of 15 /15
PENGARUH FAKTOR TIME PRESSURE, MATERIALITAS, DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP TERJADINYA PENGHENTIAN PREMATUR ATAS PROSEDUR AUDIT (Studi Kasus pada KAP di Surakarta dan Yogyakarta) NASKAH PUBLIKASI Disusun dan Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta Disusun Oleh : ELY TOPHAN ANGGRAINI B 200 120 064 PROGRAM STUDI STRATA 1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2016

PENGARUH FAKTOR TIME PRESSURE, MATERIALITAS, DAN …eprints.ums.ac.id/45269/23/NASKAH PUBLIKASI.pdf · PENGARUH FAKTOR TIME PRESSURE, MATERIALITAS, DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP TERJADINYA

Embed Size (px)

Text of PENGARUH FAKTOR TIME PRESSURE, MATERIALITAS, DAN …eprints.ums.ac.id/45269/23/NASKAH...

  • PENGARUH FAKTOR TIME PRESSURE, MATERIALITAS, DAN LOCUS OF

    CONTROL TERHADAP TERJADINYA PENGHENTIAN PREMATUR ATAS

    PROSEDUR AUDIT

    (Studi Kasus pada KAP di Surakarta dan Yogyakarta)

    NASKAH PUBLIKASI

    Disusun dan Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna

    Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi

    Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Disusun Oleh :

    ELY TOPHAN ANGGRAINI

    B 200 120 064

    PROGRAM STUDI STRATA 1 AKUNTANSI

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

    2016

  • NASKAH PUBLIKASI

  • ii

  • iii

  • 1

    PENGARUH FAKTOR TIME PRESSURE, MATERIALITAS, DAN LOCUS OF CONTROL

    TERHADAP TERJADINYA PENGHENTIAN PREMATUR ATAS PROSEDUR AUDIT

    (Studi Kasus pada KAP di Surakarta dan Yogyakarta)

    ELY TOPHAN ANGGRAINI

    B 200120064

    Program Studi Akuntansi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta

    ABSTRAK

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh : Time pressure, Materialitas, Locus Off

    Control apakah berpengaruh terhadap penghentian prematur atas prosedur audit (premature sign

    off). Pengumpulan data menggunakan metode survei dengan teknik personal kuesioner. Populasi

    penelitian ini adalah seluruh auditor independen yang bekerja pada KAP di Surakarta dan

    Yogyakarta sejumlah 7 KAP. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah auditor yang bekerja di

    KAP kota Surakarta dengan jumlah sampel sebesar 10 auditor, dan Yogyakarta dengan jumlah

    sampel 42 auditor, tetapi 2 sampel tidak kembali. Penelitian ini menggunakan sampel auditor yang

    ada di Surakarta dan Yogyakarta, karena dirasa cukup representative untuk menjadi responden

    dalam penelitian ini.

    Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji kualitas data meliputi; uji

    validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas. Uji

    hipotesis dengan alat analisis regresi linier berganda. Dari hasil uji kualitas data menunjukkan

    bahwa semua variabel dikatakan valid dan reliabel sehingga untuk selanjutnya item-item pada

    masing-masing konsep variabel tersebut layak digunakan sebagai alat ukur. Pada pengujian

    hipotesis membuktikan bahwa ketiga variabel (time pressure, materialitas, dan locus off control)

    secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penghentian prematur atas prosedur

    audit.

    Kata Kunci: Penghentian prematur atas prosedur audit (premature sign off), time pressure,

    materialitas, locus off control.

  • 2

    ABSTRACH

    This study aimed to examine the effect: Time pressure, Materiality, Locus Off Control

    whether the effect on premature termination on audit procedures (premature sign-off). Collecting

    data using a survey method with questionnaires personal technique. The population of this

    research are all independent auditor who worked on KAP in Surakarta and Yogyakarta number 7

    KAP. While the sample of this research is the auditor who works at KAP Surakarta with a sample

    of 10 auditors, and Yogyakarta with a sample of 42 auditors, but 2 samples are not returned. This

    study used a sample of auditors in Surakarta and Yogyakarta, because it is enough to be

    representative respondents in this study.

    Data analysis technique used is to test the quality of the data include; validity, reliability,

    normality test, multicollinearity and heteroscedasticity test. Test the hypothesis by means of

    multiple linear regression analysis. From the results of quality test data showed that all variables

    considered valid and reliable so as to further items on each of these variables concept fit for use as

    a measuring tool. In hypothesis testing to prove that the three variables (time pressure, materiality,

    and the locus off control) simultaneously have a significant effect on premature terminatation audit

    procedures.

