of 41 /41
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Globalisasi memberi perubahan pada seluruh aspek kehidupan,dalam bidang,ilmu pengetahuan,teknologi dan sistem informasi (Yudha dan Nasir,2012). Berkembangnya dunia usaha yang memberi konsekuensi kepada persaingan yang semakin kompetitif dan perubahan cara pandang pelaku usaha untuk dapat mempertahankan eksistensinya dalam persaingan ekonomi yang semakin ketat.Modal intelektual dipandang memiliki peran yang sangat penting dalam penciptaan dan mempertahankan keunggulan kompetitif serta nilai bagi perusahaan. Modal intelektual menurut CIMA (2004) adalah kepemilikan dari pengetahuan dan pengalaman, pengetahuan profesional dan keahlian, hubungan yang baik, dan kapasitas penguasaan teknologi, yang jika diterapkan, akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi organisasi. Informasi Intellectual Capital merupakan salah satu informasi yang dibutuhkan oleh investor. Hal ini disebabkan informasi Intellectual Capital dapat membantu investor untuk memprediksi kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang Bukh (2003) dalam Febriana (2013) .Fenomena pentingnya Intellectual Capital di Indonesia telah berkembang yaitu setelah munculnya PSAK no. 19 revisi (IAI, 2000) tentang aktiva tak berwujud. Meskipun aktiva tak berwujud tidak dinyatakan secara eksplisit sebagai Intellectual Capital, namun lebih kurang Intellectual Capital telah mendapat perhatian. Pada PSAK no. 19 tersebut, disebutkan bahwa aktiva tak berwujud dikelompokkan dalam 2 kategori yaitu aktiva tak berwujud yang eksistensinya dibatasi oleh ketentuan tertentu, misalnya hak paten, hak cipta, hak sewa, franchise terbatas dan tidak dapat dipastikan masa berakhirnya seperti merk dagang, proses dan formula rahasia, perpetual franchise dan goodwill. Pengungkapan intellectual capital dalam laporan tahunan perusahaan bersifat sukarela (voluntary ).Belum ada peraturan yang mewajibkan perusahaan-perusahaan publik untuk mengungkapkan intellectual capital dalam laporan tahunannya. Oleh

PENDAHULUAN Latar Belakang - Institutional Repositoryrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/5837/3/T1_232009173_Full... · PENDAHULUAN . Latar Belakang . Globalisasi memberi perubahan

  • Author
    lenhu

  • View
    235

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENDAHULUAN Latar Belakang - Institutional...

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Globalisasi memberi perubahan pada seluruh aspek kehidupan,dalam

bidang,ilmu pengetahuan,teknologi dan sistem informasi (Yudha dan Nasir,2012).

Berkembangnya dunia usaha yang memberi konsekuensi kepada persaingan yang

semakin kompetitif dan perubahan cara pandang pelaku usaha untuk dapat

mempertahankan eksistensinya dalam persaingan ekonomi yang semakin ketat.Modal

intelektual dipandang memiliki peran yang sangat penting dalam penciptaan dan

mempertahankan keunggulan kompetitif serta nilai bagi perusahaan. Modal intelektual

menurut CIMA (2004) adalah kepemilikan dari pengetahuan dan pengalaman,

pengetahuan profesional dan keahlian, hubungan yang baik, dan kapasitas penguasaan

teknologi, yang jika diterapkan, akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi

organisasi.

Informasi Intellectual Capital merupakan salah satu informasi yang dibutuhkan

oleh investor. Hal ini disebabkan informasi Intellectual Capital dapat membantu

investor untuk memprediksi kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang

Bukh (2003) dalam Febriana (2013) .Fenomena pentingnya Intellectual Capital di

Indonesia telah berkembang yaitu setelah munculnya PSAK no. 19 revisi (IAI, 2000)

tentang aktiva tak berwujud. Meskipun aktiva tak berwujud tidak dinyatakan secara

eksplisit sebagai Intellectual Capital, namun lebih kurang Intellectual Capital telah

mendapat perhatian. Pada PSAK no. 19 tersebut, disebutkan bahwa aktiva tak

berwujud dikelompokkan dalam 2 kategori yaitu aktiva tak berwujud yang

eksistensinya dibatasi oleh ketentuan tertentu, misalnya hak paten, hak cipta, hak

sewa, franchise terbatas dan tidak dapat dipastikan masa berakhirnya seperti merk

dagang, proses dan formula rahasia, perpetual franchise dan goodwill.

Pengungkapan intellectual capital dalam laporan tahunan perusahaan bersifat

sukarela (voluntary ).Belum ada peraturan yang mewajibkan perusahaan-perusahaan

publik untuk mengungkapkan intellectual capital dalam laporan tahunannya. Oleh

2

karena itu perusahaan dapat memilih untuk mengungkapkan atau tidak

mengungkapkannya dalam laporan tahunan.

Purnomoshidi (2006) manfaat pengungkapan intellectual capital adalah

menginformasikan cara untuk memperoleh keunggulan kompetitif guna meningkatkan

daya saing, yaitu dengan lebih memberdayakan modal intelektual,yang diwujudkan

dalam bentuk aktivitas-aktivitas inovatif.Aktivitas inovatif ini meliputi pengetahuan,

keahlian dan pengalaman karyawan, prosedur operasi perusahaan, budaya , dan sistem

informasi pada perusahaan sehingga mampu melakukan diferensiasi produk/jasa yang

didasarkan pada pemberian nilai pada pelanggan.

Penelitian tentang pengungkapan intellectual capital sering dikaitkan dengan

tipe industri Woodcock dan Whiting (2009) meneliti pengungkapan intellectual

capital di perusahaan Australia dengan mengklasifikasikan jenis industri menjadi dua

kelompok berdasarkan Global Industry Clasification Standard (GICS),yaitu industri

yang padat Intellectual Capital (high-IC intensive industries) dan industri yang tidak

padat Intellectual Capital (low-IC intensive industries).Industri high intellectual

capital intensive merupakan perusahaan yang memiliki value added besar yang

berasal dari teknologi dan pengetahuan. Sedangkan industri low intellectual capital

intensive merupakan perusahaan-perusahaan yang lebih memanfaatkan sumber daya

alam dan masih menerapkan sistem tradisional .Hasil dari penelitian tersebut adalah

perusahaan yang termasuk dalam klasifikasi High-IC Intensive Industry akan memiliki

tingkat pengungkapan modal intelektual yang lebih tinggi daripada perusahaan dengan

Low-IC Intensive Industry.

Williams (2001) membuktikan adanya pengaruh industry type exposure, yang

digolongkan ke dalam kelompok highly knowledge based dan low-based knowledge

terhadap jumlah pengungkapan modal intelektual. Temuan Williams tersebut

menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang tergolong dalam highly knowledge

based melakukan pengungkapan informasi modal intelektual lebih banyak dibanding

perusahaan-perusahaan yang low-based knowledge.Purnomoshidi (2006)

membuktikan bahwa tipe industri terbukti tidak berpengaruh terhadap pengungkapan

3

modal intelektual. Industri-industri yang banyak melakukan aktivitas penelitian dan

pengembangan (research-intensive) ternyata tidak mengungkapkan modal intelektual

lebih banyak daripada perusahaan-perusahaan yang tidak banyak melakukan penelitian

dan pengembangan (not research-intensive).

Penelitian tentang intellectual capital juga sering dikaitkan dengan ukuran

(size) perusahaan.Artinah (2013) melakukan penelitian mengenai pengaruh ukuran

perusahaan terhadap pengungkapan intellectual capital pada lembaga keuangan yang

terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2009 .Hasil dari penelitian tersebut adalah

terdapat pengaruh ukuran perusahaan terhadap pengungkapan intellectual capital.

Susanto dan Supatmi (2011) melakukan penelitian mengenai pengaruh karakteristik

perusahaan terhadap tingkat pengungkapan intellectual capital pada perusahaan

manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2009,dengan hasil terdapat

pengaruh ukuran perusahaan terhadap tingkat pengungkapan intellectual capital

dimana semakin besar ukuran perusahaan maka akan semakin tinggi tingkat

pengungkapan intellectual capital perusahaan. Karena dengan ukuran perusahaan yang

besar maka memiliki biaya yang lebih besar daripada perusahaan yang kecil.

