dan real

estate yang terdaftar di BEI atau perusahaan yang telah go public.

Sampel perusahaan yang berhasil diperoleh dan memenuhi kriteria

adalah sebanyak 13 perusahaan, dimana penelitian dilakukan selama 3

tahun yaitu tahun 2014 hingga 2016, sehingga terkumpul sebanyak 39

sampel. Data penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan dan laporan

tahunan perusahaan dan Fact Book yang terdapat di situs resmi

Indonesia Stock Exchange yaitu www.idx.co.id. Fokus penelitian ini

untuk mengetahui pengaruh kebijakan hutang yang diproyeksikan Debt

to Asset Ratio (DAR) dan Long Term Debt to Equity Ratio (LTDER),

kebijakan dividen yang diproyeksikan Devidend Payout Ratio (DPR)

dan Devidend Yield Ratio (DYR) terhadap nilai perusahaan yang

diwakili oleh Price to Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio (PER)

dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi yang diproyeksikan Net

Profit Margin (NPM), Return on Asset (ROA), dan Return on Equity

(ROE).

Page 81: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

65

B. Hasil Uji Analisis Data

1. Partial Least Square (PLS)

Teknik pengolahan data dengan menggunakan pendekatan SEM

yang berbasis Partial Least Square (PLS) memerlukan dua tahap untuk

menilai Fit Model pada sebuah penelitian. Tahap-tahap tersebut adalah

sebagai berikut:

a. Menilai Outer Model atau Measurement Model

Outer Model yaitu spesifikasi hubungan antar variabel laten

dengan indikatornya, disebut juga dengan outerdika relation atau

measurement model, mendefinisikan karakteristik konstruk dengan

variabel manifestasinya.

Sebelum melakukan pengujian hipotesis untuk memprediksi

hubungan antar variabel laten dalam model struktural, terlebih dahulu

dilakukan evaluasi model pengukuran untuk verifikasi indikator dan

variabel laten yang dapat diuji selanjutnya.

Ukuran refleksif individual dikatakan tinggi jika berkorelasi lebih

dari 0,70 dengan konstruk yang diukur. Namun, untuk penelitian tahap

awal dari pengembangan skala pengukuran nilai loading 0,5 sampai

0,6 dianggap cukup memadai. Dalam penelitian ini akan digunakan

batas loading factor sebesar 0,50. Indikator reflektif harus dieliminasi

(dihilangkan dari model pengukuran ketika nilai loading lebih kecil

dari 0,5. Berikut adalah hasil nilai loading yang didapatkan.

Page 82: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

66

Gambar 4.1 Diagram jalur disertai Nilai Loading Factor

Berdasarkan gambar 4.1 diatas, maka indikator TobinsQ harus

dieliminasi dari model karena memiliki nilai loading factor di bawah

0,5. Sehingga dihasilkan diagram yang baru sebagai berikut.

Page 83: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

67

Gambar 4.2 Diagram Jalur disertai Nilai Loading Factor Setelah Eliminasi

Indikator TobinsQ

Berdasarkan gambar 4.2 diatas, setelah indikator TobinsQ

dieliminasi dari model, ada beberapa indikator dari variabel kebijakan

hutang yng memiliki nilai loading factor di bawah 0,5 yakni DAR,

DER, dan LTDR, sehingga ketiga indikator tersebut harus deliminasi.

Setelah mengeliminasi ktiga indikator tersebut, dihasilkan diagram

yang baru sebagai berikut.

Page 84: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

68

Gambar 4.3 Diagram Jalur disertai Nilai Loading Factor Setelah Eliminasi

Indikator DER, EAR, TIER.

Berdasarkan gambar 4.3 dapat diketahui bahwa lebih dari 50% dari

varian masing-masing pada kedua indikator, yaitu DAR dan LTDER

dapat dijelaskan oleh variabel laten kebijakan hutang. Variabel laten

kebijakan dividen dapat menjelaskan varian dari indikator DPR dan

DYR masing-masing lebih dari 70%. Varian dari ROA, ROE, dan

NPM masing-masing dapat dijelaskan oleh variabel laten profitabilitas

diatas 70%. Sedangkan variabel nilai perusahaan sebagai variabel laten

endogen mampu menjelaskan indikatornya, yakni PBV dan PER

masing-masing diatas 80%. Sehingga secara keseluruhan masing-

masing variabel laten telah mampu menjelaskan varian dari setiap

indikator-indikator yang mengukurnya diatas 50%.

Page 85: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

69

1) Uji Outer Model Hipotesis 1

Gambar 4.1 berikut ini merupakan hasil estimasi perhitungan

dengan menggunakan PLS untuk data hubungan Profitabilitas

terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure.

Gambar 4.4

Model Struktural dengan PLS untuk H1

Sumber: Pengolahan data dengan PLS, 2017

Dari gambar di atas terlihat bahwa dua indikator variabel

kebijakan hutang yaitu indikator Debt to Asset Ratio (DAR) dan

Long Term Debt to Equity Ratio (LTDER) memiliki loadig factor di

atas 0,50 yang menandakan kedua indikator tersebut dapat mewakili

konstruk variabel Kebijkaan Hutang dalam hal pengaruh terhadap

variabel laten ( Nilai Perusahaan).

