PENERAPAN FUZZY SET DALAM MEMUTUSKAN HASIL Fuzzy... · karakter huruf kapital dan karakter huruf kecil

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENERAPAN FUZZY SET DALAM MEMUTUSKAN HASIL Fuzzy... · karakter huruf kapital dan karakter huruf...

Karya Ilmiah

PENERAPAN FUZZY SET DALAM MEMUTUSKAN HASIL PERBANDINGAN KARAKTER

Oleh :

Fahmi Kurniawan, S.Kom., M.Kom.

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN ILMU KOMPUTER TRIGUNADARMA

MEDAN

2012

BAB I

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pengolahan citra digital dewasa ini tidak hanya berkisar antara pengeditan

citra digital dengan menggunakan filter-filter efek yang ada, banyak penelitian

dilakukan terhadap objek berupa citra, yang mana informasi atau knowledege yang di

dapat dari citra tersebut dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi dunia

pendidikan, inovasi teknologi dan pengeloaan informasi. Perkembangannya bahkan

mungkin sudah banyak digunakan baik langsung maupun tidak langsung, mulai

permainan hingga sampai aspek keamaman seperti : jigsaw, face recognition, hand

recognation, fingerprint dan lain sebagainya. Selain itu, pengolahan citra dapat juga

meliputi teknik pengenalan karakter seperti karakter alfanumerik, karakter tulisan

tangan, karakter huruf arab, karakter huruf kanji, dan lain-lain. Teknik pengenalan

karakter ini sering disebut secara umum sebagai teknologi Optical Character

Recognition (Odeyemi Olajumoke Janet, 2010). Teknologi ini bukanlah hal baru

dalam ruang lingkup teknologi informasi. Teknologi Optical Character Recognition

(OCR) ini banyak ditawarkan dalam produk-produk scanner pada masa terkini.

Selain pada produk scanner, teknologi OCR juga terdapat pada Handphone, Smart

Phone, dan PDA (Personal Digital Assistant) yang sudah mengimplementasikan

teknologi layar sentuh dan memiliki fitur handwriting recognition.

1

Penelitian mengenai handwriting recognition sudah pernah dilakukan

sebelumnya, salah satunya dalam hal penanganan masalah banjir di kabupaten kudus

(Arif Setiawan, 2007). Penelitian mengenai handwriting recognition ini dilakukan

dengan tujuan agar dokumen penting yang rusak karena banjir dapat dibaca dengan

menggunakan proses scaning.

Masalah yang sering terjadi dalam teknologi OCR hasil tulisan tangan adalah

ketidakpastian dalam pola untuk membuat suatu karakter tersebut. Ketidakpastian ini

bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, diantaranya kebiasaan, asal, cara dan

kepribadian dari orang yang menuliskan karakter tersebut. Model dari ketidak pastian

ini dapat diselesaikan melalui pendekatan Fuzzy dengan menentukan (membership

function) dari masing-masing variabelnya (Sudrajat, 2008) .

1.2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah yang dapat disimpulkan dari latar belakang di atas adalah:

1. Bagaimana merancang aplikasi untuk mengenali pola karakter tulisan tangan

yang diinputkan langsung oleh user. 2. Bagaimana merancang sistem perangkat lunak yang dapat membandingkan pola

karakter input dengan pola karakter yang ada pada sistem. 3. Bagaimana memetakan hasil perbandingan pola input karakter dengan sampel pola

yang ada pada sistem kedalam himpunan fuzzy.

1.3. Batasan Masalah

Dalam karya ilmiah ini permasalahan hanya difokuskan pada pembahasan

metode yang digunakan dan model karakter yang menjadi input:

2

a. Pengenalan dilakukan per-karakter b. Pada sekali proses peng-input-an hanya ada satu jenis karakter c. Hanya karakter hasil tulis tangan yang langsung di-input secara digital melalui

fasilitas tablet.

d. Karakter yang di-input mencakup alphabet latin (uppercase dan lowercase), dan

angka (0-9).

e. Karakter alphabet uppercase dan lowercase yang tidak memiliki perbedaan

mencolok akan diabaikan salah satunya (C dengan c, O dengan o, P dengan p, S

dengan s, U dengan u, V dengan v, W dengan w, X dengan x, Z dengan z)

f. Karakter yang di-input merupakan karakter tulisan cetak. g. Perbandingan pola karakter direpresentasikan dalam bentuk matrik pixel 10 x 10. h. Sampel pola karakter yang menjadi pembamding didalam sistem adalah pola

karakter hasil tulisan tangan penulis.

i. Output dari sistem merupakan karakter yang paling mendekati melalui

perbandingan pola karakter input dengan pola karakter yang ada dalam sistem

yang telah dipetakan kedalam Fuzzy Set.

1.4. Tujuan dan Manfaat Penulisan

Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah :

1. Merancang aplikasi untuk mengenali pola karakter tulisan tangan yang

diinputkan langsung oleh user.