Bukh, et al. (2005) melakukan penelitian tentang kepemilikan manajerial,jenis

industi, ukuran perusahaan,dan umur perusahaan terhadap pengungkapan modal

intelektual di Denmark yang hasilnya adalah jenis industri berpengaruh terhadap

pengungkapan modal intelektual di Denmark,sedangkan ukuran perusahaan tidak

berpengaruh terhadap pengungkapan modal intelektual.

Penelitian yang dilakukan White, et al. (2007) berhasil menemukan bahwa

ukuran perusahaan, berpengaruh terhadap pengungkapan modal intelektual.Sedangkan

penelitian yang dilakukan oleh Fakhilatun, et al.(2009) ukuran perusahaan tidak

berpengaruh terhadap pengungkapan modal intelektual.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Artinawati (2009) menemukan bahwa

faktor ukuran perusahaan, leverage,dan profitabilitas berpengaruh terhadap

pengungkapan modal intelektual di Indonesia. Wahyu (2009) menemukan faktor yang

mempengaruhi pengungkapan modal intelektual yaitu ukuran perusahaan.

4

Bening (2013) melakukan penelitian tentang analisis perbedaan pengungkapan

intellectual capital berdasarkan karakteristik perusahaan pada sektor perbankan,

dengan hasil tidak terdapat perbedaan pengungkapan intellectual capital perusahaan

berdasarkan ukuran perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan

ukuran kecil akan lebih berusaha untuk menarik minat investor dalam menanamkan

modal di perusahaannya dan untuk meningkatkan total aset yang mereka miliki,

dengan cara mengungkapkan informasi-informasi mengenai intellectual capital

dengan lebih terperinci dan lengkap.Sedangkan perusahaan dengan ukuran besar juga

mengungkapkan informasi mengenai intellectual capital secara lebih lengkap untuk

menunjukkan aktivitas tinggi mereka, baik aktivitas operasional ataupun administratif,

yang menyebabkan aset perusahaan meningkat.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan

tingkat pengungkapan intellectual capital berdasarkan tipe dan ukuran perusahaan

pada seluruh perusahaan publik di Indonesia yang terdaftar di BEI tahun

2012.Penelitian ini adalah penelitian replikasi dari penelitian Bruggen et al (2009).

Perbedaan penelitian dengan penelitian sebelumnya adalah dalam pengelompokan tipe

industri.Pengelompokan tipe industri dalam penelitian sebelumnya menggunakan

perusahaan manufaktur dan non manufaktur,ukuran perusahaan diproksikan dengan

total aset perusahaan.Sedangkan penelitian ini berdasarkan tipe industri ,yaitu industri

yang padat Intellectual Capital(high-IC intensive industries) dan industri yang tidak

padat Intellectual Capital (low-IC intensive industries) serta ukuran perusahaan

diproksikan menggunakan nilai kapitalisasi pasar.Penelitian ini menggunakan uji beda

karena hasil penelitian sebelumnya yang tidak konsisten tentang pengaruh

pengungkapan intellectual capital berdasarkan tipe industri dan ukuran perusahaan.

Manfaat dari penelitian ini, 1) Bagi akademisi, diharapkan dapat memberikan

informasi yang lebih mendalam mengenai informasi intellectual capital pada laporan

tahunan perusahaan. 2) Bagi investor dan calon investor, diharapkan penelitian ini

dapat memberi masukan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

5

3) Bagi perusahaan, supaya dapat lebih meningkatkan proporsi informasi mengenai

intellectual capital-nya pada laporan tahunan perusahaan, dalam rangka meningkatkan

keunggulan bersaing perusahaan dan kualitas dari laporan keuangan perusahaan itu

sendiri.

TELAAH TEORITIS

Teori Stakeholder

Berdasarkan teori stakeholder,manajemen dan organisasi diharapkan untuk melakukan

aktivitas yang dianggap penting oleh stakeholder mereka dan melaporkan kembali

aktivitas-aktivitas tersebut pada stakeholder. Tujuan utama dari teori stakeholder

adalah untuk membantu manajer korporasi mengerti lingkungan stakeholder mereka

dan melakukan pengelolaan dengan lebih efektif di antara keberadaan hubungan-

hubungan di lingkungan perusahaan mereka.

Intellectual Capital

Di Indonesia, intellectual capital muncul sejak diterbitkannya PSAK No 19

(revisi 2000) tentang aktiva tidak berwujud. Akan tetapi, tidak dinyatakan secara

langsung sebagai intellectual capital. Menurut PSAK No 19, aktiva tidak berwujud

adalah aktiva non-moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik

serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau

jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif (IAI,2007).

Intellectual capital seringkali didefinisikan sebagai sumber daya pengetahuan

dalam bentuk karyawan, pelanggan, proses atau teknologi yang mana perusahaan

dapat menggunakannya dalam proses penciptaan nilai bagi perusahaan (Bukh et al:

2005).Keterbatasan dalam menjelaskan nilai perusahaan,mengakibatkan informasi

laporan keuangan seringkali dianggap kurang memadai sebagai laporan kinerja

keuangan,seharusnya ada informasi lain yang perlu disampaikan kepada para

pengguna laporan keuangan sehingga dapat menjelaskan nilai lebih yang dimilki oleh

perusahaan.

6

Intellectual capital umumnya diidentifikasikan sebagai perbedaan antara nilai

pasar perusahaan (bisnis perusahaan) dan nilai buku dari aset perusahaan tersebut atau

dari financial capitalnya. Hal ini berdasarkan suatu observasi bahwa sejak akhir 1980

an, nilai pasar dari bisnis kebanyakan dan secara khusus adalah bisnis yang berdasar

pengetahuan telah menjadi lebih besar dari nilai yang dilaporkan dalam laporan

keuangan berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh akuntan. (Roslender dan

Fincham, 2004:2 dalam Soelistijono, 2008). Intellectual capital dibedakan menjadi

tiga komponen utama, berdasarkan yang dikemukakan oleh International Federation

of Accountants (1998) dalam CIMA (2004), yaitu Human Capital, Relational Capital,

dan Organisational Capital.

(a) Human Capital

Didefinisikan sebagai pengetahuan, keahlian dan pengalaman yang dimiliki

ketika pegawai masuk atau meninggalkan suatu perusahaan. Keahlian dan

pengetahuan setiap pegawai sangat berbeda satu sama lain.

(b) Relational Capital

Didefinisikan sebagai seluruh sumber daya terkait dengan hubungan eksternal

perusahaan pelanggan, pemasok, atau mitra (partners) dalam kegiatan penelitian

dan pengembangan (R & D). Relational capital terdiri dari bagian dari modal

manusia dan modal struktural yang terlibat dengan hubungan perusahaan dengan

para stakeholders (investor, kreditor, pelanggan, pemasok), ditambah persepsi

mereka tentang perusahaan.

(c) Organisational Capital

Didefinisikan sebagai pengetahuan yang berada dalam perusahaan yang

mencakup prosedur operasi perusahaan, sistem, budaya, dan database perusahaan

seperti penyimpanan data yang menjadi rahasia perusahaan dan dapat menjadi hak

kekayaan intelektual perusahaan dengan kepemilikan resmi di bawah nama

perusahaan langsung.

7

Pengungkapan Intellectual Capital

Hendriksen (1991) mendefinisikan pengungkapan sebagai penyajian sejumlah

informasi yang dibutuhkan untuk pengoperasian pasar modal yang efisien. Terdapat 2

jenis pengungkapan, pertama pengungkapan yang bersifat wajib (mandatory) yaitu

pengungkapan informasi wajib dilakukan oleh perusahaan yang didasarkan pada

peraturan atau standar tertentu, sedangkan yang kedua bersifat sukarela (voluntary)

merupakan pengungkapan informasi melebihi persyaratan minimun dari peraturan

yang berlaku. Pengungkapan modal intelektual merupakan pengungkapan yang

terdapat dalam laporan tahunan perusahaan. Pengungkapan intellectual capital dalam

laporan tahunan perusahaan bersifat sukarela ( voluntary ). Belum ada peraturan yang

mewajibkan perusahaan-perusahaan publik untuk mengungkapkan intellectual capital

dalam laporan tahunannya. Oleh karena itu perusahaan dapat memilih untuk

mengungkapkan atau tidak mengungkapkannya dalam laporan tahunan.