Sedangkan variabel laten nilai perusahaan memiliki dua indikator

yaitu Price to Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio (PER), yang

mana kedua indikator tersebut memiliki loadig factor di atas 0,50

yang menandakan kedua indikator tersebut dapat mewakili konstruk

variabel nilai perusahaan.

Untuk memastikan bahwa setiap konsep dari masing variabel laten

berbeda dengan variabel lainnya dapat dinilai dengan Discriminant

validity. Model mempunyai discriminant validity yang baik jika setiap

Page 86: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

70

nilai loading dari setiap indikator sebuah variabel laten memiliki nilai

loading yang paling besar dibandingkan dengan nilai loading lain

terhadap variabel laten lainnya. Dari tabel di bawah dapat dilihat

bahwa semua nilai loading factor untuk setiap indikator dari masing-

masing variabel laten memiliki nilai yang lebih besar jika

dibandingkan dengan variabel laten lainnya. Hasil pengujian

discriminant validity diperoleh sebagai berikut

Tabel 4.1

Nilai Discriminant Validity H1 (Cross Loading)

Dari tabel diatas terlihat bahwa setiap korelasi variabel dengan

indikatornya lebih tinggi dengan korelasi variabel dengan indikator

lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa variabel laten yaitu Kebijakan

Hutang memprediksi indikator pada blok ini lebih baik dibandingkan

dari indikator blok lainnya.

Page 87: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

71

Disamping uji validitas konstruk, dilakukan juga uji reliabilitas

konstruk yang diukur dengan composite reliability dari blok indikator

yang mengukur konstruk. Konstruk dinyatakan reliable jika nilai

composite reliability di atas 0.70. Pada tabel di bawah akan disajikan

nilai Composite Reliability untuk variabel H1.

Tabel 4.2

Composite Reliability H1

Berdasarkan tabel 4.2 diatas dapat disimpulkan bahwa konstruk

memiliki reliabilitas yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai

composite reliability di atas 0,70 sebagaimana kriteria yang

direkomendasikan.

2) Uji Outer Model Hipotesis 2

Gambar 4.1 berikut ini merupakan hasil estimasi perhitungan

dengan menggunakan PLS untuk data hubungan kebijakan dividen

terhadap nilai perusahaan.

Page 88: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

72

Gambar 4.5

Model Struktural dengan PLS untuk H2

Sumber: Pengolahan data dengan PLS, 2017

Dari gambar 4.5 di atas terlihat bahwa dua indikator variabel

kebijakan dividen yaitu indikator Dividend Payout Ratio (DPR) dan

Dividend Yield Ratio (DYR) memiliki loadig factor di atas 0,50 yang

menandakan kedua indikator tersebut dapat mewakili konstruk

variabel Kebijkaan Dividen dalam hal pengaruh terhadap variabel

laten ( Nilai Perusahaan).

Untuk memastikan bahwa setiap konsep dari masing variabel

laten berbeda dengan variabel lainnya dapat dinilai dengan

Discriminant validity. Model mempunyai discriminant validity yang

baik jika setiap nilai loading dari setiap indikator dari sebuah variabel

laten memiliki nilai loading yang paling besar dibandingkan dengan

nilai loading lain terhadap variabel laten lainnya. Hasil pengujian

discriminant validity diperoleh sebagai berikut:

Page 89: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

73

Tabel 4.3

Nilai Discriminant Validity H2 (Cross Loading)

Dari tabel diatas terlihat bahwa setiap korelasi variabel dengan

indikatornya lebih tinggi dengan korelasi variabel dengan indikator

lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa variabel laten yaitu Kebijakan

Dividen memprediksi indikator pada blok ini lebih baik dibandingkan

dari indikator blok lainnya.

Disamping uji validitas konstruk, dilakukan juga uji reliabilitas

konstruk yang diukur dengan composite reliability dari blok indikator

yang mengukur konstruk. Konstruk dinyatakan reliable jika nilai

composite reliability di atas 0.70. Pada tabel di bawah akan disajikan

nilai Composite Reliability untuk variabel H2.

Page 90: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

74

Tabel 4.4

Composite Reliability H2

Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat disimpulkan bahwa

konstruk memiliki reliabilitas yang baik. Hal ini ditunjukkan

dengan nilai composite reliability di atas 0,70 sebagaimana kriteria

yang direkomendasikan.

3) Uji Outer Model atau Measurement Hipotesis 3

Gambar 4.6 berikut ini merupakan hasil estimasi perhitungan

dengan menggunakan PLS untuk data hubungan profitabilitas

terhadap nilai perusahaan.

Gambar 4.6

Model Struktural dengan PLS untuk H3

Sumber: Pengolahan data dengan PLS, 2017

Dari gambar 4.6 di atas terlihat bahwa tiga indikator variabel

kebijakan Profitabilitas yaitu indikator Return on Asset (ROA),

Page 91: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

75

Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) memiliki

loadig factor di atas 0,50 yang menandakan kedua indikator tersebut

dapat mewakili konstruk variabel profitabilitas dalam hal pengaruh

terhadap variabel laten ( Nilai Perusahaan).