    Keyword: Premature Termination on audit procedures (premature sign off), time pressure,

    materiality, locus off control.

    BINAR AKUNTANSI Vol. 1

  • 3

    1. LATAR BELAKANG MASALAH

    Kepercayaaan dari masyarakat atas laporan keuangan yang diaudit oleh

    akuntan publik mengharuskan akuntan publik untuk memperhatikan kualitas

    audit. Namun, ketatnya persaingan dan meningkatnya permintaan audit,

    menimbulkan kekhawatirkan terhadap ketidakmampuan auditor dalam

    memenuhi kualitas audit. Auditor melakukan penyimpangan-penyimpangan

    dalam audit dengan cara mengambil jalan pintas yang sudah jelas melanggar

    kode etik akuntan publik yang dapat menurunkan kualitas audit. Bentuk dari

    perilaku pengurangan kualitas audit adalah perilaku dalam penyimpangan audit

    (Basudewa dan Merkusiwati, 2015).

    Malone dan Roberts (1996) dalam Budiman (2013) mengemukakan

    bahwa salah satu bentuk perilaku auditor yang dapat mengurangi kualitas audit

    adalah penghentian prematur atas prosedur audit (premature sign-off audit

    procedures). Perilaku penghentian prematur atas prosedur audit dapat

    disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan

    kepribadian dan kepercayaan diri yang terdapat dalam diri seorang auditor,

    sedangkan faktor eksternal diartikan sebagai salah satu komponen etika yang

    harus dijaga dan ditaati oleh auditor pada saat melakukan audit.

    Praktik penghentian prematur atas prosedur audit ini terjadi ketika

    auditor mendokumentasikan prosedur audit secara lengkap tanpa benar-benar

    melakukannya atau mengabaikannya atau bahkan tidak melakukan beberapa

    prosedur audit yang disyaratkan akan tetapi auditor dapat memberikan

    pendapat audit atas suatu laporan keuangan. Dari penelitian Cohen Commision

  • 4

    (1978) dalam Kholidiah dan Murni (2014) terdeteksi alasan-alasan mengapa

    auditor melakukan prosedur penghentian prematur prosedur audit, yaitu

    terbatasnya jangka waktu pengauditan yang ditetapkan, adanya anggaran

    prosedur audit yang dilakukan tidak penting (resiko kecil), prosedur audit tidak

    material, prosedur audit yang kurang dimengerti, adanya batas waktu

    penyampaian laporan audit, serta adanya pengaruh faktor kebosanan dari

    auditor.

    Auditor yang menghentikan prematur atas prosedur audit tersebut

    dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain time pressure, materialitas, dan

    locus of control.

    Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis

    akan mengajukan penelitian dengan judul PENGARUH FAKTOR TIME

    PRESSURE, MATERIALITAS, DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP

    TERJADINYA PENGHENTIAN PREMATUR ATAS PROSEDUR AUDIT

    2. TINJAUAN PUSTAKA

    a. Teori Atribusi

    Teori atribusi mengacu pada bagaimana seseorang menjelaskan

    penyebab perilaku orang lain atau dirinya sendiri yang ditentukan dari

    internal atau eksternal dan pengaruhnya terhadap perilaku individu.

    Penyebab internal cenderung mengacu pada aspek perilaku individual.

    Sedangkan penyebab eksternal lebih mengacu pada lingkungan yang

    mempengaruhi perilaku seseorang (Lestari, 2010 dalam Akbari, 2015).

  • 5

    b. Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit

    Penghentian prematur atas prosedur audit merupakan suatu keadaan

    dimana auditor menghentikan satu atau beberapa langkah yang diperlukan

    dalam proses audit tanpa menggantinya dengan langkah lain (Marxen, 1990

    dalam Budiman, 2013).

    c. Prosedur Audit

    Kualitas kerja dari seorang auditor dapat diketahui dari seberapa jauh

    auditor menjalankan prosedur-prosedur audit yang tercantum dalam

    program audit. Prosedur audit meliputi langkah-langkah yang harus

    dilakukan oleh auditor dalam melakukan audit. Prosedur audit ini sangat

    diperlukan bagi asisten agar tidak melakukan penyimpangan dan dapat

    bekerja secara efisien dan efektif (Malone dan Roberts, 1996 dalam Imam,

    2014).

    4. Time Pressure

    Kriteria seorang auditor untuk mendapatkan peringkat yang baik

    adalah pencapaian anggaran waktu. Tuntutan-tuntutan seperti inilah yang

    menimbulkan time pressure.