Tujuan pengungkapan Intellectual Capital adalah untuk mencatat, mengelola

dan mendokumentasikan proses berbasis pengetahuan serta menyediakan baik

manajemen dan pemangku kepentingan yang relevan dengan informasi kualitatif dan

kuantitatif baru (Warden, 2003).Pengungkapan intellectual capital yang digunakan

dalam penelitian ini menggunakanindekspengungkapanyang terdiridari 30 item diukur

dalam tiga komponen meliputi Organizational Capital, Relational Capital, dan

Human Capital.

Tipe Industri

Global Industry Clasification Standard (GICS) adalah sebuah taksonomi

industri yang dikembangkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan

S&P untuk digunakan oleh komunitas keuangan global. Berdasarkan Intellectual

Capitalintensity, GICS mengelompokkan industri menjadi 2, yaitu High-IC intensive

industries dan Low-IC intensive industries.High-IC intensive industries adalah

kelompok industri yang telah mampu memanfaatkan aset intelektualnya dengan baik

sehingga tercipta keunggulan kompetitif perusahaan dan dapat meningkatkan kinerja

8

perusahaan. Sehingga perusahaan yang termasuk dalam klasifikasi High-IC Intensive

Industry akan memiliki tingkat pengungkapan modal intelektual yang lebih tinggi

daripada perusahaan dengan Low-ICIntensive Industry.Contoh industri High-IC

intensive industries adalah automotive and allied products,cables,construction dan

contoh industri Low-ICIntensive Industryadalah adhesive,agriculture, forestry and

fishing,food and beverages

Berdasarkan teori stakeholder, perusahaan dengan High-IC Intensive Industry

akan melakukan pengungkapan modal intelektual lebih banyak, sebagai upaya untuk

memuaskan kebutuhan stakeholder akan informasi yang berkaitan dengan aktivitas

bisnis yang dilakukan perusahaan (Woodcock dan Whiting 2009).

Ukuran Prusahaan

Semakin besar ukuran perusahaan, semakin tinggi pula tuntutan terhadap

keterbukaan informasi dibanding perusahaan yang lebih kecil. Dengan

mengungkapkan informasi yang lebih banyak, perusahaan mencoba mengisyaratkan

bahwa perusahaan telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen perusahaan yang baik

(Good Corporate Governance) Istanti (2009). Perusahaan besar memiliki jumlah

pemegang saham yang banyak dan lebih menjadi sorotan di pasar modal, sehingga

perusahaan dituntut untuk mengungkapkan informasi untuk memenuhi kebutuhan

investor, kreditur, dan sebagainya.Purnomosidhi (2005) menyatakan ukuran

perusahaan digunakan sebagai variabel independen dengan asumsi bahwa perusahaan

yang lebih besar melakukan aktivitas yang lebih banyak dan biasanya memiliki

banyak unit usaha dan memiliki potensi penciptaan nilai jangka panjang. Ukuran

perusahaan diproksikan menggunakan nilai kapitalisasi pasar pada setiap perusahaan

dengan mengalikan harga saham yang beredar dengan jumlah saham yang beredar.

9

Pengembangan Hipotesis

Perbedaan Pengungkapan Intellectual Capital berdasarkan Tipe Industri dalam

Laporan Tahunan Perusahaan

Menurut Omar et al. (2011) perbedaan metode dan kebijakan akuntansi yang

dianut tiap perusahaan menyebabkan terjadi perbedaan pengukuran dan

pengungkapan. Perbedaan tersebut menyebabkan tipe industri tertentu

mengungkapkan item modal intelektual lebih banyak dari perusahaan lain, tergantung

pada kebutuhan dan manfaat yang diperolehnya dari pengungkapan tersebut.

Abdolmohammadi (2005) memberikan bukti terdapat hubungan antara jenis industri

dengan jumlah pengungkapan komponen Intellectual Capital dalam laporan tahunan

perusahaan di Amerika. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat efek dari jenis

industri yang signifikan, yaitu dari kesepuluh kategori Intellectual Capital, delapan

diantaranya menunjukkan perbedaan yang signifikan antar jenis industri.Boedi (2008)

memberikan bukti bahwa terdapat perbedaan antara sektor industri baru dan lama

berkaitan dengan pengungkapan intellectual capital dalam laporan tahunan

perusahaan, Penelitian Woodcock dan Whiting (2009) dalam Intellectual Capital

Disclosures by Australian Companiesmenunjukkan terdapat perbedaan tingkat

pengungkapan yang dilakukan pada perusahaan high-IC intensive industries dengan

perusahaan low-IC intensive industries.Perusahaan yang high-IC intensive industries

akan memberikan pengungkapan modal intelektual lebih banyak,karena sumber daya

pengetahuan dalam bentuk teknologi yang cukup,skill yang dimiliki oleh karyawan

yang baik, jaringan informasi yang luas,sehingga memungkinkan untuk melakukan

disclosure secara lebih luas dan lebih baik sebagai upaya untuk memuaskan kebutuhan

stakeholder akan informasi yang berkaitan dengan aktivitas bisnis yang dilakukan

perusahaan.Sedangkan pada perusahaan low-IC intensive cenderung melakukan

pengungkapan intelektualnya lebih sedikit.Karena kurang lengkapnya pengungkapan

intelectual capital pada laporan tahunan dalam perusahaan,serta kemampuan yang

dimiliki atau skill perusahaan.Sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini

adalah:

10

H1:Terdapat perbedaan pengungkapan Intellectual Capital dalam laporan tahunan

berdasarkan tipe industri

Perbedaan Pengungkapan Intellectual Capital berdasarkan Ukuran Perusahaan

dalam Laporan Tahunan Perusahaan

Asumsi utama yang melandasi digunakannya variabel ini dalam model

adalah bahwa perusahaan-perusahaan yang lebih besar melakukan aktivitas yang

lebih banyak, dan biasanya memiliki berbagai macam unit usaha yang masing-masing

memiliki potensi penciptaan nilai jangka panjang yang berbeda (Hackstone dan

Milne,1996).Artinya,semakin banyak informasi yang perlu diungkapkan untuk

memberi gambaran yang lengkap suatu perusahaan kepada para stakeholders-nya.

Perusahaan dengan ukuran besar akan mengungkapkan intellectual capitalnya lebih

tinggi karena lebih banyak aktivitas-aktivitas bisnis yang diajalankan,meliputi

aktivitas operasi,aktivitas pendanaan dan aktivitas investasi.Perusahaan dengan ukuran

perusahaan yang kecil akan mengungkapkan intellectual capital yang rendah karena

perusahaan kecil umumnya berada pada situasi persaingan yang ketat dengan

perusahaan yang lain. Mengungkapkan terlalu banyak tentang jati dirinya kepada

pihak eksternal dapat membahayakan posisinya dalam persaingan sehingga

perusahaan kecil cenderung tidak melakukan pengungkapan selengkap perusahaan

besar (Marwata,2001)

Ukuran perusahaan dalam penelitian ini dapat dilihat melalui nilai kapitalisasi

pasar perusahaan.Dengan ukuran perusahaan yang besar maka pengungkapan

intellectual capital tinggi.Sedangkan dengan ukuran perusahaan yang kecil maka

pengungkapan intellectual capital rendah.Sehingga hipotesis yang diajukan dalam

penelitian ini adalah:

H2:Terdapat perbedaan pengungkapan Intellectual Capital berdasarkan ukuran

perusahaan dalam laporan tahunan

11

METODE PENELITIAN

Populasi dan Sampel

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang

terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menerbitkan laporan tahunan

(annual report) perusahaan tahun 2012. Data diambil dariwww.idx.co.iddan website

resmi perusahaan. Sampel yang dipilih dengan metode purposive sampling untuk

mewakili populasi. Adapun kriteria - kriteria yang digunakan dalam pengambilan

sampel adalah sebagai berikut :

1. Perusahaan yang telah terdaftar penuh (fully listed company) di Bursa Efek

Indonesia (BEI) pada tahun 2012.

2. Perusahaan yang menerbitkan laporan tahunan tahun 2012 melalui IDX atau

website resmi perusahaan, yang memuat data yang dibutuhkan dalam

penelitian secara lengkap.

