of 12 /12
Pengantar Filsafat Pendidikan Bimbingan dan Konseling Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta 2011 Oleh : Catur Baimi S. (09104241002) Rima Sekarani I. N.(09104241008) Vivie Widayati (09104241011)

Pengantar Filsafat Pendidikan

  • Upload
    daw

  • View
    135

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pengantar Filsafat Pendidikan. O leh : Catur Baimi S. (09104241002) Rima Sekarani I. N.(09104241008) Vivie Widayati (09104241011). Bimbingan dan Konseling Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta 2011. MATERIALISME. - PowerPoint PPT Presentation

Citation preview

Page 1: Pengantar Filsafat Pendidikan

Pengantar Filsafat Pendidikan

Bimbingan dan KonselingPsikologi Pendidikan dan Bimbingan

Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri

Yogyakarta2011

Oleh : Catur Baimi S. (09104241002)Rima Sekarani I. N.(09104241008)Vivie Widayati (09104241011)

Page 2: Pengantar Filsafat Pendidikan

MATERIALISME

Page 3: Pengantar Filsafat Pendidikan

Materialisme merupakan paham filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi

Semua hal terdiri atas materi & semua fenomena adalah hasil interaksi material

Materi adalah satu-satunya substansi

Page 4: Pengantar Filsafat Pendidikan

Pengertian

MATERI ISME

Pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam

kebendaan semata-mata, dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indra

Bahan, benda, segala sesuatu yang tampak Paham atau Aliran

Page 5: Pengantar Filsafat Pendidikan

Orang-orang yang hidupnya berorientasi kepada materi disebut sebagai materialis

Materialis adalah paham yang hanya bersandar pada materi yang tidak meyakini apa yang ada di balik alam ghaib.

Page 6: Pengantar Filsafat Pendidikan

Ciri-ciri Materialisme

• Segala yang ada (wujud) berasal dari satu sumber yaitu materi (ma’dah).

• Tidak meyakini adanya alam ghaib.• Menjadikan panca indra sebagai satu-

satunya alat mencapai ilmu.• Memposisikan ilmu sebagai pengganti

agama dalam peletakan hukum.• Menjadikan kecondongan dan tabiat

manusia sebagai akhlak.

Page 7: Pengantar Filsafat Pendidikan

Perkembangan Materialisme

Pada jaman Aufklarung, mendapat tanggapan dan penganut yang penting di Eropa Barat

Abad ke-19 pertengahan, aliran Materialisme tumbuh subur di Barat

Kemajuan aliran ini mendapat tantangan yang keras dan hebat dari kaum agama dimana-mana

Page 8: Pengantar Filsafat Pendidikan

Kritik terhadap Materialisme

Alam wujud ini terjadi dengan sendirinya dari khaos (kacau balau). Padahal kata Hegel. kacau balau yang mengatur bukan lagi kacau balau namanya.

Segala peristiwa diatur oleh hukum alam. Padahal pada hakekatnya hukum alam ini adalah perbuatan rohani juga.

Mendasarkan segala kejadian dunia dan kehidupan pada asal benda itu sendiri. padahal dalil itu menunjukkan adanya sumber dari luar alam itu sendiri yaitu Tuhan.

Materialisme tidak sanggup menerangkan suatu kejadian rohani yang paling mendasar sekalipun.

Page 9: Pengantar Filsafat Pendidikan

Filsafat eksistensialisme mengkritik cara pandang paham materialisme yang mereduksi totalitas manusia. Manusia dilihat hanya menurut hukum-hukum alam, kimia, dan biologi, sehingga seolah sama seperti hewan, tumbuhan, dan benda lain

Padahal manusia memiliki kompleksitas diri yang tak dapat diukur, misalnya saja ketika berhadapan dengan momen-momen eksistensial seperti pengambilan keputusan, kecemasan, takut, dsb.

Page 10: Pengantar Filsafat Pendidikan

Tokoh-Tokoh Materialisme

La Mettrie L'homme machine (manusia mesin), L'homme plante (manusia tumbuhan)

Baron von Holbach materialisme ateisme

Feuerbach, Moleschott, Buchner, Haeckel

Epikuros pertama kali memperkenalkan

Demokritos dan Lucretius Carus Aufklarung di Prancis

Page 11: Pengantar Filsafat Pendidikan

Bahaya Materialisme Orang kurang menghargai hal-hal yang tak

kalah pentingnya dengan uang dan materi yaitu: kesabaran, kebahagiaan, pengorbanan, dll.

apabila tidak memiliki uang dan materi yang cukup, dia akan mengalami ketidak bahagiaan, kekecewaan, dan keluh-kesah

Yang memiliki uang dan materi yang berlebih maka itu seakan-akan menjadi pembenaran dari paham yang mereka anut.

Atheisme

Page 12: Pengantar Filsafat Pendidikan

Terima Kasih

$_$