Untuk memastikan bahwa setiap konsep dari masing variabel

laten berbeda dengan variabel lainnya dapat dinilai dengan

Discriminant validity. Model mempunyai discriminant validity yang

baik jika setiap nilai loading dari setiap indikator dari sebuah variabel

laten memiliki nilai loading yang paling besar dibandingkan dengan

nilai loading lain terhadap variabel laten lainnya. Hasil pengujian

discriminant validity diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4.5

Nilai Discriminant Validity H3 (Cross Loading)

Dari tabel diatas terlihat bahwa setiap korelasi variabel dengan

indikatornya lebih tinggi dengan korelasi variabel dengan indikator

Page 92: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

76

lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa variabel laten yaitu Profitabilitas

memprediksi indikator pada blok ini lebih baik dibandingkan dari

indikator blok lainnya.

Disamping uji validitas konstruk, dilakukan juga uji reliabilitas

konstruk yang diukur dengan composite reliability dari blok indikator

yang mengukur konstruk. Konstruk dinyatakan reliable jika nilai

composite reliability di atas 0.70. Pada tabel di bawah akan disajikan

nilai Composite Reliability untuk variabel H3.

Tabel 4.6

Composite Reliability H3

Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat disimpulkan bahwa

konstruk memiliki reliabilitas yang baik. Hal ini ditunjukkan

dengan nilai composite reliability di atas 0,70 sebagaimana kriteria

yang direkomendasikan.

b. Menilai Inner Model atau Structural Model

Pengujian inner model atau model struktural dilakukan untuk

melihat hubungan antara variabel, nilai signifikansi dan R-square dari

model penelitian. Penelitian model PLS dimulai dengan melihat R-

Page 93: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

77

square untuk setiap variabel laten dependen. Perubahan nilai R-square

dapat digunakan untnuk menilai pengaruh variabel laten independen

tertentu terhadap variabel laten dependen apakah mempunyai pengaruh

yang subtantif. Tabel berikut in merupakan hasil estimasi R-square

dengan menggunakan SmartPLS.

Tabel 4.7

Nilai R-SQUARE

Sumber: Output SMartPLS, sig*5%

Tabel 4.7 Ini menunjukkan R-square kontruk Nilai Perusahaan

sebesar 0,395. Semakin tinggi nilai R-square, maka semakin besar

kemampuan variabel independen tersebut dapat menjelaskan variabel

dependen sehingga semakin baik persamaan struktural. Variabel nilai

perusahaan memiliki nilai R-square 0,395 yang berarti 39,5% variance

Kebijakan hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas mampu

dijelaskan oleh variabel nilai perusahaan.

2. Hasil Pengujian Hipotesis

Signifikansi parameter yang diestimasi memberikan informasi

yang sangat berguna mengenai hubungan antara variabel-variabel

penelitian. Dasar yang digunakan dalam menguji hipotesis adalah nilai

yang terdapat pada output path coefficient. Signifikansi pengaruh antar

Page 94: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

78

variabel didapat dengan melihat nilai koefisien parameter dan nilai

signifikansi T statistik.

Dalam PLS pengujian secara statistik setiap hubungan yang

dihipotesiskan dilakukan dengan menggunakan simulasi. Dalam hal ini

dilakukan metode bootstrap terhadap sampel. Pengujian dengan bootstrap

juga dimaksudkan untuk meminimalkan masalah ketidak normalan data

penelitian.

Dari hasil uji path coefficient pada tabel di atas didapat hasil untuk

pengujian hipotesis. Tabel 4.9 di bawah memberikan output estimasi untuk

pengujian model struktural.

Tabel 4.8

Result For Path Coefficient

Hipotesis Variabel Original

Sample

T-Statistik P-Value Kesimpulan

Ha1 KH NP 0.140 0.591 0.555 Ditolak

Ha2 KD NP 0.386 2.044* 0.041 Diterima

Ha3 Prof NP 0.475 2.111* 0.035 Diterima

Ha4 KH*Prof NP -0.148 0.825 0.410 Ditolak

Ha5 KD*Prof NP -0.151 0.322 0.740 Ditolak

Sumber: Output SMartPLS, sig*5%

Tabel diatas menunjukkan bahwa pengaruh KH (kebijakan hutang)

terhadap NP (nilai perusahaan) sebesar 0.140 dan tidak signifikan pada

0.05 (0.555<1.96) dan P-value 0.555>0.05. Pengaruh KD (kebijakan

dividen) terhadap NP (nilai perusahaan) sebesar 0.386 dan signifikan pada

0.05 (2.044>1.96) dan P-value 0.041<0.05. Pengaruh Profitabilitas

Page 95: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

79

terhadap NP (nilai perusahaan) sebesar -0.148 dan signifikan pada 0.05

(2.111<1.96) dan P-value 0.035<0.05. Pengaruh KH (kebijakan hutang)

dengan Profitabilitas terhadap NP (nilai perusahaan) sebesar 0.509 dan

tidak signifikan pada 0.05 (0.825<1.96) dan P-value 0.410>0.05. Pengaruh

KD (kebijkan dividen) dengan Profitabilitas terhadap NP (nilai perusahan)

sebesar -0.080 dan tidak signifikan pada 0.05 (0.322<1.96) dan P-value

0.740>0.05.

a. Hipotesis 1 (Pengaruh Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan)

Hipotesis pertama (Ha1) menyatakan bahwa kebijakan hutang

berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hasil uji terhadap

koefisien parameter antara kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan

menunjukkan adanya pengaruh positif sebesar 0.140 dengan nilai t-

statistik sebesar 0.591 signifikan pada 0.05. Nilai t-statistik tersebut

lebih kecil dari 1.96, dan atau p-value sebesar 0.555 lebih besar dari

0.05, dengan demikian hipotesis pertama (Ha1) tidak dapat diterima

atau ditolak.

