Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Team ... Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif

  • View
    224

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Team ... Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif

Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted

Individualization (TAI) Pada Mata Pelajaran TIK Kelas IX SMP Laboratorium

Kristen Satya Wacana Salatiga Ajaran 2014/2015

ARTIKEL ILMIAH

Diajukan sebagai prasyarat penyusunan skripsi guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Komputer

Disusun Oleh:

Anggraeni Saputri

NIM : 702010002

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSTAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

Januari 2015

i

Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted

Individualization

(TAI) Pada Mata Pelajaran TIK

(Studi Kasus SMP Laboratorium Kristen Satya Wacana) 1)Anggraeni Saputri 2) Ir. Christ Rudianto, M.T. 3)Angela A. Setiyanti, S.Pd.

Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknologi Informasi

Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga

Email: 1702010002@student.uksw.edu, 2xrudianto@yahoo.com

angela.setiyanti@staff.uksw.edu

Abstract

Using conventional method in teaching of information and communication technologies made the possibility of lack of student understanding. Team Assisted Individualization3is one method appliying media with blog on of information and communication technologies subject. The research conducted had proved that there are some the learning achievement and student activities happen to students in the class. Nevertheless, Team Assisted Individualizationis with uses blog is a better teaching method than common conventional method as it raises the learning achievement and activites during the lesson hingher.

Key words: Team Assisted Individualization (TAI) learning methods, Blog,

Students achievement.

Abstrak

Penggunaan metode konvensional pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi membuat pemahaman siswa menjadi kurang. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan menerapkan metode pembelajaran Team Assisted Individualization dengan memanfaatkan media berbantu blog. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa yang menerapkan metode pembelajaran Team Assisted Individualization dengan memanfaatkan media berbantu blog lebih tinggi daripada kelas yang menggunakan metode konvensional. Hal ini membuktikan bahwa metode pembelajaran Team Assisted Individualization dengan memanfaatkan media berbantu blog dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa.

Kata kunci: Metode Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI), Blog,

Hasil Belajar.

1 Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universita Kristen Satya Wacana Salatiga 2 Staff Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga 3 Staff Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

mailto:702010002@student.uksw.edumailto:xrudianto@yahoo.com%20angela.setiyanti@staff.uksw.edumailto:xrudianto@yahoo.com%20angela.setiyanti@staff.uksw.edu

ii

iii

iv

v

vi

1

1. Pendahuluan

Belajar merupakan suatu proses perubahan kegiatan dan reaksi terhadap lingkungan. Menurut Winkel di dalam bukunya Jamil Suprihatiningrum menyatakan bahwa belajar adalah aktifitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan sikap-sikap. Walaupun belajar berjalan seiring dengan berjalannya proses kehidupan, namun prosesnya tidak tercipta begitu saja, melainkan memerlukan kondisi yang dibentuk secara sengaja. Proses belajar mengajar yang dilakukan secara formal di sekolah seringkali masih menggunakan format lama. Format lama yang dimaksud adalah cara-cara mengajar konvensional yang lebih berpusat kepada guru (teacher-centered).

Cara-cara seperti ini muncul karena adanya anggapan bahwa pikiran seorang anak seperti kertas kosong yang putih bersih dan siap menunggu coretan-coretan gurunya [2]. Dengan pandangan seperti ini, banyak guru yang masih menjalankan proses belajar mengajar dengan berorientasi pada penyampaian materi saja. Hal ini tentu saja berpengaruh pada hasil belajar siswa, termasuk pada mata pelajaran TIK. Dengan pandangan seperti ini, banyak guru yang masih menjalankan proses belajar mengajar dengan berorientasi pada penyampaian materi saja. Hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, termasuk pada matapelajaran TIK.