Perusahaan yang dijadikan sampel termasuk di dalam pembagian klasifikasi menurut

GICS (Global Industries Classification Standard) yang dikembangkan oleh Morgan

Stanley Capital International (MSCI) dan Standard and Poors (S&P) mengacu pada

penelitian Woodcock et al (2009) dari pengelompokan tersebut tipe industri dibagi

menjadi 2 yaitu tipe industri High-IC Intensive Industries dan Low-ICIntensive

Industries Industry .Industri high intellectual capital merupakan perusahaan yang

memiliki value added besar yang berasal dari teknologi dan pengetahuan. Sedangkan

industri low intellectual capital merupakan perusahaan-perusahaan yang lebih

memanfaatkan sumber daya alam dan masih menerapkan sistem tradisional

(Woodcock et al, 2009).

Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang

bersumber dari laporan tahunan (annual report) seluruh perusahaan publik yang

terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode tahun 2012.

http://www.idx.co.id/

12

Pengukuran Variabel

1. Pengungkapan Intellectual Capital

Variabel pengungkapan intellectual capital diukur dengan ada tidaknya

pengungkapan intellectual capital di dalam annual report. Indeks yang digunakan

adalah indeks klasifikasi intellectual capital disclosureyang dikeluarkan oleh

International Federation of Accountants (IFAC) yang juga digunakan oleh

Chartered Institute of Management Accountants (CIMA). Pengungkapan

intellectual capital diukur dalam tiga komponen meliputi Organizational Capital,

Relational Capital, dan Human Capital, yang totalnya berjumlah 30 item.

Sehingga, pengukuran indeks pengungkapan intellectual capital ini menggunakan

Indeks ICD dengan rumus :

100%

Pengukuran pengungkapan intellectual capital pada penelitian ini digolongkan

menjadi 2 yaitu perusahaan yang mengungkapkan item intellectual capitalnya

diatas rata-rata pengungkapan intellectual capital adalah perusahaan dengan IC

tinggi,begitu sebaliknya perusahaan dengan rata-rata pengungkapan intellectual

capital dibawah rata-rata adalah perusahaan dengan IC rendah.

2. Tipe Industri

Pengukuran tipe industri setelah dilakukan pengklasifikasian akan menggunakan

dummy, untuk perusahaan High-IC Intensive akan diberi score 1, sedangkan untuk

Low-IC Intensive akan diberi score 0.

Referensi :Boedi (2008)

3. Ukuran Perusahaan

Kapitalisasi pasar = harga pasar saham x jumlah saham yang beredar

Referensi : Karanika (2013)

Ukuran perusahaan akan dibagi menjadi dua yaitu perusahaan dengan ukuran besar

dan ukuran kecil, dengan menggunakan dummy, untuk perusahaaan dengan ukuran

13

besar dengan nilai kapitalisasi pasar >= 9,8 trilyun akan diberi score 1,sedangkan

ukuran kecil dengan nilai kapitalisasi pasar

14

Dan perusahaan-perusahaan tersebut dikelompokkan menjadi 2 sesuai dengan

klasifikasi yang dilakukan oleh Woodcock et al (2009).Jumlah perusahaan yang

termasuk dalam High IC Intensive Industries pada tahun 2012 sebanyak

173.Sedangkan jumlah perusahaan yang termasuk dalam Low IC Intensive Industries

pada tahun 2012 sebanyak 216.

Statistika Deskriptif

Berikut ini adalah statistika deskriptif yang digunakan untuk mencari nilai

minimum,nilai maksimum,dan nilai mean dari tingkat pengungkapan intellectual

capital perusahaan.

Tabel 2. Statistika Deskriptif Pengungkapan IC berdasarkan High dan Low IC

High IC Intensive Industries Low IC Intensive Industries

N Min Max Mean N Min Max Mean

ICD 173 .10 .83 .5195 ICD 216 .10 .80 .4666

Sumber:DataSekunderDiolah 2014

Tabel ini menunjukkan nilai minimum, maksimum dan rata-rata dari pengungkapan

intellectual capital berdasarkan tipe industri High IC Intensive Industries dan Low IC

Intensive Industries.Dapat diketahui bahwa mean pengungkapan intellectual

capitalpada perusahaan High IC Intensive Industries lebih besar dibandingkan dengan

tipe perusahaan Low IC Intensive Industries yaitu sebesar 0,5195.Tingkat

pengungkapan tertinggi adalah sebesar 0,83 atau sebanyak 25 item dan tingkat

pengungkapan terendah adalah sebesar 0,10 atau sebanyak 3 item dari total 30 item

komponen pengungkapan intellectual capital.

Sedangkanmean daripengungkapan intellectual capital dari tipe perusahaan Low IC

Intensive Industries adalah sebesar 0,4666.Tingkat pengungkapan tertinggi adalah

15

sebesar 0,80 atau sebanyak 24 item dan tingkat pengungkapan terendah adalah

sebesar 0,10 atau sebanyak 3 item dari total 30 item komponen pengungkapan

intellectual capital.

Tabel 3.Statistika Deskriptif Pengungkapan IC berdasarkan Ukuran Perusahaan

Tabel ini menunjukkan nilai minimum,maksimum dan rata-rata dari tingkat

pengungkapan intellectual capital berdasarkan ukuran perusahaan. Diketahui rata-rata

pengungkapan intellectual capital dari ukuran perusahaan tinggi sebesar 0,5797 dan

lebih besar daripada rata-rata pengungkapan intellectual capital berdasarkan ukuran

perusahaan rendah yaitu sebesar 0.4674.

.

Size Tinggi Size Rendah

N Min Max Mean N Min Max Mean

ICD 74 .17 .83 .5797 315 .00 .83 .4674

Sumber :Data Sekunder Diolah ,2014

16

Tabel 4. Statistika Deskriptif Komponen Pengungkapan Intellectual Capital

Dari tabel statistika deskriptif ini ada 3 komponen pengungkapan intellectual capital

yaitu Organizational Capital,Relational Capital,dan Human Capital. Nilai mean yang

tertinggi adalah komponen Human Capital dengan rata-rata sebesar 58,57 % atau

sebanyak 4 item dari total 30 item pengungkapan intellectual capital.

Pengujian Data

Uji Normalitas

Langkah pertama yang dilakukan dalam pengujian data penelitian ini adalah

menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov,untuk mengetahui normal tidaknya data yang

digunakan.Dari pengujian yang dilakukan pada lampiran 6,diketahui nilai signifikansi

dari uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan variabel berada dibawah 0,05 yang

artinya data berdistribusi tidak normal. Dua variabel tersebut adalah tipe industri dan

kapitalisasi pasar. Maka langkah yang akan digunakan untuk tahap selanjutnya adalah

uji non-parametrik berupa uji Mann-Whitney.

Klasifikasi Intellectual

Capital N Minimum Maximum Mean

Organizational Capital 12 item 0% 0 item 75% 10 item 42,03% 5 item

Relational Capital 10 Item 0% 0 item 90% 9 item 49,84% 4 item

Human Capital 8 item 0% 0 item 100% 8 item 58,57% 4 item

Sumber : Data Sekunder Diolah, 2014

17

Pengujian Hipotesis

Uji Non Parametrik 2-Independent Sample Test

Dalam penelitian ini semua variabel berdistribusi tidak normal.Maka langkah yang

digunakan dalam menguji pengungkapan intellectual capital yang dilihat dari jenis

perusahaan dan kapitalisasi pasar menggunakan uji non-parametrik berupa uji Mann

Whitney.