Hasil pengujian hipotesis pertama membuktikan bahwa

kebijakan hutang yang diukur dengan Debt to Asset Ratio (DAR) dan

Long Term Debt to Equity Ratio (LTDER) tidak berpengaruh terhadap

nilai perusahaan yang diproksikan dengan Price to Book Value (PBV)

dan Price Earnings Ratio (PER) pada periode 2014-2016. Pembuktian

ini tidak berhasil membuktikan bahwa kebijakan hutang tidak dapat

mempengaruhi tinggi-rendahnya nilai perusahaan. Hal ini sesuai

Page 96: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

80

dengan teori Modigliani dan Miller (MM), yang menyatakan bahwa

struktur modal tidak memengaruhi biaya modal perusahaan dan juga

tidak memengaruhi nilai perusahaan.

Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan

oleh Herawati (2013) yang menyatakan bahwa kebijakan hutang tidak

berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, begitu juga

penelitian yang dilakukan oleh Martikarini (2014) yang menyatakan

bahwa kebijakan hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai

perusahaan. Tetapi, hasil penelitian ini tidak konsisten dengan

penelitian yang dilakukan oleh Mulianti (2010) yang membuktikan

bahwa kebijakan hutang berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai

perusahaan. Begitu juga penelitian yang dilakukan oleh Nainggolan

dan Listiadi (2014) yang menyatakan bahwa kebijakan hutang

berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan.

b. Hipotesis 2 (Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan)

Hipotesis kedua menyatakan bahwa kebijakan dividen

berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil uji terhadap koefisien

parameter antara kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan

menunjukkan adanya pengaruh positif sebesar 0.386 dengan nilai t-

statistik 2.044 dan signifikan pada 0.05. Nilai statistik tersebut diatas

1.96, dan P-value 0.041 lebih kecil dari 0.05, dengan demikian

hipotesis kedua (Ha2) dapat diterima.

Page 97: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

81

Hasil pengujian hipotesis kedua membuktikan bahwa kebijakan

dividen yang diukur dengan Devidend Payout Ratio (DPR) dan

Dividend Yield Ratio (DYR) berpengaruh positif signifikan terhadap

nilai perusahaan yang diproksikan dengan Price Book to Value (PBV)

Price Earnings Ratio (PER) pada periode 2014-2016. Pembuktian ini

berhasil mendukung teori Bird In-the-Hand, yang menyatakan bahwa

kebijakan dividen mempunyai pengaruh positif terhadap harga pasar

saham. Artinya, semakin besar jumlah dividen yang dibagikan oleh

suatu perusahaan, semakin tinggi pula harga pasar saham perusahaan

yang bersangkutan begitupun sebaliknya. Hal ini terjadi karena

pembagian dividen dapat mengurangi ketidakpastian yang dihadapi

investor.

Hasil ini sesuai dengan penelitian Fenandar (2012) yang

membuktikan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif dan

signifikan terhadap nilai perusahaan, begitu juga penelitian oleh

Martikarini (2014) yang menyatakan bahwa kebijakan dividen

berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Tetapi hasil

penelitian ini berbeda dengan Mayangsari et al., (2015), yang

membuktikan bahwa kebijakan dividen berpengaruh secara negatif dan

signifikan terhadap nilai perusahaan, begitu juga dengan penelitian

Sofyanigsih dan Hardaningsih (2011) yang menunjukkan bahwa

kebijakan dividen terbukti tidak mempengaruhi nilai perusahaan.

Page 98: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

82

c. Hipotesis 3 (Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan)

Hipotesis ketiga (Ha3) menyatakan bahwa profitabilitas

berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil uji terhadap koefisien

parameter antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan menunjukkan

pengaruh sebesar 0.475 dengan nilai t-statistik sebesar 2.111 signifikan

pada 0.05 Nilai t-statistik tersebut di bawah 1.96 dan P-value 0.035

lebih kecil dari 0.05, dengan demikian hipotesis ketiga (Ha3) dapat

diterima.

Hasil pengujian hipotesis ketiga membuktikan bahwa

profitabilitas yang diukur dengan Net Profit Margin (NPM), Return on

Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) berpengaruh positif

signifikan terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan Price to

Book Value (PBV) dan Price Earnings Ratio (PER) pada periode

2014-2016, yang berarti bahwa semakin tinggi profitabilitas maka

semakin tinggi nilai perusahaan, begitu pula sebaliknya semakin

rendah profitabilitas maka semakin rendah pula nilai perusahaan.

Pembuktian ini membuktikan teori apabila perusahaan yang memiliki

profit yang tinggi maka harga sahamnya tinggi atau nilai perusahaan

tinggi. Profit yang tinggi akan memberikan indikasi prospek

perusahaan yang baik sehingga dapat memicu investor untuk ikut

meningkatkan permintaan saham. Selanjutnya dengan permintaan

saham yang meningkat akan menyebabkan nilai perusahaan akan

meningkat.

Page 99: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

83

Hasil ini sesuai dengan penelitian Pratama dan Wiksuana (2016)

yang membuktikan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan

signifikan terhadap nilai perusahaan, begitu juga penelitian yang

dilakukan oleh Wahyudi dkk., (2016) yang menunujukaan bahwa

profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan secara positif.