    Time pressure memiliki dua dimensi yaitu time budget pressure dan

    time deadline pressure. Time budged pressure adalah keadaan dimana

    auditor dituntut untuk melakukan efisiensi terhadap anggaran waktu yang

    telah disusun, atau terdapat pembatasan waktu dalam anggaran yang sangat

    ketat. Time deadline pressure adalah kondisi dimana auditor dituntut untuk

    menyelesaikan tugas audit tepat pada waktunya. Time pressure yang

  • 6

    diberikan oleh Kantor Akuntan Publik kepada auditornya bertujuan untuk

    mengurangi biaya audit (Weningtyas, 2006 dalam Khalidiah dan Murni,

    2014).

    d. Materialitas

    (Halim, 1997 dalam Kholidiah dan Murni, 2014) Materialitas adalah

    besarnya kelalaian atau pernyataan yang salah pada informasi akuntansi

    yang dapat menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.

    Materialitas merupakan suatu konsep yang sangat penting dalam audit

    laporan keuangan karena materialitas mendasari penerapan atandar auditing,

    khususnya standar pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan.

    e. Locus Of Control

    Lokus kendali adalah suatu konsep yang menunjuk pada keyakinan

    individu mengenai sumber kendali akan peristiwa-peristiwa yang terjadi

    dalam hidupnya (Larsen dan Buss, 2002 dalam Budiman, 2013).

    3. METODE PENELITIAN

    Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam

    penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik yang ada di Surakarta dan

    Yogyakarta dengan sebanyak 10 sampel di KAP Surakarta dan 42 sampel di

    KAP Yogyakarta tetapi 2 tidak kembali. Pengambilan sampel menggunakan

    teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data penelitian melalui data

    kuesioner. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi

    linear berganda, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik yang terdiri dari

    uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas digunakan

  • 7

    untuk menilai keabsahan regresi. Selain itu, terdapat juga uji t, uji F, dan uji R

    pada level signifikan 5% serta koefisien determinasi.

    4. HASIL PENELITIAN

    Berdasarkan hasil penelitian tentang penghentian prematur atas prosedur

    audit dan faktor- faktor yang mempengaruhinya (studi kasus pada KAP di

    Surakarta dan Yogyakarta), dapat diketahui bahwa pada uji kualitas data,

    semua data valid, antara variabel signifikan, dan pada uji asumsi klasik data

    terdistribusi normal, tidak terjadi gejala multikolenaritas, dan tidak terjadi

    gejala heteroskedastisitas. Hasil pengujian analisis regresi linear berganda

    diperoleh persamaan yaitu PSO = 6,789 + 0,124TP + 0,232TM + 0,079LCA +

    e. Variabel time pressure memiliki probabilitas sebesar 0,012 < 0,05 maka

    dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa time

    pressure merupakan faktor yang mempengaruhi penghentian prematur atas

    prosedur audit. Variabel Materialitas memiliki probabilitas sebesar 0,009 <

    0,05 maka dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa

    materialitas merupakan faktor yang mempengaruhi penghentian prematur atas

    prosedur audit. Variabel Locus of control memiliki probabilitas sebesar 0,012 <

    0,05 maka dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa

    Locus of control merupakan faktor yang mempengaruhi penghentian prematur

    atas prosedur audit.

    Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan terlihat bahwa nilai F

    hitung sebesar 8,135 dan nilai signifikannya sebesar 0,000 pada tingkat

    signifikan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan variabel-

  • 8

    variabel independen meliputi time pressure, tingkat materialitas dan locus of

    control auditor berpengaruh secara simultan terhadap penghentian prematur

    atas prosedur audit atau model regresi yang terbentuk fit untuk digunakan

    dalam analisis.

    Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi dapat dilihat besar nilai

    Adjusted R Square sebesar 0,304 yang berarti variabilitas variabel dependen

    dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 30,4%. Hal ini berarti

    variabel-variabel independen meliputi time pressure, tingkat materialitas dan

    locus of control auditor mempengaruhi penghentian prematur atas prosedur

    audit sebesar 30,4% sedangkan sisanya sebesar 69,6% dipengaruhi oleh

    variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

    5. KESIMPULAN

    Berdasarkan pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan sebagai

    berikut:

    1. Time pressure berpengaruh terhadap penghentian prematur atas prosedur

    audit dengan nilai signifikansi sebesar 0,012 < 0,05; sehingga H1 diterima.