Pembahasan

Perbedaan Pengungkapan Intellectual Capital berdasarkan Tipe Industri dalam

Laporan Tahunan

Berdasarkan hasil pengujian Mann-Whitney Test untuk tipe industri

menunjukkan signifikansi (Sig. (2-Tailed)) sebesar 0,020 lebih rendah dari alpha

sebesar 0,05. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan tingkat

pengungkapan intellectual capital berdasarkan tipe industri. Sehingga hipotesis yang

pertama (H1) dinyatakan diterima. Dapat diketahui bahwa mean pengungkapan

intellectual capital dari tipe industri High IC Intensive Industries lebih besar yaitu

sebesar 0,5195,dibandingkan dengan tipe industri Low IC Intensive Industries sebesar

0,4666.Salah satu contohperusahaan High Intensive Industries adalah perusahaan

Tabel 5. Hasil Pengujian Hipotesis

Variabel

Asymp. Sig. (2-

tailed) Kesimpulan

(Mann-Whitney U

Test)

Tipe Industri 0,002 H1 Diterima

Ukuran Perusahaan 0,000 H2 Diterima

Sumber: Data Sekunder Diolah,2014

18

Astra Graphia Tbk dengan tingkat pengungkapan intellectual capital sebanyak 19

item,atau 63 % dari 30 item komponen pengungkapan intellectual capital.Perusahaan

Low Intensive Industries adalah PT.Gudang Garam Tbk dengan tingkat

pengungkapan intellectual capital sebanyak14 item,atau 46 % dari total 30 item

komponen pengungkapan intellectual capital.Dari hasil tersebut menunjukkan terdapat

perbedaan tingkat pengungkapan yang dilakukan pada perusahaan high-IC intensive

industries dengan perusahaan low-ICintensive industries.Perusahaan high-IC intensive

industries lebih banyak menggunakan teknologi dalam menjalankan bisnisnya,

menganggap pengungkapkan modal intelektual dalam laporan tahunan telah menjadi

suatu kebutuhan yang mendatangkan banyak manfaat (Omar et al. ,2011).Perusahaan

High-IC Intensive Industries sudah memanfaatkan lebih baik dan efisien dalam

mengungkapkan modal intelektualnya dibandingkan dengan perusahaan yang Low-IC

Industries. Salah satunya untuk memuaskan kebutuhan stakeholder akan informasi

yang berkaitan dengan aktivitas bisnis yang dilakukan perusahaan. Sedangkan Low-IC

Intensive Industriesbelum menganggap pengungkapan modal intelektual dalam

laporan tahunan sebagai suatu kebutuhan penting yang harus dilakukan.Hasil ini

menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat pengungkapan

intellectual capital berdasarkan tipe industri High IC Intensive Industries dan Low IC

Intensive Industries. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Woodcock

et al,( 2009) bahwa perusahaan High IC Intensive Industries lebih banyak

mengungkapkan intellectual capital-nya dibandingkan dengan perusahaan Low IC

Intensive Industries.

19

Perbedaan pengungkapan Intellectual Capital berdasarkan ukuran perusahaan

dalam Laporan Tahunan

Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney Test diketahui bahwa signifikansi (Sig. (2-

Tailed)) untuk variabel ukuran perusahaan sebesar 0,000 lebih rendah dari tingkat

alpha sebesar 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat

pengungkapan intellectual capital berdasarkan ukuran perusahaan. Dengan demikian

hipotesis yang kedua (H2) diterima Hal ini didukung dengan hasil pengujian chi-

square yang menghasilkan signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang

menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengungkapan intellectual

capital berdasarkan ukuran (size) perusahaan.Penjelasan diatas menunjukkan bahwa

perusahaan ukuran besar memiliki banyak aktivitas yang lebih banyak,dengan

pengungkapan modal intelektual lebih lengkap yang menyebabkan aset perusahaan

meningkat dibandingkan dengan ukuran perusahaan yang kecil. Perusahaan besar

merupakan entitas yang banyak disorot oleh pasar maupun publik secara umum.

Mengungkapkan lebih banyak informasi merupakan bagian dari upaya perusahaan

untuk mewujudkan akuntabilitas publik. Perusahaan yang mempunyai ukuran

perusahaan besar memiliki kesadaran yang lebih terhadap praktek pengungkapan

intellectual capital. Berdasarkan sampel yang ada mendapatkan bahwa ukuran

perusahaan besar mengungkapkan modal intelektual lebih banyak tergantung pada

kepentingan dan manfaat yang mereka harapkan dari pengungkapan modal intelektual

yang dilakukan sesuai dengan bisnis yang mereka jalani. Salah satu manfaat penting

tersebut yaitu, untuk menarik minat investor karena banyak disorot oleh pasar

maupun publik secara umum dan pihak ketiga supaya menanamkan modal di

perusahaan.Perusahaan dengan ukuran perusahaan yang besar yaitu Sumber Alfaria

Trijaya Tbk yang mempunyai kapitalisasi pasar sebesar Rp.19.818.512.175.000 dan

jumlah pengungkapan intellectual capital sebesar 16 item dari total 30 item

pengungkapan. Dibandingkan dengan perusahaan dengan ukuran perusahaan yang

kecil yaitu Asiaplast Industries Tbk mempunyai nilai kapitalisasi pasar sebesar

Rp.129.000.000.000 dengan total pengungkapan intellectual capital sebesar 9 item

20

dari total 30 item pengungkapan.Perusahaan yang memiliki ukuran (size) perusahaan

yang besar mengungkapkan lebih banyak IC dalam laporan tahunannya.Oleh karena itu

ada tuntutan bagi perusahaan untuk lebih banyak mengungkapkan informasi secara rinci,

termasuk intellectual capital (Susanto dan Supatmi ,2011). Hasil penelitian ini sejalan

dengan penelitian Purnomoshidi (2005) membuktikan bahwa ukuran perusahaan

berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan modal intelektual.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji non-parametrik

Mann-Whitney U Test seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian ini

menunjukkan beberapa hal, yaitu:

1. Terdapat perbedaan tingkat pengungkapan intellectual capital berdasarkan tipe

industri high intensive industries dan low intensive industries.

2. Terdapat perbedaan tingkat pengungkapan intellectual capital berdasarkan ukuran

perusahaan.

Keterbatasan dan Saran Penelitian

Belum adanya peraturan pasti dalam melakukan penilaian intellectual capital yang

diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan, menyebabkan terjadinya

subjektifitas dalam penilaian dan rentan terhadap rendahnya tingkat kejelian dalam

mengkategorikan tiap informasi yang terkandung untuk kemudian dikelompokkan

ke dalam tiap klasifikasi intellectual capital.Dalam penelitian ini mengabaikan

faktor lama perusahaan beroperasi.

Implikasi

1. Dilihat dari data yang digunakan jumlah perusahaan dengan level pengungkapan

intellectual tinggi lebih besar dibanding jumlah perusahaan dengan level

21

pengungkapan intellectual yang rendah. Diharapkan perusahaan dengan level

pengungkapan yang rendah untuk meningkatkan pengungkapan intellectual

capital-nya.

2. Bagi investor yang ingin memilih perusahaan dengan intellectual capital tinggi

sebaiknya memilih perusahaan dengan tipe High IC Intensive Industries dan

ukuran perusahaan besar.

22

DAFTAR PUSTAKA

Abdolmohammadi,Mohammad.2005.Intellectual capital disclosure andmarket

capitalizationJournal of Intellectual Capital Vol. 6 No. 3, 2005

Boedi,Soelistijono.2008.Pengungkapan Intelektual dan Kapitalisasi Pasar(Studi

Empiris pada Perusahaan Publik di Indonesia)

Bukh, P. N. 2003.Commentary: The Relevance of Intellectual Capital Disclosure: A

Paradox?.Accounting, Auditing & Accountability Journal, 16 (1): 49-56.

Bukh, P. N., Nielsen, C., Gormsen, P., & Mouritsen, J. (2005). Disclosure of

information on intellectual capital in Danish IPO prospectuses.

Accounting, Auditing & Accountability Journal, 18(6), 713-732.

CIMA.2004.Understanding Corporate Value: Managing and Reporting Intellectual

Capital.Cranfield University School Of Management.Chartered Institute

Of Management Accountants Journal

Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1,

Salemba Empat. Jakarta

Istanti,Layla 2009. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Sukarela Modal

Intelektual.Universitas Diponegoro.Semarang

Karanika, Arogya. 2012. Tingkat Pengungkapan Modal Intelektual Menurut

Karakteristik Perusahaan. Universitas Kristen Satya Wacana.

Omar, Bilal, dan Jon Simon, 2011, Corporate aggregate disclosure practices in Jordan.

Advances in Accounting, incorporating Advances in International Accounting. 27

(2011) 166186

Purnomoshidi,Bambang.2006.Analisis Empiris Terhadap Diterminan Praktik Pengungkapan Modal Intelektual Pada Perusahaan Publik Di BEJ

Sutanto dan Supatmi,2011.Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat

Pengungkapan Informasi Intellectual Capital. Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana.

Williams, S. M. 2001. Is Intellectual Capital Performance and Disclosure Practices

Related? Journal of Intellectual Capital 2 (3), 192203.