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Herawati (2012) yang

membuktikan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif signifikan

terhadap nilai perusahaan.

d. Hipotesis 4 (Pengaruh Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan

dengan Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi)

Hasil uji terhadap koefisien parameter antara kebijakan hutang

dengan profitabilitas terhadap nilai perusahaan menunjukkan pengaruh

negatif sebesar -0.148 dengan nilai t-statistik sebesar 0.825 dan tidak

signifikan pada 0.05. Nilai t-statistik tersebut di bawah 1.96, dan p-

value sebesar 0.410 lebih besar dari 0.05, dengan demikian maka

hipotesis keempat (Ha4) tidak dapat diterima atau ditolak.

Hasil pengujian hipotesis kelima membuktikan bahwa kebijakan

dividen yang diukur dengan Dividend Payout Ratio (DPR) dan

Dividend Yield Ratio (DYR) dengan profitabilitas yang diukur dengan

Return on Asset (ROA), Retun on Equity (ROE) dan Net Profit Margin

(NPM) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang diukur

dengan Price to Book Value (PBV) dan Price Earnings Ratio (PER)

pada period 2014-2016. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan

Page 100: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

84

kebijakan hutang tidak dapat meningkatkan nilai perusahaan pada saat

profitabilitas tinggi, dan sebaliknya kebijakan hutang tidak dapat

menurunkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas rendah.

Pembuktian ini tidak berhasil membuktikan bahwa kebijakan

hutang dengan profitabilitas dapat memperkuat pengaruh terhadap

tinggi-rendahnya nilai perusahaan. Dengan kata lain, profitabilitas

sebagai variabel moderasi dinyatakan tidak dapat memperkuat

hubungan antara kebijakan dividen dengan nilai perusahaan.

e. Hipotesis 5 (Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan

dengan Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi)

Hipotesis kelima (Ha5) menyatakan bahwa kebijakan dividen

dengan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Hasil uji terhadap koefisien parameter antara kebijakan dividen

dengan profitabilitas terhadap nilai perusahaan menunjukkan pengaruh

negatif sebesar -0.151 dengan nilai t-statistik sebesar 0.332 tidak

signifikan pada 0.05. Nilai t-statistik tersebut dibawah 1.96 dan p-

value sebesar 0.740, dengan demikian maka hipotesis keempat (Ha5)

tidak dapat diterima atau ditolak.

Hasil pengujian hipotesis kelima membuktikan bahwa kebijakan

dividen yang diukur dengan Dividend Payout Ratio (DPR) dan

Dividend Yield Ratio (DYR) dengan profitabilitas yang diukur dengan

Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE) dan Net Profit

Margin (NPM) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang

Page 101: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

85

diukur dengan Price to Book Value (PBV) dan Price Earnings Ratio

(PER) pada period 2014-2016. Pembuktian ini tidak berhasil

membuktikan bahwa kebijakan dividen dengan profitabilitas dapat

memperkuat pengaruh terhadap tinggi-rendahnya nilai perusahaan.

Dengan kata lain, profitabilitas sebagai variabel moderasi dinyatakan

tidak dapat memperkuat hubungan antara kebijakan dividen dengan

nilai perusahaan.

Page 102: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

86

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebijakan

hutang dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas

sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian ini adalah perusahaan properti

dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indoesia (BEI) periode 2014

sampai dengan tahun 2016. Total sampel yang digunakan sebanyak 13

perusahaan dengan 39 data perusahaan selama 3 tahun. Berdasarkan hasil

analisa dan pembahasan pada bab sebelumnya diperoleh beberapa kesimpulan

sebagai berikut:

1. Hasil pengujian hipotesis pertama membuktikan bahwa kebijakan hutang

yang diproksikan dengan Debt to Asset Ratio (DAR) dan Long Term Debt

to Equity Ratio (LTDER) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan

yang diproksikan dengan Price to Book Value (PBV) dan Price Earning

Ratio (PER).

2. Hasil pengujian hipotesis kedua membuktikan bahwa kebijakan dividen

yang diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR) dan Dividend

Yield Ratio (DYR) berpengaruh positif signifikan terhadap nilai

perusahaan yang diproksikan dengan Price to Book Value (PBV) dan

Price Earning Ratio (PER).

3. Hasil pengujian hipotesis ketiga membuktikan bahwa profitabilitas yang

diproksikan dengan Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) dan

Page 103: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

87

Net Profit Margin (NPM) berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang

diproksikan dengan Price to Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio

(PER).

4. Hasil pengujian hipotesis keempat membuktikan bahwa profitabilitas yang

diproksikan dengan Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) dan

Net Profit Margin (NPM) tidak mampu memperkuat hubungan antara

kebijakan hutang yang diproksikan dengan Debt to Asset Ratio (DAR) dan

Long Term Debt to Equity Ratio (LTDER) terhadap nilai perusahaan yang

diproksikan dengan Price to Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio

(PER).

5. Hasil pengujian hipotesis kelima membuktikan bahwa profitabilitas yang

diproksikan Return on Assets (ROA) Return on Equity (ROE) dan Net

Profit Margin (NPM) tidak mampu memperkuat hubungan antara

kebijakan dividen yang diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR)

dan Dividend Yield Ratio (DYR) terhadap nilai perusahaan yang

diproksikan dengan Price to Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio

(PER).

