Penelitian kausal-komparatif

  • View
    129

  • Download
    17

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Penelitian kausal-komparatif

Text of Penelitian kausal-komparatif

Penelitian Kausal -Komparatif

Hubungannya dengan variabel-variabel kategorikal Karakteristi subyek Ancaman-ancaman lainnya

Ancaman-ancaman terhadap validitas internal dalam penelitian kausal-komparatif Formulasi/perumusan masalah Sample Instrumentasi desain

Tahapan-tahapan yang dilakukan dalampenelitian kausal-komparatif itu?Persamaan dan perbedaan antara penelitian kausal-komparatif dan penelitian korelasional Persamaan dan perbedaan antara penelitian kausal-komparatif dan penelitian eksperimental

Apakah penelitian kausal-komparatif itu?Mengevaluasi ancaman-ancaman terhadap validitas internal dalam penelitian kausal-komparatif analisis data

Tujuan : Setelah mempelajari bab ini, maka anda diharapkan mampu untuk: Menjelaskan apa yan dimaksud dengan istilah penelitian kausal-komparatif Menjelaskan secara singkat bagaimana penelitian kausal-komparatif memiliki kesamaan, namun juga berbeda, baik dengan penelitian korelasional ataupun eksperimental Mengidentifikasi dan menjelaskan secara singkat langkah-langkah yang terdapat dalam pelaksanaan sebuah penelitian kausal-komparatif Menggambar sebuah diagram desain penelitian kausal-komparatif Mendeskripsikan bagaimana data dikumpulkan dalam penelitian kausal-komparatif Menjelaskan beberapa ancaman terhadap validitas internal yang terdapat pada penelitian kausal-komparatif dan mendiskusikan bagaimana untuk mengontrol ancaman-ancaman tersebut Mengenali sebuah penelitian kausal-komparatif ketika anda menemukannya dalam literatur penelitian edukasional Apakah penelitian kausal-komparatif itu?Dalam penelitian kausal-komparatif, peneliti akan berusaha untuk menentukan penyebab atau konsekuensi (akibat) pada perbedaan-perbedaan yang telah ada diantara kelompok individu. Sebagai hasilnya, terkadang penelitian ini bersama dengan penelitian korelasional akan dianggap sebagai sebuah bentuk penelitian asosiasional, dikarenakan keduanya mendeskripsikan kondisi-kondisi yang telah ada. Seorang peneliti mungkin melakukan observasi, sebagai contohnya, terhadap dua kelompok individu yang berbeda dalam beberapa variabel (seperti gaya mengajar) dan kemudian berusaha untuk menentukan alasannya, atau akibat/hasil dari perbedaan tersebut. Perbedaan diantara kelompok, dalam hal ini telah ada. Dikarenakan baik pengaruh dan penyebabnya elah terjadi, maka akan dipelajari secara retrospect (peninjauan), penelitian kausal-komparatif terkadang juga disebuts ebagai penelitian ex post facto(dari bahasa latin setelah fakta). Hal ini berlawanan dengan penelitian eksperimental, dimana peneliti akan menciptakan sebuah perbedaan diantara kelompok lalu membandingkan performa mereka (terhadap satu variabel atau lebih (untuk menentukan pengaruh dari perbedaan yang telah dibuat. Variabel perbedaan kelompok dalam sebuah penelitian kausal-komparatif adalah variabel yang tidak dapat dimanipulasi (seperti etnisitas) atau variabel yang mungkin telah dimanipulasi namun karena suatu alasan hal tersebut tidak berhasil dilakukan (seperti gaya mengajar). Terkadang, batasan-batasan etis mencegah sebuah variabel untuk dimanipulasi, dengan demikian mencegah munculnya efek-efek variasi dalam variabel yang sedang diuji dalam sebuah studi eksperimental. Seorang peneliti mungkin akan tertarik, misalnya, untuk meneliti pengaruh dari pola diet baru terhadapanak-anak. Meski demikian, batasan-batasan etis, mungkin akan mencegah peneliti untuk secara bebas kepada anak-anak. Meski demikian, penelitian kausal-komparatif, akan membuat peneliti dapat mempelajari efek-efek dari diet jika dia dapat menemukan sebuah kelompok anak-anak yang telah menjalankan diet tersebut. Peneliti kemudian akan dapat membandingkan anak-anak tersebut dengan mereka yang tidak melakukan diet. Kebanyakan penelitian yang dilakukan dalam bidang pengobatan dan sosiologi adalah penelitian kausal-komparatif. Contoh lain adalah perbandingan ilmuwan dan insinyur dalam konteks orisinalitas mereka. Sebagaimana pada penelitian korelasional, penjelasan-penjelasan atau prediksi dapat dibuat dari variabel atau sebaliknya : orisinalitas dapat diprediksi dari keanggotaan kelompok, atau dapat juga keanggotaan kelompok dapat diprediksi dari orisinalitas mereka. Meski demikian, kebanyakan studi akan mencoba untuk mengeksplor causation (mencari penyebab) dan bukan membuat prediksi. Apakah individu yang orisinil sepertinya akan cenderung menjadi ilmuwan? Apakah ilmuwan akan lebih orisinil ketika mereka tenggelam dalam pekerjaannya? Dan sebagainya. Sebuah penelitian korelasional mungkin saja dilakukan sehubungan dengan kasus tersebut, namun yang tidak tepat adalah ketika salah satu variabel (dalam hal ini, sifat dari kelompok) merupakan sebuah variabel kategorikal. Berikut ini adalah beberapa contoh dari beragam jenis penelitian kausal-komparatif lainnya : Tipe 1 : eksplorasi terhadap pengaruh (variabel dependen) yang disebabkan oleh keanggotaan dalam kelompok tertentu