23

Wijayanti, Puput 2012.Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Harga Saham Melalui

Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di

BEI.Universitas Brawijaya.Malang

Woodcock, J., H.R. Whiting. 2009. Intellectual Capital Disclosure by Australian

Companies. Paper accepted for presentation at the AFAANZ

Conference, Adelaide, Australia. Juli 2009.

Yudha, Dewantara. 2012.Analisis Pengaruh Komponen Intellectual Capital Terhadap

Kepercayaan Investor.Skripsi. Program S1 Fakultas Ekonomi Universitas

Diponegoro.Semarang.

24

LAMPIRAN LAMPIRAN

25

Organizational Capital Relational Capital Human Capital

Intellectual Property :

Patents

Copyrights

Design Rights

Trade Secrets

Trademarks

Service Marks

Brands

Customers

Customers Loyalty

Backlog Orders

Company Names

Distribution Channels

Business Collaboration

Know-how

Education

Vocational Qualification

Work-related Knowledge

Occupational Assessments

Psychometric Assesments

Work-related Competencies

26

Lampiran 1. Klasifikasi Komponen Intellectual Capital

Sumber : International Federation of Accountants (1998) dalam CIMA (2004)

Understanding Corporate Value : Managing and Reporting Intellectual Capital.

Cranfield Universitu School of Management. Chartered Institute of Management

Accountants Journal

Lampiran 2.Data Perusahaan Berdasar Tipe Industri

Industri High Intellectual Capital Industri Low Intellectual Capital

Jenis Industri Jumlah

Perusahaan

Jenis Industri Jumlah

Perusahaan

Automotive and allied

products

16 Adhesive 3

Banking 30 Agriculture,

forestry and

fishing

10

Infrastructure Assets :