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian diatas,

saran untuk penelitian selanjtnya yaitu:

1. Bagi investor, sebaiknya memperhatikan kebijakan suatu perusahaan,

seperti kebijakan hutang dan kebijakan dividen, sehingga dapat

mencapai tujuan investasi yang diinginkan.

Page 104: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

88

2. Bagi penelitian selanjutnya.

a. Penggunaan variable-variabel lain yang kemungkinan bias menjadi

factor yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan ukuran

perusahaan, kepemikan manajemen, Corporate Social

Responsibility (CSR) dan lain sebagainya.

b. Menggunakan proksi lainnya dalam mengukur nilai perusahaan,

seperti, Market-to-Book Ratio, dan lain sebagainya.

c. Penelitian selanjutnya dapat menambah sampel penelitian dengan

memasukkan industry-industri lainnya yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia ssehingga hasil penelitian dapat lebih representative.

d. Penelitian selanjutnya dapat menambah periode penelitian dengan

menggunakan waktu tahun yang lebih panjang sehingga total

observasi yang diperolah lebih banyak.

Page 105: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

89

DAFTAR PUSTAKA

Abor, Joshua. (2007). “Debt Policy and Performance of SMEs Evidence

from Ghanaian and South African Firms”. The Journal of Risk

Finance, Vol. 8 No. 4 pp. 364-379

Alfredo Mahendra Dj, Luh Gede Sri Artini, dan A.A Gede Suarjana,

“Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan pada

Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia”. Jurnal

Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan. Vol. 6 No.2, 2012,

131.

Brealey, R.A dan Myers, S.C. dan Marcus A..J. (2010). Dasar – dasar

Manajemen Keuangan Perusahaan. 5. Jakarta: Erlangga.

Brigham, Eugene F dan Houston. 2010. Dasar-dasar Manjemen

Keuangan. Salemba Empat: Jakarta.

Chang Cheng, Ming dan Ching Tzen, Zuwei. (2011). “The Effect of

Leverage on Firm Value and How The Firm Financial Quality

Influence on This Effect”. World Journal of Management. Vol. 3 (2).

30-53

Che Ahmad, Nosakhare Peter Osazuwa Ayoib. (2016). “The moderating

effect of profitability and leverage on the relationship between eco-

efficiency and firm value in publicly traded Malaysian firms". Social

Responsibility Journal, Vol. 12 Iss 2

Chowdhury, Anup & Chowdury, Suman Paul. (2010). “Impact of Capital

Structure on Firm’s Value: Evidence from Bangladesh”. Business

and Economic Horizons, Vol. 3 pp. 111-122.

Christiawan, Y.J. dan Tarigan, J. (2007). “Kebijakan Hutang, Kinerja, dan

Nilai Perusahaan”. Jurnal Ekonomi Akuntansi. Vol. 9 (1). 1-8.

Fenandar, Gany Fenandar. (2012). “Pengaruh Keutusan Investasi,

Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai

Perusahaan”. Universitas Diponegoro, Semarang. 2012.

Gozhali, Imam. Latan, Hengky. “Partial Least Square : Konsep, Teknik

dan Aplikasi menggunakan Program SmartPLS 3.0 untuk Penelitian

Empiris”. Semarang : Undip. 2015

Hanafi, Mamduh M.2004. Manajemen Keuangan. Edisi 1. Yogyakarta:

BPFE.

Page 106: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

90

Hardianto, Muhammad Luthfi. 2013. “Analisis Pengaruh Kinerja

Keuangan terhadap Nilai Perusahaan dengan Pengungkapan CSR

dan GCG sebagai Variabel Pemoderasi”. Semarang.

Herawati, Titin. (2012). “Pengaruh Kebijakan Deviden, Kebijakan

Hutang, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan”. Jurnal.2012.

Husnan, Suad . 2001. Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas.

AMPYKPN: Yogyakarta.

Husnan, Suad, Dr. 2000. Manajemen Keuangan Teori dan Terapan.

Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta

Husnan, Suad. 2008. Manajemen Keuangan. BFPE: Yogyakarta.

Kasmir, 2008. Analisis Laporan Keuangan. PT Raja Grafindo Persada:

Jakarta.

Keown, Arthur et al. 2010. Dasar-dasar Manajemen. Buku Dua Edisi

Pertama. Jakarta: Salemba Empat.

Kodrat, David Sukardi dan Herdinata, Christian. (2009). Manajemen

Keuangan based on Empirical Research. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Mahendra, Dj.A dan Sri-Artini, L.G dan Suarjaya-Gege, A.A. (2012).

“Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Pada

Perusahaan Manufaktur di BEI”. Jurnal Manajemen, Strtegi Bisnis,

dan Kewirausahaan. Vol. 6 (2). 130-138

Martikarini, Nani. “Pengaruh Profitabilitas, Kebijakan Hutang dan

Dividen terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di

Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011”. E-journal Universitas

Gunadarma, Depok. 2014.

Mayangsari, Anggi Septia dkk. (2015). “Analisis Kebijakan Dividen,

Kebijakan Hutang dan Nilai Perusahaan pada Perusahaan Sektor

Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode

2009-2013”. Artikel Ilmiah Mahasiswa.