    2. Tingkat materialitas berpengaruh terhadap penghentian prematur atas

    prosedur audit dengan nilai signifikansi sebesar 0,009 < 0,05; sehingga H2

    diterima.

    3. Locus of control berpengaruh terhadap penghentian prematur atas

    prosedur audit dengan nilai signifikansi sebesar 0,012 < 0,05; sehingga H3

    diterima.

  • 9

    6. SARAN

    Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan yang diambil peneliti, maka

    dapat diajukan saran sebagai berikut:

    1. Peneliti selanjutnya disarankan dapat menambah jumlah sampel dengan

    cara memperluas wilayah penelitan diluar wilayah Surakarta dan

    Yogyakarta.

    2. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel-variabel lain

    yang dianggap dapat berpengaruh terhadap penghentian prematur atas

    prosedur audit.

    3. Penelitian berikutnya dapat menggunakan metode tambahan yaitu

    wawancara secara langsung kepada responden agar responden memberikan

    jawaban dengan kesungguhan dan keseriusan.

  • 10

    DAFTAR PUSTAKA

    Akbari, Akhirumi Zakiah. 2015. Pengaruh Faktor Situasional dan Faktor

    Karakteristik Personal Auditor Terhadap Premature Sign Off (Studi

    Empiris pada Kantor Akuntan Publik Pekanbaru, Padang dan Palembang).

    Jom FEKON Vol.2 No.1 Februari 2015

    Andani, Ni Made Surya., I Made Mertha .2014. Pengaruh Time Pressure, Audit

    Risk, Professional Commitment dan Locus Of Control pada Penghentian

    Prematur Prosedur Audit. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 6.2

    (2014):185-196

    Asrini, Kadek Juni., Edy Sujana., Nyoman Ari Surya Darmawan. 2014. Pengaruh

    Tekanan Waktu, Locus Of Control dan Tindakan Supervisi Terhadap

    Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit (Studi Empiris pada Kantor

    Akuntan Publik di Bali). E-Journal S1 Akuntansi Universitas Pendidikan

    Ganesha Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 2 No: 1 Tahun 2014)

    Basudewa, Dewa Gede Agung., Ni Kt. Lely Aryani Merkusiwati. 2015. Pengaruh

    Locus Of Control, Komitmen Organisasi, Kinerja Auditor, dan Turnover

    Intention pada Perilaku Menyimpang Dalam Audit. ISSN: 2303-1018 E-

    Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vol.13.3 Desember (2015): 944-972

    Boynton, Johnson, dan Kell, Modern Auditing Jilid 1 Edisi Ketujuh, Erlangga,

    Jakarta, 2003

    Budiman, Nita Andriyani. 2013. Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Auditor

    Terhadap Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit (Studi Empiris pada

    Kantor Akuntan Publik di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta).

    Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis. Vol. 10 No. 2 Oktober 2013.

    Imam, Zaenuddin. 2014. Pengaruh Faktor Situasional Auditor Terhadap

    Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit. Analisa : Vol. 2 No. 3,

    Desember 2014: 356-375

    Kholidiah., Siti Asiah Murni. 2014. Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh

    Terhadap Terjadinya Penghentian Prematur (Prematur Sign Off) Atas

    Prosedur Audit (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di Jawa Timur).

    Simposium Nasional Akuntansi 17 2014

    Kumalasari, Nova., Dwi Handayani., Haris Wibisono. 2013. Pemengaruh

    Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit pada Auditor di Kap

    Surabaya.Vol. 1 No. 1, Februari 2013

    Mulyadi. Auditing buku 1, Jilid 3, Edisi Keenam., Salemba Empat, Jakarta, 2002

  • 11

    Nugraha, Agung. 2015. Pengaruh Tekanan Waktu Terhadap Penghentian

    Prematur Atas Prosedur Audit (Studi Kasus pada Kantor Inspektorat Kota

    Tasikmalaya). Jurnal Akuntansi 2015 Universitas Siliwangi

    Qurrahman, Taufik., Susfayetti., Andi Mirdah. 2012. Pengaruh Time Presure,

    Resiko Audit, Materialitas, Prosedur Review dan Kontrol Kualitas, Locus

    Of Control Serta Komitmen Profesional Terhadap Penghentian Prematur

    Prosedur Audit (Studi Empiris pada Kap di Palembang). E-Jurnal Binar

    Akuntansi Vol. 1 No. 1, September 2012e-J

    Wahyudi, Imam., Jurica Lucyanda., Loekman H. Suhud. 2011. Praktik

    Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit. Media Riset Akuntansi, Vol.

    1 No. 2 Agustus 2011

    Page 1Page 2Page 3