Pertanyaan : apakah perbedaan dalam kemampuan disebabkan oleh gender ?Hipotesis penelitian : perempuan memiliki kemampuan linguistik yang lebih baik dibandingkan dengan priaTipe 2 : eksplorasi terhadap penyebab (variabel independen) dari sebuah keanggotaaan kelompok Pertanyaan : apakah yang menyebabkan seseorang bergabung dengan sebuah gang?Hipotesis penelitian : individu yang merupakan anggota gang memiliki kepribadian yang lebih agresif dibandingkan dengan mereka yang bukan merupakan anggota gang Tipe 3 : eksplorasi terhadap konsekuensi (variabel dependen) dari sebuah intervensi Pertanyaan : bagaimana siswa yangdiajari melalui metode inkuiri akan bereaksi terhadap propaganda?Hipotesis penelitian : siswa yang diajari dengan metode inkuiri akan lebih kritis terhadap propaganda dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan metode ceramah. Penelitian kausal-komparatif telah sering digunakan untuk meneliti perbedaan diantara pria dan wanita. Mereka telah memperlihatkan keunggulan dari wanita dalam bahasa dan pria dalam matematika dalam tingkatan usia tertentu. Atribusi atas perbedaan-perbedaan tersebut terhadap gender sebagai sebuah penyebab-haruslah tentatif (bersifat temporer). Seseorang akan sulit untuk melihat bahwa gender sebagai penyebab sebuah kemampuan, namun akan terdapat link yang memungkinkan dalam rantai kausal, seperti ekspektasi sosial dari pria dan wanita(sebagai penyebab munculnya kemampuan). Pendekatan dasar dari penelitian kausal-komparatif, oleh karena itu, akan dimulai dengan sebuah pengamatan terhadap perbedaan diantara dua kelompok dan untuk mencari penyebab yang memungkinkan, atau akibat dari perbedaan tersebut, seperti pada alasan mengapa beberapa orang menjadi ketagihan terhadap alkohol sedangkan yang lain memiliki ketergantungan terhadap pil? Bagaimana hal tersebut dapat dijelaskan? Deskripsi dari kedua kelompok tersebut (alkoholik dan pengguna obat-obatan) mungkin akan dibandingkan untuk melihat apakah karakteristik mereka memiliki perbedaan yang mungkin menjadi penyebab terhadap perbedaan pilihan obat-obatan.Terkadang penelitian kausal-komparatif dilakukan hanya sebagai sebuah alternatif terhadap eksperimen. Katakanlah,misalnya, bahwa direktur kurikulum di sebuah sekolah menengah wilayah perkotaan sedang mempertimbangkan pengimplementasian sebuah kurikulum bahasa inggris baru. Direktur mungkin mencoba kurikulum secara eksperimental, dengan memilih beberapa kelas secara acak dalam distrik di wliayah tersebut, dan membandingkan performa siswa di kelas-kelas tersebut dengan kelompok pembanding yang tetap menggunakan kurikulum lama. Hal ini mungkin akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, selain itu, juga akan membutuhkan banyak biaya, selain pengadaan workshop untuk pengajar dan sebagainya. Sebagai sebuah alternatuf, direktur mungkin mempertimbangkan sebuah studi kausal-komparatif dan membandingkan prestasi siswa di distrik sekolah yang pada saat ini menggunakan kurikulum baru dengan prestasi siswa di distrik yang sama yang tidak menggunakan kurikulum baru. Jika hasilnya memperlihatkan bahwa siswa di distrik dengan kurikulum baru memiliki skor yang lebih baik dalam bahasa inggris, maka direktur mungkin akan memiliki basis untuk mengimplementasikan kurikulum baru dalam distriknya. Seperti halnya studi korasional, penelitian kausal-komparatif seringkali mengidentifikasi hubungan-hubungan yang nantinya akan diteliti secara eksperimental. Terlepas dari kelebihan ini, penelitian kausal-komparatif juga memiliki batasan yang harus diperhatikan. Batasan yang paling serius terletak pada kurangnya kontrol pada ancaman terhadap validitas internal. Dikarenakan manipulasi terhadap variabel independen telah terjadi, banyak kontrol yang sebagaimana telah kita bicarakan pada bab 13 tidak dapat diaplikasikan. Dengan demikian, perhatian haruslah diberikan dalam menginterpretasi hasil-hasil dari penelitian kausal-komparatif. Sebagaimana dengan studi korelasional, hubungan-hubungan dapat diidentifikasi, namun hubungan sebab-akibat tidak akan dapat ditetapkan secara menyeluruh. Sebagaimana yang telah kita lihat sebelumnya, sebuah penyebab mungkin saja adalah akibat, dan akibat mungkin saja adalah penyebabnya, atau mungkin saja terdapat variabel ketiga yang menciptakan baik penyebab serta akibatnya. Persamaan dan pernedaan antara penelitian kausal-komparatif dan penelitian korelasional. Penelitian kausal-komparatif seringkali disalahartikan dengan penelitian korelasional. Meskipun terdapat kesamaan, namun juga terdapat perbedaan yang jelas. Persamaan. Baik penelitian kausal-komparatif dan peelitian korelasional adalah contoh dari penelitian asosiasional yaitu, peneliti yang melakukan penelitian tersebut mencoba untuk mengeksplor hubungan-hubungan diantara variabel. Keduanya akan mencoba untuk menjelaskan fenomena yang menarik minatnya. Keduanya juga mencoba untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang layak untuk dieksplor lebih jauh melalui penelitian eksperimental, dan keduanya seringkali menyediakan pedoman untuk studi-studi eksperimental s