pengaruh hiperurisemia pada aterosklerosis

Embed Size (px)

Citation preview

  • 8/9/2019 pengaruh hiperurisemia pada aterosklerosis

    1/12

    BAB 1. PENDAHULUAN

    Asam urat (AU) telah diidentifikasi lebih dari 2 abad yang lalu, namun

    beberapa aspek patofisiologi dari hiperurisemia tetap belum dipahami dengan

    baik. Selama beberapa tahun, hiperurisemia telah diidentifikasi bersama-sama

    atau dianggap sama dengan gout. Namun sekarang, AU telah diidentifikasi

    sebagai petanda untuk sejumlah kelainan metabolik dan hemodinamik.,2

    !enurut beberapa kepustakaan barat, angka kejadian hiperurisemia di

    masyarakat diperkirakan antara 2," sampai #,$%, sedangkan kejadian gout

    ber&ariasi antara ',$-,"$%. Namun, belum ada data pasti mengenai besarnya

    angka kejadian hiperurisemia pada masyarakat ndonesia.$

    iperurisemia sering dijumpai dan berkaitan dengan faktor-faktor yang

    berperanan penting pada sindrom metabolik (S!) seperti hipertrigliseridemia,

    obesitas, hipertensi, dan hiperglikemia. *elah diketahui bah+a S! merupakan

    faktor risiko signifikan bagi terjadinya penyakit jantung koroner (). "!enurut

    beberapa penelitian, AU sendiri pada konsentrasi yang tinggi merupakan faktor

    risiko independen dari . asien hipertensi dengan hiperurisemia mempunyai

    peningkatan risiko "-/ kali mengalami atau penyakit serebro&askular

    dibanding pasien dengan kadar AU serum yang normal.0enelitian 1ohort pada

    populasi di epang melaporkan bah+a hiperurisemia mempunyai korelasi kuat

    dengan kematian pada semua kasus baik , stroke, penyakit hati, dan gagal

    ginjal.

    !eskipun demikian, peranan AU sebagai faktor risiko penyebab penyakit

    kardio&askuler masih tetap kontro&ersial dan belum dapat ditegakkan. al ini

    mungkin karena AU diketahui memiliki fungsi sebagai antioksidan yang paling

    penting dalam plasma dengan kontribusi sampai $'% dari seluruh akti&itas

    pembersihan radikal bebas dalam serum manusia./

    engan demikian, penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan

    informasi mengenai pengaruh asam urat dalam patogenesis penyakit

    kardio&askuler khususnya aterosklerosis.

    1

  • 8/9/2019 pengaruh hiperurisemia pada aterosklerosis

    2/12

  • 8/9/2019 pengaruh hiperurisemia pada aterosklerosis

    3/12

    2.2 Hiperurisemia

    iperurisemia merupakan keadaan dimana kadar urat serum melebihi

    batas kelarutannya.6 :atasan yang digunakan untuk menyatakan hiperurisemia

    adalah kadar AU diatas # mg;dl pada laki-laki dan $ mg;dl pada perempuan.$

    iperurisemia dapat terjadi karena peningkatan produksi atau penurunan ekskresi

    AU atau kombinasi keduanya (gambar ".2). ada orang de+asa, konsentrasi AU

    1enderung meningkat sepanjang +aktu dan &ariasinya tergantung dari berat

    badan, tinggi badan, tekanan darah, fungsi ginjal, dan konsumsi alkohol.#

    7ambar ".2 *otal urat tubuh adalah hasih bersih antara produksi dan eksresi urat. roduksi urat

    dipengaruhi oleh diet purin dan ke1epatan biosintesis de no&o purin dari nonpurin prekursor,

    peme1ahan nukleotida, dan akti&itas penyimpanan oleh phosphoribosyltransferase. Urat yang

    terbentuk diekskresi melalui urin dan intestinal. iperuri1emia merupakan hasil dari peningkatan

    produksi, penurunan ekskresi, atau kombinasi keduanya.#

    2. Asam Urat seba!ai "a#tor $isi#o Kar%io&as#uler

    AU merupakan produk akhir proses oksidasi katabolisme purin pada

    manusia yang sering dikaitkan dengan risiko kardio&askuler. :ukti epidemiologi

    menyatakan bah+a AU serum merupakan faktor risiko independen penyakit

    kardio&askuler khususnya pada pasien dengan diabetes, hipertensi, atau gagal

    jantung.< enelitian oleh ohnson/ et almelaporkan bah+a hiperurisemia dapat

    memprediksi berbagai peristi+a kardio&askuler pada populasi umum, populasi

    hipertensi, dan pasien dengan risiko menderita penyakit kardio&askuler. =ebih

    3

  • 8/9/2019 pengaruh hiperurisemia pada aterosklerosis

    4/12

    jauh lagi, hiperurisemia dapat memprediksi perkembangan hipertensi di kemudian

    hari./

    *erdapat beberapa kondisi klinik tertentu yang mempunyai peningkatan

    risiko kardio&askuler berkaitan dengan hiperurisemia (table ".). ondisi klinik

    tersebut antara lain kelompok non diabetik dengan per1epatan aterosklerosis,

    kelompok ! tipe 2 dengan ateroskleropati, kelompok gagal jantung kongestif

    dengan kardiomiopati iskemik, kelompok dengan sindrom metabolik (dengan

    hiperinsulinemia, hipertensi, dislipidemia, gangguan toleransi glukosa, dan

    obesitas), kelompok dengan penyakit ginjal, kelompok hipertensi, pasien yang

    mendapat terapi diuretik, dan pasien yang mengkonsumsi alkohol

    berlebih.!asing-maasing kondisi tersebut mempunyai mekanisme metabolik yang

    dapat menjelaskan mengapa AU serum mengalami peningkatan (table ".).

    ". :eberapa faktor risiko kardio&askuler yang berkaitan dengan peningkatan

    AU

  • 8/9/2019 pengaruh hiperurisemia pada aterosklerosis

    5/12

    onsumsi alkohol berlebih ? pembentukan urat dan @ ekskresi

    urat

    iperurisemia sering dijumpai dan berkaitan dengan faktor-faktor yang

    berperanan penting pada sindrom metabolik (S!) seperti hipertrigliseridemia,

    obesitas, hipertensi, dan hiperglikemia (gambar "."). Akibatnya, sulit untuk

    menginterpretasikan pengaruh asam urat sebagai faktor risiko bebas terhadap

    timbulnya penyakit kardio&askuler karena pada kenyataannya hiperurisemia

    sering dijumpai bersamaan dengan faktor risiko penyakit kardio&askuler lainnya.0

    7ambar "." Sindrom metabolik (S!)B hiperurisemia. 7ambar ini disebut Cdeadly quartetD dan

    fenomena CD yang terdiri dari empat faktor yang berperan dalam S!B iperinsulinemia,

    ipertensi, iperlipidemia dan obesitas, serta iperglikemia. enting untuk diperhatikan peranan

    sentral dari resistensi insulin dan hiperurisemia. iperurisemia diapit oleh hiperhomosisteinemia

    mengindikasikan kepentingannya dalam S!. !asing-masing faktor tersebut memainkan peran

    penting dan saling mempunyai efek sinergis dalam menimbulkan stress oksidatif- stres redo3

    terhadap endotel &askuler.