Management Philosophy

Corporate Culture

Management Processes

Information Systems

Networking Systems

Financial Relations

Licensing Agreements

Favourable Contracts

Franchising Agreements

Enterpreneurial

Elan,Innovativeness,

Proactive and Reactive

Abilities, Changeability

27

Cables 6 Animal feed and

husbanry

5

Construction 8 Apparel and other

Textille products

9

Credit agencies other

than bank

13 Cement 3

Electronics and office

equipment

4 Chemical and

allied products

9

Holding and other

invesment companies

11 Consumer goods 4

Insurance 10 Fabricated and

metal products

2

Pharmaceuticals 9 Food and

beverages

18

Real estate and property 46 Hotel and travel

services

11

Securities 13 Lumber and wood

products

3

Telecommunication 7 Mining and mining

services

34

Metal and allied

products

15

Paper and allied

products

7

Photographic

equipment

3

Plastics and glass

products

13

Stone, clay, glass,

and concrete

products

5

Textille mill

products

10

Tobacco

manufacturers

3

28

Transportation 20

Wholesale and

retail

29

Total 173 Total 216

Sumber: Data Diolah 2014

Lampiran 3. Data Penelitian

No Kode %

ICD Kapitalisasi Pasar No Kode

% ICD

Kapitalisasi Pasar

1 AALI 0,2333 31.02.476.500.000 26 APOL 0,4667

433.523.950.000

2 ABDA 0,6 1.136.076.224.400 27 ARGO 0,3

335.557.450.000

3 ABMM 0,5667 8.259.495.000.000 28 ARII 0,4667

4.530.000.000.000

4 ACES 0,4333 14.063.000.000.000 29 ARNA 0,5667

300.998.670.016

5 ADES 0,6667 1.132.601.856.000 30 ARTA 0,5

140.702.365.125

6 ADHI 0,1 3.170.323.200.000 31 ASBI 0,5 85.354.685.640

7 ADMF 0,2 9.800.000.000.000 32 ASDM 0,3

142.080.000.000

29

8 ADRO 0,4333 50.857.679.580.000 33 ASGR 0,6333

1.820.853.675.000

9 AGRO 0,2 526.835.288.028 34 ASII 0,6333

307.675.003.864.000

10 AHAP 0,1667 95,000,000,000 35 ASJT 0,4667

138.000.000.000

11 AIMS 0,1667 26,400,000,000 36 ASRM 0,5333

210.268.233.560

12 AISA 0,6 3.160.080.000.000 37 ATPK 0,4667

117.947.882.301

13 AKKU 0,2333 37.720.000.000 38 AUTO 0,7333

14.266.409.680.000

14 AKPI 0,4 544.000.000.000 39 BABP 0,3

912.444.583.008

15 AKRA 0,4333 15.983.490.525.000 40 BACA 0,5333

540.058.790.040

16 AKSI 0,3 51.840.000.000 41 BAEK 0,3333

2.643.300.000.000

17 ALDO 0,2 258.500.000.000 42 BAJA 0,6333

918.000.000.000

18 ALKA 0,2333 55.843.156.050 43 BAPA 0,6 91.988.048.280

19 ALMI 0,1667 200.200.000.000 44 BATA 0,3667

780.000.000.000

20 AMAG 0,5 660.856.826.500 45 BAYU 0,4667

123.627.273.000

21 AMFG 0,4333 3.602.200.000.000 46 BBCA 0,8333

222.116.977.992.000

22 AMRT 0,5333 19.818.512.175.000 47 BBKP 0,7

4.892.197.223.460

23 ANTM 0,4667 12.209.228.480.000 48 BBLD 0,5667

1.168.515.198.340

24 APLI 0,3 129.000.000.000 49 BBNI 0,7

68.310.028.604.100

25 APLN 0,5 7.585.333.000.000 50 BBNP 0,6667

536.052.433.800

No Kode % ICD Kapitalisasi Pasar No Kode % ICD Kapitalisasi Pasar

51 BBRI 0,7667 169.736.169.141.000 76 BRAM 0,5

1.350.000.000.000

52 BCAP 0,5667 2.192.149.917.500 77 BRAU 0,6667

6.805.500.000.000

53 BCIC 0,5667 1.403.333.776.800 78 BRNA 0,3667

483.000.000.000

54 BCIP 0,3667 357.478.881.250 79 BRPT 0,7

2.931.554.969.280

55 BDMN 0,7 53.611.702.660.150 80 BSIM 0,6667

2.283.488.153.550

56 BEKS 0,6333 1.277.707.917.720 81 BSWD 0,6667

1.340.539.200.000

57 BEST 0,5667 6.365.960.930.000 82 BTEL 0,6667

1.529.229.532.750

58 BFIN 0,7 3.079.374.088.050 83 BTON 0,4667

126.000.000.000

30

59 BHIT 0,7667 19.271.653.545.780 84 BTPN 0,6667

30.354.893.016.000

60 BIMA 0,5667 77.400.000.001 85 BUDI 0,4333

467.285.699.268

61 BIPI 0,6667 6.901.752.165.784 86 BULL 0,6

935.450.000.000

62 BIPP 0,6667 192.106.048.484 87 BUMI 0,6333

12.256.306.000.000

63 BISI 0,6333 2,370,000,000,000 88 BUVA 0,4333

1.548.015.750.000

64 BJBR 0,7333 10.175.287.949.240 89 BVIC 0,6667

765.061.703.055

65 BKDP 0,6 643.721.958.176 90 BYAN 0,3667

28.166.668.075.000

66 BKSL 0,6 5.934.015.046.890 91 CEKA 0,1

386.750.000.000

67 BKSW 0,6333 2.433.057.053.670 92 CFIN 0,5333

1.528.792.691.040

68 BMRI 0,7667 187.109.999.991.900 93 CITA 0,1667

1.061.781.493.500

69 BMTR 0,3667 33.523.106.520.000 94 CKRA 0,1

1.314.768.216.580

70 BNBA 0,6 377.338.500.000 95 CLPI 0,6

447.254.210.000

71 BNBR 0,7 4.686.085.876.400 96 CMPP 0,6 81.000.000.000

72 BNGA 0,7667 27.368.319.852.500 97 CNKO 0,4

1.528.758.205.920

73 BNII 0,7 22.566.264.195.060 98 CNTX 0,6333 23.450.000.000

74 BNLI 0,7 13.951.564.286.880 99 COWL 0,7333

696.583.605.003

75 BPFI 0,6 180.000.000.000 100 CPDW 0,1 7.831.368.335

No Kode % ICD Kapitalisasi Pasar No Kode

% ICD Kapitalisasi Pasar

101 CPIN 0,8

59.852.700.000.000 126 ERAA 0,8

8.555.000.000.000

102 CPRO 0,7667

2.144.948.941.538 127 ERTX 0,4667

47.551.554.050

103 CSAP 0,7

665.858.694.000 128 ESSA 0,2667

3.100.000.000.000

104 CTBN 0,5667

3.520.000.000.000 129 ESTI 0,3

322.433.395.200

105 CTRA 0,2667

12.132.652.795.200 130 ETWA 0,3333

300.172.070.000

106 CTRP 0,6 3,690,000,000,000 131 EXCL 0,8

48.599.776.682.700

107 CTRS 0,5333 4,452,445,876,500 132 FAST 0,8

5.524.999.140.000

108 CTTH 0,4333 133 FASW 0,5667

31

71.388.709.618 6.318.616.406.850

109 DART 0,7333

2.230.387.583.020 134 FISH 0,3

1.056.000.000.000

110 DAVO 0,6

620.185.566.000 135 FMII 0,1

666.645.000.000

111 DEFI 0,3

67.600.000.000 136 FPNI 0,3333

640.137.610.000

112 DEWA 0,7333

1.092.686.689.600 137 FREN 0,7667

1.494.853.087.644

113 DGIK 0,7667

797.927.760.000 138 GDST 0,3333

885.600.000.000

114 DKFT 0,6

2.329.127.627.950 139 GDYR 0,6

504.300.000.000

115 DLTA 0,4333

4.083.361.155.000 140 GEMS 0,3667

13.970.588.375.000

116 DOID 0,6333

1.249.779.617.496 141 GGRM 0,4667

108.326.154.400.000

117 DPNS 0,4667

127.485.031.520 142 GIAA 0,7333

14.943.057.360.000

118 DSSA 0,8

10.479.511.552.000 143 GJTL 0,6667

7.753.680.000.000

119 DUTI 0,6333

5.642.500.000.000 144 GMCW 0,3333

50.602.363.880

120 DVLA 0,6

1.892.800.000.000 145 GMTD 0,5667

67.015.080.000

121 ELSA 0,6667

1.262.640.500.000 146 GOLD 0,1

112.970.000.000

122 ELTY 0,8

2.350.183.303.026 147 GPRA 0,3667

427.665.533.600

123 EMDE 0,2333

469.000.000.000 148 GREN 0,3

295.729.024.500

124 ENRG 0,6333

3.327.897.239.186 149 GTBO 0,3667

9.750.000.000.000

125 EPMT 0,5

4.740.120.000.000 150 GWSA 0,4

1.794.174.800.000

No Kode % ICD Kapitalisasi Pasar No Kode

% ICD Kapitalisasi Pasar

151 GZCO 0,2667

1.200.000.000.000 176 INDX 0,4333

45.668.131.320

152 HADE 0,5667

106.000.000.000 177 INDY 0,7

7.398.472.640.000

153 HDFA 0,5

415.800.000.000 178 INKP 0,5

3.720.268.399.880

154 HDTX 0,1

1.455.942.450.000 179 INPC 0,6333

942.315.126.504

155 HERO 0,6333

14.247.415.000.000 180 INPP 0,5667

843.813.224.000

156 HEXA 0,5667

6.846.000.000.000 181 INRU 0,3

1.922.954.661.600

157 HITS 0,3667

1.328.437.341.390 182 INTA 0,6333

972.013.149.000

32

No Kode % ICD Kapitalisasi Pasar No Kode

% ICD Kapitalisasi Pasar

201 KBLI 0,4

749.352.965.009 226 LPPS 0,5

432.237.750.000

202 KBLM 0,4333

151.200.000.000 227 LSIP 0,5333

15.692.587.119.500

203 KBRI 0,5667

434.399.762.100 228 LTLS 0,3

577.200.000.000

204 KDSI 0,3333

200.475.000.000 229 MAIN 0,7 4.025.625.000.00

205 KIAS 0,4667

2.612.592.500.000 230 MAMI 0,1

115.361.995.150

206 KICI 0,3333

37.260.000.000 231 MAPI 0,4333 3.600.000.000

207 KIJA 0,4333

3.963.378.945.600 232 MASA 0,7

11.039.000.000.000

158 HMSP 0,4333

262.541.700.000.000 183 INTD 0,4

49.713.552.000

159 HOME 0,5

111.629.247.696 184 INTP 0,5333

82.643.651.642.550

160 HRUM 0,5667

16.221.270.000.000 185 INVS 0,6

18.239.351.943.900

161 IATA 0,6

816.807.093.765 186 IPOL 0,5667

682.694.768.080

162 ICBP 0,7

45.481.441.200.000 187 ISAT 0,7667

35.048.871.075.000

163 ICON 0,4

290.600.000.000 188 ITMA 0,4333

51.000.000.000

164 IGAR 0,3667 393,750,000,000 189 ITMG 0,7333

46.948.383.750.000

165 IIKP 0,3667

4.838.400.000.000 190 JAWA 0,3667

1.434.380.490.000

166 IKAI 0,3667

112.376.497.612 191 JECC 0,4333

287.280.000.000

167 IKBI 0,4667

468.180.000.000 192 JIHD 0,5333

1.630.328.337.400

168 IMAS 0,3333

14.655.975.583.600 193 JKSW 0,1667

13.200.000.000

169 INAF 0,6667

1.022.758.275.000 194 JPFA 0,8