Hal ini terjadi karena banyak siswa yang tidak memahami penyampaian materi yang dilakukan oleh guru. Selain itu, guru pun hanya menggunakan media pembelajaran yang sederhana yaitu notepad, guru pun tidak terlalu banyak mendalami pemahaman siswa karena guru hanya lebih fokus pada mengejar pencapaian kurikulum. Akhirnya, materi pelajaran selesai dibahas, namun kemampuan siswa terhadap pencapaian materi belum tercapai dengan baik. Banyak siswa yang tidak bisa mengikuti alur penyampaian oleh guru karena kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran dan media pembelajaran masih terbatas.

Penggunaan media blog juga harus didukung dengan metode pembelajaran yang kreatif. Tetapi pada saat ini di sekolah-sekolah, masih ditemukan pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional dan media pembelajaran yang sederhana dan kurang variatif. Akibat dari penggunaan metode konvensional dan media pembelajaran yang kurang variatif ini membuat siswa menjadi tidak fokus dan tidak aktif di dalam pembelajaran.

Penyampaian materi hendaknya lebih mengutamakan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, hal ini diperlukan untuk mrningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan belajar kooperatif adalah untuk memaksimalkan belajar siswa dan untuk meningkatkan prestasi akademik dan mengurangi kesenjangan pendidikan khususnya pada level individu [3]. Salah satu metode pembelajaran ini adalah metode pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Metode pembelajaran ini lebih melibatkan peranan siswa karena siswa dituntut untuk berdiskusi, saling mengajari anggota kelompok dan belajar bertanggung jawab dengan tugas masing-masing dengan tujuan untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal dibanding dengan kelompok lain.

Pemanfaatan media blog sangat diperlukan untuk penyampaian materi khususnya dengan menggunakan visualisasi. Oleh karena itu, seorang guru sangat memerlukan suatu cara mengajar dan media mengajar yang dapat merangsang dan menarik siswa agar dapat berkembang kemampuannya, baik kemampuan kognitif

2

maupun praktik, baik itu dari segi media maupun dari metode pembelajaran itu sendiri. Namun cara pengajaran ini jangan sampai menghilangkan peran guru sama sekali karena bagaimanapun peran guru tetap harus memberikan penyampaian materi agar ada keseragaman materi diantara siswa.

Pembelajaran berbasis internet memungkinkan adanya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajaran maupun fasilitator/guru tidak harus berada di satu tempat yang sama, fasilitas internet yang bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pada dasarnya banyak digunakan diantaranya facebook, email, blogger dll. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara peserta didik dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan adanya kegiatan belajar yang dikelola tanpa adanya tatap muka langsung diantara pihak-pihak yang terlibat. Oleh karena itu seorang guru sangat memerlukan cara mengajar yang dapat merangsang siswa agar lebih aktif dan lebih berkembang kemampuannya, baik kemampuan dari segi kognitif maupun segi praktik, baik dari segi media pembelajaran ataupun metode pembelajaran. Namun cara pengajaran ini jangan sampai menghilangkan peran guru, hal ini dikarenakan bagaimana pun guru harus tetap memberikan penyampaian materi agar ada keseragaman materi diantara siswa.

Hasil observasi di SMP Laboratorium Kristen Satya wacana Salatiga menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, guru masih menerapkan metode pembelajaran konvensional dan media pembelajaran yang sederhana yaitu notepad setiap kali mengajar. Selama proses pembelajaran berlangsung banyak siswa yang tidak mendengarkan ketika guru menjelaskan, apabila guru bertanya hanya beberapa siswa yang menanggapi, beberapa siswa ada yang asik mengobrol dengan teman sebangku, dan ada pula yang melamun, hal ini menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah sehingga membuat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran menjadi kurang.

Mengatasi hal tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan membuat perencanaan penggunaan metode pembelajaran maupun media pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan awal siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, apakah perbedaan kemampuan akhir siswa antara kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, serta adakah peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol,

3

2. Kajian Pustaka Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh I Gede Jaka Mahendra

dengan judul skripsi Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Blog pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas VII SMP Negeri Sukasada dalam upaya meningkatkan hasil belajar. Hasil dari penelitian tersebut yaitu sebelum dil