2. Merancang sistem perangkat lunak yang dapat membandingkan pola karakter input

dengan pola karakter yang ada dalam sistem

3

3. Menerapkan Fuzzy Set untuk memutuskan hasil perbandingan karakter sehingga

menghasilkan suatu output kesamaan pola karakter berdasarkan perbandingan

tersebut.

Manfaat yang dapat diperoleh dari karya ilmiah ini, dapat menjadi kontribusi

untuk pengembangan selanjutnya ke tingkat yang lebih luas, misalkan untuk

pengenalan kalimat atau teks yang lebih panjang.

4

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Tulisan Tangan

Tulisan tangan terdiri dari urutan waktu dari stroke, yaitu gerakan mulai pena

ke bawah menyentuh permukaan alat menulis (contohnya kertas) sampai pena ke atas

meninggalkan permukaan. Pada pengenalan karakter secar tablet, karakter yang

dituliskan pada screen akan otomatis menjadi sebuah image. Abjad bahasa latin

mempunyai 26 karakter huruf dan setiap karakter huruf mempunyai dua bentuk, yaitu

karakter huruf kapital dan karakter huruf kecil. Bahasa Inggris mempunyai dua gaya

menulis dasar yaitu cetak dan sambung. Karakter huruf kapital biasanya terdiri lebih

dari satu stroke per karakter huruf, sedangkan huruf kecil terdiri dari satu stroke per

karakter huruf. Tulisan sambung hanya memiliki satu stroke per karakter hurufnya

(Tappert C.,Suen C., and Wakahara T.,1990).

2.2. Citra Digital

Citra atau image merupakan istilah lain dari gambar, yang merupakan

informasi berbentuk visual. Citra mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh

data teks, yaitu citra kaya dengan informasi. Ada sebuah peribahasa yang berbunyi

sebuah gambar bermakna lebih dari seribu kata a picture is more than a thousand

words. Maksudnya tentu sebuah gambar dapat memberikan informasi yang lebih

banyak daripada informasi tersebut disajikan dalam bentuk kata-kata (tekstual).

5

Secara harafiah, citra atau image adalah gambar pada bidang dwimatra (dua

dimensi). Gambar 2.1 adalah citra seorang anak yang bernama Gideon, dan gambar di

sebelah kanannya adalah citra batu Malin Kundang. Ditinjau dari sudut pandang

matematis, citra merupakan fungsi continue dari intensitas cahaya pada bidang

dwimatra. Sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian

dari berkas cahaya tersebut. Pantulan cahaya ini ditangkap oleh oleh alat-alat optik,

misalnya mata pada manusia, kamera, scanner dan sebagainya, sehingga bayangan

objek yang disebut citra tersebut terekam. Citra sebagai keluaran dari suatu sistem

perekaman data dapat bersifat : optik berupa foto

a. analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televisi

b. digital yang dapat langsung disimpan pada media penyimpan magnetik

(a). Citra Gideon (b). Citra Batu Malin Kundang

Gambar 2. 1. Citra Gideon dan Citra Batu Malin Kundan

Citra digital merupakan citra yang disimpan dalam format digital (bentuk

file). Hanya citra digital yang dapat diolah menggunakan komputer. Jenis citra lain

jika akan diolah dengan komputer harus diubah dulu menjadi citra digital. Citra juga

dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :

6

1. Citra Tampak seperti foto, gambar, lukisan, apa yang nampak di layar

monitor/televisi , dan hologram.

2. Citra Tidak Tampak seperti data foto, gambar dalam file, citra yang

direpresentasikan dalam fungsi matematis.

Citra didefenisikan sebagai fungsi intensitas cahaya dua dimensi f (x, y) di mana

x dan y menunjukkan koordinat spasial dan nilai f pada suatu titik (x, y)

sebanding dengan kecerahan(brightness) yang biasanya dinyatakan dalam

tingkatan gray level dari citra di titik tersebut.

Di dalam bidang komputer, ada tiga bidang studi yang berkaitan dengan data

citra, namun tujuan ketiganya berbeda, yaitu:

1. Grafika Komputer (computer graphics). 2. Pengolahan Citra (image processing). 3. Pengenalan Pola (pattern recognition/image interpretation). Hubungan

antara ketiga bidang dapat ditunjukkan pada gambar 2.2

Gambar 2.2. Tiga Bidang Studi yang Berkaitan dengan Citra

7

Dalam pendeteksian tepi gambar berkaitan dengan bidang yang ke tiga dari

bidang komputer tersebut yaitu pengenalan pola.

Citra digital adalah citra dengan f (x, y) di mana nilainya dilakukan

diskritisasi koordinat spasial (sampling) dan diskritisasi tingkat kecemerlangannya /

keabuan (kwantisasi). Citra digital merupakan suatu matriks di mana indeks baris dan

kolomnya menyatakan suatu titik pada citra tersebut dan elemen matriksnya (yang

disebut sebagai elemen gambar / piksel / pixel / picture element pels) menyatakan

tingkat keabuan pada titik tersebut. Citra digital berukuran N x M, di mana N adalah

baris atau tinggi sedangkan M adalah kolom atau lebar M