13.112.443.179.300

170 INAI 0,3

71.280.000.000 195 JPRS 0,4333

247.500.000.000

171 INCI 0,1667

44.353.711.220 196 JRPT 0,3333

8.525.000.000.000

172 INCO 0,5

23.350.395.992.000 197 JSPT 0,3667

1.739.052.000.000

173 INDF 0,6

51.365.495.025.000 198 KAEF 0,6667

4.109.960.000.000

174 INDR 0,4333

929.179.423.940 199 KARK 0,6

966.224.401.400

175 INDS 0,3667

1.323.000.000.000 200 KARW 0,2333

393.392.309.000

33

208 KKGI 0,2

2.475.000.000.000 233 MAYA 0,4333

10.407.088.560.000

209 KLBF 0,6667

53.826.876.436.600 234 MBSS 0,6

1.732.526.372.610

210 KOIN 0,4333

294.253.119.600 235 MBTO 0,4667

406.600.000.000

211 KONI 0,3

19.000.000.000 236 MCOR 0,6333

754.721.801.538

212 KPIG 0,6667

5.316.316.936.500 237 MDLN 0,5333

3.822.585.533.210

213 KRAS 0,6667

10.096.000.000.000 238 MDRN 0,6

3.160.700.435.880

214 KREN 0,5

871.576.829.750 239 MEDC 0,6

5.431.895.863.500

215 LAMI 0,4333

246.909.870.000 240 MEGA 0,7

12.091.815.857.850

216 LAPD 0,4667

694.111.274.325 241 MERK 0,7333

3.404.800.000.000

217 LCGP 0,2667

239.275.000.000 242 META 0,6667

2.519.749.352.456

218 LION 0,3

540.966.400.000 243 MFIN 0,5667

795.000.000.000

219 LMPI 0,4

257.172.005.595 244 MICE 0,4333

228.000.000.000

220 LMSH 0,2667

100.800.000.000 245 MIDI 0,6667

2.277.058.870.000

221 LPCK 0,4667

2.244.600.000.000 246 MIRA 0,5667

487.258.600.797

222 LPGI 0,3333

298.500.000.000 247 MITI 0,3

213.015.848.000

223 LPIN 0,2667

162.562.500.000 248 MLBI 0,6333

15.591.800.000.000

224 LPKR 0,4

23.077.689.619.000 249 MLIA 0,5667

310.905.000.000

225 LPPF 0,7333

7.878.378.816.000 250 MLPL 0,5333

1.584.146.410.940

No Kode % ICD Kapitalisasi Pasar No Kode % ICD Kapitalisasi Pasar

251 MPPA 0,6667

6.413.028.820.000 276 PICO 0,2667

147.777.500.000

252 MRAT 0,6333

209.720.000.000 277 PJAA 0,7

1.183.999.997.040

253 MREI 0,6333

664.067.831.310 278 PKPK 0,6

135.000.000.000

254 MTDL 0,6667

368.344.000.000 279 PLAS 0,6667

1.089.464.000.000

255 MTFN 0,5

1.102.225.944.875 280 PLIN 0,7333

5.751.000.000.000

256 MTLA 0,5667

4.092.839.820.000 281 PNBN 0,7667

15.017.716.978.740

257 MTSM 0,2667

162.993.600.000 282 PNIN 0,8333

2.115.528.438.400

258 MYOH 0,6 283 PNSE 0,7333

34

1.235.535.000.000 396.960.861.300

259 MYOR 0,6667

15.331.680.000.000 284 POLY 0,3

481.680.393.462

260 MYRX 0,2333

1.666.664.376.300 285 POOL 0,2667

344.013.600.000

261 MYTX 0,4333

549.999.966.375 286 PRAS 0,2667

149.940.000.000

262 NIKL 0,5333

555.137.000.000 287 PSAB 0,4667

3.780.000.000.000

263 NIPS 0,4333

82.000.000.000 288 PSDN 0,4333

295.200.000.000

264 NISP 0,7667

12.949.007.945.580 289 PSKT 0,5

57.400.000.000

265 OCAP 0,4333

88.790.000.000 290 PTIS 0,4333

462.138.852.000

266 OKAS 0,6333

353.185.555.400 291 PTPP 0,5333

4.019.222.295.000

267 OMRE 0,5667

584.575.000.000 292 PTRO 0,6333

1.331.358.600.000

268 PADI 0,2667

1.404.178.200.000 293 PTSN 0,5333

177.144.800.000

269 PANR 0,5333

236.400.000.000 294 PTSP 0,6333

540.979.600.000

270 PANS 0,3667

2.304.000.000.000 295 PUDP 0,5667

154.000.000.000

271 PBRX 0,6

1.440.602.683.240 296 PWON 0,4333

10.835.910.540.000

272 PDES 0,5333

114.400.000.000 297 PYFA 0,3667

94.709.160.000

273 PEGE 0,4333

159.379.709.400 298 RAJA 0,5333

570.791.550.000

274 PGAS 0,4333

111.510.937.701.600 299 RALS 0,5667

8.657.120.000.000

275 PGLI 0,2

53.680.000.000 300 RANC 0,4

1.251.590.000.000

No Kode % Kapitalisasi Pasar No Kode % Kapitalisasi Pasar

35

ICD ICD

351 TGKA 0,367

1.607.362.312.500 376 UNTR 0,567 73.483.662.179.200

352 TIFA 0,533

259.128.000.000 377 UNTX 0,433 29.853.450.000

353 TINS 0,633

7.750.850.800.000 378 UNVR 0,733 159.085.500.000.000

354 TIRA 0,433

102.312.000.000 379 VOKS 0,433 856.054.134.570

355 TIRT 0,367

70.824.232.500 380 VRNA 0,333 102.204.035.904

356 TKGA 0,567

13.000.000.000 381 WAPO 0,467 31.720.000.000

357 TLKM 0,833

182.447.993.484.000 382 WEHA 0,3 72.805.900.000

358 TMPI 0,233

2.613.489.779.825 383 WICO 0,433 67.254.401.781

359 TOTL 0,433

3.069.000.000.000 384 WIKA 0,633 9.031.465.420.000

360 TOTO 0,367

3.294.144.000.000 385 WINS 0,433 1.732.715.495.040

361 TPIA 0,567

13.414.609.320.000 386 WOMF 0,5 370.000.000.000

362 TPMA 0,5

1.953.458.333.000 387 YPAS 0,533 447.560.059.630

363 TRAM 0,233

11.191.388.007.900 388 YULE 0,467 35.700.000.000

364 TRIL 0,3

104.400.000.000 389 ZBRA 0,3 75.401.613.230

365 TRIM 0,433

442.255.000.000 Sumber:Data

Diolah 2014

366 TRIO 0,267

4.761.500.000.000

367 TRIS 0,5

340.000.000.000

368 TRST 0,433

968.760.000.000

369 TRUB 0,3

789.972.813.350

370 TSPC 0,233

16.762.500.000.000

371 TURI 0,333

5.189.400.000.000

372 ULTJ 0,633

3.841.548.060.000

373 UNIC 0,4

766.662.726.000

374 UNIT 0,333

26.020.659.000

375 UNSP 0,3 1.276.003.788.306

36

Lampiran 4. Uji Normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov Test

NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Intellectual Capital

Disclosure

N 389

Normal Parametersa Mean .4884

Std. Deviation .17498

Most Extreme Differences Absolute .086

Positive .053

Negative -.086

Kolmogorov-Smirnov Z 1.706

Asymp. Sig. (2-tailed) .006

a. Test distribution is Normal.

NPar Tests

a. Test distribution is Normal

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Ukuran Perusahaan

N 389

Normal Parametersa Mean 9.62E12

Std. Deviation 3.164E13

Most Extreme Differences Absolute .381

Positive .335

Negative -.381

Kolmogorov-Smirnov Z 7.506

Asymp. Sig. (2-tailed) .000

37

Lampiran 5. Uji Non-Parametrik Mann-Whitney U

NPar Tests

Mann-Whitney Test

Ranks

Jenis Industri N Mean Rank Sum of Ranks

Intellectual Capital Disclosure Low Intensive industries 216 179.15 38696.50

High Intensive Industries 173 214.79 37158.50

Total 389

Test Statisticsa

Intellectual Capital

Disclosure

Mann-Whitney U 15260.500

Wilcoxon W 38696.500

Z -3.113

Asymp. Sig. (2-tailed) .002

a. Grouping Variable: Jenis Industri

38

NPar Tests

Mann-Whitney Test

Ranks

Size N Mean Rank Sum of Ranks

Intellectual Capital Disclosure rendah 315 181.01 57019.50

tinggi 74 254.53 18835.50

Total 389

Test Statisticsa

Intellectual

Capital

Disclosure

Mann-Whitney U 7249.500

Wilcoxon W 57019.500

Z -5.071

Asymp. Sig. (2-tailed) .000

a. Grouping Variable: Size

39

Lampiran 6. Uji Deskriptif Crosstab

ICD

Total RENDAH TINGGI

SIZE besar Count 189 126 315

Expected Count 153.0 162.0 315.0

% within SIZE 60.0% 40.0% 100.0%

% within ICD 100.0% 63.0% 81.0%

% of Total 48.6% 32.4% 81.0%

kecil Count 0 74 74

Expected Count 36.0 38.0 74.0

% within SIZE .0% 100.0% 100.0%

% within ICD .0% 37.0% 19.0%

% of Total .0% 19.0% 19.0%

Total Count 189 200 389

Expected Count 189.0 200.0 389.0

% within SIZE 48.6% 51.4% 100.0%

% within ICD 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 48.6% 51.4% 100.0%

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig.

(2-sided)

Exact Sig. (2-

sided)

Exact Sig.

(1-sided)

Pearson Chi-Square 86.358a 1 .000

Continuity Correctionb 83.973 1 .000

Likelihood Ratio 114.960 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 86.136 1 .000

N of Valid Casesb 389

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 35.95.

40

b. Computed only for a 2x2 table

41

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Dinis Abdiani

Tempat, tanggal lahir : Salatiga, 26September 1990

Jenis Kelamin : Perempuan

Golongan Darah : B

Tinggi / Berat Badan : 155 cm / 55 kg

Agama : Islam

Kota Asal : Salatiga

Alamat : Asrama Garnisun Tangsi Besar Blok B No.3 RT.04/RW.07

Salatiga 50722

Email : [email protected]

Pendidikan : TK Sabilillah Malang (1996-1997)

SD Negeri Gendongan 01 Salatiga (1997-2003)

SMP Negeri 2 Salatiga (2003-2006)

SMA Negeri 3 Salatiga (2006-2009)

Universitas Kristen Satya Wacana (2009-2014)

Pengalaman :Koord. Sie Konsumsi Kepanitiaan Welcome To The Work

World 2012

Koord.Sie Konsumsi Kepanitiaan Kegiatan Nonton Breng

Lost In Papua Salatiga Film Festifal (Saffest) 2011

Sie Konsumsi KepanitiaanKegiatan Kupas Finger Kine

Club 2010

Sie Keamanan Kepanitiaan Social Evening Legend

Panitia Pesta Rakyat Ekonomi (Pesakom )