Mulianti, Fitri Mega (2010). “Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi

Kebijakan Hutang dan Pengaruhnya terhadap Nilai Perusahaan”.

Tesis

Page 107: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

91

Nainggolan, Subarman dan Listiadi, Agung. (2014). “Pengaruh Kebijakan

Hutang terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Deviden

Sebagai Variabel Moderasi”. Jurnal Ilmu Manajemen. Vol. 2 (3),

868-879.

Nofrita, Ria. (2013). “Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai

Perusahaann dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel

Intervening”. E-Jurnal UNP

Nurjanati, Ratri dan Rodoni, Ahmad. “Pengaruh Asimetri Informasi dan

Tingkat Disclousure terhadap Biaya Ekuitas dengan Kepemilikan

Manajerial sebagai Variabel Moderating”. Jurnal Bisnis dan

Manajemen. Vol. 5, No. 2.

Pratama, Bagus Angga dan Wiksuana, Bagus. (2016). “Pengaruh Ukuran

Perusahaan dan Leverage terhadap Nilai Perusahaan dengan

Profitabilitas sebagai Variabel Mediasi”. E-Jurnal Manajemen

Unud. Vol. 3 No. 2 ISSN: 2302-8912

Paranita, Ekayana Sangkasari. (2007). “Analisis Pengaruh Insider

Ownership, Kebijakan Utang, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan

terhadap Nilai Perusahaan”. ASET. Volume. 9 No. 2. Agustus

Prempeh, K B, Asare, E N, & Sekyere, A McBright. (2016). “The Effect of

Debt Policy on Firms Performance: Empirical Evidence from Listed

Manufacturing Companies on The Ghana Stock Exchange”. MPRA

Paper No. 75200, posted 24 November 2016 21:42 UTC

Purwanta Suta, I Wayan dkk. (2016). “Pengaruh Kebijakan Utang pada

Nilai Perusahaan dengan Kepemilikan Institusional sebagai

Variabel Moderasi”. Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan. Vol. 12, No.

3.

Rustendi, T. dan Jimmi, F. (2008). “Pengaruh Hutang dan Kepemilikan

Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan

Manufaktur”. Jurnal Akuntansi. Vol. 3 (1). ISSN: 1907-9958. 411-

422.

Sofyaningsih, S dan Hardaningsih, P (2011). “Struktur Kepemilikan,

Kebijakan Dividen, Kebijakan Utang dan Nilai Perusahaan”. Jurnal

Dinamika Keuangan dan Perbankan. Vol. 3, No. 1. ISSN: 1979-

4878.

Page 108: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

92

Sudana, I Made. (2011). Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta:

Erlangga.

Tandelilin, Enduardus. (2007). Analisis Investasi dan Manejemen.

Portofolio (Edisi Pertama, Cetakan Kedua). Yogyakarta: BPFE.

Wahyudi, Henri Dwi dkk. (2016). “Pengaruh Ukuran Perusahaan,

Profitabilitas, Kebijakan Dviden dan Keputusan Investasi terhadap

Nilai Perusahaan”. Volume. 1 No. 2 Desember 2016 : 156-164

Weston J. Fred dan Coopeland E. Thomas. 2014. Manajemen Keuangan.

Edisi Sembilan. Jakarta: Binarupa Aksara.

Page 109: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

93

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Page 110: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

94

LAMPIRAN 1: Data Sampel Perusahaan

Daftar Perusasaan Properti dan Real EstateTahun 2014-2016

yang Menjadi Objek Penelitian

No Nama Perusahaan

1. Agung Podomoro Land Tbk. (APLN)

2. Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI)

3. Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST)

4. Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE)

5. Ciputra Development Tbk. (CTRA)

6. Duta Anggada Realty Tbk. (DART)

7. Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA)

8. Megapolitan Development Tbk. (EMDE)

9. Metropolitan Land Tbk. (MTLA)

10. Moderland Realty Tbk. (MDLN)

11. Pakuwon Jati Tbk (PWON)

12. Perdana Gapura Prima Tbk. (GPRA)

13. Plaza Indonesia Realty Tbk. (PLIN)

Sumber: Fact Book BEI Tahun 2011-2016

Page 111: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

95

Lampiran 2: Daftar Rincian Data Perusahaan

Hasil Olah Debt to Asset Ratio (DAR) dan Long Term Debt to Equity Ratio

(LTDR)

Kebijakan Hutang

No Kode 2014 2015 2016

DAR LTDR DAR LTDR DAR LTDR

1 APLN 0.36 8.67 0.19 1.98 0.18 2.39

2 ASRI 0.38 1.17 0.23 4.54 0.02 3.01

3 BEST 0.78 6.15 0.10 2.71 0.04 3.01

4 BSDE 0.65 5.21 0.13 3.67 0.05 1.86

5 CTRA 0.50 9.67 0.12 3.28 0.14 2.74

6 DART 0.64 5.52 0.49 3.37 0.002 0.02

7 EMDE 0.51 6.57 0.06 1.93 0.10 1.05

8 KIJA 0.55 2.93 0.52 0.15 1.54 3.69

9 MTLA 0.62 1.18 0.16 2.89 0.90 1.14

10 MDLN 0.51 4.47 0.17 2.09 0.30 7.95

11 GPRA 0.58 2.74 0.12 3.88 0.49 0.06

12 PLIN 0.52 5.84 0.91 5.46 0.20 0.01

13 PWON 0.49 8.17 0.19 1.19 4.03 0.08

Page 112: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

96

Hasil Olah Data Dividend Payout Ratio (DPR) dan Dividend Yield Ratio (DYR)

Kebijakan Dividen

No Kode 2014 2015 2016

DPR DYR DPR DYR DPR DYR

1 APLN 0.15 0.02 0.19 0.04 0.18 0.02

2 ASRI 0.13 0.01 0.23 0.02 0.02 0.02

3 BEST 2.37 0.13 0.10 0.01 0.04 0.05

4 BSDE 0.07 0.01 0.13 0.01 0.05 0.03

5 CTRA 3.12 0.20 0.12 0.01 0.14 0.01

6 DART 0.22 0.04 0.49 0.07 0.002 0.0003

7 EMDE 0.08 0.01 0.06 0.01 0.10 0.01

8 KIJA 0.11 0.01 0.52 0.03 1.54 0.11

9 MTLA 0.18 0.01 0.16 0.02 0.90 0.01

10 MDLN 0.09 0.01 0.17 0.03 0.30 0.04

11 GPRA 0.10 0.01 0.12 0.01 0.49 0.03

12 PLIN 0.42 0.01 0.91 0.02 0.20 0.01

13 PWON 0.18 0.003 0.19 0.03 4.03 0.08

Page 113: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

97

Hasil Olah Data Return on Asets (ROA), Return on Equity (ROE) dan Net Profit

Margin (NPM)

Kinerja Keuangan

No Kode 2014 2015 2016

ROA ROE NPM ROA ROE NPM ROA ROE NPM

1 APLN 0.045 0.29 0.185 0.046 0.07 0.187 0.037 0.08 0.16

2 ASRI 0.18 0.13 0.32 0.1 0.11 0.25 0.03 0.09 0.19

3 BEST 0.11 0.18 0.47 0.05 0.15 0.31 0.06 0.05 0.41

4 BSDE 0.142 0.14 0.68 0.065 0.05 0.345 0.053 0.10 0.275

5 CTRA 0.051 0.22 0.209 0.041 0.09 0.171 0.03 0.08 0.128

6 DART 0.08 0.17 0.254 0.03 0.07 0.211 0.03 0.13 0.317

7 EMDE 0.038 0.13 0.145 0.051 0.11 0.188 0.048 0.05 0.198

8 KIJA 0.085 0.08 0.14 0.07 0.08 0.11 0.04 0.32 0.15

9 MTLA 0.095 0.09 0.277 0.066 0.12 0.220 0.081 0.16 0.277

10 MDLN 0.068 0.15 0.249 0.061 0.18 0.295 0.035 0.15 0.203

11 GPRA 0.061 0.41 0.163 0.046 0.10 0.175 0.03 0.10 0.109

12 PLIN 0.071 0.13 0.437 0.06 0.07 0.170 0.158 0.23 0.236

13 PWON 0.15 0,.10 0.671 0.061 0.10 0.303 0.086 0.13 0.368

Page 114: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

98

Hasil Olah Data Equity to Asset Ratio (EAR) dan Price Earning Ratio (PER)

Nilai Perusahaan

No Kode 2014 2015 2016

PBV PER PBV PER PBV PER

1 APLN 3.17 8.06 0.75 5.06 0.34 10.24

2 ASRI 0.81 10.03 0.75 11.30 0.72 13.60

3 BEST 1.73 17.99 1.02 13.40 1.39 7.29

4 BSDE 2.47 8.55 0.93 16.01 1.71 18.81

5 CTRA 1.08 15.76 1.57 17.38 0.31 23.84

6 DART 1.66 5.23 1.72 7.37 0.68 5.91

7 EMDE 0.66 10.23 0.38 8.06 0.92 7.17

8 KIJA 0.76 15.02 0.73 15.07 1.54 13.82

9 MTLA 1.28 13.85 1.03 7.63 1.08 9.99

10 MDLN 1.66 9.23 0.74 6.70 0.72 8.55

11 GPRA 1.44 8.08 0.09 8.11 7.53 16.81

12 PLIN 5.62 37.44 2.53 52.16 2.47 23.36

13 PWON 2.99 63.66 0.04 72.73 4.03 50.09

Page 115: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

99

Lampiran 3: Hasil Perhitungan dengan SmartPLS 3.0.M3

Diagram Jalur disertai Nilai Loading Factor

Keterangan:

DAR : Debt to Asset Ratio

DER : Debt to Equity Ratio

EAR : Equity to Asset Ratio

LTDR : Long Term to Debt Ratio

TIER : Times Interest Earned Ratio

DPR : Dividend Payout Ratio

DYR : Dividend Yield Ratio

NPM : Net Profit Margin

ROA : Return on Assets

ROE : Return on Equity

PBV : Price to Book Value

PER : Price Earning Ratio

Page 116: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

100

Diagram Jalur disertai Nilai Loading Factor Setelah Eliminasi

Indikator TobinsQ

Diagram Jalur disertai Nilai Loading Factor Setelah Eliminasi

Indikator DER, EAR, TIER.

Page 117: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

101

Diagram Jalur dengan Efek Moderasi

Cross Loading

Page 118: PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/36094/1/LULUK... · PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

102

Reliability dan Validity

R-Squared

Path Coefficients